4.7. Keluhan Gangguan Saluran Pernapasan Berdasarkan Karakteristik Responden
5.1.6. Jam Berdagang
Lama jam berdagang pedagang kaki lima yang paling banyak di sekitar pasar Sangkumpal Bonang adalah > 8 jam yaitu sebanyak 37 orang. Pedagang tersebut setiap harinya berdagang mulai dari pagi hingga sore hari. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama jam kerja seseorang dapat menyebabkan keluhan pernapasan. 5.2. Keluhan Gangguan Saluran Pernapasan Pada Pedagang Kaki Lima di
Pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan
Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa keluhan gangguan saluran pernapasan pada pedagang kaki lima yang terbanyak selama berdagang adalah batuk yaitu sebanyak 25 orang (96,2%), sedangkan keluhan sesak napas dan nyeri dada masing-masing yaitu sebanyak 11 orang (42,3%) dan 10 orang (14,9%) dan semua pedagang kaki lima tidak ada yang mengalami keluhan batuk berdarah. Adapun hasil pengukuran kadar karbon monoksida (CO) dan nitrogen dioksida (NO2) yang dilakukan pada ketiga titik di pasar Sangkumpal Bonang kota Padangsidimpuan, tidak ada titik yang melebihi batas baku mutu yang ditetapkan Peraturan Pemerintah No.41 tahun 1999. Meskipun tidak ada satu titik yang melebihi batas baku mutu namun pada paparan gas selama beberapa tahun dapat menimbulkan keluhan pada saluran
pernapasan yang lebih banyak daripada keluhan paparan gas selama 3 bulan (Anderson dalam Mukono, 2008).
Karbon monoksida (CO) dalam paparan yang menahun akan menyebabkan berkurangnya penyediaan oksigen ke seluruh tubuh, hal ini akan mengakibatkan terjadinya sesak napas, gangguan saraf, infark jantung bahkan dapat menyebabkan kematian bayi dalam kandungan (Mukono, 2005). Selain itu pada konsentrasi CO sebesar 10 ppm, gejala yang dirasakan dapat berupa pusing, perubahan fungsi paru – paru serta terjadi rasa sesak napas (Soemirat, 1994).
Gas karbon monoksida juga merupakan gas yang berbahaya bagi tubuh, karena daya ikat gas karbon monoksida terhadap hemoglobin 210 kali dari daya ikat oksigen terhadap hemoglobin, akibatnya fungsi hemoglobin untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu. Berkurangnya penyediaan oksigen ke seluruh tubuh akan menyebabkan pusing, mual, detak jantung meningkat, rasa tertekan di dada, sulit bernapas bahkan bisa menyebabkan kematian (Mukono, 2008).
Selain itu gas nitrogen dioksida (NO2) merupakan gas yang toksik bagi manusia dan umumnya mengganggu sistem pernapasan (Mulia, 2005). Walaupun dalam jumlah yang masih jauh di bawah baku mutu, apabila manusia terpapar dengan gas nitrogen dioksida (NO2) dalam jumlah yang sedikit secara terus menerus dapat mengganggu sistem pernapasan. Organ tubuh yang paling peka terhadap pencemaran gas NO2 adalah paru - paru. Paru - paru yang terkontaminasi oleh gas NO2 akan membengkak sehingga penderita sulit bernapas (Wardhana, 2004), selanjutnya
Berdasarkan karakteristik responden menurut umur, maka dapat dilihat bahwa sebagian besar responden mengalami keluhan gangguan saluran pernapasan pada kelompok umur 41-50 tahun. Hal ini terjadi karena lebih banyaknya responden yang berumur 41-50 tahun.
Berdasarkan karakteristik jenis kelamin responden, dapat diketahui bahwa persentase terjadinya keluhan gangguan saluran pernapasan pada responden yang berjenis kelamin perempuan lebih tinggi daripada responden yang berjenis kelamin laki – laki. Tingginya tingkat keterpaparan tersebut dikarenakan lebih banyaknya aktivitas yang dilakukan oleh pedagang kaki lima perempuan sehingga beresiko lebih tinggi terkena gangguan pernapasan.
Berdasarkan tingkat pendidikan, sebagian besar responden yang mengalami keluhan gangguan saluran pernapasan adalah responden yang memiliki tingkat pendidikan SMA yaitu sebanyak 12 orang (46,2%). Hal ini terjadi karena tingkat pendidikan terbanyak responden adalah SMA. Perbedaan tingkat pendidikan dapat menyebabkan perbedaan pola berpikir seseorang dalam menghadapi suatu masalah (Notoatmodjo, 2003).
Berdasarkan karakteristik kebiasaan merokok responden, bahwa sebagian besar responden yang mengalami keluhan gangguan saluran pernapasan adalah perokok. Hal ini menyebabkan angka keluhan gangguan saluran pernapasan pada responden yang merokok tinggi. Orang yang merokok akan mengeluarkan asap rokok yang mengandung gas CO dengan konsentrasi lebih dari 20.000 ppm dan sekitar 4000 – 500 ppm selama dihisap. Konsentrasi gas CO yang tinggi di dalam asap rokok
Keadaan ini akan sangat membahayakan kesehatan orang yang merokok. Orang yang merokok dalam waktu yang cukup lama (perokok berat) konsentrasi COHb dalam darahnya sekitar 6,9%. Hal ini yang menyebabkan perokok berat mudah terkena serangan jantung (Wardhana, 2004).
Berdasarkan karakteristik lama merokok responden, bahwa sebagian besar responden yang mengalami keluhan gangguan saluran pernapasan telah merokok selama 11- 20 tahun sebanyak 7 orang (53,8%). Resiko gangguan pernapasan akibat merokok kemungkinan dapat dipengaruhi oleh lamanya merokok. Salah satu faktor yang mempengaruhi adanya seseorang mengeluh gangguan pernapasan selama merokok adalah lama merokok. Lama merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran napas dan jaringan paru – paru (Kurnia, K, 2011). Dampak merokok akan terasa setelah 10 – 20 tahun (Ruli A.M Stafa, 2005 dalam Kurnia).
Berdasarkan karakteristik konsumsi rokok responden, bahwa sebagian besar responden yang mengalami keluhan gangguan saluran pernapasan telah mengkonsumsi rokok sebanyak ≤ sebungkus per hari sebanyak 14 orang (60,9%). Menurut Kurnia, K (2011) Kandungan dalam satu batang rokok mengandung zat – zat yang tidak dibutuhkan dalam pernapasan seperti nikotin, karbon monoksida, tar dan lain – lain yang masuk dalam tubuh. Hal ini menyebabkan gangguan pernapasan selama merokok seperti batuk, sesak, dan nyeri dada.
semakin lama responden berdagang di pasar maka semakin besar tingkat paparan karbon monoksida dan nitrogen dioksida yang dialami oleh responden. Menurut Mukono (2008), periode paparan yang lama dapat menyebabkan timbulnya keluhan pernapasan.
Berdasarkan karakteristik jam berdagang responden, menunjukkan bahwa keluhan gangguan saluran pernapasan terbanyak terdapat pada responden dengan jam berdagang per hari > 8 jam. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama jam berdagang responden dapat menyebabkan terjadinya keluhan gangguan saluran pernapasan. Kontak yang lama dengan lingkungan yang mengandung gas akan mengakibatkan stres yang berat pada organ saluran pernapasan sehingga menimbulkan berbagai penyakit saluran pernapasan (Harrianto, 2009).
Berdasarkan jenis keluhan batuk, responden yang batuk pada saat berdagang sebanyak 22 orang dan yang batuk sepulang berdagang/di rumah sebanyak 20 orang. Hal ini menunjukkan bahwa responden yang batuk pada saat berdagang dan saat berada di rumah kemungkinan dikarenakan adanya inflamasi (peradangan) oleh paparan gas yang telah terakumulasi di dalam tubuh sehinngga sesampainya di rumah responden tetap merasakan keluhan batuk.
Di samping itu faktor – faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya batuk adalah iritasi dari mukosa bronkus yang dapat disebabkan oleh peradangan baik oleh bakteri, virus, dan jamur (Rab, Tabarani, 1996). Selain faktor faktor tersebut kemungkinan juga dapat disebabkan oleh penyakit infeksi saluran pernapasan menahun yang diderita oleh responden
Adapun responden yang tidak mengalami keluhan gangguan saluran pernapasan adalah sebanyak 41 orang (61,2%). Responden yang tidak mengalami keluhan gangguan saluran pernapasan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa hal dimana efek pemaparan zat melalui saluran pernapasan sangat beragam tergantung pada konsentrasi dan lamanya pemaparan serta status kesehatan orang yang terpapar (Mulia, 2005).
Pengaruh karbon monoksida (CO) terhadap tubuh manusia tidak sama antara manusia yang satu dengan yang lain. Daya tahan tubuh manusia ikut menentukan toleransi tubuh terhadap pengaruh adanya karbon monoksida (CO).
Berdasarkan karakteristik lama berdagang/masa kerja responden serta jam berdagang responden dapat dilihat bahwa responden yang tidak mengalami keluhan gangguan saluran pernapasan juga telah berdagang selama ≤ 10 tahun dan jam dagang per hari > 8 jam. Hal ini terjadi dikarenakan dari 67 responden sebagian besar responden memiliki masa kerja dan jam berdagang ≤ 10 tahun dan > 8 jam per hari. Meskipun memiliki masa kerja dan jam berdagang yang sama namun faktor faktor yang dapat menentukan terjadinya efek atau keluhan pada seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu tergantung pada dosis yang diterima tubuh, perlakuan tubuh terhadap zat tersebut, banyaknya zat yang dapat diabsorbsi, luasnya distribusi zat dalam tubuh, toleransi tubuh terhadap zat tersebut, sensitivitas tubuh terdahap zat tersebut, dapat atau tidaknya zat tersebut berakumulasi di dalam tubuh serta banyaknya zat yang dapat dikeluarkan oleh tubuh (Soemirat, 1994).
5.3. Kadar Karbon Monoksida (CO) dan Nitrogen Dioksida (NO2) di Sekitar