• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

JAM KERJA PT. MITRA KARGO INDONESIA SEMARANG TAHUN 2012

HARI JAM KERJA JAM ISTIRAHAT

SENIN 08.00 - 17.00 12.00 - 13.00 SELASA 08.00 - 17.00 12.00 - 13.00 RABU 08.00 - 17.00 12.00 - 13.00 KAMIS 08.00 - 17.00 12.00 - 13.00 JUMAT 08.00 - 17.00 12.00 - 13.00 SABTU 08.00 - 12.00

Sumber : Data Penulis, 2012

B. Pembahasan

1. Hubungan kerja antara PT.Mitra Kargo Indonesia Semarang dengan perusahaan trucking (Trailer).

a. Hubungan kerja PT. Mitra Kargo Indonesia dengan Perusahaan Trucking ( UD. Kurnia Transport)

Hubungan kerja ini di mulai dari adanya permintaan dari pihak eksportir yang meminta kepada pihak PT. Mitra Kargo Indonesia selaku pihak freight forwarding juga EMKL yang meminta sejumlah trailer untuk membawa containernya. Setelah itu pihak EMKL PT. Mitra Kargo menghubungi perusahaan transportasii ( trailer) untuk menyediakan trailer

commit to user

35

sesuai kebutuhan eksportir. Biasanya 1 hari sebelum stuffing dilakukan di gudang eksportir. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 9) 7) 8) GAMBAR 3.2

ALUR HUBUNGAN KERJA PT. MITRA KARGO INDONESIA DENGAN PERUSAHAAN TRUCKING DALAM PROSES EKSPOR

TAHUN 2012

Sumber : Data Penulis, 2012

EMKL SHIPPING COMPANY DEPO TRUCKING TPKS GUDANG EKSPORTIR EKSPORTIR

commit to user

36 Keterangan Gambar:

1) Eksportir menghubungi pihak PT. Mitra Kargo Indonesia (Freight Forwarding & EMKL) untuk mengurus pengiriman muatan ekspor milik eksportir.

2) PT. Mitra Kargo Indonesia ( Freight Forwarding & EMKL) menghubungi Shipping Company (MCC) secara online untuk membooking sejumlah container yang dibutuhkan oleh Eksportir. 3) Setelah booking container berhasil, Shipping Company Multicon

(MCC) mengeluarkan DO (Delivery Order) kepada PT. Mitra Kargo Indonesia untuk mengambil container yang sudah di booking di depo milik ShippingCompany Multicon (MCC). 4) Jika DO sudah diterima, PT. Mitra Kargo Indonesia (Freight

Forwarding & EMKL) menghubungi perusahaan trucking, memesan sejumlah trailer untuk mengangkut container yang sudah di booking di Shipping Company Multicon.

5) Shipping Company Multicon (MCC) mengkonfirmasikan ke depo miliknya untuk mempersiapkan container yang di booking PT. Mitra Kargo Indonesia ( Freight Forwarding & EMKL).

6) Pihak Trucking ( UD. Kurnia Transport) yang sudah menyanggupi sejumlah trailer yang dipesan oleh PT. Mitra Kargo Indonesia, mempersiapkan trailernya menuju Depo milik Shipping Company Multicon (MCC) untuk mengangkut container kosong (empty). 7) Container kosong yang diangkut trailer tadi dibawa ke gudang

milik eksportir dan pihak PT. Mitra Kargo membuat surat jalan untuk keamanan perjalanan menuju stuffing di gudang eksportir .

commit to user

37

8) Setelah stuffing selesai, trailer membawa kembali container yang berisi muatan tersebut untuk dibawa ke TPKS atau lebih jelasnya dibawa ke CY (Container Yard) untuk di fiat muat (Lift Off). 9) Setelah pihak PT. Mitra Kargo Indonesia mendapat kabar bahwa

container akan dibawa ke TPKS maka harus menyelesaikan Job Order dahulu, sebagai syarat bahwa container akan diletakkan di CY menunggu fiat muat.

b. Daftar rekan bisnis perusahaan trucking PT. Mitra Kargo Indonesia

TABEL 3.3

DAFTAR MITRA PERUSAHAAN TRUCKING PT.MITRA KARGO INDONESIA

TAHUN 2012 NO NAMA PERUSAHAAN

TRUCKING

CONTACT PERSON

1. PT. Saudara Bp. Joko sebagai mandor 2. UD. Kurnia Transport Bp. Muklis sebagai mandor ,

Bp. Robert dan Bp. Philip sebagai kurir perusahaan 3. PT. Samudra Perdana Bp. Totok sebagai mandor 4. PT. Bina Sarana Bp. Bagus sebagai mandor 5. PT. Agung Perkasa Jaya Bp. Agus sebagai mandor 6. PT. SUN Bp. Sarjono sebagai mandor 7. UD. Rimo Transport Bp. Hendro sebagai mandor 8. PT. Siba Surya Bp. Sukamto sebagai mandor

commit to user

38 Keterangan Tabel 3.3:

Dari data diatas menunjukkan bahwa dalam melakukan pola kerja transportasi efektif, PT. Mitra Kargo Indonesia memiliki rekan bisnis perusahaan trucking lebih dari satu, hal ini dimaksudkan untuk mengatasi berbagai masalah sebagai berikut:

1) Menggunakan saluran distribusi lebih dari satu dengan tujun untuk mempersingkat waktu pengangkutan container

2) Antisipasi pihak PT. Mitra Kargo Indonesia apabila sewaktu- waktu trailer tidak tersedia di gudang milik perusahaan trucking maka pihak PT. Mitra Kargo Indonesia dapat memesan ke perusahaan trucking yang lain.

3) Dengan memiliki rekan bisnis perusahaan trucking yang lebih dari satu perusahaan, PT. Mitra Kargo Indonesia dapat memilih kualitas dari perusahaan trucking yang terbaik yang dapat disesuaikan dengan kriteria PT. Mitra Kargo Indonesia.

4) Apabila pengiriman barang dalam jumlah yang banyak, PT. Mitra Kargo Indonesia dapat menggunakan jasa perusahaan trucking lebih dari satu agar barang muatan dapat diangkut dalam sekali pengangkutan.

5) Dengan memiliki hubungan bisnis perusahaan trucking lebih dari satu, PT. Mitra Kargo Indonesia dapat memilih jasa perusahaan trucking dengan harga dan kualitas yang terbaik dengan tujuan untuk menekan biaya operasional perusahaan.

commit to user

39

c. Daftar harga persewaan trailer di beberapa perusahaan trucking

Salah satu perbandingan harga persewaan trailer yang digunakan oleh PT. Mitra Kargo Indonesia ( UD. Kurnia Transport dan PT. Siba Surya).

TABEL 3.4

HARGA PERSEWAAN TRAILER UD. KURNIA TRANSPORT TAHUN 2012 NO NAMA KOTA 20’ 40’ 1. Kota- kota Rp. 525.000 Rp. 625.000 2. Karang jati - Rp. 850.000 3. Secang Rp. 1.225.000 Rp. 1.275.000 4. Batang Rp. 1.125.000 Rp. 1.175.000 5. Boyolali Rp. 1.335.000 Rp. 1.385.000 6. Magelang Barecore Rp. 1.335.000 Rp. 1.385.000 7. Magelang Blockboard Rp. 1.400.000 Rp. 1.450.000 8. Temanggung Rp. 1.300.000 Rp. 1.350.000 9. Pekalongan Rp. 1.350.000 Rp. 1.400.000 10. Tegal Asaputex Rp. 1.515.000 Rp. 1.565.000 11. Parakan Barecore Rp. 1.325.000 Rp. 1.375.000 12. Parakan Blockboard Rp. 1.400.000 Rp. 1.450.000 13. Banjarnegara - Rp. 3.180.000 14. Purbalingga Rp. 2.500.000 Rp. 2.550.000 15. Yogyakarta (berat) Rp. 1.630.000 Rp. 1.680.000

commit to user

40

TABEL LANJUTAN 3.4

HARGA PERSEWAAN TRAILER UD. KURNIA TRANSPORT 16. Gombong Rp. 2.000.000 Rp. 2.100.000

17. Cilacap - Rp. 3.200.000 18. Majenang - Rp. 3.400.000

19. Boja - Rp. 765.000

Sumber : UD. Kurnia Transport, 2012 TABEL 3.5

HARGA PERSEWAAN TRAILER PT. SIBA SURYA 1. Batang Rp.1.200.000,00 Rp.1.300.000,00 2. Bawen Rp. 750.000,00 Rp. 800.000,00 3. Blora Rp.1.800.000,00 Rp.1.850.000,00 4. Boja Rp. 700.000,00 Rp. 750.000,00 5. Boyolali Rp.1.300.000,00 Rp.1.400.000,00 6. Bumiayu Rp.2.500.000,00 Rp.2.700.000,00 7. Cilacap Rp.3.350.000,00 Rp.3.500.000,00 8. Cirebon Rp.3.000.000,00 Rp.3.150.000,00 9. Jepara Rp.1.150.000,00 Rp.1.250.000,00 10. Karangjati Rp. 700.000,00 Rp. 750.000,00 11. Kendal/Cipiring Rp. 675.000,00 Rp. 750.000,00 12. Klaten Rp.1.750.000,00 Rp.1.850.000,00 13. Kudus Rp. 850.000,00 Rp. 950.000,00 14. Kutoarjo Rp.1.950.000,00 Rp.2.050.000,00 15. Mantingan Rp.2.050.000,00 Rp.2.200.000,00

commit to user

41

TABEL LANJUTAN 3.5

HARGA PERSEWAAN TRAILER PT. SIBA SURYA

16. Temanggung/Parakan Rp.1.300.000,00 Rp.1.400.000,00 17. Muntilan Rp.1.500.000,00 Rp.1.650.000,00 18. Palur/Karanganyar Rp.1.750.000,00 Rp.1850.000,00 19. Pati Rp.1.100.000,00 Rp.1.150.000,00 20. Pekalongan Rp.1.300.000,00 Rp.1.400.000,00 21. Purwokerto Rp.3.000.000,00 Rp.3.150.000,00 22. Purworejo Rp.1.800.000,00 Rp.1.900.000,00 23. Rembang Rp.1.250.000,00 Rp.1.300.000,00 24. Semarang Rp. 450.000,00 Rp. 550.000,00 25. Salatiga Rp.1.100.000,00 Rp.1.150.000,00 26. Solo/Kartosuro Rp.1.550.000,00 Rp.1.650.000,00 27. Sragen Rp.1.900.000,00 Rp.2.000.000,00 28. Tegal Rp.2.000.000,00 Rp.2.150.000,00 29. Ungaran Rp. 600.000,00 Rp. 650.000,00 30. Wonogiri Rp.1.850.000,00 Rp.2.000.000,00 31. Wonosari Rp.1.900.000,00 Rp.2.200.000,00 32. Yogya Rp.1.800.000,00 Rp.1.850.000,00 33. Tengaran Rp.1.200.000,00 Rp.1.300.000,00 34. Tanjung jati Rp.1.200.000,00 Rp.1.300.000,00 Sumber : PT.Siba Surya, 2012

Berdasarkan analisa kedua tabel di atas dapat dilihat perbedaaan perhitungan harga yang ditetapkan antara UD.Kurnia Transport dengan PT. Siba Surya, misalkan untuk rit dari Semarang

commit to user

42

menuju Yogyakarta, untuk UD. Kurnia Transport mematok harga sebesar Rp. 1.630.000,00 untuk muatan kontainer 20’ , Rp.1.680.000,00 untuk muatan container 40’ dan PT. Siba Surya sebesar Rp. 1.800.000,00 untuk container 20’ Rp. 1.850.000,00 untuk kontainer 40’. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan dari perusahaan-perusahaan trucking itu sendiri dan dari kemampuan perusahaan mengatur pengeluaran untuk biaya operasional per trailer yang dimilikinya. Kemampuan perusahaan trucking dalam mengatur biaya operasional dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:

1) Silinder, piston dan CC mesin trailer

Ini dimaksudkan bahwa silinder yang dipakai sebuah mesin trailer umumya 8, ini sudah termasuk yang paling besar dan mengakibatkan CC dari mesin itu +/- 4000cc, silinder dan cc yang terlalu besar itu menghasilkan kecepatan yang cukup besar pada trailer. UD.Kurnia biasanya menggunakan 6 dan 8 silinder dan itu mengakibatkan cc yang dihasilkan dari tarikan piston itu sendiri lebih rendah daripada PT.Siba Surya yang biasanya menggunakan silinder yang besar yaitu 8 dan cc yang dhasilkan besar +/- 4000 cc dan mengakibatkan laju kecepatan dari trailer itu sendiri berbeda. 2) Bahan Bakar

Bahan bakar yang digunakan sangat menentukan tarif yang ditawarkan oleh pihak pengusaha trucking. Bahan bakar yang digunakan dipengaruhi oleh muatan yang dibawa oleh trailer, jalan maupun medan yang dilewati trailer juga besarnya silinder dan piston yang ada pada trailer tersebut. Semua itu sangat

commit to user

43

menentukkan besarnya bahan bakar yang dikeluarkan oleh UD.Kurnia Transport dengan PT. Siba Surya.

3) Ongkos Sopir

Tiap perusahaan trucking memiliki kebijakan sendiri- sendiri terhadap karyawan (sopir) yang bekerja di perusahaannya. Jika berdasarkan tarif perbandingan antara PT.Siba Surya dengan UD.Kurnia Transport dapat ditarik kesimpulan bahwa ongkos maupun upah yang akan diterima tiap sopir pada kedua perusahaan trucking tersebut berbeda.

d. PT. Mitra Kargo Indonesia mempunyai klasifikasi tertentu dalam memilih perusahaan trucking yaitu sebagai berikut:

1) Kemampuan trucking mengangkut container harus memenuhi klasifikasi sebagai berikut:

a) Trailer berkapasitas maksimal 18 ton

Trailer ini digunakan untuk mengangkut container berukuran 20’ yang berfungsi untuk mengangkut container dengan muatan yang ringan, berat dari container kosong adalah 3 ton. Misalkan: furniture dengan jumlah yang tidak terlalu banyak.

b)Trailer berkapasitas maksimal 23 ton

Trailer ini mengangkut container berukuran 40’ mengangkut muatan standar yaitu muatan yang tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit,berat dari container kosong adalah 5 ton. Misalkan: muatan kayu barecore, blockboard.

commit to user

44

c) Trailer berkapasitas maksimal 30 ton

Trailer ini mengangkut container berukuran 45’ yang berfungsi untuk mengangkut container yang berisi muatan berat. Misalkan: muatan mesin dan alat-alat berat

2) Jarak tempuh

Jarak tempuh adalah jarak yang ditempuh oleh trailer dari garasi perusahaan trucking ke gudang eksportir ( stuffing). Jarak antara PT. Mitra Kargo yang berada di Semarang menjadi acuan berapa tarif yang harus dikeluarkan untuk 1 (satu) rit, dihitung berdasarkan per kilometernya.

Misalnya: Jarak tempuh antara PT.Mitra Kargo Indonesia yang berada di Semarang dan gudang eksportir berada di Solo.

3) Harga sewa tiap perusahaan trucking

Harga yang ditawarkan bervariasi tiap perusahaan trucking, hal ini terjadi karena kebijakan dari perusahaan trucking itu sendiri serta kesepakatan diawal antara pihak PT. Mitra Kargo Indonesia dengan perusahaan trucking.

e. Keuntungan dan Kerugian bekerjasama dengan perusahaan trucking

1) Keuntungan bekerjasama dengan perusahaan trucking

a) PT. Mitra Kargo Indonesia terbantu dengan adanya trucking karena mempermudah dalam kegiatan ekspor

commit to user

45

b) PT. Mitra Kargo Indonesia terbantu dengan masalah waktu karena perusahaan trucking yang dipilih mempunyai kualitas dan kuantitas yang baik sehingga lebih mengutamakan kepuasan customer.

2) Kerugian bekerjasama dengan perusahaan trucking

a) Kurangnya sistem manajemen transportasi (perusahaan trucking menyusun daftar pengiriman barang sesuai dengan rute yang terdekat terlebih dahulu untuk stuffing baru kembali lagi ke garasi dan stuffing di jalur yang lebih jauh) yang menyebabkan keterlambatan proses stuffing.

b) Biaya yang dikeluarkan oleh PT. Mitra Kargo Indonesia akan membengkak bila terjadi proses full booking dimana harus mengganti perusahan trucking meski harga yang ditawarkan mahal.

2. Hambatan - hambatan yang dihadapi PT. Mitra Kargo Indonesia sebagai perusahaan Freight Forwarding sekaligus EMKL dalam penanganan mekanisme kerja alat dan angkutan trailer pada perusahaan trucking.

a. Full booking

yaitu kendala yang sering dihadapi oleh PT.Mitra Kargo Indonesia pada saat memesan trailer sesuai permintaan order eksportir kepada perusahaan trucking, yang ternyata trailer yang akan dipesan sudah di booking oleh perusahaan Freight Forwarding lainnya.

commit to user

46 Hal ini menyebabkan :

1) PT. Mitra Kargo Indonesia menghadapi kendala dalam masalah waktu, karena harus menyesuaikan dengan jadwal stuffing di gudang eksportir sedangkan belum memperoleh trailer untuk mengangkut container, jika PT. Mitra Kargo Indonesia tidak bisa mendapatkan trailer pada saat order yang diberikan eksportir akan menyebabkan waktu dari stuffing lama.

2) PT. Mitra Kargo Indonesia terkendala dengan jadwal fiat muat container / release container di pelabuhan dikarenakan belum didapatkannya trailer untuk mengangkut container yang akan stuffing pada jadwal yang sudah ditentukan , maka untuk proses fiat muat container akan sedikit terganggu karena jadwal keberangkatan kapal tidak bisa di undur.

3) PT. Mitra Kargo Indonesia harus mengupayakan trailer pengganti dari perusahaan trucking lainnya untuk memenuhi jadwal stuffing pada gudang eksportir yang sudah dijadwalkan semula.

b. Keterlambatan trailer pada waktu melakukan stuffing

Keterlambatan trailer disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

1) Faktor kemacetan

Kemacetan lalu lintas sering terjadi pada saat trailer akan menuju daerah stuffing, hal ini menyebabkan waktu tempuh perkilometernya semakin besar. Kemacetan yang terjadi disebabkan oleh ruas-ruas jalan yang sudah tidak mampu menampung luapan arus kendaraan yang

commit to user

47

datang serta luasan dari jalan tersebut tidak seimbang dengan jumlah kendaraan yang melintas.

2) Faktor Supir

Supir yang sering malas dalam bekerja membuat jadwal stuffing pada PT. Mitra Kargo Indonesia terganggu, karena berpengaruh terhadap waktu perjalanan yang semakin lama dan staff dari PT. Mitra Kargo Indonesia harus selalu tegas dengan para sopir yang akan mengangkat container nya.

c. Kerusakan Trailer

Kerusakan trailer disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

1)Jarak yang terlalu jauh menyebabkan mesin menjadi panas dan itu membutuhkan waktu untuk mendinginkan mesin agar mampu melanjutkan perjalanan kembali.

2)Ban trailer mengalami kebocoran, sopir membutuhkan tambahan waktu untuk mengganti ban dengan ban yang baru.

3)Kecelakaan yang terjadi dikarenakan sopit trailer tidak mengemudikan trailer dengan baik , jika kerusakan ringan masih bisa ditangani sendiri namun apabila kerusakan sudah parah bisa memanggil mekanik dalam perusahaan trucking yang telah tersedia.

commit to user

48

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian pembahasan tentang “ Hubungan kerja antara Freight Forwarding dengan perusahaan trucking (Trailer) (Studi kasus PT. Mitra Kargo Indonesia Semarang), maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Hubungan kerjasama antara PT. Mitra Kargo Indonesia dengan perusahaan

Trucking dimulai dari adanya permintaan eksportir untuk mengirim barang ke luar negeri (ekspor). Dan atas dasar tersebut PT. Mitra Kargo Indonesia menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan trucking dikarenakan pihak PT. Mitra Kargo Indonesia tidak/belum memiliki trailer sendiri untuk membantu kinerja dalam melakukan proses pelaksanaan ekspor. Hal ini diwujudkan dengan PT. Mitra Kargo Indonesia dengan memilih perusahaan trucking yang memiliki kualitas dan kuantitas yang baik untuk meminimalisasi adanya Force Majeur dalam pelaksanaan proses ekspor yang dilakukan PT. Mitra Kargo serta kepuasan eksportir/customer selaku pemilik barang yang akan di ekspor.

2. Hambatan - hambatan yang dihadapi PT. Mitra Kargo Indonesia sebagai perusahaan Freight Forwarding sekaligus EMKL dalam penanganan mekanisme kerja alat dan angkutan trailer pada perusahaan trucking adalah full booking, kerusakan trailer dan keterlambatan trailer. Hal ini dipicu oleh adanya miss communication antara pihak PT. Miitra Kargo dan perusahaan trucking dalam masalah pemesanan yang tidak terjadwal dan hanya mengandalkan permintaan eksportir/customer dalam menggunakan jasa PT. Mitra Kargo Indonesia.

commit to user

49 B. SARAN

Setelah melakukan penelitian dan mengambil kesimpulan, penulis memberikan saran-saran yang mungkin bisa berguna bagi dan bermanfaat bagi PT. Mitra Kargo Indonesia, antara lain:

1. Penulis menyarankan kepada PT. Mitra Kargo Indonesia untuk membuat kontrak kerja dengan salah satu perusahaan trucking selama 1 bulan untuk menyediakan kebutuhan trailer agar proses pelaksanaan ekspor dapat berjalan lancar dan mengantisipasi adanya permintaan jasa ekspor sewaktu-waktu oleh eksportiryang tidak selalu terjadwal selama kurun waktu satu bulan.

2. Penulis menyarankan untuk menjalin hubungan kerjasama dengan pihak trucking baru agar dapat mempunyai referensi harga penyewaan trailer dan mengantisipasi adanya kekosongan trailer di perusahaan trucking yang sudah sering digunakan. Pihak PT. Mitra Kargo Indonesia. Karena hal ini sangat mempengaruhi kepuasaan customer/ eksportir menggunakan jasa PT. Mitra Kargo Indonesia dalam pengiriman barang ekspor.

Dokumen terkait