• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori .1 Kebijakan Dividen

2.1.3 Jaminan Aset

Jaminan aset adalah asset perusahaan yang dapat digunakan sebagai jaminan pinjaman. Wahyudi dan Baidori (2008) berargumen bahwa perusahaan dengan jaminan aset yang tinggi akan mengurangi konflik kepentingan antara pemegang saham dengan kreditor sehingga perusahaan dapat membayar dividen dalam jumlah besar, sebaliknya jaminan aset yang dimiliki perusahaan semakin rendah akan meningkatkan konflik kepentingan antara pemegang saham dengan kreditor sehingga kreditor akan menghalangi perusahaan untuk membayar dividen dalam jumlah besar kepada pemegang saham karena takut piutang mereka tidak dibayar. Jaminan aset adalah aset yang dapat dijaminkan kepada kreditor untuk meminjam pinjaman perusahaan. Timtam dan Wessels (1988) menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki lebih banyak aset yang bersifat collateral memiliki

agency problem yang lebih kecil antara kreditor dengan dengan pemegang saham

karena aset demikian bisa berfungsi sebagai jaminan utang. Mengingat jaminan aset berfungsi memperkecil agency problem maka diharapkan besarnya jaminan aset yang dimiliki oleh perusahaan akan berfungsi positif dengan dividen.

Fungjie dan Wei (2012), teori agensi mengemukakan bahwa adanya pemisahan antara kepemilikan dan pengelolaan perusahaan dapat menyebabkan konflik. Konflik tersebut dikarenakan principal yang diwakili oleh share holder dan agent yang direpresentasikan oleh manajer dan direksi memiliki perbedaan kepentingan, keinginan, motivasi dan kepentingan yang tidak sama antara manajemen dan pemegang saham menimbulkan kemungkinan manajemen bertindak merugikan pemegang saham, antara lain berperilaku tidak etis dan cenderung melakukan kecurangan akuntansi. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola perusahaan yang baik yang berperan sebagai efektivitas mekanisme yang bertujuan meminimalisasi konflik keagenan, dengan penekanan khusus pada mekanisme legal yang mencegah dilakukannya ekspropriarsi atas pemegang saham baik mayoritas maupun minoritas (Sari, 2010).

Jiraporn et al. (2011) menjelaskan bahwa tujuan utama dari tata kelola perusahaan adalah untuk mencapai keseimbangan diantara investor dan manajemen. Mereka menekankan bahwa perusahaan yang mempunyai tim tata kelola perusahaan yang berkualifikasi dan berkualitas akan berhasil mengendalikan biaya agensi dan dapat menguranginya. Jika perusahaan mempunyai tim tata kelola perusahaan yang baik, perusahaan dapat membayar dividen yang lebih tinggi. Pernyataan ini konsisten dengan Jensen dan Meckling (1976) yang menyatakan bahwa perusahaan yang memiliki tim tata kelola yang lemah memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk mendistribusikan dividen kepada para pemilik saham. Hal ini disebabkan manajer akan menyimpan kas dan membelanjakannya yang akan memberikan manfaat untuk tujuan mereka sendiri,

para pemilik saham akan mengharapkan dividen jika perusahaan memiliki tata kelola yang kuat.

Salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan keuangan jangka panjang adalah tersedianya agunan. Weston dan Brigham (2001:309) menyatakan bahwa pada umumnya utang jangka panjang yang berjaminan akan lebih murah daripada utang tanpa jaminan. Selain itu, keputusan pembiayaan setiap tahun akan dipengaruhi oleh jumlah aktiva yang baru diperoleh yang tersedia untuk jadi jaminan bagi obligasi baru. Adanya pembayaran dividen yang tinggi akan mengakibatkan laba ditahan kemungkinan berkurang, sehingga perusahaan perlu untuk melakukan pembiayaan melalui utang kepada kreditor. Fungsi jaminan aset yaitu memperkecil agency problem maka diharapkan besarnya jaminan aset yang dimiliki oleh perusahaan akan berhubungan positif dengan dividen. Menurut Showalter (1999), secara matematis jaminan aset dapat dirumuskan sebagai berikut (dengan satuan persentase) :

Jaminan Aset =Aset TetapTotal Aset x % … … … … 2.1.4 Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaanadalah ukuran besarnya perusahaan, umur dan besaran perusahaan tergantung dari kemampuan seorang manajer dan kemudahan aksesnya yang mudah menuju pasar modal. Karena kemudahan tersebut fleksibilitas serta kemampuannya untuk memperoleh dana yang lebih besar dianggap lebih aman daripada perusahaan yang masih baru sehingga perusahaan mampu memiliki ratio pembayaran dividen yang lebih tinggi daripada perusahaan kecil (Handayani dan Hadinugroho, 2009). Menurut Khasanah (2009), ukuran

perusahaan adalah skala besar kecilnya perusahaan yang ditentukan dari total aset. Ukuran perusahaan merupakan simbol yang berhubungan dengan peluang dan kemampuan perusahaan untuk masuk ke pasar modal dan jenis pembiayaan lainnya yang menunjukkan kemampuan meminjam. Perusahaan yang dapat dengan mudah mengakses ke pasar modal maka perusahaan tersebut akan mampu mendapatkan dana dalam waktu yang relatif cepat. Oleh karena itu, perusahaan dengan ukuran yang lebih besar diperkirakan akan memiliki kemampuan untuk menghasilkan earning yang lebih besar, sehingga akan mampu membayar dividen yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan kecil. Ukuran perusahaan dilihat dari total assets yang dimiliki oleh perusahaan, yang dapat dipergun akan untuk kegiatan operasi perusahaan. Jika perusahaan memiliki total asset yang besar, pihak manajemen lebih leluasa dalam mempergunakan aset yang ada di perusahaan tersebut. Kebebasan yang dimiliki manajemen ini sebanding dengan kekhawatiran yang dilakukan oleh pemilik atas asetnya. Jumlah asset yang besar akan menurunkan nilai perusahaan jika dinilai dari sisi pemilik perusahaan. Akan tetapi jika dilihat dari sisi manajemen, kemudahan yang dimilikinya dalam mengendalikan perusahaan akan meningkatkan nilai perusahaan.

Ukuran perusahaanmenjelaskan bahwa suatu perusahaan yang mapan dan besar memiliki akses yang lebih mudah ke pasar modal karena untuk mendapat sumber pendanaan dari berbagai sumber, sehingga untuk memperoleh pinjaman dari krediturpun akan lebih mudah karena perusahaan dengan ukuran besar memiliki probabilitas lebih besar untuk memenangkan persaingan atau bertahan dalam industri. Yuliana (2011) mengemukakan bahwa semakin besar perusahaan

dan semakin dikenal oleh masyarakat, maka semakin banyak informasi yang bisa diperoleh investor dan semakin kecil pula ketidakpastian yang dimiliki oleh investor. Ukuran perusahaan menunjukkan besar kecilnya perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasarnya. Ukuran perusahaan sangat berpengaruh kepada kebijakan dividen dengan didasarkan pada kenyataan bahwa semakin besar ukuran perusahaan maka akan ada kecenderungan untuk menggunakan jumlah pinjaman yang lebih besar pula. Hal ini disebabkan karena perusahaan besar memiliki kebutuhan dana yang besar, salah satu pemenuhan dana yang tersedia adalah dengan pendanaan eksternal. Pendanaan eksternal ini dapat diperoleh dari penerbitan saham, penerbitan obligasi dan hutang, sehingga dalam rangka pemenuhan kebutuhan pendanaan tersebut perusahaan akan lebih meningkatkan kualitas implementasi dalam menjalankan perusahaan. Usia perusahaan dapat menjelaskan adanya pola life cycle pembayaran dividen pada setiap perusahaan, dimana ketika sebuah perusahaan masih muda, perusahaan tersebut cenderung akan membagikan dividen dalam jumlah yang lebih kecil namun ketika perusahaan sudah mencapai tahap dewasa maka dividen yang dibayarkan akan meningkat. Usia perusahaan diukur berdasarkan pada usia sejak berdiri hingga data tahun laporan keuangan yang digunakan dalam analisis (Sulistiyowati, 2010). Ukuran perusahaan didefinisikan sebagai logaritma natural dari nilai pasar ekuitas pada awal tahun (Rashid dan Anisur, 2007). Menurut Sanjaya (2009), pada dasarnya ukuran perusahaan hanya terbagi kedalam tiga kategori yaitu perusahaan besar, perusahaan menengah dan perusahaan kecil. Dalam hal ini penjualan lebih besar daripada biaya variabel dan biaya tetap, maka akan

diperoleh jumlah pendapatan sebelum pajak. Sebaliknya jika penjualan lebih kecil daripada biaya variabel dan biaya tetap maka perusahaan akan menderita kerugian. Menurut Nadeem dan Wang (2011), secara sistematis ukuran perusahaan dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut (dengan satuan rupiah) :

Ukuran Perusahaan= Ln (Total Aset) ... (4)

Dokumen terkait