Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) (lanjutan)
Investment Credit Facility from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) (continued)
Perseroan (lanjutan) The Company (continued)
Saldo pinjaman per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp53.280.000 dan Rp4.340.544. Saldo tersebut merupakan bagian dari Fasilitas Pembiayaan Investasi dan IDC.
The balance of these loans as of December 31,
2020 is Rp53,280,000 dan Rp4,340,544,
respectively. The outstanding balances represents part of Investment Financing Facility and IDC.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
1. Tanah seluas 268.200 m2 milik Perseroan yang berlokasi di Kumai Hulu, Kotawaringin Barat sebagaimana tertera dalam sertifikat Hak Guna Bangunan ("HGB").
2. Tanah seluas 313.300 m2 milik Perseroan yang berlokasi di Kumai Hulu, Kotawaringin Barat sebagaimana tertera dalam sertifikat HGB. 3. Penjaminan oleh PT Prima Sawit Borneo dan
PT Mandiri Indah Lestari.
The loan facility is secured by:
1. Land area of 268,200 m2 owned by the Company located in Kumai Hulu, Kotawaringin Barat as stated in the Company’s certificates of building right (“HGB”).
2. Land area of 313,300 m2 owned by the Company located in Kumai Hulu, Kotawaringin Barat as stated in the Company’s HGB 3. Corporate guarantee from PT Prima Sawit
Borneo and PT Mandiri Indah Lestari.
Perjanjian pinjaman tersebut mengatur pula beberapa pembatasan, antara lain sebagai berikut:
1. Perseroan harus menjaga kondisi keuangan berikut, sebagaimana didefinisikan dalam perjanjian fasilitas:
- Rasio lancar periode terkait tidak kurang dari 1,0x.
- Rasio kewajiban terhadap ekuitas periode terkait tidak lebih dari 2,6x.
- Rasio Debt Service Coverage periode terkait tidak kurang dari 1,0x
The loan agreement stipulated several covenants, among others as follows:
1. The Company shall maintain the following financial condition, as defined in the facility agreement:
- Current ratio for the related period not less than 1.0x.
- Debt to equity ratio for the related period not more than 2.6x.
- Debt Service Coverage ratio for the related period not less than 1.0x.
2. Mengasuransikan seluruh aset jaminan pada perusahaan asuransi yang disetujui oleh BNI serta dalam polis asuransi tersebut harus memuat
Banker's Clause.
2. Insure all pledged assets as collaterals to the insurance company approved by BNI and the insurance policy should include Banker's Clause.
3. Tidak diperkenankan melakukan merger, akuisisi dan penjualan atau pemindahtanganan atau pelepasan hak atas harta kekayaan Perseroan, kecuali dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari.
3. Not allowed to conduct mergers, acquisitions and the sale or transfer or disposal of the Company’s property rights, except in the ordinary course of day-to-day operations.
4. Tidak diperkenankan melakukan pembayaran dan/atau pelunasan atas pinjaman yang diperoleh dari Pemegang Saham, entitas berelasi, entitas anak maupun pihak ketiga lainnya.
4. Not allowed to make repayments and/or settlement of loans obtained from the Shareholder, affiliated company, subsidiaries, and third parties.
5. Kegagalan perusahaan afiliasi memenuhi kewajiban kepada bank
5. Failure of affiliated companies to fulfill obligations to banks
24. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 24. LONG TERM BANK LOAN (continued) Fasilitas Kredit Investasi PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) (lanjutan)
Investment Credit Facility from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) (continued)
Entitas anak Subsidiaries
PT Tanjung Sawit Abadi (TSA) PT Tanjung Sawit Abadi (TSA)
Berdasarkan perjanjian kredit investasi yang dilegalisasi melalui Akta Notaris Tintin Surtini, S.H., M.H., M.kn. No. 18 dan 19 tanggal 9 Desember 2016 TSA memperoleh fasilitas pembiayaan dari BNI dengan batas maksimum kredit sebesar Rp465.000.000 dan AS$23.308.270 atau setara dengan Rp310.000.000 untuk tujuan pembiayaan kembali kebun kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit.
Based on an credit investment agreement which legalized by Notarial deed No. 18 and 19 dated December 9, 2016, Notary of Tintin Surtini, S.H., M.H., M.kn. TSA obtained financing facilities from BNI with maximum credit facility of Rp465,000,000
and US$23,308,270 or equivalent to
Rp310,000,000 for the refinancing of oil palm plantations and palm oil mill purpose.
Pinjaman tersebut akan dilunasi dalam 28 (dua puluh delapan) angsuran tiga bulanan, dengan masa tenggang selama 2 (dua) tahun, dimana angsuran terakhir akan jatuh tempo pada tanggal 25 Desember 2025 dan dikenakan bunga masing-masing sebesar 9,75% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Rupiah dan 5,5% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Dollar AS.
This loan will be repaid in 28 (twenty eight) quarterly installments, with grace period for 2 (two) years,
which the final installment will be due on December 25, 2025 and bears interest rate of
9.75% per annum for loan denominated in Rupiah and 5.5% per annum for loan denominated in US Dollar, respectively.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
1. Tanah seluas 148.090 meter persegi milik TSA yang berlokasi di Lamandau, Kotawaringin Barat sebagaimana tertera dalam sertifikat Hak Guna Usaha ("HGU") termasuk aset perkebunan, bangunan dan instalasi atasnya. 2. Tanah seluas 14.947 hektar milik TSA yang
masih dalam proses mendapatkan sertifikat HGU.
The loan facility is secured by:
1. Land area of 148,090 square meters owned by TSA located in Lamandau, Kotawaringin Barat as stated in the Company’s certificates of landright (“HGU”) including plantation assets, buildings and the installations thereon.
2. Land area of 14,947 hectares owned by TSA which is in the process of obtaining the HGU.
3. Tanah seluas 16.984 hektar milik Perseroan yang berlokasi di Arut Selatan, Kotawaringin Barat sebagaimana tertera dalam sertifikat HGU termasuk aset perkebunan, bangunan dan instalasi atasnya.
3. Land area of 16,984 hectares owned by the Company located in Arut Selatan,
Kotawaringin Barat as stated in the Company’s HGU including plantation assets, buildings and the installations thereon.
4. Penjaminan oleh Perseroan. 4. Corporate guarantee from the Company.
Pada tanggal 31 Desember 2020, TSA telah melakukan penarikan semua fasilitas pinjaman ini. Saldo pinjaman per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp399.900.000 dan AS$20.045.112.
As of December 31, 2020, these loan has been fully drawndown. The outstanding balance of these loans as of December 31, 2020 are Rp399,900,000 and US$20,045,112.
24. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 24. LONG TERM BANK LOAN (continued) Fasilitas Kredit Investasi PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) (lanjutan)
Investment Credit Facility from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) (continued)
Entitas anak (lanjutan) Subsidiaries (continued)
PT Mitra Mendawai Sejati (“MMS”) PT Mitra Mendawai Sejati (“MMS”)
Berdasarkan perjanjian pinjaman yang dilegalisasi melalui Akta Notaris Tintin Surtini, SH., MH., Mkn. No. 41 tanggal 26 Oktober 2018. MMS memperoleh fasilitas pembiayaan dari BNI dengan batas maksimum kredit sebesar Rp570.000.000 dan AS$25.020.576 atau setara dengan Rp380.000.000 untuk tujuan pembiayaan kembali kebun kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit di desa Runtu dan Umpang, Kalimantan Tengah. Pinjaman tersebut akan dilunasi dalam 32 (tiga puluh dua) angsuran tiga bulanan, dengan masa tenggang selama 2 (dua) tahun dimana angsuran terakhir akan jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2026 dan dikenakan bunga masing-masing sebesar 9,75% untuk pinjaman dalam mata uang Rupiah dan 5,50% untuk pinjaman dalam mata uang Dolar AS per tahun.
Based on an Agreement of Investment Financing legalized by Notarial Deed No. 41, of Tintin Surtini, SH., MH., Mkn. dated October 26, 2018, MMS obtained financing facilities from BNI with a
maximum facility of Rp570,000,000 and
US$25,020,576 or equivalent to Rp380,000,000 for the refinancing of plantations and palm oil mill in Runtu and Umpang Village, Central Kalimantan. This loan will be repaid in 32 (thirty two) quarterly installments, with grace period of 2 (two) years and the final installment will be due on October 25, 2026 and bears interest at the rate of 9.75% per annum for Rupiah denominated loan and 5.50% per annum for US Dollar denominated loan, respectively.
Pada tanggal 31 Desember 2020, MMS telah melakukan penarikan semua fasilitas pinjaman ini. Sisa saldo pinjaman MMS per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp490.200.000 dan AS$21.517.695.
As of December 31, 2020, These loan has been fully draw down. The remaining balance of these loans as of December 31, 2020 is Rp490,200,000 and US$21,517,695.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
1. Tanah seluas 8.921 meter persegi milik MMS yang berlokasi di desa Umpang, Arut Selatan, Kotawaringin Barat sebagaimana tertera dalam sertifikat Hak Guna Usaha ("HGU") termasuk aset perkebunan, bangunan dan instalasi atasnya
The loan facility is secured by:
1. Land area of 8,921 square meters owned by MMS located in Umpang village, South Arut, Kotawaringin Barat as stated in the Company’s certificates of landright (“HGU”) including plantation assets, buildings and the installations thereon.
2. Jaminan oleh PT Mandiri Indah Lestari dan PT Prima Sawit Borneo.
2. Corporate guarantee from PT Mandiri Indah Lestari and PT Prima Sawit Borneo.
PT Menteng Kencana Mas (“MKM”) PT Menteng Kencana Mas (“MKM”)
Berdasarkan perjanjian pinjaman yang dilegalisasi melalui Akta Notaris Tintin Surtini, S.H., M.H., M.kn. No. 19, 20, 21, 22, 23 dan 24 tanggal 19 Juli 2019, MKM memperoleh beberapa fasilitas pembiayaan dari BNI.
Pinjaman tersebut terdiri dari:
1. Fasilitas Pembiayaan Investasi I dengan batas maksimum kredit sebesar Rp482.212.000 dan digunakan untuk pembiayaan kebun.
2. Fasilitas Pembiayaan Investasi II dengan batas maksimum kredit sebesar Rp151.636.000 dan digunakan untuk pembiayaan pembangunan kebun kelapa sawit.
Based on an Agreement of Investment Financing which legalized by Notarial deed No. 19, 20, 21, 22, 23 dan 24, Notary of Tintin Surtini, S.H., M.H., M.kn. dated July 19, 2019, MKM obtained financing facilities from BNI.
The facilities consist of:
1. Investment Financing Facility I with a maximum facility of Rp482,212,000 for the financing of oil palm plantations purpose.
2. Investment Financing Facility II with a maximum facility of Rp151,636,000 for the financing of oil palm plantations purpose.
24. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 24. LONG TERM BANK LOAN (continued) Fasilitas Kredit Investasi PT Bank Negara
Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) (lanjutan)
Investment Credit Facility from PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) (continued)
Entitas anak (lanjutan) Subsidiaries (continued)
PT Menteng Kencana Mas (“MKM”) (lanjutan) PT Menteng Kencana Mas (“MKM”)
(continued)
3. Fasilitas Pembiayaan Interest During Construction I dengan batas maksimum kredit
sebesar Rp33.500.000. Fasilitas ini digunakan untuk pembiayaan atas bunga pinjaman selama proses pembangunan kebun kelapa sawit.
4. Fasilitas Pembiayaan Investasi III dengan batas maksimum kredit sebesar Rp185.367.000 dan AS$3.319.445. Fasilitas ini digunakan untuk pembiayaan pabrik kelapa sawit, biogas, dan dermaga.
5. Fasilitas Pembiayaan Interest During Construction II dengan batas maksimum kredit
sebesar Rp25.600.000 dan AS$458.453. Fasilitas ini digunakan untuk pembiayaan atas bunga pinjaman selama proses pembangunan pabrik kelapa sawit, biogas, dan dermaga. Pinjaman tersebut akan dilunasi dalam 120 (seratus dua puluh) angsuran tiga bulanan, dengan masa tenggang selama 2 (dua) tahun dimana angsuran terakhir akan jatuh tempo pada tanggal 18 Juli 2029 dan dikenakan bunga masing-masing sebesar 9,75% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Rupiah dan 5,75% per tahun untuk pinjaman dalam mata uang Dolar AS
3. Interest During Construction Facility I with a maximum facility of Rp33,500,000 for the financing of interest during construction of oil palm plantations.
4. Investment Financing Facility III with a maximum facility of Rp185.367.000 and US$3,319,445 for the financing of oil palm mill, biogas, and jetty purpose.
5. Interest During Construction Facility II with a maximum facility of Rp25,600,000 and US$458,453 for the financing of interest during construction of oil palm mill, biogas, and jetty.
This loan will be repaid in 120 (one hundred twenty) quarterly installments, with grace period of 2 (two) years and the final installment will be due on July 18, 2029 and bears interest at the rate of 9.75% for Rupiah denominated loan and 5.75% for US Dollar denominated loan per annum, respectively.
Saldo pinjaman per 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp432.105.524 dan AS$3.187.897. Saldo tersebut merupakan bagian dari Fasilitas Pembiayaan Investasi I, II, dan III serta fasilitas IDC I dan II.
The balance of these loans as of December 31, 2020 is Rp432,105,524 dan
US$3,187,897, respectively. The outstanding balances represents part of Investment Financing Facility I, II, and III, and IDC facilities I and II.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
1. Tanah seluas 2.596 Ha milik MKM yang berlokasi di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah sebagaimana tertera dalam sertifikat Hak Guna Usaha ("HGU").
The loan facility is secured by:
1. Land area of 2,596 Ha owned by MKM located in Pulang Pisau, Central of Kalimantan as stated in the Company’s certificates of landright (“HGU”)
2. Tanah seluas 296 m2 milik MKM yang berlokasi di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah sebagaimana tertera dalam sertifikat Hak Guna Bangunan ("HGB").
2. Land area of 296 Ha owned by MKM located in Pulang Pisau, Central of Kalimantan as stated in the Company’s certificates of buildingright (“HGB”)
3. Tanah dengan dengan status Ijin Usaha Perkebunan Besar yang diikat dengan Perjanjian Penyerahan Jaminan dan Pemberian Kuasa (PPJPK) senilai Rp350.726.000.
3. Land area with of the status of a Large Plantation Business Permit that is bound by a Guarantee and Provision of Authority Agreement (PPJPK) amounted Rp350,726,000
24. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan) 24. LONG TERM BANK LOAN (continued)