HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
23. Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)
Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) didirikan tanggal 18 Januari 1971 dengan nama PT Java Pelletizing Factory, Ltd dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1971. Pada tanggal 31 Agustus 1989, JPFA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham JPFA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp7.200,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 23 Oktober 1989.
24. KMI Wire and Cable Tbk (KBLI)
KMI Wire and Cable Tbk (dahulu GT Kabel Indonesia Tbk) (KBLI) didirikan tanggal 09 Januari 1972 dalam rangka Penanaman Modal Asing “PMA” dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974. KBLI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham KBLI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp3.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 06 Juli 1992.
25. Kabelindo Murni Tbk (KBLM)
Kabelindo Murni Tbk (KBLM) didirikan tanggal 11 Oktober 1979 dengan nama PT Kabel Indonesia (Kabelindo) dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1979. Kantor pusat dan pabrik Pada tahun 1992, KBLM memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham KBLM (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.100.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp6.000,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 01 Juni 1992
26. Kalbe Farma Tbk (KLBF)
Kalbe Farma Tbk (KLBF) didirikan tanggal 10 September 1966 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1966. Pada tahun 1991, KLBF memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) KLBF kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp7.800,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1991.
27. Lion Metal Works Tbk (LION)
Lion Metal Works Tbk (LION) didirikan tanggal 16 Agustus 1972 dalam rangka Penanaman Modal Asing “PMA” dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974. Pada tahun 1993, LION memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham LION (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.000.000 dengan
nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp2.150,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 20 Agustus 1993.
28. Lionmesh Prima Tbk (LMSH)
Lionmesh Prima Tbk (LMSH) didirikan tanggal 14 Desember 1982 dengan nama PT Lion Weldmesh Prima dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1984. Pada tahun 1993, LION memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham LION (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp2.150,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 20 Agustus 1993.
29. Merck Tbk (MERK)
Merck Tbk (dahulu PT Merck Indonesia Tbk)(MERK) didirikan 14 Oktober 1970 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1974. Pada tanggal 23 Juni 1981, MERK memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MERK (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.680.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp1.900,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 23 Juli 1981.
30. Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI)
Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) didirikan 03 Juni 1929 dengan nama N.V. Nederlandsch Indische Bierbrouwerijen dan mulai beroperasi secara
komersial pada tahun 1929. Pada tanggal 23 Juni 1981, MERK memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MERK (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.680.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp1.900,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 23 Juli 1981.
31. Mayora Indah Tbk (MYOR)
Mayora Indah Tbk (MYOR) didirikan 17 Februari 1977 dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Mei 1978. Pada tanggal 25 Mei 1990, MYOR memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MYOR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp9.300,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 04 Juli 1990.
32. Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY)
Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) didirikan 22 Desember 1987 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1988. Pada tanggal 31 Desember 1997, RICY memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham RICY (IPO) kepada masyarakat sebanyak 60.000.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp600,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 22 Januari 1998.
33. Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)
Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) (Sari Roti) didirikan 08 Maret 1995 dengan nama PT Nippon Indosari Corporation dan mulai beroperasi komersial pada tahun 1996. Pada tanggal 18 Juni 2010, ROTI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ROTI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 151.854.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham saham dengan harga penawaran Rp1.250,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 28 Juni 2010.
34. Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SUCACO Tbk) (SCCO) Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SUCACO Tbk) (SCCO) didirikan 09 Nopember 1970 dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 2 Oktober 1972. Pada tahun 1982, SCCO memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SCCO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.800.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp1.100,- per saham.
Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 20 Juli 1982.
35. Sekar Bumi Tbk (SKBM)
Sekar Bumi Tbk (SKBM) didirikan 12 April 1973 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1974. Tanggal 18 September 1995, SKBM memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SKBM (IPO) kepada masyarakat. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 05
Januari 1993. Kemudian sejak tanggal 15 September 1999, saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) dihapus dari daftar Efek Jakarta oleh PT Bursa Efek Jakarta (sekarang PT Bursa Efek Indonesia / BEI). Pada tanggal 24 September 2012, SKBM memperoleh persetujuan pencatatan kembali (relisting) efeknya oleh PT Bursa Efek Indonesia, terhitung sejak tanggal 28 September 2012.
36. Sekar Laut Tbk (SKLT)
Sekar Laut Tbk (SKLT) didirikan 19 Juli 1976 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1976. Pada tahun 1993, SKLT memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SKLT (IPO) kepada masyarakat sebanyak 6.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.300,- per saham.
Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 08 September 1993.
37. Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
Semen Indonesia (Persero) Tbk (dahulu bernama Semen Gresik (Persero) Tbk) (SMGR) didirikan 25 Maret 1953 dengan nama “NV Pabrik Semen Gresik” dan mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 07 Agustus 1957.
Pada tanggal 04 Juli 1991, SMGR memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SMGR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 40.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp7.000,- per saham.
Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 08 Juli 1991.
38. Selamat Sempurna Tbk (SMSM)
Selamat Sempurna Tbk (SMSM) didirikan di Indonesia pada tanggal 19 Januari 1976 dan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 1980.
Pada tanggal 13 Agustus 1996, SMSM memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SMSM (IPO) kepada masyarakat sebanyak 34.400.000 saham dengan nilai nominal Rp500,- per saham dan harga penawaran Rp1.700,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 09 September 1996.
39. Indo Acidatama Tbk (SRSN)
Indo Acidatama Tbk (SRSN) didirikan dengan nama PT Indo Alkohol Utama tanggal 7 Desember 1982, kemudian pada tahun 1986 berubah nama menjadi PT Indo Acidatama Chemical Industry. SRSN memulai kegiatan komersil garmen sejak 1 Pebruari 1984 dan kimia sejak tahun 1989. Pada tanggal 2 Desember 1992, SRSN memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham SRSN (IPO) kepada masyarakat sebanyak 5.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dan harga penawaran Rp3.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Januari 1993.
40. Star Petrochem Tbk (STAR)
Star Petrochem Tbk (STAR) didirikan tanggal 19 Mei 2008 dengan nama PT Star Asia International dan mulai beroperasi secara komersial sejak 2008.
Pada tanggal 30 Juni 2011, STAR memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham STAR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 2.000.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100,- per lembar saham dan harga penawaran Rp102,- per lembar saham yang disertai dengan penerbitan Waran Seri I sebanyak 980.000.000 yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum. Setiap pemegang 200 lembar saham baru STAR berhak memperoleh 98 lembar Waran Seri I.
41. Siantar Top Tbk (STTP)
Siantar Top Tbk (STTP) didirikan tanggal 12 Mei 1987 dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan September 1989. Pada tanggal 25 Nopember 1996, STTP memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham STTP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 27.000.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dan harga penawaran Rp2.200,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Desember 1996.
42. Tunas Alfin Tbk (TALF)
Tunas Alfin Tbk (TALF) didirikan tanggal 06 Mei 1977 dan mulai beroperasi komersial pada tahun 1977. Pada tanggal 31 Desember 2013, TALF memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TALF (IPO) kepada
masyarakat sebanyak 270.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp395,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 17 Januari 2014.
43. Mandom Indonesia Tbk (TCID)
Mandom Indonesia Tbk (TCID) didirikan tanggal 5 Nopember 1969 dengan nama PT Tancho Indonesia dan mulai berproduksi secara komersial pada bulan April 1971. Pada tanggal 28 Agustus 1993, TCID memperoleh pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TCID (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.400.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dan harga penawaran Rp7.350,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 September 1993.
44. Trias Sentosa Tbk (TRST)
Trias Sentosa Tbk (TRST) didirikan tanggal 23 Nopember 1979 dan memulai operasi komersialnya pada tahun 1986. Pada tanggal 22 Mei 1990, TRST memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TRST kepada masyarakat sebanyak 3.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp2.050,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 02 Juli 1990
45. Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC)
Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) didirikan di Indonesia tanggal 20 Mei 1970 dengan nama PT Scanchemie dan memulai kegiatan komersialnya sejak tahun
1970. Pada tanggal 24 Mei 1994, TSPC memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TSPC (IPO) kepada masyarakat sebanyak 17.500.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp8.250,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 17 Juni 1994
46. Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ)
Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) didirikan tanggal 2 Nopember 1971 dan mulai beroperasi secara komersial pada awal tahun 1974.
Pada tanggal 15 Mei 1990, ULTJ memperoleh ijin Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ULTJ (IPO) kepada masyarakat sebanyak 6.000.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp7.500,- per saham.
Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 2 Juli 1990.
47. Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)
Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) didirikan tanggal 14 Desember 1994 dan dan memulai kegiatan komersial pada tahun 1963. WIIM memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham WIIM (IPO) kepada masyarakat sebanyak 629.962.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham saham dengan harga penawaran Rp650,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada
4.2 Analisis Statistik Deskriptif
Analisis deskriptif adalah suatu metode analisis dimana data-data dikumpulkan, diklarifikasikan, dikelompokkan, dianalisis dan diinterprestasikan secara objektif sehingga dapat memberikan gambaran mengenai objek yang dibahas.
Hasil olahan data dalam bentuk deskriptif statistik akan menampilkan karakteristik sampel yang digunakan di dalam penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), rata-rata sampel (mean), nilai minimum dan maksimum, serta standar deviasi untuk masing-masing variabel penelitian. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan dalam perhitungan statistik deskriptif adalah Quick Ratio, Debt to Equity Ratio, Inventory Turnover, Return on Equity, dan pertumbuhan laba. Berdasarkan analisis statistik deskriptif diperoleh gambaran sampel sebagai berikut.
Tabel 4.1
Hasil Statistik Deskriptif
PRTH LABA QR DER ITO ROE
Mean 0.580128 1.982956 0.786142 7.570175 0.158473 Median 0.058605 1.248193 0.510557 6.103638 0.125099 Maximum 52.72858 17.14683 7.396443 50.37134 1.435333 Minimum -0.984851 -4.100499 0.039427 0.129915 0.000627 Std. Dev. 3.962106 2.349138 0.845998 7.141173 0.183553
Observations 235 235 235 235 235
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa jumlah observasi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 235 data yang diambil dari Bursa Efek Indonesia yang diakses melalui situs www.idx.co.id. Berikut adalah analisis deskriptif yang diperoleh dari Tabel 4.1:
1. Variabel Quick Ratio perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki nilai minimum -4.100499 yang diperoleh oleh Trias
Sentosa Tbk (TRST) pada tahun 2014, nilai maksimum 17.14683 diperoleh Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) pada tahun 2019, rata-rata Quick Ratio adalah 1,98 dan standar deviasi sebesar 2,35 dengan jumlah pengamatan sebanyak 235.
2. Variabel DER (Debt to Equity Ratio) perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki nilai minimum 0.039427 yang diperoleh oleh Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) pada tahun 2013, nilai maksimum 7,396443 diperoleh Jembo Cable Company Tbk (JECC) pada tahun 2013, rata-rata Debt to Equity Ratio adalah 0.79 dan standar deviasi sebesar 0,84 dengan jumlah pengamatan sebanyak 235.
3. Variabel ITO (Inventory Turnover) perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki minimum 0,129915 yang diperoleh oleh Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) 2016, nilai maksimum 50,37314 diperoleh oleh Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) pada tahun 2015, rata-rata Inventory Turnover adalah 7,570175 dan standar deviasi sebesar 7,141173 dengan jumlah pengamatan sebanyak 235.
4. Variabel ROE (Return on Equity) perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki nilai minimum 0,000627 yang diperoleh oleh PT Tunas Alfin Tbk (STAR) pada tahun 2015, nilai maksimum 1,435333 diperoleh Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) pada tahun 2014, rata-rata Debt to Equity Ratio adalah 0,158471 dan standar deviasi sebesar 0,183553 dengan jumlah pengamatan sebanyak 235.
4.3 Analisis Regresi Data Panel 4.3.1 Model Regresi Data Panel
1. Pendekatan Common Effect Model (CEM) /Pooled Least Square (PLS).
Hasil estimasi data panel dengan menggunakan pendekatan Pooled Least Square (PLS) berikut:
Tabel 4.2
Pengujian Pooled Least Square
Dependent Variable: PRTH__LABA__Y_
Method: Panel Least Squares Date: 08/27/18 Time: 05:34 Sample: 2013 2017
Periods included: 5
Cross-sections included: 47
Total panel (balanced) observations: 235
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
C 0.296324 0.569533 0.520293 0.6034
QR_X1_ -0.017973 0.117639 -0.152778 0.8787
DER_X2_ 0.337324 0.327530 1.029905 0.3041
ITO_X3_ -0.010986 0.037820 -0.290472 0.7717
ROE_X4_ 0.867157 1.477841 0.586773 0.5579
R-squared 0.007905 Mean dependent var 0.580128
Adjusted R-squared -0.009349 S.D. dependent var 3.962106 S.E. of regression 3.980584 Akaike info criterion 5.621781 Sum squared resid 3644.362 Schwarz criterion 5.695389 Log likelihood -655.5593 Hannan-Quinn criter. 5.651457
F-statistic 0.458135 Durbin-Watson stat 2.102634
Prob(F-statistic) 0.766404 Sumber: Lampiran 4