• Tidak ada hasil yang ditemukan

5 DESKRIPSI UNIT PENANGKAPAN RAJUNGAN

5.2 Jaring Kejer

5.2.1 Unit Penangkapan Jaring Kejer

Jaring kejer memiliki bagian-bagian, yaitu tali ris atas (head rope), tali pelampung (float line), pelampung (float), badan jaring (webbing), tali ris bawah (ground rope), pemberat (singker), tali selambar dan perlengkapan tambahan berupa pelampung tanda dan pemberat tambahan. Jaring kejer dioperasikan oleh 2-3 orang, kadang ada beberapa nelayan yang ikut membawa jaring kejer sendiri dengan tujuan menghemat biaya operasional. Biasanya tiap nelayan membawa 30- 90 tinting. Sasaran hasil tangkapan utama jaring kejer adalah rajungan. Rajungan yang tertangkap sebagian besar jenis Portunus pelagicus, tetapi terkadang tertangkap Portunus sanguinolentus atau rajungan bintang. Sementara itu hasil tangkapan sampingan jaring kejer adalah rangah (Murex sp), udang ronggeng (Oratosquilla sp), kembung (Rastrelliger sp), sembilang (Plotosus sp), pari (Dasyatis sp), selar (Caranx sp), keong macan (Babylonia spinata) dan ubur-ubur (Aurellia sp). Spesifikasi alat tangkap jaring kejer yang digunakan yaitu pada Tabel 20.

Tabel 20 Bagian, bahan dan ukuran jaring kejer yang digunakan nelayan Gebang Mekar

No Nama Bagian Keterangan

1 Badan jaring

§ Bahan

§ Diameter

§ Mesh size

§ Jumlah mata jaring - Panjang - Tinggi PA Monofilament no 20 0,2 mm 3,5 inci (8,75 cm) 16,5 mata/m 7-9 mata 2 Tali ris atas dan tali ris bawah

§ Bahan

§ Arah pilinan

§ Diameter

§ Panjang per tinting

PE multifilament ukuran 0,2 cm Z 2 mm 50 m 3 Tali pelampung § Bahan § Arah pilinan § Diameter

§ Panjang per tinting

PE multifilament ukuran 0,2 cm S 2 mm 61 m 4 Tali pemberat § Bahan § Arah pilinan § Diameter

§ Panjang per tinting

PE multifilament ukuran 0,2 cm S

2 mm 50 m

Lanjutan Tabel 20

No Nama Bagian Keterangan

5 Pelampung § Bahan § Bentuk § Diameter dalam § Diameter luar § Ketebalan

§ Jarak antar pelampung

Karet sandal Oval 0,2 cm 2,6 cm 1,3 cm 240 cm 6 Pemberat § Bahan § Berat § Bentuk § Diameter dalam § Diameter luar

§ Jarak antar pemberat

Timah 2 gr Bulat 1 mm 3 mm 30 cm

Waktu penangkapan 1 hari untuk 1 trip dilakukan pada sore hari dan baru diambil pada pagi hari keesokkan harinya. Desain konstruksi alat tangkap jaring kejer terdapat pada Lampiran 12. Nelayan yang mengoperasikan jaring kejer ini sebagian besar nelayan asli Cirebon. Perahu yang digunakan berukuran P x L x T x d = 6-11 m x 2,50-3 m x 0,85-1,5 m x 0,70-1,25 m, dengan kekuatan 7-20 PK.

5.2.2 Teknik Pengoperasian Jaring Kejer

Tahapan yang dilakukan untuk mengoperasikan alat tangkap jaring kejer hampir sama dengan pengoperasian ala t tangkap bubu lipat (wadong), yaitu tahap persiapan, pencarian daerah penangkapan (fishing ground), penurunan jaring (setting), perendaman (soaking) dan pengangkatan/penarikan jaring (hauling). 1. Tahap Persiapan

Tahap persiapan dilakukan sebelum melakukan operasi penangkapan. Tahap ini meliputi persiapan alat tangkap dan pemeriksaan kondisi mesin, perahu, persiapan bahan bakar, persiapan perbekalan serta persiapan ABK.

2. Tahap Pencarian Daerah Penangkapan (Fishing Ground)

Penentuan daerah penangkapan (fishing ground) untuk menangkap rajungan dilakukan berdasarkan informasi atau pengalaman hasil dalam operasi penangkapan sebelumnya. Perairan yang sering dijadikan daerah penangkapan rajungan adalah di sekitar perairan Cirebon, seperti perairan Kalibungko, Dadap, Mundu, Kalibangka, Ender, Gebang Mekar dan Losari. Tidak menutup kemungkinan sampai ke perairan Brebes dan Indramayu, tetapi jarang dilakukan nelayan.

Sejalan dengan arah perahu menuju daerah penangkapan, maka alat tangkap jaring kejer dirapihkan dan ditata pada lambung sebelah kanan perahu. Pada saat yang sama juga dilakukan penyambungan jaring kejer dan pelampung tanda dengan jaring kejer lainnya. Sebelum penyambungan alat tangkap dengan pelampung tanda, yang dilakukan terlebih dahulu adalah persiapan pelampung. Pelampung tanda diatur sedemikian rupa agar tidak melilit atau kusut. Waktu yang dibutuhkan untuk mencari daerah penangkapan kurang lebih 2-3 jam. Namun, jika di luar perairan Cirebon membutuhkan waktu 6-9 jam.

3. Tahap Penurunan Alat Tangkap Jaring Kejer (Setting)

Sesampainya di daerah penangkapan (fishing ground), dilakukan pencarian dasar perairan yang sekitarnya tepat untuk pemasangan jaring kejer. Dasar perairan yang sesuai adalah yang bertipe substrat lumpur berpasir. Setting berlangsung kurang lebih selama 1 jam tergantung dari banyaknya jaring kejer yang dibawa. Gambar 20 menunjukkan tahapan penurunan alat tangkap. Tahapan penurunan alat tangkap tersebut adalah dari lambung kanan kapal, dengan urutan sebagai berikut :

§ Kapal dijalankan dengan kecepatan rendah dan nelayan ke-1 menurunkan alat tangkap per tinting sampai dengan selesai. Nelayan ke-2 bertugas membantu kelancaran kegiatan penurunan alat tangkap (setting), sedangkan nelayan ke-3 bertugas sebagai nahkoda/tekong, yaitu mengarahkan dan mengemudikan perahu pada saat setting.

§ Kegiatan penurunan rangkaian alat tangkap jaring kejer dimulai dari bendera tanda. Kemudian rangkaian demi rangkaian dalam tiap tinting alat tangkap jaring kejer terus diturunkan dan setiap 20 tinting diberi pelampung tanda. Pada rangkaian terakhir diikatkan dengan tali selambar dengan panjang sekitar 7 m dari bahan PE dengan diameter 3 mm.

§ Kedalaman perairan berdasarkan pengamatan dan penelitian lapangan pada kegiatan operasi penangkapan berkisar antara 7-10 meter. Setelah semua rangkaian alat tangkap jaring kejer diturunkan, posisi kapal segera lego jangkar dan mesin kapal dimatikan.

§ Kegiatan penurunan alat tangkap jaring kejer tersebut dilanjutkan dengan tahap perendaman (soaking).

Gambar 20 Tahapan penurunan jaring kejer (setting)

4. Tahap Perendaman Alat Tangkap Jaring Kejer (Soaking)

Setelah selesai penurunan alat tangkap (setting), tali selambar yang dihubungkan dengan pelampung tanda diikatkan ke badan kapal dan mesin kapal dimatikan, kemudian jangkar kapal diturunkan. Selama proses perendaman alat tangkap (soaking), nelayan memanfaatkan waktu untuk beristirahat sambil menunggu pengangkutan/penarikan alat tangkap (hauling). Lama perendaman alat tangkap yang dilakukan adalah 3-4 jam.

5. Tahap Pengangkatan/Penarikan Alat Tangkap Jaring Kejer (Hauling)

Kegiatan pengangkatan/penarikan alat tangkap jaring kejer (hauling) dimulai dengan pengangkatan jangkar ke atas perahu. Kemudian penarikan pelampung tanda dan penarikan rangkaian alat tangkap.

Pada saat hauling, ada pembagian tugas diantara para nelayan. Nelayan ke-1 bertugas menarik tali utama dan bagian badan jaring (webbing) sambil membersihkan kotoran (sampah) yang menempel pada jaring tersebut. Nelayan ke-2 bertugas membantu nelayan ke-1 dalam menarik jaring, menyusun jaring untuk setting berikutnya, mengeluarkan hasil tangkapan dari badan jaring dan memasukkan hasil tangkapan ke dalam ember plastik yang telah disediakan. Nelayan ke-3 bertugas mengemudikan kapal sambil sesekali membantu melepaskan hasil tangkapan dari badan jaring.

Kegiatan hauling dilakukan di bagian lambung kanan kapal. Lama waktu hauling sekitar 1 jam tergantung dari banyaknya jaring kejer yang dibawa oleh nelayan. Gambar 21 menunjukkan tahapan penarikan jaring.

Dokumen terkait