II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN
2.17 Jasa Lainnya
Kategori Jasa Lainnya merupakan gabungan 4 kategori pada KBLI 2009. Kategori ini mempunyai kegiatan yang cukup luas yang meliputi: Kesenian, Hiburan, dan Rekreasi; Jasa Reparasi Komputer Dan Barang Keperluan Pribadi Dan Perlengkapan Rumah Tangga; Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga; Kegiatan Yang Menghasilkan Barang dan Jasa Oleh Rumah Tangga Yang Digunakan Sendiri untuk memenuhi kebutuhan; Jasa Swasta Lainnya termasuk Kegiatan Badan Internasional, seperti PBB dan perwakilan PBB, Badan Regional, IMF, OECD, dan lain-lain.
Kesenian, Hiburan dan Rekreasi
Jasa Kesenian, Hiburan dan Rekreasi berkategori R meliputi kegiatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum akan hiburan, kesenian, dan kreativitas, termasuk perpustakaan, arsip, museum, kegiatan kebudayaan lainnya, kegiatan perjudian dan pertaruhan, serta kegiatan olahraga dan rekreasi lainnya.
Output atas dasar harga berlaku diperoleh dengan menggunakan metode pendekatan produksi, yaitu output diperoleh dari hasil perkalian antara indikator produksi dengan indikator harga. Output panggung hiburan/kesenian dihitung berdasarkan pajak tontonan yang diterima
48 PDRB Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Batang 2010-2014 pemerintah. Output untuk jasa hiburan dan rekreasi lainnya pada umumnya didasarkan pada hasil perkalian antara jumlah perusahaan dan jumlah tenaga kerja masing-masing dengan rata-rata output per indikatornya. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari hasil perkalian antara rasio NTB dengan output. Sedangkan output dan NTB atas dasar harga konstan menggunakan metode deflasi/
ekstrapolasi dengan deflator/ekstrapolatornya adalah IHK rekreasi dan olahraga/indeks indikator produksi yang sesuai.
Sumber data produksi Jasa Kesenian, Hiburan dan Rekreasi diperoleh dari beberapa sumber, yaitu Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI), dan data penunjang intern BPS (Ketenagakerjaan, Susenas, Sensus Ekonomi, Statistik Harga Konsumen, dan Survei-survei Khusus yang dilakukan oleh Direktorat Neraca Produksi dan Direktorat Neraca Pengeluaran).
Kegiatan Jasa Lainnya
Kegiatan ini berkategori S yang mencakup kegiatan dari keanggotaan organisasi, jasa reparasi komputer dan barang keperluan pribadi dan perlengkapan rumah tangga, serta berbagai kegiatan jasa perorangan lainnya.
Output atas dasar harga berlaku diperoleh dari perkalian antara masing-masing jumlah tenaga kerja dengan rata-rata output per tenaga kerja. NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dari hasil perkalian antara rasio NTB dengan output. Sedangkan untuk memperoleh output dan NTB atas dasar harga konstan menggunakan metode deflasi dimana deflatornya adalah IHK Umum.
Data diperoleh dari internal BPS (Sensus Ekonomi, Subdit Statistik Demografi, Susenas, and Subdirektorat Statistik Harga Konsumen).
Jasa Perorangan yang Melayani Rumah Tangga; Kegiatan yang Menghasilkan Barang dan Jasa oleh Rumah Tangga yang Digunakan Sendiri untuk Memenuhi Kebutuhan
Kegiatan ini berkategori T mencakup kegiatan yang memanfaatkan jasa perorangan untuk melayani rumah tangga yang didalamnya termasuk jasa pekerja domestik (pembantu rumah tangga, satpam, tukang kebun, supir, dan sejenisnya), dan Kegiatan Yang Menghasilkan Barang Dan Jasa Oleh
PDRB Menurut Lapangan Usaha
Kabupaten Batang 2010-2014 49
Rumah Tangga Yang Digunakan Sendiri Untuk Memenuhi Kebutuhan (didalamnya termasuk kegiatan pertanian, industri, penggalian, konstruksi, dan pengadaan air).
Output atas dasar harga berlaku untuk jasa perorangan yang melayani rumah tangga/ jasa pekerja domestik (pembantu rumah tangga, satpam, tukang kebun, supir, dan sejenisnya) diperoleh dari perkalian antara pengeluaran perkapita untuk jasa pekerja domestik dengan jumlah penduduk pertengahan tahun, sedangkan NTB-nya sama dengan output yang dihasilkan karena konsumsi antara pekerja jasa domestik merupakan pengeluaran konsumsi rumah tangga majikan. Output dan NTB atas dasar harga berlaku diperoleh dengan hasil survei intern BPS (SKTIR). Sedangkan output pengadaan air diperoleh dengan pendekatan rumah tangga yang menggunakan pompa dan sumur, baik sumur terlindung maupun tidak terlindung. Sementara itu, output dan NTB atas dasar harga konstan, baik untuk kegiatan pekerja domestik maupun kegiatan menghasilkan barang dan jasa untuk digunakan sendiri oleh rumah tangga diperoleh dengan menggunakan metode deflasi dengan deflatornya laju IHK umum.
Sumber data kategori ini diperoleh dari intern BPS, yaitu, Susenas, Sensus Penduduk, Subdirektorat Pertambangan, Energi dan Konstruksi (Publikasi Statistik Air Bersih), dan Survei Khusus yang dilakukan oleh Direktorat Neraca Pengeluaran.
Kegiatan Badan Internasional dan Ekstra Internasional Lainnya
Kategori U yang mencakup kegiatan badan internasional, seperti PBB dan perwakilannya, Badan Regional dan lain-lain, termasuk The Internasional Moneter Fund, The World Bank, The World Health Organization (WHO), the Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), the Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan lain-lain.
Output dan NTB berlaku diperoleh dengan pendekatan biaya yang didapatkan dari laporan keuangan badan internasional dan ekstra internasional lainnya. Sementara, untuk output konstan diperoleh dengan metode deflasi dengan deflator laju IHK umum.
Sumber data diperoleh dari laporan keuangan badan internasional dan ekstra internasional lainnya yang berkantor pusat di Indonesia dan Subdirektorat Statistik Harga Konsumen.
50 PDRB Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Batang 2010-2014
PDRB Menurut Lapangan Usaha
Kabupaten Batang 2010-2014 51
III. TINJAUAN EKONOMI KABUPATEN BATANG
3.1 Struktur Ekonomi
Struktur ekonomi yang menopang perekonomian Kabupaten Batang telah bergeser dari lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan ke lapangan usaha indutri pengolahan. Hal ini terlihat dari penurunan peran pertanian setiap tahunnya terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Batang. Sumbangan terbesar pada tahun 2014 dihasilkan oleh lapangan usaha Industri Pengolahan, kemudian lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, lapangan usaha Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Motor, lapangan usaha Konstruksi. Sementara peranan lapangan usaha lainnya di bawah 5 persen.
Tabel 3.1 Peranan PDRB Menurut Lapangan Usaha (persen), 2010─2014
Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013* 2014**
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 25,82 25,47 24,46 24,27 23,91
B Pertambangan dan Penggalian 2,51 2,41 2,30 2,23 2,50
C Industri Pengolahan 30,41 31,50 32,62 33,00 33,34
D Pengadaan Listrik dan Gas 0,06 0,06 0,06 0,06 0,05
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan
Daur Ulang 0,14 0,13 0,11 0,10 0,10
F Konstruksi 5,13 4,81 4,84 4,70 4,74
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor 14,46 14,42 13,78 13,59 13,06
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan
Sosial Wajib 2,98 2,71 2,76 2,69 2,58
P Jasa Pendidikan 3,68 4,37 5,20 5,63 5,79
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,58 0,60 0,65 0,68 0,71
R,S,T,U Jasa lainnya 2,00 1,85 1,72 1,77 1,84
Produk Domestik Regional Bruto 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00
* Angka sementara
** Angka sangat sementara
52 PDRB Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Batang 2010-2014 3.2 Pertumbuhan Ekonomi
Laju pertumbuhan PDRB Kabupaten Batang tahun 2014 mencapai 5,31 persen, lebih lambat dibandingkan tahun 2013 dengan pertumbuhan 5,84 persen. Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 19,72 persen. Lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Pertanian yang merupakan salah satu lapangan usaha yang menopang perekonomian terbesar lainya mampu tumbuh 1,09 persen.
Tabel 3.2 Laju Pertumbuhan Riil PDRB Menurut Lapangan Usaha (persen), 2011─2014
Lapangan Usaha 2011 2012 2013* 2014**
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 0,86 -2,73 -1,77 1,94
F Konstruksi 1,11 4,86 3,98 4,06
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda
Motor 9,15 1,56 4,83 4,41
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial
Wajib 1,69 0,93 0,02 0,53
P Jasa Pendidikan 21,58 20,22 8,47 10,15
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 10,29 10,42 7,17 13,18
R,S,T,U Jasa lainnya 2,45 0,92 8,59 8,84
Produk Domestik Regional Bruto 6,12 4,62 5,84 5,31
* Angka sementara
** Angka sangat sementara
PDRB Menurut Lapangan Usaha
Kabupaten Batang 2010-2014 53
Laju pertumbuhan tertinggi kedua yaitu lapangan usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 13,18 persen, diikuti lapangan usaha Jasa Pendidikan tumbuh sebesar 10,15 persen, Transportasi dan Pergudangan tumbuh sebesar 10,15 Persen, Jasa lainnya tumbuh sebesar 8,84 persen, Jasa Perusahaan tumbuh sebesar 10,65 persen, Industri Pengolahan tumbuh sebesar 6,59 persen, Penyediaan Akomodasi dan Makan minum tumbuh sebesar 6,58, Real Estat tumbuh sebesar 7,85 persen, pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan sebesar 4,36 persen.
3.3 PDRB PER KAPITA
PDRB suatu daerah dibagi dengan jumlah penduduk pada pertengahan tahun yang tinggal di daerah itu, maka akan dihasilkan suatu PDRB per kapita. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai PDRB per kepala atau per satu orang penduduk.
Tabel 3.3 PDRB Per Kapita Menurut Lapangan Usaha (Juta Rp), 2010─2014
Lapangan Usaha 2010 2011 2012 2013* 2014**
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
0,02 0,02 0,02 0,02 0,02
F Konstruksi 1,99 2,11 2,32 2,50 2,79
G Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
0,61 0,63 0,69 0,74 0,79
P Jasa Pendidikan 0,50 0,67 0,86 1,01 1,15
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,13 0,15 0,17 0,20 0,22
R,S,T,U Jasa lainnya 0,30 0,31 0,32 0,36 0,41
54 PDRB Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Batang 2010-2014 Pada tahun 2014, PDRB per kapita Kabupaten Batang mencapai 19,54 juta Rupiah dengan pertumbuhan sebesar 10,65 persen. Pertumbuhan PDRB per kapita tahun 2011 mencapai 12,35 persen, pada tahun 2012 meningkat sebesar 7,95 persen, dan pertumbuhan tahun 2013 sebesar 9,12 persen.
PDRB Menurut Lapangan Usaha
Kabupaten Batang 2010-2014 55
IV. PERKEMBANGAN PDRB MENURUT LAPANGAN USAHA
PDRB Kabupaten Batang menurut lapangan usaha dirinci menjadi 17 kategori lapangan usaha dan sebagian besar kategori dirinci lagi menjadi subkategori. Pemecahan menjadi subkategori ini disesuaikan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2009. Perkembangan setiap lapangan usaha diuraikan di bawah ini.
4.1 PERTANIAN, KEHUTANAN, DAN PERIKANAN
Kategori ini mencakup subkategori usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang terdiri atas tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, peternakan, dan jasa pertanian dan perburuan, subkategori usaha Kehutanan dan Penebangan Kayu, dan subkategori usaha Perikanan. Lapangan usaha ini masih menjadi tumpuan dan harapan dalam penyerapan tenaga kerja.
Pada tahun 2014 lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan memberi kontribusi terhadap PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 23,91 persen. Lapangan usaha Tanaman Pangan merupakan penyumbang terbesar terhadap kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yaitu tercatat sebesar 18,59 persen dari seluruh nilai tambah pertanian. Kurun waktu 5 tahun terakhir lapangan usaha Pertanian mengalami penurunan kontribusi. Pada tahun 2000 perananya masih sebesar 25,82 persen, dan pada tahun 2014 mengalami penurunan dan tercatat sebesar 23,91 persen. Penurunan peran lapangan usaha Tanaman Pangan ini dikarenakan menurunya lahan pertanian, kondisi iklim mengakibatkan kemunduran musim tanam serta serangan hama penyakit di beberapa daerah.
Pertumbuhan ekonomi tahun 2014 pada kategori ini terbesar terjadi pada lapangan usaha Perkebunan Tahunan yaitu sebesar 5,21 persen yang diikuti oleh lapangan usaha tanaman hortikultura 5,10 persen. Selain lapangan usaha Tanaman Pangan, masih ada satu lapangan Usaha yang mengalami kontraksi pada tahun 2014 yaitu lapangan usaha Kehutanan. Lapangan usaha Kehutanan mengalami kontraksi sebesar 8,69 persen. Kurun waktu 5 tahun terakhir selain di tahun 2014, pertumbuhan lapangan usaha Kehutanan juga mengalami kontraksi pada tahun 2012 sebesar 4,17 persen dan 1,04 persen pada tahun 2013.
56 PDRB Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Batang 2010-2014 4.2 Pertambangan dan Penggalian
Pada Kategori Pertambangan dan Penggalian, lapangan usaha yang berkontribusi terbesar adalah Pertambangan dan Penggalian lainnya yaitu sebesar 5,50 persen pada tahun 2014, meningkat dari 2,23 persen di tahun 2013. Selama 5 tahun terakhir peranan sektor ini tidak pernah bergeser dari angka 2 persen. Potensi sektor ini yang tidak terlalu besar sangat sulit untuk menaikan peranan sektor pertambangan dan penggalian dalam pembentukan PDRB.
Kategori Pertambangan dan Penggalian pada tahun 2014 menunjukkan laju pertumbuhan positif sebesar 4,36 persen. Hal ini didorong oleh pertumbuhan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan serta perumahan tempat tinggal.
4.3 Industri Pengolahan
Pada Kategori Industri Pengolahan, lapangan usaha yang menyumbang peranan terbesar adalah Industri Makanan dan Minuman yaitu sebesar 15,18 persen pada tahun 2014. Peranan industri pengolahan terhadap PDRB tercatat 33,34 persen.
Diantara lain peran pertanian yang semakin menurun menyebabkan peran industri semakin besar. Selain industri makanan maka industri kayu turut berperan besar terhadap peningkatan industri. Peran industri kayu tercatat 7,92 persen.
4.4 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang
Kategori ini mencakup kegiatan ekonomi pengumpulan, pengolahan dan penditribusian air melalui berbagai saluran pipa untuk kebutuhan rumah tangga dan industri. Kategori ini mencakup juga kegiatan pengumpulan, penjernihan dan pengolahan air dari sungai, danau, mata air dan hujan.
Pengoperasian peralatan irigasi untuk keperluan pertanian tidak termasuk dalam kategori ini.
Peranan kategori ini terhadap perekonomian di Provinsi Kabupaten Batang selama tahun 2014 sebesar 0,10 persen. Peranan ini tidak berubah banyak selama 5 tahun terakhir. Sementara laju pertumbuhan selama tahun 2014 sebesar 1,94 persen.
4.5 Konstruksi
Pada tahun 2014 kategori konstruksi menyumbang sebesar 4,74 persen terhadap total perekonomian Kabupaten Batang. Dengan penghitungan atas dasar harga konstan 2010, laju
PDRB Menurut Lapangan Usaha
Kabupaten Batang 2010-2014 57
pertumbuhan konstruksi di Kabupaten Batang mengalami perlambatan dari 1,11 persen pada tahun 2010 menjadi 4,06 persen pada tahun 2014. Hal ini terjadi karena perkembangan pembangunan infrastruktur dan perumahan yang berkembang pesat.
4.6 Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
Selama 5 tahun terakhir, Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor menyumbang di 13,06 persen. Pada tahun 2014. kontribusi terbesar kegiatan ini di sumbang oleh perdagangan besar dan eceran. Sementara pertumbuhan lapangan usaha ini pada tahun 2014 mencapai 4,41 persen sedikit dibawah tahun sebelumnya yang mencapai 4,83 persen.
4.7 Transportasi dan Pergudangan
Kategori Transportasi dan Pergudangan terdiri dari 6 lapangan usaha, yaitu Angkutan Rel, Angkutan Darat, Angkutan Laut, Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan, Angkutan Udara, serta Pergudangan dan Jasa Penunjang Angkutan. Lapangan usaha Angkutan Darat memberikan kontribusi terbesar selama 5 tahun terakhir, dengan nilai kontribusi terhadap kategori ini sebesar 2,28 persen pada tahun 2014.
4.8 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
Pada tahun 2014, kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum berkontribusi terhadap PDRB Kabupaten Batang sebesar 3,63 persen. Peran terbesar kategori ini di sumbang oleh penyedia makanan dan minuman baru disusul oleh penyedia akomodasi.
4.9 Informasi dan Komunikasi
Kategori informasi dan komunikasi memiliki peranan sebagai penunjang aktivitas di setiap bidang ekonomi. Dalam era globalisasi, peranan kategori ini sangat vital dan menjadi indikator kemajuan suatu daerah, terutama jasa telekomunikasi. Peranan kategori ini terhadap perekonomian di Kabupaten Batang selama tahun 2014 sebesar 2,27 persen. Laju pertumbuhan kategori ini menunjukkan pertumbuhan selalu diatas 8,00 persen, Bahkan tahun 2014 pertumbuhanya mencapai 19,72 persen atau tertinggi selama 5 tahun ini.
4.10 Jasa Keuangan dan Asuransi
58 PDRB Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Batang 2010-2014 Kegiatan ekonomi pada lapangan usaha jasa perantara keuangan menjadi penyumbang mayoritas kontribusi perekonomian pada kategori jasa keuangan dan asuransi ini. Selama tahun 2010-2014, kontribusinya mendominasi dengan kisaran 80 persen terhadap PDRB kategori jasa keuangan dan asuransi. Penyumbang terbesar berikutnya adalah lapangan usaha Jasa Keuangan Lainnya pada kisaran di atas 15 persen, Asuransi dan Dana Pensiun dengan sumbangan sekitar 2 persen, dan terakhir adalah Jasa Penunjang Keuangan dengan nilai kontribusi terhadap kategori ini sekitar 0,01 persen.
4.11 Real Estat
Kategori real estat memberikan kontribusi yang relatif stabil bagi PDRB Kabupaten Batang dengan peranan sekitar 1,6 persen. Berturut-turut sumbangan kategori real estat selama tahun 2010-2014 sebesar 1,11 persen, 1,06 persen, 1,04 persen, 1,03 persen, dan 1,05 persen. Laju pertumbuhan ekonomi kategori ini cukup stabil dengan pertumbuhan selalu diatas 5 persen. Laju pertumbuhan dari pada tahun 2014 sebesar 7,85 persen.
4.12 Jasa Perusahaan
Selama 5 tahun terakhir, kontribusi kegiatan ekonomi pada kategori jasa perusahaan relatif tidak banyak berubah, yaitu dari 0,31 persen pada tahun 2010, menjadi 0,34 persen untuk tahun 2011-2014. Hal ini menunjukkan pula peranan kategori ini relatif kecil dibandingkan peranan kategori-kategori lainnya pada perekonomian Kabupaten Batang. Laju pertumbuhan selama tahun 2014 tercatat 7,85 persen sedikit lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang berada pada angka 7,60 persen.
4.13 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
Kategori ini meliputi kegiatan yang sifatnya pemerintahan, yang umumnya dilakukan oleh administrasi pemerintahan termasuk juga perundang-undangan dan penterjemahan hukum yang berkaitan dengan pengadilan dan menurut peraturannya. Selama tahun 2010-2014 peranan kategori ini relatif stabil namun menunjukkan sedikit penurunan. Nilai kontribusi tahun 2014 sebesar 3,58 persen, laju pertumbuhan dari kategori ini selalu positif selama 5 tahun belakang ini. Tahun 2014 tercatat laju pertumbuhan kategori ini tercatat 0,53 persen.
PDRB Menurut Lapangan Usaha
Kabupaten Batang 2010-2014 59
4.14 Jasa Pendidikan
Pada tahun 2014 jasa pendidikan menyumbang sebesar 5,79 persen terhadap total perekonomian Kabupaten Batang. Angka ini meningkat dibandingkan pada tahun 2010 yang hanya sebesar 3,68 persen. Tren peningkatan kontribusi kategori ini terjadi di setiap tahunya. Tingkat pertumbuhan jasa pendidikan tahun 2014 mencapai 10,15 persen.
4.15 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
Kategori ini mencakup kegiatan penyediaan jasa kesehatan dan kegiatan sosial yang cukup luas cakupannya. Pada tahun 2014, kontribusinya terhadap perekonomian Kabupaten Batang sebesar 0,71 persen dengan laju pertumbuhan sebesar 13,18 persen.
4.16 Jasa lainnya
Kontribusi Jasa Lainnya terhadap perekonomian Kabupaten Batang relatif kecil yaitu 1,84 persen. Dilihat dari sisi laju pertumbuhannya, kategori ini mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi selama 5 tahun terakhir, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2014 yaitu 8,84 persen.
60 PDRB Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Batang 2010-2014
PDRB Menurut Lapangan Usaha
Kabupaten Batang 2010-2014 61
PDRB Menurut Lapangan Usaha 61 Kabupaten Batang 2010-2014
Lampiran 1. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN BATANG ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2010-2014 (JUTA RUPIAH.)
KATEGORI LAPANGAN USAHA 2010 2011 2012 2013*) 2014**)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
A. Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan 2.439.685,58 2.730.615,03 2.858.594,72 3.124.443,33 3.438.378,13 B. Pertambangan dan Penggalian 237.288,90 258.600,41 268.763,63 287.600,19 359.473,65 C. Industri Pengolahan 2.872.504,95 3.376.812,42 3.811.421,17 4.248.685,06 4.795.449,25
D. Pengadaan Listrik dan Gas 6.071,25 6.630,93 7.226,19 7.422,93 7.532,66
E. Pengadaan Air, Pengelolaan
Sampah, Limbah dan 13.296,38 13.511,12 13.128,76 13.166,67 13.764,50
F. Konstruksi 484.680,03 515.439,66 565.283,69 605.460,42 681.129,43
G.
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor 1.366.143,02 1.545.838,48 1.610.371,09 1.749.533,57 1.878.877,27 H. Transportasi dan Pergudangan 233.694,09 246.870,88 261.260,28 291.213,31 339.669,47
I.
Penyediaan Akomodasi dan
Makan Minum 375.989,28 408.566,47 432.245,55 465.107,06 522.253,36
J. Informasi dan Komunikasi 230.588,13 251.654,88 272.400,90 284.300,18 326.444,21 K. Jasa Keuangan dan Asuransi 180.968,96 194.971,50 217.827,56 235.261,65 248.472,27
L. Real Estate 105.031,24 113.866,55 121.101,81 132.298,43 150.578,76
M,N Jasa Perusahaan 28.882,24 33.515,26 37.105,91 43.407,51 49.076,16
O.
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial
Wajib 281.200,98 290.681,65 322.734,59 346.772,12 371.417,33
P. Jasa Pendidikan 347.388,97 468.955,47 607.399,80 724.853,00 832.463,86
Q.
Jasa Kesehatan dan Kegiatan
Sosial 55.040,30 64.345,03 76.267,85 87.056,43 101.447,13
R,S,T,U Jasa Lainya 188.874,07 198.609,27 201.454,21 227.570,50 265.123,50
Produk Domestik Regional Bruto 9.447.328,38 10.719.485,00 11.684.587,71 12.874.152,35 14.381.550,94
*Angka Sementara
**Angka Sangat Sementara
PDRB Menurut Lapangan Usaha | 62
Kabupaten Batang 2010-2014 24
Lampiran 2. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN BATANG ATAS DASAR HARGA KONSTAN TAHUN 2010-2014 (JUTA RUPIAH.)
KATEGORI LAPANGAN USAHA 2010 2011 2012 2013*) 2014**)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
A. Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan 2.439.685,58 2.531.196,34 2.520.644,31 2.585.089,50 2.613.300,85 B. Pertambangan dan Penggalian 237.288,90 243.032,54 254.742,04 267.677,36 279.360,45 C. Industri Pengolahan 2.872.504,95 3.067.991,57 3.320.259,78 3.617.143,32 3.855.535,49
D. Pengadaan Listrik dan Gas 6.071,25 6.572,38 `7.308,61 7.888,06 7.923,23
E. Pengadaan Air, Pengelolaan
Sampah, Limbah dan 13.296,38 13.410,43 13.044,87 12.814,26 13.062,57
F. Konstruksi 484.680,03 490.063,14 513.904,47 534.344,11 556.062,30
G.
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan
Sepeda Motor 1.366.143,02 1.491.089,66 1.514.388,19 1.587.580,43 1.657.661,19 H. Transportasi dan Pergudangan 233.694,09 245.957,08 259.340,01 286.472,39 315.558,20
I.
Penyediaan Akomodasi dan
Makan Minum 375.989,28 394.072,83 408.758,23 418.397,66 445.939,20
J. Informasi dan Komunikasi 230.588,13 249.930,58 275.828,91 299.774,63 358.904,85 K. Jasa Keuangan dan Asuransi 180.968,96 185.036,05 188.557,35 193.902,06 197.143,18
L. Real Estate 105.031,24 112.443,26 118.919,85 127.953,39 138.001,02
M,N Jasa Perusahaan 28.882,24 31.734,99 34.084,27 38.759,97 42.886,64
O.
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial
Wajib 281.200,98 285.942,25 288.588,02 288.648,49 290.179,45
P. Jasa Pendidikan 347.388,97 422.367,54 507.784,86 550.796,63 606.719,65
Q.
Jasa Kesehatan dan Kegiatan
Sosial 55.040,30 60.701,30 67.024,01 71.830,18 81.297,69
R,S,T,U Jasa Lainya 188.874,07 193.502,71 195.278,84 212.054,35 230.806,15
Produk Domestik Regional Bruto 9.447.328,38 10.025.044,65 10.488.456,63 11.101.126,78 11.690.342,11
*Angka Sementara
**Angka Sangat Sementara
PDRB Menurut Lapangan Usaha | 63 Kabupaten Batang 2010-2014
Lampiran 3. DISTRIBUSI PERSENTASE PDRB SERI 2010 MENURUT LAPANGAN USAHA KABUPATEN BATANG (JUTA RUPIAH.)
Produk Domestik Regional Bruto 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
*Angka Sementara
**Angka Sangat Sementara
PDRB Menurut Lapangan Usaha 64 Kabupaten Batang 2010-2014
Lampiran 4. LAJU PERTUMBUHAN PDRB SERI 2010 MENURUT LAPANGAN USAHA KABUPATEN BATANG (JUTA RUPIAH.)
PDRB Menurut Lapangan Usaha 65
Kabupaten Batang 2010-2014
Lampiran 5. INDEKS IMPLISIT PDRB SERI 2010 MENURUT LAPANGAN USAHA KABUPATEN BATANG (JUTA RUPIAH.)
KATEGORI LAPANGAN USAHA 2010 2011 2012 2013*) 2014**)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
A. Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan 100,00 107,88 113,41 120,86 131,57
B. Pertambangan dan Penggalian 100,00 106,41 105,50 107,44 128,68
C. Industri Pengolahan 100,00 110,07 114,79 117,46 124,38
H. Transportasi dan Pergudangan 100,00 100,37 100,74 101,65 107,64
I.
Produk Domestik Regional Bruto 100,00 106,93 111,40 115,97 123,02
*Angka Sementara
**Angka Sangat Sementara
PDRB Menurut Lapangan Usaha | 66 Kabupaten Batang 2010-2014
Lampiran 6. LAJU IMPLISIT PDRB SERI 2010 MENURUT LAPANGAN USAHA KABUPATEN BATANG (JUTA RUPIAH.)
PDRB Menurut Lapangan Usaha | 66 Kabupaten Batang 2010-2014