• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA TEORI

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

4.1.6 Distribusi Jawaban Responden

4.1.6.1 Jawaban Responden Terhadap

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Sikap Melayani Terhadap Pertanyaan Setiap Orang Yang Bertanya Tentang Apa Yang Saya Kerjakan

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 2 7,4

2. Pernah - 0

3. Kadang-Kadang 2 7,4

4. Sering 8 29,6

5. Selalu 13 48,1

Total 25 100

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Dari tabel diatas diketahui bahwa dalam sikap untuk melayani pertanyaan publik seputar kepemiluan mayoritas menjawab sering dan selalu atau memberi nilai yang tinggi yakni 4 dan 5 yakni sebanyak jika diakumulasikan 21 responden sedangkan sisanya menjawab tidak pernah dan kadang-kadang. Hasil diatas sejalan dengan hasil wawancara peneliti kepada responden bahwa dalam hal keterbukaan informasi publik sesuai dengan Peraturan KPU No 1 tahun 2015.

Hingga menjadi kewajiban Penyelenggara Pemilu untuk terbuka terhadap informasi yang ada.

Tabel 4.10

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Sikap Melayani Terhadap Pertanyaan Setiap Orang Yang Bertanya Tentang Informasi Penghitungan Suara di Wilayah

Tempat Bekerja

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 2 7,4

Dari tabel diatas diketahui bahwa dalam sikap untuk melayani pertanyaan publik terkait informasi rekapitulasi penghitungan suara responden yang menjawab sering dan selalu atau memberi nilai yang tinggi yakni 4 dan 5 tidak sedominan pada pertanyaan sebelumnya tentang keterbukaan terhadap informasi pemilu secara umum. Responden yang menjawab tidak pernah, pernah dan kadang-kadang jika diakumulasi sebanyak 12 orang merupakan persentanse yang tinggi. Terkait hal ini dari wawancara penulis kepada responden yang menjawab dengan memberi nilai 1, 2 dan 3 memiliki pertimbangan bahwa persoalan rekap yang belum selesai bisa menjadi blunder jika terlalu ceroboh untuk diceritakan secara bebas kepada publik.

Tabel 4.11

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Kebebasan Dalam Mengambil Kebijakan Yang Diperlukan Dalam Menyukseskan Tahapan Pemilu

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 12 44,4

2. Pernah 1 3,7

3. Kadang-Kadang 4 14,8

4. Sering 2 7,4

5. Selalu 6 22,2

Total 25 100

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Dari tabel diatas diketahui bahwa dalam hal kebebasan dalam mengambil kebijakan terkait pelaksanaan Pemilu, jawaban responden dominan memilih tidak pernah dikarenakan memang secara struktural kelembagaan KPU ini bersifat hirarkis dengan kebijakan hulu ada di KPU RI sebagai penanggung jawab terhadap pelaksanaan Pemilu sehingga kemudian jika terdapat permasalahan terkait hal baik bersifat teknis ataupun non-teknis tahapan yang sedang berjalan maka hal yang akan ditempuh adalah mengkoordinasikan terlebih dahulu kepada KPU Provinsi untuk mendapat petunjuk lebih lanjut. Meskipun dalam hal ini beberapa responden 8 orang yang menjawab selalu atau sering hal ini dikaitkan dengan tahapan pemilu yang bersifat tidak konsekuensi hukum atau etik meski tidak diatur dalam regulasi.

Tabel 4.12

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Kebebasan Dalam Mengambil Kebijakan Yang Berkaitan Dengan Internal Penyelenggara KPU

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 13 48,1

2. Pernah 2 7,4

3. Kadang-Kadang 1 3,7

4. Sering 3 11,1

5. Selalu 6 22,2

Total 25 100

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa dalam kebebasan mengambil kebijakan dalam ranah internal di sisi penyelenggara KPU Kabupaten Deli Serdang dan jajaran dibawahnya mimilih jawaban tidak jauh berbeda dengan konteks pertanyaan kebebasan dalam mengambil kebijakan tahapan pemilihan.

Semua bersifat top-down dengan berpatokan kepada kebijakan yang telah digariskan dari KPU RI. Misalnya kewajiban apel pagi, rapat pleno setiap senin dan lain-lain hal ini sesuai dengan wawancara penulis terhadap responden meski memang terdapat responden yang menjawab sering dan selalu sebanyak 9 orang namun hal ini terkait kebijakan internal yang tidak bertentangan dengan kebijakan yang ada.

Tabel 4.13

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Memberikan Informasi Detail Tentang Rekapitulasi Penghitungan Suara Kepada Semua Peserta Pemilu

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 6 22,2

2. Pernah - 0

3. Kadang-Kadang - 0

4. Sering 1 3,7

5. Selalu 18 66,7

Total 25 100

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Dari tabel diatas diketahui bahwa berkaitan dengan pembelakuan hak yang sama terhadap peserta pemilu dalam hal mengakses informasi seputar rekapitulasi penghitungan suara. Jawaban responden mayoritas sebanyak 19 orang menjawab sering dan selalu hal ini berkaitan kewajiban penyelenggara untuk memberikan

informasi publik terlebih dalam hal informasi rekapitulasi penghitungan suara yang menjadi kepentingan para peserta pemilu hal ini sesuai dengan wawancara yang penulis lakukan kepada para responden. Meskipun dari tabel diatas juga masih terdapat responden yang menjawab tidak pernah namun mereka menjelaskan bahwa mereka tidak berhubungan langsung dengan peserta pemilu karena melakukan pekerjaan teknis yakni merekap perhitungan suara sehingga informasi terkait penyelenggaraan rekapitulasi penghitungan suara disampaikan oleh penyelenggara pemilu lainnya.

Tabel 4.14

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Memberikan Kebebasan Kepada Semua Peserta Pemilu Untuk Mengikuti Jalannya Rekapitulasi

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 2 7,4

2. Pernah 2 7,4

3. Kadang-Kadang 1 3,7

4. Sering 4 14,8

5. Selalu 16 59,3

Total 25 100

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan data pada tabel diatas, dapat dijelaskan terkait pemberlakuan hak yang sama kepada peserta Pemilu untuk mengikuti jalannya rekapitulasi penghitungan suara. Mayoritas responden menjawab sering dan selalu sebanyak 20 orang atau 80 %, alasan yang mereka ajukan menjawab pertanyaan penulis adalah bahwa menjadi kewajiban penyelenggara untuk memberlakukan posisi yang setara kepada semua penyelenggara tanpa terkecuali. Sedangkan responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 2 orang mereka menjawab tidak

berhubungan langsung dengan peserta pemilu karena berkaitan dengan hal teknis merekap atau membantu rekapitulasi penghitungan suara begitupun dengan responden yang menjawab pernah sebanyak 2 orang dan kadang-kadang sebanyak 3,7 %.

Tabel 4.15

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Lebih Mengutamakan Tugas di Kantor dibanding Urusan Keluarga

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah - 0

2. Pernah - 0

3. Kadang-Kadang 2 8,00

4. Sering 13 52,00

5. Selalu 10 40,00

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui dari 25 responden yang menjawab perihal komitmen kerja dalam hal mengutamakan tugas dikantor dibandIng urusan keluarga tidak ada responden yang menjawab tidak pernah mayoritas sebanyak 92 % menjawab sering dan selalu dan sisanya menjawab kadang-kadang sebanyak 8 %. Ketika ditelusuri lebih jauh berdasarkan hasil wawancara responden bahwa komitmen untuk menjaga penyelenggaraan pemilu yang sukses sudah menjadi ikrar dan bagian dari pakta integritas yang mereka buat. Hal ini juga mengkonfirmasi hal yang disampaikan ketua KPU Deli Serdang Syahrial Efendi. Meskipun masih ada responden sebanyak 8 % menjawab netral kadang-kadang karena melihat situasi yang penting bersamaan dengan tahapan rekapitulasi/pemilu yang sedang berjalan.

4.1.6.2 Jawaban Responden terhadap Variabel Beban Kerja

Berikut disajikan hasil jawaban responden terkait pernyataan yang digunakan untuk mengukur beban kerja penyelenggara pemilu pada pelaksanaan rekapitulasi penghitungan suara di Kabupaten Deli Serdang pada penyelenggaraan pemilu tahun 2019. Jumlah pernyataan ada 11 (sebelas) dengan distribusi jawaban masing-masing pernyataan sebagai berikut:

Tabel 4.16

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Dengan Jadwal Pelaksanaan Waktu Yang Ada Mengakibatkan Banyak Beban Kerja Yang Tidak Terselesaikan

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 6 22,2

2. Pernah 8 29,6

3. Kadang-Kadang 4 14,8

4. Sering 7 25,9

5. Selalu 6 22,2

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui dari 25 responden yang menjawab perihal jadwal pelaksanaan tugas yang ada mengakibatkan banyak beban kerja yang tidak terselesaikan dengan distribusi jawaban responden yang menjawab bahwa jadwal waktu pelaksanaan pemilu khususnya rekap penghitungan suara mengakibatkan banyak beban kerja yang tidak terselesaikan sebanyak 25,9 % orang menjawab sering , 22,2 % menjawab selalu. Sedangkan responden yang menjawab tidak pernah sebanyak 22,2 % seimbang dengan mereka yang menjawab selalu sedangkan yang menjawab pernah menjawab 29,6

%. Berkaitan dengan wawancara yang penulis lakukan kepada masing-masing

responden sembari menyebarkan angket bahwa perimbangan antara mereka yang menjawab keterbatan waktu mengakibatkan banyak kerjaan yang terbengkalai adalah 51,8% berbanding 48,1% selebihnya menjawab netral sebanyak 14,8 %.

Tabel 4.17

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Tahapan Penghitungan Suara Memiliki Beban Pekerjaan Yang Lebih Kompleks Dibanding Tahapan Pemilu Lainnya

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 3 11,1

2. Pernah 0 0

3. Kadang-Kadang 8 29,6

4. Sering 5 18,5

5. Selalu 9 33,3

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Dari tabel diatas diketahui terkait dengan jawaban responden apakah tahapan rekapitulasi penghitungan suara merupakan tahapan yang kompleks dibanding dengan tahapan Pemilu lainnya seperti pemutakhiran data pemilih, pencalonan, logistik dan lainnya mayoritas responden menjawab selalu sebanyak 33,3 % dan menjawab sering sebanyak 18,5% sedangkan yang menjawab tidak pernah sebanyak 11,1% dengan frekuensi jawaban netral kadang-kadang sebanyak 29,6 % hal ini juga sesuai dengan wawancara yang penulis lakukan kepada responden bahwa tidak seluruhnya responden sepakat bahwa tahapan rekap penghitungan suara selalu dan sering menjadi tahapan yang sulit dibanding tahapan Pemilu lainnya karena menurut mereka yang menjawab tidak pernah dan netral berasalan bahwa setiap tahapan Pemilu memiliki kesulitan dan tantangan masing-masing sehingga tidak bisa diperhadapkan.

Tabel 4.18

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Banyaknya Sanggahan Dari Pihak Berkepentingan Terhadap Rekap Penghitungan Suara Mengakibatkan Beban

Kerja Semakin Bertambah

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 2 7,4

2. Pernah 1 3,7

3. Kadang-Kadang 4 14,8

4. Sering 12 44,4

5. Selalu 6 22,2

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Merujuk pada data tabel diatas diketahui bahwa jawaban responden tentang banyak sanggahan dari pihak berkepentingan dalam hal ini Peserta Pemilu, pengawas dan lainnya mengakibatkan beban kerja semakin bertambah pada saat dilakukannya rekap penghitungan suara mayoritas responden sebanyak 44,4% menjawab sering kejadian ini terjadi pada pelaksanaan rekap pada Pemilu 2019 yang lalu begitupun dengan responden yang menjawab selalu sebanyak 22,2

%. Sedangkan yang menjawab tidak pernah dan pernah sebesar 7,4% dan 3,7%.

Sesuai dengan wawancara penulis bahwa responden yang berpendapat dengan memberi nilai 5 dan 4 beralasan bahwa banyaknya sanggahan tersebut menyita waktu mereka karena banyak komplain dari pihak yang berkepentingan tidak bisa diselesaikan dalam waktu sehari meskipun tidak terjadi kesamaan jawaban karena masih ada responden yang menjawab tidak pernah berpengaruh terhadap bertambahnya beban kerja yang mereka kerjakan pada saat melakukan rekap penghitungan suara.

Tabel 4.19

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Beban Kerja Pada Saat Rekapitulasi Yang harus Diselesaikan Tepat Waktu Membuat Tidak Fokus

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 13 48,1

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa mayoritas responden sebanyak 48,1% menjawab beban kerja pada saat rekap tidak pernah membuat mereka tidak fokus sedangkan hanya 3,7 persen yang menjawab beban kerja di saat rekap selalu membuat tidak fokus sedangkan yang menjawab netral sebanyak 14,8% hal ini sesuai dengan wawancara penulis kepada responden bahwa dengan koordinasi yang sudah disepakati dengan pembagian tugas yang ada mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan rekap penghitungan suara yang ada meskipun waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rekap penghitungan suara tidak sebentar karena kemudian berlangsung hingga melewati tahapan jadwal rekap sesuai regulasi.

Tabel 4.20

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Beban Kerja Pada Saat Rekapitulasi Yang harus Diselesaikan Tepat Waktu Membuat Putus Asa

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 24 96,3

2. Pernah 1 3,7

3. Kadang-Kadang - 0

4. Sering - 0

5. Selalu - 0

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa dominan mayoritas responden sebanyak 96,3% menjawab beban kerja pada saat rekap tidak pernah membuat mereka putus asa. Tidak ada responden yang menjawab selalu atau sering. Hal ini sesuai dengan wawancara penulis kepada responden bahwa dengan koordinasi yang sudah disepakati dengan pembagian tugas yang ada mereka berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan rekap penghitungan suara yang ada meskipun waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan rekap penghitungan suara tidak sebentar karena kemudian berlangsung hingga melewati tahapan jadwal rekap sesuai regulasi. Tetapi itu semua tidak membuat mereka putus asa disamping juga ada koordinasi dan supervisi yang melekat dari para pimpinan KPU baik dari KPU Kabupaten Deli Serdang maupun KPU Provinsi Sumatera Utara yang juga memiliki tanggung jawab terhadap kesuksesan penyelenggaraan rekapitulasi di Kabupaten Deli Serdang. Berdasarkan keterangan Ketua KPU Deli Serdang bahwa kemudian pelaksanaan rekap penghitungan suara khususnya untuk Kecamatan percut sei tuan dipindahkan ke tempat yang lebih kondusif di gedung serbaguna pemerintah kabupaten Deli Serdang tidak lain dari upaya KPU Kabupaten Deli Serdang untuk mengawal dan menjaga penyelenggara (PPK dan PPS) untuk dapat fokus menyelesaikan tugas melakukan penghitungan suara pada saat itu.

Tabel 4.21

Jawaban Responden Tentang Pernyataan Beban Kerja Pada Saat Rekapitulasi Yang harus Diselesaikan Tepat Waktu Membuat Kondisi Kesehatan Menurun

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 9 36,0

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa responden menjawab beban kerja pada saat rekap membuat kesehatan mereka memburuk mayoritas menjawab tidak pernah dan kadang-kadang sebanyak 36,0 % dan tidak ada responden yang menjawab selalu meski ada responden yang menjawab sering sebanyak 12,0%. Hal ini sesuai dengan wawancara penulis bahwa responden tidak mempermasalahkan beban kerja tersebut faktor satu-satunya mengakibatkan kondisi kesehatan menurun. Dalam konteks ini para responden menjawab bahwa ditengah tuntutan beban kerja yang memuncak pada saat rekapitulasi penghitungan suara di satu sisi namun di sisi lain asupan giji, vitamin dan buah-buahan cukup untuk menunjang kinerja mereka meskipun mereka tidak menepis beban kerja yang ada juga kadang membuat kondisi kesehatan mereka memburuk.

Tabel 4.22

Jawaban Responden Tentang Semua Kegiatan Dalam Tahapan Pemilu Sulit Untuk Dikerjakan

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 13 52,0

2. Pernah 9 36,0

3. Kadang-Kadang 2 8,0

4. Sering 1 4,0

5. Selalu 0 0

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan data pada tabel diatas, diketahui bahwa mayoritas responden sebesar 52,0% menjawab tidak pernah merasa semua kegiatan dalam tahapan pemilu sulit untuk dikerjakan kemudian 36,0% menjawab pernah dan hanya 4,0%

yang menjawab sering sisanya 8,0% menjawab kadang-kadang. Hal ini sesuai dengan wawancara penulis kepada responden yang mayoritas 88,0%

menyampaikan bahwa pada umumnya semua tahapan pemilu memiliki tingkat kesukaran masing-masing namun dengan integritas, komitmen dan koordinasi yang baik mereka menilai semua tahapan tidak begitu sulit meski harus tetap teliti dan cermat.

Tabel 4.23

Jawaban Responden Tentang Tahapan Penghitungan Suara Memiliki Tingkat Kesulitan Tertinggi

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 11 44,0

2. Pernah 2 8,0

3. Kadang-Kadang 7 28,0

4. Sering 3 12,0

5. Selalu 2 8,0

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan tabel diatas berkaitan tentang pandangan responden yang dihubungkan dengan terjadinya keterlambatan rekap penghitungan suara dikarenakan karena tahapan rekapitulasi penghitungan suara memiliki tingkat kesulitan yang tinggi jawaban respon terdistribusi pada masing-masing pilihan jawaban pada kuisioner meskipun sebanyak 44,0% menjawab tidak pernah merasa bahwa tahapan rekapitulasi lebih sulit dibanding tahapan lainnya. Namun ketika di eksplorasi lebih jauh dengan melihat dan mengalami fakta yang terjadi pada keterlambatan rekap di Pemilu 2019 yang lalu sejumlah responden sebanyak 8%

menjawab selalu merasa kesulitan ketika mengerjakan tahapan rekap penghitungan suara begitu pun bagi 12% yang sering merasakan hal yang sama.

Tidak jauh berbeda dengan 28 % menjawab kadang-kadang merasa tahapan rekap lebih sulit dari tahapan yang lain.

Tabel 4.24

Jawaban Responden Tentang Tahapan Penghitungan Suara Memiliki Tingkat Kesulitan Tertinggi Membuat Tidak Fokus

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 18 72,0

2. Pernah 2 8,0

3. Kadang-Kadang 4 16,0

4. Sering 1 4,0

5. Selalu - 0

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 72 % responden tidak pernah merasa menjadi tidak fokus dengan tingkat kesulitan yang dihadapi ketika melakukan rekapitulasi penghitungan suara dibanding 8 % menjawab

pernah sedangkan hanya 1 orang atau 4% yang menjawab sering sisanya 16%

menjawab kadang-kadang. Berdasarkan hasil wawancara peneliti bahwa mayoritas responden merasa dengan kesulitan, tantangan , tenggat waktu dalam pengerjaan rekapitulasi penghitungan suara tidak membuat mereka tidak fokus atau gagal fokus. Lebih lanjut responden menjelaskan bahwa kondisi ini sudah mereka antisipasi dalam rapat-rapat dengan KPU Kabupaten/Kota atau KPU Provinsi mengingat Kabupaten Deli Serdang dengan luas geografis dan jumlah TPS termasuk dalam daerah yang berpotensi mengalami kerawanan dalam pemilu.

Tabel 4.25

Jawaban Responden Tentang Tahapan Penghitungan Suara Memiliki Tingkat Kesulitan Tertinggi Membuat Putus Asa

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 23 92,0

2. Pernah - 0

3. Kadang-Kadang 1 4,0

4. Sering 1 4,0

5. Selalu - 0

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa sebanyak 92 % responden tidak pernah merasa menjadi putus asa dengan tingkat kesulitan yang dihadapi ketika melaksanakan kegiatan rekapitulasi penghitungan suara dibanding 4 % menjawab sering sedangkan sisanya 4% menjawab kadang-kadang. Berdasarkan hasil wawancara peneliti bahwa mayoritas responden tidak merasa dengan kesulitan, tantangan , deadline waktu dalam pengerjaan rekapitulasi penghitungan

suara tidak membuat mereka putus asa dan menyerah. Lebih lanjut responden menjelaskan bahwa kondisi ini sudah mereka antisipasi dalam rapat-rapat dengan KPU Kabupaten/Kota atau KPU Provinsi mengingat Kabupaten Deli Serdang dengan luas geografis dan jumlah TPS termasuk dalam daerah yang berpotensi mengalami kerawanan dalam pemilu.

Tabel 4.26

Jawaban Responden Tentang Tahapan Penghitungan Suara Memiliki Tingkat Kesulitan Tertinggi Membuat Kondisi Kesehatan Memburuk

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 12 48,0

2. Pernah 7 28,0

3. Kadang-Kadang 5 20,0

4. Sering 0 0

5. Selalu 1 4,0

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa sebanyak 48%

mengatakan tidak pernah mengalami kondisi kesehatan yang memburuk di tengah kesulitan, tantangan , deadline waktu dalam pengerjaan rekapitulasi penghitungan suara, 7 % mengatakan pernah mengalami sedangkan hanya 1 orang atau 4% yang mengatakan selalu sisanya menjawab kadang sebanyak 20%. Berdasarkan analisis dari hasil wawancara peneliti kepada responden ketika dihubungan antara tingkat kesulitan rekapitulasi penghitungan suara yang mengakibatkan kondisi kesehatan para penyelenggara memburuk tidak sedominan jawaban responden yang mengatakan tidak pernah pada pertanyaannya sebelumnya tentang fokus dan keputusasaan,mereka beranggapan bahwa bagaimanapun dengan kondisi

pelaksanaan rekap yang tidak biasa dengan tuntutan kerja yang tinggi dirasakan 52 % yang terdiri dari responden yang memilih jawaban pernah, kadang kadang dan sering dan bagi mereka itu manusiawi.

4.1.6.3 Jawaban Responden terhadap Variabel Kompetensi Penyelenggara Berikut disajikan distribusi jawaban responden terkait pernyataan yang digunakan untuk mengukur kompetensi Penyelenggara Pemilu pada pelaksanaan rekapitulasi penghitungan suara di kabupaten deli serdang pada pemilu tahun 2019. Jumlah pernyataan ada 6 (enam) dengan distribusi jawaban masing-masing pernyataan sebagai berikut:

Tabel 4.27

Jawaban Responden Tentang Perencanaan Tahapan Pemilu Secara Detail

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 7 28,0

2. Pernah 3 12,0

3. Kadang-Kadang 2 8,0

4. Sering 2 8,0

5. Selalu 11 44,0

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa dalam hal perencanaan tahapan pemilu secara detail oleh penyelenggara, sebanyak 44 % mengatakan selalu membuat perencanaan ditambah 8 % mengatakan sering. Sedangkan dalam konteks responden yang tidak membuat perencanaan secara detail juga cukup banyak yang menyatakan tidak pernah sebanyak 28 %, pernah sebanyak 12%

sedangkan sisanya 8% menjawab kadang-kadang. Dari hasil wawancara penulis

diketahui bahwa tidak meratanya sikap para responden dalam hal membuat perencanaan yang matang dalam keseluruhan tahapan pemilu dikaitkan dengan adanya optimisme dan keyakinan mampu melaksanakan dengan baik walaupun bukan dengan tanpa perencanaan.

Tabel 4.28

Jawaban Responden Tentang Perencanaan Rekap Penghitungan Suara Lebih Detail dari Tahapan Lainnya

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 9 36,0

2. Pernah 2 8,0

3. Kadang-Kadang 1 4,0

4. Sering 4 16,0

5. Selalu 9 36,0

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa persentase responden yang menjawab tidak pernah dan selalu sama yakni 36% meskipun kemudian yang menjawab pernah sebanyak 8%, sering 16 % dan kadang-kadang hanya 4%. Hal ini menggambarkan juga berkaitan dengan wawancara yang penulis lakukan sebagai pengayaan bahan dalam kuisioner, bahwa ada responden yang menganggap tahapan rekap sama saja dengan tahapan lainnya dalam pemilu.

Namun di sisi lain sebagian besar responden lainnya menilai tahapan rekap sebagaimana merupakan penentu puncak dari pelaksanaan Pemilu harus dipersiapkan dan direncanakan dengan matang melebihi tahapan lainnya.

Tabel 4.29

Jawaban Responden Tentang Kemampuan Membuat Perencanaan Kegiatan Dengan Baik

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 1 4,0

Berdasarkan tabel diatas bahwa responden sebanyak 36% mengatakan pernah membuat perencanaan kegiatan secara baik, sedang 32% menjawab selalu mampu membuat perencanaan kegiatan yang baik, 24% sering kemudian 4 % tidak pernah dan kadang-kadang juga 4 %. Dari data tersebut yang juga peneliti konfirmasi dengan responden yang bersangkutan bahwa membuat perencanaan yang baik memerlukan skill yang terus dilatih ini yang dialami oleh mereka yang menjawab sering dan selalu sedangkan yang menjawab pernah artinya mereka tidak selalu membuat perencanaan dengan baik bahkan kebanyakan mendekati tidak pernah karena adanya kekurangpahaman tentang grand design kegiatan yang paripurna.

Tabel 4.30

Jawaban Responden Tentang Pemahaman Pemilu Dengan Sangat Baik

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah - 0

2. Pernah 1 4,0

3. Kadang-Kadang 7 28,0

4. Sering 7 28,0

5. Selalu 10 40,0

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa mayoritas responden menjawab selalu sebanyak 40% disusul menjawab sering 28%. Namun di sisi lain tidak sedikit pula yang menjawab bimbang kadang-kadang sebanyak 28% sedangkan yang menjawab tidak pernah sekalipun paham tentang pemilu 4% atau sebanyak 1 orang. Dari data tersebut yang juga peneliti konfirmasi dari responden bahwa memang pemahaman kepemiluan mulai dari perencanaan, pemutakhiran data hingga sengketa hukum tidak semuanya bisa dikuasai dengan baik termasuk juga permasalahan rekapitulasi penghitungan suara khususnya yang berkaitan dengan hal teknis hal ini berkaitan dengan sumber informasi baik yang sifatnya pelatihan/bimtek secara langsung. Ini menjadi alasan responden memilih kadang-kadang 28% dan pernah 4 %.

Tabel 4.31

Jawaban Responden Tentang Pengusaan Seluk Beluk Kegiatan Rekap Penghitungan Suara

No Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)

1. Tidak Pernah 1 4,0

2. Pernah 3 12,0

3. Kadang-Kadang 8 32,0

4. Sering 4 16,0

5. Selalu 9 36,0

Total 25 100,00

Sumber: Hasil Penelitian, 2020

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa penguasaan seluk beluk penyelenggara terhadap kegiatan rekap penghitungan suara beragam. Secara

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa penguasaan seluk beluk penyelenggara terhadap kegiatan rekap penghitungan suara beragam. Secara

Dokumen terkait