• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.4.4 Bahan Tambahan

2.4.4.4 Jenis Bahan Tambah Lainnya

Saat ini mulai dilakukan pengujian penambahan maupun pengganti material-material tertentu guna mencapai hasil ataupun mengetahui pengaruh dari penggunaan material tersebut. Bahan tersebut ditambahkan ke dalam campuran beton dengan berbagai tujuan, antara lain untuk mengurangi pemakaian semen, agregat halus maupun agregat kasar. Cara pemakaiannya pun berbeda-beda, sebagai bahan pengganti sebagian agregat atau sebagai tambahan pada campuran untuk mengurangi pemakaian agregat.

1. Abu Kulit Gabah (Rice Husk Ash)

Di penggilingan padi selalu menghasilkan kulit gabah yang banyak, yang kemudian akan menjadi limbah. Kulit gabah terdiri dari 75% bahan mudah terbakar dan 25% berat akan berubah menjadi abu. Abu ini dikenal dengan dengan Rice Husk Ash (RHA) yang mempunyai kandungan silika reaktif sekitar 85 – 90%. Untuk membuat abu kulit gabah menjadi silika reaktif yang dapat digunakan sebagai material pozzolan dalam beton maka diperlukan kontrol pembakaran yang baik. RHA sebagai bahan tambahan dapat digunakan dengan mencampurkannya pada semen atau hanya memakai air kapur sebagai campuran untuk mendapatka beton dengan kuat tekan rendah.

2. Abu Serabut Kelapa

Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki hasil pangan berlimpah menjadikan kaya akan sumber daya alam. Tanaman yang umumnya ditanam adalah padi, jagung, tebu, kelapa, dan lain-lain. Kelapa (Cocos nucifera) adalah anggota tunggal dalamCocos dari suku aren-arenan at Kelapa merupakan tumbuhan serbaguna karena hampir semua bagian dari tumbuhan ini dapat dimanfaatkan. Kelapa juga adalah sebutan untuk dihasilkan tumbuhan ini. Kelapa terdiri dari 4 bagian, yaitu:

1. Akar

Selain berfungsi sebagai penopang pohon dan penyimpanan air, akar pohon kelapa memiliki manfaat bagi kehidupan. Akar pohon kelapa bisa digunakan sebagai zat pewarna untuk perabotan rumah tangga. Akar

kelapa pun bisa dimanfaatkan sebagai obat, dalam ukuran dan takaran tertentu.

2. Batang

Batang kelapa tua dapat dijadikan bahan bangunan, mebel, jembatan darurat, kerangka perahu dan kayu bakar. Batang yang benar-benar tua dan kering sangat tahan terhadap sengatan rayap. Kayu dari pohon kelapa yang dijadikan mebel dapat diserut sampai permukaannya licin dengan tekstur yang menarik.

3. Daun

Daun kelapa sering digunakan untuk hiasan atau janur, sarang ketupat dan juga atap rumah. Tulang daun atau lidi dijadikan barang anyaman, sapu lidi dan tusuk daging (sate).

4. Buah kelapa

Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging (testa), daging buah, air kelapa dan lembaga.

• Kulit luar

Kulit luar merupakan lapisan tipis (0,14mm) yang mempunyai permukaan licin dengan warna bervariasi dari hijau, kuning sampai jingga, tergantung kepada kematangan buah. Jika tidak ada goresan dan robek, kulit luar kedap air.

• Serabut kelapa

Serabut kelapa merupakan bagian yang cukup besar dari buah kelapa, yaitu 35% dari berat keseluruhan buah. Serabut kelapa terdiri dari serat dan gabus yang menghubungkan satu serat dengan serat lainnya. Serat

adalah bagian yang berharga dari serabut. Setiap butir kelapa mengandung serat 525gr (75% dari serabut), dan gabus 175gr (25% dari serabut). Serabut yang telah dibuang gabusnya dapat dipakai untuk melapisi jok dan kursi serta bahan pembuatan tali. Serabut kelapapun dapat digunakan sebagai penggosok cuci piring atau spons. Serabut kelapa juga bisa digunakan sebagai bahan bakar sert

• Tempurung

Tempurung merupakan lapisan keras yang terdiri dari lignin, selulosa, metoksil dan berbagai mineral. Kandungan bahan-bahan tersebut beragam sesuai dengan jenis kelapanya. Struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung. Berat tempurung sekitar 15-19% dari berat keseluruhan buah kelapa. Tempurung kelapa dapat dibakar langsung sebagai kayu bakar, atau diolah menjadi arang. Arang batok kelapa dapat digunakan sebagai kayu bakar biasa atau diolah menjadi arang aktif yang diperlukan oleh berbagai industri pengolahan.

• Kulit daging buah

Kulit daging buah adalah lapisan tipis coklat pada bagian terluar daging buah.

• Daging buah

Daging buah merupakan lapisan tebal (8-15mm) berwarna putih. Bagian ini mengandung berbagai zat gizi. Kandungan zat gizi tersebut beragam sesuai dengan tingkat kematangan buah. Daging buah tua

merupakan bahan sumber minyak nabati (kandungan minyak 35%). Daging kelapa merupakan bagian yang paling penting dari komoditi asal pohon kelapa. Daging kelapa yang cukup tua, diolah menjadi kelapa parut, santan, kopra, dan minyak goreng. Sedang daging kelapa muda dapat dijadikan campuran minuman cocktail dan dijadikan selai. • Air kelapa

Air kelapa mengandung sedikit karbohidrat, protein, lemak dan beberapa mineral. Kandungan zat gizi ini tergantung kepada umur buah. Air kelapa dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroba, misalnya Acetobacter xylinum untuk produksi nata de coco.

Gambar 2.11 Serabut kelapa dari kelapa yang sudah tua

Pada penelitian ini yang digunakan adalah serabut kelapa serta kulit luar dari buah kelapa. Kondisi serabut dan kulit luar yang digunakan diambil dari buah kelapa yang sudah tua, biasanya berwarna kecoklatan. Serabut kelapa yang digunakan pada penelitian ini di peroleh dari kebun kelapa yang ada di daerah Krueng Raya, Aceh Besar.

Gambar 2.12 Pembakaran serabut kelapa

Hasil penelitian silika oksida yang terdapat pada abu serabut kelapa (ASK) dapat bersifat reaktif (amorphous) yang memungkinkan SiO2 bereaksi secara kimia dengan Ca(OH)2 atau kapur bebas hasil reaksi hidrasi semen dengan air.

Seiring dengan semakin meningkatnya pemakaian bahan-bahan tambah (additive) untuk beton, maka teknologi sederhana ini dapat dijadikan sebagai alternatif yang murah dan tepat guna. Pemanfaatan limbah untuk bahan konstruksi disamping akan memberikan penyelesaian permasalahan terhadap lingkungan juga akan meningkatkan mutu bahan konstruksi. Satu hal yang merupakan nilai tambah, nilai guna limbah, serta menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi dampak negatif. Pengolahan abu sabut kelapa sangat mudah. Cukup dibakar dengan panas tertentu hingga membantuk abu–abu lalu disaring hingga mendapatkan abu yang benar benar halus.

Hasil pemeriksaan komposisi kimia yang telah dilakukan disajikan dalam Tabel 2.6. Penggunaan abu serabut kelapa ini dalam campuran beton didasarkan atas sifat pozolanik yang terkandung dalam abu serabut kelapa, yaitu mampu bereaksi dengan kalsium hidroksida dan air untuk membentuk suatu bahan yang

dapat mengeras (sementasi). Sama halnya seperti fly ash (batu bara) yang merupakan pozolanik yang memiliki senyawa kimia aluminosilikat dan senyawa lainnya, abu terbang dapat digunakan sebagai bahan campuran semen untuk menghasilkan beton.

Tabel 2.6 Kandungan senyawa abu serabut kelapa (Alexander, 2011) dan semen (Nugraha dan Antoni, 2007)

Unsur Persentase

ASK Semen

SiO2 42,98 22

Al2O3 2,26 6

Fe2O3 1,66 2,5

Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa, abu serabut kelapa memiliki beberapa senyawa yang sama dengan yang terdapat pada semen.

Gambar 2.14 Diagram alir abu serabut kelapa (ASK) Mulai Pohon Kelapa Buah Kelapa Serabut Dikeringkan Dibakar Diayak dengan ayakan No. 200 Abu Serabut Kelapa Selesai

Adapun prosedur penelitian ini dapat dilihat pada gambar 2.15 berikut ini

Gambar 2.15 Diagram alir proses penelitian Mulai Identifikasi Masalah Studi Pustaka Menentukan Subjek Penelitian Menyiapkan bahan dan alat

Pembuatan Benda Uji Silinder Tes Kuat Tekan Tes Kuat Tarik Tes Waktu Ikat Semen Analisa Data Hasil Kesimpulan/Saran Selesai Pemeriksaan bahan

Dokumen terkait