Berdasarkan katalog FAO (Compagno, 2001), ikan pari dapat diklasifikasikan dalam lima ordo, dengan dua puluh famili, enam puluh empat genus, yang mewakili 600 spesies yang ada di dunia ini. Pada umumnya ikan pari hidup di dekat dasar perairan yang lembek (berlumpur), lumpur pasir, tanah keras dan bahkan yang berbatu atau koral. Namun beberapa famili seperti Mobulidae atau devil rays di antaranya genus Manta hidup pada zona epipelagis (Compagno, 1999). Distribusi geografis ikan pari adalah sangat luas, di mana ikan pari
ditemukan di perairan tropis, subtropis (beriklim sedang) dan perairan di Antartika yang dingin.
Berdasarkan data hasil penelitian ini, ikan pari di Laut Jawa terdiri dari ikan pari terdiri dari 4 ordo, 9 famili , 16 genus, dan 42 jenis ikan. Jenis - jenis ikan pari pada setiap lokasi memiliki kesamaan dan perbedaan. Jumlah jenis ikan pari terbanyak diperoleh di Indramayu, Tegal dan Juana, yaitu sebanyak 24 jenis ikan. dan yang paling sedikit diperoleh di Brondongl sebanyak 18 jenis ikan. Tidak banyak Perbedaan jumlah jenis antar lokasi, namun masing-masing lokasi memiliki dominasi spesies yang berbeda.
Di seluruh perairan Malaysia diperoleh 41 jenis pari dari 11 famili (Ahmad, 1998). Selanjutnya ikan pari yang pernah teridentifikasi secara akurat di Indonesia sesuai hasil penelitian Sainsbury et al.(1985) dan Tarp and Kailola (1982) yang dilakukan di Samudra Hindia paling tidak sebanyak 16 spesies. Penelitian lain yang di lakukan di Laut Cina Selatan oleh Isa et al.(1998) mencatat sebanyak 4 spesies. Subani (1986) menyampaikan bahwa ikan pari yang termasuk mempunyai nilai ekonomis penting di Indonesia ada 4 spesies, yaitu : pari kampret-short tailed butterfly (Gimnura miccrura), pari kembang-spotted stingray (Trigon kuhlii), pari kelapa-cowtail ray (Trigon sephen) dan pari burung-eagle ray (Naethomilus nichifii).
Komposisi Ikan pari paling dominan adalah Himantura gerrardi dan diperoleh paling banyak di daerah Brondong, selajutnya ikan dominan kedua adalah Dasyatis kuhlii dan diperoleh terbanyak di Jakarta. Komposisi jenis ikan pari di Laut Jawa didominasi oleh Himantura gerrardi sebesar 25,45 %, kemudian disusul secara berurutan oleh Dasyatis kuhlii sebesar 23,05 %, Dasyatis zugei sebesar 8,30 %, dan Himantura bleekeri sebesar 7,11 %. Selanjutnya komposisi jenis pari menurut lokasi berbeda – beda. Pada perairan India dilaporkan jenis ikan pari didominasi oleh Dasyatis blekeri, Dasyatis kuhlii dan Dasyatis zugei (Hanfee, 1999).
Komposisi dan jenis yang berbeda antara berbagai perairan lebih disebabkan perbedaan kondisi lingkungan perairan (habitat) tersebut yang menyebabkan jenis dan komposisi Elasmobranchii yang berbeda dan sekitar 15 persen Elasmobranchii bersifat endemik terhadap habitat tertentu (Steven, 2003).
Selanjutnya hasil penelitian di perairan laut Jawa ini memberikan indikasi bahwa jenis dan komposisi ikan pari di perairan ini tidak menyebar secara merata, atau berbeda menurut lokasi dan wilayah perairan. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah dari Laut Jawa memiliki jenis dan komposisi ikan pari yang lebih beragam dibandingkan wilayah Jawa Timur. 4.4.4 Implikasi keragaman jenis pada pengelolaan cucut dan pari
Banyaknya jenis cucut dan pari yang berhasil diidentifikasi pada penelitian memberikan pemahaman bahwa perikanan komoditas ini di Laut Jawa bersifat multi spesies. Implikasi pada pengelolaannya adalah bagaimana menerapkan bentuk pengelolaan perikanan cucut dan pari yang terdiri dari beragam jenis, berumur panjang dan memiliki karakteristik biologi khusus ( disajikan pada bab 6 aspek biologi).
Perbedaan komposisi dan jenis antar lokasi merupakan refleksi dari armada penangkapan yang berpangkalan dari masing-masing lokasi serta daerah operasinya (disajikan pada bab 5 aspek teknologi penangkapan). Perbedaan komposisi antar lokasi merupakan gambaran awal dari penyebaran jenis komoditas ini di Laut Jawa. Langkah awal perikanan ini adalah perbaikan pendataan yang lebih baik dari yang telah dilakukan oleh petugas perikanan saat ini ( disajikan pada bab 7 pengelolaan).
4.5 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian identifikasi, perbandingan jenis dan komposisi ikan cucut dan pari di Laut Jawa diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Ikan cucut dan pari (Elasmobranchii) yang diidentifikasi di perairan Laut Jawa tergolong sebagai anggota 7 ordo, 18 famili , 31 genus, dan 77 jenis ikan. Cucut memiliki 3 ordo, 10 famili , 15 genus, dan 35 jenis ikan, Sedangkan pari terdiri dari 4 ordo, 9 famili , 16 genus, dan 42 jenis ikan.
2. Jumlah jenis pari lebih banyak dibandingkan jumlah jenis ikan cucut di Laut Jawa. Dan jumlah jenis ikan cucut dan pari (Elasmobranchii) pada setiap lokasi berbeda-beda, jumlah terbanyak diperoleh di Jakarta, yaitu sebanyak 47 jenis, dan yang paling sedikit di Tegal sebesar 33 jenis.
3. Komposisi jenis cucut dan pari di Laut Jawa menunjukkan bahwa jumlah pari lebih dominan dibandingkan cucut. Perbandingan persentase komposisi cucut dibanding pari di Laut Jawa adalah 25,95 % berbanding 75,05 %. Komposisi jenis cucut dan pari di Laut Jawa didominasi oleh Himantura gerrardi sebesar 19,12 %, kemudian disusul oleh Dasyatis kuhlii sebesar 17,31 %, Dasyatis zugei sebesar 6,23%. Jenis cucut dan pari yang dominan di Laut Jawa adalah sembilan jenis pari dan cucut hanya diwakili empat jenis ikan.
4. Jenis - jenis cucut pada setiap lokasi memiliki kesamaan dan perbedaan. Jumlah jenis cucut terbanyak diperoleh di Jakarta, yaitu sebanyak 24 jenis ikan. Dan jumlah jenis ikan cucut yang paling sedikit diperoleh di Tegal sebanyak 9 jenis ikan
5. Komposisi jenis cucut di Laut Jawa didominasi oleh Carcharhinus sorrah sebesar 12,32 %, kemudian disusul secara berurutan oleh Carcharhinus sealeii sebesar 11,81 %, Carcharhinus dussumieri sebesar 9,17 %. Selanjutnya komposisi Ikan cucut paling dominan, yaitu Carcharhinus sorrah diperoleh di terbanyak Jakarta, dominan kedua adalah Carcharhinus sealeii diperoleh terbanyak di Juana.
6. Jenis - jenis pari pada setiap lokasi memiliki kesamaan dan perbedaan. jumlah jenis ikan pari yang tertinggi diperoleh di Lokasi Indramayu, Tegal dan Juana, yaitu sebanyak 24 jenis ikan. Jumlah jenis ikan pari yang diperoleh di Jakarta sebanyak 23 jenis ikan, dan paling sedikit diperoleh dilokasi Brondong sebanyak 18 jenis ikan.
7. Komposisi jenis pari di Laut Jawa didominasi oleh Himantura gerrardi sebesar 25,45 %, kemudian disusul secara berurutan oleh Dasyatis kuhlii sebesar 23,05 %, Dasyatis zugei sebesar 8,30 %. Selanjutnya komposisi Pari paling dominan, yaitu Himantura gerrardi diperoleh terbanyak Brondong, selajutnya ikan dominan kedua, yaitu Dasyatis kuhlii diperoleh terbanyak di Jakarta.
8. Penelitian di Laut Jawa ini memberikan indikasi bahwa jenis dan komposisi ikan cucut dan pari di perairan ini tidak menyebar secara merata, atau berbeda menurut lokasi dan wilayah perairan. Hasil penelitian
juga menunjukkan bahwa wilayah Barat Laut Jawa memiliki jenis dan komposisi cucut dan pari yang lebih beragam dibandingkan wilayah lainya.