• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil penelitian tentang jenis tanaman obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa spontan dapat dilihat pada Tabel 5 berikut.

Tabel 5. Jenis Tanaman yang Digunakan Sebagai Obat Tradisional Oleh Masyarakat Desa Spontan

No. Nama Ilmiah/Family

Kegunaan Khasiat

Tumbuhan Bagian yang Digunakan Pemakaian Cara 1. Beluntas (Pluchea indica L) Compositae Mengobati tekanan darah tinggi

Daun Ambil daunnya secukupnya lalu di cuci hinggah bersih kemudian di remas-remas sampai keluar lendir lalu di tuang kedalam gelas di minum 1-2 gelas sehari .

20 2. Pepaya (Carica papaya L) Caricaceae Menghilangkan penyakit malaria, penyakit kuning Daun,akar, batang

Ambil daun papaya yang muda tumbuk daun hingga menjadi halus, lalu tambahkan ¼ gelas air dan tambahkan sedikit garam, peras campuran itu ,disaring lalu minum cairan ramuan 3 kali sehari dengan cara yang sama lakukan pengobatan 5 hari berturut-turut. 3. Jarak pagar (Jatropha curcas L) Euphorbiaceae Mengobati perut kembung atau panas tinggi Daun, akar dan bunga

Ambil beberapa helai daun.akar, bunga kemudian dicuci hingga bersih kemudian di rebus lalu ambil airnya kemudian di minum sebanyak 3 kali sehari untuk menghilangkan penyakit malaria atau perut kembung

4. Tapak dara (Catharanhus roceus (L) G. Don Apocynaceae Untuk mengobati luka lama

Daun Ambil daunnya 3 atau 5 daun kemudian di remas-remas hingga lunak kemudian ditempelkan ke daerah yang sakit

5. Daun sirsak (Annona muricata L) Annonacea Untuk mengobati kanker

Daun Ambil daunya secukupnya lalu dicuci hingga bersih dan di rebus hingga mendidih kemudian di tuangkan kedalam gelas lalu di minum 1-2 gelas sehari 6. Kumis kucing (Orthosiphon aristatus(BL) Miq Labiataceae Mengobati kencing manis

Akar Rebus 5 -10 batang akar Kumis Kucing dalam 1 liter air sampai mendidih minum 3 gelas sehari

7. Kunyit putih (Curcuma alba L) Poaceae

Mengobati

keputihan Daun Ambil daunya 4-9 helai daun di cuci hingga bersih kemudian direbus lalu di minum 2 gelas sehari

8. Lidah buaya (Aloe vera L) Asphodelaceae Untuk mengobati sakit panas

Daun Diambil daunnya lalu dicuci hingga bersih kemudian dikupas kulitnya lalu diambil lendirnya terus ditempelkan pada badan yang panas.

9. Jarak cina (Jatropha multifida Linn) Euphorbiaceae Untuk menyembuhka n luka yang baru

Tangkai Ambil tangkai lalu dipatah dan diambil getahnya lalu ditempelkan pada kulit yang luka. 10. Jahe merah (Zingiber officinale Linn.) Zingeberaceae Untuk perut kembung dan diare Umbi/ rimpang

Diambil umbinya lalu dicuci hingga bersih kemudian dipotong kecil-kecil lalu direbus campur gula merah/putih sedikit lalu diminum airnya.

11. Cincau pohon (Cyclea barbata miers) Menispermaceae Tekanan darah tinggi

Daun Ambil daun secukupnya lalu dicuci hingga bersih , disiram dengan air hangat lalu diremas-remas hingga kental lalu disaring terus didiamkan kira-kira 1atau 2 jam kemudian diminum.

12. Bunga mawar (Rosa hybrida) Rosaceae Untuk mencegah keputihan pada wanita Daun dan akar

Diambil daun dan akar lalu dicuci bersih direbus ,lalu diambil airnya terus diminum airnya 2 kali sehari. 13. Turi

(Sesbania grandiflora) Papilionaceae

Disentri dan

berak darah Kulit batang Cuci bersih kulit batang pohon turi yang bunganya yang berwarna merah sebesar ibu jari. Rebus kulit batang tersebut dalam 2 gelas air hingga airnya tersisa 1 gelas. Dinginkan, lalu saring ramuan. minum ramuan sekaligus dan lakukan sehari 2 kali dengan dosis yang sama.

14. Keji beling (Strobilanthes crispus BI) Acanthaceae Mengobati kanker Daun dan akar

Diambil daun dan akarnya lalu dicuci bersih lalu direbus hingga mendidih terus diminum airnya.

15. Lengkuas (Alpinia galanga Linn)

Zingeberaceae

Mengobati

sakit kurap Umbi Ambil satu rimpang lengkuas lalu dicuci bersih lalu dipotong-potong bagian ujungnya lalu digosok-gosokan pada bagian tubuh yang kena kurap. 16. Jambu biji (Psidium guajava L) Myrtaceae Untuk penyakit diare

Daun Ambil daun jambu biji muda secukupnya lalu dicuci bersih lalu direbus kemudian diambil airnya lalu diminum airnya.

17. Pacar air (Aglaia odorata Lour)

Balsaminaceae

Obat bisul Bunga dan daun

Ambil 3- 6 helai bunga pacar air dan 5 lembar daun cocor bebek lalu cuci hinga bersih lalu rebus dengan air

secukupnya,kemudian di dinginkan,setelah dingin saring air

rebusannya,lalu minum 2 kali sehari 18. Mengkudu (Morinda citrifolia L) Rubiaceae Untuk obat batuk dan darah tinggi

Buah Ambil 2 buah mengkudu yang masak,kemudian dicuci bersih, lalu di parut. Tambahkan 3 sendok air masak, 1 sendok teh cuka,dan sedikit garam,lalu aduk merata. Peras campuran tersebut dengan sepototong kain, lalu minum air perasannya sekaligus 1 sehari sekali. 19. Belimbing wuluh

(Averrhoa bilimbi Linn)

Oxalidaceae

Untuk obat

batuk Buah Diambil buah belimbing telunjuk secukupnya lalu dicuci kemudian direbus hingga mendidih airnya kemudian diminum airnya.

20. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia Rutaceae Obat kena gigitan lipan dan kalejengking Air buah jeruk

Belah buah jeruk peras air jeruk pada bekas gigitan/sengatan 21. Senggani (Melastoma candidum. D) Melastomataceae Obat penghenti pendarahan luka sabitan pusau dll

daun Remas 3/4 helai daun tempelkan pada daerah yang luka.

22 22. Manggis (Garcinia mangostana) Guttiferae Obat kanker,jantung dan liver

Kulit buah Ambil kulit manggis lalu dikeringkan kemudian ditumbuk hingga halus lalu direbus kemudian diminum airnya. 23. Alang-alang

(Imperata cylindrica L.)

Graminaceae

Obat cacar air Akar muda Ambil secukupnya cuci rebus minum 3 gelas sehari 24. Sirih merah (Piper decumanum L) Piperaceae Obat pendarahan pada wanita

Daun Ambil ¾ helai daun cuci bersih,lalu rebus dengan air secukupnya, kemudian di dinginkan, setelah dingin minum 3x sehari 25. Kunyit (Curcuma longa Linn) Poaceae Mengobati

sakit demam rimpang Umbi/ Cuci 20 g rimpang kunyit segar,lalu parut. Aduk parutan kunyit dengan air matang secukupnya,lalu peras dengan sepotong kain. Kemudian minum air perasannya 2 kali sehari. 26. Sosor bebek (kalanchoe pinnata ( lam) Pers Crassulaceae Untuk obat radang amandel

Daun Cuci bersih 7 helai daun sosor bebek,lalu lumatkan. Peras hasil tumbukan dengan kain saring. Kemudian gunakan air perasan untuk kumur-kumur.

27. Salam

(Eugenia polyantha weiht)

Myrtaceae

Obat kolestrol Daun Ambil daun salam dicuci bersih kemudian direbus lalu diminum airnya. 28. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Zingeberaceae Penambah nasfu makan

Umbi Ambil umbi temulawak dicuci bersih direbus kemudian diminum airnya. 29. Daun Iler

(Coleus

scutellarioides (L) Benth

Labiataceae

Obat batuk Daun Ambil daun miyana secukupnya dicuci bersih diremas-remas kemudian dicampur air bersih disaring,diambil airnya dicampurkan dengan madu lalu diminum.

Sumber: Data Primer, 2014

Tabel di atas menunjukan bahwa spesies tumbuhan yang digunakan sebagai bahan obat oleh masyarakat Desa Spontan sebanyak 29 spesies dari 23 family. Untuk melihat lebih jelas keanekaragaman tanaman menurut bagian tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa spontan disajikan pada Gambar 1 berikut ini.

Gambar 1. Diagram Bagian Tanaman Yang Dimanfaatkan Sebagai Obat Tradisional

Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional oleh masyarakat adalah daun (17 spesies), kemudian bagian tanaman yang kedua adalah akar (6 spesies) selanjutnya rimpang/umbi, buah, batang dan bunga.

Selanjutnya tanaman obat yang biasa digunakan masyarakat berdasarkan family ditampilkan pada Gambar 2 di bawah ini.

0 2 4 6 8 10 12 14 16 18

24

Gambar 2. Diagram Keanekaragaman Spesies Tanaman Obat Menurut Family

0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 Apocynaceae Annonaceae Asphodelacea Acanthaceae Compocitae Cricaceae Crassulaceae Euphorbiaceae Guttiferae Graminaceae Labiataceae Melastomataceae Myrtaceae Poaceae Papilionaceae Piperaceae Oxasalidaceae Zingeberaceae Rubiaseae Balasmaniaceae Rubiaseae Rutaseae Rosaceae Menispermaceae Jumlah Family

Gambar 2. menunjukkan terdapat 23 family tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai tanaman obat tradisional. Dengan jumlah spesies terbanyak pada family Zingiberacea yaitu 3 spesies, dikuti oleh family Myrtaceae, Melastomataceae, dan Labiataceae sebanyak 2 spesies sedangkan sisanya masing-masing 1 spesies.

B. PEMBAHASAN

Responden yang mewakili Desa Spontan, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran adalah sebanyak 50 responden dari RT 01, 16 dan 17, yang terdiri dari 27 laki-laki dan 23 perempuan. Adapun kisaran usia dari 20 tahun sampai lebih dari 70 tahun, dengan jumlah terbanyak berusia 40-49 tahun sejumlah 15 responden dan usia 60-69 tahun sejumlah 12 responden. Walaupun mata pencaharian mayoritas responden adalah petani (35 responden atau 70%) namun tingkat pendidikan responden dapat dikatakan cukup baik karena mayoritas (26 responden atau 52%) telah lulus SMA dan 2 reponden menyelesaikan kuliah.

Jenis tanaman obat yang telah dimanfaatkan oleh 50 responden seperti yang tertuang dalam Tabel 5 adalah sebanyak 29 spesies tanaman yaitu: beluntas

(Pluchea indica L), pepaya (Carica papaya), jarak pagar (Jatropha curcas L), tapak dara (Catharanhus roscus (L) G. Don), kunyit putih (Curcuma alba L), jarak cina (Jathropha multifida Linn), lengkuas (Alpina galangal Linn), mengkudu (Morinda

citrifolia L), sirsak (Annona muricata L), kumis kucing (Orthosiphon aristatus (BL)

Miq, lidah buaya (Aloe vera L), jahe merah (Zingiber officinale Linn.), cincau pohon

(Melastoma polyanthum B), bunga mawar (Rosa hybrida), turi (Sesbania

grandiflora), keji beling (Strobilanthes crispus BI), jambu biji (Psidium guajava L), pacar cina (Aglaia odorata Lour), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn),

alang-26

alang (Imperata cylindrica L.), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), senggani (Melastoma

candidum. D,) manggis (Garcinia mangostana), sirih merah (Piper decumanum L), kunyit (Curcuma longa Linn), sosor bebek (kalanchoe pinnata ( lam) Pers, salam (Eugenia polyantha weiht), temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) dan daun Iler (Coleus scutellarioides (L) Benth. Dari 29 spesies tersebut, termasuk dalam 23 family yaitu Zingiberaceae, Melastomataceae, Labiataceae, Myrtaceae, Annonaceae, Apocynaceae, Acanthaceae, Asphodelaceae, Balsaminaceae, Caricaceae, Compositaceae, Crassulaceae, Menispermaceae, Euphorbiaceae, Guttiferae, Graminaceae, Oxalidaceae, Papilionaceae, Poaceae, Piperaceae, Rutaceae, Rosaceae, dan Rubiaceae.

Dari jumlah tersebut, yang sering dimanfaatkan oleh responden hanya 8 spesies tanaman yaitu beluntas (Pluchea indica L), pepaya (Carica papaya), tapak dara (Catharanhus roscus (L) G. Don), kunyit putih (Curcuma alba L), mengkudu

(Morinda citrifolia L), sirsak (Annona muricata L), kumis kucing (Orthosiphon

aristatus (BL) Miq, dan jarak cina (Jathropha multifida Linn).

Pemanfaatan 8 jenis tanaman obat tersebut dikarenakan jenis tersebut mudah dijumpai dan dapat dipergunakan sebagai sayuran, juga karena manfaat yang diberikan oleh tanaman tersebut. Sebagai contoh beluntas (Pluchea indica L) daunnya berkhasiat mengobati tekanan darah tinggi. Di dalam Nuraini (2014), daun beluntas bersifat stomakik (meningkatkan nafsu makan), diuretik (memperlancar kencing), diaforetik (peluruh keringat), anti bakteri dan analgesik (menghilangkan nyeri). Daun beluntas juga berkhasiat untuk menurunkan panas, menyembuhkan radang dan anti luka, mengobati skabies, menggobati TBC, mengobati kelenjar leher

(cervical tubercolous lymphadenitis), menambah nafsu makan, nyeri tulang (osteodinia), dan menghilangkan bau badan. Daun muda bagian atas dan perbungaan, baik dalam kondisi mentah atau telah dimasak dapat dikonsumsi sebagai makanan pelengkap nasi atau lalapan, bahkan kadang-kadang dimanfaatkan sebagai bahan sup.

Daun pepaya (Carica papaya) mengandung vitamin B, C, karbohidrat, protein, lemak, mineral, kalsium, fosfor, dan enzim papain. Efek farmatologi, dari daun tanaman papaya, antara lain membantu menghilangkan nyeri haid pada wanita, mengobati jerawat, melancarkan pencernaan, menambah nafsu makan, serta mengobati demam berdarah. Sementara itu, buah papaya yang masih mengkal berkhasiat sebagai pencahar ringan, peluruh urine, melancarkan ASI dan abortivum. Selain itu,buah papaya yang matang berkhasiat untuk memacu enzim pencernaan, peluruh empedu,menguatkan lambung dan anti-scorbut (Hariana, 2013).

Jarak cina (Jathropha multifida Linn), bagian tangkainya berkhasiat mengobati luka baru yang terjadi karena kesengajaan atau kecelakaan yang dapat dialami oleh anak-anak maupun dewasa. Dalam Hariana ( 2013), disebutkan bahwa jarak cina memiliki rasa yang agak pahit dan bersifat netral. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalamnya diantaranya α-amirin, kampesterol, stigmasterol, β-sitosterol, 7α-diol dan HCN. Selain itu batangnya mengadung alkoloid, saponin,

flavonoid, dan tannin. Efek farmatologi antara lain penurun panas ,anti-inflamasi, dan menghambat pendarahan.

28

Sirsak (annona moricata L). Daun sirsak bersifat asam. Oleh karena itu, pasien yang lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi daun sirsak dalam bentuk ramuan tunggal, tetapi dipadukan dengan herbal yang dapat melindungi lambung dari peningkatan keasaman tersebut. Sebagai tanaman anti kanker daun sirsak hanya menyerap sel kankernya dan tidak membahayakan sel sehat, mencegah radikal bebas, meningkatkan energi dan sistem kekebalan tubuh. Daun dari tanaman ini bersifat antibakteri, antijamur, antiparasit, anti spasmodik, anti kanker, dan hipotensif.

Salah satu metode pemakain daun sirsak adalah direbus. Hasil rebusan yang bagus menunjukan warna hijau kekuningan dan tidak terlalu gelap. Jika warnanya kehitaman, itu menandakan proses penyimpanannya terlalu lama sehingga terjadi proses oksidasi pasca perebusan (Nuraini, 2014).

Adapun jenis-jenis tanaman obat lainnya, dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan. Terkadang juga jenis-jenis tanaman obat tersebut digunakan sebagai bahan campuran makanan atau membuat minuman.

Hasil peneltian Yehuda (2013) di masyarakat Kampung Muara Leban ada 41 spesies tanaman obat yang dimanfaatkan. Beberapa spesies yang sama dengan penelitian ini adalah beluntas (Pluchea indica L), pepaya (Carica papaya), sirsak (Annona muricata L), kumis kucing (Orthosiphon aristatus (BL) Miq, jambu biji (Psidium guajava L), alang-alang (Imperata cylindrica L.), jeruk nipis (Citrus

aurantifolia), senggani (Melastoma candidum. D), dan sirih merah (Piper

decumanum L). Dari 9 spesies tersebut, bagian yang digunakan dan manfaat yang diperoleh serta cara pengolahanya pun hampir sama. Seperti beluntas (Pluchea

indica L), bagian yang digunakan adalah daun untuk menurunkan tekanan darah tinggi dengan cara meremas daun kemudian diminum demikian juga pada sirih merah (Piper decumanum L) dan senggani (Melastoma candidum. D). Sementara yang lainnya bagian tanaman yang digunakan sama tetapi pemanfaatannya berbeda.

Hasil kuisioner (Tabel 6) menyatakan bahwa mayoritas pengenalan responden terhadap tanaman obat adalah melalui teman/tetangga yaitu 28 responden (56%), melalui orang tua (12 responden atau 24%) dan sisanya dari sumber lain. Hal ini memperlihatkan bahwa mencegah dan menjaga kesehatan merupakan hal yang penting sehingga jika ada teman atau tetangga yang sakit kemudian sembuh maka mereka akan membagikan pengobatan yang mereka jalankan. Atau jika mereka tahu cara pengobatannya mereka juga akan memberikan saran kepada teman/tetangga yang sakit tersebut. Sebagian besar tanaman obat mereka peroleh dari pekarangan rumah mereka (25 reponden atau 50%) ada juga yang membeli di pasar (20 responden atau 40%). Tanaman tersebut ada yang sudah lama ditanaman atau baru saja mereka budidayakan karena diketahui khasiat dari tanaman tersebut. Hal ini dikarenakan ada yang sudah memanfaatkan tanaman tersebut sejak turun temurun (13 responden atau 26%) tapi ada juga yang baru 1 tahun terakhir memanfaatkannya (12 responden atau 24%). Dengan tersedianya tanaman obat di pekarangan rumah akan memudahkan masyarakat untuk memanfaatkan jika ada yang sakit sehingga pertolongan pertama dapat segera dilakukan.

30

beluntas, pepaya, jarak pagar (Jatropha curcas L), tapak dara (Catharanhus

roscus (L) G. Don), kunyit putih (Curcuma alba L), jarak cina (Jathropha multifida

Linn), lengkuas (Alpina galangal Linn), mengkudu (Morinda citrifolia L), sirsak (Annona muricata L), kumis kucing (Orthosiphon aristatus (BL) Miq, lidah buaya (Aloe vera L), jahe merah (Zingiber officinale Linn.), pohon cincau (Cyclea brabata

mires), bunga mawar, (Rosa hybrid) turi (Sesbania grandiflora), keji beling, jambu biji, pacar cina, belimbing wuluh, alang-alang (Imperata cylindrica L.), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), senggani (Melastoma candidum. D,) manggis (Garcinia

mangostana), sirih merah, kunyit (Curcuma longa Linn), sosor bebek (kalanchoe

pinnata ( lam) Pers, salam (Eugenia polyantha weiht), temulawak (Curcuma

xanthorrhiza Roxb) dan daun Iler.

Tanaman obat ini, tidak hanya dimanfaatkan secara khusus untuk pengobatan tetapi terkadang juga dikonsumsi sebagai sayuran oleh 14 responden (28%) dan dijadikan sebagai tanaman hias oleh 8 responden (16%) sementara yang memanfaatkan khusus untuk pengobatan sebanyak 14 responden (28%). Pemanfaatan ini berkaitan dengan ciri botani tanaman tersebut. Seperti sirih merah (Piper decumanum L), daun iler (Coleus scutellarioides (L) Benth atau pacar cina (Aglaia odorata Lour) dan bunga mawar (Rosa hybrida) tampak indah jika dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Sementara papaya (Carica papaya), beluntas

(Pluchea indica L,), dan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Linn) dapat juga dikonsumsi sebagai sayur.

Bagian tanaman yang dipergunakan bervariasi, mulai dari daun, batang, buah/biji sampai akarnya, tergantung pada khasiat yang diberikan (Gambar 2).

Terkadang dari 1 jenis tanaman obat tersebut, untuk mengobati 1 jenis penyakit menggunakan lebih dari 1 bagian tumbuhan seperti jenis keji beling (Strobilanthes

crispus BI) untukmengobati kanker digunakan daun dan akar, demikian juga bunga mawar (Rosa hybrida)untuk mencegah keputihan, bagian yang digunakan daun dan akarnya. Sementara untuk jenis tanaman yang lainya hanya menggunakan 1 bagian tumbuhan seperti daun, misalnya pada jenis tanaman sirsak (Annona muricata) atau jambu biji (Psidium guajava L). Pada jenis tanaman belimbing wuluh (Averrhoa

bilimbi, linn)buahnya berkhasiat mengobati batuk.

Bagian tanaman yang banyak digunakan adalah daun (17 spesies). Daun umumnya berkhasiat lunak karena mempunyai kandungan air yang tinggi (70 - 80 %) dan merupakan tempat akumulasi fotosintesis yang di duga mengandung unsur-unsur atau zat organik yang memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit (A. Fahn, 1992). Keuntungan lain dari daun adalah memiliki serat yang lunak sehingga mudah mengekstrak (zat-zat) yang akan digunakan sebagai obat.

Cara mengolah tanaman obat, bergantung pada bagian tanaman yang akan digunakan, dengan cara diparut, direbus, ditumbuk, diremas, ditempelkan, diminum atau langsung dimakan. Jika bagian daun bisa hanya di remas-remas, direbus atau dimakan langsung, tetapi jika bagian akar atau kulit biasanya direbus terlebih dahulu. Sebanyak 27 responden (54%) menyatakan tanaman obat tersebut direbus terlebih dahulu, 12 responden (24%) menyatakan cukup dengan meremas-remas dan 4 responden (8%) menyatakan langsung dimakan tanpa diolah terlebih dahulu.

32

Hasil penelitian terhadap 50 responden menunjukkan bahwa selama mengkonsumsi jenis-jenis tanaman obat sebagai obat tradisional seluruh responden (100%) tidak pernah merasakan dampak negatif seperti mual atau keracunan.

Sebagian besar tanaman obat tersebut telah diketahui oleh masyarakat luas dan telah diteliti pula kandungan kimia atau zat aktifnya dan efek yang ditimbulkannya. Namun untuk lebih baiknya dilakukan penelitian lebih lanjut tentang kandungan kimia atau zat aktif dari tanaman obat yang belum diketahui. Sehingga masyarakat luas dapat memanfaatkan tanpa ada keraguan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait