BAB III METODE PENELITIAN
B. Jenis dan Tipe Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui penelitian kualitatif dengan menjelaskan dan menggambarkan peristiwa yang benar-benar terjadi baik kejadian secara mendalam, rinci dan tuntas sehingga merupakan tujuan dari penelitian ini. Oleh sebab itu melalui pendekatan kualitatif dalam penelitian ini yaitu dengan menggabungkan dan mencocokkan antara peristiwa yang terjadi dengan teori yang berlaku.
2. Tipe Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan tipe penelitian fenomenologi yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai masalah-masalah yang akan diteliti baik berdasarkan fenomena-fenomena yang terjadi pada objek penelitian selama penelitian berlangsung maupun pengalaman informan.
24 C. Sumber Data
1. Data Primer
Data primer merupakan pernyataan atau informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan informan, dalam hal ini yaitu pihak-pihak kepolisian yang terkait dengan masalah pelanggran lalu lintas Kabupaten Gowa.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari Peraturan Perundang-undangan, pencatatan dokumen-dokumen (arsip), ataupun data-data informasi lain mengenai penelitian ini.
D. Informan Penelitian
Dalam penelitian ini, peran informan sangat penting dan perlu. Penentuan narasumber (informan) dalam penelitian ini untuk diwawancarai secara mendalam dilakukan dengan cara, memilih orang tertentu yang dipandang memiliki pengetahuan dan informasi mengenai permasalahan yang diteliti mengenai strategi kepolisian Polres Gowa dalam mengurangi pelanggaran lalu lintas yang terjadi di Sungguminasa Kabupaten Gowa
Penelitian ini terdapat informan yang terdiri dari 5 orang Anggota Kepolisian dan 4 orang masyarakat yakni, Kaur Binopnal, Kaur Mintu, Kanit Turjawali, Kanit Dikyasa, Banit Tilang, Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat. Untuk mengetahui lebih jelas informan dalam peneletian ini dapat dilihat pada tabel data informan berikut ini:
25 Gambar 3.1 Data informan penelitian
No Nama Inisial Jabatan Jumlah
1. Ida Ayu Made Ari, S.H IA Kaur Binopnal 1
2. Abdul Aziz AZ Kaur Mintu 1
3. Dalhari DL Kanit Turjawali 1
4. Misbar, S.Sos MS Kanit Dikyasa 1
5. Ahmad Muthahar Syabir AM Banit Tilang 1
6. Raya Anjani RA Pelajar 1
7. Usrianto US Mahasiswa 1
8. Hasniah HS Masyarakat 1
9. Ramli RM Pengendara 1
Jumlah 9
Sumber: Hasil observasi, Juni 2019 E. Tehnik Pengumpulan Data
Ada berbagai metode pengumpulan data yang dapat dilakukan dalam sebuah penelitian antara lain:
1. Observasi
Observasi adalah tinjauan langsung ke lokasi penelitian untuk mengetahui keadaan wilayah secara langsung sebagai bahan pertimbangan dan referensi penelitian untuk mendapatkan informan yang dilakukan di Polres Gowa.
26 2. Wawancara
Wawancara yaitu diskusi lapangan dengan pihak yang terkait dalam pengumpulan data dan informan guna mempercepat dan mengkongkritkan informasi yang di kumpulkan.
3. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu suatu informasi tertulis, visual atau fakta yang bisa dinyatakan dalam bentuk dokumen-dokumen,buku yang mengenai tentang strategi Kepolisian dalam mengurangi pelanggaran lalu lintas di Sungguminasa Kabupaten Gowa.
F. Tehnik Analisis data
Adapun teknik Analisis data yang digunakan pada peelitian ini dikemukakan oleh Menurut Milles and Huberman, (2012: 173-174) memiliki tiga langkah sebagai berikut:
1. Reduksi Data (Data Reduction)
Reduksi data berarti memilih hal yang pokok dan memfokuskan pada hal yang penting reduksi data juga berarti komponen pertama dalam analisis data yang memperpendek, mempertegas dan membuang hal yang dirasa tidak penting ataupun tidak berkaitan dengan focus penelitian sehingga penarikan kesimpulan dapat dilakukan.
27 2. Penyajian Data (Data Display)
Penyajian data adalah bentuk rakitan data dalam uraian singkat. Menyajikan data yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif adalah bersifat naratif hal ini dimaksudkan untuk memahami apa yang terjadi secara lebih mudah.
3. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing)
Langkah terakhir dari model ini adalah penarikan kesimpulan. kesimpulan dalam penelitian mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal namun juga tidak, karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan berkembang setelah peneliti ada dilapangan kesimpulan penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum ada yang berupa deskripsi atau gambaran yang sebelumnya belum jelas menjadi jelas.
G. Pengabsahan Data
Menurut Sugiyono (2011:121) Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data, uji transferability, dan uji comfirmability. Keabsahan data pada penelitian ini diperiksa menggunakan uji kredibilitas data yang dilakukan dengan teknik triangulasi. Triangulasi merupakan pengecekan dengan berbagai cara, berbagai sumber, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat tiga triangulasi dalam keabsahan data yaitu triagulasi sumber, triagulasi Teknik dan triangulasi waktu.
1. Triangulasi sumber
Triangulasi sumber adalah membandingkan cara mengecek ulang derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui sumber yang berbeda.
Misalnya membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, membandingkan
28
apa yang dikatakan umum dengan yang dikatakan pribadi, membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada pada Polres Gowa.
2. Triangulasi teknik
Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Dalam penelitian ini akan menggunakan teknik observasi dan wawancara untuk mengecek data yang diperoleh dengan teknik pengumpulan data sebelumnya.
3. Triangulasi Waktu
Triangulasi Waktu digunakan untuk validitas data yang berkaitan dengan pengecekan data berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu.
Perubahan suatu proses dan perilaku manusia mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Untuk mendapatkan data yang sah melalui observasi pada penelitian ini akan diadakan pengamatan tidak hanya satu kali pengamatan saja, sehingga data yang diperoleh di Polres Gowa Valid.
29 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Profil Kabupaten Gowa
Kabupaten Gowa merupakan salah satu Kabupaten di bagian selatan Sulawesi Selatan yang beranjak lebih 10 mkm dari ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, terletak diantara 5°5’ – 5° 34.7’ Litang Selatan (LS) dan 12°33.19’ - 13°15.
17’ Bujur Timur (BT), dengan batas-batas wilayah Kabupaten Gowa:
Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kota Makassar dan Kab. Maros
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kab. Takalar dan Kab. Jeneponto Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kota Makassar dan Kab. Takalar
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kab. Sinjai, Kab Bulukumba dan Kab. Bantaeng
Ibu kota Kabupaten Gowa adalah Sungguminasa, yang meliputi seluruh wilayah kecamatan Somba Opu, sebagian kecamatan Pallangga dan 2 (dua) Kelurahan di wilayah Kecamatan Bontomarannu. Luas wilayah Kabupaten Gowa sekitar 1.883,33 km atau sekitar 3,01% dari luas wilayah Sulawesi Selatan, terbagi dalam 18 kecamatan yang meliputi 167 desa/kelurahan.
Dari 18 kecamatan di Kabupaten Gowa dibagi menjadi 2 golongan kecamatan berdasarkan sebagian besar wilayah, yaitu kecamatan daratan rendah dan
30
kecamatan daratan tinggi. Terdapat 9 kecamatan yang terletak di daratan rendah dan 9 kecamatan yang terletak di daratan tinggi. Wilayah Kabupaten Gowa yang termasuk daratan tinggi yaitu Parangloe, Manuju, Tinggimoncong, Tombolo Pao, Parigi, Bungaya, Bontolempangan, Tompobulu dan Biringbulu. Kabupaten Gowa dilalui oleh sungai yang cukup besar yaitu ada 15 sungai, demgan luas daerah aliran yang terbesar adalah sungai Jeneberang yaitu seluas 881 km2 dengan panjang 90 km.
2. Kondisi penduduk Kabupaten Gowa
Penduduk Kabupaten Gowa pada tahun 2016 sampai 2018 mengalami peningkatan setiap tahun. Pada tahun 2016 berjumlah 735. 493, sedangkan pada tahun 2017 dengan jumlah 748.200 dan tahun 2018 sebanyak 751.981 jiwa, yang tersebar di 18 kecamatan. Jumlah penduduk terbesar yakni 169.118 jiwa yang mendiami Kecamatan Somba Opu. Kemudian di Kecamatan Bontolempangan merupakan wilayah yang jumlah penduduknya paling rendah sebanyak 12.335 jiwa.
Secara umum perbandingan jumlah penduduk laki-laki di Kabupaten Gowa lebih sedikit dari pada perempuan. Artinya jumlah penduduk perempuan lebih banyak dari pada penduduk laki-laki yaitu dengan perbandingan 45% laki-laki dan 55% perempuan. Hal ini dapat dilihat dari jenis kelamin laki-laki penduduk Kabupaten Gowa sebanyak 370.151 sedangkan perempuan sebanyak 381.830.
jumlah penduduk di Kabupaten Gowa dapa dilihat pada tabel di bawah ini:
31
Tabel 4.1 Jumlah penduduk menurut kecamatan dan jenis kelamin di Kabupaten Gowa, 2017-2018
Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah
(1) (2) (3) (4) Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Gowa 2018
32 3. Profil Polres Gowa
Kepolisian resot yang disingkat Polres adalah pelaksanaan tugas dan wewenang Polri di wilayah kabupaten/kota, yang berada du bawah Kapolda. Kepala Polres yang selanjutnya disingkat Kapolres adalah pimpinan Polri di daerah dan bertanggung jawab kepada Kapolda.
Polres Gowa sebagai kesatuan kewilayahan dalam rangka mendukung program Polda Sulsel dan untuk menciptakan Kamtibmas yang kondusif melalui pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, penegakan hukum yang profesional dan profesioanal serta kebersamaan antar instansi dan masayarakat dalam mendukung program Polda Sulsel, maka dirumuskan Visi dan Misi Polres Gowa, sebagai berikut:
a. Visi
Terciptanya pelayanan keamanan dan ketertiban masyarakat Prima, tegaknya hukum dan terjaminnya keamanan di wilayah hukum Polres Gowa serta terselenggaranya sinergi Polisional secara optimal.
b. Misi
a) Memberikan perlidungan, pengayoman dan pelayanan secara mudah, responsif dan tidak diskriminatif.
b) Menerapkan perpolisian masayarakat berbasis pada masyarakat patuh hukum kepada komunitas masyarakat.
c) Meningkatkan kerjasama dengan instansi dan lembaga pemerintahan maupun masyarakat dalam rangka mendukung operasional kepolisian di wilayah hukum Polres Gowa.
33
d) Melaksanakan deteksi dini dan peringatan dini terhadap permasahan, ancaman dan segala kemungkinan gangguan kamtibmas yang bisa terjadidi wilayah hukum Polres Gowa melalui kegaiatan / operasi penyelidikan dan pengamanan.
e) Menjaga Kamseltibcar lantas untuk menjamin keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas orang dan barang.
f) Menjamin keberhasilan penanggulangan gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Gowa.
g) Menegakkan hukum secara profesional, transparan, akuntabel dan modern seluruh sumber daya Polri guna mendukung operasional Polri.
4. Tugas Pokok dan Fungsi Polres Gowa a. Tugas Pokok
Polres bertugas menyelenggarakan tugas pokok Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dan melaksanakan tugas-tugas Polri lainnya dalam daerah hukum Polres, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b. Fungsi
Polres menyelenggarakan fungsi:
a) Pemberian pelayanan kepada masyarakat, dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan/pengaduan, pemberian bantuan, dan pertolongan termasuk pengamanan kegiatan masyarakat dan instansi pemerintah, dan pelayanan surat
34
izin/keterangan, serta pelayanan pengaduan atas tindandakan anggota polri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
b) Pelaksanaaan fungsi intelijen dalam bidang keamanan guna terselenggaranya deteksi dini (early detection) dan peringatan dini (early warning).
c) Penyelidikan dan penyelidikan tindak pidana, fungsi identifikasi dan fungsi laboratorium forensif lapangan dalam rangka penegakan hukum serta pembinaan, koordinasi, dan pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).
d) Pembinaan masyarakat, yang meliputi pemberdayaan masyarakat melalui perpolisian pembinaan dan pengembangan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa dalam rangka peningkatan kesadaran dan ketaatan warga masyarakat terhadap hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan, terjalinnya hubungan antara Polri dengan masyarakat, koordinasi dan pengawasan Kepolisian khusus.
e) Pelaksanaan fungsi sabraha, meliputi kegiatan pengaturan, penjagaan pengawal, patroli (Turjawali) serta pengamanan kegiatan masyarakat dan pemerintah, termasuk penindakan tindak pidana ringan (Tipiring)pengamanan untuk rasa dan pengendalian massa, serta pengamanan objek vital, pariwisata dan Very Important Person (VIP)
f) Pelaksanaan fungsi lalu lintas , meliputi kegiatan Turjawali lalu lintas, termasuk penindakan pelanggaran lalu lintas dan penyidikan kecelakaan lalu lintas serta registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dalam rangka penegakan hukum dan pembinaan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
35
g) Pelaksanaan fungsi kepolisian perairan, meliputi kegiatan patroli perairan, penanganan pertama terhadap tindak pidana perairan, pencarian dan penyelamatan kecelakaan di wilayah perairan, pembinaan masyarakat perairan dalam rangka pencegahan kejahatan dan pemeliharaan keamanan di wilayah perairan.
h) Pelaksanaan fungsi-fungsi lain, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
5. Profil Satlantas Polres Gowa
Satuan lalu lintas (Satlantas) dipimpin oleh Kasat Lantas yang bertanggung jawab kepada Kapolres dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah kendali Wakapolres. Kasat Lantas bertugas melaksanakan Turjawali lalu lintas, pendidikan masyarakat Satlantas menyelenggarakan fungsi Pembinaan lalu lintas kepolisian yaitu pelaksanaan operasi kepolisian bidang lalu lintas dalam rangka penegakan hukum dan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas.
Tugas polisi lalu lintas adalah melaksanakan tugas polri dibidang lalu lintas yang meliputi usaha, pekerjaan dan kegiatan dalam pengendalian lalu lintas untuk mencegah dan meniadakan segala bentuk gangguan serta ancaman agar terjamin keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran lalu lintas dijalan umum.
36
Bagan 4.2 Struktur Organisasi Sat Lantas Polres Gowa
a. Susunan Organisasi Sat Lantas Polres Gowa terdiri dari:
a) Unsur pimpinan
b) Unsur pengawas dan pembantu pimpinan c) Unsur pelaksanaan tugas pokok
b. Unsur pimpinan: Kasat
c. Unsur pengawas dan pembantu pimpinan: Kaur Bin Ops d. Unsur pelaksanaan tugas pokok terdiri dari:
a) Urmintu
37 c) Unit Laka
d) Unit Regident
e. Unit Turjawali
1. Kasat Lantas bertugas melaksanakan Turjawali lalu lintas, pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmaslantas), pelayanan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor dan pengemudi, penyidikan kecelakaan lalu lintas dan penegakan hukum di bidang lalu lintas.
Kasat Lantas dalam melaksanakan tugas, menyelenggarakan fungsi:
a. pembinaan lalu lintas Kepolisian
b. pelaksanaan operasi Kepolisian bidang lalu lintas dalam rangka penegakan hukum dan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas)
c. pelaksanaan patroli jalan raya dan penindakan pelanggaran serta penanganan kecelakaan lalu lintas dalam rangka penegakan hukum, serta menjamin Kamseltibcarlantas di jalan raya
d. pengamanan dan penyelamatan masyarakat pengguna jalan
2. Kaur Binopsnal bertugas melaksanakan pembinaan lalu lintas, melakukan kerja sama lintas sektoral, pengkajian masalah di bidang lalu lintas, pelaksanaan operasi Kepolisian bidang lalu lintas dalam rangka penegakan hukum dan Kamseltibcarlantas, perawatan dan pemeliharaan peralatan dan kendaraan.
38
Kaur Binopsnal dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan kegiatan:
a. merumuskan dan mengembangkan prosedur dan tata cara kerja tetap pelaksanaan tugas pada fungsi Sat Lantas serta mengendalikan, mengawasi, mengarahkan, menganalisa dan mengevaluasi pelaksanaannya pada semua unit pelaksana, termasuk Supervisi bidang lalu lintas ke wilayah Polres jajaran
b. menyiapkan rencana dan program kegiatan termasuk rencana pelaksanaan operasi Kepolisian yang mengedepankan fungsi teknis lalu lintas dan rencana latihan fungsi Sat Lantas secara internal dalam rangka pengembangan sumber daya manusia Polri
c. mengadakan koordinasi bersama instansi lintas sektoral dalam rangka kerjasama keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) dan penegakan hukum lalu lintas
d. mengatur dan mengelola pemanfaatan peralatan dan kendaraan inventaris untuk mendukung pelaksanaan tugas fungsi Sat Lantas
3. Kaur Mintu bertugas menyelenggarakan kegiatan administrasi dan ketatausahaan.
Kaur Mintu dalam penyelenggaraan tugas, melaksanakan kegiatan :
a. segala pekerjaan/kegiatan staf pelaksanaan tugas fungsi Sat Lantas di lingkungan Polres
b. membuat laporan secara umum atau periodik dan laporan khusus yang terjadi di wilayah Polres yang berkaitan dengan masalah lalu lintas
39
c. menyelenggarakan kegiatan pengumpulan, pengelolaan dan penyajian data dan informasi yang berkenaan dengan aspek pembinaan dan pelaksanaan kegiatan serta visualisasi data dalam bentuk grafik, peta, aplikasi online dan lain-lain
d. menyelenggarakan administrasi operasional termasuk administrasi penanganan pelanggaran lalu lintas
4. Kanit Turjawali bertugas melaksanakan kegiatan Turjawali dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas dalam rangka penegakan hukum.
Kanit Turjawali dalam melaksanakan kegiatan Turjawali dan Gakkum Lantas, membuat/mengadakan :
a. jadwal dan lokasi ploting kegiatan penjagaan dan pengaturan berdasarkan situasi prioritas kerawanan lokasi-lokasi tertentu
b. melakukan inovasi-inovasi guna peningkatan pelayanan kegiatan Turjawali dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas dalam rangka penegakan hukum
c. penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas baik secara edukatif menggunakan teguran dan yuridis menggunakan berita acara singkat (Tilang) / Tipiring atau berita acara biasa terhadap pelanggaran yang berpotensi atau memiliki bobot sangat fatal / berat dan dapat merusak fasilitas umum ( putusnya jembatan dll )
d. mengawasi, mengarahkan, menganalisa, mengevaluasi setiap kegiatan Turjawali dan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas serta melaporkan pelaksanaan kegiatannya
40
5. Kanit Regident bertugas melayani administrasi Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor serta Pengemudi.
Kanit Regident dalam pemberian pelayanan, melaksanakan kegiatan :
a. penerbitan dan pemberian sarana identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor kepada pemohon yang memenuhi persyaratan baik yang diterbitkan sendiri maupun dari satuan atasan
b. penerimaan dan penelitian terhadap persyaratan masyarakat pemohon untuk memperoleh
a) surat izin mengemudi (SIM)
b) surat tanda nomor kendaraan (STNK) c) buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) d) tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) ;
c. melaksanakan pengujian terhadap pengetahuan – pengetahuan, keterampilan pemohon sim untuk menjamin kebenaran / ketepatan material atas surat izin yang di terbitkan ;
d. mengawasi, mengarahkan, menganalisa, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan kegiatan registrasi / identifikasi pengemudi dan kendaraan bermotor;
41
6. Kanit Dikyasa bertugas melakukan pembinaan partisipasi masyarakat dan Dikmaslantas.
Kanit Dikyasa dalam melakukan pembinaan partisipasi masyarakat, dan Dikmaslantas melaksanakan kegiatan :
a. koordinasi dengan semua unit dalam fungsi Sat Lantas serta fungsi lain (Sat Binmas), instansi lintas sektoral dan kelompok-kelompok masyarakat dalam rangka pembinaan, penyuluhan dan penerangan terkait keamanan, keselamatan dalam berlalu lintas.
b. melakukan inovasi-inovasi guna peningkatan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas ;
c. meneliti jalan-jalan rawan serta saran ke instansi lintas sektoral guna penanggulangannya ;
7. Kanit Laka bertugas menangani kecelakaan lalu lintas dalam rangka penegakan hukum.
Kanit Laka dalam penanganan kecelakaan lalu lintas, melaksanakan kegiatan
a. penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus kecelakaan lalu lintas sampai dengan penyerahan berkasa perkara ke penuntut umum ;
b. pengumpulan, pengelolaan data dan informasi yang berkenan dengan kecelakaan lalu lintas baik secara manual atau aplikasi online ;
c. pengelolaan tahanan dan barang bukti kasus kecelakaan lalu lintas ;
42
d. mengawasi, mengarahkan, menganalisa, mengevaluasi serta melaporkan pelaksanaan kegiatan termasuk administrasi dukungan anggaran kegiatan penanganan kecelakaan lalu lintas ;
6. Data pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Gowa pada tahun 2016-2018
Dari Penelitian yang dilakukan di Satlantas Polres Gowa, penulis mendapatkan data mengenai pelanggaran lalu lintas oleh pengguna kendaraan roda empat dan roda dua di Kabupaten Gowa dari bulan oktober sampai desember 2018, dimana dalam kurang waktu tersebut pelanggaran lalu lintas mengalami penurunanan namun, pelanggaran lalu lintas adakalanya mengalami peningkatan.
Oleh karena itu diperlukan strategi kepolisian dalam mengurangi pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Gowa.
Tabel 4.3 Data pelanggaran lalu lintas berdasarkan jenis pelanggaran roda empat pada tahun 2018
Jenis Pelanggaran Oktober November Desember
Muatan
Sumber: Sub bagian Banit Tilang Satlantas Polres Gowa, Juni 2019
43
Tabel 4.4 Data pelanggaran lalu lintas berdasarkan jenis pelanggaran roda dua pada tahun 2018
Jenis Pelanggaran Oktober November Desember
Helm
Sumber: Sub bagian Banit Tilang Satlantas Polres Gowa, Juni 2019
Dari banyaknya jumlah data pelanggaran yang terjadi dapat disimpulkan bahwa jenis pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengendara roda empat dan roda dua di Kabupaten Gowa adalah jenis pelanggaran surat-surat kendaraan (STNK), yakni pengendara roda empat sebanyak 425 dan pengendara roda dua sebanyak 1,830. Jumlah pelanggaran lalu lintas roda empat paling banyak dibulan November yaitu sebanyak 453 sedangkan jumlah pelanggaran lalu lintas roda dua paling banyak dibulan Oktober yaitu sebanyak 1,324. Hal tersebut terjadi selama 3 bulan terakhir dari bulan oktober sampai desember pada tahun 2018.
Hal tersebut umumnya diakibatkan karena kelalaian masyarakat serta kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memiliki surat-surat kendaraan sebagai alat bukti pemilik kendaraan yang berisi nomor registrasi dan identifikasi kendaraan. Oleh karena itu dalam situasi apapun saat berkendara wajib membawa surat-surat kendaraan (STNK).
44
Tabel 4.5 Data pelanggaran lalu lintas berdasarkan usia pada tahun 2018
Bulan <17 17-27 28-50 51-70 Jumlah Sumber: Sub bagian Banit Tilang Satlantas Polres Gowa, Juni 2019
Berdasarkan data diatas, menunjukkan usia pelaku pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Gowa dari usia <17 tahun hingga 51-70 tahun yang semuanya terdapat pelanggaran setiap bulannya. Sebagian besar pelanggaran lalu lintas oleh pengguna kendaraan roda empat dan roda dua didominasi pada usia 28-50 tahun sebanyak 1,850 pelanggar selama 3 bulan yakni mulai bulan oktober sampai desember.
Berdasarkan data usia pelanggaran tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar pelanggaran lalu lintas diwilayah Polres Gowa adalah orang dewasa.
Tabel 4.6 Data pelanggaran lalu lintas berdasarkan profesi pelanggar pada tahun 2018
Bulan PNS Swasta Mahasiswa Pelajar Pengemudi Jumlah Oktober Sumber: Sub bagian Banit Tilang Satlantas Polres Gowa, Juni 2019
Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa pelaku pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Gowa didomiosi pelanggar yang bekerja di Swasta yakni sebanyak 2,332 pengendara melanggar. Sedangkan pelangaran yang paling sedit dilakukan oleh pengemudi yakni sebanyak 180 pengendara melanggar. Hal ini menunjukkan bahwa pelanggaran lalu lintas lebih banyak dilakukan oleh Swasta selama tiga bulan mulai dari bulan oktober sampai desember pada tahun 2018.
45
Tabel 4.7 Data pelanggaran lalu lintas berdasarkan pendidikan pelanggar pada tahun 2018 Sumber: Sub bagian Banit Tilang Satlantas Polres Gowa, Juni 2019
Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa pelaku pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Gowa pelanggaran yang paling banyak dilakukan oleh pelanggar yang berpendidikan SLTA 3,134. Sedangkan pelangaran yang paling sedit dilakukan oleh pengemudi yang berpendidikan SD yang hanya sebanyak 6 orang dalam tiga bulan yakni mulai dari bulan oktober sampai desember pada tahun 2018.
Tabel 4.8 Data pelanggaran lalu lintas berdasarkan jenis kelamin pada tahun 2018
Bulan Pria Wanita Jumlah Sumber: Sub bagian Banit Tilang Satlantas Polres Gowa, Juni 2019
Berdasarkan data diatas dapat dilihat bahwa pelaku pelanggaran lalu lintas pengendara roda empat dan roda dua di Kabupaten Gowa yang berjenis kelamin pria yaitu sebanyak 2.400 orang dan pelanggar berjenis kelamin wanita sebanyak 1,575.
Hal ini menunjukkan bahwa pelanggaran lalu lintas lebih banyak dilakukan oleh pengendara berjenis kelamin pria dibandingkan pengendara berjenis kelamin wanita.