• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek psikomorik berhubungan dengan keterampilan yang bersifat fa’aliyah kongkrit, walaupun demikian hal itupun tidak terlepas dari kegiatan belajar yang bersifat mental (pengetahuan dari sikap), hasil belajar dari aspek ini adalah merupakan tingkah laku yang dapat diamati.

Adapun mengenai tujuan dari psikomotorik yang dikembangkan oleh Simpson (1966-1967) sebagai berikut :

a. Persepsi

Yaitu penggunaan lima panca indra untuk memperoleh kesadaran dalam menerjemahkan menjadi tindakan.

b. Kesiapan

Yaitu keadaan siap untuk merespon secara mental, fisik, dan emosional.

c. Respon terbimbing

Yaitu mengembangkan kemampuan dala aktifitas mencatat dan membuat laporan.

d. Mekanisme

Yaitu respon fisik yang telah dipelajari menjadi kebiasaan.

e. Adaptasi

Yaitu mengubah respon dalalm stimulasi yang baru.

f. Organisasi

Yaitu menciptakan tindakan-tindakan baru (Hamalik, 1992:92).

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahawa hasil beljar kemapuan yang dimiliki siswa setelah mengikuti kegiatan pembeljaran yang mencakup pengetahuan sikap dan keterampilan yang di ukur melalui tahap evaluasi baik proses maupun hasil.

c. Kriteria Hasil Belajar

Mulyasa (2004:25) bahwa “Setiap proses belajar mengajar selalu menghasilkan pengetahuan dan keterampilan. Terdapat tiga unsur yang saling berkaitan untuk mencapai keberhasilan proses belajar mengajar yakni: (1) pengajar, (2) yang diajar (siswa) dan (3) bahan pengajaran. Unsur inilah yang dianggap sebagai vital dalam pencapaian tujuan pembelajaran”.

Adapun kriteria kualitas pengajaran yang termuat dalam Undang-Undang Sisdiknas No 20 tahun (2003:20) tentang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

1. Tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada suatu pendidikan;

2. Pendidikan merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil

melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik dan perguruan tinggi;

3. Pendidikan harus memiliki kualitas minimun sertifikas sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional;

4. Promosi dengan penghargaan bagi pendidik dan tenaga pendidikan dilakukan berdasarkan latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan, dan prestasi kerja dalam bidang pendidikan.

Kriteria diatas, dapat dicapai apabila seorang pengajar mampu membawa siswa kepada belajar yang efisien dan efektif. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang pelajar, sebagaimana oleh Slameto (2003:27) sebagai berikut :

1) Mengajar harus mempergunakan metode waktu mengajar karena variasi metode mengakibatkan penyajian bahan pelajaran lebih menarik siswa,

2) Mengajar akan lebih efektif apabila selalu membuat perencanaan sebelum mengajar,

3) Pengajar harus memiliki keberanian menghadapi anak didiknya, juga masalah-masalah yang muncul dalam proses belejar mengajar,

4) Pengajar harus menciptakan suasana yang demokratis dalam ruangan, 5) Pengajar perlu mempertimbangkan perbedaan individu, karena

masing-masing anak didik mempunyai karakteristik yang berbeda, 6) Seorang pengajar harus lebih sugesti, karena sugesti yang kuat akan

merangsang siswa lebih giat belajar.

Uraian diatas, jelas bahwa guru sebagai pengasuh proses belajar harus bertanggung jawab serta senantiasa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Perencanaan pengajaran, pengelolaan ruang kelas, menilai hasil belajar, sebagai motivator dan pembimbing adalah tugas dan tanggung jawab yang harus dijalankan sebaik-baiknya.

Adapun faktor yang ke dua adalah anak didik atau siswa. Faktor siswa dalam proses belajar mengajar merupakan subyek secara langsung yang berinteraksi dengan pengajaran. Dalam proses interaksi belajar mengajar seorang

guru dituntut untuk berpartisipasi penuh dalam meningkatkan ketekunan dan sikap antusias siswa, guna menimbulkan perhatian siswa kepada aspek-aspek belajar mengajar.

Seperti yang diketahui bahwa guru bukan hanya memberikan pengajaran akan tetapi harus mampu memberikan motivasi agar siswa lebih aktif dan mampu memaknai hakikat belajar. Untuk membangkitkan motivasi siswa hendaknya guru berusaha dengan berbagai cara sebagaimana yang dikemukakan oleh Uzer dalam Slameto (2003: 20) sebagai berikut :

a) Guru harus menciptakan persaingan antara ke siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya;

b) Guru harus membuat tujuan sementara pada awal kegiatan belajar mengajar dalam hal TIK yang akan dicapai.

c) Guru hendaknya memberikan kesempatan pada siswa untuk meraih sukses dengan usaha sendiri melalui bimbingan guru;

d) Guru harus mengadakan penilaian atau tes karena dalam kegiatan siswa akan lebih giat apabila penilaian atau tes akan di mulai, hal ini menjadi motivasi bagi siswa.

Uraian di atas, dapat dipahami bahwa siswa yang merupakan subyek utama dalam menerima pengaruh atau pengajaran dari guru, dengan demikian antara pengajaran dengan yang diajar adalah subyek pendidikan yang mana satu sama lain terjalin interaksi edukatif sehingga dalam proses pembelajaran terjalin hubungan yang baik dan dalam pencapaian tujuan pembelajaran dapat terwujud.

Selanjutnya, faktor pengajaran dalam hal ini adalah kurikulum. Kurikulum merupakan suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan sebagaimana dikemukakan oleh Derajat (2000:128), ada dua tujuan yang terkandung dalam kurikulum suatu sekolah yaitu a) Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara keseluruhan. Tujuan tersebut biasanya digambarkan dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan sikap yang digambarkan dalam bentuk pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diharapkan dimiliki oleh siswa.

b) Tujuan yang ingin dicapai setiap bidang studi dalam kurikulum itu ada yang disebut tujuan kurikuler dan tujuan instruksional yakni lebih lanjut dari tujuan kurikuler.

Hubungan sekolah dengan masyarakat bertujuan antara lain untuk:

a) Memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak;

b) Memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan masyarkat;

c) Menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut diatas, banyak cara yang bisa dilakukan oleh sekolah dalam menarik simpati masyarakat terhadap sekolah dan menjadi hubungan yang harmonis antara sekolah dengan masyarakat. Agar hubungan dan kerja sama yang baik antara sekolah dan masyarakat maka masyarakat perlu mengetahui dan memiliki gambaran dan kondisi sekolah dapat

diinformasikan kepada masyarakat melalui laporan kepada orang tua murid.

Bulletin bulanan, penerbitan surat kabar, pameran sekolah, open house, kunjungan ke sekolah, kunjungan ke rumah murid, penjelasan oleh staf sekolah, murid, radio televisi, serta laporan tahunan.

Melalui hubungan yang harmonis tersebut diharapkan tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat, yaitu terlaksananya proses pendidikan di sekolah secara produktif, efektif, dan efisien sehingga menghasilkan lulusan sekolah yang produktif dan berkualitas. Lulusan yang berkualitas ini tampak dari penguasaan peserta didik terhadap ilmu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat dijadikan bekal untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang berikutnya atau hidup di masyarakat sesuai dengan asas pendidikan seumur hidup.

Dokumen terkait