• Tidak ada hasil yang ditemukan

SOP PIJAKAN SETELAH BERMAIN Tujuan :

3. Jenis-Jenis Balok yang ada Di TK Permata Plus

1. Balok Kayu Natural Digunakan untuk Kelompok TK B ada berbagai macam bentuk dari segitiga, kubus, kotak, persegi panajang, bentuk-bentuk tersebut ada yang besar dan kecil.

Cara Memainkannya ananda dapat menyusun struktur potogan balok menjadi suatu bentuk yang mempunyai arti tertentu.

2. Balok Kayu Warna Digunakan untuk Kelompok TK A ada berbagai macam bentuk dari segitiga, kubus, kotak, persegi panajang, bentuk-bentuk tersebut ada yang besar dan kecil.

257 Data TK Permata Plus, Kurikulum SOP (standar operasional Prosedur)

168

Cara Memainkannya ananda akan di Tanya oleh guru apakah ananda mengetahui warna-warna dari bentuk balok tersebut dan juga ananda dapat membuat hasil kreasi dari balok tersebut.

3. Balok Mobil, digunakan untuk kelompok Bermain ( KB) karena bentuknya mobil maka guru hanya mengajarkan dari bentuk-bentuk geometri saja yang berada dalam balok mobil tersebut.

4. Balok Dari Plastik Digunakan untuk semua umur, ananda dapat mengembangakan daya imajinasinya, kognitifnya lewat balok ini ananda membuat bermacam variasi dari alat ini disinilah ananda dapat muncul banyak ide kreasi untuk membuat hasil kreasi mereka.

5. Balok Alfabet, balok yang terdiri dari rangkaian huruf alphabet, fungsinya memperkenalkan ananda dengan huruf-huruf abjad.

cara memainkannya, ananda dapat mengurutkan Balok alphabet menjadi susunan yang benar.

6. Balok Hijaiyyah, balok yang terdiri dari rangkaian huruf Hijaiyyah fungsinya ananda mengenal huruf hijaiiya melalui alat peraga balok, ananda dapat bermain dengan menyusun balok sambil mengucapkan huruf-huruf hijaiyyah tersebut.

7. Balok Angka, balok yang terdiri dari angka-angka disini masih dari angka 1 sampai dengan angka 10, fungsinya ananda dapat mengenal angka, dan bisa menyusun dan sambil menghafalkan angka-angka yang tertulis pada balok.

8. Balok Penjumlahan, Balok yang terdiri dari angka-angka namun pada balok tersebut ada dua tiang yang akan menghubungkan dengan balok satu dengan yang lain yang dan nanti akan mendapat hasil dari penjumlahan tersebut.258

9. Balok Pengurangan, Balok yang terdiri dari angka-angka namun pada balok tersebut ada dua tiang yang akan menghubungkan dengan balok satu dengan yang lain yang dan nanti akan mendapat hasil dari Pengurangan tersebut.

10. Balok Roncean, balok yang kecil-kecil terdiri dari bebrapa bentuk segitiga, lingkaran, kotak persegi panjang dan setiap baloknya terdapat lubang untuk dimasukkan benang. Fungsinya ananda dapat memasukkan balok-balok tersebut ke benang dengan seriasi warna dan bentuk.259

Faktor pendukung kegiatan pembelajaran di sentra balok dapat berjalan dengan lancar karena media balok yang disediakan jumlahnya sangat banyak dan aksesorisnya juga banyak. Selain itu juga ruangan kelas yang besar memudahkan anak untuk bergerak.

258 Sumber Sarana Prasarana, TK permata Plus.

259 Sumber Sarana Prasarana, TK permata Plus.

169

Hasil dari permainan balok peneliti mendapatkankan pembuktian bahwa kegiatan permainan alat peraga ini dapat mengembangkan konsep matematika dan geometri, mengembangkan keterampilan membedakan penglihatan. Dalam mengembangkan konsep matematika dan geometri, balok diciptakan dalam bentuk matematis maka anak yang memainkannya dilatih memiliki pengertian konkret dari konsep-konsep penting dalam berpikir logis, termasuk kemampuan menggunakan klasifikasi (misalnya meletakkan balok yang sama bentuknya, sama warnanya, dan yang sama ukurannya), serial (misalnya, mengurutkan dari yang paling pendek ke yang paling panjang). Anak dapat belajar konsep matematika yaitu kemampuan mengembangkan konsep bentuk, warna dan ukuran dengan permainan balok, mengenal bentuk lingkaran, silindris, segiempat, segitiga, dll. Membedakan warna-warna pada balok dan dapat membedakan ukuran balok yang bermacam-macam. Melalui permainan balok, anak akan belajar ukuran, bentuk, warna, jumlah, urutan, lokasi, panjang dan berat pada saat mereka membangun dan merapikan balok.

Pengembangan media pembelajaran yang relevan dalam kelas dapat mengoptimalkan proses pembelajaran. Bagi guru, media membantu mengkonkritkan konsep atau gagasan dan membantu memotivasi anak dalam belajar. Bagi anak, media dapat menjadi jembatan untuk berpikir kritis dan berbuat. Dengan demikian media dapat membantu tugas guru dan anak mencapai kompetensi dasar yang ditentukan.

Controlling itu penting sebab merupakan jembatan terakhir dalam rantai fungsional kegiatan-kegiatan manajemen. Pengendalian merupakan salah satu cara para guru untuk mengetahui apakah tujuan-tujuan Pembelajaran lewat permainan balok itu tercapai atau tidak dan mengapa tercapai atau tidak tercapai. Selain itu controlling adalah sebagai konsep pengendalan, pemantau efektifitas dari perencanaan, pengorganisasian, dan kepemimpinan serta pengambilan perbaikan pada saat dibutuhkan.260

Alat permainan edukatif yang dikembangkan adalah “balok”, agar media pembelajaran dapat dikembangkan dengan baik, guru perlu mengetahui kebutuhan pembelajarannya dan permasalahan-permasalahan yang dihadapi anak tentang materi yang akan diajarkan. Terkait dengan itu, media balok perlu dikembangkan berdasarkan relevansi, kompetensi dasar, materi dan karakteristik anak. Guru dapat berperan sebagai kreator yaitu menciptakan dan memanfaatkan media yang tepat, efisen, dan menyenangkan bagi anak. Namun dalam pemanfaatannya di kelas, perlu

260 Ahmad Zain Sarnoto, Pengantar Studi Pendidikan Berbasis Al Qur’an : Manajemen Pendidikan Dalam Perspektif Al-Qur’an, Madani Institute Volume 5 No. 2 Tahun 2016, hal.102.

170

ditekankan bahwa anaklah yang seharusnya memanfaatkan media balok pembelajaran tersebut.

Hasil Temuan yang relevan dengan situasi dan kondisi keterlibatan tema pembelajaran dan alat permaianan edukatif yang akan digunakan dalam pembelajaran. Dari hasil observasi dan wawancara dengan guru, ditemukan kenyataan bahwa guru belum optimal dalam menyesuaikan alat permainan edukatif dengan materi pembelajaran yang telah dibahas, hal ini dilihat dari guru belum dapat merancang satu media tertentu untuk kegiatan khususnya pada aspek perkembangan Kognitif anak usia dini.

Untuk menyiasati hal ini guru kelas harus berkolaborasi atau bekerja sama dengan guru-guru yang ada disekitar sekolah tersebut untuk mengembangkan satu alat permainan edukatif untuk berbagai kegiatan motorik halus anak.

Dari macam-macam alat permainan yang ditemukan oleh penulis alat peraga yang digunakan di dapatkan dari membeli, belum ada hasil kreasi guru. Setelah wawancara dengan beberapa guru yang diterapkan untuk membuat suatu media dan alat peraga ketika tema-tema tertentu yang, membuat hasil karya dan ananda akan membuat serentak dengan guru dan hasil tersebut akan dibawa pulang oleh ananda.261

4. Evaluasi Alat Peraga Edukatif untuk pengembangan kognitif anak