• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II URAIAN TEORITIS

2.2. Koperasi Kredit

2.2.4 Jenis – Jenis Koperasi

Dalam garis besarnya, sekian banyak koperasi tersebut dapat kita bagi menjadi 5 golongan, yaitu:

1) Koperasi Konsumsi

Koperasi konsumsi adalah koperasi yang berusaha dalam bidang konsumsi yang dibutuhkan oleh anggotanya. Jenis konsumsi yang dilayani oleh suatu Koperasi konsumsi sangat tergatung pada latar belakang kebutuhan anggota yang hendak dipenuhi melalui pendirian koperasi yang bersangkutan. Misalnya, koperasi konsumsi dalam lingkungan daerah pertanian, selain menjual barang-barang kebutuhan pokok, sering juga menjual bibit, semprotan, serta alat-alat pertanian.

Koperasi konsumsi di lingkungan para buruh, misalnya menjual barang-barang kebutuhan pokok seperti makanan, sandang dan barang-barang keperluan sehari-hari lainnya.

2) Koperasi Produksi

Koperasi produksi adalah Koperasi yang kegiatan utamanya melakukan proses bahan baku menjadi barang jadi atau barang setengah jadi. Koperasi produksi biasanya juga bergerak dalam bidang pemasaran barang-barang yang di produksinya. Tujuan utama dari koperasi produksi adalah untuk menyatukan kemampuan dan modal para anggotanya, guna menghasilkan barang-barang tertentu melalui suatu perusahaan yang mereka kelola dan miliki sendiri.

3) Koperasi Jasa

Koperasi jasa yaitu koperasi yang berusaha di bidang penyediaan jasa tertentu bagi para anggota maupun masyarakat umum. Misalnya, Koperasi Angkutan, Koperasi Perencanaan dan Konstruksi Bangunan, Koperasi Jasa Audit, Koperasi Asuransi Indonesia, Koperasi Perumahan Nasional, Koperasi Jasa untuk mengurus dokumen-dokumen seperti SIM, STNK, Paspor, Sertifikat Tanah dan lain sebagainya.

4) Koperasi Serba Usaha/Koperasi Unit Desa (KUD)

Dalam meningkatkan produksi dan kehidupan rakyat di daerah pedesaan, pemerintah menganjurkan pembentukan koperasi-koperasi unit desa (KUD). Yang menjadi anggota KUD adalah orang-orang yang bertempat tinggal atau menjalankan usahanya di wilayah Unit Desa itu yang merupakan daerah kerja KUD. Beberapa fungsi KUD meliputi:

a. Penyediaan dan penyaluran saran produksi pertanian dan keperluan hidup sehari-hari.

b. Pengolahan serta pemasaran hasil pertanian.

c. Pelayanan jasa-jasa dan kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya.

5) Koperasi Kredit

Koperasi kredit atau koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang bergerak dalam bidang pemupukan simpanan dari para anggotanya, untuk kemudian di pinjamkan kembali kepada para anggota-anggotanya yang memerlukan bantuan modal. Selain bertujuan untuk mendidik anggotanya untuk berhemat serta gemar menabung, koperasi kredit biasanya juga bertujuan untuk membebasakan para anggotanya dari jeratan para rentenir.

Dengan menabung serta memperoleh modal dari perusahaan yang mereka miliki sendiri, para anggota-anggota Koperasi kredit tidak hanya akan menikmati hasil simpanan serta hasil usaha perusahaannya, akan tetapi mereka juga akan memiliki peluang untuk memperoleh modal dengan biaya yang murah.

Fungsi pinjaman di dalam Koperasi adalah sesuai dengan tujuan-tujuan koperasi pada umumnya, yaitu untuk memperbaiki kehidupan para anggota.

Misalnya:

a. Dengan pinjaman itu seorang petani dapat membeli pupuk,benih unggul, pacul, dan alat-alat pertanian lainnya yang akan membantu meningkatkan hasil usaha taninya.

b. Dengan uang pinjaman, maka nelayan akan dapat membeli jaring penangkap ikan yang baik sehingga diharapkan pendapatannya akan bertambah.

c. Dengan uang pinjaman maka seorang buruh atau karyawan akan dapat membeli barang yang tak dapat dibeli dari upah atau gajinya sebulan (misalnya mesin jahit, radio, sepeda motor, dll) dengan mengangsur pinjaman itu setiap bulan ia akan memiliki barang-barang itu untuk perbaikan hidupnya.

Tujuan Koperasi Kredit :

a. Membantu keperluan kredit para anggota, yang sangat membutuhkan dengan syarat-syarat ringan.

b. Mendidik kepada para anggota, supaya giat menyimpan secara teratur sehingga membentuk modal sendiri.

c. Mendidik anggota hidup berhemat, dengan menyisihkan sebagian dari pendapatan mereka.

d. Menambah pengetahuan tentang perkoperasian.

Untuk memperbesar modal koperasi, maka sebagian keuntungan koperasi tidak dibagikan kepada anggota dan dicadangkan. Bilamana modal koperasi besar, kemungkinan pemberian kredit kepada anggota dapat diperluas. Pemerintah memberikan fasilitas kepada Koperasi Simpan Pinjam dan koperasi lain untuk memperkuat modal melalui Lembaga Jaminan Kredit Koperasi (LJKK), berdasarkan SK nomor 99/KPTS/Mentranskop/1970 tanggal 1 juli 1970.

2.2.5. Koperasi Kredit Sebagai Perangsang Kemajuan Ekonomi

Pemberian kredit oleh suatu koperasi kredit diharapkan dapat menjadi perangsang kemajuan ekonomi, dimana keberhasilan suatu kredit terletak pada tercapai atau tidaknya sasaran dan tujuan yang ingin dicapai, yakni apabila kredit tersebut dapat membawa pengaruh terhadap keadaan sosial ekonomis penerima, pemberi, negara, dan rakyat.

Bagi penerima kredit, realisasi suatu kredit di katakan berhasil apabila ia dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar dan dapat menampung tenaga kerja yang lebih banyak, dengan demikian kedua belah pihak mengalami perkembangan usaha yang terus meningkat.

Bagi negara, kredit dapat dikatakan berhasil jika negara memperoleh tambahan penerimaan negara yang berupa pajak penghasilan (PPh) perseorangan/

badan usaha serta kemungkinan adanya peningkatan ekspor. Sedangkan bagi rakyat, manfaat kredit yakni dengan berkembangnya usaha dari penerima dan pemberi kredit, semakin terbuka kesempatan kerja, dan meningkatkan pendapatan.

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian di tetapkan di Kodya Pematang Siantar dengan alasan lokasi tersebut cukup mewakili wilayah kerja koperasi kredit/ CU Cinta Mulia Pematang Siantar dengan perkembangan jumlah anggota yang cukup pesat sehingga sangat mendukung untuk melakukan suatu penelitian di lokasi tersebut.

3.2.Jenis dan Sumber Data

Dalam pengumpulan data dan informasi tentang berbagai hal yang menyangkut jumlah anggota, jumlah kredit, jumlah asset, dan informasi lain yang berkaitan dengan CU tentunya diperoleh melalui riset di Credit Union Cinta Mulia itu sendiri. Jenis data adalah berupa data primer dan data sekunder.

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden baik pembina/ pengelola yayasan perguruan Katolik maupun anggota CU Cinta Mulia melalui wawancara langsung.

Data sekunder adalah data yang di peroleh dari hasil studi kepustakaan maupun publikasi resmi yang bersumber dari CU Cinta Mulia, Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan Jurnal Ekonomi.

3.3.Teknik Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a. Observasi, yaitu pengamatan langsung ke Credit Union Cinta Mulia, khususnya mengenai kredit.

b. Wawancara, yaitu mengadakan tanya jawab secara langsung kepada pegawai maupun anggota

c. Credit Union Cinta Mulia.

d. Dokumentasi, yaitu catatan atau dokumen resmi tertulis dan di keluarkan oleh CU Cinta Mulia, BI, BPS, dan lembaga lain yang ada kaitannya dengan penelitian ini.

3.4.Pemilihan Responden

Responden pertama adalah pengambilan keputusan di CU Cinta Mulia Pematang Siantar. Responden kedua adalah nasabah/debitur di CU Cinta Mulia.

Jumlah sampel yang akan diambil sebanyak 30 orang dan pemilihan responden dilakukan secara acak (teknik random sampling) dimana jumlah populasi sebanyak 15.452 orang dan sample yang diambil sebesar 0,2% dari jumlah populasi yang sebenarnya. Teori ini diambil dari teori Suani Adikunto dalam buku Metodologi Penelitian yang menyatakan seberapa banyak pun populasi dari sebuah penelitian, minimal 30 orang sampel yang digunakan dalam penelitian sudah mewakili populasi dari penelitian tersebut.

3.5.Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan penulis dalam skripsi ini adalah metode deskriptif, yaitu metode analisis dengan mengumpulkan data secara sistematis, menganalisis dan menginterpretasikan data dengan melalui gambaran – gambaran sehingga mendapat kesimpulan.

3.6.Defenisi Operasional

 Kredit adalah suatu persetujuan pembayaran antara pihak penjual dan pihak pembeli, atau antara kreditor dengan debitor, untuk melaksanakan pembayaran atau pengembalian pinjaman ditambah dengan bunga secara mengangsur pada periode yang telah disepakati.

 Koperasi adalah suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan-badan, yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota;

dengan bekerjasama secara kekeluargaan menjalankan usaha, untuk mempertinggi kesejahteran jasmaniah para anggotanya.

 Credit Union adalah koperasi yang bergerak dalam bidang pemupukan simpanan dari para anggotanya dan kemudian di pinjamkan kembali kepada para anggota yang memerlukan bantuan modal.

BAB IV

DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN & ANALISIS

4.1.Sejarah Singkat Berdirinya CU Cinta Mulia

Kredit berasal dari kata credere yang berarti kepercayaan. Union yang kata dasarnya uni artinya kesatuan atau kumpulan sedangkan union adalah perhimpunan.

Credit Union berarti kumpulan orang-orang yang bersepakat satu visi, misi, dan tujuan yang dapat dipercaya dan sudah tentu saling percaya. Dengan demikian orang-orang yang berhimpun dalam koperasi kredit/credit union adalah orang-orang yang mempunyai kemauan untuk berkembang atau dikembangkan secara dinamis untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Credit Union (CU) merupakan organisasi yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip koperasi, tidak terlepas dari pengaruh perubahan. Perubahan global, nasional maupun yang terjadi di sekitarnya akan berdampak positif atau sebaliknya. Kopdit yakin dan menyadari falsafah dan latar belakang berdirinya kopdit selalu selektif terhadap perubahan yang terjadi.

Kopdit/Credit Union menginginkan perubahan itu tetapi perubahan itu hendaknya menjadi kemajuan dan peningkatan kualitas pelayanan dan keanggotaannya.

Kira-kira tahun seribu delapan ratus dua puluh tujuh (1827) yang lalu, Raiffeisen dari Jerman menggagasi pertama kali Credit Union (CU) di Jerman. Hal ini dilakukan untuk menyikapi perubahan yang terjadi di negerinya. Era modernisasi sudah datang, usaha industri yang maju pesat tidak lagi mengunakan tenaga manusia tetapi sudah diganti dengan robot-robot yang dimonitor melalui teknologi canggih.

Akibatnya penganguran dan kemiskinan melanda negara tersebut terutama di kota-kota kecil yang kebanyakan manusia hanya mampu lebih banyak mengandalkan tenaga daripada pikiran.

Akibat dari penganguran itu terjadi gejolak sosial yang mengakibatkan kemiskinan :

a. Pengetahuan b. Akhlak c. Iman d. Harta

Raifeisen mencoba mengatasinya melalui tindakan nyata dengan mengumpulkan makanan dari pabrik-pabrik makanan dan membagikannya kepada penduduk yang miskin tersebut. Hal tersebut tidak mampu mengatasi kemiskinan tersebut malah membuat mereka semakin tidak karuan menjadi manusia apatis, malas dan mempunyai jiwa yang selalu ingin dikasihi.

Langkah kedua Raifeisen mengumpulkan uang dari donatur-donatur dan membagikannya kepada penduduk tersebut juga sama halnya dengan keadaan pertama.

Penganguran dan kemiskinan yang menimbulkan kerawanan sosial semakin merajalela, Raifesein tidak habis akal. Pembagian roti makanan dan uang bukan menolong. Penganguran, kemiskinan dan kerawanan sosial bukan masalah makanan dan uang tetapi masalah manusia, oleh sebab itu manusia itu perlu ditolong.

Menolong atau membantu keadaan seperti hal tersebut Raifeisen adalah dengan memberdayakan segala potensi yang ada pada mereka yang menganggur, miskin melalui pendidikan. Pendidikan adalah jalan satu-satunya untuk membantu mereka. Manusia harus diupayakan berswadaya untuk menolong diri sendiri, sesama

manusia wajib tolong-menolong (solidaritas). Raifesein berhasil mengumpulkan orang-orang penganguran , miskin dan dikembangkannya melalui pendidikan.

Mereka berkumpul berbuat, dan berkembang mandiri dalam wadah credit union.

Itulah yang kita sebut koperasi kredit yang sekarang sedang berkembang pesat diseluruh dunia.

Credit Union Cinta Mulia pada saat pembentukan di beri nama CU Budi Mulia. Hal ini sesuai dengan tempat dimana CU tersebut dibentuk, yakni di Yayasan Perguruan Katholik Budi Mulia Pematang Siantar. Credit Union Budi Mulia berdiri pada tanggal 3 Juli 1971 oleh para guru/pegawai dan beberapa non guru/pegawai yang terkumpul dalam kelompok studi bahasa Inggris dan studi pembangunan yang ada di yayasan perguruan tersebut.

Credit Union Cinta Mulia merupakan perintis bagi pertumbuhan koperasi kredit / Credit Union di Sumatera Utara. Berdirinya CU Cinta Mulia dipelopori oleh Bapak M. Sitanggang dan Jaminar Sitorus. Ide awal dan sumber informasi pembentukan CU ini berasal dari Filipina oleh teman beliau yang mengadakan studi di sana dimana pada saat itu juga CU sedang marak-maraknya di bicarakan masyarakat. Dua tahun setelah pembentukan, CU Budi Mulia berganti nama menjadi CU Cinta Mulia. Kata “Cinta” diambil dari nama yayasan yaitu Yayasan Cinta Rakyat dan kata “Mulia” diambil dari nama sekolah tempat CU tersebut di bentuk, yakni SMU Budi Mulia.

Perubahan ini juga seiring dengan mulai dibukanya CU tersebut bagi guru/pegawai sekolah yang berada dalam satu kompleks yayasan perguruan Katolik Cinta Rakyat, yaitu SD, SMP, dan STM.

Sejak awal tahun 1980-an hingga tahun 2000, CU Cinta Mulia juga dibuka untuk guru/pegawai perguruan Katholik dan perguruan lainnya se-kotamadya

Pematang Siantar. Pada akhir tahun 1971, Frater Allbricht SJ, Drs. Robby Tulus, dan J. Lunandy mengunjungi pengurus CU Cinta Mulia guna mengembangkan CU di Sumatera Utara. Kelompok ini merupakan cikal bakal pembentukan Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah Sumatera Utara (BK3D SUMUT) yang sekarang.

Saat ini CU Cinta Mulia memiliki kantor pusat yang terdiri dari satu unit kantor lantai satu (kantor lama) dan satu unit kantor berlantai dua (kantor baru) yang beralamat di Jln. Melanthon Siregar No. 1A kota Pematang Siantar Sumatera Utara.

4.1.1. Visi dan Misi Koperasi Kredit/ Credit Union

Koperasi kredit berkembang secara dinamis tidak terlepas dari pengaruh-pengaruh perubahan. Credit Union dengan seksama tetap mengamati dan menginventarisasi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan pelayanan Kopdit/CU. Untuk dimanfaatkan bagi kepentingan dan perkembangan kopdit/ CU secara evaluatif dan selektif.

Beberapa perubahan-perubahan tersebut antara lain :

a. Anggota sudah bersikap kritis menyadari hak dan kewajibannya.

b. Perekonomian anggota semakin meningkat.

c. Kemampuan berusaha anggota kopdit semakin meningkat sehingga permintaan pinjaman semakin besar

d. Kebutuhan pelayanan terhadap anggota selalu mempunyai dinamika, anggota selalu menginginkan pelayanan yang lebih cepat dan tepat serta murah.

e. Motifasi masyarakat, anggota dan pengurus kopdit sudah bernuansa ekonomi.

f. Dan lain-lain, perubahan slalu bertambah.

Dalam menyikapi suasana perubahan-perubahan tersebut perlu memahami

visi dan misi sebagai berikut:

A. Visi

Visi adalah suatu harapan, impian atau gambaran realita yang akan kita tuju pada masa depan. Visi bukan sesuatu muluk-muluk. Kekuatan sebuah organisasi adalah sejauh mana visi yang akan ditempuh akan mampi mengugah semangat dan inspirasi seluruh orang-orang yang tergabung dalam sebuah organisasi

Visi koperasi kredit/ credit union adalah menjadi suatu lembaga pelayanan pendidikan yang dikelola secara profesional dengan alat uang melalui penerapan prinsip-prinsip koperasi serta menjungjung tinggi nilai-nilai solidaritas dan kemandirian, hingga menjadi efisien, efektive, sehat, kokoh, kuat, aman yang mampu meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidup para anggotanya.

Aspek-aspek dalam visi adalah:

a. Kopdit/CU sebagai badan usaha.

b. Kopdit/CU merupakan badan usaha yang bergerak di bidang pelayanan keuangan simpan pinjam.

c. Badan usaha tersebut dikelola secara profesional berdasarkan efektivitas dan produktivitas dalam usahanya.

d. Kopdit/CU menerapkan prinsip-prinsip koperasi yang bersumber pada penghargaan yang tinggi terhadap nilai-nilai dan potensi manusia.

e. Dalam dinamika kelembagaannya tampak semangat kebersamaan, tolong- menolong, kemandirian dan pendidikan yang berkesinambungan.

f. Kegiatan operasional dilaksanakan secara efisien, efektive, sehat, kokoh, kuat, dan mandiri.

g. Bertujuan mengangkat dan meningkatkan derajat/ kwalitas manusia para anggotanya menjadi sejahtera baik jasmani, rohani maupun sosialnya.

B. Misi

Misi ialah upaya atau tindakan untuk mewujudkan realitas harapan impian masa depan dalam misi tersebut harus dipaparkan sasaran atau tujuan pokok, langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk menempuh wujud visi.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat ini bahwa koperasi kredit/ credit union digolongkan sebagai badan usaha. Oleh karena itu kopdit/CU dalam mencapai tujuannya selalu berdasarkan prinsip-prinsip koperasi.

Prinsip-prinsip kopersi merupakan perwujudan dari azas-azas koperasi yang dituangkan dalam keputusan kongres Internasional Coperative Alliance (ICA) dalam sidangnya di Manchester- Inggris tanggal 20-30 September 1995. Dan keputusan ICA tersebut ternyata tidak jauh beda dengan keputusan Forum Internasional Credit Union tingkat dunia dalam pertemuan World council of credit Union (WOCCU) tanggal 24 agustus 1984 yang telah menetapkan azas-azas operasional credit union/

koperasi kredit.

Dalam azas operasional credit union terkandung didalam filosofi, kerjasama dan nilai-nilai utama mengenai mutu, keadilan dan saling menolong. Pada intinya azas-azas tersebut adalah konsep pengembangan manusia dan persaudaraan yang dinyatakan dengan kerjasama masyarakat dalam mencapai kehidupan yang lebih baik dirinya sendiri maupun masyarakatnya.

C. Fungsi dan Peran Kredit Union

Sesuai dengan visi, misi, falsafah azas dan prinsip-prinsip Credit Union yang dimiliki mempunyai fungsi dan peran sebagai berikut:

a. Membangun dan mengembangkan potensi kemampuan ekonomi anggota Credit Union pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.

b. Berperan aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia masyarakat.

c. Memperkokoh perekonomian anggota dan masyarakat sebagai usaha dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian sosial.

d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Dalam mewujudkan fungsi dan peran tersebut di atas maka Credit Union menyelenggarakan usaha sebagai berikut :

d.1. Mewajibkan dan menggiatkan anggota untuk menyimpan pada Credit Union secara teratur dalam rangka mengatur permodalan yang kuat dan sehat

d.2. Memberikan pelayanan pinjaman kepada anggota cepat , tepat dan murah sesuai dengan analisa evaluasi kualitas pemanfaatan pinjaman tersebut terhadap

anggota.

d.3. Membina dan mengembangkan potensi dan usaha perekonomian anggota agar menjadi kuat mandiri dan profesional.

d.4. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan tentang perkoperasian CU.

d.5. Memberikan bimbingan kewirausahaan dan manajemen keluarga anggota.

d.6. Mengembangkan jaringan kerjasama usaha antar anggota.

d.7. Meberikan pelayanan jasa dan perlindungan kepada anggota.

d.8. Mengadakan upaya-upaya lain di bidang ekonomi dan keuangan.

Melalui pengertian , visi/misi, fungsi dan peran kopdit/credit union tersebut di atas semakin jelas kita ketahui langkah yang akan kita tuju. CreditUnion tidak asal berjalan dan memasuki ppersimpangan jalan , tetapi arah credit union jelas.

Walaupun banyak perobahan dan tantangan yang dilalui credit union tidak berubah. Falsafah tetap seperti semula, namun methode, system dan teknik

pelayanan harus semakin kita tingkatkan mengikuti atau seiring dengan perkembangan perubahan zaman.

4.2. Perkembangan CU Cinta Mulia dalam Periode ± 10 Tahun Terakhir 4.2.1 Periode Pembentukan Sampai Akhir Tahun 2000

Dalam rentang waktu hampir 30 tahun, Kopdit/CU Cinta Mulia tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan. Pertumbuhan keanggotaan sangat lambat karena alat pemersatu yang sangat sempit. Ada kesan bahwa pertambahan anggota kurang di inginkan. Ada katakutan bahwa sistem manajemen konvensional tidak mampu mengcover semua kegiatan. Slogan “Small is beautiful“ terus mencekoki kehadiran Kopdit/CU perintis ini.

Tidak ada masalah akan tempat, sekolah dimana para guru/pegawai menjadi bendahara menjadi sentra kegiatan dan roda akhir periode ini, kantor BK3D SUMUT menjadi sentra kegiatan karena sang bendahara yang juga bendahara BK3D SUMUT, melakukan kegiatan-kegiatan rutinnya disana. Pengurus juga tidak begitu repot.

Kegiatan hanya ada pada sore hari pada permulaan bulan, setoran simpanan dan angsuran pinjaman dan lain-lain dilakukan para kolektor di setiap unit sekolah/kerja. Hingga Kopdit/CU Cinta Mulia hanya mampu merekrut anggota sebanyak 312 (tiga ratus duabelas) orang dan mengembangkan assetnya sebesar Rp.

354.980.883 (tiga ratus lima puluh empat juta sembilan ratus delapan puluh ribu delapan ratus delapan puluh tiga rupiah) hingga akhir tahun 2000.

4.2.2 Periode tahun 2001 hingga 2002 (Pengembangan Wilayah/Alat Pemersatu) Pengurus periode 1997/2001 mengakomodir animo masyarakat umum untuk bergabung dengan Credit union. Pada tahun 1993 pengurus membeli sebidang tanah untuk lokasi kantor. Tahun 2000, kantor dengan 1 lantai dibangun dan diresmikan pada RAT Tahun Buku 2000 yang dilaksanakan pada akhir Januari 2001. Alat pemersatu juga diperluas dengan menambahkan masyarakat kecamatan Siantar Selatan dan sekitarnya. Dengan terpilihnya Bapak Ir. John Hugo Silalahi menjadi Bupati Simalungun, beliau merasa perlu berdiskusi empat mata dengan ketua. Beliau menghimbau agar Commond Bond kopdit/CU Cinta Mulia dikembangkan mencakup. Kabupaten Simalungun. Pada RAT tahun buku 2001 yang dilaksanakan pada akhir bulan Januari 2002 Kopdit/CU Cinta Mulia mengembangkan sayapnya mencakup wilayah kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun.

Tabel 4.1 1 2001 783.104.364 563.358.950 26.578.584 30.442.237 2 2002 2.023.962.897 1.515.126.549 295.604.779 10.442.237 3 2003 4.836.162.824 2.945.444.110 1.416.624.273 91.995.748

4 2004 11.918.349.137 5.983.002.690 5.302.148.185 181.395.751

5 2005 23.417.906.449 11.031.479.577 10.191.073.615 393.239.013

6 2006 33.708.906.472 16.388.655.017 14.876.516.469 537.458.433 7 2007 40.352.824.126 21.057.713.385 17.141.625.081 700.638.433 8 2008 47.076.156.163 24.664.737.787 19.301.739.277 915.829.688

9 2009 49.853.802.989 27.270.359.168 25.738.316.191 5. 127. 626.431

Sumber : Buku RAT CU Cinta Mulia Tahun 2001-2009

Kopdit/ CU. Cinta Mulia dalam kurun waktu 1 (satu) periode 5 (lima) tahun (2001-2006) dengan sistem pelayanan menejemen yang proporsional dengan sasaran prioritas adalah pertumbuhan asset yang baik dan pertumbuhan tersebut pada 31 Desember 2001 adalah Rp 783.104.364 sementara pada 31 Desember 2006 Rp 33.708.906.472 sehingga pertumbuhannya mencapai 4.204,52 %. Penerimaan keuangan pada tahun 2006 dari Simpanan anggota (Saham) mengalami peningkatan sebesar 48,50% dibandingkan tahun sebelumnya. Dimana tahun ini sebesar Rp.

16.388.655.017 dan tahun lalu sebesar Rp. 11.031.479.577. Penerimaaan keuangan dari simpanan non saham mengalami peningkatan 45,98 % dimana tahun ini Rp.

14.876.516.469 dan tahun lalu saebesar Rp. 10.191.076.615. Dana cadangan pada tahun 2006 masih 10% dari total asset yaitu 1,59% yang berarti dana masih digulirkan kepada anggota walaupun ada simpanan Bekatigade (SSPD) sebesar Rp.

106.954.400

Pada tahun I (pertama) tahun buku 2007 periode kepengurusan 2007-2011 keadaan kopdit CU. Cinta Mulia juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan yanng signifikan. Asset tahun 2007 sebesar Rp. 40.352.824.126 dan aktiva tahun

2006 sebesar Rp. 33.708.906.472 jelas ada penambahan asset sebesar Rp.

6.643.917.654 dengan demikian mengalami peningkatan sebesar 19,71% dibanding tahun 2006.Peningkatan keuangan dari simpanan anggota (saham) mengalami peningkatan 28,49% dibanding tahun 2006 diman atahun 2007 sebesar Rp.

21.057.713.385 dan tahun 2006 sebesar Rp. 16.388.655.017. Penerimaan keuangan dari dari simpanan non saham mengalami peningkatan sebesar 15,23% dimana tahun 2007 sebesar Rp. 17.141.625.081 dan tahun 2006 sebesar Rp. 14.876.516.469.

Dana cadangan masih 10% dari total asset yaitu sebesar 1,74 % yang berarti dana

Dana cadangan masih 10% dari total asset yaitu sebesar 1,74 % yang berarti dana

Dokumen terkait