BAB II DEFINISI MORFOLOGI, MORFEM, PROSES MORFEMIS, KATA
2.5. Jenis-Jenis Makna dalam Semantik
Menurut Chaer (1995:59) jenis atau tipe makna dapat dibedakan berdasarkan beberapa kriteria atau sudut pandang, yakni :
a. Berdasarkan jenis makna semantiknya, makna dapat dibedakan menjadi makna leksikal dan makna gramatikal.
Makna leksikal adalah makna yang sesuai dengan referennya, makna yang sesuai dengan observasi alat indera, atau makna yang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita. Contohnya kata makan, makna leksikalnya adalah memasukkan makanan kedalam mulut, mengunyah dan menelannya.
Seperti contoh kalimat: mereka makan tiga kali sehari; mereka makan pisang. Kata makan dalam kalimat ini sangat jelas bahwa makan bermakna memasukkan sesuatu kedalam mulut, mengunyah dan menelannya.
Sedangkan makna gramatikal adalah makna yang hadir sebagai akibat adanya proses gramatikal seperti proses afiksasi, proses reduplikasi, dan proses komposisi. Contoh proses afiksasi awalan /ter-/ pada kata /bawa/ dalam kalimat terbawa juga oleh adik tas seberat itu, awalan ter- pada kata terbawa melahirkan makna 'dapat',
dan dalam kalimat buku adik terbawa oleh saya, melahirkan makna gramatikal 'tidak sengaja'. Contoh reduplikasi dapat dilihat pada buku yang bermakna 'sebuah buku', menjadi buku-buku yang bermakna 'banyak buku'. Sedangkan contoh komposisi dapat dilihat dari kata sate ayam tidak sama dengan komposisi sate madura. Yang pertama menyatakan asal bahan, yang kedua menyatakan asal tempat.
b. Berdasarkan ada tidaknya referen pada sebuah kata atau leksern, dapat dibedakan menjadi makna refensial dan makna nonreferensial.
Makna referensial adalah makna dari kata-kata yang mernpunyai referen, yaitu sesuatu diluar bahasa yang diacu oleh kata itu. Contoh kata mangga dan apel, disebut bermakna referensial karena kedua kata itu mempunyai referen yaitu sejenis buah-buahan.
Sedangkan kalau kata-kata itu memiliki referen, maka kata itu disebut kata bermakna nonreferensial. Contoh kata “karena” dan “tetapi” tidak mempunyai referen, jadi kata tersebut bermakna nonreferensial. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kata-kata yang termasuk kata-kata seperti mangga dan apel termasuk kata-kata-kata-kata bermakna referensial, sedangkan yang termasuk kelas kata tugas seperti; preposisi, konjugasi, dan kata tugas lain adalah kata-kata yang bermakna nonreferensial.
c. Berdasarkan ada tidaknya nilai rasa pada sebuah kata atau leksem, dibedakan menjadi makna denotatif makna konotatif
Makna denotatif pada dasarnya sama dengan makna referensial, sebab makna denotatif ini lazim diberi penjelasan sebagai makna yang sesuai dengan hasil observasi menurut penglihatan, penciuman, pendengaran, perasaan atau pengalaman lainnya. Jadi makna denotatif ini menyangkut informasi-informasi faktual objektif karena itu sering disebut sebagai makna sebenamya. Contoh kata wanita dan
perempuan. Karena kata-kata ini mempunyai denotasi yang sama, yaitu manusia dewasa bukan laki-Iaki. Walaupun kata perempuan dan wanita mempunyai makna denotasi yang sama, tetapi dewasa ini kedua kata tersebut mempunyai nilai rasa yang berbeda, yakni kata perempuan mempunyai nilai rasa yang rendah, sedangkan kata wanita mempunyai nilai rasa yang tinggi. Makna tambahan pada suatu kata yang sifatnya memberi nilai rasa baik positif maupun negatif disebut makna konotasi. d. Berdasarkan ketepatan maknanya, makna dapat dibedakan menjadi makna kata
dan makna istilah.
Makna kata sering disebut sebagai makna bersifat umum, sedangkan makna istilah memiliki makna yang tetap dan pasti. Hal ini dapat dilihat dari contoh dalam bidang kedokteran kata tangan dan lengan, digunakan sebagai istilah untuk pengertian yang berbeda. Makna tangan adalah 'pergelangan sampai ke jari-jari', sedangkan makna lengan adalah 'pergelangan sampai ke pangkal bahu'. Sebaliknya dalam bahasa umum tangan dan lengan dianggap bersinonim (sama maknanya). e. Berdasarkan kriteria atau sudut pandang lain, dibedakan menjadi makna asosiatif,
idiomatik, kolokatif, dan sebagainya.
Makna asosiatif sesungguhnya sama dengan perlambang-perlambang yang digunakan oleh suatu masyarakat bahasa untuk menyatakan suatu konsep lain. Contohnya kata melati digunakan sebagai perlambang kesucian, kata merah digunakan sebagai perlambang keberanian, dan srikandi digunakan sebagai perlambang kepahlawanan wanita.
Berbeda dengan makna idiomatik, kata idiom berarti satuan-satuan bahasa (bisa berupa kata, frase, maupun kalimat) yang maknanya tidak dapat diramalkan dari makna leksikal unsur-unsurnya maupun makna grarnatikal satuan -satuan tersebut. Contohnya frase menjual rumah bermakna 'si pembeli menerima rumah dan si
penjual menerima uang', tetapi frase menjual gigi bukan bermakna 'si pembeli menerima gigi dan si penjual menerima uang', melainkan bermakna 'tertawa keras-keras'. Sehingga dapat disimpulkan bahwa makna idiomatik adalah makna sebuah satuan bahasa (kata, frase, atau kalimat) yang menyimpang dari makna leksikal atau makna gramatikal unsur-unsur pembentuknya.
Sedangkan makna kolokatif berkenaan dengan makna kata dalam kaitannya dengan makna kata lain yang mempunyai tempat yang sama dalam sebuah frase. Contoh frase gadis itu cantik dan pemuda itu tampan. Kita tidak dapat menyatakan gadis itu tampan atau pemuda itu cantik, karena pada kedua kalimat itu maknanya tidak sama walaupun informasinya sama.
BAB III
ANALISIS KATA YOUDA, SOUDA DAN RASHII DARI SEGI MORFOLOGI DAN SEMANTIK
Seperti yang telah penulis sampaikan dalam bab sebelumnya bahwa untuk menganalisis kata youda, souda, dan rashii penulis menganalisanya berdasarkan contoh kalimat.
4.1. Analisis Penggunaan Kata Youda 4.1.1. Secara Morfologi
Contoh 1
子供 数 年々減 い 王様 う 子供 増え い う
Kodomo no su ga nennen hetteite, osama no youna kodomo ga fueteiruyoudesu. Jumlah anak-anak dari tahun ketahun menurun, anak-anak yang seperti raja kelihatannya bertambah.
(
中級 行 う
, 2004: 26 )Dalam kalimat diatas kata youna (
う
) terdiri dari dua morfem yaitu: /you/ + /na/./ you/: merupakan morfem dasar yang bermakna sepertinya.
/ na / adalah akhiran ( sufiks ) yang digunakan apabila kata /you/ diikuti dengan kata benda.
Melihat cara perubahan yang ditunjukkan dalam kalimat diatas maka kata / youna / sama dengan kata sifat golongan –na ( na-keiyoushi atau kandoushi ).
Kata fueteiruyoudesu (
増 え い う
) : dapat dipisahkan menjadi beberapa morfem yaitu : /fue/ + /te/ + /iru/ you/ desu//Fueteiru/ merupakan Verba yang asal katanya adalah /Fueru/( bertambah) mendapat sisipan /te/ dan akhiran / iru / yang maknanya adalah menunnjukkan keadaan .
Kata youdesu(
う
) terdiri dari:/you/ merupakan morfem dasar yang bermakna sepertinya.
/desu/ adalah morfem terikat yang ditambah pada kata /you/ untuk merubah makna menjadi sopan.
Contoh 2
木村 昨日 酒 飲 う
Kimurasan wa kinou osake o nonda youda. Saudara kimura sepertinya kemarin minum sake.
Analisis:
Dalam kalimat diatas kata youda sendiri terdiri dari dua morfem, yakni: /you/ adalah morfem dasar yang bermakna sepertinya atau kelihatannya.
/da/ adalah morfem terikat yang tidak memiliki arti namun memberikan makna pada morfem /you/ menjadi bermakna bentuk biasa atau tidak sopan.
Sebelum kata youda dalam kalimat diatas ada Verba nonda (
飲
) yang terdiri dari :/no(
飲)
/ adalah Verba dasar/ nda/ adalah akhiran yang berfungsi untuk memberikan makna lampau .
Contoh 3
ミ 日本人 う 日本語 話
Sumisusa wa nihonjin noyouni nihongo o hanashimasu.
Saudara sumisu berbicara dengan bahasa Jepang seperti orang Jepang.
(
日本語基本文法辞典
:551)Analisis :
Kata youni (
う
) dalam kalimat diatas terdiri dari dua morfem / you/ + / ni//ni/ adalah morfem terikat atau akhiran yang dilengketkan apa bila diikuti dengan kata kerja.
Sama halnya dengan kata sifat Na- keiyoushi, bila diikuti oleh kata kerja / na / berubah menjadi / ni /
Contoh 4
杉山 メ カ 行 う
Sugiyamasan wa Amerika e iku youdesu. Saudara sugiyama sepertinya pergi ke amerika.
(
日本語基本文法辞典
:547)Analisis :
Dalam kalimat diatas sebelum kaya youdesu ada kata iku / 行 / terdiri dari
/ik / + / u /
/ ik / adalah verba dasar
/ u / adalah akhiran yang memberikan makna kata kerja bentuk biasa.
Sedangkan kata / youdesu / terdiri dari dua morfemyaitu / you / + / desu / / you / adalah morfem dasar yang bermakna sepertinya.
/ desu / adalah morfem terikat yang menberikan makna sopan.
Contoh 1.
子供 数 年々減 い 王様 う 子供 増え い う
Kodomo no su ga nennen hetteite, osama no youna kodomo ga fueteiruyoudesu.
Jumlah anak-anak dari tahun ketahun menurun, anak-anak yang seperti raja kelihatannya bertambah.
(
中級 行 う
, 2004: 26 ) Analisis :Dalam kalimat diatas kata youna dan youda digunakan secara bersamaan dalam satu kalimat. pemakaian kedua kata itu sudah tepat. Karena sesuai dengan teori Seiichi Makino dan Michio Tsutsuji (1996:549) mengatakan bahwa youda untuk menyatakan sesuatu yang mirip atau kemiripan. Ia juaga mengatakan penggunaan youda melibatkan pemikiran pembicara berdasarkan apa yang telah ia lihat. Situasi yang ditampilkan sebelumnya dalam kalimat diatas adalah pembicara melihat bahwa anak-anak saat sekarang ini sudah banyak yang menggunakan telepon genggam, dan barang-barang mahal lainnya. Dia juga melihat bahwa dimana-mana tampak orang tua memberikan apa saja yang diinginkan oleh anak-anaknya serta orang tua mengikuti semua keinginan anak-anaknya. Dari alasan itu dia menarik kesimpulan bahwa semakin banyak anak-anak yang seperti raja.
Contoh 2
わ 作 い う
Tas ini sepertinya terbuat dari kulit.
現代日本語事情
:1987:38Analisis:
Pemakaian kata youdesu dalam kalimat diatas sudah tepat, hal ini sesuai dengan pengertian youda yang terdapat dalam buku minna no nihongo terjemahan Hal 135, bahwa youdesu digunakan untuk menyatakan suatu perkiraan subjektif berdasarkan informasi yang dilihat penbicara sendiri secara langsung. Dalam kalimat diatas penbicara melihat sendiri bahwa tas itu memang seperti terbuat dari kulit. Sehingga dia menggunakan youdesu untuk mengungkapkan dugaannya.
Contoh 3
庭 猫 い う
Niwa ni neko ga iruyouda.
Sepertinya di halaman ada kucing.
( Shin Nihongo chuukyu : 76 )
Analisis :
Dalam kalimat di atas penggunaan youda, sudah tepat yaitu untuk menyatakan dugaan yang didengar oleh pembicara sendiri berdasarkan informasi yang dia terima dari panca inderanya, dan dia yakin akan kebenaran dari informasi itu. Hal itu terlihat
bahwa dalam kalimat sebelumnya pembicara mendengar ada suara yang bersal dari halaman rumah, suara tersebut seperti suara kucing, dan dia mengambil kesimpulan bahwa itu adalah kucing, sehingga dia mengatakan bahwa di halaman sepertinya ada kucing. Walaupun dia yakin akan informasi yang dia dapat ( dalam hal ini adalah suara kucing dihalaman ) namun dia tetap mengatakan sepertinya ada kucing, karena dia hannya mendengar suara dan tidak melihat secara langsung diahalaman ada kucing atau tidak, tapi apabila dia sudah tau bahwa dihalaman ada kucing, maka pemakaian youda tidak digunakan pada situasi seperti ini.
Contoh 4
:
私 背中 何 い い う 見
い
:
あ 木 葉 い い
:
ああ 変 感
A : watashi no senakani nanika tsuiteiruyounandesukedo, chotto mitekudasai. B : a, kinoha ga tsuiteimasuyo.
A : aa, yapparine, henna kanji ga shitandesuyo.
A : sepertinya ada sesuatu yang menepel di punggung saya, coba lihat! B : a, ada daun kayu
A : pantasan terasa aneh.
(
う使う日本語表現文型
200:150)Analisis :
Penggunaan kata youda dalam kalimat diatas sudah tepat, karena sesuai dengan situasi yang ditampilkan dalam kalimat, bahwa pembicara merasakan sendiri
bahwa dipunggungnya terasa aneh, sehingga dia menduga ada sesuatau yang menempel dipunggungnya. Kalimat ini merupakan dugaan karena pembicara belum melihat apakah ada sesuatu yang menempel dipunggungnya, hal ini tampak dalam kalimat percakapan diatas bahwa pembicara ( A ) meminta lawan bicara ( B ) melihat punggungnya. Tapi apabila pembicara melihat dan sudah tau ada daun dipunggunbgnya maka pembicara tidak menduga lagi, dan kaka youda tidak digunakan dalam konteks seperti ini.
Contoh 5:
あ 牛乳 悪 い う 変 い
Are, kono gyunyu, chotto warukunatteiruyoudesu. Henna nioi ga shimasu. Eh, susu ini sepertinya tidak bagus lagi. Baunya sudah lain.
(
う使う日本語表現文型
200:150)Analisis :
Dalam kalimat diatas sudah tampak sangat jelas bahwa pembicara menciyum bau kurang enak dari susu , sehinnga dia menduga bahwa susu tersebut tidak bagus lagi. Kata youdesu yang digunakan dalam kalimat diatas adalah untuk menyatakan dugaan pembicara dari hal yang dia rasakan secara internal, yaitu bau yang tidak tampak dari luar, namun dapat dirasakan secara langsung oleh pembicara. Akan tetapi apabila susu yang dia maksudkan telah berubah warnanya dan dapat dia lihat bahwa susu tersebut sepertinya sudah tidak bagus maka dalam kalimat diatas digunakan kata
souda. Jadi kesimpulannya adalah penggunaan kata youdesu dalam keonteks kalimat diatas sudah tepat.
Contoh 6
酒 水 う
Kono sake wa mizunoyouda. Sake ini seperti air.
( 日本語基本文法辞典
:549)
Analisis :
Dalam kalimat diatas pemakaian kata youda sudah tepat. Karena menurut Seiichi Makino dan Michio Tsutsuji bahwa kata youda digunakan untuk menyatakan hal kemiripan satu dengan yang lainnya. Seperti contoh diatas adalah Sake dikatakan oleh pembicara mirip dengan air. Dalam kalimat kata youda semata-mata digunakan untuk menyatakan kemiripan, bukan menyatakan dugaan pembicara terhadap sesuatu, karna pada saat dia melihat sake dia melihat bahwa sake itu seperti air, ini merupakan fakta, dan bukan dugaan.
Contoh 7
ミ 日本人 う 日本語 話
Sumisusa wa nihonjin noyouni nihongo o hanashimasu.
Saudara sumisu berbicara dengan bahasa Jepang seperti orang Jepang.
Analisis :
Konteks dari kalimat diatas adalah pembicara mendengar sendiri secara langsung bahwa Sumisu ( orang asing yang bisa bahasa Jepang ) menggunakan bahasa Jepang sangat mahir, dan pada saat dia bicara seperti orang Jepang. Sehingga dia mengatakan bahwa Sumisu berbicara seperti orang Jepang. Dalam kalimat ini berbeda dengan kalimat dalam contoh 5, maksud dari kalimat ini adalah berbicaranya sumisu dengan bahasa Jepang seperti orang Jepang, dan bukan Simisu yang mirip dengan orang Jepang.
4.2. Analisis Penggunaan Kata Souda 4.2.1. Secara Morfologi
Contoh 1
立派 カ あ 中 赤い カ 甘 う
Rippana suika ga aru. Nakani akaida. Kono suika wa amasouda.
Ada sebuah semangka yang besar, dan bagus. Dalamnya merah. Semangka ini kelihatannya enak.
(http://learnjapanese.languageschool.net/mod/resource/view.php/id=178 )
Analisis:
Kata ama souda
(甘 う )
secara morfologi terdiri dari:Kanji /ama/ (
甘
) merupakan morfem dasar dari sebuah adjektiva yang berarti /manis/. Dalam bentuk lain / ama/ + / i / . / i / merupakan morfem terikat sebagai pembentuk makna kata sifat golongan i-keiyoushi.Souda terdiri dari dua morfem yaitu /sou/ + / da /
/sou/ adalah morfem dasar yang bermakna sepertinya atau kelihatannya.
/da/ adalah morfem terikat yang berfungsi sebagai pemberi makna kata bentuk biasa dalam kalimat /amasouda/
Contoh 2
ョン 今夜 パーテ 来 う
Jon san wa konya no pati ni kisoudesu.
Jhon sepertinya tidak datang pada pesta malam ini
( http://learnjapanese.languageschool.net/mod/resource/view.php/id=178 )
Analisis:
Dalam kalimat diatas, kata kisoudesu secara morfologisterdiri dari: / kuru / 来 / /ki/来/
Asal kata berasal dari verba / kuru / bila di ikuti oleh soudesu berubah menjadi verba bentuk renyoukei/ kimasu/ . Sufiks / masu / dihilangkan sehingga menjadi / ki /. Artinya adalah datang.
Kata soudesu sendiri terdiri dari dua morfem yaitu /sou / + / desu.
/sou/ merupakan morfem dasar maknanya adalah kelihatannya atau sepertinya. / desu / adalah morfem terikat yang memberikam makna pada sopan.
Contoh 3
う 人
Majime souna hito ne.
( J- Bridge to Intermetiate Japanese: 2 )
Analisis:
Kata / Majime / asal katanya adalah / majime-na/ yaitu kata sifat yang berakhiran dengan na. / na / dihilangkan sehingga menjadi / majime/ .
Kata souna merupakan dua morfem yaitu / sou / + / na /
/ sou / adalah morfem dasar yang mempunyai makna sepertinya
/ na / adalah akhiran yang yang ditambahkan pada /sou / bila di ikuti oleh kata benda. Penambahan / na / pada kata / sou / menunjukkan bahwa secara morfologi perubaha kata /sou / sama halnya dengan keiyoudoushi ( kata sifit/na )
Contoh 4
あ 何時 帰 う
Ato, naji goro kaeredoudesuka.
Nanti, kir-kira jam berapa bisa pulang.
( Minna no nihongo II : 149 )
Analisis:
Kata / kaere / sebelum kata / sou / asal katanya adalah / kaeru /. Bila diikuti oleh kata soudesu, berubah menjadi kata kerja bentuk meireikei / kaeremasu / sufiks / masu / dihilangkan menjadi / kaere /. Dan maknanya adalah “dapat”.
/ ka / morfem terikat yang juga merupakan sebuak partikel atau kata Bantu yang memberikan perubahan arti pada kalimat menjadi kalimat Tanya.
4.2.2. Secara Semantik
Contoh 1
立派 カ あ 中 赤い カ 甘 う
Rippana suika ga aru. Nakani akaida. Kono suika wa amasouda.
Ada sebuah semangka yang besar, dan bagus. Dalamnya merah. Semangka ini kelihatannya enak.
(http://www.014.upp.so-net.ne-jp/nbunka/okt98.html ) Analisis:
Konteks dari kalimat diatas adalah bahwa pada saat mengatakan “ semangka ini kelihatannya enak” pembicara melihat sendiri semangka yang besar dan isi dalamnya merah, dia hannya melihat dari luarnya saja. Dari konteks yang ditunjukkan dalam kalimat ini, maka pemakaian kata souda sudah tepat. Karena menurut Ogata bahwa souda digunakan untuk menyatakan perkiraan atau ramalan pembicara dari pengamatan pembicara secara langsung pada saat kejadian, informasi yang diperoleh oleh pembicara merupakan suatu pendapat yang dapat dibenarkan secara umum. Maksudnya adalah siapa saja yang melihat semangka yang besar dan isi dalamnya merah secara umun akan mengatakan atau menduga bahwa semangka tersebut manis.
Contoh 2
ョン 今夜 パーテ 来 う
Jhon sepertinya tidak datang pada pesta malam ini
( http://homepage3.nifty.com/l-yasu/lesson-e28html. )
Analisis:
Konteks dari kalimat diatas adalah diadakan suatu pesta pada malam hari, dan sebelum pesta ini juga sering diadakan pesta yang sama. Pada saat sebelumnya saudara Jon, selalu datang. Dan pembicara tahu benar bahwa Jon selalu datang pada saat pesta sebelumnya. Sehingga pembicara menduga bahwa Jon akan datang pada pesta malam ini, karna berdasarkan pengalaman yang telah lalu Jon selalu datang. Pemakaian kata souda dalam konteks kalimat seperti ini sudah tepat, karna menurut teori Ogata, Souda juga digunakan untuk menyatakan suatu dugaan atau perkiraan yang berasal dari informasi berturut-turut, dan pernah dialami oleh pembicara.
Contoh 3
中 :鈴木 何 見 い ?
鈴木 :ああ 中 写真 正月 高校
う う い窓会
あ 写真 撮 写真
中 : え え 一番 座 い 男 人 ?
鈴木 :ああ 岡 君
中 : う 人
Tanaka : Suzukisan, nani o moteruno?
Suzuki : aa, tanakasan. Koredayo, shashin. Shougatsuni koko no dosoukai ga atta shashin dakedo, sono toki minna de totta shashin.
Tanaka : hee, ne, kono ichiban ni suwatteiru otokonohito wa dare? Suzuki : aa, sorewa okadakun.
Tanaka : majimesouna hito ne.
Tanaka : Suzuki, sedang lihat apa?
Suzuki : e, tanaka. Ini loh, poto. Pada tahun baru ada megadakan reuni, ini adalah poto yang di ambil pada waktu itu.
Tanaka : hee. Laki-laki yang duduk paling depan ini siapa? Suzuki : o, itu adalah Okada.
Tanaka : kelihatannya orangnya rajin ya.
( J- Bridge to Intermetiate Japanese: 2 )
Analisis :
Dalam kalimat percakapan diatas pemakaian kata souda sudah tepat, yaitu untuk menyatakan dugaan atau anggapan dari tampilan luar. Seperti dalam kalimat diatas, Tanaka mengatakan “ sepertinya Okada adalah orang yang rajin” itu dia lihat dari tampilan luar. Dalam kalimat diatas dia melihat hannya melalui potonya saja. Mungkin melalui poto itu dia melihat Okada orang yang rapi, pake dasi. Maka dia menduga bahwa okada adalah orang yang rajin. Kalimat ini merupakan dugaan pembicara karena dia tidak tau bagai mana sifat okada yang sebenarnya.
Contoh 4
:ミ ー 一緒 帰 せ
: 少 い仕事 あ
: う 帰 思い
: う 待 い
A : Mira san isshoni kaerimasenka? B : mada, sukoshi shigoto ga arundesu. A : Ato, nanji goro kaeresoudesuka. B : mousugu kaeru to omoimasu. A : soudesuka. Ja, matteimasu.
A : Saudara Miler, maukah pulang sama-sama? B : belu, saya masih ada sedikit pekerjaan. A : kira-kira jam berapa bisa pulang? B : saya pikir sebentar lagi bisa pulang. A : o, kalau begitu saya tunggu.
( Minna no nihongo II : 149 )
Analisis :
Dalam kalimat diatas, kata souda digunakan untuk menyatakan suatu dugaan terhadap suatau keinginan orang lain pada waktu atau kejadian yang akan datang. Dalam kalimat ini ( A ) menanyakan kepada ( B ) kapan bisa pulang, karena ( A ) ingin mengajak ( B ) pulang sama-sama. Kata souda dalam kalimat diatas tidak digunakan untuk menyatakan keinginan diri sendiri, melainkan untuk meyatakan dugaan terhadap keinginan orang lain.
Contoh 5.
:
上着 ボタン う
A : usagi no botan ga toresoudesu.
B : a, hontoudesune, doumouarigatougozaimasu. A : Kancing baju anda kelihatannya hampir mau lepas. B : eh, benarya. Terimakasih banyak.
( minna no nihongo II : 144 )
Analisis :
Konteks dari kalimat diatas sudah jelas bahwa ( A) melihat bahwa kancing baju ( B ) hampir mau lepas. Sehingga dia mengatakan bahwa kelihatannya kancing baju ( B) mau lepas, dengan menggunakan kata soudesu untuk menyatakan dugaannya. Pemakaian kata soudesu dalam konteks kalimat diatas adalah untuk menyatakan dugaan yang yang akan terjadi dalam waktu yang dekat, seperti dicontohkan dalam kalimat bahwa kancing baju ( B ) hampir mau lepas, dalam arti kata sebentar lagi akan lepas. Kata soudesu digunakan karna masih merupakan