BAB II LANDASAN TEORI
3. Jenis-jenis Penilaian Autentik
Dalam rangka melaksanakan penilaian autentik yang baik, guru harus memahami secara jelas tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
Dalam penilaian sikap misalnya, guru harus merumuskan aspek sikap apakah yang akan dinilai. Begitu pula dalam penilaian pengetahuan dan keterampilan. Selain itu, fokus penilaian juga menjadi hal yang harus diperhatikan oleh guru, yaitu apakah guru akan melakukan penilaian sikap, pengetahuan, ataukah keterampilan. Dan yang terakhir adalah mengenai tingkat pengetahuan apakah yang akan dinilai, seperti penalaran, memori, atau proses.
Menurut Supardi jenis penilaian autentik ada 8 (delapan) yaitu penilaian tertulis, penilaian lisan, penilaian produk, penilaian portofolio, penilaian unjuk kerja, penilaian proyek, penilaian pengamatan, dan penilaian diri.14 Adapun menurut Kunandar jenis penilaian autentik ada 13 (tiga belas) yaitu proyek atau penugasan dan laporannya, hasil tes tertulis, portofolio, pekerjaan rumah, kuis, karya siswa, prensentasi atau penampilan siswa, demonstrasi, laporan, jurnal, karya ilmiah, kelompok
14 Supardi, Penilaian Autentik..., 28-34.
diskusi, dan wawancara.15 Adapun menurut Abdul Majid, secara garis besar, jenis-jenis penilaian autentik adalah sebagai berikut:
a. Penilaian Proyek
Proyek merupakan salah satu jenis penilaian autentik yang berupa pemberian tugas kepada siswa secara berkelompok. Tugas proyek akademik yang diberikan adalah tugas yang berkaitan dengan konteks kehidupan nyata. Kegiatan ini merupakan cara untuk mencapai tujuan akademik sekaligus mengakomodasi berbagai perbedaan gaya belajar, minat, serta bakat dari masing-masing siswa.
Salah satu contoh tugas proyek adalah proyek membuat miniatur ka’bah dalam materi Sejarah Kebudayaan Islam.
Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yang harus diselesaikan oleh siswa dalam periode atau waktu tertentu. Penilaian dilaksanakan pada setiap akhir bab atau satu tema pelajaran. Guru melakukan penilaian secara komprehensif dimulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan oleh siswa. Dengan demikian, penilaian proyek berhubungan dengan aspek pemahaman, pengaplikasian, penyelidikan, dan lain-lain.
Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, siswa memperoleh kesempatan untuk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Oleh sebab itu, pada setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:16
1) Keterampilan siswa dalam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yang diperoleh, dan menulis laporan;
15 Kunandar, Penilaian Autentik ..., 51
16 Abdul Majid, Penilaian Autentik…, 63.
2) Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh siswa;
3) Orisinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yang dikerjakan atau dihasilkan oleh siswa.
Dalam melakukan penilaian proyek guru dapat menggunakan instrumen penilaian proyek siswa dengan menggunakan instrumen penilaian berupa daftar cek (check list) dan skala penilaian (Rating Scale).
b. Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja adalah suatu penilaian yang meminta siswa untuk melakukan suatu tugas pada situasi yang sesungguhnya dengan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang di butuhkan.
Misalnya tugas mempraktekkan ritual ibadah haji, praktek melaksanakan shalat jenazah, menggunakan teropong untuk melihat hilal dan lain-lain. Ada beberapa cara untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja, antara lain daftar cek, catatan anekdot/narasi, skala penilaian, memori atau ingatan, dan rubrik.
Penilaian kinerja memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus. Pertama, langkah-langkah kinerja harus dilakukan siswa untuk menunjukan kinerja yang nyata untuk suatu atau beberapa jenis kompetensi tertentu. Kedua, ketepatan dan kelengkapan aspek kinerja yang dinilai. Ketiga, kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan oleh siswa untuk menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran. Keempat, fokus utama dari dari kinerja yang akan dinilai, khususnya indikator esensial yang akan diamati. Kelima, urutan dari kemampuan atau keterampilan siswa yang akan diamati.17
Ada beberapa cara berbeda untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja, yaitu:18
17 Abdul Majid, Penilaian Autentik…, 65.
18 Abdul Majid, Penilaian Autentik…, 64-65.
1) Daftar cek (check list)
Daftar cek berfungsi untuk mengetahui muncul atau tidaknya unsur-unsur tertentu atau sub-indikator yang harus muncul dalam sebuah peristiwa atau tindakan.
2) Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narrative records)
Teknik ini dilakukan dengan cara guru menulis laporan narasi tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing siswa selama melakukan tindakan. Dari laporan tersebut guru dapat menentukan seberapa baik siswa memenuhi standar yang ditetapkan.
3) Skala penilaian (rating scale)
Skala penilaian biasanya digunakan dengan skala numeric berikut predikatnya. Misalnya: 5 = baik sekali, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, 1 = kurang sekali.
4) Memori atau ingatan (memory approach)
Teknik memori digunakan oleh guru dengan cara mengamati siswa ketika melakukan sesuatu, dengan tanpa membuat catatan. Guru menggunakan informasi dari memorinya untuk menentukan apakah siswa sudah berhasil atau belum.
c. Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengumpulkan karya siswa yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang dilakukan selama kurun waktu tertentu.
Portofolio digunakan oleh guru dan siswa untuk memantau secara terus-menerus perkembangan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam bidang tertentu. Dengan demikian, penilaian portofolio memberikan gambaran secara menyeluruh tentang proses dan pencapaian hasil belajar siswa. Portofolio merupakan bagian terpadu dari pembelajaran sehingga guru mengetahui sedini mungkin kekuatan dan kelemahan siswa dalam menguasai mata pelajaran pada setiap sub bab.
Penilaian portofolio merupakan penilaian atas kumpulan artefak yang menunjukan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja siswa secara perorangan atau diproduksi secara berkelompok, memerlukan refleksi siswa, dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi.19
Agar penilaian portofolio menjadi efektif, guru dan siswa perlu menentukan ruang lingkup penggunaan portofolio antara lain sebagai berikut:20
1) Setiap siswa memiliki dokumen portofolio sendiri yang memuat hasil belajar pada setiap mata pelajaran atau setiap kompetensi.
2) Menentukan jenis hasil kerja/karya yang perlu dikumpulkan/disimpan.
3) Guru memberi catatan atau umpan balik berisi komentar dan masukan untuk ditindaklanjuti siswa.
4) Siswa harus membaca catatan guru dengan kesadaran sendiri dan menindaklanjuti masukan guru untuk memperbaiki hasil karyanya.
5) Catatan guru dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan siswa diberi tanggal, sehingga dapat dilihat perkembangan kemajuan belajar siswa.
d. Jurnal
Jurnal merupakan tulisan yang dibuat siswa untuk menunjukkan segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Jurnal dapat digunakan untuk mencatat atau merangkum topik-topik pokok yang telah dipelajari, perasaan siswa dalam belajar mata pelajaran tertentu, kesulitan-kesulitan atau
19 Kementrian Pendidikan dan Kebudayaaan, Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 tahun 2014 SD Kelas IV, 32-37.
20 Tim Direktorat Pembinaan SMP, Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama, 2017), 85.
keberhasilan-keberhasilannya dalam menyelesaikan masalah atau topik pelajaran, dan catatan atau komentar siswa tentang harapan-harapannya dalam proses aturan-aturan yang digunakan untuk menilai kinerja siswa.21
e. Penilaian Tertulis
Penilaian tertulis merupakan jenis penilaian yang berbentuk tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tulisan. Ada dua bentuk soal tes tertulis, pertama yaitu soal dengan memilih jawaban yang terdiri dari soal dengan pilihan ganda, dengan dua pilihan (benar-salah, ya-tidak), dan soal menjodohkan.
Kedua adalah soal dengan menyuplai jawaban yang berupa bentuk isian atau melengkapi, jawaban singkat, atau soal uraian.22 Instrumen tes tertulis disiapkan melalui langkah-langkah berikut ini:23
1) Memeriksa Kompetensi dasar dan indikatornya;
2) Menetapkan tujuan penilaian;
3) Menyusun kisi-kisi;
4) Menulis soal berdasarkan kisi-kisi dan kaidah penulisan soal;
5) Menyusun pedoman penskoran.
4. Teknik dan Bentuk Instrumen Penilaian Autentik