• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis-jenis Permesinan Bantu di Geladak/Deck Kapal

MODUL 1 PENGERTIAN DAN JENIS PERMESINAN BANTU

3. Jenis-jenis Permesinan Bantu di Geladak/Deck Kapal

HANJAR

01

PENGERTIAN DAN JENIS PERMESINAN BANTU

2 JP (90 menit)

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 3 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Metode Pembelajaran

1. Metode ceramah.

Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi pengertian dan jenis permesinan bantu.

2. Metode Brainstorming (curah pendapat)

Metode ini digunakan untuk menggali pendapat/pemahaman peserta tentang materi pengertian dan jenis permesinan bantu.

3. Metode Tanya Jawab

Metode ini digunakan untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang materi yang telah diberikan.

4. Metode Penugasan

Metode ini digunakan pendidik untuk menugaskan peserta didik tentang materi yang telah diberikan.

Alat/Media, Bahan dan Sumber Belajar

1. Alat/Media

a. Whiteboard.

b. Flipchart.

c. Kertas flipchart.

d. Komputer/laptop.

e. LCD dan screen.

2. Bahan

a. Kertas flipchart;

b. Alat tulis.

3. Sumber Belajar

a. Materi bahan ajar

b. Buku Referensi Permesinan Bantu

Kegiatan Pembelajaran

1. Tahap awal : 10 menit

Pendidik melaksanakan apersepsi:

a. Pendidik memperkenalkan diri;

b. Pendidik melakukan pencairan;

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 4 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR c. Pendidik menyampaikan tujuan pembelajaran.

2. Tahap inti : 70 menit

a. Pendidik menyampaikan materi pengertian dan jenis permesinan bantu.

b. pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya dan menanggapi;

c. pendidik memberikan contoh jenis-jenis permesinan bantu;

3. Tahap akhir : 10 menit a. Penguatan materi.

Pendidikmemberikan ulasan dan penguatan materi secara umum.

b. Cek penguasaan materi.

Pendidikmengecek penguasaan materi pembelajaran dengan bertanya secara lisan dan acak kepada peserta didik.

c. Learning point.

Pendidikmerumuskan learning point/koreksi dan kesimpulan dari materi pembelajaran yang disampaikan kepada peserta didik.

Tagihan / Tugas

Peserta didik mengumpulkan resume materi tentang pengertian dan jenis- jenis permesinan bantu

Lembar Kegiatan

Peserta didik membuat resume materi pengertian dan jenis-jenis permesinan bantu

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 5 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR

Bahan Bacaan

PENGERTIAN DAN JENIS PERMESINAN BANTU

1. Pengertian Permesinan bantu

a. Permesinan bantu di kamar mesin adalah pesawat yang berada di dalam kamar mesin yang merupakan pesawat yang sangat vital dalam pengoperasian mesin kapal. Permesinan bantumencakup beberapa komponen antara lain; pompa pompa, kompresor, evapurator, separator dan mesin pendingin.

b. Permesinan bantu di luar mesin adalah merupakan permesinan bantuyang berada di geladak kapal (Dek) dalam pengoperasian mesin kapal yang mencakup beberapa komponen antara lain; mesin kemudi, mesin jangkar, mesin derek.

2. Jenis-jenis Permesinan bantu di Kamar Mesin

a. Pompa–pompa

Pompa–pompa yang terdiri dari :

1) Pompa air pendingin/Cooling water pump terdapat 2 jenis yaitu, pompa air tawar pendingin (tertutup) adalah pompa yang mensirkulasikan air tawar pendingin dari motor ke cooler untuk selanjutnya kembali ke motor, sedangkan pompa air laut pendingin (terbuka) adalah pompa yang memasukan air laut ke dalam cooler yang selanjutnya mengalir kembali ke laut. Posisinya di kamar mesin.

2) pompa ballast kapal/Ballast pump yaitu Pompa air laut yang digunakan untuk memompa air laut ke dalam/ke luar tangki–tangki ballast kapal. posisinya di kamar mesin.

3) Pompa sanitary/sanitair pump yaitu pompa air laut/ tawar untuk mencukupi kebutuhan air tawar bagi air pendingin mesin–mesin kapal, serta kebutuhan lainnya seperti dapur, kamar mandi, WC dsb.posisinya di kamar mesin

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 6 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 4) Pompa Got/Bilge pump yaitu untuk menampung air

kondesat/air got yang kemudian di buang keluar kapal posisinya di kamar mesin

5) Pompa dinas umum yaitu pompa yang digunakan untuk menggantikan fungsi pompa air laut pendingin, pompa ballast atau pompa got.posisinya di kamar mesin

6) Pompa transfer bahan bakar kapal digunakan untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke tangki lainnya dan untuk persiapan bunker dan untuk pengaturan stabilitas kapal. Posisinya di kamar mesin menyatu dengan motor induk.

b. Kompresor.

Kompresor adalah pesawat yang berguna untuk memindahkan udara/gas dari suatu tempat ke tempat lain.

Udara kerja tersebut dipergunakan untuk keperluan menjalankan motor induk atau motor bantu, ketel angin dan lain-lain.

Bentuk kompresor dalam posisi (tegak, sejajar, bentuk huruf V). Menurut cara kerjanya, dibedakan menjadi Torak Kerja Bolak Balik, Rotary dan Sentrifugal. Kompresor yang banyak digunakan di kapal adalah dari jenis Torak Bolak Balik Kerja Tunggal Dua Silinder dan Dua Tingkat Tekanan. Udara kerja yang harus dihasilkan sebesar 25 - 40 kg / cm2.

Peralatan yang dipasang pada kompresor:

1) Manometer, sebagai alat pengukur tekanan udara dalam bejana udara (botol angin).

2) Katub pengaman adalah katub yang berguna sebagai pengaman dan segera membuka apabila tekanan angin dalam bejana angin telah melebihi batas ukuran tekanan yang telah ditentukan.

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 7 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 3) Kran cerat, adalah kran untuk membuang keluar udara

basah/cairan yang terbentuk dalam bejana udara akibat pengembunan.

4) Filter adalah alat penyaring udara yang masuk ke dalam bejana udara (botol agin).

5) Cooler, gunanya untuk mendinginkan udara yang masuk ke dalam bejana udara (botol angin).

Gambar Kompresor c. Evaporator.

Pesawat penguap atau evaporator adalah pesawat yang dipergunakan untuk mengubah air laut menjadi air tawar, yaitu dengan jalan memanaskan air laut. Uap yang terbentuk kemudian didinginkan pada bejana destilasi (condensor), sehingga terbentuk air suling atau kondensat.

1) Tujuan dari pada penyulingan air tawar di kapal.

a) Mengurangi ketergantungan kapal terhadap kebutuhan air tawar dari darat.

b) Menyediakan air tawar untuk keperluan kapal, sehingga menambah ketahanan dalam melaksanakan pelayaran.

2) Penggolongan evaporator menurut jenis-jenisnya.

a) Jenis tekanan tinggi, uap yang dipakai adalah uap langsung dari ketel yang diturunkan menurut kebutuhan.

Gambar Kompresor Udara

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 8 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR b) Jenis tekana rendah, sesuai dengan sifat-sifat uap

serta pengaruh perubahan tekanan terhadap suhu titik didih.

3) Prinsip kerja.

a) Pemindahan panas (Heat Transfer).

b) Penguapan dan pengembunan.

c) Pengaruh perubahan tekanan terhadap titik didih cairan.

Keterangan Gambar B : B = Pesawat Destilasi.

1 = Bejana Destilasi

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 9 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 4) Bagian-bagian utama dan fungsinya.

Pada gambar A :

1 = Bejana evaporator.

Berfungsi sebagai penguap air laut.

2 = Spiral pemanas.

Berfungsi untuk memanaskan air laut. Didalam spiral pemanas mengalir uap primer diambilkan dari uap cerat turbin atau uap bekas dari pesawat-permesinan bantu.

3 = Diding pembalik.

Berfungsi sebagai pemanas butir-butir air laut yang terlempar masuk kedalam ruang uap sekunder terutama saat gejolak air laut karena ombak besar.

4 = Katup uap primer masuk.

Berfungsi untuk aliran katup uap masuk.

5 = Katup uap primer keluar.

Berfungsi untuk aliran katup uap keluar.

6 = Katup air laut masuk.

Berfungsi untuk katup aliran air laut masuk.

7 = Katup spui air laut.

Berfungsi untuk katup aliran air laut keluar.

8 = Salino meter.

Berfungsi untuk mengetahui kadar garam air laut dalam evaporator.

9 = Gelas penduga.

Berfungsi untuk mengetahui tinggi permukaan air laut dalam evaporator.

10 = Katup keamanan.

Berfungsi untuk mengetahui tekanan uap sekunder dalam bejana.

11 = Katup uap sekunder keluar.

Berfungsi untuk katup aliran uap sekunder keluar.

12 = Manometer.

Berfungsi untuk mengetahui tekanan uap sekunder dalam bejana.

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 10 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 13 = Permukaan air laut yang ditunjukan di gelas

penduga.

Pada gambar B :

1 = Bejana destilasi / condensor.

Berfungsi sebagai pesawat pengembun uap sekunder, sehingga membentuk kondensat.

2 = Filter.

Berfungsi sebagai penyaring kondensat terhadap kotoran, sehingga pendistribusian kondensat bersih.

3 = Dasar bejana adalah bagian bawah bejana.

4 = Air laut masuk.

5 = Air laut keluar.

6 = Uap sekunder masuk adalah aliran uap masuk.

7 = Saluran kondensat.

8 = Kondensat keluar adalah aliran kondensat keluar untuk distribusi pemakaian.

9 = Pipa buang udara.

Berfungsi untuk mengeluarkan udara yang terbentuk saat kondensasi berlangsung, adanya udara mengakibatkan kondensor menjadi vacum (vaccum dipertahankan suhu uap sekunder).

10 = Airator.

Berfungsi sebagai pemasukan udara dengan maksud agar sistem uap sekunder betul-betul padat sebelum masuk kondensor, namun udara ini harus betul-betul bebas dalam kondensor karena mengganggu vacumnya

d. Separator.

Separator adalah suatu pesawat untuk membersihkan minyak lumas atau bahan bakar dari lumpur, kotoran dan air yang tercampur kedalam minyak lumas atau bahan bakar atau memisahkan air got dari campuran minyak lumas dan bahan bakar.

1) Oil water separator.

Adalah pesawat untuk memisahkan air got dari campuran minyak lumas dan bahan bakar.

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 11 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Bagian-bagian Oil Water Separator (OWL).

A = Bilge Separator.

Berfungsi sebagai tabung pemisah antara air got dan minyak / kotoran dalam air got.

B = Coaliser.

Berfungsi sebagai penampung air got yang telah dipisahkan di Bilge Separat dari endapan minyak.

C = Piringan

Befungsi sebagai alat pemisah antara air got dengan minyak karena perbedaan berat jenis yang berbeda saat di sentrifuge.

D = Piston Valve.

Berfungsi sebagai katub untuk mengalirkan air isapan yang terpisah, dimana minyak kotor masuk ke Sludge Oil Tank sedangkan air masuk ke Coaliser.

E = Selenoid Valve.

Berfungsi sebagai pengatur aliran air got, bekerja atas dasar pengiriman minyak kotor dari control unit.

F = Sludge Oil Tank.

G = Berfungsi sebagai tangki minyak kotor.

H = Adalah saringan yang berada di Coaliser.

I = Adalah Pompa Go untuk menghisap air got.

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 12 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 2) Separator Minyak Lumas dan Bahan Bakar.

Minyak lumas atau bahan bakar dimasukkan dalam bejana separator yang berputar yang didalamnya berbentuk piringan-piringan berlubang yang tersusun berbentuk kerucut.

Minyak dan kotoran serta air diputarkan. Akibat gaya sentrifugal yang bekerja pada masing-masing zat tersebut, maka akan terjadi pemisahan antara air, minyak dan kotoran, dengan cara demikian, maka pemisahan minyak dengan kotoran dapat dipercepat, sedangkan minyaknya sendiri dapat dialirkan dan ditampung secara teratur dan terus menerus.

Cara kerja permesinan bantuseparator.

1) Air got dihisap oleh Bilge Pump H diteruskan ke Bilge Separator A yang bercampur dengan Sludge Oil (minyak kotor).

2) Gravity Disc yang berada dalam Bilge Separator A diputar (centrifuge) oleh motor penggerak dari motor listrik, sehingga memisahkan bagian-bagian yang berat dan yang ringan oleh perbedaan berat jenis antara air got dengan minyak kotor. Minyak kotor akan terlempar kebagian atas sedangkan bagian berat (air got) terlempar dibagian bawah.

3) Minyak kotor yang dipompakan mendesak yang mengakibatkan Selenoid Valve E bekerja dan membuka membran Piston Valve D.

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 13 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR 4) OWS umumnya terdiri dari 2 (dua) tabung Separator yang

menampung pembuangan Air Got kamar mesin, dan setelah keluar dari separator harus melalui “Oil Content Monitor” (OCM) yang sudah di “setting 15 ppm sebelum dibuang ke laut.

5) Apabila air got kamar mesin yang keluar dari OCM masih melebihi “15 ppm”, maka solenoid valve (1) yang menggerakkan katup kembali ke kamar mesin ”open” dan solenoid valve (2) yang menggerakkan katup buang ke laut ”close” dan lampu indicator “Red” menyala, serta

“alarm” juga berbunyi memberi isyarat e. Mesin pendingin.

Mesin pendingin adalah pesawat yang digunakan untuk menurunkan suhu ruangan serta untuk mempertahankan suhu ruang pendingin dibawah suhu sekelilingnya.

1) Penggunaan mesin pendingin :

a) Pengawetan bahan makanan, seperti ; daging, ikan dan sayur.

b) Pengaturan suhu ruangan atau sebagai air condisioner.

c) Pengaturan suhu muatan di ruang muatan di kapal.

d) Tempat pengawetan bahan produksi, seperti;

pengawetan produksi udang.

e) Pembuatan es balok.

2) Bagian pokok mesin pendingin, terdiri dari : a) Kompresor.

Berfungsi untuk menaikan tekanan gas freon agar menghasilkan suhu yang lebih tinggi dalam kondensor, sehingga diharapkan dapat mempermudah kondensasi gas freon dalam kondensor.

b) Kondensor.

Berfungsi untuk mengkondensasikan uap/gas freon menjadi bentuk cair. didalam kondensor freon didinginkan oleh air atau udara.

c) Katup ekspansi.

Berfungsi sebagai katup untuk mengatur aliran cairan freon ke evaporator.

d) Evaporator (penguap).

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 14 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Berfungsi untuk tempat terjadinya penguapan cairan freon menjadi uap yang sekaligus menyerap panas dalam ruangan evaporator.

Gb. Mesin Pendingin 3) Cara kerja mesin pendingin.

Gas freon dalam keadaan jenuh pada tekanan ½ Bar pada suhu -20° C. Freon ditekan (dikompresikan) oleh kompresor (1) sampai tekanan 5 Bar, dimana volume menjadi kecil dan suhu naik menjadi 60° C.

Gas freon dalam keadaan tidak jenuh mengalir kedalam kondensor (2) dan didinginkan sampai 20° C, dimana gas jenuh freon sekarang mulai mencair dan terkumpul dalam (3) receiver, kemudian cairan freon mengalir ke katub expansi (4) di ruang pendinginan (5), tekanan turun dari 5 atm menjadi 0,5 atm.

Cairan freon menguap saat melewati dinding ruang pendingin dan menarik sejumlah panas dari sekeliling ruang pendingin (5), sehingga membentuk kembali gas freon yang jenuh dan selanjutnya diisap dan ditekan/dikompresikan kembali, selanjutnya kembali menuju ke kondensor demikian seterusnya.

3. Jenis-jenis Permesinan Bantu di Geladak/Deck Kapal

Permesinan bantuyang berada diluar kamar mesin/geladak kapal (Dek) dalam pengoperasian mesin kapal yang mencakup beberapa komponen, antara lain :

a b

e c

d

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 15 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR a. Mesin kemudi.

Mesin kemudi adalah pesawat yang dipergunakan untuk merubah haluan kapal atau arah kapal dengan kedudukan daun kemudi arah lurus, haluan kiri dan haluan kanan dengan sudut kemiringan daun kemudi maksimum 35 °.

Jenis-jenis peralatan kemudi menurut penggeraknya, dibedakan:

1) Peralatan kemudi gerak rantai/sederhana.

Seperti namanya, maka peralatan kemudi ini langsung dapat digerakkan oleh rantai dengan daya gerak kekuatan tangan. Karena daya kekuatan tangan yang kita miliki sangat terbatas, maka peralatan kemudi tersebut hanya dapat dipergunakan pada perahu layar, sekoci kapal atau dapat juga dipakai sebagai kemudi bantu pada kapal-kapal yang agak besar.

Gambar : Peralatan Kemudi 1. Roda Kemudi.

2. Drum.

3. Kwadran.

4. Poros Kemudi.

5. Tuas Kemudi.

6. Daun Kemudi.

7. Roda Gigi.

Saat roda kemudi (1) diputar kearah kiri atau kearah kanan, maka roda gigi (8) karena berhubungan langsung ikut berputar dan selanjutnya menggerakkan drum (2) yang berfungsi untuk menggulung atau mengulur tali atau kabel (3). Tali atau kabel yang bergerak kearah kiri atau kanan selanjutnya menggerakkan kwadran (4) yang bergerak kearah kiri dan ke kanan pula.

Kwadran dihubungkan dengan daun kemudi (6) melalui poros kemudi (5). Akibat drum (2) menggulung atau mengulur ke kiri dan ke kanan, maka tali atau kabel (2)

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 16 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR ikut bergerak kearah kiri dan kanan melalui rol (7), sehingga daun kemudi dapat dibelokkan arahnya sesuai kebutuhan.

2) Peralatan Kemudi Mesin.

Pada kapal besar tidak mungkin memakai kemudi yang digerakkan tangan, karena rantai-rantai kabel terlalu berat, apalagi kalau ombak besar, oleh karena itu peralatan yang dipakai adalah kemudi yang digerakkan dengan mesin (mesin kemudi).

Mesin Kemudi Elektro Hidrolis Kerja Tunggal.

a) Bagian-bagian Utama.

(1) Rudder Stock Shaft.

Berfungsi sebagai penggerak daun kemudi (rudder), sehingga dapat berbelok ke kanan, tengah-tengah maupun ke kiri, rudder stock berfungsi sebagai penumpu poros.

(2) Hydrolic Silinder disebut juga Ram Cilinder.

Berfungsi untuk menampung gerakan plunyer.

Ram silinder berjumlah 2 (dua) buah. Ram silinder dipasang melintang kapal.

(3) Plunyer bergerak ke kanan atau ke kiri karena tekanan minyak dari pompa Hele Shaw jenis Hydroulic Pump.

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 17 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR (4) Electric Motor.

Berfungsi sebagai penggerak oil pump.

Sumber arus listrik diperoleh dari Swich Board yang dihasilkan dari generator (dynamo) listrik.

(5) Hydroulic Pump.

Berfungsi mengalirkan minyak dalam sistem penerima (receiver) yang berada diruang kemudi (Steering Gear Room). Minyak tersebut masuk ke Ram Silinder, selanjutnya menggerakkan Plunyer didalamnya. Jenis pompa adalah pompa Hele Shaw.

(6) Silinder Sistem Pemberi (Transmiter).

Berfungsi sebagai tempat bergeraknya Plunyer yang diakibatkan oleh tekanan minyak akibat pengaruh diputarnya helm (roda kemudi) di anjungan (Wheel House).

(7) Moving Rod.

Berfungsi sebagai penggerak ring penghantar dalam pompa hele shaw, apabila penggeraknya dan akan tertekan atau tertarik yang mengakibatkan kedudukan ring penghantar dapat menjadi konsentris atau eksentris terhadap rumah pompa. Apabila kedudukan ring penghantar konsentris, maka pompa hele shaw tidak bekerja untuk menghasilkan tekanan minyak, sedangkan apabila kedudukan ring penghantar eksentris pompa hele shaw akan bekerja menghasilkan tekanan minyak

Gambar : Posisi pompa saat tidak bekerja (Posisi tengah-tengah).

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 18 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Gambar : Pompa Hele Shaw Bekerja

(Posisi kiri dan kanan)

Keterangan Gambar :

a. Pump Housing (Rumah Pompa).

b. Connecting Ring (Ring Penghantar).

c. Slide Hoes (Sepatu Hantar).

d. Plunger.

e. Cylinder.

f. Dinding Pemisah.

g. Oil Port (Lubang Pelumas).

h. Oil Port (Lubang Pelumas).

i. Rod.

(8) Over Presure Valve Unit.

Berfungsi sebagai katub tekanan minyak lebih akan membuka dengan sendirinya apabila tekanan minyak di Ram Silinder yang selanjutnya mengalirkan minyak ke Ram Silinder lain melalui katub ini.

(9) Helm (kemudi).

Berfungsi sebagai penggerak Plunyer yang dapat bergerak bebas didalam silindernya.

Minyak inilah yang akan dialirkan ke dalam silinder pemberi (Transmiter).

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 19 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR b) Prinsip kerja mesin kemudi electro hidrolic kerja

tunggal.

(1) Kemudi tengah.

(a) Helm (kemudi) berada pada indikatur 0°

ditengah-tengah.

(b) Plunyer Helm tidak bergerak, sehingga tidak ada tekanan atau aliran minyak ke silinder hidroulik (6).

(c) Moving rod (7) tidak bergerak, sehingga ring penghantar pompa (5) berada ditengah-tengah (konsentris) terhadap rumah pompa Hele Shaw dan pompa tidak bekerja menghasilkan.

(d) Titik a tetap tidak bergerak, titik b tetap dan titik c juga tetap.

(e) Dengan tidak bekerjanya pompa (5), maka tidak ada aliran tekanan minyak ke Ram Silinder kiri maupun kanan.

(f) Rudder Stock Shelf tidak bergerak.

(g) Rudder juga tidak bergerak dari posisi 0°.

(h) Haluan kapal berada lurus tidak bergerak.

(2) Kemudi Cikar 30°.

(a) Helm diputar ke kiri pada indikatur 30°

kiri.

(b) Plunyer bergerak dalam Silindernya, menghisap minyak dari sebelah kiri Silinder (6) dan menekannya ke kamar Silinder (6), Plunyer Silinder bergerak ke kiri.

(c) Moving Rod (7) bergerak karena Plunyer Silinder (6) bergerak ke kiri.

(d) Titik a berpindak ke a' titik b berpindak ke b', sedangkan titik c tetap.

(e) Ring Penghantar Pompa (5) bergerak, sehingga posisinya menjadi eksentrik

terhadap rumah pompanya

mengakibatkan pompa bekerja memompa dengan menghisap minyak dari Ram Silinder (3 c) dan menekannya ke Ram Silinder (3 f).

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 20 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR (f) Plunyer Silinder (3 f) bergerak ke kiri

(atas) mendorong Rudder Stock Shaft ke posisi 30° kiri mengakibatkan titik g pindah ke g'.

Hal tersebut mengakibatkan juga kwadrant kemudi juga bergerak dan dari semula, sehingga Rudder bergerak 30 ° ke kiri dari semula.

(i) Haluan kapal bergerak ke kiri sebesar 30° dari semula (berada ditengah-tengah).

(3) Kemudi kembali ke Tengah-tengah.

(a) Helm diputar pada indikatur 0 °.

(b) Plunyer Helm bergerak menghisap minyak dari kanan Silinder (6) dan menekannya ke kiri Silinder (6).

(c) Plunyer Silinder (6) bergerak ke kanan.

(d) Moving Rod bergerak ke kanan.

(e) Titik a' berpindah ke a titik b pindak ke b'' sedangkan titik c' tetap.

(f) Ring Penghantar Pompa (5) bergerak, mengakibatkan pompa (5) bekerja menghisap minyak dari Ram Silinder (3 (berarti kemudi tengah-tengah) mengakibatkan titik g' pindah ke g.

(h) Titik d' di kwadran pindah ke d sebesar 30 ° kanan.

(i) Bersamaan dengan itu titik b'' pindah ke b lagi dan titik c' pindah ke c lagi, Pompa (5) tidak bekerja.

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 21 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR (j) Rudder Stock Shaft bergerak ke kanan

dari semula, sehingga Rudder bergerak ke tengah-tengah lagi.

(k) Haluan kapal bergerak ke kanan ke posisi tengah-tengah.

(4) Kemudi Cikar Kanan 30 °.

(a) Helm diputar ke kanan pada indikator 30°

kanan.

(b) Plunyer Helm bergerak menghisap dari kanan Silinder (6) menekannya ke kiri Silinder (6).

(c) Plunyer Silinder (6) bergerak ke kanan.

(d) Moving Rod (7) bergerak ke kanan.

(e) Titik a pindah ke a' titik b ke b'', sedangkan titik c tetap.

(f) Ring Penghantar Pompa (5) bergerak, Pompa (5) bekerja menghisap dari Ram Silinder (3 f) dan menekannya ke Ram Silinder (3 e).

(g) Plunyer Ram Silinder (3 e) bergerak ke kanan mendorong Rudder Stock ke posisi 30 ° mengakibatkan titik g pindah ke g'', titik d di kwadran pindah ke d'' sebesar 30 ° kanan.

(h) Bersamaan dengan itu titik b'' pindah ke b dan titik c pindah ke c'' karena didorong atau ditarik oleh kwadrant melalui batang (7), sehingga Pompa (5) tidak bekerja dan Plunyer Silinder Ram (3) berhenti bergerak.

(i) Ruddder Stock Shaft bergerak, sehingga Rudder bergerak pada posisi 30 ° kanan.

(j) Haluan kapal bergerak ke kanan 30 °.

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 22 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR b. Mesin Jangkar.

Mesin jangkar adalah mesin yang berguna untuk menaikkan rantai jangkar.

Gambar : Tampak Samping.

Gambar : Tampak Atas.

Gambar : Bagian-bagian Mesin Jangkar.

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 23 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR Keterangan Gambar :

1 = Motor Listrik.

Adalah jenis motor listrik DC compound yang dapat diatur untuk dapat memutar kearah kiri dan kearah kanan.

2 = Kopling.

Berfungsi sebagai penghubung atau membebaskan unit transmisi dengan Motor Penggerak (Motor Drive).

3 = Roda Cacing.

Berfungsi sebagai bagian hubungan ke unit transmisi.

4 = Roda Gigi.

Berfungsi sebagai pemutar jangkar adalah roda penghantar rantai jangkar yang terhubung dengan unit transmisi.

5 = Rantai Jangkar.

Berfungsi sebagai penghubung dengan jangkar untuk penggantung jangkar.

6 = Bobot.

Berfungsi untuk menghubungkan dan membebaskan Friction Plate.

1) Cara Kerja Mesin Jangkar.

a) Menurunkan Jangkar (Lowering).

(1) Bobot diangkat, sehingga Friction Plate pada Kopling bebas (tidak bergesek).

(2) Motor Listrik mati.

(3) Dengan Grafity Jangkar, maka poros berputar ke kiri berarti juga Roda Cacing berputar ke kiri.

(4) Roda Gigi berputar ke kanan.

(5) Roda Gigi berputar ke kiri.

(6) Roda Gigi Pemutar Rantai Jangkar berputar ke kiri.

(7) Rantai Jangkar bergerak ke bawah.

(8) Jangkar bergerak turun ke laut.

b) Menaikkan Jangkar.

(1) Bobot ditekan ke bawah, sehingga Friction Plate pada Kopling salin berhubungan.

(2) Motor Listrik hidup dan memutar ke kanan.

PENGETAHUAN TEKNIKA (PERMESINAN BANTU) 24 PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA POLAIR (3) Poros berputar ke kanan.

(4) Roda Gigi berputar ke kiri.

(5) Roda Gigi Antara berputar ke kiri.

(6) Roda Gigi Antara berputar ke kanan.

(7) Roda Gigi Pemutar Rantai Jangkar berputar ke kanan.

(8) Rantai Jangkar bergerak ke atas.

(9) Jangkar bergerak ke atas.

2) Ketting stopper (penahan rantai).

Ketting stopper (penahan rantai) berfungsi untuk menahan rantai jangkar agar tidak berhubungan langsung dengan mesin jangkar serta menahan tekanan rantai jangkar agar tidak bertumpu kepada Spill Jangkar.

Gambar : Ketting Stopper.

Rantai jangkar terdiri dari halkah-halkah yang berbentuk

Rantai jangkar terdiri dari halkah-halkah yang berbentuk

Dokumen terkait