TINJAUAN TEORETIS
C. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
1. Jenis-jenis Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
a. Sektor primer, yang terdiri dari pertanian dan pertambangan.
b. Sektor sekunder, yang terdiri dari industri, bangunan, listrik, gas dan air minum dan
c. Sektor tersier, yang terdiri dari perdagangan, perbankan dan jasa lainnya. 2. Konsep Perhitungan PDRB dalam Satu Tahun Tertentu
a. Segi produksi, adalah jumlah nilai produksi barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh unit produksi dalam suatu daerah regional dalam jangka waktu tertentu biasanya satu tahun.
b. Segi pendapatan, adalah jumlah nilai produksi dalam suatu perekonomian regional diperoleh dari penjumlahan faktor-faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi, yaitu pendapatan dari tenaga kerja, modal, harta tetap (tanah dan bangunan) yang disalurkan dan keahlian perusahaan.
c. Segi pengeluaran, adalah jumlah pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga, pemerintah dan lembaga swasta yang mencari keuntungan, pembentukan modal tetap bruto, ekspor netto dan perubahan stok dalam suatu daerah dalam jangka waktu tertentu biasanya satu tahun.
D. Aspek –aspek Perdagangan, Hotel dan Restoran 1. Perdagangan
Perdagangan besar (wholesale) adalah kegiatan perdagangan dari tangan produsen atau importir, pada umumnya dalam partai besar kepada pedagang eceran, perusahaan industri, rumah sakit, usaha penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, maupun kepada pedagang besar lainnya9.
Perdagangan besar tidak menjual barang dagangan kepada konsumen rumah tangga10. Pedagang besar adalah perorangan atau badan usaha yang bertindak atas nama sendiri, dan atau nama pihak lain yang menunjuknya untuk menjalankan kegiatan dengan cara membeli, menyimpan dan menjual barang dalam partai besar. Pedagang besar (wholesaler) terdiri dari11.
a. Distributor utama adalah perantara yang melakukan fungsi dalamenyalurkan barangbarang dari produsen ke konsumen
b. Perkulakan/grosir, c. Subdistributor,
d. Pemasok besar/main supplier adalah perusahaan yang secara teratur melengkapi perusahaan lain dengan barang-barang, bahan baku, atau jasa-jasa. Usaha pemasok meliputi semua kegiatan yang berkaitan dengan penjualan barang atau jasa kepada mereka yang membeli dengan tujuan untuk menjualnya kembali atau digunakan dalam bisnis mereka. Sumber barang berasal dari hasil produksi sendiri atau dari pabrik lain.
e. Dealer besar,
9
Lia Amelia, Ekonomi Pembangunan. Graha Ilmu. Yogyakarta, 2007), h. 15. 10Lia Purninimu , Ekonomi Pembangunan. Graha Ilmu. Yogyakarta, 2007), h. 86. 11Basalamah Salim, Murdifin Haming, Syafri Syam, Penilaian kelayakan rencana
f. Agen tunggal pemegang merk adalah perorangan atau badan usaha yang ditunjuk untuk dan atas nama pabrik pemilik merek barang tertentu untuk melakukan penjualan dalam partai besar barang dari pabrik tersebut, termasuk agen pemegang lisensi
g. Eksportir adalah perusahaan perdagangan yang melaksanakan kegiatan perdagangan ekspor.
h. Importir adalah perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke dalam wilayah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku/perusahaan-perusahaan berbadan hukum, yang telah memenuhi ketentuan-ketentuan Departemen Perdagangan yaitu harus memiliki API (Angka Pengenal Impor) atau APIS (Angka Pengenal Impor Sementara) atau APIT (Angka Pengenal Impor Terbatas)12.
Perdagangan Eceran Perdagangan eceran (ritel) adalah kegiatan perdagangan yang umumnya melayani konsumen rumah tangga atau konsumen perorangan.
a. Pedagang Eceran
Perdagangan eceran terbagi atas 2 jenis yaitu: 1) Swalayan
a) Supermarket
Supermarket merupakan unit kegiatan perdagangan eceran berskala besar, biasanya menjual makanan/minuman, bahan makanan/minuman dan tembakau dari berbagai merek yang bervariasi dengan harga yang sudah tetap atau fixed
12
Roeslan Zaris, Prespektif Daerah dalam Pembangunan Nasional(Jakarta: LPFE, 1987), h. 128.
price, dan harga yang relatif murah bila dibandingkan dengan tempat perdagangan biasa.
b) Department Store/Toserba
Department store/toserba merupakan usaha perdagangan yang berskala besar dan lengkap dengan aneka barang dagangan, seperti barang-barang yang khusus yang utamanya adalah bukan makanan/minuman, perlengkapan pakaian, barang pecah belah, perlengkapan rumah tangga dan alat kantor.
2) Bukan swalayan a) Toko/ Kios
Toko/kios adalah usaha perdagangan yang khusus memperdagangkan komoditi yang sejenis, yang terdiri dari komoditi makanan, minuman dan tembakau dari hasil industri pengolahan dan komoditi bukan makanan, minuman dan tembakau. Pedagang pengecer adalah perorangan atau badan usaha yang kegiatan pokoknya melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen akhir dalam partai kecil.
2. Hotel
Pengertian Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial serta memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan di dalam Keputusan Pemerintah13. Hotel berbintang adalah usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, dimana setiap orang dapat
13
Suryono, Ekonomi Pembangunan: Problematika dan Pendekatan (Ed. I, Jakarta: Salemba Empat , 2010), h. 79
menginap, makan, serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran dan telah memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang telah ditentukan oleh Dinas Pariwisata Daerah (Disparda). Klasifikasi ada tujuh Ciri- ciri khusus dari hotel adalah mempunyai restoran yang berada dibawah manajemen hotel tersebut14.
a. Persyaratan fisik seperti lokasi hotel, kondisi bangunan b. Bentuk pelayanan yang diberikan (service)
c. Kualifikasi tenaga kerja seperti pendidikan dan kesejahteraan karyawan d. Fasilitas olahraga dan rekreasi lainnya yang tersedia, seperti lapangan 3. Restoran
Restoran adalah suatu tempat atau bangunan yang diorganisasisecara komersial, yang menyelenggarakan15. Pelayanan dengan baik kepada semua tamunyabaik berupa makan maupun minum. Restoran ada yang berlokasi dalam suatu ,kantor maupun pabrik, dan banyak juga yang berdiri sendiri di luar bangunan itu.Tujuan operasi restoran adalah untuk mencari untung sebagaimana tercantumdalam definisi Vanco Christian. Selain bertujuan bisnis atau mencari untung,membuat puas para tamu pun merupakan tujuan operasi restoran yang utama. Didalam bisnis ini terjadi semacam barter antara pembeli dengan penjual, dalam hal iniantara produk jasa dengan uang. Karena itu kita harus tahu pasti bagaimanamengelolanya, bagaimana cara membuat tamu-tamu senang dan puasa.
14
Boediono, Teori Pertumbuhan Ekonomi, (Yogyakarta: Balai Penelitian Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, 1985), h. 48.
15
N.Gregory Mankiw. Teori Makro Ekonomi (Edisi 4. Penerbit Erlangga.Jakarta. 2000), h. 53.
a. Jenis-Jenis Restoran 1) Dinning room
Adalah restoran yang melayani makanan dan muniman dengan kualitas nomor satu.Teknik pelayanan yang digunakan adalah pelayanan secara Rusia dan Peracis. Penataan meja makan secara Elaborate coverlengkap.
2) Cafe
Sebuah tempat yang menyediakan penjualan makanan dan mimuman. 3) Specialty Restoran
Adalah restoran dengan ciri khasnya tersendiri mulai dari suasana, interrior peralatan, makanan, minumam, musik hingga pakaian seragam pelayan cenderung meonjolkan kekhasan suatu daerah atau negara.
4) Cafetaria
Adalah restoran yang menyajikan makanandan minuman ringan yang pada umumnya makanan sudah jadi dengan pelayananyang cepat .
5) Pub
Pub adalah tempat dimana lebih banyak mengkhususkan penjualan minuman dibandingkan penjualan makanan.Suasanan pub biasanya lebih focus pada penghiburan pelanggan dengan penyuguhan berbagai aliran music.
b. Klasifikasi Restoran
System penyajian restoran dapat diklsifikasi menjadi tiga yaitu : 1) Restoran formal
Pengertian restoranf ormaladalahindutrijasa playaan makanan dan minuman yang dikelolah secara komersial dan profesi dengan pelayanan yang eksklusif
Contohnya :member restoran, gouemet, main dining room, grilled restoran eksekutif restoran dan sebagainya.
Berdasarkan pengertian Restoran diatas yang memiliki ciri-ciri restoran formal sebagai berikut :
a) Menerima pelanggan dengan sistem pesanan tempat terlebih dahulu. b) Para pelanggan terikat menggunakan pakaian resmi
c) Menu pilihan yang disediakan adalah menu klasik atau menu Eropa popular d) Sistem penyediaan yang di pakai adalah Rusian service
e) Di sediakan ruanganuntuk cocktail selain ruang jamuan dibuka untuk pelayanan makanan siang, malam dan pagi.
f) Harga makanan dan minuman relatif tinggi 2) Restoran informal
Pengertan restoran informal adalah industri jasa pelayanan makanan dan minuman yang dikelolah secara komersial dan professional dengan lebih mengun tamakan pelayaan. Contohnya café, cafeteria,fast foodrestoran, coffe shop
Adapun Ciri- ciriresroran informal sebagai berikut: a) Harga makanan dan minuman relatif murah
b) Penerimaan pelanggan tanpa sistem pemesanan tempat
c) Peran pelanggan yang datingti dakterikat dengan pakaian formal d) Tidak menyediakan hiburan musik hidup
Adalah industri jasa pelayanan minuman dan makanan yang di kelola secara komersial dan prosesional dengan menyediakan makanan khusus. Contohnya Indonesia food restoran, Chinese food restoran, Japanese food restoran Cirri-ciri specialities restoran:
a) Menyediakan system pesanan tempat
b) Hanya dibuka untuk menyediakan makanan sianga tau makanan malam c) Menu ala carte dipresentasikan kepada pelanggan
d) Biasanya menghadirkan musik hiburan khas negaraasal. Cara pelayananada delapan sebagaiberikut:
a) Memberikan salam kepadatamu b) Mempersilakan duduk
c) Menyedia kan pelengkap d) Membuka lipatan napkin
e) Memberikan daftar menu makan dan minuman f) Pemesanan minuman atau makanan
g) Mengulangi pesanan mengantarkan captain orden
Sektor perdagangan, hotel dan restoran yang sangat potennsial memberi kontribusi dan peningkatan dalam pertumbuhan perekonomian sebagaiman yang di liat dalam tabel sektor perdagangan hotel dan restoran yang didapatka di BPS dan dapat diliat melalui tabel 116.
16
E. Peran Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran dalam Pembentukan PDRB