• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Rasio Aktivitas

3. Jenis-Jenis Rasio Aktivitas

Secara umum rasio aktivitas akan mampu memperlihatkan efektivitas perusahaan secara maksimal, berikut ini ada beberapa jenis rasio aktvitas yaitu (Kasmir, 2011, p. 110) :

a. Perputaran piutang

Perpuataran piutang merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur berapa lama penagihan piutang selama satu periode atau berapa kali dana yang ditanamkan dalam piutang yang berputar dalam satu periode. Semakin tinggi rasio menunjukkan bahwa modal kerja yang ditanamkan dalam piutang semakin rendah dan tentunya kondisi ini bagi perusahaan semakin baik. Sebaliknya jika rasio semakin rendah ada over investment dalam piutang. Hal yang jelas adalah rasio perputaran piutang memberikan pemahaman tentang kualitas piutang dan kesuksesan penagihan piutang.

Rumus yang dapat digunakan untuk mencari perputaran piutang adalah sebagai berikut :

receivable Turn Over = x 1 kali

rata-rata umur piutang = x 1 hari

b. Perputaran persediaan

Inventory atau persediaan barang sebagai elemen yang utama dari modal kerja merupakan aktiva yang selalu dalam keadaan berputar, di mana secara terus menerus mengalami perubahan.

Masalah investasi dalam inventory merupakan masalah pembelanjaan aktif, seperti halnya investasi dalam aktiva-aktiva lainnya. Masalah penentuan besar investasi atau alokasi modal dalam inventorymempunyai efek yang langsung terhadap keuntungan perusahaan. Kesalahan dalam penetapan besarnya investasi dalam inventory akan menekan keuntungan perusahaan.

Adanya investasi dalam inventory yang terlalu besar dibandingkan dengan kebutuhan akan memperbesar beban bunga, memperbesar biaya penyimpanan dan pemeliharaan di gudang, memperbesar kemungkinan kerugian karena kerusakan, turunnya kualitas, sehingga semuanya ini akan memperkecil keuntungan perusahan.

Demikian sebaliknya, adanya investasi yang terlalu kecil dalam inventory juga akan mempunyai efek yang menekan keuntungan perusahaan.

Untuk mengukur perputaran persediaan (inventory turnover), dapat dinyatakan dengan rumus (Kasmir, 2011, p. 129) :

Perputaran persediaan =

x 1 kali Rata-rata persediaan =

Perputaran persediaan menunjukkan berapa kali dana yang tertanam dalampersediaan berputar dalam suatu periode. Semakin tinggi tingkat perputaran persediaan tersebut maka jumlah modal kerja yang dibutuhkan (terutama yang harus diinvestasikan dalam persediaan) semakin rendah. Semakin tinggi tingkat perputaran persediaan akan memperkecil risiko terhadap kerugian yang disebabkan karena penurunan harga atau karena perubahan selera

konsumen, di samping itu akan menghemat ongkos penyimpanan dan pemeliharaan terhadap persediaan tersebut.

c. Perputaran modal kerja

Salah satu alat ukur menentukan keberhasilan manajemen modal kerja adalah diukur dari perputaran modal kerjanya atau Working Capital Turnover. Dengan diketahuinya perpuataran modal kerja dalam satu periode, maka akan dikatehui seberapa efektif modal kerja suatu perusahaan. Jadi, dapat dikatakan bahwa perputaran modal kerja marupakan salah satu rasio untuk mengukur atau menilai keefektifannya modal kerja perusahaan selama periode tertentu. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar selama satu periode atau dalam beberapa periode.

Untuk mengukur perputaran modal kerja adalah dengan cara membandingkan antara penjualan dengan modal kerja atau dengan modal kerja rata-rata. Penjualan yang dibandingkan adalah penjualan bersih dalam satu periode. Sedangkan pembandingnya adalah modal kerja dalam arti seluruh total aktiva lancar atau dapat pula digunakan modal kerja rata-rata. Pengukuran ini sebaiknya menggunakan dua periode atau lebih agar mudah untuk melakukan penilaian (Kasmir, 2011, p. 227).

Rumus yang dapat digunakan untuk mencari Perputaran modal

kerja =

( ) x 1 kali d. Perputaran kas

Kas merupakan aktiva paling likuid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi likuiditasnya yang berarti bahwa semakin besar jumlah kas yang dimiliki suatu perusahaan akan semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya. Ini berarti bahwa perusahaan mempunyai risiko yang lebih kecil untuk tidak dapat memenuhi kewajiban finansialnya. Tetapi ini tidak berarti bahwa perusahaan harus mempertahankan persediaan kas

yang sangat besar, karena semakin besar kas akan menyebabkan banyaknya uang menganggur sehingga akan memperkecil keuntungannya. Tetapi suatu perusahaan yang hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan likuiditasnya, maka perusahaan tersebut akan dalam keadaan likuid jika sewaktu-waktu ada tagihan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa kas sangat berperan dalam menentukan kelancaran kegiatan perusahaan, oleh karena itu kas harus direncanakan dan diawasi dengan baik dari segi penerimaan dan pengeluarannya. Sumber penerimaan kas pada dasarnya berasal dari :

a) Hasil penjualan investasi jangka panjang dan aktiva tetap yang diikuti dengan penambahan kas.

b) Pengeluaran surat tanda bukti hutang, baik jangka pendek maupun jangka panjang serta bertambahnya hutang yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas.

c) Penjualan atau adanya emisi saham maupun adanya penambahan modal oleh pemilik perusahaan dalam bentuk kas.

d) Adanya penurunan atau berkurangnya aktiva lancar selain kas yang diimbangi dengan adanya penerimaan kas.

e) Adanya penerimaan kas karena sewa, bunga atau deviden dari investasinya.

Sedangkan pengeluaran kas dapat disebabkan adanya transaksi-transaksi sebagai berikut:

a) Pembelian saham atau obligasi sebagai investasi jangka pendek maupun jangka panjang serta adanya pembelian aktiva tetap lainnya.

b) Penarikan kembali saham yang beredar maupun adanya pengambilan kas perusahaan oleh pemilik perusahaan.

c) Pelunasan atau pembayaran angsuran hutang jangka pendek atau jangka panjang.

d) Pembelian barang dagangan secara tunai, adanya pembayaran biaya operasi yang meliputi upah dan gaji, pembelian perlengkapan kantor, pembayaran bunga dan premi asuransi serta adanya persekot biaya maupun persekot pembelian.

e) Pengeluaran kas untuk membayar deviden, pembayaran pajak, denda-denda lainnya.

Jumlah kas pada suatu saat dapat dipertahankan dengan besarnya jumlah aktiva lancar ataupun hutang lancar, jumlah kas yang ada dalam perusahaan hendaknya tidak kurang dari 5%

sampai 10% dari jumlah aktiva lancar. Jumlah kas dapat pula dihubungkan dengan jumlah penjualannya.Perbandingan antara penjualan dengan jumlah rata-rata kas menggambarkan tingkat perputaran kas (cash turnover). Perputaran kas merupakan merupakan kemampuan kas dalam menghasilkan pendapatan sehingga dapat dilihat berapa kali uang kas berputar dalam satu periode tertentu. Untuk menghitung perputaran kas dapat digunakan rumus sebagai berikut:

PerputaranKas = x 1 kali

Rata-rata Kas =

= x 100 % = %

Perputaran Umur Kas= x 1 hari

Semakin tinggi perputaran kas ini akan semakin baik.

Karena ini berarti semakin tinggi efisiensi penggunaan kasnya.

Tetapi cash turnorver yang berlebih-lebihan tingginya dapat berarti bahwa jumlah kas yang tersedia terlalu kecil untuk volume penjualan tersebut (Kasmir, 2011, p. 122).

E. Efektifitas Modal Kerja

Efektivitas merupakan pengukuran dalam arti terperincinya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Efektivitas modal kerja merupakan suatu ukuran bagaimana modal kerja perusahaan dapat digunakan sebaikbaiknya untuk mencapai tujuan perusahaan, Perputaran modal kerja merupakan arus dana dari kas pertama melalui beberapa tahapan dan kembali ke kas kedua. Modal kerja akan selalu berputar pada suatu sistem operasi perusahaan. Periode perputaran modal kerja dimulai pada saat dimana kas yang tersedia diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai saat dimana kembali lagi menjadi kas. Periode perputaran modal kerja dipengaruhi oleh periode perputaran masing-masing komponen dari modal kerja tersebut. Semakin pendek periode peputaran modal kerja bararti semakin cepat perputarannya atau makin tinggi tingkat perputarannya (Munawir, 2010, p. 25).

a. Perputaran Modal Kerja

Dikatakan efektif pada perputaran modal kerja apabila hasil dari perputaran modal modal kerja naik atau meningkat tiap tahunnya, tetapi jika menurun belum dikatakan efektif.

b. Perputaran Persediaan

Dikatakan efektif pada perputaran persediaan apabila hasil dari perputaran persediaan naik atau meningkat tiap tahunnya, tetapi jika menurun belum dikatakan efektif

c. Perputaran Piutang

Pengelolaan perputaran piutang dinilai efektif, apabila perputaran modal kerja yang tertanam dalam piutang menunjukkan angka kestabilan berdasarkan analisis terhadap perputaran piutang sebuah perusahaan tersebut. Pada PT Kabelindo Murni Tbk menunjukkan stabil pada perputaran 4 kali dalam satu periode serta masa tertanam yang semakin cepat ( Cristiani, 2016, p. 5).

Dikatakan efektif pada perputaran piutang apabila hasil perputaran piutang tiap periodenya mencapai 4 kali atau lebih, tetapi jika kurang dari dari 4 kali maka belum dikatakan efektif.

d. Perputaran Kas

Standar kas yang well finance adalah selalu berada di atas 10%, dana apabila perputaran kas telah sampai dan berada di atas 10% maka dapat dikatakan sudah efektif dan sebaliknya jika berada dibawah batas 10% maka perputaran kas belum efektif (Cristiani, 2016, p. 5).

Dikatakan efektif pada perputaran kas apabila hasil perputaran kas tiap periodenya selalu berada di atas 10% jika berada dibawah batas 10% maka perputaran kas belum efektif.

Dokumen terkait