• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN

2.3. Eksplorasi Sepatu Secara General

2.3.3 Jenis-jenis Sepatu

Sepatu tidak hanya berfungsi sebagai alas kaki, tetapi juga telah menjadi bagian dari penampilan seseorang. Untuk sepatu wanita, model sepatu yang dijual ada berbagai macam. Informasi berikut dapat berguna untuk menambah pengetahuan tentang apa saja model alas kaki yang ada.

Beragam sepatu wanita yang ada yaitu Open Toe Shoes, Pump Shoes, Sling Back Shoes, Wedge Heel, Kitten Heel, Stiletto, Selop, Boots dan Sports. Berikut penjabaran jenis-jenis sepatu secara umum :

a. Open Toe Shoes

Seperti namanya, ujung sepatu ini terbuka sehingga jari kaki

40

seperti ibu jari dan jari telunjuk terlihat. Bagian belakang pada umumnya tertutup, sehingga baik digunakan pada acara formal atau informal. Keuntungan menggunakan sepatu ini adalah kaki tidak berkeringat sehingga lebih nyaman.

b. Pump Shoes

Pump shoes mengartikan sepatu labu. Disebut demikian, karena ujung sepatu ini menyerupai buah labu, berbentuk setengah bundar. Sepatu jenis ini cocok bila dikombinasikan dengan rok mini.

c. Sling Back Shoes

Jenis ini dicirikan dengan adanya tali yang melilit di pergelangan kaki. Sering juga disebut sepatu sandal. Cocok digunakan dengan rok model A-line sehingga dapat memberi kesan feminim pada penampilan anda.

d. Wedge Heel

Sepatu ini dapat diperuntukkan bagi anda yang merasa tidak nyaman dengan sepatu berhak kecil. Wedge Heel memaksudkan jenis sepatu dengan hak yang mempunyai ukuran yang sama dari depan sampai belakang dan menyatu dengan sol sepatu. Hak sepatu ini tidak mudah patah dan cocok bagi anda yang memiliki berat badan lebih.

e. Kitten Heel

Maksud sepatu ini adalah sepatu dengan hak rendah. Lebih cocok bila digunakan dalam acara-acara kasual.

f. Stiletto

Dengan bagian depan yang runcing dan hak yang tinggi runcing, sepatu ini cocok bila anda menggunakan gaun dalam acara pesta karena dapat menimbulkan kesan feminim dan seksi.

41 g. Selop

Disebut juga dengan slipper. Selop dengan bagian belakang terbuka dan menyerupai sandal ini dapat digunakan bila anda ingin tampil santai tetapi ingin tetap berkesan sopan.

h. Boots

Sepatu yang tertutup keseluruhan. Boots ada yang hanya sampai pergelangan kaki, sampai setengah betis dan ada yang sampai selutut. Seperti koboi, sepatu ini sangat cocok bila digunakan dengan jeans.

i. Sports

Sering disebut dengan sepatu kets. Sepatu yang biasa digunakan saat berolahraga

2.3.4 Pengguna Sepatu

Roda industri fesyen Tanah Air terus berputar dan memunculkan tren tren baru. Membuat orang berlomba-lomba untuk tampil semakin up to date. Salah satunya adalah tren untuk sepatu sneakers. Meski sepatu ini sudah hadir sejak lama, namun inovasi-inovasi yang dilakukan produsen sepatu membuat penggemar tipe sepatu ini semakin bertambah. Di Indonesia, pengguna sneakers pun semakin meningkat. Di uturkan bahwa peningkatan tersebut ada di angka 50% hingga 70%

pada 2016-2017. Hal ini dibuktikan saat penyelenggaraan JDS 2017, yang semula hanya menargetkan 7.000 pengunjung tetapi melonjak hingga15 ribu pengunjung. Hal lain yang membuat sneakers semakin eksis adalah banyaknya kolaborasi apik antara merek sepatu dengan para pesohor. Sehingga membuat tren ini tetap terjaga dan tidak mudah surut. Ketika ditanya merek sneakers apa yang paling diminati sejauh ini adalah Vans dan Nike. Namun hal itu kembali lagi pada minat dan tren yang sedang berkembang.

42 2.3.5 Sneakers Modern

a. Anatomi Sepatu Sneakers

Gambar 2.11 Anatomi Sepatu Sneakers

1. Collar memiliki arti yaitu kerah. Mengapa bagian ini di sebut

kerah? karena bentuk dan kegunaanya sama seperti yang ada pada kerah baju. Seperti yang terlihat, kerah yang terdapat pada kerah sepatu memiliki kegunaan untuk menutupi mata kaki.

2. Heel counter merupakan bagian sepatu yang terletak pada bagian

belakang sepatu. Heel Counter memiliki fungsi untuk menutupi dan menyangga tumit.

3. Midsole merupakan bagian tulang di sisi sepatu, ini juga

merupakan kerangka utama bagian yang paling memberikan kenyamanan pada kaki kita. Dan biasanya pada bagian oustole ini terdapat banyak teknologi terkini nan modern yang memiliki fungsi untuk meredam tekanan yang terjadi pada saat kalian berjalan maupun berlari. Dan biasanya terdapat beberapa titik lubang sebagai tempat sirkulasi udara, lubang ini mungkin hanya terdapat pada sepatu tertentu.

43

4.Toe Cap, bagian ini merupakan sebutan untuk bagian atas sepatu

yang terletak pada bagian ujung depan sepatu. Biasanya bahan yang umum digunakan pada bagian ini adalah yang berbahan karet (rubber) dan berbahan suede.

5.Eyestay, bagian ini sering kalian sebut dengan lubang tali sepatu.

Umumnya lubang tali sepatu ini berfungsi menjaga agar sepatu tidak mudah lepas saat berjalan ataupun berlari. Namun sekarang banyak sepatu yang terlihat sangat stylish hanya dengan memanfaatkan lubang tali sepatu ini.

6.Shoe Lace, banyak dari kalian menyebutnya dengan tali sepatu.

Ini berkaitan langsung dengan eyestay. Bagian ini berfungsi untuk mengencangkan sepatu, agar tidak mudah lepas. Dan banyak sekali cara untuk mengikat tali sepatu agar terlihat lebih modis dan stylish.

7.Insole bagian ini terletak pada bagian dalam sepatu. Bagian ini

sangat dikhususkan agar sesuai dengan ukuran telapak kaki kalian.

Pada beberapa jenis sepatu, bagian insole dibuat terpisah dan bisa dilepas. Insole memiliki fungsi untuk meredam beban tubuh, sehingga kalian merasa nyaman saat mengenakanya.

8.Tongue, di maksud disini tentu bukan lidah yang terdapat pada

bagian mulut. Tongue merupakan bagian yang terletak pada bagian bawah tali sepatu yang sepertinya memiliki bentuk yang menyerupai lidah. Bagian ini memiliki fungsi untuk meredam kencangnya rekatan tali sepatu pada punggung kaki, yang membuat kalian akan tetap merasa nyaman meski tali sepatu kalian mengikat erat. Dan bagian ini juga berguna untuk mempermudah memasukan kaki kalian kedalam sepatu.

44

9.Toe Box, bagian ini merupakan bagian yang memiliki fungsi sebagai tempat untuk jari-jari kalian.

10.Overlays, bagian ini merupakan lapisan lebih yang terdapat

pada sepatu yang memiliki fungsi memperindah sepatu. Bagian ini juga berfusngi sebagai alat proteksi sepatu. Namun bagian ini tidak terdpat pada semua sepatu.

11.Upper, bagian atas sepatu yang pada bagian inilah terdapat

desain dan logo. Bagian ini juga kerap menjadi pertimbangan kalian untuk memilih sepatu. Desain dan material yang di gunakan pada bagian ini sangatlah beragam, dan menyesuaikan model dan fungsi sepatu.

12.Welt, bagian ini merupakan bagian yang digunakan untuk

menyatukan insole dengan upper. Material welt pada sepatu biasanya disebut welting. Ini berguna untuk memperindah sepatu dan memperkokoh sepatu.

13.Outsole, bagian ini merupakan bagian sol sepatu, mungkin sudah banyak yang tau tentang bagian ini. Ini juga biasanya menjadi perbandingan kalian saat hendak memilih sepatu.

14.Vamp, bagian ini merupakan bagian yang menutupi bagian punggung kaki kalian. Bagian in merupakan bagian dari upper.

15.Quarter, bagian ini masih termasuk bagian dari upper. Dan bagian ini biasanya terletak di ujung vamp. Bagian ini mungkin hanya dapat ditemukan pada beberapa sepatu.

45

16.Heel, bagian ini merupakan bagian sol sepatu yang lebih

menonjol. Mungkin sudah banyak dari kalian yang mengetahui bagian sepatu ini. Ini memiliki kegunaan untuk menaikkan tinggi badan pada pengguna sepatu, dan sebagai lapisan yang kuat untuk tumpuan kaki.

2.3.6 Kombinasi Sneaker Modern dan Kain Batik Abyorhokokai Khas Bali

a. Motif Batik Abyorhokokai Khas Bali

Gambar 2.12 Batik Bali Abyorhokokai Sumber : iWare Batik Bali

Batik bermotif merak ini menggambarkan keindahan burung tersebut sebagai titik fokus kain, dan gambar ini semakin diperindah dengan hiasan kelopak bunga yang lembut yang tampilannya mirip bunga kersen. Motif ini merupakan pengaruh dari budaya Jepang, dan menggambarkan semangat Bali sebagai Pulau Dewata.

b. Fungsi Batik Abyorhokokai Masa Dahulu dan Masa Kini

Dahulu kain batik merupakan busana kebesaran keluarga kerajaan, tak ada yang boleh mengenakan kain batik selain raja dan keturunan raja. Dan juga karena zaman dulu bahan-bahan yang digunakan dalam membuat batik tulis menggunakan bahan pewarna alami, kainnya pun dipilih yang berkualitas menjadikan kain batik tulis sangat mahal harganya. Itulah kenapa dahulu masyarakat yang

46

tingkat ekonominya rendah susah menjangkau untuk membeli kain batik. Rakyat biasa yang tidak bisa membeli kain batik biasanya memakai kain lurik dalam kesehariannya. Oleh keluarga kerajaan biasanya batik dipakai sehari-hari dan dipakai dalam upacara kelahiran, perkawinan sampai kematian, yang biasanya dipakai dalam bentuk kain panjang, sarung, dodot, selendang, kemben sampai ikat kepala.

Dari turun-temurun juga sudah diajarkan agar wanita menjaga kehormatan diri dengan mengenakan kain panjang.

Karena dulu wanita tidak boleh memperlihatkan betisnya oleh karena itu mereka menutupi kaki dengan kain batik panjang.

Wanita yang dihormati pada zaman dulu adalah mereka yang bisa menjaga diri godaan pria dengan cara menutupi betis menggunakan kain batik panjang yang dililitkan hingga dua kali agar rapat sempurna.

Namun, seiring perkembangan zaman, pilihan busana sopan untuk wanita semakin variatif dan inovatif, salah satunya rok panjang. Kemudian, terciptalah sejumlah kain batik yang diproduksi menjadi rok untuk melindungi kaki wanita di ruang publik.

Saat ini fungsi kain batik sudah lebih berkembang, bisa di pakai seluruh kalangan masyarakat untuk kepenting acara formal maupun keseharian biasa seperti kaos batik.

2.4 Wawancara

Menurut Lexy J Moleong (1991;135) Wawancara adalah percakapan dengan maksud-maksud tertentu. Pada metode ini peneliti dan responden berhadapan langsung (face to face) untuk mendapatkan informasi secara lisan dengan tujuan mendapatkan data yang dapat menjelaskan permasalahan penelitian.

Menurut Zainal (2010) tujuan wawancara adalah sebagai berikut :

47

1. Untuk memperoleh informasi secara langsung guna menjelaskan suatu hal atau situasi dan kondisi tertentu.

2. Untuk melengkapi suatu penyelidikan ilmiah.

3. Untuk memperoleh data agar dapat memengaruhi situasi atau orang tertentu.

2.4.1 Target Wawancara

Adapun target dari wawancara yaitu pemilik perusahaan Niluh Djelantik dan beberapa staf perusahaan yang berlokasi di Bali.

Berikut merupakan pertanyaan yang diajukan kepada narasumber :

• Apakah narasumber tertarik dengan diciptakannya sneakers modern untuk beribadah yang disesuaikan dengan kebutuhan umat Hindu di Bali?

• Permasalahan apa saja yang sering dikeluhkan oleh umat Hindu ketika beribadah hanya menggunakan sandal saja?

• Apakah menurut narasumber penggunaan sneakers modern sejenis vans cocok dikombinasi dengan kain batik abyorhokokai sesuai dengan pakaian adat yang digunakan saat ke Pura?

• Menurut narasumber apakah penggunaan sneakers akan nyaman saat digunakan umat Hindu ke Pura?

2.4.2 Hasil Wawancara

Hasil wawancara dengan beberapa narasumber dari perusahaan Niluh Djelantik.

• Sangart tertarik, karena sandal yang digunakan untuk

beribadah ke pura kurang terasa

48

nyaman saat digunakan.

• Sandal kurang memiliki kenyamanan saat digunakan karena tipe sandal yang digunakan sendiri ber-hak.

• Cocok, karena van memiliki model sepatu yang modern klasik dan akan cocok ketika di kombinasikan dengan kain batik yang tradisional.

• Tentu, karena vans memiliki bahan sepatu yang

• Tertarik, karena sandal yang digunakan untuk beribadah ke pura tidak terlalu nyaman saat digunakan.

• Sandal kurang memiliki kenyamanan saat digunakan karena tipe sandal yang digunakan sendiri ber-hak.

• Cocok, karena van memiliki model sepatu yang modern klasik dan akan cocok ketika di kombinasikan dengan kain batik yang tradisional.

• Tentu, karena vans memiliki bahan sepatu yang

menyesuaikan dnegan bentuk kaki.

49 Lilies Primayanti (Staff Marketing Sales)

• Sangart tertarik, karena sandal yang digunakan untuk

beribadah ke pura kurang terasa nyaman saat digunakan.

• Sandal kurang memiliki kenyamanan saat digunakan karena tipe sandal yang digunakan sendiri ber-hak.

• Cocok, karena van memiliki model sepatu yang modern klasik dan akan cocok ketika di kombinasikan dengan kain batik yang tradisional.

• Tentu, karena vans memiliki bahan sepatu yang

menyesuaikan dnegan bentuk kaki.

Gambar 2.13 Dokumentasi kegiatan wawancara Sumber : (Dokumentasi Pribadi)

50 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian

Gambar 3.1 Rancangan Penelitian

51 3.1.1 Identifikasi Penelitian

Pada gambar 3.1 terdapat berbagai macam proses yang dilakukan pada penulisan Tugas Akhir ini. Proses pertama dari penulisan Tugas Akhir kali ini merupakan tahap identifikasi yang bertujuan membahas produk seperti apa yang akan dibuat. Penelitian menjelaskan latar belakang masalah pada penelitian, hal tersebut menjadi dasar penelitian ini dilakukan. Lalu, terdapat proses identifikasi dan perumusan masalah yang bertujuan untuk menganalisis masalah atau kendala yang terjadi pada suatu objek penelitian dan menjadi lebih terfokus pada penyelesaian rumusan masalah sebagai tujuan penelitian.

3.1.2 Tahap Pengumpulan Data

Pada tahap pengumpulan data terbagi menjadi dua metode pengumpulan data yang penulis terapkan, yaitu :

1) Data Primer

Pada pencarian data primer penulis menggunakan wawancara dengan pemilik perusahaan Niluh Djelantik dan beberapa staff karyawan di perusahaan tersebut untuk memperoleh data serta menggali lebih dalam mengenai data factor internal dan eksternal dari ipembuatan sepatu sneakers modern yang dikombinasi dengan batik Abyorhokoai khas Bali.

2) Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari pihak ketiga sebagai data pendukung berupa buku referensi, jurnal, maupun penelitianpenelitian terdahulu untuk mengolah data dan menganalisis data seperti melakukan identifikasi faktor internal dan eksternal.

3.1.3 Brain Storming

Pada proses ini penulis menggunakan metode 5W+1H untuk mengetahui tujuan dan spesifikasi produk yang akan dirancang.

3.1.4 Studi Kebutuhan

52

Penulis mengutamakan prioritas pengguna produk yang akan dirancang.

3.1.5 Sketsa

Merupakan penggunaan metode untuk menentukan visuualisasi rancangan produk sepatu sneaker secara manual ataupun digital.

3.1.6 Prototype

Pada tahap ini, produk yang sudah dirancang dan menemukan sketsa final dibuat secara 3D Modeling ataupun secara sketsa manual apabila terkendala dengan teknologi.

3.2 Metode Penggalian Data

Table 3. Metode Penggalian Data

NO Tahapan Tujuan Peralatan

1. Pengamatan

4. Melakukan Untuk mengetahui Alat tulis,

53

3.3 Proses Perancangan

Berdasarkan data yang diperoleh, maka dapat dilanjutkan dengan beberapa proses perancangan, diantaranya sebagai berikut :

Table 4. Proses Perancangan

NO Tahapan Tujuan Peralatan

1. Ide

2. Studi kebutuhan Mendata kebutuhan pengguna produk.

3.4 Validasi Tugas Akhir

Cara yang dilakukan dalam pengujian produk yang dirancang adalah sebagai berikut :

54

1) Pengujian tingkat kenyamanan sol sepatu terhadap aktivitas ibadah yang dilakukan oleh umat Hindu di Bali

2) Pengujian kain batik Abyorhokokai yang digunakan apakah kualitas nya sudah bagus untuk dirancang dan dikombinasi dengan sepatu vans yang diinginkan pengguna.

55

DAFTAR PUSTAKA

Anugrah, M. A. (2019). Pengertian Batik Nusantara in General. iWare Production Boediono, & Koster, W. (2001). Teori dan Sejarah Batik-batik Indonesia : PT.

Remaja Rosdakarya.

David, F. R. (2004). Manajemen Strategis: Konsep-Konsep Batik Mega Mendung khas Jawa Jakarta: PT. Indeks.

David, F. R. (2009). Sneakers dalam Dunia Fashion. iWare Production

David, F. R. (2010). Proses Pembuatan Batik dan Beberapa Teknik Pembuatan Batik Nusantara. Jakarta. Alfabeta

David, F. R. (2012). Strategic Management (Manajemen Strategis Konsep).

Jakarta: Salemba Empat.

Dyson, Robert G. (2002). Strategic development and SWOT analysis at the University of Warwick. European Journal of Operational Research 152, 631-640.

Farmasi, J. & Dan, S. (2017). Analisis Strategi Pemasaran Pada Usaha Oleh Oleh Menggunakan Metode SWOT dan Data Kualitatif Kuantitatif UIN Institational Repository, 55-64.

Hanafi, I. (2016). Pengumpulan Data Primer dan Sekunder Manajemen IKM, 167-174.

Komala, R.D. (2019). ANALISIS STRATEGI PEMASARAN MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT STUDI PADA EDUPLEX. e-Proceeding of Management, 920.

Sari, R. K. (2018). ANALISA STRATEGI PEMASARAN PADA UKM ROMAN INDAH MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN METODE QSPM (QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX). Pekanbaru:

UIN SUSKA RIAU.

Setyorini, H. (2016). Sepatu Sneakers diPadukan dengan Nuansa Tradisional Nusantara.

Siagian, S. P. (2004). Manajemen Strategik. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Sugiyono. (2015). Anatomi Sepatu Sneaker VANS.

Umar, H. (2001). Desain Sepatu Sneaker yang Nyaman.

Wibowo, L. A., & Priansa, D. J. (2017). Desain dan Manajemen.

Dokumen terkait