2.7 Kalimat dan Jenis Kata .1. Kalimat
2.7.2. Jenis Kata
Kata merupakan satuan bahasa yang terkecil yang dapat berdiri sendiri dan membentu makna yang bebas. Berdasarkan ciri dan karakteristiknya, kata dikelompokkan menjadi (Waridah, 2016) :
a. Kata Kerja (Verba)
Kata Kerja merupakan kata yang mendeskripsikan makna perbuatan, pekerjaan, tindakan, proses, ataupu keadaan. Ciri Kata Kerja : Menempati unsur predikat dalam kalimat, Dapat diawali dengan kata keterangan akan, sedang, dan sudah, Dapat diawali dengan kata ingkar tidak, Dapat digunakan dalam kalimat perintah (yang bermakna perbuatan), tidak dapat didahului kata paling (Waridah, 2016). Kumpulan kata kerja ditunjukan pada Tabel 2.3 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.3. Kumpulan Kata Kerja
Jenis Kumpulan Kata
Dasar Bebas dan Turunan
makan, mandi, tidur, duduk, pulang, pergi, kehilangan, berpelukan, menari, tolong-menolong, makan-makan, senyum-senyum,
cuci mata, campur tangan, makan hati
Transitif memburuk, menghijau, timbul, duduk, datang,
beratapkan, berdasarkan, berpendapat, kehilangan, kejatuhan, merupakan, bersendikan, berpesan, menyerupai, beratap,
berpakaian, berdinding, berpagar, ketahuan, kecopetan, berpola, naik, berbaju, berhenti,
kehujanan, berpintu, bercat
Aktif menyanyi, menulis, mencintai, berdua, berkata, makan, pergi, tidur, datang
Pasif ditinju, dilamar, dimakan, ditembak, terlena, tertawa, tersiksa, terbawa, terkenal
Anti-Aktif tembus, terantuk, kecopetan, kena pukul, kena marah
Anti-Pasif Haus akan, benci terhadap, bertanam
Resiprokal
berkelahi, bersentuhan, berpegangan, bermaaf-maafan, saling memberi, saling
membenci, baku hantam, baku tembak, tolong-menolong, cubit-cubitan Nonresprokal menulis, menari, menyanyi, memburu
Refleksif bercermin, bercukur, berdandan, berhias, berjemur, melarikan diri membaringkan diri
Nonrefleksif mengantuk, menangis, berlari, bekerja
b. Kata Sifat (Adjektiva)
Kata Sifat merupakan kata yang menerangkan atau menjelaskan kata benda.
Memiliki ciri : Dapat bergabung dengan partikel tidak, lebih, sangat, agak, Dapat mendampingi kata benda, Dapat diulangi dengan imbuhan se-nya, dapat diawali dengan imbuhan ter- yang memiliki makna paling (Waridah, 2016). Kumpulan kata sifat ditunjukan pada Tabel 2.4 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.4. Kumpulan Kata Sifat
Jenis Kumpulan Kata
Dasar
adil, ajaib, ampuh, canggung, cukup, bahaya, gemuk, geram, jahat, kagum, lapar, lucu, pelit,
buntu, genap, langsung, musnah, tentu, gaib, cacat
Turunan
termiskin, tertegun, terkesan, tercenung, cantik-cantik, marah-marah, tua-tua,
berat-berat, kemerah-merahan, kemalu-maluan, kegerahan, keramaian, alami, alamiah, duniawi, gerejani, hewani, ilmiah, jasmani,
insani, rohaniah, manusiawi, melengking, memalukan, membenci, mencekam, menjengkelkan, menyenangkan, merangsang,
terburu-buru, terganggu, terharu, terhormat, terpaksa, tertutup, tersinggung, berbusa, berbisa, berbahaya, berhati-hati, bersahabat,
bermanfaat, budiman, dermawan, kesatria, lebar, luas, malam, membudaya menggunung,
meradang, menyimpang, pagi, panjang, pemalas, pemarah, penyayang, rahasia, serasi,
siang, sukses, tinggi, berkurang, bertabah, menyengat, melebih, bersungguh-sungguh,
mungkin, manunggal, mendua, menyeluruh, aduhai, sip, wah
Majemuk
besar mulut, buta huruf, buta warna, busuk hati, hangat-hangat kuku, kepala dingin, keras
kepala, pahit lidah, panjang tangan, rendah hati, tajam ingatan, tinggi hati, aman, gagah
berani, lemah gemulai, letih lesu, porak poranda, sehat wal afiat, sopan santun, suka
duka, tua muda, riang gembira, senasib sepenanggungan
c. Kata Benda (Nomina)
Kata Benda merupakan kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep ataupun pengertian. Ciri kata benda : Kalimat yang predikatnya berupa kata kerja kata bendanya menduduki unsur subjek, objek, ataupun pelengkap, Kata benda tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak, Kata benda dapat diingkarkan dengan kata bukan, Pada umumnya kata benda dapat diikuti oleh kata sifat baik langsung maupun yang ditengahi oleh kata yang (Waridah, 2016). Kumpulan kata benda ditunjukan pada Tabel 2.5 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.5. Kumpulan Kata Benda
Jenis Kumpulan Kata
Dasar
gelas, air, meja, kardus, kamis, kakak, november, motor, koran, palembang, ember,
mulyana, rumah, gunung
kesatuan, persatuan, kekurangan, kelebihan, keterlaluan, ganti rugi, tata tertib, uang muka,
tata kota, kontraindikasi, semifinal, pascapanen, mahaguru, anak cucu, lalu lintas,
sepak bola, pedagang eceran, unjuk rasa, orang terpelajar
Konkret helena, alvino, ayah, dompet, botol, penghapus, kertas, roti, tas, lemari, televisi Abstrak kebenaran, kemajuan, perbukuan, persatuan
d. Kata Bilangan (Numeralia)
Kata Bilangan merupakan kata yang digunakan untuk menghitung banyaknya benda dan konsep. Kata bilangin dapat dikelompokkan sebagai berikut : Pertama, Kata bilangan takrif merupakan kata bilangan yang menyatakan jumlah. Yang kedua kata bilangan tak takrif merupakan kata bilangan yang menyatakan jumlah yang tidak tentu (Waridah, 2016). Kumpulan kata bilangan ditunjukan pada Tabel 2.6 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.6. Kumpulan Kata Bilangan
Jenis Kumpulan Kata
Takrif - Penuh satu, tiga, tujuh, sepuluh, seratus, lima puluh ribu, juta, triliun, tiga miliar
Takrif - Pecahan 3/4, 2/3, 4/5, 1/2
Takrif - Gugus lusin, gros, kodi, abad, windu, milenium
Tingkat kesatu, ketiga, ketujuh, kesepuluh, keduapuluh lima, keseratus
Tak Takrif suatu, beberapa, berbagai, tiap-tiap, segenap, sekalian, semua, sebagian, seluruh, segala
e. Kata Ganti (Pronomina)
Kata Ganti merupakan kata yang memiliki fungsi menggantikan orang, benda, atau sesuatu yang dibendakan. Dapat dibagi menjadi kata ganti orang, kata ganti penunjuk, kata ganti yang tidak menunjuk pada orang atau benda tertentu (Waridah, 2016). Kumpulan kata ganti ditunjukan pada Tabel 2.7 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.7. Kumpulan Kata Ganti
Jenis Kumpulan Kata
Orang
aku, saya, daku, ku, -ku, kami, kita, kamu, anda, engkau, kau, dikau, -mu, kalian, kamu
sekalian, dia, beliau, ia, -nya, mereka
Penunjuk
ini, itu, sini, situ, sana, di sini, ke sana, dari situ, ke sini, dari sana, ke sini, yakni, yaitu, begini, begitu, apa, siapa, mana, yang mana, kapan, bilamana, bila(kah), di mana, ke mana,
dari mana, mengapa, bagaimana, berapa
Tidak Menunjuk sesuatu, seseorang, barang siapa, siapa, apa, apa-apa, anu, masing-masing, sendiri
f. Kata Keterangan (Adverbia)
Kata Keterangan merupakan kata yang memberikan keterangan terhadap kata yang lainnya. Dapat dibedakan menjadi kata keterangan bentuk dasar, dan kata keterangan turunan. Kata keterangan turunan terbagi menjadi kata keterangan berimbuhan, bereduplikasi, kata keterangan gabungan. Sedangkan berdasarkan perilaku semantisnya, kata keterangan dibedakan menjadi Kata keterangan kualitatif, kuantitatif, limitatif, frekuentatif, waktu, cara, kontrastif, dan keniscayaan (Waridah, 2016). Kumpulan kata keterangan ditunjukan pada Tabel 2.8 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.8. Kumpulan Kata Keterangan
Jenis Kumpulan Kata
Dasar
alangkah, amat, barangkali, belum, boleh, bukan, hampir, hanya, kerap, masih, memang, mungkin, nian, niscaya, sangat, saling, selalu,
senantiasa, sudah, sungguh, telah, tidak
Turunan
terlalu, terlampau, sekali, sebaiknya, sebenarnya, sesungguhnya, secepatnya, agaknya, biasanya, rasanya, akhir-akhir, malam-malam, mula-mula, pagi-pagi,
tengah-tengah, lekas-lekas, pelan-pelan, diam-diam, habis-habisan, kecil-kecilan, mati-matian, belum boleh, tidak mungkin, belum tentu, masih, belum lagi, tidak boleh tidak, tidak mungkin lagi, selambat-lambatnya, lagi pula,
hanya saja, hampir selalu
Kualitatif paling, sangat, lebih, kurang
Kuantitatif banyak, sedikit, kira-kira, cukup
Limitatif hanya, saja, sekadar
Frekuentatif selalu, sering, jarang, kadang-kadang Waktu baru, segera, tadi, kemarin, esok, lusa
Cara diam-diam, secepatnya, pelan-pelan
Kontrastif bahkan, malahan, justru
Keniscayaan niscaya, pasti, tentu
g. Kata Tunjuk (Demonstrativa)
Kata Tunjuk merupakan kata yang digunakan untuk menunjuk ataupun menandai orang maupun benda secara khusus. Dibedakan menjadi tiga yaitu, kata tunjuk dasar, turunan, dan gabungan (Waridah, 2016). Kumpulan kata tunjuk ditunjukan pada Tabel 2.9 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.9. Kumpulan Kata Tunjuk
Jenis Kumpulan Kata
Dasar itu, ini
Turunan Berikut, begini, sekian, sedemikian, sebegitu
Gabungan di sana, di situ, di sini
h. Kata Tanya (Interogativa)
Kata Tanya merupakan kata yang digunakan untuk menanyakan sesuatu guna menemukan jawaban (Waridah, 2016). Kumpulan kata tanya ditunjukan pada Tabel 2.10 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.10. Kumpulan Kata Tanya
Jenis Kata Tanya
apa bila -kah kapan
mana bagaimana
bilamana di mana mengapa
siapa berapa
bukan bukankah
masa masakan
i. Kata Sandang (Artikula)
Kata Sandang merupakan kata yang digunakan untuk membatasi kata benda.
Dikelompokkan menjadi kata sandang yang mendampingi kata benda dasar, kata sandang yang mendampingi kata benda yang dibentuk dari kata dasar, dan kata sandang yang mendampingi kata kerja pasif. Sedangkan berdasarkan fungsinya, kata sandang dikelompokkan menjadi kata sandang khusus kata benda tunggal dan khusus kelompok (Waridah, 2016). Kumpulan kata sandang ditunjukan pada Tabel 2.11 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.11. Kumpulan Kata Sandang
Jenis Kumpulan Kata
Khusus Kata Benda Tunggal si mirna, si fulan, si gondrong, si kancil, si gendut, si botak, si lucu, si unta
Khusus Kelompok
para bangsawan, para siswa, para penonton, kaum pinggiran, kaum pria, kaum terpojokkan, umat islam, umat budha, umat
beragama, umat manusia
j. Kata Depan (Preposisi)
Kata Depan merupakan kata yang bertugas sebagai fungsi pembentuk frase preposisional. Berdasarkan bentuk dapat dikelompokkan menjadi Kata depan berupa kata dan berupa gabungan kata. Sedangkan berdasarkan fungsinya, dikelompokkan menjadi menandai hubungan peruntukan, tempat berada, perkecualian, tempat atau waktu, kesertaan atau cara, arah menuju suatu tempat, pelaku, waktu, pemiripan, perbandingan, penyebaban, batas waktu, lingkup geografis atau waktu (Waridah, 2016). Kumpulan kata depan ditunjukan pada Tabel 2.12 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.12. Kumpulan Kata Depan
Jenis Kumpulan Kata
Kata di, ke, dari, bagi, untuk, dalam, guna, pada, oleh, dengan, tentang, karena
Gabungan Kata
berbeda dengan, bertolak dari, mengingat akan, oleh karena, sampai dengan, selain
daripada, sesuai dengan Hubungan Peruntukan untuk, guna, bagi, buat, demi
Hubungan Tempat Berada di
Hubungan Perkecualian selain itu, selain dari, di samping itu
Hubungan Kesertaan bersama, beserta
Hubungan Asal, Arah dari suatu Tempat atau
Milik dari
Hubungan Ihwal atau Peristiwa tentang
Hubungan Tempat atau Waktu pada
Hubungan Kesertaan atau Cara dengan
Hubungan Arah Menuju Suatu Tempat ke, munuju, kepada, terhadap
Hubungan Pelaku oleh
Hubungan Waktu sejak, sepanjang, menjelang, selama Hubungan Pemiripan bagai, bagaikan, seperti, laksana, bak
Hubungan Perbandingan daripada
Hubungan Penyebaban oleh karena, oleh sebab, karena, sebab
Hubungan Batas Waktu sampai dengan
Hubungan Lingkup Geografis atau Waktu sekeliling, sekitar
k. Kata Seru (Interjeksi)
Kata seru merupakan kata yang bertugas untuk mengungkapkan rasa hati manusia. Secara umum, kata seru merepresentasikan sikap-sikap berikut : positif, negatif, keheranan, dan netral atau campuran (Waridah, 2016). Kumpulan kata seru ditunjukan pada Tabel 2.13 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.13. Kumpulan Kata Seru
Jenis Kumpulan Kata
Bernada Positif aduhai, amboi, asyik, alhamdulillah, subhanallah, Insya Allah Bernada Negatif cih, cis, bah, ih, idih, brengsek, sialan Bernada Keheranan ai, lo, astagfirullah, Masya Allah Bernada Netral atau Campuran ayo, nah, hai, ah, halo, eh, he, wah
l. Kata Penghubung (Konjungsi)
Kata Penghubung merupakan kata yang bertugas untuk menghubungkan dua klausa, kalimat, ataupun paragraf. Kata penghubung ini dibagi menjadi lima kelompok yaitu : koordinatif, subordinatif, korelatif, antar kalimat, dan antar paragraf (Waridah, 2016). Kumpulan kata penghubung ditunjukan pada Tabel 2.14 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.14. Kumpulan Kata Penghubung
Jenis Kumpulan Kata
Koordinatif dan, atau, tetapi
Subordinatif
sesudah, setelah, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sementara, sambil, saraya, selagi, selama, sehingga, sampai, saat, jika,
jikalau, kalau, asal(kan), bila, manakala, andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya,
agar, biar, supaya, biarpun, meski(pun), sekalipun, walau(pun), kendati(pun), sungguh(pun), seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, sebab,
karena, oleh karena, se(hingga), sampa(-sampai), maka(nya), bahwa, dengan
Korelatif tidak hanya...tetapi juga,
bukannya...melainkan, jangankan...pun,
demikian...sehingga, entah...entah, tidak
itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu, sebaliknya, sesungguhnya, bahwasanya, bahkan, akan tetapi, namun, kecuali itu, dengan demikian, oleh karena itu,
oleh sebab itu, sebelum itu
AntarParagraf
di samping itu, demikian juga, tambahan lagi, bagaimanapun juga, sebaliknya namun, sebagaimana, sama halnya, oleh karena itu, jadi, akibatnya, untuk itulah, untuk maksud itu, ringkasnya, pada intinya, kemudian,
sementara itu, di sinilah, berdampingan dengan
m. Kata Ulang (Reduplikasi)
Kata Ulang merupakan kata yang mengalami atau terkena suatu proses pengulangan (Waridah, 2016). Kumpulan kata ulang ditunjukan pada Tabel 2.15 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).
Tabel 2.15. Kumpulan Kata Ulang
Kumpulan Kata
baju-baju, rumah-rumah, merah-merah, keras-keras, rumput-rumputan, meronta-ronta, diacak-acak, bersama-sama, ketiga-tiganya, keibu-ibuan, carut-marut, pontang-panting, corat-coret, bolak-balik, sayur-mayur, teka-teki, pertama-tama, perlahan-lahan, dedaunan, tetangga, sesama,
sekali-kali, kupu-kupu, cumi-cumi, pori-pori, laba-laba, kunang-kunang, ubur-ubur, dag-dig-dug, cas-cis-cus, dar-der-dor, paku-paku, murid-murid, luka-luka, debu-debu, rerumputan, dedaunan, terung-terungan, buah-buahan, padi-padian, sayur-mayur, warna-warni, polong-polongan, serba-serbi, dokter-dokteran, baju-bajuan, motor-motoran,robot-robotan, mata-mata,
gula-gula, kekanak-kanakan, kebule-bulean, kebarat-baratan, keinggris-ingrgisan, kearab-araban, sakit-sakitan, tidur-tiduran, malas-malasan, cepat-cepat, sejelek-jeleknya, pagi-pagi,
kuat-kuat, berlari-lari, mengangguk-angguk, bolak-balik, mondar-mandir, berputar-putar, mencakar-cakar, dadaunan, reuntuhan, pepohonan, dua-dua, kedua-duanya, corat-coret,
cubit-cubitan, cium-ciuman, berpeluk-pelukan, bersalam-salaman, berpandang-pandangan, tolong-menolong, berkejar-kejaran, leluhur, tetua
2.8 Opini
Opini merupakan suatu pemikiran, perkiraan, ataupun tanggapan terhadap suatu hal dan disertai dengan alasan yang kuat. Dalam arti lain opini dapat diartikan sebagai kumpulan pendapat yang ditanggapi oleh orang lain, baik menyatakan persetujuan maupun tidak setuju, biasanya dalam mengemukakannya dalam bentuk perasaan atau emosi. Menurut Wahyudi (1991), opini merupakan pendapat pribadi seseorang yang tidak dilandasi dengan fakta, karena lebih dilandasi dengan selera pribadi (Fatima, 2016).
Sedangkan fakta merupakan suatu hal, keadaan, kejadian, atau peristiwa yang nyata dan benar-benar terjadi. Menurut Wahyudi (1991), fakta merupakan situasi dan kondisi yang apa adanya, tidak ditambahkan dan tidak dikurangi. Arti lain dari fakta adalah pernyataan yang tak terbantahkan kebenarannya, kalimat fakta ditulis berdasarkan kenyataan, peristiwa, suasana yang benar terjadi dan sifatnya objektif (Fatima, 2016).
Opini atau tanggapan terbagi menjadi dua jenis, yaitu opini positif dan negatif.
Opini positif adalah suatu komentar atau reaksi yang bersifat optimis atau mendukung dan biasanya disampaikan secara santun, sedangkan opini negatif adalah reaksi atau komentar yang bersifat menjatuhkan atau tidak setuju dengan suatu peristiwa atau teks dan biasanya disampaikan secara tidak santun (Drs.
Rustamaji, 2007).