• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Kata

Dalam dokumen BAB II KAJIAN PUSTAKA (Halaman 36-49)

2.7 Kalimat dan Jenis Kata .1. Kalimat

2.7.2. Jenis Kata

Kata merupakan satuan bahasa yang terkecil yang dapat berdiri sendiri dan membentu makna yang bebas. Berdasarkan ciri dan karakteristiknya, kata dikelompokkan menjadi (Waridah, 2016) :

a. Kata Kerja (Verba)

Kata Kerja merupakan kata yang mendeskripsikan makna perbuatan, pekerjaan, tindakan, proses, ataupu keadaan. Ciri Kata Kerja : Menempati unsur predikat dalam kalimat, Dapat diawali dengan kata keterangan akan, sedang, dan sudah, Dapat diawali dengan kata ingkar tidak, Dapat digunakan dalam kalimat perintah (yang bermakna perbuatan), tidak dapat didahului kata paling (Waridah, 2016). Kumpulan kata kerja ditunjukan pada Tabel 2.3 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.3. Kumpulan Kata Kerja

Jenis Kumpulan Kata

Dasar Bebas dan Turunan

makan, mandi, tidur, duduk, pulang, pergi, kehilangan, berpelukan, menari, tolong-menolong, makan-makan, senyum-senyum,

cuci mata, campur tangan, makan hati

Transitif memburuk, menghijau, timbul, duduk, datang,

beratapkan, berdasarkan, berpendapat, kehilangan, kejatuhan, merupakan, bersendikan, berpesan, menyerupai, beratap,

berpakaian, berdinding, berpagar, ketahuan, kecopetan, berpola, naik, berbaju, berhenti,

kehujanan, berpintu, bercat

Aktif menyanyi, menulis, mencintai, berdua, berkata, makan, pergi, tidur, datang

Pasif ditinju, dilamar, dimakan, ditembak, terlena, tertawa, tersiksa, terbawa, terkenal

Anti-Aktif tembus, terantuk, kecopetan, kena pukul, kena marah

Anti-Pasif Haus akan, benci terhadap, bertanam

Resiprokal

berkelahi, bersentuhan, berpegangan, bermaaf-maafan, saling memberi, saling

membenci, baku hantam, baku tembak, tolong-menolong, cubit-cubitan Nonresprokal menulis, menari, menyanyi, memburu

Refleksif bercermin, bercukur, berdandan, berhias, berjemur, melarikan diri membaringkan diri

Nonrefleksif mengantuk, menangis, berlari, bekerja

b. Kata Sifat (Adjektiva)

Kata Sifat merupakan kata yang menerangkan atau menjelaskan kata benda.

Memiliki ciri : Dapat bergabung dengan partikel tidak, lebih, sangat, agak, Dapat mendampingi kata benda, Dapat diulangi dengan imbuhan se-nya, dapat diawali dengan imbuhan ter- yang memiliki makna paling (Waridah, 2016). Kumpulan kata sifat ditunjukan pada Tabel 2.4 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.4. Kumpulan Kata Sifat

Jenis Kumpulan Kata

Dasar

adil, ajaib, ampuh, canggung, cukup, bahaya, gemuk, geram, jahat, kagum, lapar, lucu, pelit,

buntu, genap, langsung, musnah, tentu, gaib, cacat

Turunan

termiskin, tertegun, terkesan, tercenung, cantik-cantik, marah-marah, tua-tua,

berat-berat, kemerah-merahan, kemalu-maluan, kegerahan, keramaian, alami, alamiah, duniawi, gerejani, hewani, ilmiah, jasmani,

insani, rohaniah, manusiawi, melengking, memalukan, membenci, mencekam, menjengkelkan, menyenangkan, merangsang,

terburu-buru, terganggu, terharu, terhormat, terpaksa, tertutup, tersinggung, berbusa, berbisa, berbahaya, berhati-hati, bersahabat,

bermanfaat, budiman, dermawan, kesatria, lebar, luas, malam, membudaya menggunung,

meradang, menyimpang, pagi, panjang, pemalas, pemarah, penyayang, rahasia, serasi,

siang, sukses, tinggi, berkurang, bertabah, menyengat, melebih, bersungguh-sungguh,

mungkin, manunggal, mendua, menyeluruh, aduhai, sip, wah

Majemuk

besar mulut, buta huruf, buta warna, busuk hati, hangat-hangat kuku, kepala dingin, keras

kepala, pahit lidah, panjang tangan, rendah hati, tajam ingatan, tinggi hati, aman, gagah

berani, lemah gemulai, letih lesu, porak poranda, sehat wal afiat, sopan santun, suka

duka, tua muda, riang gembira, senasib sepenanggungan

c. Kata Benda (Nomina)

Kata Benda merupakan kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep ataupun pengertian. Ciri kata benda : Kalimat yang predikatnya berupa kata kerja kata bendanya menduduki unsur subjek, objek, ataupun pelengkap, Kata benda tidak dapat diingkarkan dengan kata tidak, Kata benda dapat diingkarkan dengan kata bukan, Pada umumnya kata benda dapat diikuti oleh kata sifat baik langsung maupun yang ditengahi oleh kata yang (Waridah, 2016). Kumpulan kata benda ditunjukan pada Tabel 2.5 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.5. Kumpulan Kata Benda

Jenis Kumpulan Kata

Dasar

gelas, air, meja, kardus, kamis, kakak, november, motor, koran, palembang, ember,

mulyana, rumah, gunung

kesatuan, persatuan, kekurangan, kelebihan, keterlaluan, ganti rugi, tata tertib, uang muka,

tata kota, kontraindikasi, semifinal, pascapanen, mahaguru, anak cucu, lalu lintas,

sepak bola, pedagang eceran, unjuk rasa, orang terpelajar

Konkret helena, alvino, ayah, dompet, botol, penghapus, kertas, roti, tas, lemari, televisi Abstrak kebenaran, kemajuan, perbukuan, persatuan

d. Kata Bilangan (Numeralia)

Kata Bilangan merupakan kata yang digunakan untuk menghitung banyaknya benda dan konsep. Kata bilangin dapat dikelompokkan sebagai berikut : Pertama, Kata bilangan takrif merupakan kata bilangan yang menyatakan jumlah. Yang kedua kata bilangan tak takrif merupakan kata bilangan yang menyatakan jumlah yang tidak tentu (Waridah, 2016). Kumpulan kata bilangan ditunjukan pada Tabel 2.6 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.6. Kumpulan Kata Bilangan

Jenis Kumpulan Kata

Takrif - Penuh satu, tiga, tujuh, sepuluh, seratus, lima puluh ribu, juta, triliun, tiga miliar

Takrif - Pecahan 3/4, 2/3, 4/5, 1/2

Takrif - Gugus lusin, gros, kodi, abad, windu, milenium

Tingkat kesatu, ketiga, ketujuh, kesepuluh, keduapuluh lima, keseratus

Tak Takrif suatu, beberapa, berbagai, tiap-tiap, segenap, sekalian, semua, sebagian, seluruh, segala

e. Kata Ganti (Pronomina)

Kata Ganti merupakan kata yang memiliki fungsi menggantikan orang, benda, atau sesuatu yang dibendakan. Dapat dibagi menjadi kata ganti orang, kata ganti penunjuk, kata ganti yang tidak menunjuk pada orang atau benda tertentu (Waridah, 2016). Kumpulan kata ganti ditunjukan pada Tabel 2.7 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.7. Kumpulan Kata Ganti

Jenis Kumpulan Kata

Orang

aku, saya, daku, ku, -ku, kami, kita, kamu, anda, engkau, kau, dikau, -mu, kalian, kamu

sekalian, dia, beliau, ia, -nya, mereka

Penunjuk

ini, itu, sini, situ, sana, di sini, ke sana, dari situ, ke sini, dari sana, ke sini, yakni, yaitu, begini, begitu, apa, siapa, mana, yang mana, kapan, bilamana, bila(kah), di mana, ke mana,

dari mana, mengapa, bagaimana, berapa

Tidak Menunjuk sesuatu, seseorang, barang siapa, siapa, apa, apa-apa, anu, masing-masing, sendiri

f. Kata Keterangan (Adverbia)

Kata Keterangan merupakan kata yang memberikan keterangan terhadap kata yang lainnya. Dapat dibedakan menjadi kata keterangan bentuk dasar, dan kata keterangan turunan. Kata keterangan turunan terbagi menjadi kata keterangan berimbuhan, bereduplikasi, kata keterangan gabungan. Sedangkan berdasarkan perilaku semantisnya, kata keterangan dibedakan menjadi Kata keterangan kualitatif, kuantitatif, limitatif, frekuentatif, waktu, cara, kontrastif, dan keniscayaan (Waridah, 2016). Kumpulan kata keterangan ditunjukan pada Tabel 2.8 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.8. Kumpulan Kata Keterangan

Jenis Kumpulan Kata

Dasar

alangkah, amat, barangkali, belum, boleh, bukan, hampir, hanya, kerap, masih, memang, mungkin, nian, niscaya, sangat, saling, selalu,

senantiasa, sudah, sungguh, telah, tidak

Turunan

terlalu, terlampau, sekali, sebaiknya, sebenarnya, sesungguhnya, secepatnya, agaknya, biasanya, rasanya, akhir-akhir, malam-malam, mula-mula, pagi-pagi,

tengah-tengah, lekas-lekas, pelan-pelan, diam-diam, habis-habisan, kecil-kecilan, mati-matian, belum boleh, tidak mungkin, belum tentu, masih, belum lagi, tidak boleh tidak, tidak mungkin lagi, selambat-lambatnya, lagi pula,

hanya saja, hampir selalu

Kualitatif paling, sangat, lebih, kurang

Kuantitatif banyak, sedikit, kira-kira, cukup

Limitatif hanya, saja, sekadar

Frekuentatif selalu, sering, jarang, kadang-kadang Waktu baru, segera, tadi, kemarin, esok, lusa

Cara diam-diam, secepatnya, pelan-pelan

Kontrastif bahkan, malahan, justru

Keniscayaan niscaya, pasti, tentu

g. Kata Tunjuk (Demonstrativa)

Kata Tunjuk merupakan kata yang digunakan untuk menunjuk ataupun menandai orang maupun benda secara khusus. Dibedakan menjadi tiga yaitu, kata tunjuk dasar, turunan, dan gabungan (Waridah, 2016). Kumpulan kata tunjuk ditunjukan pada Tabel 2.9 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.9. Kumpulan Kata Tunjuk

Jenis Kumpulan Kata

Dasar itu, ini

Turunan Berikut, begini, sekian, sedemikian, sebegitu

Gabungan di sana, di situ, di sini

h. Kata Tanya (Interogativa)

Kata Tanya merupakan kata yang digunakan untuk menanyakan sesuatu guna menemukan jawaban (Waridah, 2016). Kumpulan kata tanya ditunjukan pada Tabel 2.10 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.10. Kumpulan Kata Tanya

Jenis Kata Tanya

apa bila -kah kapan

mana bagaimana

bilamana di mana mengapa

siapa berapa

bukan bukankah

masa masakan

i. Kata Sandang (Artikula)

Kata Sandang merupakan kata yang digunakan untuk membatasi kata benda.

Dikelompokkan menjadi kata sandang yang mendampingi kata benda dasar, kata sandang yang mendampingi kata benda yang dibentuk dari kata dasar, dan kata sandang yang mendampingi kata kerja pasif. Sedangkan berdasarkan fungsinya, kata sandang dikelompokkan menjadi kata sandang khusus kata benda tunggal dan khusus kelompok (Waridah, 2016). Kumpulan kata sandang ditunjukan pada Tabel 2.11 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.11. Kumpulan Kata Sandang

Jenis Kumpulan Kata

Khusus Kata Benda Tunggal si mirna, si fulan, si gondrong, si kancil, si gendut, si botak, si lucu, si unta

Khusus Kelompok

para bangsawan, para siswa, para penonton, kaum pinggiran, kaum pria, kaum terpojokkan, umat islam, umat budha, umat

beragama, umat manusia

j. Kata Depan (Preposisi)

Kata Depan merupakan kata yang bertugas sebagai fungsi pembentuk frase preposisional. Berdasarkan bentuk dapat dikelompokkan menjadi Kata depan berupa kata dan berupa gabungan kata. Sedangkan berdasarkan fungsinya, dikelompokkan menjadi menandai hubungan peruntukan, tempat berada, perkecualian, tempat atau waktu, kesertaan atau cara, arah menuju suatu tempat, pelaku, waktu, pemiripan, perbandingan, penyebaban, batas waktu, lingkup geografis atau waktu (Waridah, 2016). Kumpulan kata depan ditunjukan pada Tabel 2.12 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.12. Kumpulan Kata Depan

Jenis Kumpulan Kata

Kata di, ke, dari, bagi, untuk, dalam, guna, pada, oleh, dengan, tentang, karena

Gabungan Kata

berbeda dengan, bertolak dari, mengingat akan, oleh karena, sampai dengan, selain

daripada, sesuai dengan Hubungan Peruntukan untuk, guna, bagi, buat, demi

Hubungan Tempat Berada di

Hubungan Perkecualian selain itu, selain dari, di samping itu

Hubungan Kesertaan bersama, beserta

Hubungan Asal, Arah dari suatu Tempat atau

Milik dari

Hubungan Ihwal atau Peristiwa tentang

Hubungan Tempat atau Waktu pada

Hubungan Kesertaan atau Cara dengan

Hubungan Arah Menuju Suatu Tempat ke, munuju, kepada, terhadap

Hubungan Pelaku oleh

Hubungan Waktu sejak, sepanjang, menjelang, selama Hubungan Pemiripan bagai, bagaikan, seperti, laksana, bak

Hubungan Perbandingan daripada

Hubungan Penyebaban oleh karena, oleh sebab, karena, sebab

Hubungan Batas Waktu sampai dengan

Hubungan Lingkup Geografis atau Waktu sekeliling, sekitar

k. Kata Seru (Interjeksi)

Kata seru merupakan kata yang bertugas untuk mengungkapkan rasa hati manusia. Secara umum, kata seru merepresentasikan sikap-sikap berikut : positif, negatif, keheranan, dan netral atau campuran (Waridah, 2016). Kumpulan kata seru ditunjukan pada Tabel 2.13 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.13. Kumpulan Kata Seru

Jenis Kumpulan Kata

Bernada Positif aduhai, amboi, asyik, alhamdulillah, subhanallah, Insya Allah Bernada Negatif cih, cis, bah, ih, idih, brengsek, sialan Bernada Keheranan ai, lo, astagfirullah, Masya Allah Bernada Netral atau Campuran ayo, nah, hai, ah, halo, eh, he, wah

l. Kata Penghubung (Konjungsi)

Kata Penghubung merupakan kata yang bertugas untuk menghubungkan dua klausa, kalimat, ataupun paragraf. Kata penghubung ini dibagi menjadi lima kelompok yaitu : koordinatif, subordinatif, korelatif, antar kalimat, dan antar paragraf (Waridah, 2016). Kumpulan kata penghubung ditunjukan pada Tabel 2.14 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.14. Kumpulan Kata Penghubung

Jenis Kumpulan Kata

Koordinatif dan, atau, tetapi

Subordinatif

sesudah, setelah, sehabis, sejak, selesai, ketika, tatkala, sementara, sambil, saraya, selagi, selama, sehingga, sampai, saat, jika,

jikalau, kalau, asal(kan), bila, manakala, andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya,

agar, biar, supaya, biarpun, meski(pun), sekalipun, walau(pun), kendati(pun), sungguh(pun), seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, sebab,

karena, oleh karena, se(hingga), sampa(-sampai), maka(nya), bahwa, dengan

Korelatif tidak hanya...tetapi juga,

bukannya...melainkan, jangankan...pun,

demikian...sehingga, entah...entah, tidak

itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu, sebaliknya, sesungguhnya, bahwasanya, bahkan, akan tetapi, namun, kecuali itu, dengan demikian, oleh karena itu,

oleh sebab itu, sebelum itu

AntarParagraf

di samping itu, demikian juga, tambahan lagi, bagaimanapun juga, sebaliknya namun, sebagaimana, sama halnya, oleh karena itu, jadi, akibatnya, untuk itulah, untuk maksud itu, ringkasnya, pada intinya, kemudian,

sementara itu, di sinilah, berdampingan dengan

m. Kata Ulang (Reduplikasi)

Kata Ulang merupakan kata yang mengalami atau terkena suatu proses pengulangan (Waridah, 2016). Kumpulan kata ulang ditunjukan pada Tabel 2.15 (Waridah, 2016) (Kemdikbud, 2016).

Tabel 2.15. Kumpulan Kata Ulang

Kumpulan Kata

baju-baju, rumah-rumah, merah-merah, keras-keras, rumput-rumputan, meronta-ronta, diacak-acak, bersama-sama, ketiga-tiganya, keibu-ibuan, carut-marut, pontang-panting, corat-coret, bolak-balik, sayur-mayur, teka-teki, pertama-tama, perlahan-lahan, dedaunan, tetangga, sesama,

sekali-kali, kupu-kupu, cumi-cumi, pori-pori, laba-laba, kunang-kunang, ubur-ubur, dag-dig-dug, cas-cis-cus, dar-der-dor, paku-paku, murid-murid, luka-luka, debu-debu, rerumputan, dedaunan, terung-terungan, buah-buahan, padi-padian, sayur-mayur, warna-warni, polong-polongan, serba-serbi, dokter-dokteran, baju-bajuan, motor-motoran,robot-robotan, mata-mata,

gula-gula, kekanak-kanakan, kebule-bulean, kebarat-baratan, keinggris-ingrgisan, kearab-araban, sakit-sakitan, tidur-tiduran, malas-malasan, cepat-cepat, sejelek-jeleknya, pagi-pagi,

kuat-kuat, berlari-lari, mengangguk-angguk, bolak-balik, mondar-mandir, berputar-putar, mencakar-cakar, dadaunan, reuntuhan, pepohonan, dua-dua, kedua-duanya, corat-coret,

cubit-cubitan, cium-ciuman, berpeluk-pelukan, bersalam-salaman, berpandang-pandangan, tolong-menolong, berkejar-kejaran, leluhur, tetua

2.8 Opini

Opini merupakan suatu pemikiran, perkiraan, ataupun tanggapan terhadap suatu hal dan disertai dengan alasan yang kuat. Dalam arti lain opini dapat diartikan sebagai kumpulan pendapat yang ditanggapi oleh orang lain, baik menyatakan persetujuan maupun tidak setuju, biasanya dalam mengemukakannya dalam bentuk perasaan atau emosi. Menurut Wahyudi (1991), opini merupakan pendapat pribadi seseorang yang tidak dilandasi dengan fakta, karena lebih dilandasi dengan selera pribadi (Fatima, 2016).

Sedangkan fakta merupakan suatu hal, keadaan, kejadian, atau peristiwa yang nyata dan benar-benar terjadi. Menurut Wahyudi (1991), fakta merupakan situasi dan kondisi yang apa adanya, tidak ditambahkan dan tidak dikurangi. Arti lain dari fakta adalah pernyataan yang tak terbantahkan kebenarannya, kalimat fakta ditulis berdasarkan kenyataan, peristiwa, suasana yang benar terjadi dan sifatnya objektif (Fatima, 2016).

Opini atau tanggapan terbagi menjadi dua jenis, yaitu opini positif dan negatif.

Opini positif adalah suatu komentar atau reaksi yang bersifat optimis atau mendukung dan biasanya disampaikan secara santun, sedangkan opini negatif adalah reaksi atau komentar yang bersifat menjatuhkan atau tidak setuju dengan suatu peristiwa atau teks dan biasanya disampaikan secara tidak santun (Drs.

Rustamaji, 2007).

Dalam dokumen BAB II KAJIAN PUSTAKA (Halaman 36-49)

Dokumen terkait