BAB II TINJAUAN TEORI
B. Koperasi
3. Jenis-jenis Koperasi
Sebelum mendirikan koperasi harus dientukan secara jelas jenis koperasi dan keanggotaan yang selalu berhubungan dengan kegiatan usaha dan dasar untuk menentukan jenis koperasi adalah adanya kesamaan aktivitas, kepentingan dan kebutuhan anggotanya, seperti antara lain :
a. koperasi simpan pinjam (KSP) atau koperasi kredit b. koperasi konsumen
c. koperasi produsen d. koperasi pemasaran e. koperasi jasa.14
Penjelasan koperasi tersebut sesuai dengan pasal 16 Undang-undang No.25 tahun 1992.
14
a. Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Koperasi Kredit
Sesuai peraturan pemerintah No. 9 tahun 1995 Pasal 1, bahwa koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang kegiatannya hanya usaha simpan pinjam. Keanggotaan anggota koperasi simpan pinjam pada prinsipnya bebas bagi semua orang yang memenuhi untuk menjadi anggota koperasi dan orang-orang yang dimaksud mempunyai kegiatan usaha atau mempunyai kepentingan ekonomi yang sama, misalnya KSP (koperasi simpan pinjam) dengan anggota petani, koperasi simpan pinjam dengan anggota nelayan, dan koperasi simpan pinjam dengan anggota karyawan.
b. Koperasi Konsumen
Sebagai pemilik jasa koperasi, anggota berpartisipasi aktif dalam kegiatan koperasi.keanggotaan koperasi konsumen atau pendiri koperasi konsumen adalah kelompok-kelompok masyarakat misalnya : kelompok PKK, karang taruna, pondok pesantren, pemuda dan lain-lain yang membeli barang-barang untuk kebutuhan sehari-hari seperti sabun, gula pasir, minyak tanah. Disamping itu koperasi konsumen membeli barang-barang konsumen dalam jumlah yang besar sesuai dengan kebutuhan harga.
Koperasi konsumen menyalurkan barang-barang konsumsi kepada para anggota dengan haga layak, berusaha membuat sendiri barang-barang konsumsi untuk keperluan anggota dan disamping pelayanan untuk anggota, koperasi konsumsi juga boleh melayani umum.
c. Koperasi Produsen
Adalah koperasi yang anggotanya orang-orang yang mampu menghasilkan barang, misalnya :
1) Koperasi kerajinan industri kecil, anggotanya para pengrajin. 2) Koperasi perkebunan, anggotanya produsen perkebunan rakyat. 3) Koperasi produksi peternakan, anggotanya para peternak.
d. Koperasi Pemasaran
Adalah koperasi yang beranggotakan orang-orang yang mempunyai kegiatan dibidang pemasaran barang dagang, misalnya :
1) Koperasi pemasaran ternak sapi, anggotanya pedagang sapi.
2) Koperasi pemasaran elektronik, anggotanya pedagang barang-barang elektronik.
3) Koperasi pemasaran alat-alat tulis kantor, anggotanya pedagang alat tulis kantor.
e. Koperasi Jasa
Koperasi jasa didirikan untuk memberikan pelayanan (jasa) kepada para anggotanya. Ada beberapa jasa antara lain :
1) Koperasi angkutan memberikan jasa angkutan barang atau orang. Koperasi angkutan didirikan oleh orang-orang yang mempunyai kegiatan dibidang jasa angkutan barang atau orang.
2) Koperasi perumahan memberikan jasa penyewaan rumah dengan sewa yang cukup murah atau menjual rumah dengan harga yang cukup murah pula.
3) Koperasi asuransi memberikan jasa jaminan kepada para anggotanya seperti jiwa, asuransi pinjaman, asuransi kebakaran. Anggota koperasi asuransi adalah orang-orang yang bergerak dibidang jasa asuransi.
BAB III
GAMBARAN UMUM KOPERASI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
A. Sejarah berdirinya Koperasi UIN1
Koperasi pegawai UIN Syarif Hidayatullah didirikan pada tanggal 23 juni 1961 oleh M. Sjahar, SJ. HAR. AG. Sutrisman, D. Hasbullah, A. Sidi, dan Abdul Rahman. Pada saat pendirian lembaga ini bernama “Perkumpulan Koperasi Simpan Pinjam Pegawai Negeri Institut Agama Islam Negeri” terdaftar pada Kepala Jawatan Koperasi Daerah Tingkat I Jakarta Raya Nomor 30/BH-I/61. Adapun tujuan pendiriannya, adalah untuk mengupayakan peningkatan kesejahteraan Pegawai Negeri yang menjadi anggotanya.
Dalam rangka penyesuaian Undang-Undang Nomor : 12 Tahun 1967, nama tersebut berubah menjadi “Koperasi Simpan Pinjam Pegawai Negeri Institut Agama Islam Negeri (IAIN)”. Penyesuaian ini disahkan berdasarkan surat keputusan Kepala Direktorat Koperasi DKI Jakarta Nomor : 024/Bangwas/68, tentang penjelasan penyesuaian Koperasi.
Penyesuaian tersebut dilakukan atas dasar Rapat Anggota yang memberi kuasa pada pengurus diantaranya : Drs. Abdurrahman Partosentono, Drs. H. Ibrahim AR., Soekama Karya, BA., Muslim Tumanggor, BA., dan A. Wahid Ritonga.
1
Pada tahun 1984 – 1989 Koperasi diketuai oleh Drs. H. Harun Asfar kemudian dilanjutkan oleh Drs. Banajid pada tahun 1990 – 1995.2
Pada hari selasa, 29 Agustus 1995 berdasarkan Rapat Anggota khusus menyepakati adanya perubahan Koperasi. Koperasi Simpan Pinjam Institut Agama Islam Negeri menjadi Koperasi Pegawai Negeri IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Kopen IAIN Jakarta). Adapun pengurus yang diberi kuasa untuk melakukan perubahan tersebut adalah : Drs. H. Hisyam Maksum, Drs. Hisyam Zaini, Drs. Mahfud A. Junaidi, Ulil Azmi, BA., dan Drs. H. Zaini Mas’udi, SH. Tahun 1996 kepengurusan dan perubahan Anggaran Dasar Koperasi disahkan dan pada tahun itu pula diadakan pemilihan kepengurusan baru yang diketuai oleh Drs. H. Harun Asfar selama dua periode dari tahun 1996 sampai tahun 2000 melalui RAT.
Untuk mencapai tujuan koperasi pada saat itu beliau mencanangkan peningkatan bidang usaha simpan pinjam secara tertib dan teratur. Dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok anggota beliau membentuk usaha baru yaitu usaha pertokoan (Waserba) dengan harga yang terjangkau oleh anggota. Terobosan lain yang dilakukan adalah usaha perdagangan umum yang kegiatannya adalah meningkatkan kerjasama dengan pihak lain, seperti dengan Bank BUKOPIN dalam hal jual beli tanah dan PT Nawala Mandiri dalam hal kerjasama kredit perumahan karyawan.
Awal tahun 2001 Koperasi sempat mengalami miss manajemen sehingga menimbulkan ketidakpercayaan anggota terhadap pengurus akibat dari terpuruknya
2
usaha-usaha yang telah dijalankan, terjadinya krisis perbankan yang berdampak pada pembayaran bunga bank yang tinggi oleh koperasi pada bank sehingga menguras modal koperasi yang telah ada dibarengi pula dengan kondisi politik nasional yang tidak stabil. Dampak ini sangat menekan cashflow dan keuangan koperasi, suku bunga naik mencapai 100%, miss manajemen tersebut berjalan selama beberapa bulan yang berakibat anggota menuntut pengurus periode 1996-2000 untuk mempertanggung jawabkan kinerja koperasi pada periode tersebut.
Akhir tahun 2001 terjadinya pemilihan anggota pengurus baru dengan mengangkat Drs. Jafar Sanusi sebagai ketua Koperasi periode 2001-2003. Disyahkan melalui Surat Keputusan Rektor No. 139 Tahun 2001. Seiring dengan perubahan nama IAIN menjadi UIN pada tahun 2002, maka lembaga yang berada dibawah naungan UIN otomatis menggunakan nama UIN. Begitu pula Koperasi Pegawai IAIN menjadi Koperasi Pegawai UIN. Pada tanggal 10 Januari 2004 dikeluarkan kembali Surat Keputusan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengenai revisi Keputusan Rektor UIN tahun 2001 tentang pengukuhan, pengawas, dan pengurus Koperasi Pegawai Negeri UIN Jakarta periode 2001-2003 menjadi periode 2001-2004 agar sesuai dengan AD/ART.
Setelah kepengurusan periode 2001-2004 berakhir sesuai dengan keputusan RAT tanggal 19 Februari 2005 yang dihadiri oleh 852 orang dari jumlah anggota 1065 (80%) Drs. Jafar Sanusi terpilih kembali menjadi Ketua Koperasi secara aklamasi. Melalui Surat Keputusan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor :
036 tahun 2005 tentang pengukuhan Dewan Penasehat, Pengawas, dan Pengurus Koperasi Pegawai Negeri UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode tahun 2005-2008.
Tahun 2005 nama Koperasi Pegawai Negeri UIN Syarif Hidayatullah berubah nama menjadi Koperasi Pegawai, Hal ini dikarenakan yang menjadi anggota
Koperasi tidak hanya pegawai negeri UIN saja, tetapi meliputi pegawai lembaga struktural, non struktural, dan semi struktural di lingkungan UIN Jakarta. Perubahan ini telah disahkan dalam Anggaran Dasar dan Rumah Tangga pada Rapat Anggota Tahun Buku 2005 tanggal 27 April 2006.
A. Visi, Misi, dan Tujuan Koperasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Dalam rangka meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan terhadap anggota, dan berusaha keras untuk menata kembali sistem organisasi dan manajemen koperasi dengan prioritas terhadap penguatan dalam bidang permodalan, sumber daya manusia, dan akses kerjasama dengan lembaga lain. Berdasarkan hal tersebut diatas maka visi koperasi dapat dirumuskan sebagi berikut :
Visi :
“Menjadikan Koperasi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai institusi bisnis yang terpercaya dan handal dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa bagi anggota dan masyarakat.”
Misi :
Misi Koperasi Pegawai UIN Syarif Hidayatullah adalah :
1. Melayani kebutuhan barang dan jasa untuk anggota dan masyarakat.
2. Melaksanakan kegiatan administrasi dan keuangan secara akuntabel dan transparan.
3. Melaksanakan pembinaan anggota dalam berkoperasi secara profesional.
4. Melaksanakan pengembangan dan pembinaan SDM untuk menunjang mutu pelayanan.
5. Melaksanakan kerjasama bisnis dengan pihak lain yang saling menguntungkan serta memperluas jaringan usaha dan pemasaran.
6. Melaksanakan peningkatan kesejahteraan anggota.
7. Melaksanakan kaderisasi Sumber Daya Manusia untuk menjamin kelangsungan manajemen koperasi.
TUJUAN :
Memajukan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD’ 1945.
B. Struktur Organisasi Koperasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Pengurus Pengawas Penasehat Rapat Anggota Divisi Ritel KUIN Mart Divisi Perdagangan Umum Divisi Simpan Pinjam Divisi Sumber Daya Manusia Divisi Keuangan Akunting Treasury Control Budget Report Financial Kasir Juru Bayar Divisi Administrasi Bisnis Administrasi Bisnis Ketatausahaan Personalia Pemeliharaan Customer Service Logistik Kerjasama Divisi Operasional Bisnis Penjualan Pemasaran Distribusi Pergudangan Pembelian Pengadaan Price Control
Struktur Badan Penasehat
a. Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA b. Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA c. Drs. H. Abd. Shomad
Struktur Badan Pengawas a. Dr. Abdul Hamid, MS b. Drs. H. Miftahul Munir, MM c. Drs. H. Ahmad Zainuri, M.Si Struktur Pengurus :
Ketua : Lili Bariadi M.M.M.Si
Sekretaris : Encep Dimyati, MA
Bendahara : Saipul Tasma, SE
Divisi Ritel : Tomy Patriya Eduardy, ST Divisi Perdagangan umum : Abdul Azis Hasibuan, M.Pd Divisi Simpan Pinjam : Masruri, S.Ag
C. Kegiatan Koperasi
Dalam melaksanakan kegiatannya koperasi UIN membentuk beberapa divisi untuk menangani berbagai usaha yang telah dijalankan. Antara lain Divisi-divisi tersebut adalah :
1. Divisi Ritel Toko KUIN MART
Divisi ritel toko KUIN MART adalah divisi yang secara khusus mengelola ritel-ritel atau toko-toko koperasi UIN, pada awalnya toko KUIN MART ini hanya ada satu yang terletak di Jl. Ibnu Batutah dekat toko buku “Batu Bara”. Dan pada saat itu masih bernama Toserba, tetapi seiring berkembangnya bisnis ritel pada saat itu dan dibarengi pula koperasi telah memiliki 6 cabang toko, kemudian untuk lebih meningkatkan brand image dan lebih menarik pelanggan maka koperasi mengubah nama toserba menjadi KUIN MART.
Karena nama toko cabang yang terdahulu adalah toko1, toko 2, toko 3 dan seterusnya. Divisi ritel toko KUIN MART adalah divisi yang secara khusus menangani dan mengelola ritel-ritel KUIN MART, dan sampai saat ini KUIN MART telah memiliki sembilan toko antara lain :
1) KUIN MART Ibnu Batutah, mempunyai 7 orang karyawan. 2) KUIN MART Psanggrahan, mempunyai 4 orang karyawan. 3) KUIN MART Ciputat Juanda, mempunyai 6 orang karyawan. 4) KUIN MART Kampung Utan, mempunyai 6 orang karyawan. 5) KUIN MART Triguna, mempunyai 4 orang karyawan.
6) KUIN MART Limun, mempunyai 4 orang karyawan. 7) KUIN MART Psikologi, mempunyai 2 orang karyawan. 8) KUIN MART Tarbiyah, mempunyai 5 orang karyawan. 9) KUIN MART Dakwah, mempunyai 8 orang karyawan.
Setiap karyawan melaporkan hasil yang diperolehnya pada pergantian jam kerja dengan mempunyai target yang telah ditentukan oleh koperasi UIN.
2. Divisi Perdagangan Umum
Divisi perdagangan umum adalah divisi yang menangani masalah – masalah tentang perluasan jaringan atau melebarkan sayap dari pengembangan selain toko diantaranya :
a. Kerjasama dalam pembuatan penyediaan rumah dengan PT. Kirana Megah yang bertempat di Sawangan.
b. Kerjasama dengan Bank BSM dan BHS.
c. Pengembangan usaha lainnya seperti foto copy dan wartel.
3. Divisi Simpan Pinjam
Divisi simpan pinjam adalah divisi yang secara khusus menangani masalah-masalah simpan pinjam anggota koperasi UIN, antara lain :
a. Simpanan Pokok
Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya atau sama nilainya yang wajib dibayarkan anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota koperasi.
Simpanan anggota yang merupakan biaya sebagai syarat menjadi anggota koperasi UIN, dibayar sebesar Rp 100.000. dan uang simpanan pokok harus dibayar sekaligus, akan tetapi pengurus dapat mengizinkan anggota untuk membayar sebanyak-banyaknya 2 kali angsuran bulanan selama menjadi anggota, dan uang simpanan pokok tidak bisa diambil kembali.
b. Simpanan Wajib
Simpanan wajib adalah sejumlah simpanan tertentu yang tidak harus sama yang wajib dibayar oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota koperasi UIN. Simpanan wajib tidak bisa diambil kembali selama yang bersangkutan masih menjadi anggota koperasi UIN.
Kemudian simpanan wajib yang dibayarkan setiap bulan sekali sebesar Rp 25.000 dan baru boleh diambil setelah berakhir masa keanggotaan, seperti pensiun, meninggal dunia, mengundurkan diri menjadi anggota koperasi UIN atau adanya suatu halangan lainnya.
c. Simpanan Sukarela/Manasuka
Simpanan sukarela adalah jumlah tertentu yang diserahkan oleh anggota koperasi UIN atas kehendak anggota koperasi sendiri. Dan yang selanjutnya adalah simpanan manasuka yang dibayarkan minimal Rp 25.000 perbulan dan simpanan ini bisa kapan saja diambil.
4. Divisi SDM
Divisi SDM adalah divisi yang lebih menangani terhadap masalah-masalah sumber daya manusia dengan diadakannya pelatihan dan pembinaan untuk karyawan mengenai hal tentang koperasi, sosialisasi program, pendidikan koperasi untuk anggota diharapkan menghasilkan out put yang lebih baik terhadap kinerja pengurus dan karyawan koperasi sehingga dapat bekerja secara professional, efektif, dan efisien.
D. Program Kerja Koperasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 1. Program Jangka Panjang :
a. Membangun bisnis supermarket
b. Mengadakan kerjasama di bidang pengadaan mebelair, keperluan pokok sehari-hari, dan pengadaan barang elektonik
c. Mengadakan kerjasama dengan badan usaha lain yang sudah maju dalam pengembangan usaha
d. Meningkatkan kerjasama dengan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam pengembangan Kosika
e. Melaksanakan pendidikan perkoperasian kepada anggota f. Memiliki tanah dan bangunan toko baru milik koperasi
2. Program Jangka Pendek a. Bisnis Toko
1) Melakukan pengembangan usaha penyediaan barang-barang toko ke kantin-kantin UIN di fakultas-fakultas
2) Membangun perumahan bagi dosen dan karyawan 3) Penyempurnaan CD profil koperasi
4) Meningkatkan mutu SDM toko dengan pelatihan-pelatihan customer service
5) Memperbaiki instalasi listrik gedung toko untuk keamanan usaha
6) Merehab kantor koperasi dan toko koperasi 7) Membangun toko di fakultas kedokteran 8) Meningkatkan SHU toko
9) Membangun toko disamping polsek ciputat 10)Membangun toko disekitar gedung NICT
11)Memfasilitasi mahasiswa untuk magang di kuin mart
b. Bisnis Perdagangan Umum (PU)
1) Menyelesaikan penjualan tanah di cidokom
2) Mengukur kembali luas tanah yang kurang dan penyelesaian surat-suratnya
3) Mempercepat pengadaan rumah dengan pihak BTN 4) Meningkatkan pelayanan kredit elektro
5) Meningkatkan pelayanan kredit kendaraan (mlotor/mobil) 6) Meningkatkan SHU perdagangan umum
c. Bisnis Simpanan Pinjam (SP)
1) Meningkatkan pelayanan simpan pinjam
a) Melalui SP (koperasi) dengan penurunan jasa dari 2% menjadi 1,5% perbulan
b) Melalui kerjasama dengan bank yang memiliki suku bunga yang bersaing
c) Melalui pinjaman lain-lain
d. Organisasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Dalam bidang organisasi yang masih perlu dilakukan pembinaan adalah kesadaran berkoperasi bagi anggota dan disiplin anggota dalam mentaati aturan-aturan AD/ART koperasi. Disisi lain efektivitas pengurus dan pengawas perlu ditingkatkan. Pemahaman terhadap eksistensi koperasi dan tanggung jawab bersama untuk memajukannya masih sangat perlu mendapatkan perhatian.
e. Kesekretariatan
1) Melakukan penataan administrasi surat-menyurat 2) Melakukan pengendalian surat-surat koperasi 3) Melakukan inventarisasi dokumen koperasi
4) Meningkatkan tertib dokumentasi keanggotaan setiap bulannya 5) Menertibkan buletin koperasi setiap bulan
6) Menyempurnakan profil koperasi
7) Membuat CD profil baru/ penyempurnaan CD profil 8) Meningkatkan sistem akuntansi manajemen berbasis IT 9) Menyempurnakan website koperasi
f. Keuangan
1) Meningkatkan koordinasi keuangan antar unit bisnis
2) Peningkatan sistem pembukuan/akuntansi dan komputerisasi keuangan koperasi
3) Peningkatan pengawasan dan pengendalian keuangan serta koordinasi dengan konsultan keuangan koperasi
4) Meningkatkan sistem pelaporan keuangan antar unit bisnis 5) Melakukan proyeksi-proyeksi keuangan dalam pengembangan
usaha koperasi
6) Mengikutsertakan pendidikan dan pelatihan administrasi, keuangan dan perpajakan serta retail manajemen
3. Target Capaian Koperasi UIN pada tahun 2009-2010
a. Seluruh kebutuhan anggota akan barang dan jasa bisa dipenuhi oleh koperasi
b. Pelayanan administrasi dan keuangan lebih sederhana
c. Minimal 20% anggota telah mendapatkan pembinaan tentang signifikan dan jati diri koperasi
d. Seluruh karyawan koperasi telah mendapatkan pengetahuan tentang dasar-dasar manajemen
e. Mengurangi beban bunga pinjaman secara gradual, maksimal 1,5% f. Menjadikan seluruh aktivitas koperasi sebagai media
HIDAYATULLAH MELALUI KUIN MART
A. Tahapan Strategi Ekspansi Bisnis Koperasi UIN Syarif Hidayatullah Tahapan strategi pengembangan koperasi adalah tahap yang paling menantang dan sekaligus menarik dalam proses strategi. Sebelum strategi dilakukan terdapat proses awal yaitu, tahapan-tahapan strategi yang harus dirumuskan terlebih dahulu. Dalam proses tahapan strategi ini, terdapat banyak hal-hal yang harus diperhatikan yaitu tentang bagaimana suatu lembaga itu mengembangkan tujuan, mengetahui tentang peluang dan ancaman yang sifatnya eksternal, menetapkan kekuatan dan kelemahan yang sifatnya internal, kemudian menempatkan suatu objektivitas dan kemudian menghasilkan strategi alternatif serta meilih strategi untuk dilaksanakan. Inti pokok dari tahapan ini adalah menghubungkan koperasi dengan lingkungannya dan menciptakan strategi-strategi yang cocok untuk mencapai misi koperasi. Secara garis besar terdapat beberapa langkah yang dilakukan yaitu :
badan usaha koperasi UIN bertujuan untuk Memajukan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD’ 1945. maka dalam mencapai tujuannya itu, koperasi UIN mencoba mengembangkan usahanya dengan membuka cabang diberbagai tempat yang bertujuan untuk mencari konsumen baru, agar terjaring konsumen yang lebih banyak, dan menjadi lebih eksis dibisnis ritel.
b. Peluang dan ancaman eksternal
Menurut penulis, kesuksesan tercapainya suatu kegiatan atau program dapat dianalisis dan direncanakan yang disesuaikan dengan melihat hubungan perusahaan dan lingkungannya dengan analisis SWOT.
1) Peluang (Opportunitis)
Peluang atau kesempatan yang bisa diraih oleh koperasi UIN maupun divisi-divisi yang ada dalam pengembangannya, yaitu :
a) Memiliki konsumen atau pelanggan yang pasti (mahasiswa dan anggota koperasi) dan masyarakat sekitar lokasi.
b) Perkembangan program-program baru seperti memberi diskon harga dan menambah jam layanan.
c) Kerjasama dengan perusahaan atau supplier yang besar seperti : Unilever, Indomarko, Panamas.
2) Ancaman dan Hambatan (Threats)
Ada beberapa ancaman dan hambatan yang dapat mengurangi keberhasilan dari setiap program pengembangan koperasi UIN, diantaranya :
a) Lokasi yang kurang strategis atau kurang bagus pangsa pasarnya b) Pesaing yang telah memiliki brand image yang sangat kuat
kelemahannya positif yang kemudian memberikan rekomendasi suatu strategi terhadap perusahaan sumber daya perusahaan itu sendiri. Dalam koperasi UIN diantaranya meliputi :
1) Kekuatan (Strength)
Kekuatan yang dimiliki dari setiap divisi koperasi UIN diantaranya : a) Memiliki pelanggan yang pasti
b) Memiliki bidang usaha yang beragam c) Memiliki 9 toko cabang KUINmart
2) Kelemahan (Weakness)
Kelemahan yang dimiliki dari setiap divisi Koperasi UIN daintaranya : a) Manajemen koperasi masih belum baik
b) Kualitas SDM masih perlu pengembangan dan pembinaan c) Masih lemahnya brand image
yang dominan untuk mengetahui hasil strategi yang akan diambil. Dalam penetapan suatu objektivitas ini mengacu kepada tujuan dan sasaran dari koperasi UIN yang kemudian dikaitkan dengan faktor kekuatan yang dimiliki koperasi UIN yang menjadi keunggulan untuk mengembangkan usahanya agar lebih baik dan lebih eksis.
Dapat diketahui bahwa objek koperasi UIN adalah dikhususkan untuk pengembangan koperasi itu sendiri dan anggotanya. Untuk itu, koperasi UIN selain melakukan aktivitas simpan pinjam pada anggotanya koperasi UIN juga mengembangkan usaha diberbagai bidang. Maka koperasi UIN menetapkan suatu objektivitas agar dapat menghasilkan strategi alternatif yang dilakukan koperasi dalam mengembangkan usahanya. Berikut strategi alternatif koperasi UIN yaitu :
1) Koperasi UIN menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan diantaranya PT. Kirana Megah yang bergerak dalam pembuatan dan penyediaan rumah.
2) Melakukan beberapa kegiatan usaha yang masih berhubungan dengan pengembangan koperasi UIN seperti bisnis wartel dan foto copy.
yang telah ditetapkan tersebut. Dalam pelaksanaan strategi yang telah dipilih oleh koperasi UIN sangat membutuhkan komitmen, kebersamaan, dan kerjasama dari seluruh unit, divisi, dan pengurus. Karena tanpa adanya komitmen, kebersamaan, dan kerjasama tersebut dalam melaksanakan strategi, maka proses dan analisis strategi hanya menjadi impian yang jauh dari kenyataan yang diharapkan. Dalam hal ini, koperasi UIN terlebih dahulu harus mengenali pada faktor kekuatan dan kelemahan secara internal serta peluang dan ancaman secara eksternal.
Kemudian koperasi UIN menetapkan suatu objektivitas dan menghasilkan strategi yang akan digunakan dalam pengembangan usahanya. Koperasi UIN harus memilih strategi yang akan digunakan dari startegi yang sudah ada sebelumnya. Untuk itu ada beberapa strategi yang akan digunakan koperasi UIN dalam melaksanakan pengembangan usahanya, diantaranya :
1) Memberikan harga yang murah kepada konsumen
2) Memberikan layanan yang prima, menjemput bola, menerima pesan antar 3) Menambah jam layanan agar konsumen lebih terjaring
proses pemindahan rencana bisnis (misi, tujuan, dan strategi) menjadi suatu hasil dan melibatkan pengembangan struktur organisasi, alokasi sumber daya (anggaran), budaya dan iklim perusahaan serta merupakan suatu proses yang rumit.1 Tahapan penerapan merupakan suatu proses yang paling penting dan vital bagi keberhasilan suatu organisasi. Berikut implementasi strategi koperasi UIN dalam melakukan pengembangannya :
a. Menjalin kerjasama dengan supplier besar
Untuk mengembangkan usahanya Koperasi UIN merasa sangat perlu untuk bekerjasama dengan perusahaan yang telah maju dan telah berkembang. Maka dari itu koperasi UIN menjalin kerjasama dengan beberapa supplier besar seperti panamas, unilever, indomarko yang semuanya itu bisa menunjang pengembangan koperasi UIN. Disamping itu bekerjasama dengan supplier besar koperasi UIN bisa mendapatkan harga yang lebih murah.