• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Materi Yang Nyata Bentuknya (Konkrit)

19 Faktor-faktor Universal Yang Indah1

IV. Delapan Jenis Bentuk Materi Membentuk Kelompok Serangkaian-Delapan-Murni

V. 18 Jenis Materi Yang Nyata Bentuknya (Konkrit)

18 Jenis materi ini disebut materi yang berbentuk konkrit sebab mereka memiliki karakteristik-karakteristik bawaan atau intrinsik, yang menjadikan mereka objek-objek yang sesuai untuk perenungan oleh kebijaksanaan. Materi-materi ini terbagi menjadi delapan kelompok, yaitu: 1) Empat elemen-elemen utama, 2) Lima pengindera, 3) Empat fenomena objek, 4) Dua fenomena-jenis-kelamin, 5) Satu fenomena-jantung, 6) Satu fenomena-hidup, dan 7) Satu fenomena-nutrisi.

Empat Elemen-elemen Utama 1.

(seperti yang sudah dibahas di atas)

Lima Fenomena-pengindera 2.

Ada lima bagian transparan dari organ-organ indera. Istilah “transparan” memberikan penekanan pada porsi sensitif dari organ-organ indera yang sebenarnya menerima stimulasi eksternal. Beberapa kalāpa di dalam setiap organ-organ indera fisik kita berisi fenomena-pengindera fenomena-pengindera yang bisa menerima data-data dari objek-objek indera yang bersangkutan yang sudah disensor, seperti: mata, telinga, Pengindera-hidung, Pengindera-lidah, dan Pengindera-tubuh.

Pengindera-mata menggunakan sebuah objek yang terlihat atau a.

warna sebagai objeknya. Apa yang kita sebut sebagai “mata” secara konvensional adalah gabungan beragam fenomena materi. Di antara beragam fenomena materi ini, yang paling menonjol adalah pengindera-mata, yang terbuat dari empat

elemen-elemen utama. Pengindera-mata mencatat cahaya dan karenanya berfungsi sebagai landasan fisik bagi kesadaran mata1. Pengindera mata ditemukan di dalam kalāpa serangkaian-sepuluh-indera-mata atau kalāpa 10 rangkap, dan merupakan transparansi atau fenomena-pengindera dari empat elemen di kalāpa yang sama.

Meditator dengan konsentrasi yang memadai, mengetahui dan memahami bahwa sewaktu memahami kalāpa serangkaian-sepuluh-indera-mata di sekitar mata, objek warna secara terus-menerus membentur pengindera-mata, sehingga memunculkan kesadaran mata.

Pengindera-telinga mengguna-b.

kan suara sebagai objeknya. Pengindera-telinga adalah substansi sensitif yang ditemu-kan di dalam telinga bagian dalam yang mencatat suara, dan karenanya berfungsi sebagai landasan fisik bagi kesadaran telinga. Benturan sebuah objek suara ke pengindera telinga akan

membangkitkan kesadaran telinga. Pengindera telinga ada di

kalāpa serangkaian-sepuluh-indera-telinga, dan merupakan

transparansi atau fenomena-pengindera dari empat elemen di

kalāpa yang sama.

1 Kesadaran mata hanya melihat warna, bukan format dan bentuk dari objek visible. Begitu juga dengan kesadaran-telinga hanya mendengar suara, tetapi tidak tahu arti dari suara.

Pengindera-hidung mengguna-c.

kan aroma sebagai objeknya. Pengindera-hidung adalah substansi sensitif yang ditemukan di dalam hidung yang mencatat aroma dan karenanya berfungsi sebagai landasan fisik bagi kesadaran hidung. Benturan sebuah objek-aroma dengan pengindera-hidung akan membangkitkan kesadaran

hidung. Pengindera-hidung ada di kalāpa serangkaian-sepuluh-indera-hidung, dan ini adalah transparansi dari empat elemen di

kalāpa yang sama.

Pengindera-lidah menggunakan d.

cita rasa sebagai objeknya. Peng-indera-lidah adalah substansi sensitif yang menyebar di lidah dan yang mencatat cita rasa dan karenanya berfungsi sebagai lan-dasan fisik bagi kesadaran lidah. Benturan antara sebuah objek-pengecapan dengan pengindera-lidah akan membangkitkan kesa-daran lidah. Pengindera lidah ada

di kalāpa serangkaian-sepuluh-indera-lidah, dan ini merupakan transparansi dari empat elemen di kalāpa yang sama.

Pengindera-tubuh mengguna-kan yang berbentuk atau sentuhan e.

yang terdiri dari elemen-elemen tanah, api, dan udara sebagai objeknya. Ini adalah substansi sensitif yang meliputi seluruh tubuh, yang mencatat sentuhan objek-objek yang berbentuk,

dan karenanya berfungsi sebagai landasan fisik bagi kesadaran tubuh. Benturan antara sebuah objek yang berbentuk dengan pengindera-tubuh akan membangkitkan kesadaran tubuh. Pengindera tubuh ada di kalāpa serangkaian-sepuluh-indera-tubuh di seluruh tubuh. Ini adalah transparansi dari empat elemen di kalāpa-kalāpa tersebut.

Karakteristik yang umum dari ke lima fenomena-pengindera ini adalah kepekaan dari sebuah landasan-pengindera tertentu terhadap objek-objek terkaitnya (contohnya, pengindera-mata peka terhadap warna, pengindera-telinga peka terhadap suara, dll). Kita terlahir dengan fenomena-pengindera-fenomena-pengindera ini sebagai akibat dari kamma lampau kita, yang muncul dari nafsu-nafsu keinginan kita untuk melihat, mendengar, mencium, merasakan dan menyentuh objek-objek yang diterima melalui indera-indera kita. Kelima jenis kesadaran indera ini muncul bergantung pada kelima fenomena-pengindera masing-masing. Pada saat beragam warna dan cahaya membentur pengindera mata, maka kesadarannya disebut kesadaran mata, yang melihat objek-objek yang terlihat, muncul dan lenyap. Kemunculan objek yang terlihat, landasan indera-mata, dan kesadaran yang terjadi secara bersamaan ini, disebut kontak. Kontak ini membangkitkan proses kognitif pintu-mata. Ini kemudian diikuti oleh banyak sekali proses-proses kognitif pintu-batin, untuk menangkap objek yang terlihat dengan lebih jelas lagi. Demikian juga prosesnya untuk indera-telinga, hidung, lidah, dan tubuh.

Lima Objek-objek Indera-Tubuh 3.

Ada lima materi yang merupakan objek-objek-indera, yaitu: objek-objek yang terlihat (warna-warna), suara-suara, aroma, cita rasa, dan yang berbentuk. Objek yang terlihat digambarkan di

Vibhaṅga II sebagai “fenomena yang terbentuk dari empat

elemen-elemen dan muncul sebagai warna, dan sebagainya.” Apa yang dilihat oleh persepsi visual oleh kesadaran mata adalah warna-warna dan perbedaan-perbedaan cahaya (seperti bayangan, arsiran).

Objek-objek yang terlihat adalah tiga elemen-elemen tanah, api dan udara. Mereka bisa dirasakan sebagai panas, dingin, keras, lembut, tekanan, getaran, dan mendukung. Elemen air tidak termasuk disini sebab elemen ini tidak bisa dirasakan dengan sentuhan2. Kelima objek indera ini memiliki karakteristik benturan terhadap masing-masing landasan indera-inderanya, sehingga dengan demikian berfungsi sebagai objek-objek dari ke lima jenis kesadaran indera.

Seseorang seharusnya tidak berpikir bahwa lima objek-objek indera ini hanya eksis secara eksternal, karena mereka juga bisa ditemukan di dalam tubuh. Contohnya, pada saat seorang meditator mengamati empat elemen-elemen di cairan empedu secara internal, maka sebuah rasa pahit mungkin akan muncul. Demikian pula, pada saat mengamati bau tubuh seseorang secara internal, maka sebuah bau yang busuk mungkin akan menjadi jelas tercium.

Intisari Nutrisi (

4. Ojā)

Intisari Nutrisi ada di setiap kalāpa serangkaian-delapan-murni. Intisari Nutrisi adalah substansi nutrisi yang terkandung di dalam makanan yang layak dimakan, yang mempertahankan perkembangan

2 Menurut Abhidhamma, elemen-air tidak dapat dialami oleh sentuhan tetapi oleh batin.

materi baru di dalam tubuh. Intisari nutrisi di setiap kalāpa, setelah didukung oleh api pencernaan tubuh, lagi dan lagi, maka akan membantu pembentukan kalāpa-kalāpa baru. Dengan cara ini, makanan yang dimakan dalam satu hari bisa mempertahankan tubuh selama tujuh hari.

Fenomena-jenis-kelamin (

5. Bhāvarūpa)

Ada dua jenis fenomena-jenis-kelamin, yaitu: sifat-sifat feminin dan sifat-sifat maskulin. Sifat-sifat feminin adalah karakteristik dari seksual perempuan. Manifestasinya adalah melalui simbol-simbol, tanda-tanda, tata-cara perilaku, struktur tubuh, suara dan seterusnya dari perwujudan-perwujudan perempuan, dalam mana kita tahu bahwa, “Ini adalah perempuan”. Hal-hal ini ditemukan di dalam sosok seorang perempuan (kadang-kadang ditemukan di sosok seorang waria atau hermaphrodite).

Sifat-sifat maskulin adalah karakteristik dari seksual laki-laki. Manifestasinya adalah melalui simbol-simbol, tanda-tanda, tata cara perilaku, struktur tubuh, dan seterusnya perwujudan-perwujudan laki-laki, dalam mana kita tahu bahwa, “Ini adalah laki-laki.” Hal-hal ini ditemukan di sosok seorang laki-laki (kadang-kadang ditemukan di

sosok seorang waria atau hermaphrodite).

Serangkaian-delapan-elemen-elemen-materi-yang-tak terpi-sahkan, ditambah dengan daya-hidup dan fenomena-jenis-kelamin, akan membentuk apakah kalāpa serangkaian-sepuluh-maskulin ataukah -feminin. Kalāpa- kalāpa ini menyebar ke seluruh tubuh seorang laki-laki ataupun seorang perempuan, dan menjadi sebab dari perbedaan mencolok di antara mereka.

Landasan-jantung (

6. hadayavatthu)

S e r a n g k a i a n d e l a p a n -elemen-elemen-materi-yang-tak terpi-sahkan, ditambah dengan daya-hidup dan landasan-jantung, membentuk kalāpa serangkaian-sepuluh-landasan-jantung. Banyak sekali kalāpa serangkaian-sepuluh-landasan-jantung yang ditemu-kan di dalam darah di dalam organ jantung, tetapi bukannya organ jantung itu sendiri. Mereka adalah pendukung atau menjadi landasan semua

kesadaran dengan pengecualian lima jenis kesadaran indera. Seperti semua kalāpa-kalāpa, kalāpa serangkaian-sepuluh-landasan-jantung, muncul dan lenyap dengan kecepatan yang luar biasa cepatnya.

Daya-hidup 7.

Delapan jenis materi-yang-tak-terpisahkan dan daya-hidup membentuk kalāpa serangkaian-sembilan-daya-hidup atau partikel

sembilan-rangkap. Sama halnya dengan adanya kekuatan vital di dalam faktor-faktor mental, demikian juga ada sebuah kekuatan vital di dalam materi makhluk-makhluk hidup yang disebut daya-hidup. Daya ini berfungsi melindungi, ibarat air di kolam yang mempertahankan kehidupan tanaman teratai dan mencegahnya mengering. Daya-hidup ini memiliki karakteristik

mempertahankan semua materi yang ko-eksis di dalam sebuah kalāpa tunggal.

Daya-hidup mempertahankan atau menyimpan materi yang diproduksi-oleh-kamma saja, seperti serangkaian-sepuluh-indera-mata, -telinga, -hidung, -lidah, -tubuh, -seksual dan kalāpa serangkaian-sepuluh-landasan-jantung. Kehidupan suatu makhluk dipertahankan oleh daya-hidup yang diproduksi-oleh-kamma ini. Kalau daya-hidup ini diputus, kita katakan suatu makhluk “mati”, dan tubuhnya menjadi mayat.

Asal muasal lima fenomena-pengindera, fenomena-jenis-kelamin, landasan-jantung, dan daya-hidup adalah disebabkan

kamma yang dilakukan di kehidupan-kehidupan lampau. Jadi, kalau

mata, telinga, hidung, tubuh, atau wajah kita tidak terbentuk dengan proporsi yang sesuai, maka ini dikarenakan kamma lampau kita yang buruk. Sehingga, tidak ada Tuhan yang menggunakan kehebatannya menciptakan beragam bentuk makhluk-makhluk. Kamma muncul di keadaan-keadaan dalam kehidupan-kehidupan lampau, dan akibat-akibatnya dialami di kehidupan-kehidupan berikutnya.

kemiripan karakteristik-karakteristik, sebagai berikut:

Mereka masing-masing memiliki sifat alamiah bawaan/intrinsik 1.

(sabhāvarūpa), seperti panas di dalam kasus elemen api, keras di dalam kasus elemen tanah, dan seterusnya;

Mereka masing-masing memiliki tiga karakteristik umum yaitu 2.

tidak kekal, ketidakpuasan, dan tanpa-diri (salakkhaṇarūpa);

Mereka semua diproduksi langsung oleh kondisi-kondisi, seperti 3.

kamma, kesadaran, temperatur, dan nutrimen (nipphannarūpa);

Mereka semua akan berubah dan tunduk pada perubahan 4.

konstan (rūparūpa);

Mereka semua bisa dipahami dengan kebijaksanaan-pandangan-5.

terang (sammasanarūpa).

VI. 10 Jenis Materi Yang Tidak Nyata Bentuknya