METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Waktu Penelitian
D. Pengolahan Data
4. Jenis Pakan Bekantan di Sungai Hitam
Ketersediaan pakan adalah salah satu faktor pembatas yang sangat penting bagi kehidupan satwaliar. Pakan yang tersedia dalam jumlah yang cukup dan berkualitas akan dapat menunjang kehidupan dan proses reproduksi satwaliar dengan baik (Atmoko, 2012).
Menurut warga sekitar Sungai Hitam, bekantan di Sungai Hitam menggunakan jenis rambai padi dan laban sebagai pakan utama. Tetapi dari
hasil pengamatan, bekantan di Sungai Hitam terlihat hanya memakan daun dan buah jenis rambai padi saja.
Menurut Anonim (2013), Rambai Padi (Sonneratia caseolaris) adalah pohon yang mempunyai ketinggian mencapai 15 m, tajuk renggang dengan ranting-ranting menggantung di ujung (Gambar 10). Memiliki akar nafas yang banyak sekali berbentuk serupa pensil yang mencuat ke atas (tinggi hingga 1 m) yang sangat kuat. Bentuk akar seperti ini memudahkan rambai padi untuk bernafas mengambil udara, Ujung cabang/ranting terkulai, dan berbentuk segi empat pada saat muda.
Gambar 10. Pohon Rambai Padi
Menurut Bismark (2009), daun yang dikonsumsi bekantan adalah daun muda dengan urutan 1 sampai 3 dari ujung ranting, bunga, dan buah. Daun dimakan satu per satu atau sekali dua lembar dengan cara menggabungkannya dan daun dimakan dengan cara menggigit hingga tiga kali. Setiap gigitan dikunyah antara 10 30 kali adalah salah satu strategi bekantan untuk membanrtu pencernaan secara fisik dan merangsang
29
keluarnya air liur guna untuk mempertahankan pH lambung agar proses fermentasi pakan oleh bakteri lambung dapat berjalan optimum.
Dari hasil pengamtan di lapangan bekantan di Sungai Hitam memakan buah rambai padi untuk kebutuhan pakannya. Buahnya berbentuk sangat unik berbentuk bulat dengan diameter ± 6-8 cm, bekantan di Sungai Hitam juga memakan daun muda yang ada pada ujung-ujung ranting dan buah rambai padi. Bentuk daun bulat memanjang dan ujung daun membundar. Daun rambai padi muda dapat dilihat pada Gambar 11.
Dari hasil pengamatan bekantan di Kawasan Sungai Hitam Kelurahan Kampung Lama Kecamatan Samboja dapat diambil kesimpulan, yaitu :
1. Aktivitas bekantan makan berlangsung terus menerus dibandingkan dengan aktivitas istirahat dan bermain, jenis pakan yang dimakan bekantan adalah daun muda dan buah rambai padi, tempat makan bekantan diujung-ujung pohon rambai padi, ada 3 cara makan bekantan dengan menggunakan salah satu tangannya untuk berpegangan pada batang pohon dan tangan yang satu untuk memetik ranting, memetik buah kemudian langsung memasukkan buah dengan kedua tangannya kedalam mulutnya, dan juga dengan menarik ranting kemudian daun diambil dengan menggunakan mulut.
2. Bekantan melakukan istirahat pada pohon rambai padi karena waktu istirahat bekantan biasanya dilakukan setelah bekantan makan, bekantan melakukan istirahat dengan posisi duduk dan ekor menjuntai ke bawah, dan berpegangan pada batang pohon juga dilakukan bekantan untuk beristirahat. 3. Aktivitas bermain sangat jarang dilakukan bekantan, bekantan melakukan aktivitas bermain pada sore hari, bermain dengan melakukan pergerakan dilakukan bekantan dengan meloncat dari dahan ke dahan, aktivitas bermain juga dilakukan dengan bergelantungan sambil berayun-ayun pada pohon.
32
B. Saran
Adapun saran yang dapat saya berikan selama melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Diperlukan waktu penelitian yang panjang atau lama untuk mendapatkan data yang lengkap mengenai tingkah laku bekantan makan,bermain dan istirahat,
2. Dengan diketahuinya jenis bekantan di Sungai Hitam , diharapkan masyarakat dan Pemerintah di sekitar kawasan tersebut melakukan kegiatan penanaman jenis pakan bekantan yang lain.
Samboja Koala, Kalimantan Timur Media Konservasi 5. http://repository.ipb.ac.id. (diunduh pada tanggal 4 Januari 2016).
Anonim, 2011 . Teknis Laporan Tahunan Tahun 2011. UPT Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kecamatan Samboja.
Anonim, 2013. Mangrove Pedada (Sonneratia caseolaris).
http://blog.ub.ac.id/henisusanti14/2013/04/12/mangrove-pedada-sonneratia-caswolaris/. (diunduh pada tanggal 26 Juli 2016).
Anonim, 2015. Beberapa Ramuan Dayak dan Kegunaannya. http://dokumen.tips/documents/tugas-dayak-fix.html (diunduh pada tanggal 26 Juli 2016)
Anonim, 2015. Laporan Profil Kelurahan Kampung Lama Tahunan tahun 2015. Kelurahan Kampung Lama.
Anonim, 2015. Perilaku Harian Orang Utan di TASWBK Bandar Lampung. http://digilib.unila.ac.id (diunduh pada tanggal 26 Juli 2016).
Atmoko, T. 2010. Strategi Pengembangan Ekowisata pada Habitat Bekantan (Nasalis larvatus Wurmb) di Kuala Samboja, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 7 (4): 425-437.
Atmoko, T. 2012. Pemanfaatan Ruang oleh Bekantan (Nasalis larvatus Wurmb) pada Habitat Terisolasi di Kuala Samboja, Kalimantan Timur [tesis]. Bogor: Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.
Atmoko, T. 2013. Bekantan Monyet Belanda yang Unik. Swara Samboja : 11-14. Bismark, M. 2009. Biologi Konservasi Bekantan (Nasalis larvatus). Pusat Litbang
Hutan dan Konservasi Alam, Badan Litbang Departemen Kehutanan. Khatimah, H. 2010. Pola Aktivitas Harian Induk Betina Simakobu (Simias
concolor siberu, Chasen & Kloss 1927) Dalam Masa Laktasi di Hutan Peleonan, Siberut Utara, Kepulauan Mentawai. http://lib.ui.ac.id (diunduh pada tanggal 23 Juli 2016)
Mardiastuti, A. 1982. Studi Populasi Bekantan (Nasalis larvatus Wurmb) di Cagar Alam Pulau Kaget, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Skripsi Sarjana Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Bogor. http://www.researchgate.net (diunduh pada tanggal 23 Desember 2015). Munawaroh, E. 2013. Belajar dari Sebuah Pengalaman. Bekatan.
http://elisamunaroh.blogspot.co.id/2013/04/bekantan.html (diunduh pada tanggal 26 Juli 2016).
34
Purba, E. F. B. 2009. Studi Keanekaragman Jenis Tumbuhan Pakan Bekantan (Nasalis larvatus) di Taman Nasional Tanjung Putting Kalimantan Tengah (Studi Kasus di Areal Research Pondok Ambung). http://repository.ipb.ac.id (diunduh pada tanggal 23 desember 2015). Simamora, D. B. 2011. Studi Kelompok Bekantan (Nasalis larvatus Wurmb.) di
Sepanjang Sungai Pemaluan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Suharto, A. S. 1989. Bekantan, Monyet Belanda dari Kalimantan. Suara Alam No.73 : 54-55. Jakarta : Gramedia
Suharyo, S. P. 2002. Impian Seekor Bekantan. Bul Safari News 5 (12) : 9-15. Yasuma, S. dan Alikodra, H.S. 1990. Mammals of Bukir Soeharto Protection
36
Lampiran 1. Hasil pengamatan Tabel 5. Pengamatan harian
Hari
ke Waktu
Tingkah Laku
Keterangan Makan Istirahat Bermain
1.
06.00-10.00
-
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
16.00-18.00
Makan : Buah rambai padi Istirahat : Duduk di pohon
rambai padi Bermain : Berayun-ayun di
pohon rambai padi
2.
06.00-10.00 - - Makan : Buah rambai padi
16.00-18.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
3.
06.00-10.00 - - Makan : Daun muda rambai
padi
16.00-18.00
Makan : Buah rambai padi Istirahat : Duduk di pohon
rambai padi Bermain : Bergelantungan di
pohon rambai padi
4.
06.00-10.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
16.00-18.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
5. 06.00-10.00 -
Makan : Buah rambai padi Istirahat : Duduk di pohon
Lanjutan Tabel 5. Pengamatan Harian
16.00-18.00
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi Bermain : Loncat dari pohon
satu ke pohon lain
6.
06.00-10.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
16.00-18.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
7.
06.00-10.00 - - Makan : Daun muda rambai
padi
16.00-18.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
8.
06.00-10.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
16.00-18.00
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi Bermain : Berayun-ayun di
pohon rambai padi 9.
06.00-10.00 - - Makan : Daun muda rambai
padi
16.00-18.00 -
Makan : Buah rambai padi Istirahat : Duduk di pohon
rambai padi
10.
06.00-10.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
16.00-18.00 -
Makan : Buah rambai padi Istirahat : Duduk di pohon
rambai padi
11. 06.00-10.00 - - Makan : Daun muda rambai
38
Lanjutan Tabel 5. Pengamatan Harian
16.00-18.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
12.
06.00-10.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
16.00-18.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
13.
06.00-10.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
16.00-18.00 - - Makan : Daun muda rambai
padi
14.
06.00-10.00 -
Makan : Daun muda rambai padi
Istirahat : Duduk di pohon rambai padi
16.00-18.00 - - Makan : Daun muda rambai
40
Lampiran 3. Alat
Gambar 12. Kamera
Lampiran 4. Dokumentasi Penelitian
Gambar 14. Lokasi Penelitian
42