Dan Laporan Auditor Independen
Jenis transaksi dan saldo dengan pihak berelasi,
i Memiliki pengendalian atau pengendalian
bersama atas Bank pelapor;
ii Memiliki pengaruh signifikan atas Bank pelapor; atau
iii Personil manajemen kunci Bank pelapor atau Bank induk Bank pelapor.
i Has control or joint control over the reporting Bank;
ii Has significant influence over the reporting Bank; or
iii Is a member of the key management personnel of the reporting Bank or of a parent of the reporting entities.
b. Suatu Bank berelasi dengan Bank pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut: members of the same group (which means that each parent, subsidiary and fellow is related to the others);
ii Satu Bank adalah Bank asosiasi atau ventura bersama dari Bank lain (atau Bank asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana Bank lain tersebut adalah anggotanya);
ii One Bank is an associate or joint venture of the other Bank (or an associate or joint venture of a member of a group of which the other Bank is a member); plan for the benefit of employees of either the reporting Bank or an Bank related to the reporting Bank. If the reporting Bank is the Bank who organize the program, the sponsoring Bank are also related to the reporting Bank;
vi Bank yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a);
vi The Bank is controlled or jointly controlled by a person identified in (a);
vii Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a)(i) memiliki pengaruh signifikan atas Bank atau personil manajemen kunci Bank (atau Bank induk dari Bank).
vii A person identified in (a)(i) has significant influence over the Bank or is a member of the key management personnel of the Bank (or a parent of the Bank).
Jenis transaksi dan saldo dengan pihak berelasi,
telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
i Aset keuangan (selain sukuk) ii i Financial assets (other than sukuk) Bank menerapkan PSAK No. 50 (Revisi
2014), “Instrumen Keuangan: Penyajian”,
The Bank applied PSAK No. 50 (Revised 2014), “Financial Instruments: Presentation”,
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - Lanjutan
3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES – Continued
d. Aset keuangan - Lanjutan d. Financial assets - Continued
i Aset keuangan (selain sukuk) - Lanjutan ii i Financial assets (other than sukuk) - Continued
Aset keuangan dalam ruang lingkup PSAK No.
55 (Revisi 2014) diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo dan aset keuangan tersedia untuk dijual.
Aset keuangan pada awalnya diukur pada nilai wajar, dan dalam hal aset keuangan yang tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Financial assets within the scope of the PSAK No. 55 (Revised 2014) are classified as financial assets at fair value through profit or loss, loans and receivables, held-to-maturity investments and available-for-sale financial assets. Financial assets are recognized initially at fair value, in the case of financial assets not at fair value through profit or loss, plus transaction costs that are directly attributable.
Aset keuangan Bank diklasifikasikan sebagai berikut:
The Bank’s financial assets are classified as follows:
Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Fair value through profit or loss
Dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity
Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba
rugi
Fair value through profit or loss
Kelompok aset diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi adalah aset keuangan dimiliki Bank untuk diperdagangkan yang diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat, atau dimiliki sebagai bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu yang dikelola untuk memperoleh laba jangka pendek atau position taking.
Classification of financial assets at fair value through profit or loss consists of financial assets held for trading which the Bank acquires or incurs principally for the purpose of selling or repurchasing in the near term, or holds as part of a portfolio that is managed for short-term profit or position taking.
Aset dalam kelompok ini diperdagangkan dicatat pada nilai wajar dalam laporan posisi keuangan dengan keuntungan atau kerugian diakui pada laporan laba rugi.
Assets classified under this category are held for trading and carried at fair value in the statement of financial position, with any gains or losses being recognized in the profit or loss.
Dimiliki hingga jatuh tempo Held-to-maturity
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo hanya jika investasi tersebut memiliki pembayaran yang tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan serta Bank mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo.
Financial assets are classified as held-to- maturity investment if only these investments have fixed or determined payments and their maturity date has been determined and the Bank has the positive intention and ability to hold such financial assets to maturity.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - Lanjutan
3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES - Continued
d. Aset keuangan - Lanjutan d. Financial assets - Continued
i Aset keuangan (selain sukuk) - Lanjutan ii i Financial assets (other than sukuk) - Continued
Dimiliki hingga jatuh tempo - Lanjutan Held-to-maturity - Continued Pada saat pengakuan awal, investasi dimiliki
hingga jatuh tempo diukur pada nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Setelah pengakuan awal, investasi dimiliki hingga jatuh tempo diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi kerugian penurunan nilai yang ada.
Held-to-maturity investments are initially measured at fair value plus transaction costs which are attributable directly to the acquisition of the financial assets. After initial recognition, held-to-maturity investments are measured at amortized cost, using effective interest rate method less any impairment losses.
Pinjaman yang diberikan dan piutang Loans and receivables Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah
aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments and have not quoted in an active market.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan ini diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya dinyatakan sebesar biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Pendapatan dari aset keuangan dalam kelompok ini disajikan sebagai pendapatan keuangan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
At initial recognition, these financial assets are recognized at fair value plus transaction costs and subsequently carried at amortized cost using the effective interest rate method. Income from this financial assets classification is presented as finance income in the statements of profit or loss and other comprehensive income.
Dalam hal terjadi penurunan nilai, kerugian penurunan nilai dilaporkan sebagai pengurang dari nilai tercatat dari aset keuangan dalam kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang dan diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
In the case of impairment, the impairment loss is reported as a deduction from the carrying value of financial assets classified as loans and receivables and recognized in the statements of profit or loss and other comprehensive income.
Metode suku bunga efektif Effective interest rate method
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga dan beban bunga selama periode yang relevan.
The effective interest rate method is a method of calculating the amortized cost of a financial instrument and method of allocating interest income and interest expense over the relevant period.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - Lanjutan
3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES - Continued
d. Aset keuangan - Lanjutan d. Financial assets - Continued
i Aset keuangan (selain sukuk) - Lanjutan ii i Financial assets (other than sukuk) - Continued
Metode suku bunga efektif - Lanjutan Effective interest rate method - Continued Suku bunga efektif adalah suku bunga yang
secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi atau premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.
The effective interest rate is the rate that exactly discounts estimated future cash receipts (including all fees and points paid or received that form an integral part of the effective interest rate, transaction costs and other premiums or discounts) through the expected life of the financial instrument, or, where appropriate, a shorter period to the net carrying amount on initial recognition.
Perhitungan dari suku bunga efektif termasuk semua fee dan pembayaran atau penerimaan poin yang merupakan bagian integral dari suku bunga efektif. Biaya transaksi termasuk biaya incremental yang secara langsung berkaitan dengan akuisisi atau penerbitan aset atau liabilitas keuangan.
The calculation of the effective interest rate includes all fees and points payment or receipt that are integral parts of the effective interest rate. Transaction costs include incremental cost that are directly related to acquisition of the publication of financial assets or liabilities.
Klasifikasi Classification
Bank mengklasifikasikan aset keuangan kedalam klasifikasi tertentu yang mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari aset keuangan tersebut. Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel berikut:
The Bank classifies the financial assets into classes that reflect the nature of information and takes into account the characteristics of those financial assets. The classification can be seen in the table below:
Giro pada bank lain/Demand deposits with other banks Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain/
Placements with Bank Indonesia and other banks Kredit yang diberikan/Loans
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - Lanjutan
3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES - Continued
d. Aset keuangan - Lanjutan d. Financial assets - Continued
i Aset keuangan (selain sukuk) - Lanjutan ii i Financial assets (other than sukuk) - Continued Penghentian pengakuan aset keuangan Derecognition of financial assets
Bank menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Bank mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada Bank lain.
The Bank derecognizes a financial asset if and only if the contractual rights to the cash flows memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Bank mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Bank memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Bank masih mengakui aset keuangan transferred asset, the Bank recognizes its retained interest in the asset and an associated liability for amounts it may have to pay. If the Bank retains substantially all the risks and rewards of ownership of a transferred financial asset, the Bank continues to recognize the financial asset and also recognize a collateralized borrowing for the proceeds received.
ii Investasi pada sukuk ii Investment in sukuk
Bank menerapkan PSAK No. 110, Akuntansi Sukuk. PSAK ini mengatur mengenai pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan transaksi sukuk ijarah dan sukuk mudharabah. Penerapan PSAK ini berlaku secara prospektif.
The Bank has applied PSAK No. 110, Accounting for Sukuk. The PSAK establishes the recognition, measurement, presentation and disclosures of sukuk ijarah and sukuk mudharabah transactions. Implementation of this PSAK prevailed prospectively.
Pengakuan dan Pengukuran Recognition and Measurement
Sebelum pengakuan awal, Bank menentukan klasifikasi investasi pada sukuk berdasarkan tujuan investasi Bank.
Before the initial recognition, the Bank determines the classification of investment in sukuk based on the purpose of Bank’s investment.
Bank menentukan klasifikasi investasi pada sukuk sebagai biaya perolehan.
The Bank determines the classification of investment in sukuk as acquisition cost.
- Biaya perolehan - Acquisition cost
Apabila investasi tersebut dimiliki dalam suatu model usaha yang bertujuan utama untuk memperoleh arus kas kontraktual dan terdapat persyaratan kontraktual dalam menentukan tanggal tertentu pembayaran pokok dan/atau hasilnya.
If the investment is held within a business Bank that aims to acquire assets of contractual cash and there is a contractual requirement to determine the specific date of principal payments and/or the result.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - Lanjutan
3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES - Continued
d. Aset keuangan - Lanjutan d. Financial assets - Continued
ii Investasi pada sukuk - Lanjutan ii Investment in sukuk – Continued
Pengakuan dan Pengukuran – Lanjutan Recognition and Measurement – Continued - Biaya perolehan – Lanjutan - Acquisition cost – Continued
Pada saat pengukuran awal, investasi dicatat sebesar biaya perolehan yang sudah termasuk biaya transaksi. Setelah pengakuan awal, investasi sukuk ini diukur pada nilai perolehan yang diamortisasi.
At the initial measurement, the investment is recorded at acquisition cost which already includes the transaction cost. After the initial recognition, the sukuk investment is measured on amortized cost.
Selisih antara biaya perolehan dan nilai nominal diamortisasi secara garis lurus selama jangka waktu instrumen sukuk.
The difference between acquisition cost and nominal value is amortized using straight-line method during the period of the sukuk instrument.
Jika terdapat indikasi penurunan nilai, maka Bank mengukur jumlah terpulihkannya. Jika jumlah terpulihkan lebih kecil daripada jumlah tercatat, maka Bank mengakui rugi penurunan nilai.
Jumlah terpulihkan merupakan jumlah yang akan diperoleh dari pengembalian pokok tanpa memperhitungkan nilai kininya.
If there is an indication of impairment, then the Bank will measure the recoverable amount. If the recoverable amount is less than recorded amount, then the Bank will recognize the impairment losses.
Recoverable amount represents the amount
Investment income and amortization expense are presented in net amount in the statements of profit or loss and other comprehensive income.
Reklasifikasi Reclassification
Bank tidak dapat mengubah klasifikasi investasi, kecuali perubahan tujuan model usaha. Model usaha yang bertujuan untuk memperoleh arus kas kontraktual didasarkan pada tujuan investasi yang ditentukan oleh Bank.
The Bank can not change investment classification, unless changes in the business model’s purpose. Business model that intended to gain contractual cash flows is based on the Bank investment purposes.
Arus kas kontraktual yang dimaksud adalah arus kas bagi hasil dan pokok dari sukuk atau arus kas mudharabah imbalan (consideration/ujrah) dari sukuk ijarah.
Setelah pengakuan awal, jika arus kas aktual berbeda dengan tujuan investasi yang telah ditetapkan, maka Bank menelaah kembali konsistensi tujuan investasinya.
The underlying contractual cash flows are cash flow from revenue sharing and reconsiders the consequences of the investment purposes.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - Lanjutan
3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES - Continued
e. Liabilitas keuangan e. Financial liabilities
Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas Classification as debt or equity Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang
diterbitkan oleh Bank diklasifikasikan sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.
Financial liabilities and equity instruments issued by the Bank are classified according to the substance of the contractual arrangement and the definitions of a financial liabilities and an equity instrument.
Instrumen ekuitas Equity instruments
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Bank setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Bank dicatat sebesar hasil penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung.
An equity instrument is any contract that evidences a residual interest in the assets of the Bank after deducting all of its liabilities. Equity instruments issued by the Bank are recorded at the proceeds received, net of direct issue costs.
Liabilitas keuangan Financial liabilities
Bank mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi.
The Bank classifies its financial liabilities as financial liabilities measured at amortized cost.
Liabilitas keuangan yang tidak diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dikategorikan dan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Financial liabilities that are not classified as financial liabilies measured at fair value through profit or loss are categorized into measured at amortized cost.
Setelah pengakuan awal, Bank mengukur seluruh liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
After initial recognition, the Bank measures all financial liabilities at amortized cost using effective interest rate method.
Klasifikasi Classification
Bank mengklasifikasikan liabilitas keuangan kedalam klasifikasi tertentu yang mencerminkan sifat dari informasi dan mempertimbangkan karakteristik dari liabilitas keuangan tersebut.
Klasifikasi ini dapat dilihat pada tabel berikut:
The Bank classifies the financial liabilities into classes that reflect the nature of information and takes into account the characteristics of those financial liabilities. The classification can be seen in the table below: Simpanan dari bank lain/Deposits from other banks Bunga yang masih harus dibayar/Accrued interests Liabilitas lain-lain/Other liabilities Safe deposits box Penghentian pengakuan liabilitas keuangan Derecognition of financial liabilities
Bank menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Bank telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.
The Bank derecognizes financial liabilities, if and only if, the Bank’s liabilities are discharged, cancelled or they expired.
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG PENTING - Lanjutan
3. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES - Continued
f. Reklasifikasi aset keuangan f. Reclassifications of financial assets Bank tidak diperkenankan untuk melakukan
reklasifikasi instrumen keuangan dari atau ke kategori instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selama instrumen keuangan tersebut dimiliki atau diterbitkan.
Bank shall not classify any financial instrument out of or into the fair value through profit or loss category while it is held or issued.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dapat diklasifikasikan ke pinjaman yang diberikan dan piutang jika memenuhi ketentuan sebagai kredit yang diberikan dan piutang dan terdapat intensi dan kemampuan untuk dimiliki di masa yang akan datang yang dapat diperkirakan atau sampai jatuh tempo.
Financial assets at fair value through profit or loss could be reclassified as loans and receivables if it could fulfill the requirements as loans and receivables and there’s intention and capability to hold until the predictable date in the future or maturity date.
Bank tidak boleh mengklasifikasikan aset keuangan sebagai investasi dimiliki hingga jatuh tempo, jika dalam tahun berjalan atau dalam kurun waktu dua tahun sebelumnya, telah menjual atau mereklasifikasi investasi dimiliki hingga jatuh tempo dalam jumlah yang lebih dari jumlah yang tidak signifikan sebelum jatuh tempo (lebih dari jumlah yang tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah nilai investasi dimiliki hingga jatuh tempo), kecuali penjualan atau reklasifikasi tersebut:
Bank shall not classify any financial assets as held-to-maturity, if during the current financial year or during the two preceding financial years, sold or reclassified more than an insignificant amount of held-to-maturity investments before maturity (more than insignificant in relation to the total amount of held-to-maturity investments) other than sales or reclassifications that:
(i) dilakukan ketika aset keuangan sudah mendekati jatuh tempo atau tanggal pembelian kembali dimana perubahan suku bunga tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap nilai wajar aset keuangan tersebut;
(ii) terjadi setelah Bank telah memperoleh secara substansial seluruh jumlah pokok aset keuangan tersebut sesuai jadwal pembayaran atau Bank telah memperoleh pelunasan dipercepat; atau
(iii) terkait dengan kejadian tertentu yang berada di luar kendali Bank, tidak berulang, dan tidak dapat diantisipasi secara wajar oleh Bank.
(i) are so close to maturity or the financial asset’s call date that changes in the market rate of interest would not have a significant effect on the financial asset’s fair value;
(i) are so close to maturity or the financial asset’s call date that changes in the market rate of interest would not have a significant effect on the financial asset’s fair value;