• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUPPLIER PENJUAL

2. Jika nasabah yang ingin mencari barang sendiri

Dalam proses pengajuan pembiayaan, pihak nasabah datang ke bank untuk mengajukan pembiayaan. Pengambilan pembiayaan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nasabah, akan tetapi terkadang nasabah ingin mencari barangnya sendiri dan bank hanya member modal saja, dan biasanya nasabah ketika mencari barang ditemani oleh salah satu pihak bank. Jika barang sudah dipilih oleh nasabah maka bank ikut mengambil keuntungan dari barang tersebut. Jika nasabah menyetujui keputusan bank, transaksi akan berlanjut dan pihak bank akan menjadwalkan ulang kapan nasabah datang kembali ke bank untuk melakukan akad dengan pihak bank. Langkah tersebut dilakukan karena nasabah memang ingin memilih barang yang diinginkannya sendiri, sehingga pihak bank tidak perlu mencarikan barang. Hal itu dilakukan karena mungkin faktor barang yang dipilih lebih murah sehingga jika bank ikut mengambil keuntungan tidak terlalu memberatkan nasabah, atau nasabah ingin mengetahui langsung kualitas barangnya.1

Dengan demikian maka mudahlah bagi setiap individu untuk memenuhi kebutuhannya. Kaidah dan hal-hal yang berhubungan dengan murabahah antara lain: 2

a. Ia harus digunakan untuk barang-barang yang halal.

1 Wawancara dengan Mbak Rizfah, Bagian Support Pembiayaan BPRS PN BINAMA Semarang, tanggal 23 Desember 2015

b. Biaya aktual dari barang yang akan diperjualbelikan harus diketahui oleh pembeli.

c. Harus ada kesepakatan kedua belah pihak (pembeli dan penjual) atas harga jual yang termasuk didalamnya harga pokok penjualan (cost of goods sold) dan margin keuntungan.

d. Jika ada perselisihan atas harga pokok penjualan, pembeli mempunyai hak untuk menghentikan dan membatalkan perjanjian.

e. Jika ada barang yang akan dijual tersebut dibeli dari pihak ketiga, maka perjanjian jual beli yang dengan pihak pertama tersebut harus sah menurut syari’at islam.

f. Murabahah memegang kedudukan kunci nomor dua setelah prinsip bagi hasil dalam bank islam, ia dapat diterapkan dalam:

1. Pembiayaan pengandaan barang.

2. Pembiayaan pengeluaran Letter of Credit (L/C)

g. Murabahah akan sangat berguna sekali bagi seseorang yang membutuhkan barang secara mendesak tetapi kekurangan dana pada saat itu ia kekurangan likuiditas. Ia meminta pada bank agar membiayai pembelian barang tersebut dan bersedia menebusnya pada saat diterima. Harga jual pada pemesan adalah harga beli pokok plus margin keuntungan yang telah disepakati.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan kedua belah pihak harus mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah disepakati bersama.

BPRS PNM BINAMA : harus mendatangkan barang yang benar-benar memenuhi pesanan nasabah baik jenis, kualitas atau sifat-sifat lainnya.

Pemesan : apabila barang telah memenuhi ketentuan dan ia menolak untuk menebusnya maka bank berhak untuk menuntutnya secara hokum. Hal ini merupakan consensus para yuris muslim karena peranan telah dianalogika dengan dhimmah (hutang) yang harus ditunaikan.3

3 Ibid, hlm. 23-24.

a. Fotocopy transaksi 3 bulan terakhir. b. Fotocopy BPKB dan STNK.

c. Fotocopy sertifikat dan PBB.

Transaksi jual beli Murabahah akan dicairkan setelah akad perjanjian jual-beli Murabahah di tanda tangani oleh pihak nasabah dan mitra, lembaga telah menerima dokumen sebagai bukti transaksi penyerahan (barang yang dimaksud dalam akad) dari supplier kepada nasabah. Harga pembelian barang tersebut langsung dibayarkan kepada bank, sedangkan nasabah (pembeli) menandatangani tanda terima barang yang dibeli dari bank dengan pembayaran secara tangguh.4

Transaksi jual beli Murabahah akan dicairkan setelah akad perjanjian jual beli Murabahah di tanda tangani dan bank telah menerima dokumen bukti transaksi dan penyerahan (barang yang dimaksud dalam akad) dari supplier kepada nasabah selaku wakil bank. Harga pembelian barang kepada supplier tersebut dibayarkan langsung oleh bank kepada supplier, sedang nasabah (pembeli) menandatangani tanda terima barang yang dibeli dari bank dengan pembayaran secara tangguh.5

Sebagai bagian dari komitmen, setiap proses penyaluran dana harus mengacu kepada kebijakan yang berlaku, baik ketentuan Bank Indonesia maupun kebijakan umum penyaluran dana bank sendiri yang didasarkan pada asas penyaluran dana yang sehat. Prosedur penyaluran dana yang sehat. Setiap pejabat bank yang berhubungan dengan penyaluran dana harus menempuh prosedur yang sehat dan benar, termasuk prosedur persetujuan penyaluran dana, dokumentasi dan administrasi serta prosedur pengawasan penyaluran dana. Maksud dari prosedur penyaluran dana yang sehat adalah setiap calon nasabah harus melalui proses penilaian yang dilakukan secara objektif, yang memberikan kenyakinan, bahwa nasabah tersebut dapat mengembalikan kewajibannya kepada bank sesuai dengan perjanjian di awal.6

4 Profil company BPRS PNM BINAMA Semarang

5 Muhammad, Sistem & Prosedur Operasional Bank Syari’ah, Yogyakarta: UII Press, 2000, hlm, 111-112 6 Profil company BPRS PNM BINAMA Semarang

Hermansyah dalam bukunya Hukum Perbankan Nasional Indonesia menyebutkan bahwa prinsip kehati-hatian mengaharuskan pihak bank untuk selalu berhati-hati dalam menjalankan kegiatan usahanya, dalam arti harus selalu konsisten dalam melaksanakan peraturan perundang-undangan di bidang perbankan berdasarkan profesionalisme dan iktikad baik. Berkaitan dengan prinsip kehati-hatian sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 2 di atas, kita dapat menemukan pasal lain di dalam Undang-undang No. 10 Tahun 1998 yang mempertegaskan kembali mengenai pentingnya prinsip kehati-hatian itu diterapkan dalam setiap kegiatan usaha bank, yakni dalam pasal 29 ayat 2, 3, dan 4. Pasal tersebut mengemukakan bahwa: (2) bank wajib memelihara tingkat kesehatan bank sesuai dengan ketentuan kecukupan modal, kualitas aset, kualitas manajemen,likuiditas, rentabilitas, solvabilitas dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank dan wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip kehati-hatian. (3) dalam memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syari’ah dan melakukan kegiatan usaha lainnya, bank wajib menempuh cara-cara yang tidak merugikan bank dan kepentingan nasabah yang mempercayakan dananya kepada bank. (4) untuk kepentingan nasabah, bank wajib menyediakan informasi mengenai kemungkinan timbulnya resiko kerugian sehubungan dengan transaksi nasabah yang dilakukan melalui bank.

Selain itu pihak BPRS PNM BINAMA Semarang untuk menyeleksi calon nasabah yang akan diberikan fasilitas kredit menerapkan prinsip 5C dan 7P, yaitu:

1. Character

Character adalah sifat atau watak seseorang. Sifat atau watak dari seseorang yang akan diberikan kredit benar-benar harus dipercaya. Dalam hal ini bank meyakini benar bahwa calon debiturnya memiliki reputasi baik, artinya selalu menepati janji dan tidak terlibat hal-hal yang berkaitan dengan kriminalitas, misalnya penjudi, pemabuk, atau penipu. Untuk dapat membaca sifat atau watak dari calon debitur dapat dilihat sari latar belakang nasabah, baik yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun yang bersifat pribadi seperti cara hidup atau gaya hidup yang dianutnya, keadaan keluarga, hobi dan jiwa sosial.

Capacity adalah analisis untuk mengetahui kemampuan nasabah dalam membayar kredit. Bank harus mengetahui secara pasti atas kemampuan calon debitur dengan melakukan analisis usahanya dari waktu ke waktu. Pendapatan yang selalu meningkat diharapkan kelak mampu melakukan pembayaran kembali atas kreditnya. Sedangkan bila diperkirakan tidak mampu, bank dapat menolak permohonan dari calon debitur. Capacity sering juga disebut dengan nama Capability.

3. Capital

Capital adalah kondisi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang dikelola calon debitur. Bank harus meneliti modal calon debitur selain besarnya juga strukturnya. Untuk melihat penggunaan modal apakah efektif, dapat dilihat dari laporan keuangan (neraca dan laporan rugi laba) yang disajikan dengan melakukan pengukuran seperti dari segi likuiditas dan solvabilitasnya, rentabilitas dan ukuran lainnya.

4. Condition

Pembiayaan yang diberikan juga perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon nasabah. Penilaian kondisi dan bidang usaha yang dibiayai hendaknya benar-benar memiliki prospek yang baik, sehingga kemungkinan kredit tersebut bermasalah relatif kecil.

5. Collateral

Collateral merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun yang nonfisik. Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya, sehingga jika terjadi sesuatu, maka jaminan yang dititipkan akan dapat dipergunakan secepat mungkin.

BPRS PNM BINAMA mempunyai penilaian dalam pengambilan kredit dengan analisis 7P, dengan unsur penilaian sebagai berikut:

1. Personality

Yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun kepribadiaannya di masa lalu. Penilaian personality juga mencakup sikap,

emosi, tingkah laku dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah dan menyelesaikannya.

2. Party

Party adalah klasifikasikan nasabah ke dalam golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas, serta karakternya sehingga nasabah dapat digolongkan ke golongan tertentu dan akan mendapatkan fasilitas kredit yang berbeda pula dari bank.

3. Perpose

Purpose untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah. Tujuan pengambilan kredit dapat bermacam-macam sesuai kebutuhan. Sebagai contoh apakah untuk modal kerja, investasi, konsumtif, produktif dan lain-lain.

4. Prospect

Prospect untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan datang apakah menguntungkan atau tidak dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya. Hal ini penting mengingat jika suatu fasilitas kredit yang dibiayai tanpa mempunyai prospek, bukan hanya bank yang rugi akan tetapi juga nasabah.

5. Payment

Payment merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit..7

Proses pengajuan pembiayaan di PT BPRS PNM BINAMA dengan akad murabahah :

a. Mengajukan pembiayaan ke PT BPRS PNM BINAMA.

b. Sebelum pembiayaan dilakukan nasabah diharuskan membuat rekening baru di PT BPRS PNM BINAMA agar dapat mempermudah transaksi.

c. Mengisi fomulir yang di sediakan.

d. Pihak PT BPRS PNM BINAMA melakukan survey untuk mengetahui keadaan calon nasabah yang melakukan pembiayaan.

e. Hasil survey berada di tangan komite pembiayaan yang beranggotakan account officer (AO), Kepala Cabang, Kepala Bagian Marketing.

f. Berdasarkan keputusan dan kesepakatan komite pembiayaan maka diputuskan bahwa pengajuan pembiayaan dapat ditolak maupun diterima.

g. Jika pembiayaan diterima maka bagian support pembiayaan akan membuatkan jadwal pencairan dana.

h. Kemudian nasabah kembali ke kantor PT BPRS PNM BINAMA Semarang untuk melakukan akad pembiayaan dan kesepakatan kedua belah pihak bersama layanan mitra.

i. Setelah proses akad pembiayaan dan telah melengkapi semua data yang diperlukan oleh PT BPRS PNM BINAMA, maka dana pembiayaan dapat dicairkan dan diserahkan kepada anggota yang mengajukan pembiayaan tersebut.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh nasabah dalam pengajuan persyaratan pembiayaan di BPRS PNM BINAMA di antaranya :

d. Fotocopy KTP suami-istri. e. Fotocopy KK (Kartu Keluarga). f. Rekening listrik, Telepon, dan PAM. g. Slip gaji (karyawan).

h. Fotocopy transaksi 3 bulan terakhir. i. Fotocopy BPKB dan STNK.

j. Fotocopy sertifikat dan PBB.8

Syarat tersebut dibutuhkan sebagai jaminan BPRS PNM BINAMA, jika sewaktu-waktu nasabah mengalami kemacetan dalam mengangsur pembiayaannya. Sebelum pelalangan jaminan dilakukan oleh pihak bank, BPRS PNM BINAMA memberikan waktu kepada nasabah untuk dapat melunasi sisa tunggakannya, bila nasabah tersebut mengalami kredit macet dan tidak mampu melunasi tunggakannya maka pihak BPRS PNM BINAMA mempunyai hak untuk melelang jaminan nasabah yang diserahkan bank di awal pengajuan pembiayaan, jika nasabah benar-benar sudah tidak menyanggupi lagi

tunggakannya. Margin yang dimiliki BPRS PNM BINAMA dalam menyediakan dana pembiayaan sampai dengan 100% berdasarkan biaya yang akan dibeli atau biaya kontrak yang didapat nasabah. Harga jual kepada nasabah adalah harga beli ditambah margin keuntungan bank. Marjin keuntungan akan ditentukan bank dari waktu ke waktu. Harga jual dapat ditentukan oleh bank pada saat permohonan pembiayaan disetujui atau pada saat setiap kali mencairkan dana pembiayaan.

Jangka waktu yang diberikan BPRS PNM BINAMA kepada nasabah yang mengajukan pembiayaan Murabahah tidak lebih kurang dari 30 hari dan tidak lebih dari 1 tahun. Waktu kurang dari 1 bulan dianggap 1 bulan.9

Dokumen terkait