BAB II : DINAS PERHUBUNGAN PROVINSI SUMATERA
2.6. Job Description
Organisasi Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara umumnya merupakan paduan beberapa unit organisasi. Adapun uraian pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing bagian pada Dinas Perhubungan Provinsi
Sumatera Utara menurut bagian yang memang berhubungan dengan fungsi Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara adalah sebagai berikut:
1. Kepala Dinas
Kepala Dinas mempunyai tugas:
a. Menyelenggarakan, kepemimpinan, pembinaan, mensinkronisasikan, mengendalikan tugas dan fungsi dinas.
b. Menyelenggarakan penetapan program kerja dan rencana kegiatan dinas, sesuai dengan arahan pembangunan nasional dan pembangunan daerah.
c. Menyelenggarakan penetapan pengkajian dan menetapkan pemberian dukungan dengan kebijakan umum dan kebijakan pemerintah daerah.
d. Menyelenggarakan fasilitas yang berkaitan dengan penyelenggaraan program lalu lintas dan angkutan jalan, pelayaran dan perkeretaapian serta pengembangan lingkungan dan usaha di bidang pelayaran perhubungan.
e. Menyelenggarakan penetapan pengkajian dan menetapkan pemberian dukungan tugas atas penyelenggaraan pemerintah daerah di bidang perhubungan.
f. Menyelenggarakan pemberian saran pertimbangan dan rekomendasi mengenai perhubungan sebagai bahan penetapan kebijakan umum pemerintah daerah.
g. Menyelenggarakan telahan staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan .
17
h. Menyelenggarakan koordinasi dan kerja sama dengan instansi / lembaga terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan dinas.
i. Menyelenggarakan koordinasi dengan dinas / lembaga perhubungan lintas kab/kota.
2. Sekretaris
Sekretaris Dinas mempunyai tugas:
a. Menyelenggarakan pembinaan, bimbingan, dan arahan kepada pegawai pada lingkup sekretariat.
b. Menyelenggarakan bimbingan, dan arahan kepada pejabat struktural pada lingkup sekretariat.
c. Menyelenggarakan penyusunan koordinasi rencana program kerja sekretariat, bidang-bidang dan Unit Pelaksanaan Teknis Dinas.
d. Menyelenggarakan pengkajian dan koordinasi perencanaan dan program dinas.
e. Menyelenggarakan pengelolaan dan pembinaan administrasi keuangan.
f. Menyelenggarakan pengkajian anggaran belanja.
g. Menyelenggarakan penyusunan rencana strategi, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) LKPJ dan LPPD Dinas.
Untuk melaksanakan tugas, fungsi, dan uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3) Sekretaris Dinas dibantu:
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, bimbingan, dan arahan kepada pegawai lingkup sub bagian umum.
2. Melaksakan pengumpulan data / bahan dan referensi untuk kebutuhan pelaksanaan tugas dan fungsi sekretariat.
3. Melaksanakan penyusunan perencanaan / program kerja sekretariat dan sub bagian umum dan kepegawaian.
4. Melaksanakan penyusunan dan pengelolaan data kepegawaian.
5. Melaksanakan penyusunan bahan pembinaan disiplin pegawai.
6. Melaksanakan pengusulan gaji berkala dan peningkatan kesejahteraan pegawai dan jabatan di lingkungan dinas.
7. Melaksanakan penyusunan laporan, evaluasi, dan monitoring kegiatan sub bagian umum dan kepegawaian.
8. Melaksanakan urusan keprotokolan dan menyiapkan rapat-rapat.
9. Melaksanakan administrasi / penatausahaan, penerimaan, pendistribusian, surat-surat, naskah dinas dan arsip.
10. Melaksanakan pengelolaan hubungan masyarakat, pelayanan umum, pelayanan minimal dan pendokumentasian surat-surat, barang bergerak dan barang tidak bergerak.
b. Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan dan bimbingan kepada pegawai lingkup sub bagian keuangan.
19
2. Melaksanakan penyusunan data / bahan dan referensi untuk kebutuhan pelaksanaan tugas dan fungsi sekretariat serta bagian keuangan.
3. Melaksanakan penyusunan perencanaan / program kerja sekretariat dan sub bagian keuangan.
4. Melaksanakan penyusunan bahan dan penyiapan anggaran dinas.
5. Melaksanakan pengadministrasian dan pembukuan keuangan dinas.
6. Melaksanakan penyusunan pembuatan daftar gaji dan tunjangan daerah.
7. Melaksanakan pembinaan perbendaharaan keuangan.
8. Melaksanakan penyiapan bahan dan pembinaan pengelolaan teknis administrasi keuangan.
9. Melaksanakan pembayaran gaji pegawai dan penghasilan tambahan lainnya.
10. Melaksanakan verifikasi keuangan.
c. Sub Bagian Program, Akuntabilitas dan Informasi Publik mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pengumpulan data / bahan dan referensi untuk kebutuhan pelaksanaan tugas dan fungsi sekretariat.
2. Melaksanakan penyusunan perencanaan program kerja sekretariat dan sub bagian program, akuntabilitas, dan informasi publik.
3. Melaksanakan penyusunan rencana kerja anggaran dan rencana kerja anggaran perubahan.
4. Melaksanakan penyusunan pembuatan rencana strategi dinas.
5. Melaksanakan pembuatan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).
6. Melaksanakan penyusunan Laporan Kerja (LK) Dinas.
7. Melaksanakan penyusunan evaluasi dan monitoring kegiatan dinas.
8. Melaksanakan pengelolaan dan pembinaan sistem informasi publik dinas.
9. Melaksanakan penyusunan bahan telaahan staf-staf sebagai bahan pertimbangan pengambilan kebijakan.
3.Bidang Lalu Lintas Jalan
Bidang Lalu Lintas Jalan mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Manajemen Lalu Lintas, Rekayasa Lalu Lintas dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Untuk melaksanakan tugas, fungsi dan uraian tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan dibantu oleh:
a. Seksi Manajemen Lalu Lintas Jalan, mempunyai uraian tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan, dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Manajemen Lalu Lintas Jalan.
2. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan penyajian bahan / data untuk penyusunan standar pelaksanaan tugas-tugas dinas di Seksi Manajemen Lalu Lintas Jalan dan analisis dampak lalu lintas, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar yang ditetapkan.
3. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan penyajian bahan / data untuk penyusunan rencana jangka menengah dan tahunan di Seksi
21
Manajemen Lalu Lintas Jalan dan analisis dampak lalulintas, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar yang ditetapkan.
4. Melaksanakan penetapan kebijakan provinsi mengenai Manajemen Lalu Lintas Jalan dan analisis dampak lalu lintas, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar yang ditetapkan.
5. Menyiapkan bahan koordinasi penyelenggaraan manajemen lalu lintas jalan dan analisis dampak lalu lintas dengan instansi terkait.
6. Memberikan masukan terkait rencana, pelaksanaan dan evaluasi manajemen lalu lintas di jalan dan analisis dampak lalu lintas.
b. Seksi Rekayasa Lalu Lintas Jalan, mempunyai tugas:
1. Melaksanaan pembinaan, arahan, dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Rekayasa Lalu Lintas Jalan.
2. Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan perlengkapan jalan di provinsi.
3. Melaksanakan pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan di provinsi.
4. Melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pemasangan perlengkapan jalan di provinsi.
5. Merencanakan pemilihan teknologi informasi dan komunikasi serta pemasangan di jalan provinsi sesuai kebutuhan.
6. Pengumpulan, pengolahan dan penyajian bahan/ data untuk penyusunan standar pelaksanaan tugas-tugas dinas di Seksi Rekayasa
Lalu Lintas Jalan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar yang ditetapkan.
7. Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan penyajian bahan / data untuk penyusunan rencana jangka menengah dan tahunan di Seksi Rekayasa Lalu Lintas Jalan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar yang ditetapkan.
8. Melaksakan penetepan kebijakan provinsi mengenai Rekayasa Lalu Lintas Jalan, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar yang ditetapkan.
9. Menyiapkan bahan koordinasi penyelenggaran Rekayasa Lalu Lintas Jalan dengan instansi terkait.
c. Seksi Keselamatan Lalu Lintas Jalan dan Angkutan Jalan, mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan, dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Manajemen Lalu Lintas Jalan.
2. Melaksanakan persiapan bahan perumusan kebijakan di bidang audit dan inspeksi keselamatan sarana dan prasarana, fasilitas dan manajemen keselamatan di jalan provinsi.
3. Melaksanakan kebijakan di bidang audit dan inspeksi keselamatan lalu lintas di jalan provinsi perlengkapan jalan di jalan provinsi.
4. Melaksanakan kebijaksanaan baik fungsi jalan sarana dan prasarana.
5. Melaksanakan persiapan fasilitas manajemen dan penanganan di keselamatan di jalan provinsi.
23
6. Melaksanakan pemberian fasilitas dan kemitraan keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan termasuk kepada pengusaha angkutan umum dan fasilitasi kebaikan jalan.
7. Melaksanakan penegakan hukum oleh PPNS di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.
3. Bidang Angkutan Jalan
Bidang Angkutan Jalan mempunyai tugas mebantu Kepala Dinas dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di Bidang Angkutan Orang Dalam Trayek, Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek dan Angkutan Barang serta penyelenggaraan Terminal Jalan.
Untuk melaksanakan tugas, fungsi, dan uraian tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), Kepala Bidang Angkutan Jalan dibantu oleh:
a. Seksi Angkutan Orang Dalam Trayek,mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan, dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Angkutan Orang Dalam Trayek.
2. Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang rencana umum jaringan trayek antar kota dalam provinsi, perizinan angkutan orang dalam trayek di jalan antar kota dalam provinsi, tarif kelas ekonomis angkutan orang dalam trayek, fasilitasi perizinan angkutan orang dalam trayek antar kota antar provinsi.
b. Seksi Angkutan Orang Tidak Dalam dan Angkutan Barang, mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan, dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek dan Angkutan Barang,
2. Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan wilayah operasi dan perizinan angkutan taksi dalam kawasan perkotaan yang wilayah operasinya melampaui daerah kota / kabupaten dalam 1 (satu) daerah provinsi, perizinan angkutan orang angkutan antar jemput antar kota dalam provinsi, penyediaan angkutan umum untuk jasa angkutan barang lintas daerah kabupaten / kota dalam 1 (satu) daerah provinsi, teknologi informasi angkutan jalan, serta fasilitasi perizinan angkutan orang tidak dalam trayek lainnya.
c. Seksi Terminal,mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Terminal.
2. Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang, melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan terminal tipe B.
25
4. Bidang Pelayaran
Bidang Pelayaran mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di Bidang Kepelabuhan, Jasa dan Badan Usaha Terkait Angkutan Pelayaran dan Angkutan Pelayaran Rakyat, Angkutan Sungai, Danau, serta Penyebrangan.
Untuk menyelenggarakan tugas, fungsi dan uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), Kepala Pelayaran dibantu oleh:
a. Seksi Kepelabuhan, mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan, dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Angkutan Orang Dalam Trayek.
2. Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang pembangunan, penertiban izin pembangunan pelabuhan untuk pelabuhan pengumpan regional, serta pembangunan dan perizinan pelabuhan sungai dan danau yang melayani trayek lintas daerah kabupaten / kota dalam 1(satu) daerah provinsi, perizinan pekerjaan pengerukan di wilayah perairan pelabuhan pengumpan regional, perizinan usaha dan badan usaha pelabuhan di pelabuhan regional, perizinan pengoperasian pelabuhan dan perizinan pengoperasian pelabuhan selama 24 jam untuk pelabuhan pengumpan regional, serta perizinan pengelolaan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) didalam DLKR/DLKP pelabuhan pengumpan regional.
b. Seksi Badan Usaha dan Jasa Terkait Angkutan Pelayaran, mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan, dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Angkutan Orang Dalam Trayek.
2. Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang perizinan usaha angkutan laut bagi badan usaha yang berdomisili dalam wilayah dan beroperasi pada lintas pelabuhan antar daerah kabupaten / kota dalam wilayah daerah provinsi, serta perizinan usaha jasa terkait bongkar muat barang, jasa pengurusan transportasi, angkutan perairan pelabuhan, penyewaan peralatan, angkutan laut atau peralatan jasa terkait dengan angkutan laut, tally mandiri dan depo peti kemas pelabuhan antar daerah kabupaten / kota dalam wilayah provinsi.
c. Seksi Angkutan Rakyat, Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan, mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Angkutan Orang Dalam Trayek.
2. Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang perizinan usaha angkutan laut pelayaran rakyat bagi usaha perorangan atau badan usaha yang berdomisili dan yang beroperasi pada lintas pelabuhan antar daerah kabupaten / kota dalam daerah provinsi, pelabuhan antar daerah provinsi, dan pelabuhan internasional, penetapan lintas penyebrangan
27
dan persetujuan pengoperasian kapal antar daerah kabupaten / kota dalam daerah provinsi yang terletak pada jaringan jalan provinsi dan / atau jaringan jalur penyebrangan provinsi, penetapan lintas penyebrangan dan persetujuan pengoperasian untuk kapal yang melayani penyebrangan lintas pelabuhan antar daerah kabupaten / kota dalam daerah provinsi yang terletak pada jaringan jalan provinsi dan / atau jaringan jalur penyebrangan provinsi, serta tarif angkutan penyebrangan penumpang kelas ekonomi dan kendaraan beserta muatannya pada lintas penyebrangam antar daerah kabupaten / kota dalam daerah provinsi.
5. Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan
Bidang Pelayaran mempunyai tugas membantu Kepala Dinas dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, serta evaluasi dan pelaporan di bidang perkeretaapian dan pengembangan transportasi.
Untuk melaksanakan tugas, fungsi dan uraian tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), Kepala Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan dibantu oleh:
a. Seksi Perkeretaapian, mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan, dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Perkeretaapian.
2. Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang penerbitan izin usaha, izin
pembangunan dan izin operasi prasarana perkeretaapian umum yang jaringan jalurnya melintasi batas daerah kabupaten / kota, penetapan jaringan jalur kereta api yang jaringannya melebihi wilayah 1 (satu) daerah kabupaten / kota dalam 1 (satu) daerah provinsi, penetapan kelas stasiun untuk stasiun pada jaringan jalur kereta api provinsi, penerbitan izin operasi sarana perkeretaapian umum yang jaringan jalurnya melintasi batas derah kabupaten / kota dalam 1 (satu) daerah provinsi, dan penetapan jaringan pelayanan perkeretaapian pada jaringan jalur perkeretaapian provinsi. Penerbitan izin pengadaan atau pembangunan perkeretaapian khusus yang jaringannya melebihi 1 (satu) daerah kabupaten / kota dalam 1 (satu) daerah provinsi.
b. Seksi Lingkungan Perhubungan,mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan, dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Perekeretaapian.
2. Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang penetapan rencana induk jaringan lalu lintas dan angkutan jalan provinsi, penetapan rencana induk perkeretaapian provinsi, penetapan rencana induk dan DLKR / DLKP pelabuhan pengumpan regional.
c. Kepala Seksi Pemanduan Moda dan Teknologi Perhubungan, mempunyai tugas:
1. Melaksanakan pembinaan, arahan, dan bimbingan kepada pegawai di lingkungan Seksi Perekeretaapian.
29
2. Melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan serta evaluasi dan pelaporan di bidang penyediaan angkutan pemanduan moda, rencana umum jaringan trayek, perizinan dan tarif angkutan perkotaan yang melampaui batas 1 (satu) daerah kabupaten / kota dan pedesaan yang melampaui 1 (satu) daerah kabupaten dalam (satu) daerah provinsi, pengelolaan data dan informasi transportasi, pengelolaan sistem informasi manajemen dan komunikasi transportasi, serta pengembangan transportasi.