• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.4 Job Description

Secara garis besar, berdasarkaan paparan diatas, maka akan diuraikan Tugas dan Kewajiban yang terdapat di Struktur Organisi sebagai berikut :

A. Direksi

Berdasarkan pada Anggaran Dasar Telkom, Direksi berkewajiban untuk:

1. Menjamin serta Mengusahakan keharmonisan dalam pelaksanaan kegiatan dan usaha PT Telkom ;

2. Merancang kegiatan usaha dimasa yang akan datang seperti anggaran tahunan perusahaan dan rencana kerja.

3. Membuat Risalah RUPS, Risalah Rapat Direksi, Daftar khusus dan daftar pemegang saham.

4. Membuat Laporan Tahunan sebagai dari wujud pertanggung jawaban yang berisi tentang laporan keuangan dan dokumen keuangan yang sesuai dengan prosedur perusahaan

5. Menyusun laporan keuangan yang berlandaskan PSAK dan menyerahkan dokumen untuk diaudit oleh pihak akuntan publik;

6. Memberikan laporan tahunan paling lambat 5 bulan setelah tahun buku perusahaan tersebut untuk disahkan.

7. Menyampaikan penjelasan Laporan Tahunan kepada RUPS;

8. Memberikan serta menyampaikan laporan laba rugi serta neraca yang telah disahkan oleh RUPS sesuai dengan ketentuan-ketentuan perundangan dibidang hukum

9. Mewajibkan dalam menyusun laporan keuangan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yan berlaku

10. Memelihara risalah RUPS, Risalah Rapat Dewan Komisaris, Daftar Pemegang Saham, Daftar khusus dokumen keuangan perseroan serta laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam nomer 4 & 5di atas, dan dokumen lainnya;

11. Menyimpan ditempat jabatan perusahaan : risalah RUPS, Risalah Rapat Dewan Komisaris, Daftar Pemegang Saham, Daftar khusus dokumen keuangan perseroan serta laporan tahunan sebagaimana dimaksud dalam nomer 4 & 5di atas, dan dokumen lainnya

12. Memelihara administrasi dan pembukuan sesuai dengan kelayakan perusahaan; dflknnsdklmfsdgjksdgjsdkgipetnwkgkmdsmgnerhtrgdfdg 13. Dalam penyusunan sistem akuntansi sesuai PSAK yang berlaku yang

berlandaskan pada prinsip pengendalian intern, dimana memiliki fungsi yang utama yaoitu dalam hal penyimpanan, pengawasan, pencatatan serta pengurusan; eorewokfmkdgnkldsglsdhgeofhewiewnkfndlsfkhruf 14. Menyerahkan laporan dan memberikan penjelasan kepada pemegang

saham atau dewan komisaris secara berkala sesuai dengan waktu dan

ketentuan yang berlaku serta merperhatikan hukum yang berlaku terutama di bidang pasar modal

15. Menyiapkan secara rinci dan lengkap dalam hal penyusunan organisasi perusahaan;

16. Menjalankan tanggung jawab yang ditetapkan oleh RUPS yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam anggaran dasar..

B. Sekretaris Perusahaan Adapun kewajiban yaitu :

1. Menyiapkan materi laporan keungan dalam penyelenggaraan RUPS;

2. Ikut hadir dalam rapat gabungan dan rapat Direksi;

3. Menyimpan serta mengelola berkas-berkas yang berhubungan dengan aktivitas perseroan yang meliputi, risalah rapat gabungan antara direksi dan komisaris, risalah rapat direksi, dokumen RUPS serta dokumen perseroan penting lainnya,

4. Menentukan karakteristik berupa materi dengan jenis informasi yang dapat disampaikan kepada pemegang saham dan publik

C. Internal Audit

Adapun fungsi dan tanggung jawab seorang auditor yaitu: fuiosgjkldgjlkdfjglk 1. Membuat perencanaan internal audit tahunan;

2. Menjalankan rancangan Internal Audit Tahunan yang telah dikonsultasikan kepada Komite Audit atau ditinjau oleh Komite Audit;

3. Mengevaluasi serta menguji kemampuan management risk dan internal control yang sesuai dengan kebijakan Perusahaan;

4. Melaksanakan penilaian serta pemeriksaan terhadap efektivitas dengan efisiensi di bidang teknologi informasi, pemasaran, akuntansi, keuangan, operasional, sumber daya manusia, dan kegiatan lainnya;

5. Melakukan kilas balik terhadap lapotan keuangan perseoran.

6. Melaksanakan pemeriksaan kepatuhan sesuai perundang-undangan serta ketentuan peraturan perusahaan

7. Mengenali opsi dalam hal efektifitas penggunaan SDM serta peningkatan dan perbaikan efisiensi.

8. Menyampaikan dan membuat laporan hasil audit kepada dewan komisaris dan direktur utam melalui ketua komite audit;

9. Melaporkan, memantau serta menganalisis pelaksanaan tindak lanjut perbaikan yang telah disarankan;

10. Memberikan informasi yang objektif serta saran perbaikan tentang aktifitas perseroan yang telah di periksa;

11. Memberikan konsultasi yang diperlukan terhadap perusahaan afiliasi dan manajemen perseroan sesuai yang disepakati

12. Melaksanakan aktifitas nomer 2-10 kepada perusahaan afiliasi atas permintaan dirut ( direktur utama).

13. Bekerja sama dengan komite audit meliputi melakukan monitoring tindak lanjut yaitu dengan melaporkan hasil pada komite audit yang berdampak signifikan;

14. Menyusun metodologi evaluasi dan program untuk meningkatkan mutu kegiatan Internal Audit bekerja sama/koordinasi dengan Komite Audit;

15. Menyusun kilasbalik atau/dan pendalaman pemeriksaan terhadap permintaan Komite Audit dalam rangka menindaklanjuti whistleblower dan/atau dugaan adanya kecurangan atau Perusahaan afiliasinya, dan menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut kepada komite audit dan direktur utama; serta melaksanankan pemeriksaan pendahuluan dengan tujuan tertentu

2.5 Kegiatan dan Kinerja Usaha

Setiap perusahaan pasti memiliki rencana, misi serta visi yang berbeda-beda begitu pula dengan kegitan dan kinerja usaha setiap perusahaan mempunyai prospek masing-masing, namun hal itu semua dicapai tidaklah mudah melainkan membutuhkan waktu, disiplin dan perencanaan yang matang serta loyalitas yang tinggi sehingga mendapatkan mutu dan hasil yang maksimal, jadi kinerja Telekomunikasi Indonesia Tbk yaitu kegiata usaha utamanya sebagai berikut :.

1. Memelihara, memasarkan/menyewakan/menjual, mengoprasikan, mengembangkan, menyediakan, membangun serta merencanakan jaringan

informatika dan telekomunikasi dalam makna yang luas serta memperhatikan ketentuan yang berlaku

2. Melakukan investasi pada perseroan lain yang sejalan untuk mencapai tujuan dan maksud perusahaan.

3. Melakukan usaha dan aktifitas lain dalam hal mengoptimalisasikan dana serta sumber daya, antara lain dengan cara memaksimalkan manfaat fasilitas sistem informasi, pendidikan, pelatihan, pemeliharaan, perbaikan serta aktiva tetap perusahaann.

4. Dalam rangka mengoptimalkan dana dan sumber daya maka perusahaan bekerja sama dengan pihak lain untuk mencapai tujuan dan maksud perusahaan.

BAB III LANDASAN TEORI 3.1 Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Dalam menyusun suatu laporan keuangan perusahaan harus disusun seseuai ketentuan, prosedur dan standar yang berlaku. Laporan Keuangan menunjukkan keadaan terkini suatu perusahaan atau pada periode tertentu.

Keadaan keuangan perusahaan yang dimaksud adalah dengam mengetahui Jumlah Modal (Equity) ,Harta (asset), dan Kewajiban (Liabilitas) dalam neraca yang dimiliki.

Laporan keuangan memuat tentang informasi yang penting bagi masyarakat, investor, pemerintahan, pemilik atau pemegang saham, karyawan dan kreditur diperlukan untuk mengukur kondisi, efisiensi operasi perushaan serta pengambilan keputusan ekonomi

Menurut Hery, (2015:132) analisis laporan keuangan merupakan suatu suatu proses membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsurnya dan menelaah masing-masing dari unsur tesebut yang bertujuan untuk memperoleh, pemahaman dan pengertian yang tepat dan baik atas laporan keuangan tersebut

Menilai kinerja suatu perusahaan baik secara eksternal maupun internal dengan cara membandingkan kinerja perseroan lain dalam industri yang sama merupakan makna dari analisis laporan keuangan

Analisis ini berguna untuk membantu pengamat dan manajemen mengambil sebuah keputusan untuk memahami kekurangan dan kelebihan melalui informasi laporan keuangan. Analisis laporan keuangan juga berfungsi bagi

kreditur serta investor dalampengambilan keputusan investasi dan kredit.

Menurut Kasmir, ( 2008:10) adapun maksud dan tujuan penyusunan dan pembuatan laporan keuanganyaitu :

1. Menyampaikan informasi atas jumlah kewajiban, jenis serta modal yang dimiliki oleh perusahaan

2. Menyampaikan infomasi atas jumlah dan jenis aktiva yang dimiliki oleh perusahaan

3. Menyampaikan informasi atas jenis dan jumlah biaya yang digunakan oleh perusahaan

4. menyampaikan informasi atas perubahan-perubahan yang terjadi pada pasiva, modal perusahaan serta aktiva

5. Informasi keuangan lainnya

Adapun metode dan teknik-teknik yang sering kita jumpai dalam menganalisa sebuah laporan keuangan yaitu :

1. Analisis Perbandingan antara laporan keuangan 2. Analisis Trend

3. Analisis Persentase per komponen 4. Analisis sumber dan penggunaan dana 5. Analisis sumber dan penggunaan kas 6. Analisis rasio

7. Analisis kredit 8. Analisis laba kotor

9. Analisis titik pulang pokok atau titik impas (break even Point)

Terdapat beberapa metode dan teknik dalam menganalisa laporan keuangan dengan terbatasnya waktu, penulis tertarik melakukan pendalaman teknik analisis trend, rasio serta analisisn perbandingan laporan keuangan pada PT.

Telekomunikasi Indonesia Tbk

3.2 Analisis Perbandingan Laporan Keuangan

Salah satu teknik yang sering digunakan dalam menganalisa laporan keuangan dengan cara membandingkan laporan keuangan dari satu atau lebih berfungsi untuk memperlihatkan perubahan yang dialami baik penurunan atau penaikan setiap periode

Ada 2 macam teknik yang dapat digunakan dalam menganalisa perbandingan laporan keuangan yaitu :

1. Analisis Vertikal

Analisis vertikal yaitu teknik laporan yang mebandingakan laporan keuangan pada satu periode saja yang dilakukan atas informasi dari perusahaan yang bergerak pada bidang yang sama.

2. Analisis Horizontal

Yaitu teknik laporan yang membandingkan laporan keuangan lebih dari satu periode dengan kata lain, hasil ini akan menunjukkan progres suatu perusahaan dari periode ke perode lainnya.

3.3 Analisis Trend

Analisis trend berfungsi untuk mengukur potensial kinerja serta tendensi

keuangan perusahaan, bagaimana progress suatu perusahaan yang memperlihatkan penurunan ataupun sebaliknya . dalam pengambilan data yang digunakan terdiri atas 2 atau 3 periode dikarenakan jika melebihi dari 3 periode akan mengalami kesulitan ataun kendala dalam melakukan analisis. Hasil analisis biasanya dihitung dalam persentase.

Dalam melakukan analisis trend terlebih dahulu ditentukan tahun dasarnya sebagai pembanding. Rumus untuk mecari indeks yaitu sebagai berikut :

3.4 Rasio Keuangan

Pengertian Rasio Keuangan

Laporan yang berisi informasi dan berkaitan dengan perubahan posisi keuangan, posisi keuangan dan kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu dan berfungsi bagi sejumlah besar pengguna dalam mengambil keputusan. Jika kita ingin mengetahui kinerja suatu perusahaan maka kita membutuhkan alat analisis yang mudah dimengerti dan digunakan

Walaupun dalam menghitung rasio-rasio keuangan menggunakan operasi perhitungan sederhana, tetapi sebenarnya kegunaanya lebih rumit yang mengacu pada hubungan ekonomis

Kita tidak dapat menarik kesimpulan yang berarti, dari hasil perhitungan rasio jika tidak membandingkan dengan rasio dari perusahaan lain, atau rasio tententu yang dapat kita jadikan acuan.

Keunggulan dan Kelemahan Rasio Keuangan

Menurut Muizudin dalam penelitiannya “terdapat enam keunggulan rasio keuangan, antara lain :

1. Rasio merupakan angka – angka statistik yang lebih mudah dibaca atau ditafsirkan.

2. Dapat mengetahui posisi perusahaan diantara industri lain.

3. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasai yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci.

4. Menstandarisasi size dari perusahaan

5. Lebih mudah memperbandingkan suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain, atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik.

6. Lebih mudah melihat tren perusahaan serta melakukan prediksi dimasa yang akan datang”.

Menurut Muizudin selain keunggulan, analisis rasio juga memiliki 4 kelemahan, antara lain

1. Kesulitan dalam melihat rasio yang tepat yang digunakan oleh pemakainya.

2. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan kesulitan dalam perhitungan rasio.

3. Data yang tidak sinkron menyebabkan kesulitan dalam perhitungan rasio 4. Jika dua perusahaan dibandingkan bisa saja teknik standar akuntansi

yang dipakai tidak sama”.

Dalam menggunakan rasio keuangan sangat diperlukan prinsip kehati –

hatian, guna untuk mengurangi kelemahan dan meminimalkan risiko kesalahan dari resiko keuangan tersebut.

Pengelompokkaan Rasio Keuangan

Pengelompokkan rasio keuangan merupakan indicator yang penting dalam mengukur kinerja di masa depan, dapat diukur melalui laporan keuangan dan perlu memperhatikan rasio-rasio keuangan, dikarnakan, rasio- rasio keuangan memiliki arti, kegunaan serta tujuan tertentu. Rasio keuangan terdiri :

1. Rasio likuiditas (liquidity ratio)

Berguna untuk mengevaluasi kesanggupan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek

2. Rasio solvabilitas,

Berguna untuk menilai kesanggupan untuk memenuhi kewajiban jangka panjang

a. Rasio liabilitas terhadap Asset

b. Rasio Liabilitas Terhadap Equitas

3. Rasio Profitabilitas

Rasio yang berfungsi untuk menilai kemampuan perusaaan untuk menghasilkan laba melalui sumber daya yang dimiliki suatu perusahaan tersebut. Menurut

Brigham dan Houston “Rasio profitabilitas adalah sekelompok rasio yang menunjukkan gabungan efek-efek dari likuiditas, manajemen aktiva, dan hutang pada hasil – hasil operasi”.

Perusahaan dikatakan berprofit buruk apabila perusahaan tidak mecapai sasaran laba yang telah ditentukan menggunakan total aktivanya.

Menurut Silaban dan Siahaan terdapat beberapa Rasio Profitabilitas:

1. Return On Assets (ROA)

Berfungsi untuk melihat sejauh mana tingkat pengembalian atas total aktiva setelah bunga dan pajak. Rasio ini disebut juga ROI (return On Invesment), ROA mencerminkan net Profit bersih setelah pajak, dengan kata lain sebagai alat ukur untuk melihat seberapa banyak tingkat return dari asset yang perusahaan miliki. semakin besar ROA yang diperoleh suatu perusahaan maka perusahaan tersebut efektif dan efisien dalam menggunakan seluruh modal atau total aktivanya. Perusahaan mengharapkan dengan total aktiva yang sama perusahaan dapat mengahasilkan laba yang lebihbesar. Cara memperoleh ROA yaitu membandingkan total aktiva perusahaan dengan laba setelah pajak maka, semakin semakin rendah persen Return On Asset yang diperoleh suatu perseroan, maka makin buruk pula kinerja perseroam tersbut, Berarti tingkat pengembalian akan semakin rendah begitu pula sebaliknya.

Rasio ini dirumuskan:

1. Return On Equity (ROE)

Bermanfaat sebagai alat ukur untuk melihat sejauh mana tingkat return terhadap investasi bagi stickholder biasa mengukur dan sejauh mana laba yang didapatkan dengan menggunakan modal yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

ROE merupakan perbandingan antara laba bersih setelah pajak terhadap modal sendiri sehingga dapat dianggap sebagai pengukuran dari penghasilan (income) yang tersedia bagi para pemegang saham atas modal yang mereka inverstasikan dalam perusahaan. Jika meningkat ROE yang dihasilkan maka meningkat pula laba yang diterima dikarenakan jika ROE suatu perusahaan naik dengan kata lain harga saham pun naik maka dapat memudahkan perusahaan untuk mendapatkan dana baru.

Rasio ini dapat dirumuskan

2. Net Profit Magin (NPM)

NPM bersfungsi sebagai alat ukur net profit tiap jumlah persentase maupun total rupiah laba dari setiap rupiah penjualan. Investor juga sering memperhatikan rasio NPM pada saat ingin mengetahui kondisi keuangan.. Hal Tersebut menunjukkan bahwa net profit dengan jumlah rupiah yang dihasilkan dari jumlah penjualan yang diperoleh . Jika Net Profit Margin suatu perusahaan tinggi memperlihatkan kinerja suatu perseroan tersebut semakin membaik

sehingga dividen atau profit yang dihasilkan untuk pemegang saham akan meningkatpula.

Net Profit Margin dapat dirumuskan :

a. Gross Profit Margin.

GPM ( Gross Profit Margin ) digunakan untuk menghitung total rupiah dari laba kotor yang dihasilkan melalui penjualan atau presentase laba dari setiap rupiah penjualan. Maka rasio ini dirumuskan dengan membandingkan laba kotor perusahaan terhadap pendapatan atau penjualan.

3. Rasio pertumbuhan.

Rasio ini menunjukkan kemampuan suatu perseroan atau perusahaan untuk mempertahankan poisi perekonomian tersbut dimasa pertumbuhan ekonomi .

3.5. Analisa Hasil Penelitian

3.5.1. Analisis Perbandingan Laporan Keuangan A. Analisis Vertikal

Periode 2015

Berdasarkan hasil analisis vertikal pada lampiran 1, pada periode 2015 jumlah harta yang dimiliki PT. Telkom adalah senilai Rp 166.173 sebagai tolak ukur.

adapun pos yang memiliki kontribusi yang tinggi yaitu pos aset tetap yang sudah dikurangi oleh penyusutan yaitu sebesar 62% atau Rp103.700. Hal itu berarti bahwa angka indeks pada tahun 2015 yaitu 62% dari total aset maka setiap Rp.1.00 aset di nvestasikan berbentuk aset tetap senilai Rp. 0,62.

Adapun jumlah liabilitas serta ekuitas pada tahun 2015 pada PT.Telkom yaitu sebesar Rp 166.173 sebagai tolak ukur. adapun pos yang memiliki kontribusi yang tinggi yaitu pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang sudah jatuh tempo dalam setahun yaitu sebesar 18% atau Rp 30.168 dari total liabilitas. Hal itu berarti dari setiap aset Rp 1.00 dibiayai dari pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang sudah jatuh tempo dalam setahun yaitu Rp. 0,18.di bagian pos ekuitas saldo laba yang belum ditentukan penggunanya adalah pos yang tertinggi membentuk ekuitas adalah senilai 33% atau Rp. 55.120 dari total liabilitas dan ekuitas sedangkan yang terendah yaitu modal saham yang yang diperoleh kembali yaitu sebesar -2% atau Rp – 3.804

Adapun pos-pos yang perlu diawasi adalah pada bagian pos liabilitas jangka pendek serta pos asset lancar. Adapun total aset lancar adalah sebesar Rp.47.912 atau 29% lebih besar dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek yaitu sebesar

Rp 35.413 atau 21 %. Maka dengan menggunakan asset lancar PT Telkom sudah mampu memenuhi kewajiban jangka pendek.

Periode 2016

Berdasarkan hasil analisis vertikal pada lampiran 1, pada periode 2016 PT Telkom memiliki Jumlah harta (asset) adalah senilai Rp 179.611 sebagai tolak ukur. adapun pos yang memiliki kontribusi yang tinggi yaitu pos aset tetap yang sudah dikurangi oleh penyusutan yaitu sebesar 64% atau Rp114.498. Hal itu berarti bahwa angka indeks pada tahun 2016 yaitu 64% dari total aset maka setiap Rp.1.00 aset di investasikan berbentuk aset tetap senilai Rp. 0,64

Adapun jumlah liabilitas serta ekuitas pada tahun 2016 pada PT.Telkom yaitu sebesar Rp 179.611 sebagai tolak ukur. adapun pos yang memiliki kontribusi yang tinggi yaitu pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang sudah jatuh tempo dalam setahun yaitu senilai 15% atau Rp 26.367 dari total liabilitas. Hal itu berarti dari setiap aset Rp 1.00 dibiayai dari pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang sudah jatuh tempo dalam setahun yaitu Rp.

0,15. Dibagian pos ekuitas saldo laba yang belum ditentukan penggunanya adalah pos yang tertinggi membentuk ekuitas adalah senilai 34% atau Rp 61.278 dari total liabilitas dan ekuitas sedangkan yang terendah yaitu modal saham yang yang diperoleh kembali yaitu sebesar -1%. Atau Rp – 2.541.

Adapun pos-pos yang perlu diawasi adalah pada bagian pos liabilitas jangka pendek serta pos asset lancar. Adapun total aset lancar adalah sebesar Rp.47.701 atau 27% lebih besar dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek yaitu sebesar

Rp 39.762 atau 22 %. Maka dengan menggunakan asset lancar PT Telkom sudah mampu memenuhi kewajiban jangka pendek.

Periode 2017

Berdasarkan hasil analisis vertikal pada lampiran 1, pada periode 2017 PT. Telkom memiliki jumlah harta ( assets ) adalah senilai Rp 198.484 sebagai tolak ukur. adapun pos yang memiliki kontribusi yang tinggi yaitu pos aset tetap yang sudah dikurangi oleh penyusutan yaitu sebesar 66% atau Rp 130.171. Hal itu berarti bahwa angka indeks pada tahun 2017 yaitu 66% dari total aset maka setiap Rp.1.00 aset diinvestasikan berbentuk aset tetap senilai Rp. 0,66

Adapun jumlah liabilitas serta ekuitas pada tahun 2017 pada PT.Telkom yaitu sebesar Rp 198.484 sebagai tolak ukur. adapun pos yang memiliki kontribusi yang tinggi yaitu pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang sudah jatuh tempo dalam setahun yaitu sebesar 14% atau Rp 27.974 dari total liabilitas. Hal itu berarti dari setiap aset Rp 1.00 dibiayai dari pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang sudah jatuh tempo dalam setahun yaitu Rp. 0,14. dibagian pos ekuitas saldo laba yang belum ditentukan penggunanya adalah pos yang tertinggi membentuk ekuitas adalah senilai 35%

atau Rp 69.559 dari total liabilitas dan ekuitas sedangkan yang terendah yaitu modal saham yang yang diperoleh kembali yaitu sebesar -1%. Atau Rp – 2.541.

Adapun pos-pos yang perlu diawasi adalah pada bagian pos liabilitas jangka pendek serta pos asset lancar. Adapun total aset lancar adalah sebesar Rp.47.561 atau 24% lebih besar dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek yaitu sebesar

Rp 45.376 atau 23 %. Maka dengan menggunakan asset lancar PT Telkom sudah mampu memenuhi kewajiban jangka pendek.

.

Periode 2018

Berdasarkan hasil analisis vertikal pada lampiran 1, pada periode 2018 PT. Telkom memiliki jumlah harta (assets) yaitu senilai Rp 206.196 sebagai tolak ukur. adapun pos yang memiliki kontribusi yang tinggi yaitu pos aset tetap yang sudah dikurangi oleh penyusutan yaitu sebesar 69% atau Rp 143.248. Hal itu berarti bahwa angka indeks pada tahun 2018 yaitu 69% dari total aset maka setiap Rp.1.00 aset di investasikan berbentuk aset tetap sebesar Rp. 0,69

Adapun jumlah liabilitas serta ekuitas pada tahun 2018 pada PT.Telkom yaitu sebesar Rp 206.196 sebagai tolak ukur. adapun pos yang memiliki kontribusi yang tinggi yaitu pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang sudah jatuh tempo dalam setahun yaitu senilai 16% atau Rp 33.748 dari total liabilitas. Hal itu berarti dari setiap aset Rp 1.00 dibiayai dari pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang sudah jatuh tempo dalam setahun yaitu Rp.

0,16. dibagian pos ekuitas saldo laba yang belum ditentukan penggunanya adalah pos yang tertinggi membentuk ekuitas adalah senilai 37% atau Rp 75.658 dari total liabilitas dan ekuitas

Adapun pos-pos yang perlu diawasi adalah pada bagian pos liabilitas jangka pendek serta pos asset lancar. Adapun total aset lancar adalah sebesar Rp.43.268 atau 21% lebih besar dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek yaitu sebesar

Rp 46.261 atau 22%. Maka dengan menggunakan asset lancar PT Telkom sudah mampu memenuhi kewajiban jangka pendek.

.

B. Analisis Horizontal Periode 2015- 2016

Berdasarkan hasil analisis horizontal pada lampiran 2, secara umum berarti laporan keuangan ditahun 2016 dan 2015 mengalami kenaikan trend sebesar Rp 13.348. dimana jumlah asset ditahun ditahun 2016 senilair Rp 179.611. serta 2015 senilai Rp 166.173.

Adapun dari sisi jumlah liabilitas dan ekuitas mengalami kenaikan persentase sebesar 8%. Dapat diketahui dari pos jumlah ekuitas pada tahun 2015 sebesar Rp 93.428 danditahun 2016 yaitu sebesar Rp. 105.544 mengalami kenaikan sebesar Rp. 12.116 atau dengan kata lain jumlah equitas mengalami persentase sebesar 13% dari tahun sebelumnya.

Disisi Liabililitas, dapat kita perhatikan bahwa liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar Rp. 4.349 dari tahun sebelumnya. Ditahun 2015 jumlah liabilitas jangka pendek yaitu sebesar Rp.35.413 dan ditahun 2016 yaitu sebesar 4.349 dengan kata lain jumlah liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan persentase senilai 12% ditahun sebelumnya. Adapun jumlah liabilitas jangka panjang pada tahun 2015 senilai Rp 37.332 sedangkan ditahun 2016 sebesar Rp 34.305 hal itu menunjukkan bahwa mengalami penurunan terhadap jumlah liabilitas jangka panjang senilai Rp 4.349 serta mengalami penurunan

persentase senilai 13%.

Periode 2017- 2018

Berdasarkan hasil analisis horizontal pada lampiran 2, secara umum berarti

Berdasarkan hasil analisis horizontal pada lampiran 2, secara umum berarti

Dokumen terkait