BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
C. Job Description
Setelah melihat bagan struktur organisasi pada Bank Rakyat Indonesia Cabang Ahmad Yani unit perintis kemerdekaan, maka jelas bentuknya adalah organisasi garis yaitu tugas wewenang dari tingkat yang paling atas menuju ke tingkat yang paling bawah. Adapun perangkat organisasi yang digunakan dalam menjalankan kegiatan dalam bank ini adalah :
1. Pimpinan Cabang
Tugas dan tanggung jawab :
a. Mempersiapkan, mengusulkan melakukan negosiasi, merevisi rencana kerja dan anggrana (RAK) dalam rangka mencapai target yang telah ditetapkan
b. Menciptakan dan manjamin kelancaran operasional di kantor cabang dan melakukan pembinaan secara efektif dalam meningkatkan kemampuan pegawai di kantor cabang dan BRI
unit di wilayah kerjanya untuk meningkatkan kualitas seperti fungsi marketing dan operasional
c. Mengembangkan bisnis perkreditan di kantor cabang guan memperoleh keuntungan yang optimal
d. Mengawasi semua bawahannya dan unit-unit kerja dibawahnya dalam rangka melaksanakan dan mengcapai sasaran dan RKA yang telah di tetapkan.
2. Manajer Pemasaran
Tugas dan tanggung jawab :
a. Membantu pimpinan cabang dalam mempersiapkan RKA dalam rangka mencapai target bisnis yang telah di tetapkan
b. Menyusun rencana pemasaran tahunan (RPT) yang menjadi tanggung jawabnya agar sesuai dengan RKA, PS dan KND kantoe cabang
c. Melakukan pembinaan, pengawasan dan monitoring kredit yang menjadi tanggung jawabnya mulai dari kredit di realisasi sampai kredit yang di lunasi
d. Memberikan rekomendasi atas usulan atau putusan kredit (PTK) yang di buat AO
3. Account Officer Commercial
a. Membuat RPT perkreditan atas sector yang dikelolanya guna mencapai sasaran yang telah di tetapkan
b. Mempersiapkan dan melaksanakan rencana atas account yang menjadi tanggung jawabnya
c. Mengelola account yang sesuai batas-batas yang di tetapkan untuk mencapai pendapatan yang optimal bagi kantor cabang d. Melakukan penelitian kelengkapan dan keabsahan dokumen
kredit sebelum permohona kredit dip roses dalam rangka mengamankan kepentingan Bank
4. AO Konsumer
a. Membuat RPT kretop/kresun dan ber tanggung jawab atas pencapainnya dalam rangka mencapai RKA yang telah di tetapkan
b. Melakukan analisis atau identifikasi terhadap debitur potensial secara selektif (instansi) untuk mengukur tingkat resiko kredit secara instasional guna menciptakan portofolio kredit yang sehat dan menguntungkan
c. Meneliti kelengkapan dokumen yang di persyaratkan pada kretop atau kresun, seperti keaslian surat keputusan, daftar gaji dan lain-lain untuk mengurangi resiko kredit
5. AO Program
a. Mengelola account yang sesuai dengan batas-batas yang di tetapkan untuk mencapai pendapatan yang optimal bagi kantor cabang
b. Membuat RPT atas kredit program dan bertanggung jawab atas tercapainya guna memenuhi target RKA yang telah di tetapkan c. Mengusahakan agar pelaksanaan kredit program pemerintah
berjalan dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku untuk mensukseskan program pemerintah
6. Supervisor ADK
a. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan PTK terutama mengenai pemenuhan persyaratan kredit dan dokumentasi kredit
b. Mengelola proses dan prosedur administrasi kredit di kantor cabang
c. Memastikan bahwa instruksi pencairan kredit telah di buat dengan ketentuan yang berlaku
7. Supervisor Pelayanan Intern
a. Mengadministrasikan semua jenis barang yang ada di kantor cabang dan menyiapkan perhitungan dan bukti pembukuannya
b. Memperlihatkan register : aktiva tetap, penyusunan aktiva tetap, biaya inventaris kantor yang di beli dengan biaya eksploitasi, kas port, dan lain-lain
c. Memastikan bahwa tugas-tugas personalia, logistic (termasuk surat berharga dalam kantor cabang dan keamanan yang di laksanakan secara efektif dan efesien dengan ketentuan yang berlaku)
8. Supervisor Pelayanan Kas
a. Menyiapkan kuitansi tambahan kas supervisor dan ATM serta menerima uang dari AMO
b. Menyetujui tambahan kas awal teller, membuku dan mendistribusikan uangnya pada teller
c. Memelihara kerja register kas induk
d. Meneliti keabsahan bukti kas yang diterima 9. Ass. Manajer Operasional (AMO)
a. Memastikan bahwa tidak terjadi transaksi (kecuali ATM) dalam kurun waktu setelah close system pada hari kerja sebelumnya sampai dengan awal hari kerja berikutnya guna menjamin tidak terjadi transaksi illegal.
b. Melaksanakan tambahan kas awal hari/selama jam pelayanan kas bagi teller dan ATM serta menerima setoran kas dan teller
untuk menjamin pelayanan kepada nasabah berjalan dengan baik dan keamanan kas
c. Mengaktifkan rekening pinjaman dan simpanan agar pembukuan rekening tersebut dipastikan telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan
10. Fungsi Sekretaris/SDM
a. Mengagenda surat-surat keluar dan surat-surat masuk dengan tertib sesuai dengan ketentuan yang berlaku
b. Mengatur agenda kerja pimpinan cabang
c. Memeliharakerjakan file kepegawaian secara tertib
d. Mengirim surat/berita penting melalui lainnya yang diberikan e. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan
atasan
11. Fungsi UPN/Customer Service
a. Memberikan informasi kepada nasabah/calon nasabah mengenai produk BNI guna menunjang pemasaran produk BNI b. Memberikan informasi saldo simpanan/transfer maupun
pinjaman bagi nasabah yang memerlukan guna memberikan pelayanan yang memuaskan kepada nasabah.
c. Membantu nasabah dalam mengisi aplikasi pembukaan rekening tabungan (Britama, Simpedes, Tabungan Haji), giro
dan deposito.
d. Menyelesaikan laporan-laporan yang diperlukan pelayanan ONH
e. Menerima dan menginventarisasikan keluhan-keluhan nasabah untuk diteruskan kepada pejabat yang berwenang
f. Memberikan pelayanan khusus kepada nasabah inti yang memerlukan (seperti mengantarkan atau menjemput uang ditempat tinggal/usaha nasabah guna memuaskan nasabah) g. Melayani permintaan salinan rekening koran bagi nasabah h. Melaksanakan tugas-tugas kedinasan lainnya yang diberikan
atasan
i. Melakukan transfer masuk yang diterima melalui telepon dan mentransfer invalid ke dalam ortomail.
12. Teller
a. Melakukan tambahan kas agar kelancaran pelayanan kepada nasabah dapat berjalan dengan baik dan memuaskan
b. Menerima uang setoran dari nasabah dan mencocokkan dengan tanda setorannya
c. Memastikan membayar uang kepada nasabah yang berhak untuk menghindari kesalahan yang merugikan kantor cabang d. Meneliti keabsahan bukti kas yang diterima
13. Fungsi Logistik
a. Memenuhi kebutuhan logistik/kepada pekerja sesuai dengan kebutuhan untuk kelancaran pelayanan kantor cabang
b. Mengadministrasikan semua aktiva kantor cabang dengan tertib dan benar untuk mengamankan aset bank
c. Memelihara dan mengerjakan register logistic
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Pemberian Motivasi Karyawan
Pada dasarnya motivasi yang dilaksanakan pada suatu perusahaan adalah untuk mempengaruhi karyawan agar dapat melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan tuntutan perusahaan, dimana dalam hal ini menyangkut baik tidaknya karyawan melaksanakan pekerjaan tersebut Pimpinan perusahaan mempunyai prinsip bahwa karyawan yang bekerja diperusahaannya tidak boleh bersifat seperti robot. Artinya mereka baru bekerja jika diberi perintah atau komando oleh atasannya. Karyawan tersebut harus mempunyai motivasi atau dorongan ,sehingga mereka mampu mengembangkan diri sendiri dan mempunyai inisiatif untuk melakukan suatu pekerjaan.
Untuk meningkatkan prestasi karyawan dalam mencapai produktivitas yang tinggi, Pimpinan PT.Bank Rakyat Indonesia senantiasa memberikan motivasi baik bagi karyawan baru maupun karyawan lama. Pemberian motivasi pada karyawan pada daarnya merupakan motivasi yang bersifat positif, dan disesuaikan dengan kondisi perusahaan yang pada dasarnya tidak banyak menemukan kesulitan-kesulitan dalam memberikan pembinaan, karena para
karyawan tersebut telah mempunyai tanggung jawab masing-masing terhadap pekerjaan dan perusahaan.
Berdasarkan dari uraian tersebut maka tujuan motivasi yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan adalah :
1. Untuk meningkatkan pengetahuan dan dorongan kerja kepada karyawan, sehingga mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, produktivitas kerja yang meningkat dan mempunyai inisiatif dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
2. Untuk menghadapi persaingan dengan perusahaan sejenis.
3. Membantu dalam pembentukan dan pengembangan karier 4. Menciptakan karyawan yang professional dalam tugasnya.
5. Menciptakan hubungan yang harmonis antara pimpinan dengan bawahan.
Dalam hal ini perusahaan melaksanakan pemberian motivasi berdasarkan metode Motivasi langsung (Direct Motivation)
Motivasi langsung merupakan motivasi yang berupa materi maupun non materi yang diberikan secara langsung kepada setiap karyawanuntuk memenuhi kebutuhanserta kepuasannya. Jadi sifatnya khusus,seperti gaji tetap,Tunjangan Hari Raya (THR), tunjangan kesehatan, Bonus, pujian, penghargaan.
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa bonus merupakan suatu imbalan jasa (dalam bentuk uang) yang diberikan kepada karyawan atas prestasi kerja mereka.
Bonus merupakan pembayaran sekaligus yang diberikan karena memenuhi sasaran kinerja. Bonus boleh didasarkan pada pencapaian sasaran obyektif atau penilaian subyektif. Bonus berbeda dengan kenaikan merit. Kenaikan bayaran prestasi (merit pay increas) merupakan imbalan yang beerdasarkan kinerja, namun berulang-ulang setiap tahunnya. Sedangkan Bonus dapat berupa utang tunai atau bentuk lainnya.
Bonus tidak hanya membantu perusahaan mengendalikan biaya, namun tampaknya juga mengangkat kepuasan kerja karyawan.
Perusahaan yang memberikan kenaikan gaji kepada seseorang karyawan membuat perubahan permanen yang meningkatkan bayarannya sekarang, di masa depan, dan pada saat pensiun. Hal itu jauh lebih mahal daripada pembayaran bonus sekali waktu. Program bonus lebih mudah dipertahankan karena tidak memerlukan banyak dokumentasi dan sangat fleksibel.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa selama lima tahun 2007 – 2011 besarnya bonus yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk keseluruhan karyawan adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Perkembangan Bonus karyawan pada PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang BulukumbaTahun 2007 – 2011
Tahun Bonus Perkembangan (%)
2007 65,000,000 -
Berdasarkan tabel 1 dapat diperlihatkan besarnya bonus yang dikeluarkan perusahaan selama lima tahun terakhir (2007-2011) pada tahun 2007 bonus yang dikeluarkan hanya Rp.65,000,000,- kemudian mengalami peningkatan 7,6% ditahun 2008 atau naik menjadi Rp.70,000,000,-. pada tahun 2009 bonus yang diberikan perusahaan mencapai Rp. 90,000,000,- atau mengalami peningkatan sebesar 28,5%.
Pada tahun 2010 mengalami penurunan sebesar 5,5% atau Rp.
95,000,000 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sedangkan pada tahun 2011 perusahaan memberikan bonus kepada karyawan sebesar Rp.97,000,000,- atau terjadi penurunan sebesar 2,06%. Pada pembahasan sebelumnya dimana bonus yang diberikan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Bulukumbakepada
karyawannya sangat bervariasi sesuai dengan masa kerja dan jabatan karyawan tersebut.
Pada Tabel 1 persentase perkembangan bonus karyawan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Cabang Bulukumba tahun 2009, mengalami perkembangan yang cukup besar yakni sebesar 28,5%. Hal ini terjadi karena sebagaimana di sebutkan di atas bahwa bonus di berikan kepada karyawan sesuai dengan prestasi kerja karyawan tersebut yang di ukur dari jumlah dana yang berhasil di himpun dari pihak ke tiga atau Nasabah, yakni sebesar Rp. 14.293.721.000 di bagi dengan jumlah jam kerja karyawan yakni 100800. Dengan demikian tahun 2009 terjadi peningkatan pemberian bonus yang cukup besar di sebabkan oleh produktivitas kerja karyawan yang juga meningkat di banding tahun 2008.
Di tahun berikutnya yakni 2010 terjadi penurunan persentase perkembangan pemberian bonus kepada karyawan yakni hanya mencapai perkembangan 5,5 %, hal ini di sebabkan karena tidak terjadi penambahan jumlah karyawan, sementara jumlah jam kerja karyawan tetap saja sama seperti tahun sebelumnya.
B. Analisis Produktivitas Karyawan
Produktivitas karyawan merupakan salah satu variabel penting untuk mengetahui keberhasilan yang dicapai oleh seorang karyawan dan pihak perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas karyawan diantaranya dengan pemberian bonus. Tuntutan perusahaan terhadap kerja karyawan harus diikuti dengan pemberian balas jasa yang sebanding agar para karyawan merasa puas dengan apa yang diperolehnya. Pamberian balas jasa yang sesuai akan memberikan pengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan. Diharapkan pemberian balas jasa oleh perusahaan harus sesuai dengan prestasi kerja yang dicapai yang pada akhirnya akan mendorong peningkatan produktivitas karyawan yang bersangkutan.
Konsep dasar produktivitas adalah rasio antara keluaran (output) dengan masukan (input). Demikian halnya dengan PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Bulukumbadimana produktivitas yang dimaksudkan adalah rasio antara jumlah keluaran (output) dalam hal ini nilai pemberian jasa dengan (input) banyaknya karyawan yang dipekerjakan.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa selama lima tahun 2007 – 2011 banyaknya jumlah karyawan pada PT.Bank Rakyat
Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Bulukumbaadalah sebagai Bulukumba( data diolah : 2012 )
Berdasarkan tabel 2 nampak komposisi karyawan pada PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Bulukumba selama lima tahun yaitu tahun 2007 sebanyak 65 orang, selanjutnya pada tahun 2008 - 2010 sebanyak 70 orang, sehingga selama tiga tahun terakhir terjadi penambahan 5 karyawan, sedangkan pada tahun 2011 kembali terjadi penambahan karyawan sebanyak 1 orang sehingga jumlah akhir karyawan sampai tahun 2011 sebayak 71 orang, sehingga perkembangan karyawan dalam posentase rata-rata yaitu 9,12 %.
Dapat di bandingkan antara Tabel 1 tahun 2009 dengan Tabel 2 tahun 2009, dimana Tabel 1 adalah data perkembangan bonus karyawan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bulukumba,
dimana di tahun2009 terlihat peningkatan persentase pemberian bonus dari tahun sebelumnya, yaitu bonus sebesar Rp. 90.000.000 dengan persentase perkembangan 28,5%. Sedangkan Tabel 2 tahun 2007 adalah data perkembangan karyawan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Bulukumba yang tidak mengalami persentase perkembangan jumlah karyawan dan jumlah jam kerja karyawan.
Tabel 3. Produktivitas kerja karyawan PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang BulukumbaTahun 2007 – 2011
Tahun Dana
Perkembangan
Rupiah (%)
2007 Rp 11,183,573,000 - -
2008 Rp 12,258,832,000 Rp 1,075,259,000
Cabang Bulukumba. ( data diolah : 2012 )
Sebelum menjelaskan tingkat produktivitas karyawan, maka terlebih dahulu disajikan data pendapatan yang dicapai perusahaan selama tahun 2007–2011 seperti yang tampak pada tabel 3. Berdasarkan tabel 3, tampak bahwa pendapatan yang dicapai perusahaan setiap tahunnya mengalami peningkatan. Peningkatan pendapatan terbesar terjadi pada tahun 2009 yaitu 16,60 % dengan pendapatan yang berhasil
dibukukan sebesar Rp. 14,293,721,000.- Sedangkan perkembangan pendapatan dengan persentase terkecil terjadi pada tahun 2011 yaitu hanya 6,35% atau pendapatan yang berhasil dibukukan sebesar Rp.
17,399,745,000,-
Dalam hubungannya dengan tabel 2 dan 3, maka besarnya produktivitas karyawan selama tahun 2007 - 20011 dapat ditentukan sebagai berikut :
Perhitungan produktivitas karyawan selama tahun 2007 - 2011 menunjukkan peningkatan yang berfluktuasi setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena presentase peningkatan pendapatan lebih besar dibandingkan dengan presentase peningkatan jumlah karyawan.
C. Pengaruh Pemberian Bonus terhadapProduktivitas Karyawan
Untuk mengetahui pengaruh pemberian Bonus terhadap peningkatan produktivitas karyawan pada PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Bulukumbadigunakan Analisis regresi
sederhana. Untuk perhitungan Analisis regresi sederhana disajikan tabel produktivitas dan bonus berikut ini :
Tabel 4. Data Perhitungan Regresi Sederhana pada PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Bulukumba.
Sumber Data : data diolah : 2012 Tabel 5. c.
Sumber Data : data diolah : 2012
a. Analisis Pengaruh Pemberian Bonus Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero)Kantor Cab. Bulukumba
Tahun Bonus Produktivitas
2007
Berdasarkan nilai-nilai koefisien diatas diperoleh persamaan Regresi Sederhana sebagai berikut :
Y = 0,65+ 0,16X
Dari persamaan diatas maka dapat di interprestasikan adalah sebagai berikut :
b = 0,16 artinya apabila bonus dinaikkan satu rupiah, maka produktivitas karyawan meningkat sebesar 0,16
a = 0,65 merupakan nilai konstanta, artinya apabila bonus tidak mengalami perubahan maka produktivitas karyawan yang terjadi sebesar 0,65
b. Pengujian Signifikansi Pemberian Bonus Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan pada PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) , Tbk Kantor Cabang Bulukumba.
Tingkat signifikan yang digunakan a = 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian).
Dalam penelitian ini, untuk menguji signifikansi Pengaruh Pemberian Bonus Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan pada PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Bulukumbamenggunakan beberapa langkah, yaitu :
Langkah pertama adalah penyusunan hipotesis matematis sebagai berikut :
H0 = β = 0 H1 = β ≠ 0
Dalam pengujian ini kita membutuhkan standard error dari koefisien regresi yang dapat dihitung melalui perhitungan variasi yang dihitung dengan rumus :
a. Menentukan Standard eror of estimate (
b. Menentukan Kesalahan Baku
c. Menentukan
Dari perhitungan diatas maka diperoleh 5,33. t tabel pada tabel kepercayaan 0,05 sebesar 3,182 dengan dk = n – 2 =3. Dengan demikian t hitung sebesar 5,33 > t tabel sebesar 3,182. Sehingga H0
ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh antara pemberian bonus terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero),Tbk Kantor Cabang Bulukumba.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Sistem pemberian motivasi yang diterapkan oleh PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Bulukumba adalahdalam bentuk Motivasi langsung (Direct Motivation)Motivasi langsung merupakan motivasi yang berupa materi maupun non materi yang diberikan secara langsung kepada setiap karyawan untuk memenuhi kebutuhan serta kepuasannya. Jadi sifatnya khusus seperti bonus.
2. Hasil penelitian diperoleh dari Analisis Pengaruh Pemberian Bonus Terhadap Peningkatan Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero)Kantor Cab.
Bulukumba.
3. Y = 0,65+ 0,16X. Dari persamaan diatas maka dapat di interprestasikan adalah sebagai berikut :
b = 0,16 artinya apabila bonus dinaikkan satu rupiah, maka produktivitas karyawan meningkat sebesar 0,16
a = 0,65 merupakan nilai konstanta, artinya apabila bonus tidak mengalami perubahan maka produktivitas karyawan yang terjadi sebesar 0,65
4. Bahwa variabel pemberian motivasi yang dijadikan sebagai variable penting dalam meningkatkan produktivitas karyawan adalah bonus. Ini terlihat dari t-hitung lebih besar dari t-tabel (5,33) yang lebih kecil 3,182 sehingga bonus berpengaruh secara signifikan terhadap produktifitas karyawan.
B. Saran
1. Dalam hal pemberian bonus karyawan dalam upaya peningkatan produktivitas perusahaan diharapkan pihak perusahaan dapat lebih transparan mengenai alokasi dana bonus yang diterapkan pada PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Bulukumba.
2. Untuk mencapai produktivitas karyawan pimpinan perusahaan tetap memperhatikan bonus yang diberikan pada karyawan PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Kantor Cabang Bulukumbaagar tetap dipertahankan dan ditingkatkan.
DAFTAR PUSTAKA
Djafar, Syamsuddin, 2001. Statistik I & II. penerbit Yayasan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia.
Gomes, Cardosos, Faustino, 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia.
Andi, Yogyakarta.
Heidjrachaman dan Suad Husnan, 1998. Manajemen Personalia. Edisi 4, penerbit BPFE yogyakarta
Hasibuan, Malayu S.P, 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. edisi revisi,Bumi Aksara Jakarta.
---, 2004. Dasar-Dasar Perbankan. Cetakan ketiga, Penerbit, Bumi Aksara, Jakarta.
Kasmir, 2002. Manajemen Perbankan. PT. Ghalia Indonesia, Anggota IKAPI Jakarta,
Manulang,M, 2002. Manajemen Personalia. Balai Pustaka, Jakarta.
Martoyo, Susilo, 2002. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja.
Cetakan kelima, Bina Aksara, Bandung.
Moekijat, 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan 8 penerbit CV Mandar Maju, Bandung.
Nawawi, Handari, 2001. Perencanaan Sumber Daya Manusia. Cetakan I, Penerbit Gajah Mada University Press,Yogyakarta.
Nitisemito, Alex. S, 1998. Manajemen Personalia. Edisi 1, Ghalai, Indonesia, Jakarta.
Ravianto. J, 1998. Poduktivitas dan Pengukurannya. Seri Produktivitas VIII, PT.Binama Teknika, Jakarta.
Sastrohadiwaryo, Siswanto, 2001. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia.
Bumi Aksara, Jakarta.