• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

BAB II

PERUM PERUMNAS REGIONAL I MEDAN

A. Sejarah Singkat Perum Perumnas Regional I Medan

PERUMNAS adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbentuk Perusahaan Umum (Perum) dimana keseluruhan sahamnya dimiliki oleh pemerintah. Perumnas didirikan sebagai solusi pemerintah dalam menyediakan perumahan yang layak bagi masyarakat menengah kebawah.

Perusahaan ini didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 1974, diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 1988, dan disempurnakan melalui Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2004 tanggal 10 Mei 2004. Sejak didirikan tahun 1974, Perumnas selalu tampil dan berperan sebagai pionir dalam penyediaan perumahan dan permukiman bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Helvetia Medan, Ilir Barat Palembang, Banyumanik Semarang, Tamalanrea Makasar, Dukuh Menanggal Surabaya, dan Antapani Bandung adalah contoh permukiman skala besar yang pembangunannya dirintis Perumnas. Kawasan permukiman tersebut kini telah berkembang menjadi

“Kota Baru” yang prospektif. Depok, Bogor, Tanggerang, dan Bekasi juga merupakan “Kota Baru” yang dirintis Perumnas dan kini berfungsi sebagai penyangga Ibu Kota.

1. Visi dan Misi Perum Perumnas Regional I Medan a. Visi Perum Perumnas Regional I Medan

Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Dalam menjalankan fungsinya Perum Perumnas Regional I Medan mempunyai visi yaitu “Menjadi Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat Terpercaya di Indonesia.

b. Misi Perum Perumnas Regional I Medan

Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh organisasi sesuai dengan visi yang telah ditetapkan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Untuk mencapai visi tersebut, maka Perum Perumnas Regional I Medan mempunyai misi sebagai berikut :

1) Mengembangkan perumahan dan permukiman yang bernilai tambah untuk kepuasan Pelanggan.

2) Meningkatkan profesionalitas, pemberdayaan dan kesejahteraan Karyawan.

3) Memaksimalkan nilai bagi Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan lain.

4) Mengoptimalkan sinergi dengan Mitra Kerja, Pemerintah, BUMN dan Instansi lain.

2. Logo dan makna logo Perum Perumnas Regional I Medan

Gambar 2.1

Logo Perum Perumnas Regional I Medan

Makna Logo Perum Perumnas Regional I Medan adalah sebagai berikut : a. Anak panah keatas yang sekaligus menggambarkan ilusi bentuk rumah

merefleksikan bahwa Perumnas adalah perusahaan pengembangan perumahan dan permukiman terpercaya yang senantiasa berinovasi dan berfokus pada orientasi peningkatan prestasi.

b. Dua bidang biru dan hijau membentuk bangun belah ketupat (diamond) mengartikulasikan dinamika gerak dan semangat yang terintegrasi dalam monodualisme antara kepentingan nasional (government mission) dan kepentingan usaha (corporate bisiness mission).

c. Warna biru menyiratkat profesionalisme manajemen moderen Perumnas dalam rangka menghadapi era kompetisi dibidang pengembang perumahan dan permukiman.

d. Warna hijau menyiratkan atmosfir perumahan dsn permukiman Perumnas yang menghadirkan kepedulian lingkungan, kenyamanan dan keindahan.

e. Warna hitam menyiratkan ketegasan yang terpercaya.

f. Huruf “perumnas” menggunakan font humanis bold lowercase. Font humanis lowercase mencitrakan keramahan dan bold untuk mengekspresikan kekokohan brand.

Logo, sebagai representasi utama dari Corporate Identity Perumnas merupakan gambaran utuh mengenai core value, sosok kepribadian, lingkup kegiatan, serta aspirasi masa depan. Corporate Identity ini sebagai penanda perubahan Perumnas baru, yakni Perumnas yang lebih besar, lebih tinggi, lebih cepat, dan lebih sukses. Logo baru Perumnas diharapkan mampu menumbuhkan semangat perubahan tersebut, sehingga dapat menimbulkan rasa kepercayaan diri, kebanggaan, loyalitas bagi semua sumberdaya insani perusahaan. Dengan demikian Perumnas mampu menunjukkan komitmen terhadap masyarakat dan stake holders atas peranan yang diembannya.

Perubahan bentuk Corporate Identity Perumnas mengarah ke trend moderen dan berorientasi masa depan, yakni: relevan, sederhana, jernih, dan unik. Corporate Identity merefleksikan visi bahwa Perumnas adalah perusahaan pengembang perumahan dan pemukiman yang terpercaya. Dengan demikian, identitas visual yang baru diharapkan dapat meningkatkan kinerja perusahaan untuk mewujudkan visi tersebut.

3. Budaya dan tata nilai perusahaan a. Pelayanan Prima (Service Excellence)

Mampu memberikan layanan yang prima secara cepat dan proaktif serta rela membantu dengan menunjukkan perhatian penuh kepada pelanggan secara terus-menerus untuk menciptakan kepuasan pelanggan.

b. Semangat (Passion)

Memiliki kegigihan dan dorongan antusiasme tinggi dalam bekerja dan tidak mudah menyerah untuk mewujudkan kualitas pekerjaan terbaik dan menyelesaikan permasalahan bagi peningkatan kinerja perusahaan.

c. Integritas (Integrity)

Mampu menunjukkan karakter sikap dan tindakan yang jujur dan tertib melaksanakan tugas sesuai dengan nilai-nilai moral keagamaan, serta etika yang luhur dan tidak tergoyahkan oleh apapun sehingga handal serta terpercaya dalam pemikiran, tingkah laku maupun perbuatan.

d. Inovatif (Inovative)

Kreativitas yang produktif dalam menghasilkan produk, layanan, metode operasi, bahkan tata cara yang baru yang selalu lebih baik dan memberi nilai tambah untuk tujuan peningkatan kinerja perusahaan.

e. Fokus (Focus)

Kemampuan menunjukkan perhatian pada prioritas tugas dan pekerjaan serta melaksanakannya dengan tuntas, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat biaya untuk memberikan kontribusi terbesar bagi pencapaian kinerja perusahaan.

B. Struktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan susunan dan hubungan antara setiap bagian maupun posisi yang terdapat pada sebuah organisasi atau perusahaan dalam menjalankan kegiatan-kegiatan operasionalnya dengan maksud untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Dalam suatu perusahaan yang menentukan bentuk organisasi adalah pimpinan yang bertujuan untuk mempermudah pimpinan dalam melaksanakan tugas-tugas yang menentukan bagian-bagian pekerjaan serta merupakan suatu alat untuk memberikan wewenang dan tanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan kepada bawahan.

Adapun struktur organisasi Perum Perumnas Regional I Medan dapat dilihat pada gambar 2.2 berikut ini:

GM REGIONAL

Bagian Produksi Dan Pertanahan

Bagian Pemasaran Bagian Keuangan

Sub Bagian

Struktur Organisasi Perum Perumnas Regional I Medan Sumber : Perum Perumnas Regional I Medan

C. Job Description

Berikut ini adalah Job Description dari setiap bagian pada Struktur Organisasi Perum Perumnas Regional I Medan yang disusun dalam Keputusan Direksi Nomor:Dirut/41/KTPS/10/2008 Tentang Penyempurnaan Susunan Organisasi dan Tatakerja Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional. Tugas- tugas pokok unsur pelaksana Kantor Regional terdapat didalam Bab XI Pasal 26 Keputusan Direksi Tentang Penyempurnaan Susunan Organisasi dan Tata kerja Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional.

Tabel 2.1

Job Description Perum Perumnas Regional 1 Medan Sumber: Perum Perumnas Regional 1 Medan 1. GM Regional/ GM Rusunawa

Deskripsi Tugas

a. Bersama dengan Deputy GM Regional/Rusunawa, memimpin para Manajer bagian di Kantor Regional/Rusunawa, Manajer Cabang, Manajer unit Pengelola Kasiba, Manajer UPKB, Manajer Cabang Rusunawa untuk menyusun sasaran, rencana kerja dan anggaran Kantor Regional/Rusunawa merupakan bagian RKAP.

b. Memberikan penungasan, pengendalian, pembinaan, dan penilaian kerja kepada para Manajer Bagian di Kantor Regional/ Rusunawa dan Manajer Cabang, Manajer Bagian di Kantor Regional/Rusunawa dan Manajer Cabang, Manajer Unit Pengelola Kasiba, Manajer UPKB dan Manajer Cabang Rusunawa.

c. Mengelola sumber daya dan dana dalam lingkup Kantor Regional/Rusunawa untuk melaksanakan kegiatan usaha.

d. Mengadakan koordinasi teknis dan administrasi dengan GM Divisi dan para GM Regional lain yang terkait dalam melaksanakan

mencapai sasaran kegiatan usaha.

2. Deputy GM Regional/ Rusunawa

Deskripsi Tugas

a. Bersama dengan GM Regional, memimpin para Manajer Bagian di Kantor Rregional, Manajer Cabang, Manajer unit pengelola kasiba, manajer cabang rusunawa dan Manajer UPKB. Untuk menyusun sasaran, rencana kerja dan anggaran Kantor Regional/Rusunawa yang merupakan bagian dari RKAP.

b. Memberikan penugasan, pengendalian, pembinaan dan penilaian kerja kepada para Asisten Manajer PK&BL, Asisten Manajer PUDI, Asisten Manajer Kepegawaian, Asisten Manajer Umum Latkap dan Asisten Manajer Hukum.

c. Membantu GM Regional dalam melaksanakan kegiatan operasional di Kantor Regional/Kantor Rusunawa, Cabang dan Unit.

d. Memimpin penyelenggaraan kegiatan Kantor Regional/Rusunawa, khususnya dalam hal :

1) Penyusunan, pelaksanaan dan pengendalian Rencana Kerja dan Anggaran Kantor Regional/Rusunawa.

2) Pengelolaan data dan informasi Kantor Regional/Rusunawa, Cabang dan Unit.

3) Pengelolaan urusan Umum, Perlengkapan, Kearsipan, Kepegawaian, Pembinaan Kemitraan & Bina Lingkungan (PK&BL) serta Hukum di Kantor Regional/Rusunawa, Cabang dan Unit.

e. Mewakili GM Regional/Rusunawa dalam melaksanakan tugas-tugasnya apabila GM Regional/Rusunawa berhalangan.

f. Memimpin penyelenggaraan pengelolaan (penerbitan atau pelaporan, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan dan perentesian) data dan informasi di Kantor Regional/Rusunawa.

3. Manajer Bagian Perencanaan dan Pertanahan Deskripsi Tugas

a. Menyusun sasaran, rencana kerja dan anggaran bagian perencanaan dan pertanahan yang merupakan bagian dari RKAP Kantor Regional/Rusunawa.

b. Memberikan penugasan, pengendalian, pembinaan, dan penilaian kerja kepada Asisten Manajer dalam lingkup Bagian Perencanaan dan Pertanahan.

c. Mengelola sumber daya dan dana Bagian Perencanaan dan Pertanahan untuk melaksanakan kegiatan usaha.

d. Menyelenggarakan kegiatan perencanaan, yang meliputi analisa kelayakan lokasi, analisa pemanfaatan lahan (site plan), Buku Rencana Proyek 9BRP), perencanaan teknis (detail engineering) dan

analisa mengenai dampak lingkungan (amdal).

e. Mengusulkan hasil penyelenggaraan kegiatan perencanaan kepada GM Regional/Rusunawa dan atau Deputy GM Regional/Rusunawa untuk persetujuan tindak lanjut.

f. Mengadakan koordinasi teknis dan administrasi dengan Manajer Produksi & Peremajaan Lingkungan, Manajer Pemasaran, Manajer Keuangan, serta unit terkait untuk penyelenggaraan perencanaan.

g. Bersama Manajer Produksi & Peremajaan lingkungan, Manajer Pemasaran dan Manajer Keuangan membantu GM Regional/Rusunawa dan Deputy GM Regional/Rusunawa dalam melaksanakan tugas penyelenggara kegiatan perusahaan.

h. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan dalam lingkup Bagian Perencanaan dan Pertanahan.

i. Menyelenggarakan kegiatan pengelolaan (penerbitan atau pelaporan, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan dan pretension).

4. Asisten Manajer Sub Bagian Perencanaan Deskripsi Tugas

a. Melaksanakan pemilihan lokasi (site selection) bersama Asisten Manajer Pertanahan dan Asisten Manajer Pemasaran.

b. Melaksanakan rencana kelayakan, rencana teknis dan amdal.

c. Melaksanakan evaluasi terhadap hasil pemilihan lokasi, penyusunan rencana kelayakan, rencana teknik dan amdal melalui siding lokasi.

d. Mengendalikan pelaksanaan hasil perencanaan.

e. Menyelenggarakan kegiatan administrasi perencanaan.

f. Melaksanakan pembinaan SDM dalam lingkup tugas dan tanggung jawabnya.

g. Bersama Asisten Manajer Pertanahan membantu Manajer Perencanaan dan Pertanahan dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan perencanaan dan pertanahan.

5. Asisten Manajer Sub Bagian Pertanahan Deskripsi Tugas

a. Melaksanakan penyelanggaran kegiatan penyediaan tanah, meliputi aspek site selection sampai dengan mutasi hak, serta

perencanaan dan pertanahan.

6. Manajer Produksi, Pengelolaan dan Peremajaan Lingkungan Deskripsi Tugas

a. Menyusun sasaran, rencana kerja dan anggaran Bagian Produksi dan Pengelolaan dan Peremajaan Lingkungan yang merupakan bagian dari RKAP Kantor Regional/Rusunawa.

b. Memberikan penugasan, pengendalian, pembinaan dan penilaian kerja kepada para Asisten Manajer dalam lingkup Bagian Produksi dan Pengelolaan dan Peremajaan Lingkungan.

c. Mengelola sumber daya dan dana Bagian Perencanaan dan Pertanahan untuk melaksanakan kegiatan usaha.

d. Menyelenggarakan kegiatan produksi, pengelolaan, dan peremajaan lingkungan meliputi aspek pematangan tanah, pembangunan sarana dan prasarana, pembangunan rumah dan lain-lain, baik dikerjakan melalui mitra kerja maupun swakelola.

e. Mengadakan koordinasi teknis dan administrasi dengan GM Divisi Perencanaan, GM Divisi Pembangunan & P2L, Manajer Perencanaan & Pertanahan, Bagian-bagian Kantor Regional/Rusunawa serta unit terkait sehubungan dengan penyelenggaraan P3L.

f. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan dalam lingkup Bagian P3L.

g. Bersama Manajer Perencanaan & Pertanahan, Manajer Pemasaran dan Manajer Keuangan membantu GM Regional/Rusunawa dan Deputy GM Regional/Rusunawa dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan kegiatan perusahaan.

h. Mengendalikan pelaksanaan kegiatan dalam lingkungan Bagian Perencanaan dan Pertanahan.

i. Menyelenggarakan kegiatan pengelolaan (penerbitan atau pelaporan, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan dan pretensian) dan informasi dalam lingkup bidang P3L.

7. Asisten Manajer Sub Bagian Produksi

Deskripsi Tugas

a. Melaksanakan kegiatan pembangunan rumah beserta sarana dan prasarananya, melalui swakelola dan mitra kerja meliputi aspek pemberian pekerjaan, pelasanaan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan.

b. Melaksanakan penyelenggaraan administrasi pembangunan (P2L).

c. Melakukan pembinaan SDM dalam lingkup dan tanggung jawabnya.

d. Bersama Asisten Manajer Pengelolaan dan peremajaan lingkungan membantu Manajer Produksi & Peremajaan

Lingkungan dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan produksi

& peremajaan lingkungan.

8. Asisten Manajer Sub Bagian Pengelolan dan Peremajaan Lingkungan Deskripsi Tugas

a. Melaksanakan penyelenggaraan peremajaan lingkungan sejak studi kelayakan sampai dengan pengelolaan.

b. Melaksanakan pengelolaan lingkungan meliputi kegiatan pemeliharaan, perbaikan penyempurnaan & eksploitasi (P3E) melalui mitra kerja dan atau swakelola.

c. Melaksanakan penyelenggaraan administrasi kegiatan pengelolaan dan peremajaan lingkungan.

d. Melaksanakan pembinaan SDM dalam lingkup dan tanggung jawabnya.

e. Bersama Asisten Manajer Produksi membantu Manajer Produksi

& Peremajaan Lingkungan dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan produksi & peremajaan lingkungan.

9. Manajer Pemasaran

Deskripsi Tugas

a. Menyusun sasaran, rencana kerja dan anggaran Bagian pemasaran yang merupakan bagian dari RKAP Kantor Regional/Rusunawa.

b. Memberikan penugasan, pengendalian, pembinaan dan penilaian kerja kepada Asisten Manajer dalam lingkup Bagian Pemasaran.

c. Mengelola sumber daya dan dana Bagian Pemasaran untuk melaksanakan kegiatan usaha.

d. Melaksanakan penyusunan riset pasar, strategi pemasaran, program kehumasan dan promosi.

e. Membina dan mengendalikan kegiatan pemasaran dan promosi kantor cabang dan kantor-kantor unit.

f. Melaksanakan penyelenggaraan administrasi kegiatan bidang pemasaran.

g. Bersama Manajer Perencanaan & Pertanahan, Manajer Produksi Pengelolaan & Peremajaan Lingkungan dan Manajer Keuangan membantu GM Regional dan Deputy GM Regional dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan kegiatan perusahaan.

h. Melaksanakan pembinaan SDM dalam lingkup dan tanggung

10. Asisten Manajer Sub Bagian Pemasaran Deskripsi Tugas

a. Melaksanakan riset pasar, strategi pemasaran (termasuk cara promosi dan strategi harga).

b. Membina dan mengendalikan pemasaran dan penjualan yang dilakukan oleh Kantor Cabang, maupun oleh Kantor-kantor unit (Pengelola Kasiba dan UPKB).

c. Melaksanakan penyelenggaraan administrasi kegiatan pemasaran.

d. Melaksanakan pembinaan SDM dalam lingkup dan tanggung jawabnya,

e. Bersama Asisten Manajer KSO & Humas membantu Manajer Pemasaran dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemasaran.

11. Asisten Manajer Sub Bagian Kerja Sama Operasi dan Humas Deskripsi Tugas

a. Melaksanakan penyelenggaraan kerja sama operasi (KSO), penjualan kapling tanah matang, dan strategi pemasarannya (termasuk cara promosi dan strategi harga) dan bagi hasilnya.

b. Melaksanakan monitoring dan pengendalian kerja sama operasi.

c. Melaksanakan penyelenggaraan administrasi KSO.

d. Melaksanakan kegiatan Kehumasan.

e. Melaksanakan pembinaan SDM dalam lingkup dan tanggung jawabnya.

f. Bersama Asisten Manajer Pemasaran membantu Manajer Pemasaran dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemasaran.

12. Manajer Keuangan

Deskripsi Tugas

a. Menyusun sasaran, rencana kerja dan anggaran Bagian Keuangan yang merupakan bagian dari RKAP Kantor Regional/Rusunawa.

b. Memberikan penugasan, pengendalian, pembinaan dan penilaian kerja kepada para Asisten Manajer dalam lingkup Bagian Keuangan.

c. Mengeloa sumber daya dan dana Bagian Keuangan untuk melaksanakan kegiatan Kantor Regional/Rusunawa & Cabang.

d. Melaksanakan kegiatan pengelolaan dana perusahaan kegiatan akuntansi.

e. Melaksanakan pengendalian kegiatan pengelolaan keuangan di Kantor Regional/Rusunawa, Kantor Cabang dan Kantor-kantor Unit.

f. Melaksanakan penyelenggaraan administrasi kegiatan bidang

keuangan.

g. Melaksanakan pembinaan SDM dalam lingkup dan tanggung jawabnya.

h. Bersama Manajer Perencanaan & Pertanahan, Manajer Produksi Pengelolaan & Peremajaan Lingkungan dan Manajer Pemasaran membantu GM Regional/Rusunawa dan Deputy Regional/Rusunawa dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan kegiatan perusahaan.

i. Menyelenggarakan kegiatan pengelolaan (penerbitan atau pelaporan, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan dan pretensian) data informasi dalam lingkup bidang keuangan.

13. Asisten Manajer Sub Bagian Dana

Deskripsi Tugas

a. Melaksanakan penyelenggaraan kegiatan pengelolaan dana Kantor Regional/Rusunawa, membina dan mengendalikan pengelolaan dana kantor cabang dan kantor-kantor unit.

b. Melaksanakan penyelenggaraan administrasi kegiatan bidang dana.

c. Melaksanakan pembinaan SDM dalam lingkup dan tanggung jawabnya.

d. Bersama Asisten Manajer Akuntansi membantu Manajer Keuangan dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan keuangan.

14. Asisten Manajer Sub Bagian Akuntansi Deskripsi Tugas

a. Melaksanakan penyelenggaraan kegiatan Akuntansi Kantor Regional/Rusunawa, membina dan mengendalikan kegiatan akuntansi kantor cabang dan kantor-kantor unit.

b. Melaksanakan penyelenggaraan administrasi kegiatan bidang akuntansi.

c. Melaksanakan pembinaan SDM dalam lingkup dan tanggung jawabnya.

d. Bersama Asisten Manajer Dana membantu Manajer Keuangan dalam

melaksanakan tugas penyelenggaraan Keuangan.

D. Jaringan Kegiatan

Jaringan kegiatan Perum Perumnas Regional I Medan adalah : 1. Tugas Pokok Perum Perumnas Regional I Medan

Perum Perumnas Regional I Medan mempunyai tugas yaitu melaksanakan pembangunan perumahan rakyat beserta sarana dan prasarana lingkungannya yang mampu mewujudkan lingkungan permukiman yang sesuai dengan rencana pembangunan wilayah perkotaan.

2. Fungsi Perum Perumnas Regional I Medan

Fungsi Perum Perumnas Regional I Medan adalah melaksanakan kegiatan-kegiatan produktif, yang terkait melalui pelaksanaan pembangunan perumahan rakyat beserta sarana dan prasarana lingkungannya, yang sejalan dengan kebijakan pemerintah sehingga mampu menciptakan nilai tambah dari pemupukan dana dan investasi yang dikeluarkan.

E. Kinerja Usaha Terkini

Perum Perumnas tersebar diseluruh kota di Indonesia, Perum Perumnas terdiri dari 7 Kantor Regional dan 1 Regional Rusunawa. Perumnas Klender merupakan kawasan pemukiman pertama yang dirancang oleh Perumnas dengan mengusung konsep integrasi antara landed house dengan hunian vertikal dalam satu kawasan. Dahulu, kawasan Klender hanyalah sebuah kampung yang sepi dan banyak rawa. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Perumnas Klender tumbuh menjadi kawasan yang pemukiman yang

lengkap. Selain itu, Perumnas juga melebarkan sayap dengan dengan membangun kawasan perumahan untuk wartawan di Depok. Bendera Perumnas pun kian berkibar dan mulai dikenal sebagai penyedia perumahan untuk masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.

Perumnas mulai membangun perumahan di berbagai wilayah diantaranya Perumnas Panakukang di Makassar, Perumnas Banyumanik di Semarang Selatan, Perumnas Helvetia di Medan, Perumnas Bekasi di Bekasi, Perumnas Antapani di Bandung, Perumnas Mojosongo di Solo, Perumnas Condong Catur di Yogyakarta, Perumnas Sawojajar di Malang, hingga Perumnas Nusa Dua di Bali. Kini, kota- kota tersebut telah menjelma sebagai kota satelit atau kota penyangga ibu kota.

Salah satu yang dikerjakan oleh Perumnas adalah dengan mendirikan Rumah Susun Tanah Abang sebagai proyek rintisan strategi penataan pembangunan urban renewal di Jakarta. Hunian vertikal juga dibangun di Cengkareng, Klender, Sarijadi - Bandung, dan Menanggal - Surabaya.

Pembangunan rumah susun dalam rangka menyediakan perumahan untuk rakyat didukung dengan adanya program 1000 tower. Program ini merangsang rumah susun dan apartemen murah untuk siap dihuni oleh masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal.

F. Rencana Kegiatan

sejumlah kawasan hunian seperti Sentra Timur Residence di Jakarta Timur, Rusunami City Park di Cengkareng, Setraland di Semarang, Kompleks Perumnas Bumi Tamalanrea Permai di Sulawesi Selatan, Grand Center Poin di Bekasi, serta pengembangan hunian asri.

Selain itu, Perumnas juga bersinergi dengan BUMN. Kota Baru Kwala Berkala merupakan kawasan hunian pertama hasil sinergi Perumnas dengan PTPN II. Perumnas juga bersinergi dengan Pemda untuk membangun perumahan untuk menambah pasokan tempat tinggal di masa depan.

BAB III

PENERAPAN PERHITUNGAN PPH PASAL 21 PADA PERUM PERUMNAS REGIONAL I MEDAN

A. Pengertian, Fungsi, dan Asas Pemungutan Pajak 1. Pengertian pajak

Secara umum pajak adalah pungutan wajib yang dibayar rakyat untuk negara dan akan digunakan untuk kepentingan pemerintah dan masyarakat umum. Rakyat membayar pajak tidak akan merasakan manfaat dari pajak secara langsung, karena pajak digunakan untuk kepentingan umum bukan untuk kepentingan pribadi.

Selain hal tersebut diatas, terdapat berbagai macam definisi pajak di berbagai kalangan para ahli di bidang perpajakan. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

a. Menurut Soemitro, pajak merupakan iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal balik (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.(Resmi, 2014)

b. Menurut Djajadiningrat pajak adalah sebagai suatu kewajiban menyerahkan sebagian dari kekayaan ke kas negara yang disebabkan suatu keadaan, kejadian, dan perbuatan yang memberikan kedudukan tertentu, tetapi bukan sebagai hukuman, menurut peraturan yang ditetapkan pemerintah serta dapat dipaksakan, tetapi tidak ada jasa timbal balik dari negara secara langsung untuk memelihara kesejahteraan secara umum.(Resmi, 2014)

c. Menurut Feldmann pajak adalah prestasi yang dipaksakan

Dari beberapa definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pajak memiliki ciri-ciri yang melekat yaitu sebagai berikut :

1. Pajak dipungut berdasarkan atau dengan kekuatan undang-undang serta aturan pelaksanaannya.

2. Dalam pembayaran pajak tidak dapat ditunjukkan adanya kontraprestasi individual oleh pemerintah.

3. Pajak dipungut oleh negara, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

4. Pajak diperuntukkan bagi pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang bila dari pemasukannya masih terdapat surplus, digunakan untuk membiayai public investment.

2. Fungsi pajak

Pajak memiliki kegunaan dan manfaat pokok dalam meningkatkan kesejahteraan umum. Suatu negara berharap kesejahteraan ekonomi masyarakatnya selalu meningkat. Dengan pajak sebagai salah satu sumber penerimaan negara diharapkan banyak melakukan ekspansi terutama dalam pembangunan sesuai dengan tujuan negara. Menurut Resmi (2014:3), ada dua macam fungsi pajak, yaitu:

a. Fungsi budgetair (sumber keuangan negara)

Pajak mempunyai fungsi budgetair, artinya pajak merupakan salah satu sumber penerimaan pemerintah untuk membiayai pengeluaran, baik pengeluaran rutin maupun pengeluaran pembangunan.

b. Fungsi regularend (pengatur)

Pajak mempunyai fungsi pengatur, artinya pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang social dan ekonomi, serta mencapai tujuan – tujuan tertentu di luar bidang keuangan.

3. Asas pemungutan pajak

Menurut Resmi (2014:10) ada tiga asas yang digunakan pemerintah untuk memungut pajak, yaitu:

a. Asas domisili (asas tempat tinggal)

Asas ini menyatakan bahwa negara berhak mengenakan pajak atas seluruh penghasilan wajib pajak yang bertempat tinggal di wilayahnya baik penghasilan yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

b. Asas sumber

Asas ini menyatakan bahwa negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber di wilayahnya tanpa memperhatikan tempat tinggal wajib pajak.

c. Asas kebangsaan

Asas ini menyatakan bahwa pengenaan pajak dihubungkan dengan kebangsaan negara.

B. Pengelompokan Pajak

Menurut Resmi (2014:7), pajak dapat dikelompokkan dalam beberapa jenis yaitu :

1. Pengelompokan pajak menurut golongannya a. Pajak langsung

Pajak langsung adalah pajak yang pembebanannya tidak dapat

Pajak langsung adalah pajak yang pembebanannya tidak dapat

Dokumen terkait