METODE PENELITIAN
4.1. Letak Geografis
4.2.1. Jumlah Penduduk
Penduduk Kelurahan Leuwigajah pada Desember 2015 tercatat berjumlah 35.553 orang dan pada Desember 2016 berjumlah 39.570 orang, terdiri dari 20.004 laki-laki dan 19.566 perempuan dengan jumlah KK sebanyak 10.211KK.
Terdapat angka pertambahan penduduk sebanyak 4.017 orang dalam satu tahun.
Angka pertambahan sebesar ini di antaranya disebabkan oleh migrasi masuk yang tinggi ke Kelurahan Leuwigajah, faktor penyebabnya adalah banyaknya industri tekstil dan garmen di kelurahan-kelurahan yang berbatasan dengan Leuwigajah dan banyak menyerap tenaga kerja pendatang dari luar, sehingga para pendatang ini masuk menjadi penduduk dengan KTP Leuwigajah.
Sedangkan Jumlah masyarakat di Kampung Cireundeu sendiri menurut data RW 10 tahun 2016 terdiri dari 263 KK. Adapun jumlah penduduk usia kerja (15 sampai 64 thn) di wilayah Kelurahan Leuwigajah sebanyak 26.196 orang atau 66,20 persen dari jumlah penduduk. Sedangkan kepadatan penduduk Kelurahan Leuwigajah sudah mencapai 1233 jiwa/km2 (BPS Kota Cimahi, 2016).
66 4.2.2. Agama
Penduduk wilayah Kampung Cireudneu terdiri dari masyarakat yang memiliki perbedaan keyakinan. Peduduk Kampung Cireudeu sebagian besar memeluk agama Islam. Selain penduduk yang beragama islam, terdapat peduduk yang berkeyakinan lain seperti Sunda Wiwitan. Meskipun masyarakat di Kampung Cireundeu memiliki agama dan kepercayaan yang berbeda, namun dalam pelaksanaan keagamaan meraka saling toleransi dan saling menghargai.
Jumlah penduduk berdasarkan agama atau kepercayaan dapat dilihat secara terperinci dalam Tabel 11 sebagai berikut.
Tabel 11. Jumlah Penganut Agama/Kepercayaan di Kampung Cireundeu
No Agama/Kepercayaan Jumlah Penduduk
1 Islam 757
2 Sunda Wiwitan 269
4 Lainnya 5
Sumber: Kampung Cireundeu Tahun 2017 (diolah)
Pada Tabel 11, menunjukan bahwa penduduk yang beragama islam di Kampung Cireundeu sebanyak 757 jiwa dan merupakan agama yang dianut oleh mayoritas penduduk di Kampung Cireundeu. Berikutnya agama/kepercayaan terbanyak kedua yang dianut oleh penduduk Kampung Cireundeu adalah kepercayaan sunda wiwitan yaitu sebanyak 269 jiwa. Adapun agama atau kepercanyaan lainnya yang berada di Kampung Cireundeu adalah sebanyak 5 jiwa.
4.2.3. Pekerjaan
Pekerjaan atau mata pencaharian adalah sumber utama dalam menunjang kebutuhan hidup sehari-hari. Pekerjaan menjadi tumpuan agar bisa mendapatkan
67 penghasilan guna mencukupi kebutuhan hidup. Berbagai macam status pekerjaan yang dilakukan oleh penduduk di Kampung Cireundeu dapat dilihat pada Tabel 12 sebagai berikut.
Tabel 12. Jumlah Penduduk Berdasarkan Status Pekerjaan di Kampung Cireundeu
No Status Pekerjaan Utama Jumlah Penduduk
1 Petani 50
2 Karyawan swasta 126
3 Buruh harian lepas 173
4 Wiraswasta 48
5 Ibu Rumah Tangga 297
7 Pelajar/Mahasiswa 230
8 Lainnya 48
Sumber: Kampung Cireundeu Tahun 2017 (diolah)
Pada Tabel 12 dapat dilihat bahwa mayoritas penduduk Kampung Cireundeu RW 10 mayoritas bermata pencaharian sebagai Buruh harian lepas.
Hal tersebut dikarenakan masih minimnya tingkat pendidikan pada masyarakat tersebut. Sedangkan pada kaum wanita yang sudah menikah kebanyakan melakukan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, dan untuk pekerjaan sebagai petani tanaman yang ditanam adalah jenis tanaman singkong yang merupakan bahan pangan pokok sebagian penduduk Kampung Cireundeu.
Mata pencaharian yang lain, yang paling banyak dikerjakan dari penduduk Kampung Cireundeu adalah karyawan swasta dan wiraswasta. Sedangkan untuk pekerjaan yang terkait dengan lainnya yaitu pekerjaan seperti pegawai negri sipil (PNS), belum/tidak bekerja, peternak, ataupun pegawai honorer dinas PLK sebagai pengangkut sampah di Kota Cimahi.
68 4.2.4. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat yang berperan meingkatkan kualitas hidup. Kecenderungannya semakin tinggi pendidikan suatu masyarakat maka akan semakin baik kualitas sumberdaya manusia. Berikut adalah jumlah penduduk dengan pendidikan tertinggi yang ditamatkan di Kampung Cireundeu Kelurahan Lewigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.
Tabel 13. Jumlah Penduduk dengan Pendidikan Tertinggi di Kampung Cireundeu
No Pendidikan Tertinggi Jumlah Penduduk
1 Tidak/Belum Pernah Sekolah 9
2 Tidak/Belum Tamat SD 38
3 SD/MI/Sederajat 433
4 SLTP/MTs/Sederajat 78
5 SLTA/MA/Sederajat 326
6 Perguruan Tinggi/Universitas/Sederajat 41
Sumber: BPS Kota Cimahi 2016
Pada Tabel 13, menunjukan bahwa pendidikan yang berada di Kampung Cireundeu masih minim, hal tersebut dilihat dari data jumlah penduduk yang mayoritas masih tamatan SD dengan jumlah 433 orang, sedangkan pada peringkat kedua yang lebih tinggi lagi yaitu pada tingkat pendidikan SMA dengan mencapai 326 orang, dengan kebanyakan orang pendatang yang bekerja sebagai karyawan swasta. Dan pada tingkat ketiga pendidikan yang banyak ditempuh adalah sampai SLTP atau SMP dengan jumlah penduduk mencapai 78 orang. Dapat disimpulkan bahwa karateristik masyarakat Kampung Cireundeu masih minim dalam pemahaman pentingnya pendidikan.
69 4.3. Sumber Daya Lokal
Sumber daya lokal adalah seluruh potensi yang dimiliki suatu daerah/wilayah dan merupakan modal sosial yang dapat digunakan dalam rangka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Dalam kaitan dengan sumber daya maka Kampung Cireundeu memiliki sumber daya lokal berupa sumber daya alam dan sumber daya manusia. Dalam komunitas Kampung Cireundeu sumber daya yang tersedia khususnya sumber daya alam, belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan pendapatan sehari-hari warga komunitas, dan dapat dilihat pada gambar 8 sebagai berikut.
Gambar 8. Peta Kampung Cireundeu Kelurahan Lewigajah
Sumber: google map, 2017
70 Berdasarkan Gambar 8 luas areal tanah yang biasa dipakai untuk kegiatan budidaya tanaman singkong dan tanaman jenis lainnya oleh masyarakat Kampung Cireundeu sekitar 28 Ha dengan jenis tanaman palawija di antaranya singkong, ubi jalar, kacang tanah dan jagung. lahan yang dipergunakan untuk tanaman singkong sekitar 25 Ha, untuk tanaman jagung 3 Ha, sedangkan tanaman kacang tanah dan ubi jalar biasanya dibudidayakan dengan sistem tumpang sari. Budidaya singkong di Kampung Cireundeu sudah intensif dilakukan baik dari segi budidaya maupun pengolahannya, pemeliharaan singkongnya pun sangat mudah sehingga setiap orang dapat memeliharanya.
Hasil pengolahan sebagian dijual dengan cara konsumen datang ke lokasi atau hasil olahan dikirim sesuai pesanan. Tanaman hortikultura seperti sawi, tomat, cabe dan jenis tanaman buah-buahan biasanya ditanam dalam rangka pemanfaatan lahan pekarangan saja (Diskopindagtan, 2009).
Di bidang peternakan masyarakat Kampung Cireundeu mengusahakan ternak domba dan ayam. Populasi ternak di Kampung Cireundeu yang paling dominan adalah ternak domba yakni sekitar 380 ekor, sedangkan ternak ayam ayam hanya sekitar 100 ekor. Hal ini karena ternak domba dapat digunakan untuk pemanfaatan limbah singkong berupa kulit singkong dan daun singkong sebagai makanannya (Diskopindagtan, 2009).
BAB V