• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah SDM Lembaga Kesejahteraan Sosial yang

AKUNTABILITAS KINERJA

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA SASARAN 2016

1. Jumlah SDM Lembaga Kesejahteraan Sosial yang

mengikuti pelatihan dalam rangka

peningkatan pengetahuan

100 % 105,6%

0,94%

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa capaian kinerja indikator 1 sasaran 4 pada tahun 2015 yaitu 105,6%. Persentase ini dihasilkan dengan realisasi indikator 1 pada tahun 2015 yaitu sebesar 1014 Orang dengan target 960 orang. Perbandingan capaian pada tahun 2016 dan 2015 yaitu 0,94%. Jika dibandingkan capaian kedua tahun tersebut, dapat dilihat bahwa capaian pada tahun 2016 mengalami penurunan.

Pelaksanaan kegiatan untuk mencapai indikator kinerja berhubungan dengan penyerapan anggaran dari program prioritas dan anggaran. Jika dilihat dari realisasi anggaran per indikator sasaran, penyerapan anggaran pada indikator 1 sasaran 4 sebesar 2,1% dari total anggaran langsung Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.

Anggaran dan realisasi belanja langsung tahun 2016 yang dialokasikan untuk program/kegiatan yang mendukung indikator 1 sasaran 4 dalam pencapaian sasaran pembangunan disajikan pada tabel berikut:

Tabel 3.19

Pencapaian Kinerja dan Anggaran Pada Indikator 1 Sasaran 4 No Sasaran/

Indikator

Kinerja Anggaran (Rp) Target Realisasi Capaian

(%) Alokasi Realisasi % Reali sasi 1 Jumlah SDM Lembaga Kesejahteraan Sosial yang mengikuti pelatihan dalam rangka peningkatan pengetahuan 552 Orang 552 Orang 100 300.000.000 299.526.000 99,8

Sasaran 4 memiliki realisasi kinerja lebih tinggi daripada realisasi anggarannya, dimana realisasi anggarannya mencapai 99,8% namun realisasi kinerjanya telah mencapai 100%. Efisiensi anggaran menunjukkan bagaimana sasaran dengan indikator yang dirumuskan telah berhasil dicapai dengan memanfaatkan sumber daya/input tertentu.

Jumlah SDM Lembaga Kesejahteraan Sosial yang mengikuti pelatihan dalam rangka peningkatan pengetahuan dengan target 552 Orang terealisasi sebesar 552 Orang atau 100%. Capaian kinerja ini dicapai dengan alokasi anggaran APBD sebesar Rp. 300.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 299.526.000,- atau 99,8%.

Berdasarkan penyerapan anggaran untuk realisasi indikator 1 pada sasaran 4 seperti yang terlihat pada tabel 3.25 dapat diketahui tingkat efisiensi jika dibandingkan dengan realisasi fisik dari program/kegiatan yang mendukung indikator 1 pada sasaran 4. Tingkat efisiensi indikator 1 dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.20

Efisiensi Penggunaan Sumber Daya Pada Indikator 1 Sasaran 4 No Sasaran Indikator Kinerja %

Capaian Kinerja (>100%) % Penyerapan Anggaran Tingkat Efisiensi 1 Peningkatan pengetahuan, kemampuan SDM dan kelembagaan kesejahteraan sosial dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial Jumlah SDM Lembaga Kesejahteraan Sosial yang mengikuti pelatihan dalam rangka peningkatan pengetahuan 100% 99,8 0,2

Berdasarkan tabel di atas, jumlah SDM Lembaga Kesejahteraan Sosial yang mengikuti pelatihan dalam rangka peningkatan pengetahuan dengan capaian kinerja sebesar 100% dan penyerapan anggaran sebesar 99,8%. Tingkat efisiensi kinerja pada indikator 1 sasaran 4 efisien sebesar 0,2%.

Pencapaian indikator 1 “Jumlah SDM Lembaga Kesejahteraan Sosial yang mengikuti pelatihan dalam rangka peningkatan pengetahuan” didukung dengan 1 program, yaitu :

1. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

a. Peningkatan kemampuan PSM sebagai relawan sosial b. Peran karang taruna dalam pelayanan kesos

Capaian kinerja indikator 1 sasaran 4 pada tahun 2016 jika dibandingkan dengan tahun 2015 mengalami penurunan angka capaian kinerja. Penurunan angka ini bukanlah merupakan sebuah kegagalan dikarenakan jumlah SDM yang mengikuti pelatihan berdasarkan dengan jumlah SDM yang ada di masyarakat disesuaikan dengan pelatihan yang dapat dilaksanakan oleh Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan alokasi anggaran langsung yang dimiliki. Terhadapkinerja yang telah dilaksanakan dapat dijadikan solusi untuk peningkatan target kinerja pada tahun berikutnya yaitu peningkatan konsistensi bagi SDM PSKS untuk terus meningkatkan kemampuan.

Dalam manajemen pembangunan berbasis kinerja dan perbaikan pelayanan publik, setiap organisasi pemerintah melakukan pengukuran dan pelaporan atas kinerja institusi dengan menggunakan indikator yang jelas dan terukur. Bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah, LKj menjadi bagian dari upaya pertanggungjawaban dan mendorong akuntabilitas publik. Sementara bagi publik sendiri, LKj akan menjadi ukuran akan penilaian dan juga keterlibatan publik untuk menilai kualitas kinerja pelayanan dan mendorong tata kelola pemerintahan yang baik.

LKj bagi Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan juga menjadi punya makna strategis, sebagai bagian dari penerjemahan tugas dan fungsi Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan. Pengukuran-pengukuran kinerja telah dilakukan, dan dikuatkan dengan data pendukung yang mengurai bukan hanya pencapaian tahun pelaporan 2016, namun juga melihat pencapaian dari tahun ke tahun, dan kontribusinya untuk pencapaian target akhir RENSTRA. Secara umum, nampak bahwa kinerja Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2016 adalah sangat baik, karena terdapat 2 indikator yang memenuhi kriteria sangat tinggi dan 3 indikator dengan kriteria tinggi.

Dari evaluasi dan analisis atas pencapaian sasaran dan IKU yang sudah diuraikan dalam bab III, terlihat bahwa kerja keras telah dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan untuk memastikan pencapaian kinerja sebagai prioritas dalam pembangunan daerah. Upaya ini telah mencakup perumusan dan penetapan kinerja tahunan dan juga menengah sebagai bagian dari kebijakan strategis maupun tahunan daerah, khususnya dalam RENSTRA dan RENCANA KERJA (RENJA)2016, yang mencakup juga penentuan program/kegiatan dan alokasi anggarannya. Juga mencakup bukan hanya sekedar pelaksanaan program/kegiatan yang rutin dilakukan, namun juga pengembangan inovasi dalam berbagai bentuk.

Namun demikian, beberapa tantangan perlu menjadi fokus bagi perbaikan kinerja Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan ke depan. Di dalam lingkungan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan sendiri, ini bisa berarti perlunya peningkatan efektivitas dan pencapaian kinerja sehingga beberapa tantangan ini bisa dijawab.

Sebagai bagian dari perbaikan kinerja pemerintah daerah yang menjadi tujuan dari penyusunan LKj, hasil evaluasi capaian kinerja ini juga penting dipergunakan oleh instansi di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan untuk perbaikan perencanaan dan pelaksanaan program/kegiatan di tahun yang akan datang.

BAB IV

PENUTUP

Beberapa permasalahan dan solusi yang sudah dirumuskan akan menjadi tidak punya makna jika hanya berhenti menjadi laporan saja, namun harus ada rencana dan upaya konkret untuk menerapkannya dalam siklus perencanaan dan pelaksanaannya. Hal ini akan menjadikan LKj benar-benar menjadi bagian dari sistem monitoring dan evaluasi untuk pijakan peningkatan kinerja pemerintahan dan perbaikan layanan publik yang semakin baik pada Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.

Dokumen terkait