• Tidak ada hasil yang ditemukan

Halaman ini sengaja dikosongkan

BAB 4 K EUANGAN DAERAH

Realisasi belanja APBD Provinsi Gorontalo triwulan I-2010 mencapai 13,97%, lebih rendah dibandingkan realisasi triwulan I-2009 sebesar 19,02%, sementara itu realisasi pendapatan menurun 10,91%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 28,99%.

4.1 PENDAPATAN DAERAH

Realisasi pendapatan Provinsi Gorontalo pada triwulan I-2010 menurun dibandingkan triwulan I-2009. Secara nominal, realisasi triwulan I-2010 sebesar Rp 60,21

Miliar dengan capaian 10,91% dari anggaran APBD 2010, capaian ini menurun secara persentase realisasi dan secara nominal dibandingkan triwulan I-2009 yang sebesar 28,99%. Menurunnya kinerja pendapatan daerah terutama disebabkan menurunnya capaian di sisi realisasi Dana Perimbangan Pusat yang pencapaiannya menurun secara signifikan.

Tabel 4.1

Anggaran Induk dan Realisasi Pendapatan APBD Provinsi Gorontalo

Sumber : Badan Keuangan Prov. Gorontalo

Sisi dana perimbangan mengalami penurunan realisasi terhadap target anggaran yang ditetapkan. Posisi dana perimbangan yang terelisasi sampai dengan akhir triwulan I-2010 sebesar Rp 33,39 Miliar dengan realisasi sebesar 7,38% dari anggaran induk, hal tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 130,78 Miliar dengan persentase realisasi 28,58%. Menurunnya realisasi dana perimbangan pada triwulan I-2010 lebih didorong menurunnya realisasi Dana Alokasi Umum yang hanya mencapai 8,60% sementara periode yang sama tahun sebelumnya terealisasi sebesar 33,33%.

Sementara itu penghimpunan pajak daerah mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan penghimpunan pajak kendaraan bermotor. Pada triwulan I-2010, Pemerintah Daerah berhasil menghimpun pajak

Nominal Pencapaian (%) Nominal Pencapaian (%)

Pendapatan Asli Daerah 76.980.000.000 24.145.496.109 31,37 103.283.066.210 26.820.074.585 27,00 Pajak daerah 72.160.000.000 20.350.218.813 28,20 93.420.724.011 25.151.397.285 29,89

Pajak Kendaraan Bermotor 24.889.144.538 6.455.906.300 25,94 11.742.615.224 8.563.116.400 30,34 Pajak Kendaraan di Air 25.000.000 - - 25.000.000 - -Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 25.661.714.763 8.434.223.300 32,87 57.322.124.099 11.095.677.000 31,67 Bea Balik Nama Kendaraan Di Air 15.000.000 - - 15.000.000 - -Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 21.434.140.699 5.432.070.593 25,34 24.180.984.688 5.468.832.830 26,34 Pajak Air Permukaan 120.000.000 24.885.000 20,74 120.000.000 17.549.155 17,98 Pajak Air Bawah Tanah 15.000.000 3.133.620 20,89 15.000.000 6.221.900 47,09

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 500.000.000 - - 550.000.000 - -Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 4.320.000.000 3.795.277.296 87,85 9.312.342.199 1.668.677.300 10,98 Dana Perimbangan 457.524.910.000 130.780.980.405 28,58 430.749.380.658 33.395.902.000 7,38

Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 17.853.650.000 1.339.228.405 7,50 19.263.660.658 - -Dana Alokasi Umum 388.325.260.000 129.441.752.000 33,33 400.750.820.000 33.395.902.000 8,60 Dana Alokasi Khusus 51.346.000.000 - - 10.734.900.000 - -Dana Darurat - - -Dana Penyesuaian - - - -

-Jumlah Pendapatan 534.504.910.000 154.926.476.514 28,99 534.032.446.868 60.215.976.585 10,91

I - 2009

44 KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. GORONTALO TRIWULAN I-2010| BANK INDONESIA

daerah sebesar Rp 25,15 Miliar dengan pencapaian 29,89% melebihi penghimpunan pajak triwulan I-2009 sebesar Rp 20,35 Miliar dengan pencapaian 28,20%.

Upaya pemerintah daerah meningkatkan self financing melalui peningkatan penghimpunan pajak daerah telah berjalan cukup baik. Komposisi PAD telah meningkat sebesar 44,54% sementara dana perimbangan mencapai 55,46%. Meningkatnya komposisi PAD terhadap total anggaran lebih didorong oleh menurunnya realisasi Dana Perimbangan pada triwulan laporan.

Tabel 4.2

Komposisi Pendapatan APBD Provinsi Gorontalo (dalam %)

4.2 BELANJA DAERAH

Realisasi belanja Provinsi Gorontalo pada triwulan I-2010 lebih rendah dibandingkan triwulan I-2009. Pada triwulan laporan, tercatat Rp 79,35 Miliar dana

APBD telah dibelanjakan dengan persentase realisasi mencapai 13,97%, lebih rendah dibandingkan triwulan I-2009 dengan pencapaian realisasi sebesar Rp 101,66 Miliar dengan persentase realisasi mencapai 19,02%. Kondisi ini terutama didorong oleh penurunan pos belanja modal secara signifikan, sementara pos belanja pegawai dan pos belanja barang dan jasa sedikit mengalami kenaikan. Pada APBD 2010, pemerintah meningkatkan pagu anggaran belanja modal dari Rp 99 Miliar menjadi Rp 111 Miliar namun realisasi yang berjalan terkesan lambat.

Tabel 4.3

Anggaran Induk dan Realisasi Belanja APBD Provinsi Gorontalo

Nominal Komposisi (%) Nominal Komposisi (%)

Pendapatan Asli Daerah 76.980.000.000 24.145.496.109 15,59 103.283.066.210 26.820.074.585 44,54 Pajak daerah 72.160.000.000 20.350.218.813 13,14 93.420.724.011 25.151.397.285 41,77

Pajak Kendaraan Bermotor 24.889.144.538 6.455.906.300 4,17 11.742.615.224 8.563.116.400 14,22 Pajak Kendaraan di Air 25.000.000 - - 25.000.000 - -Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor 25.661.714.763 8.434.223.300 5,44 57.322.124.099 11.095.677.000 18,43 Bea Balik Nama Kendaraan Di Air 15.000.000 - - 15.000.000 - -Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 21.434.140.699 5.432.070.593 3,51 24.180.984.688 5.468.832.830 9,08 Pajak Air Permukaan 120.000.000 24.885.000 0,02 120.000.000 17.549.155 0,03 Pajak Air Bawah Tanah 15.000.000 3.133.620 0,00 15.000.000 6.221.900 0,01

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 500.000.000 - - 550.000.000 - -Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 4.320.000.000 3.795.277.296 2,45 9.312.342.199 1.668.677.300 2,77 Dana Perimbangan 457.524.910.000 130.780.980.405 84,41 430.749.380.658 33.395.902.000 55,46

Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 17.853.650.000 1.339.228.405 0,86 19.263.660.658 - -Dana Alokasi Umum 388.325.260.000 129.441.752.000 83,55 400.750.820.000 33.395.902.000 55,46 Dana Alokasi Khusus 51.346.000.000 - - 10.734.900.000 - -Dana Darurat - - - -Dana Penyesuaian - - - -

-Jumlah Pendapatan 534.504.910.000 154.926.476.514 100,00 534.032.446.868 60.215.976.585 100,00

I - 2009

Pendapatan Daerah APBD 2009 APBD 2010 I-2010

Nominal Pencapaian (%) Nominal Pencapaian (%)

Belanja Tidak Langsung 209.294.011.350 48.143.413.600 23,00 261.960.951.852 46.918.341.789 17,91 Belanja Pegawai 150.952.011.350 32.308.051.879 21,40 173.594.813.052 38.869.163.182 22,39 Belanja Subsidi 2.652.000.000 660.960.000 24,92 5.300.000.000 - -Belanja Hibah 8.500.000.000 3.017.650.000 35,50 8.500.000.000 2.875.900.000 33,83 Belanja Bantuan Sosial 2.700.000.000 1.383.150.000 51,23 3.000.000.000 1.103.375.786 36,78 Belanja Bagi Hasil Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 35.690.000.000 8.156.654.871 22,85 38.500.000.000 2.501.093.171 6,50 Belanja Bantuan Keuangan Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 6.300.000.000 2.616.946.850 41,54 30.566.138.800 1.568.809.650 5,13 Belanja Tidak Terduga 2.500.000.000 - - 2.500.000.000 - -Belanja Langsung 325.210.898.650 53.514.552.430 16,46 306.256.934.706 32.435.808.661 10,59 Belanja Pegawai 23.901.166.696 2.709.205.789 11,34 23.969.649.454 1.910.415.130 7,97 Belanja Barang dan Jasa 201.759.691.455 22.556.345.601 11,18 170.441.404.162 24.644.216.573 14,46 Belanja Modal 99.550.040.499 28.249.001.040 28,38 111.845.881.090 5.881.176.958 5,26 Jumlah Belanja 534.504.910.000 101.657.966.030 19,02 568.217.886.558 79.354.150.450 13,97

Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo

I - 2009

BANK INDONESIA | KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. GORONTALO TRIWULAN I-2010 45

Kualitas APBD Gorontalo triwulan I-2010 lebih diarahkan pada kepentingan konsumsi sementara tujuan investasi relatif menurun. Komposisi pos belanja modal menurun secara signifikan dari 27,79% pada triwulan I-2009 menjadi hanya berkisar 7,41% pada triwulan I-2010. Sementara komposisi pos belanja konsumsi meningkat dari 73,21% pada triwulan I-2009 menjadi 92,59% pada triwulan I-2010. Hal ini perlu mendapat perhatian mengingat kegiatan investasi lebih memberikan multiplier effect bagi pengembangan ekonomi daerah dibandingkan kegiatan konsumsi.

Tabel 4.4

Komposisi Belanja APBD Provinsi Gorontalo

4.3. KONTRIBUSI REALISASI APBD GORONTALO TERHADAP SEKTOR RIIL DAN UANG BEREDAR

Kinerja fiskal selama tahun 2010 belum menunjukkan perubahan yang signifikan terhadap stimulan sektor riil. Realisasi anggaran konsumsi pemerintah memberikan pangsa 3,87%, sementara itu belanja modal memberikan pangsa 0,31%.

Tabel 4.5

Stimulus Fiskal APBD terhadap Sektor Riil

Disisi pengaruhnya terhadap uang beredar, realisasi anggaran APBD Gorontalo sampai dengan akhir triwulan I-2010 menunjukkan ekspansi. Ekspansi terjadi karena realisasi dari pengeluaran APBD lebih besar dibandingkan realisasi penerimaan APBD. Kebijakan ekspansif yang telah diterapkan pemerintah daerah diperkirakan mampu memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi Gorontalo selama tahun 2010.

Nominal Komposisi (%) Nominal Komposisi (%)

Belanja Tidak Langsung 209.294.011.350 48.143.413.600 47,36 261.960.951.852 46.918.341.789 59,13

Belanja Pegawai 150.952.011.350 32.308.051.879 31,78 173.594.813.052 38.869.163.182 48,98 Belanja Subsidi 2.652.000.000 660.960.000 0,65 5.300.000.000 - -Belanja Hibah 8.500.000.000 3.017.650.000 2,97 8.500.000.000 2.875.900.000 3,62 Belanja Bantuan Sosial 2.700.000.000 1.383.150.000 1,36 3.000.000.000 1.103.375.786 1,39 Belanja Bagi Hasil Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 35.690.000.000 8.156.654.871 8,02 38.500.000.000 2.501.093.171 3,15 Belanja Bantuan Keuangan Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 6.300.000.000 2.616.946.850 2,57 30.566.138.800 1.568.809.650 1,98 Belanja Tidak Terduga 2.500.000.000 - - 2.500.000.000 -

-Belanja Langsung 325.210.898.650 53.514.552.430 52,64 306.256.934.706 32.435.808.661 40,87

Belanja Pegawai 23.901.166.696 2.709.205.789 2,67 23.969.649.454 1.910.415.130 2,41 Belanja Barang dan Jasa 201.759.691.455 22.556.345.601 22,19 170.441.404.162 24.644.216.573 31,06 Belanja Modal 99.550.040.499 28.249.001.040 27,79 111.845.881.090 5.881.176.958 7,41

Jumlah Belanja 534.504.910.000 101.657.966.030 100,00 568.217.886.558 79.354.150.450 100,00

I - 2009

Belanja Daerah APBD 2009 APBD 2010 I-2010

Nominal %PDRB Nominal %PDRB

Konsumsi Pemerintah 434.954.869.501 73.408.964.990 4,44 456.372.005.468 73.472.973.492 3,87

Belanja Pegawai 174.853.178.046 35.017.257.668 2,12 197.564.462.506 40.779.578.312 2,15 Belanja Subsidi 2.652.000.000 660.960.000 0,04 5.300.000.000 - -Belanja Hibah 8.500.000.000 3.017.650.000 0,18 8.500.000.000 2.875.900.000 0,15 Belanja Bantuan Sosial 2.700.000.000 1.383.150.000 0,08 3.000.000.000 1.103.375.786 0,06 Belanja Bagi Hasil Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 35.690.000.000 8.156.654.871 0,49 38.500.000.000 2.501.093.171 0,13 Belanja Bantuan Keuangan Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 6.300.000.000 2.616.946.850 0,16 30.566.138.800 1.568.809.650 0,08 Belanja Tidak Terduga 2.500.000.000 - - 2.500.000.000 - -Belanja Barang dan Jasa 201.759.691.455 22.556.345.601 1,37 170.441.404.162 24.644.216.573 1,30

Pembentukan Modal Tetap Bruto 99.550.040.499 28.249.001.040 1,71 111.845.881.090 5.881.176.958 0,31

Belanja Modal 99.550.040.499 28.249.001.040 1,71 111.845.881.090 5.881.176.958 0,31

Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo

*) PDRB Q1-2010 Proyeksi Bank Indonesia Gorontalo

Realisasi Q1-2010* APBD 2010

46 KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. GORONTALO TRIWULAN I-2010| BANK INDONESIA Tabel 4.6

Dampak APBD terhadap Uang Beredar

4.4. PERKEMBANGAN KEUANGAN DAERAH 2010

Anggaran keuangan daerah tahun 2010 diperkirakan lebih rendah dibandingkan anggaran tahun 2009. Kondisi ini menjadi kendala manakala Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota masih mengandalkan dana pemda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Adapun perbandingan anggaran tahun 2009 terhadap anggaran tahun 2010 ditampilkan dalam tabel berikut ini :

Tabel 4.7

APBD 2009 vs APBD 2010

Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo

Secara agregat pendapatan kabupaten/kota/provinsi akan meningkat sebesar 2,65% dibandingkan anggaran tahun sebelumnya. Sementara di peningkatan belanja hanya mencapai 0,62% dari anggaran sebelumnya dengan penurunan terbesar pada belanja langsung 8,76%. Kondisi ini akan berpengaruh langsung pada melambatnya pertumbuhan konsumsi pemerintah di tahun 2010.

Nominal %PDRB Nominal %PDRB

Pendapatan 534.504.910.000,00 154.926.476.513,56 9,38 534.032.446.868,00 60.215.976.585,48 3,17

Pendapatan Asli Daerah 76.980.000.000,00 24.145.496.108,56 1,46 103.283.066.210,00 26.820.074.585,48 1,41 Dana Perimbangan 457.524.910.000,00 130.780.980.405,00 7,92 430.749.380.658,00 33.395.902.000,00 1,76 Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 17.853.650.000,00 1.339.228.405,00 0,08 19.263.660.658,00 - -Dana Alokasi Umum 388.325.260.000,00 129.441.752.000,00 7,84 400.750.820.000,00 33.395.902.000,00 1,76 Dana Alokasi Khusus 51.346.000.000,00 - - 10.734.900.000,00 -

-Dana Darurat -Dana Penyesuaian - - - - - -Belanja 534.504.910.000,00 101.657.966.030,00 6,16 568.217.886.558,00 79.354.150.450,00 4,18 Belanja Pegawai 174.853.178.046,00 35.017.257.668,00 2,12 197.564.462.506,00 40.779.578.312,00 2,15 Belanja Subsidi 2.652.000.000,00 660.960.000,00 0,04 5.300.000.000,00 - -Belanja Hibah 8.500.000.000,00 3.017.650.000,00 0,18 8.500.000.000,00 2.875.900.000,00 0,15 Belanja Bantuan Sosial 2.700.000.000,00 1.383.150.000,00 0,08 3.000.000.000,00 1.103.375.786,00 0,06 Belanja Bagi Hasil Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 35.690.000.000,00 8.156.654.871,00 0,49 38.500.000.000,00 2.501.093.171,00 0,13 Belanja Bantuan Keuangan Kpd Prov/Kab/Kota dan Pem. Desa 6.300.000.000,00 2.616.946.850,00 0,16 30.566.138.800,00 1.568.809.650,00 0,08 Belanja Tidak Terduga 2.500.000.000,00 - - 2.500.000.000,00 - -Belanja Barang dan Jasa 201.759.691.455,00 22.556.345.601,00 1,37 170.441.404.162,00 24.644.216.573,00 1,30 Belanja Modal 99.550.040.499 28.249.001.040 1,71 111.845.881.090 5.881.176.958 0,31

Surplus/Defisit - 53.268.510.484 3,23 (34.185.439.690) (19.138.173.865) (1,01) Pembiayaan Netto - - - (34.185.439.690) - -DAMPAK RUPIAH - 53.268.510.484 3,23 - (19.138.173.865) (1,01)

Sumber : Badan Keuangan Provinsi Gorontalo

*) PDRB Q1-2010 Proyeksi Bank Indonesia Gorontalo 1.650.549,99

Realisasi Q1-2010* APBD 2010

APBD 2009

APBD Realisasi Q1-2009

Anggaran Kota Gorontalo Kab. Gorontalo Kab. Boalemo Kab. Bone Bolango Kab. Gorut Kab. Pohuwato Prov. Gorontalo TOTAL Pendapatan 452.000.031.988 486.013.404.063 326.719.642.227 345.673.957.183 283.077.808.153 363.319.469.617 534.032.446.868 2.790.836.760.099

Pendapatan Asli Daerah 62.000.000.000 28.366.442.063 15.493.387.800 10.702.878.874 6.500.000.000 13.668.934.500 103.283.066.210 240.014.709.447 Dana Perimbangan 314.582.072.988 416.146.962.000 270.219.887.500 328.971.078.309 237.369.849.153 311.632.576.117 430.749.380.658 2.309.671.806.725 Lain-lain pendapatan yang sah 75.417.959.000 41.500.000.000 41.006.366.927 6.000.000.000 39.207.959.000 38.017.959.000 241.150.243.927

Belanja 427.936.219.836 507.884.007.246 328.674.640.040 345.673.957.183 293.257.836.030 366.319.469.617 534.032.446.868 2.803.778.576.820

Belanja Tidak Langsung 265.946.341.916 323.875.175.905 163.179.161.560 187.983.889.183 107.111.654.926 197.212.085.468 234.994.813.052 1.480.303.122.010 Belanja Langsung 161.989.877.920 184.008.831.341 165.495.478.480 157.690.068.000 186.146.181.104 169.107.384.149 299.037.633.816 1.323.475.454.810

Surplus/defisit 24.063.812.152 (21.870.603.183) (1.954.997.813) - (10.180.027.877) (3.000.000.000) - (12.941.816.721) Pembiayaan Netto (39.883.813.272) 21.870.603.183 1.954.997.813 - 10.180.027.877 3.000.000.000 - (2.878.184.399) SILPA (15.820.001.120) - - - - - - (15.820.001.120)

Anggaran Kota Gorontalo Kab. Gorontalo Kab. Boalemo Kab. Bone Bolango Kab. Gorut Kab. Pohuwato Prov. Gorontalo TOTAL Pendapatan 414.317.097.262 513.311.978.674 310.218.681.812 311.456.324.899 287.097.148.000 347.844.056.500 534.504.910.000 2.718.750.197.147

Pendapatan Asli Daerah 69.802.500.000 24.896.114.714 15.099.275.000 8.202.878.874 2.500.000.000 12.106.162.500 76.980.000.000 209.586.931.088 Dana Perimbangan 334.514.597.262 424.347.597.846 268.119.406.812 301.263.446.025 235.152.070.000 303.911.780.000 457.524.910.000 2.324.833.807.945 Lain-lain pendapatan yang sah 10.000.000.000 64.068.266.114 27.000.000.000 1.990.000.000 49.445.078.000 31.826.114.000 - 184.329.458.114

Belanja 422.970.797.262 518.311.978.674 361.519.134.088 300.271.324.899 295.936.856.850 353.054.863.500 534.504.910.000 2.786.569.865.273

Belanja Tidak Langsung 248.720.831.700 288.192.022.162 157.166.436.441 178.844.907.731 81.207.609.344 172.564.743.125 209.294.011.350 1.335.990.561.854 Belanja Langsung 174.249.965.562 230.119.956.512 204.352.697.647 121.426.417.168 214.729.247.506 180.490.120.375 325.210.898.650 1.450.579.303.420 Surplus/defisit (8.653.700.000) (5.000.000.000) (51.300.452.276) 11.185.000.000 (8.839.708.850) (5.210.807.000) - (67.819.668.126) Pembiayaan Netto 8.653.700.000 5.000.000.000 51.300.452.276 (11.185.000.000) 8.839.708.850 5.210.807.000 - 67.819.668.126 SILPA - - - - - - - -APBD 2009 APBD 2010

BANK INDONESIA | KAJIAN EKONOMI REGIONAL PROV. GORONTALO TRIWULAN I-2010 47

Dokumen terkait