Provinsi Nusa Tenggara Timur
D. KABUPATEN ENDE
1. Pendahuluan
Dinas Kesehatan Kabupaten Ende berlokasi di Jalan Melati Kota Ende, Telpon (0381) 22239, Fax (0381) 22231. Responden Ibu Maria Agustina P. Tondang, SKM, MPH (Kepala Seksi Wabah dan Bencana) dan Bapak Sislaus Bendu, SKM (Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan).
2. Karakteristik Wilayah
Kabupaten Ende adalah salah satu kabupaten di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan luas 2.046,59 Km2 (204.660 Ha) dan populasi penduduk keadaan tahun 2015 sebanyak 280.076 jiwa. Secara geografis Kabupaten Ende memiliki letak yang cukup strategis yaitu dibagian tengah Pulau Flores yang diapit oleh empat Kabupaten di bagian barat : Nagekeo, Ngada, Manggarai, dan Manggarai Barat, sedangkan dibagian timur dengan dua Kabupaten yakni : Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur.
Wilayah Kabupaten Ende terletak di bagian tengah Pulau Flores dengan batas :
- Sebelah utara : Laut Flores pada 1220 50’ 41” BT dan 80 54’ 17” LS di Nangamboa atau 1220 BT dan 80 54’ 27” LS di Ngalu Ijukate (Natural Border); - Sebelah selatan : Laut Sawu pada
1210 24’ 27” BT dan 80 54’ 17” LS di Nangamboa atau 1220 BT dan 80 54’ 27” LS di Ngalu Ijukate (Natural Border); - Sebelah timur : Kabupaten Sikka dari
pantai utara 1210 02’ BT dan 80 26’ 04” LS di Nangambawe ke arah tengah pada 1210 55’ 44” BT dan 80 43’ 44” LS di
Nangamanuria ke arah pantai selatan pada 1220 BT dan 80 54’ 27” LS di Ngalu Ijukate (Artificial Border);
- Sebelah barat : Kabupaten Ngada dari pantai utara 1210 50’ 41” dan 80 26’ 04” LS di Nanganiohiba ke arah utara pada 1210 26’ 04” BT dan 80 4’ 17” LS di Sanggawangarowa ke arah pantai selatan pada 1220 24’ 27” BT dan 80 54’ 27” LS di Nangamboa (Artificial Border). KEADAAN TOPOGRAFI
Pembagian wilayah menurut ketinggian dari permukaan laut terdiri atas 79,4 % luas wilayah berada pada ketinggian kurang dari 500 meter diatas permukaan laut, dan 20,6% luas wilayah berada pada ketinggian lebih dari 500 meter diatas permukaan laut. Sementara itu, pembagian wilayah menurut kemiringan tanah adalah:
- 3,02 % dari luas wilayah dengan kemiringan 0 - 3 %;
- 5,85 % dari luas wilayah dengan kemiringan 3 - 12 %;
- 19,59 % dari luas wilayah dengan kemiringan 12 - 40 %;
- 71,54 % dari luas wilayah dengan kemiringan 40 %.
Gambar 4. Peta Kabupaten Ende
Dibagian wilayah selatan daerah ini terletak pada jalur dalam deretan gunung api, diantaranya Gunung Api Iya mempunyai ketinggian 637 meter dengan letusan terakhir pada tahun 1969, Gunung Mutubusa mempunyai ketinggian 1.690 meter dengan letusan terakhir tahun 1938. Kabupaten Ende merupakan wilayah rawan terhadap bencana, baik bencana alam, non alam maupun ulah manusia.
KEADAAN GEOLOGI
Berikut merupakan Pembagian wilayah menurut kedalaman tanah efektif, terbagi atas : - 52,96 % kedalaman tanah efektif 0 – 30 cm; - 11,32 % kedalaman tanah efektif 30 – 60 cm; - 30,22 % kedalaman tanah efektif 60 – 90 cm; - 5,50 % kedalaman tanah efektif 90
Sedangkan pembagian wilayah menurut tekstur tanah, terdiri atas :
Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana
- Tekstur tanah sedang = 22,99 %;
- Tekstur tanah kasar = 57,11 %;
- Tekstur tanah halus = 3,70 %;
- Tidak dikategorikan = 16,90 %. Klimatologi
a. Curah Hujan :
Dari data curah hujan dapat diperoleh bahwa jumlah curah hujan dan banyaknya curah hujan tahun ini relative kecil dan bervariasi antara bulan yang satu dengan bulan yang lainnya. Jumlah curah hujan dan banyaknya hujan lebih besar pada bulan November – April (Keadaan Tahun 2010). Wilayah – wilayah yang mendapat hari hujan dan banyaknya hujan lebih tinggi adalah wilayah timur seperti Kecamatan Wolowaru dan Detusoko.
b. Cuaca :
Perubahan suhu harian tidak terlalu menonjol antara musim panas dan musim dingin. Rata-rata amplitudo suhu harian 60 0C dengan rata-rata suhu siang hari 33,5 0C dan malam hari 23 0C. Hal ini menunjukkan perbedaan suhu siang dan malam tidak terlalu besar. Ini berarti bahwa cuaca di wilayah daerah ini tidak terlalu dingin dan tidak pula terlalu panas.
Hidrologi
Secara umum kondisi hidrologi di Kabupaten Ende terdiri dari air bawah tanah, air permukaan dan sungai dimana kondisi masing – masing sumber air sangat bergantung pada intensitas curah hujan dan tingkat kerusakan hutan. Dari data curah hujan dapat diperoleh bahwa jumlah curah hujan dan banyaknya hujan tahun ini relatif kecil dan bervariasi antara bulan yang satu dengan bulan yang lain. DAS ( Daerah Aliran Sungai ) : Sungai yang terdapat di Kabupaten Ende yaitu
Sungai Wolowona, Sungai Loworea, Sungai Nangapanda dan Sungai Ndondo.
AKSES TRANSPORTASI
- Akses Transportasi secara umum ke kecamatan secara umum lancar dengan sarana transportasi yang digunakan berupa Kendaraan Roda 2, Roda 4, Perahu Motor. Sedangkan ke Ibu Kota Propinsi NTT menggunakan Kapal laut dan Pesawat.
- Waktu tempuh dari Ibukota Kabupaten/ kota Ibu Kota Provinsi : Menggunakan pesawat 55 menit sedangkan menggunakan kapal laut 18 jam.
- Jarak dari Ibukota Kabupaten ke Rumah Sakit Rujukan terdekat 2,5 Km.
Transportasi Laut
Letak Kabupaten Ende yang strategis, yang batas wilayahnya berhubungan langsung dengan dua (2) buah perairan laut utara dan selatan sangat mendukung pengembangan sektor perdagangan. Pembangunan sarana dan prasarana perairan laut untuk menunjang kegiatan bisnis dan perekonomian adalah :
- Pelabuhan Barang dan Penumpang; - Pelabuhan (PERTAMINA); dan - Pelabuhan Ikan.
Sub Sektor Transportasi Laut : a. Pelabuhan Laut2 buah yaitu :
- Pelabuhan Ende : Jl. Pelabuhan , Kecamatan Ende Selatan.
- Pelabuhan Ippi : Jl. Ippi, Kecamatan Ende selatan.
- Kapal Motor yang menyinggahi Pelabuhan Ende dan Pelabuhan Ippi adalah KM. AWU dengan jadwal pelayarannya 2 minggu sekali dalam sebulan. Rute pelayaranKM. Awu adalah : Ende – Sabu – Kupang – Kalabahi – Larantuka – Kupang – Sabu – Ende – Waingapu – Bima – Benoa – Surabaya.
b. Pelabuhan Rakyat 4 buah yaitu terletak di :
- Kecamatan Pulau Ende; - Kecamatan Maurole; - Kecamatan Maukaro; dan - Kecamatan Nangapanda.
Sub Sektor Transportasi Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) :
Selain Dermaga Ippi dan Dermaga Ende terdapat pelabuhan penyeberangan Ferry Nangakeo yang merupakan pelabuhan khusus yang dibangun pada tahun 2004. Lokasi Dermaga Ferry penyeberangan
seluas 20 ha terletak di Nangakeo Kecamatan Nangapanda. Kapal Ferry yang menyinggahi Pelabuhan penyeberangan nangakeo adalah Ferry Ile Mandiri dengan rute pelayaran : Ende – Kupang : Ende – Sabu jadwal pelayarannya setiap hari senin dan sabtu.
Transportasi Udara
Untuk melayani mobilisasi masyarakat
melalui angkutan udara, Pemerintah Kabupaten Endetelah membangun Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman, dengan panjang landasan pacu1.800 m dengan 2 buah Run Way yang dapat dilabuh pesawat Fokker 28 dan ATR.
Pesawat yang masuk di Bandar Udara Haji Hasan Aroeboesman Ende sejumlah 3 buah pesawatyaitu : Wings Air, Garuda Indonesia, Trans Nusa dan Kalstar.
Akses Komunikasi : Lancar namun beberapa wilayah sulit menggunakan HP dan Jaringan internet.
Sesuai data administrasi pemerintahan Kabupaten Ende mempunyai luas wilayah 2.046,6 km², dengan pembagian wilayah pemerintahan kecamatan menjadi 21 Kecamatan, 191 Desa dan 23 Kelurahan. 3. Ancaman (Hazard)
Ancaman Jenis bencana di Kabupaten Ende
NO JENIS BENCANA SKOR KELAS RESIKO
1 Banjir 32 Tinggi
2 Gempa Bumi 22 Tinggi
3 Tsunami 16 Sedang
4 Tanah Longsor 36 Tinggi 5 Erupsi Gunung Api 8 Sedang 6 Gelombang Ekstrim (Berakibat angin kencang) 10 Sedang
dan Abrasi
7 Cuaca Ekstrim (Angin Puting Beliung) 20 Tinggi
8 Kekeringan 22 Tinggi
Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana
Kabupaten Ende memiliki resiko bencana erupsi Gunung Api, yaitu :
1) Gunung Api Kelimutu (1.639 m) di Kecamatan Moni. Letusan terakhir Tahun 1886.
2) Gunung Api Iya (637 m) yang berjarak 7 km dari Kota Ende. Gunung ini mengalami erupsi terakhir pada Tahun 1969.
3) Gunung Api Egon (1.703 m) yang terletak di Kabupaten Sikka. Gunung ini mengalami erupsi terakhir pada Tahun 2008.
4) Gunung Ebulobo (2.124 m) yang terletak di Kabupaten Nagekeo. Gunung ini mengalami erupsi terakhir pada Tahun 1830.
Resiko Bencana yang lain : KLB Penyakit, Kekeringan dan Keracunan Makanan, Konflik Sosial serta Kecelakaan transportasi.
Kejadian Bencana yang terjadi selama 5 tahun terakhir berdasarkan data DIBI BNPB dan SIPKK sebanyak 16 kali kejadian meliputi angin puting beliung, banjir, banjir bandang, KLB, Letusan gunung api. Sebanyak 12 di antaranya menimbulkan krisis kesehatan yaitu letusan gunung api, angin puting beliung, banjir bandang dan KLB Penyakit. Bila dibandingkan dengan frekuensi rata-rata nasional berdasarkan SIPKK, kejadian krisis kesehatan di Kab. Ende termasuk sering.
4. Kerentanan
Total jumlah penduduk Kabupaten Ende sebanyak 280.076 jiwa. (Data Tahun 2014). Dengan luas wilayah sebesar 2046 km2 dan jumlah penduduk sebanyak 280.076 jiwa, diperoleh kepadatan penduduk sebanyak 137 jiwa/km2 dan termasuk kategori kurang padat penduduk.
Jumlah kelompok rentan di Kabupaten Ende berjumlah 71.103 jiwa atau sebesar 25,3% dari seluruh jumlah populasi (masih dalam kategori rata-rata). Jumlah populasi rentan tersebut terdiri dari bayi (4.586 jiwa /1,6%), balita (17.554 jiwa/6,5%), Ibu Hamil (5.408 jiwa/2,4%), Ibu menyusui (4.625 jiwa/1,8%), Lansia (35.106 jiwa/13,6%) dan Penyandang Disabilitas (3.824 jiwa/1,3%). Nilai IPM Kabupaten Ende : 62,25 sehingga status kesejahteraan masyarakatnya termasuk ke dalam kategori menengah bawah. Nilai IPKM Kabupaten Ende : 0,449 sehingga status kesehatan masyarakatnya termasuk ke dalam kategori di bawah rata-rata. Selain itu masih terdapat kasus gizi buruk. Penanganan KLB Gizi buruk belum dimasukkan dalam penanggulangan krisis kesehatan, masih diangap sebagai masalah reguler.
5. Kapasitas
Kapasitas penanggulangan krisis kesehatan termasuk menengah, ditandai dengan sebesar 29% dari indikator kapasitas belum terpenuhi, rinciannya sebagai berikut :
No Indikator Sesuai Standar/ Kurang dari Standar/ Sudah Tersedia/ Tidak Tersedia/
Sudah Ada/ Belum Ada/ Sudah Melakukan Belum Melakukan 1 a. b. c. 2. a. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kebijakan/Peraturan Kebijakan/Peraturan
- Perda/SK Bupati terkait penanggulangan bencana/krisis kesehatan
- Peraturan/SK Kadinkes terkait
penanggulangan bencana/krisis kesehatan - Peraturan-peraturan dari unit Lintas Sektor
Lain yang Memiliki Keterkaitan dengan PKK - Tersedia/SOP Mekanisme Koordinasi Terkait
PKK
Struktur Organisasi Penanggulangan Krisis Kesehatan
- Pelaksanaan pertemuan koordinasi dalam mobilisasi sumber daya kesehatan
- Unit di DinasKesehatan yang memiliki tugas mengkoordinasikan upaya penanggulangan krisis kesehatan
Keterlibatan Institusi/Lembaga Non
Pemerintahan dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan
- Perda mengenai mekanisme sistem koordinasi antar institusi dalam penanggulangan bencana - Dinas Kesehatan telah mengidentifikasi
institusi/lembaga non pemerintahan yang dilibatkan dalam penanggulangan krisis kesehatan
- Dinas Kesehatan menyusun SOP/Pedoman keterlibatan LSM/institusi/lembaga non pemerintah dalam penanggulangan krisis kesehatan
- Dinas Kesehatan pernah mengadakan MoU dengan LSM/Instansi/lembaga non pemerintah dalam penanggulangan krisis kesehatan Penguatan Kapasitas
Fasilitas pelayanan kesehatan
- Jumlah total seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan
- Jumlah Puskesmas - Jumlah Rumah Sakit - Jumlah Puskesmas PONED - Kapasitas tempat tidur di RS
- Tim penanggulangan bencana (rumah sakit) - Hospital Disaster Plan
Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana b. c. 3. 4. a. b. 5. a. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Sumber Daya Manusia
- Jumlah dokter spesialis - Jumlah dokter umum - Jumlah Bidan - Jumlah perawat
- Ketenagaan pada unit yang mengkoordinir upaya penanggulangan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan
- Tim Penanggulangan Krisis Kesehatan (PKK) Penanggulangan krisis kesehatan
- SK Penetapan Tim
- SOP mekanisme mobilisasi tim PKK - Memiliki petugas yang terlatih terkait
Penanggulangan Krisis Kesehatan - Perencanaan peningkatan kapasitas SDM
terkait PKK yang rutin dan berkesinambungan Peringatan Dini
- Data kejadian krisis kesehatan 5 tahun terakhir - Daftar kontak person lintas program dan
lintas sektor terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana baik di tingkat Kabupaten/Kota maupun Provinsi
- Media informasi yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat untuk untuk
meningkatkan kesadaran dalam kesiapsiagaan bencana
- Sarana pengumpulan, pengolahan data dan penyampaian informasi terkait penanggulangan krisis kesehatan - Sistem Peringatan Dini
Mitigasi
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Krisis Kesehatan - Fasilitasi kepada masyarakat dalam
rangka pemberdayaan masyarakat terkait penanggulangan krisis kesehatan
Kapasitas untuk memetakan risiko krisis kesehatan
- Peta kapasitas atau data kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk penanggulangan krisis kesehatan
- Peta kelompok rentan per kecamatan di kabupaten/kota
- Peta jenis ancaman bencana per kecamatan di kabupaten/kota
Kesiapsiagaan
Rencana penanggulangan krisis kesehatan dan standard operating procedure
b. c. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - Rencana penanggulangan krisis kesehatan
dalam bentuk program kerja
- Dinas Kesehatan menyusun rencana kontijensi bidang kesehatan
- Dinas Kesehatan telah/belum melakukan TTX, Simulasi, Gladi Bencana Bidang Kesehatan berdasarkan rencana kontinjensi yang disusun - SOP Penanganan Korban Bencana di
Lapangan
- SOP Pengelolaan Obat dan Logistik Kesehatan bencana
- SOP pengelolaan bantuan relawan
- SOP pemantauan kejadian krisis kesehatan - SOP Pelaporan Kejadian Krisis Kesehatan - SOP Pelayanan Kesehatan untuk
penanggulangan krisis kesehatan
Pembiayaan penanggulangan krisis kesehatan - Dinas Kesehatan mengalokasikan anggaran
penanggulangan krisis kesehatan
- Dinas Kesehatan mengalokasikan anggaran untuk penanganan tanggap darurat bencana - Dinas Kesehatan memahami adanya dana siap
pakai di BNPB dan BPBD
Sarana prasarana PKK, Penilaian Risiko dan PSC
- Sarana prasarana penanggulangan krisis kesehatan
- Penilaian fasyankes yang aman terhadap bencana
- Pemerintah Kabupaten/Kota belum memiliki Public Safety Center (PSC) 24 jam
6. Kesimpulan
a. Kejadian Krisis Kesehatan di Kabupaten Ende termasuk dalam kategori sering terjadi, dalam waktu 5 tahun terjadi 12 kali kejadian krisis kesehatan dengan dampak korban termasuk dalam kategori dampak ringan. Namun Kabupaten Ende memiliki banyak jenis ancaman bencana alam, non alam dan sosial, antara lain banjir, gempa bumi, gempa bumi dan tsunami, erupsi gunung api, tanah longsor, kecelakaan transportasi, KLB Keracunan, KLB Penyakit dan konflik sosial.
b. Kondisi kerentanan masyarakat di
Kabupaten Ende termasuk tinggi.Hal ini dapat dilihat dari status kesejahteraan masyarakat yang menengah ke bawah (nilai IPM 62,25) serta status kesehatan masyarakatnya termasuk ke dalam kategori di bawah rata-rata.
c. Kabupaten Ende berisiko menghadapi bencana dan secara umum permasalahan utamanya adalah tingkat kerentanannya yang tinggi. Selain itu kapasitas untuk penanggulanagn krisis kesehatan masih perlu ditingkatkan. d. Ringkasan kondisi kapasitas di
Profil Penanggulangan Krisis Kesehatan Kabupaten / Kota Rawan Bencana
No Indikator Kapasitas Jumlah Indikator Indikator Indikator yang Telah yang Belum
Terpenuhi Terpenuhi 1 Kebijakan/Peraturan 10 8 2 2 Penguatan Kapasitas 17 11 6 3 Peringatan Dini 5 4 1 4 Mitigasi 4 4 0 5 Kesiapsiagaan 15 9 6 Jumlah 51 36 15 7. Rekomendasi
Rekomendasi untuk meningkatkan kapasitas daerah dalam penanggulangan krisis kesehatan:
A. DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA