• Tidak ada hasil yang ditemukan

KACANG TANAH

Dalam dokumen RINGKASAN SENYAWA BIOAKTIF.docx (Halaman 27-39)

Kacang tanah kaya dengan lemak, mengandung protein yang tinggi, zat besi, vitamin E dan kalsium, vitamin B kompleks dan fosforus, vitamin A dan K, lesitin, kolin dan kalsium. Kacang tanah mengandung omega 3 yang merupakan lemak tak jenuh ganda dan omega 9 yang merupakan lemak tak jenuh tunggal. Dalam 1 ons kacang tanah terdapat 18 g omega 3 dan 17 g omega 9. Kacang tanah juga kaya akan kalsium, besi dan vitamin larut air seperti thiamine, riboflavin dan asam nikotin.

Asam lemak dibentuk oleh kondensasi berganda unit asetat dari asetil CoA. Sebagian besar reaksi sintetis asam lemak terjadi hanya di kloroplas daun serta di proplastid biji dan akar. Asam lemak yang disintesis di kedua organel ini terutama adalah asam palmitat dan asam oleat. Asetil CoA yang digunakan untuk membentuk lemak di kloroplas sering dihasilkan oleh piruvat dehidrogenase dengan menggunakan piruvat yang dibentuk pada glikolisis di sitosol. Sumber lain asetil CoA pada kloroplas beberapa tumbuhan adalah asetat bebas dari mikotondria. Asetat ini diserap oleh plastid dan diubah menjadi asetil CoA, untuk digunakan membentuk asam lemak dan lipid lainnya. Sintesa asam lemak berlangsung bertahap dengan siklus reaksi perpanjangan rantai asam lemak hingga membentuk rantai komplit C16 dan C18.

Bahan utama yang digunakan pada biosintesis asam lemak adalah senyawa asetil CoA dan senyawa malonil CoA. Malonil CoA disintesis dari asetil CoA dengan penambahan CO2 oleh asetil CoA karboksilase Reaksi pertama pada biosintesis asam lemak adalah pemindahan gugus asetil dan gugus malonil dari CoA ke ACP dengan katalis asetil-CoA; ACP transilase dan malonil-CoA; ACP transilase. Reaksi berikutnya adalah pengkondensasian gugus malonil membentuk asetoasetil-ACP dengan melepaskan CO2. Setelah penkondensasian asetil dengan malonil, tahapan selanjutnya terdiri dari urutan reaksi reduksi dengan katalis 3-ketoasil ACP reduktase, reaksi dehidrasi dengan katalis 3-hidroksi ACP dehidrase, dan reaksi reduksi dengan katalis enoil ACP reduktase. Urutan reaksi-reaksi ini merupakan siklus lintasan pembentukan dan penambahan panjang rantai asam lemak. Hasil sintesa dari urutan reaksi ini adalah molekul asam lemak yang terikat dengan ACP. Hasil sintesa awal adalah asam lemak rendah dengan jumlah atom karbon sebanyak 4. Hasil sintesis ini selanjutnya kembali memasuki siklus ‘kondensasireduksi-dehidrase-reduksi’ untuk menambah panjang rantai

asam lemak dengan 2 atom karbon. Bila panjang rantai molekul asam lemak hasil sintesis belum cukup, sintesis lanjut berlangsung kembali melalui siklus yang sama.

Dalam minyak kacang tanah terdapat persenyawaan tokoferol yang merupakan atioksidan alami dan efektif dalam menghambat proses oksidasi minyak kacang tanah.

Minyak yang mengandung asam lemak yang banyak ikatan rangkapnya dapat teroksidasi secara spontan oleh udara pada suhu ruang. Oksidasi spontan ini secara langsung akan menurunkan tingkat kejenuhan minyak, menyebabkan minyak menjadi tengik, dan terasa tidak enak. Asam lemak juga dapat mengalami perubahan karena dimasak pada temperatur tinggi. Proses pemasakan pada temperatur tinggi ini menyebabkan minyak mengalami pirolisis, yaitu suatu reaksi dekomposisi karena panas. Pirolisis menyebabkan terbentuknya akrolein, yaitu senyawa yang bersifat racun, dan dapat menyebabkan iritasi dengan bau khas lemak terbakar.

PUFA (asam lemak arakhidonat, linoleat dan linolenat) berperan penting dalam transpor dan metabolisme lemak, fungsi imun, mempertahankan fungsi dan integritas membran sel. Asam lemak omega-3 dapat membersihkan plasma dari lipoprotein kilomikron dan kemungkinan juga dari VLDL (Very Low Density Lipoprotein), serta menurunkan produksi trigliserida dan apolipoprotein β (beta) di dalam hati. Selain berperanan dalam pencegahan penyakit jantung koroner dan artritis, asam lemak omega-3 dianggap penting untuk memfungsikan otak dan retina secara baik. Turunan asam lemak yang berasal dari asam lemak esensial adalah asam arakidonat dari asam linoleat, EPA (eikosapentaenoat), dan DHA (dokosaheksaenoat) dari asam linolenat. Asam lemak esensial merupakan prekursor sekelompok senyawa eikosanoid yang mirip hormon, yaitu prostaglandin, prostasiklin, tromboksan, dan leukotrien. Senyawa-senyawa ini mengatur tekanan darah, denyut jantung, fungsi kekebalan, rangsangan sistem saraf, kontraksi otot serta penyembuhan luka.

Omega-9 (Oleat), memiliki sifat lebih stabil dan lebih baik perannya dibandingkan PUFA (Poly Unsaturated Fatty Acid/asam lemak tak jenuh jamak). PUFA dapat menurunkan kolesterol LDL, tetapi dapat menurunkan HDL. Sebaliknya MUFA dapat menurunkan LDL dan meningkatkan HDL. MUFA dapat menurunkan LDL dan meningkatkan K-HDL secara lebih besar daripada Omega-3 dan Omega-6. Substitusi lemak jenuh (S) dengan lemak tak jenuh jamak (P) dan lemak tak jenuh tunggal (M) atau yang diformulasikan dengan kenaikan nilai (P+M)/S dapat menurunkan kadar kolesterol baik jumlah kolesterol total ataupun kolesterol LDL. PUFA terbukti dapat menurunkan K-LDL, sedangkan MUFA selain menurunkan kolesterol total juga terbukti dapat menurunkan LDL dan meningkatkan K-HDL lebih besar dibandingkan dengan PUFA. Penurunan rasio K-LDL/K-K-HDL akan menghambat terjadinya atherosclerosis.

TEH

Teh (Camellia sinensis) sebagai bahan minuman non alkohol yang dibuat dari pucuk muda daun teh yang telah mengalami proses pengolahan tertentu seperti pelayuan, penggilingan, oksidasi enzimatis dan pengeringan. Manfaat yang dihasilkan dari minum teh

adalah memberi rasa segar, dapat memulihkan kesehatan badan dan terbukti tidak menimbulkan dampak negatif.

Kandungan senyawa kimia yang terkandung dalam daun teh terdiri dari empat kelompok yaitu substansi fenol (catechin dan flavanol), substansi bukan fenol (pektin, resin, vitamin, dan mineral), substansi aromatik, dan enzim-enzim. Teh mengandung tanin, kafein, dan flavonoid. Flavonoid yang terkandung dalam teh merupakan antioksidan yang dapat membantu mencegah penyakit kardiovaskuler.

1) Teh Hijau

Teh hijau diperoleh tanpa proses fermentasi (oksidasi enzimatis), yaitu dibuat dengan cara menginaktifkan enzim fenolase yang ada dalam pucuk daun teh segar, dengan cara pemanasan sehingga oksidasi terhadap katekin (zat antioksidan) dapat dicegah dan kandungan gizi atau nutrisi serta vitaminnya yang tinggi tetap dapat terjaga dengan baik. Pemanasan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan udara kering (pemanggangan/sangrai) dan pemanasan basah dengan uap panas (steam). Teh hijau memiliki kandungan gizi sangat tinggi. Teh hijau kaya akan vitamin C yang dapat meningkatkan kekebalan dan menjaga kesehatan tubuh. Flouride yang terkandung di dalamnya juga membantu memperkuat tulang dan mencegah kerusakan gigi.

2) Teh Hitam

Teh hitam merupakan daun teh yang paling banyak mengalami pemrosesan fermentasi/fermentasi sempurna (mengalami perubahan kimiawi sempurna sehingga hampir semua kandungan tanin terfermentasi menjadi theaflavin dan thearubigin) yang akan merubah warna daun teh dari hijau menjadi kecoklatan dan dengan proses pengeringan berubah menjadi hitam. Tahap pertama, daun diletakkan di rak dan dibiarkan layu selama 14 sampai 24 jam. Kemudian daun digulung dan dipelintir untuk melepaskan enzim alami dan mempersiapkan daun untuk proses oksidasi, pada tahap ini daun ini masih berwarna hijau. Setelah proses penggulungan, daun siap untuk proses oksidasi. Daun diletakkan di tempat dingin dan lembab, kemudian proses fermentasi berlangsung dengan bantuan oksigen dan enzim. Proses fermentasi memberi warna dan rasa pada teh hitam, dimana lamanya proses fermentasi sangat menentukan kualitas hasil akhir. Setelah itu, daun dikeringkan atau dipanaskan untuk menghentikan proses oksidasi untuk mendapatkan rasa serta aroma yang diinginkan.

Teh hitam mengandung kafein tertinggi dan memiliki rasa yang sedikit pahit (sekitar 40 miligram kafein per cangkir). Teh hitam sangat bagus bagi orang yang membutuhkan banyak energi dengan cepat (bagi Orang yang sensitif kafein, sebaiknya menghindari mengkonsumsi teh hitam).

3) Teh Oolong

Teh oolong diproses secara semi fermentasi dan dibuat dengan bahan baku khusus, yaitu varietas tertentu seperti Camellia sinensis yang memberikan aroma khusus. Teh oolong memiliki rasa kuat dan aroma yang sangat harum seperti buah-buahan. Setelah diminum, teh ini akan memberikan efek nyaman dan senang. Bahan baku teh oolong diambil dari 3 daun teh teratas, yang dipetik tepat pada waktunya (saat tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu

tua). Proses pembuatan dan pengolahan teh oolong berada diantara teh hijau dan teh hitam, dimana teh oolong dihasilkan melalui proses pemanasan yang dilakukan segera setelah proses penggulungan daun, dengan tujuan untuk menghentikan proses fermentasi (teh semi fermentasi). Tahapan Proses pembuatan Teh Oolong adalah sebagai berikut :

1. Daun dan pucuk daun Camellia sinensis dipanen (kadar air 75-80%) 2. Kemudian daun dan pucuk daun dibersihkan.

3. Selanjutnya daun dan pucuk daun diletakkan di atas container bamboo dan dialiri udara diatasnya. Proses ini dilmaksudkan untuk melayukan daun.

4. Daun teh yang layu kemudian digulung untuk melepaskan minyak yang terdapat pada daun. Minyak tersebut akan bercampur dengan oksigen diudara dan daun akan mulia mengalami terfermentasi atau teroksidasi.

5. Ketika daun gulung mencapau warna biru gelap, daun tersebut ditaruh di wok panas untuk menghentikan proses fermentasi dan menambah rasa.

4) Teh Putih

Di sebut teh putih karena ketika dipetik kuncup daunnya masih ditutupi seperti rambut putih yang halus. Daun teh yang dipetik adalah pucuk daun yang muda, kemudian dikeringkan dengan metode penguapan (steam dried) atau dibiarkan kering oleh udara (air dried). Daun teh putih adalah daun teh yang paling sedikit mengalami pemrosesan dari semua jenis teh, karena proses yang lebih singkat tersebut, kandungan zat katekin pada teh putih adalah yang tertinggi tetapi sangat rendah kafein (15mg percangkir). Manfaat teh putih anatara lain adalah untuk menekan sel kanker, mencegah obesitas, menangkal radikal bebas lebih baik dari jenis teh lain, mencegah penuaan, mencegah masalah kulit, melangsingkan tubuh.

5) Teh Chamomile

Bunga chamomile memiliki aroma yang sangat harum dan termasuk ke dalam keluarga daisy. Teh Chamomile terbuat dari teh hijau atau teh hitam yang diproses atau dicampur dengan bunga. Teh bunga yang paling populer adalah teh melati yang merupakan campuran teh hijau atau teh oolong yang dicampur bunga melati. Teh ini membantu mengatasi masalah sakit gigi, insomnia, kram otot, dan membantu mengurangi pembengkakan (inflamasi) pada iritasi kulit.

6) Teh Kuning

Sebutan untuk teh berkualitas tinggi yang disajikan di istana kaisar atau teh yang berasal dari daun teh yang diolah seperti teh hijau tapi dengan proses pengeringan yang lebih lambat.

Teh mengandung komponen volatile sebanyak 404 dalam teh hitam dan sekitar 230 macam dalam teh hijau. Komponen volatile tersebut berperan dalam memberikan cita rasa yang khas pada teh. Zat bioaktif dalam teh terutama merupakan golongan flavonoid. Flavonoid yang ditemukan pada teh terutama berupa flavanol dan flavonol. Selain flavonoid, teh juga mengandung asam amino bebas yang disebut sebagai L-theanin.

Katekin adalah senyawa metabolit sekunder yan secara alami dihasilkan oleh tubuh dan termasuk dalam golongan flavonoid. Senyawa ini memiliki aktivitas antioksidan berkat gugus fenol yang dimilikinya. Katekin biasanya disebut juga asam catechoat, tidak berwarna serta membawa sifat pahit dan sepat pada seduhan teh. Katekin merupanan komponen utaman dari daun teh, terutama kelompok katekin flavonoid. Katekin tersintesis dalam daun teh melalui jalur melanic dan asam sikimat, sedangkan asam galik diturunkan dari suatu produk antara yang diproduksi dalam jalur metabolik asam sikimat. Proses pembentukannya dapat dilihat pada jalur biosintesis katekin dari daun teh sebagai berikut :

Katekin merupakan kerabat tanin terkondensasi yang juga sering disebut polifenol karena banyaknya gugus fungsi hidroksil yang dimilikinya. Katekin dan epikatekin memiliki jenis turunan yaitu katekin galat, galokatekin, galokatekin galat, epikatekin galat, dan epigalokatekin galat. Katekin pada teh hijau tersusun sebahagian besar atas senyawa-senyawa katekin (C), epikatekin (EC), galokatekin (GC), epigalokatekin (EGC), epikatekin galat (ECG), dan epigalokatekin galat (EGCG). Perbedaan dari beberapa jenis katekin dari jumlah gugus hidroksilnya

Tabel 2. Kandungan Komponen Senyawa Katekin Dalam Daun Teh Segar.

Komponen Kandungan (% berat kering)

(+)Katekin 0,5-1 (- )Epikatekin 1-3 (- )Epikatkin galat 2-4 (+)Galokatekin 1-2 (- )Epigalokatekin 4-7 (- )Epigalokatekin galat 5-14 Total 13,5-31

Senyawa katekin sangat berperan dalam menentukan sifat produk teh seperti rasa, warna, dan aroma. Katekin menentukan warna seduhan terutama pada teh hitam, pada proses oksidasi enzimatis (fermentasi) sebagian katekin terurai menjadi senyawa theaflavin yang berperan memberi warna merah kecoklatan.

Selama proses pengolahan teh kandungan katekin akan berkurang. Kandungan katekin akan mengalami penurunan akibat proses pelayuan, oksidasi enzimatis, penggilingan dan pengeringan. Pada proses pengolahan daun teh yang mengandung katekin 13,76% akan terdegradasi pada pengolahan teh oolong, teh hijau dan teh hitam pada Tabel 3.

Tabel 3. Senyawa katekin yang terdegradasi pada pengolahan berbagai jenis teh Jenis Teh Kandungan katekin

sebelum pengolahan (%)

Kandungan katekin setelah pengolahan (%) Katekin terdegradasi dalam pengolahan (%) Teh Hijau 13,76 10,04 27,03 Teh Hitam 13,76 5,91 57,70 Teh Oolong 13,76 9,49 31,03

Penurunan kandungan katekin tertinggi terjadi pada pengolahan teh hitam. Penurunan kandungan katekin yang tinggi pada pengolahan teh hitam merupakan keharusan, karena katekin diubah menjadi theaflavin dan thearubigin untuk menghasilkan cita rasa yang khas. Sedangkan pada teh hijau paling kurang mengalami penurunan kandungan katekin hal ini disebabkan selama pengolahan, katekin dipertahankan jumlahnya dengan cara menonaktifkan enzim polifenol oksidase melalui proses pelayuan dan pemanasan. Pada proses pengolahan lainnya, katekin dioksidasi menjadi senyawa orthoquinon, bisflavanol, tehaflavin, dan teharubigin

Katekin teh mengalami banyak perubahan kimia seperti oksidasi dan epimerisasi saat proses pengolahan dan penyeduhan. Epimerisasi adalah perubahan struktur epi pada rantai kimia katekin. Perubahan ini mengurangi kadar antioksidan pada teh. Katekin teh stabil dalam air pada suhu kamar. Kadar katekin menurun sebesar 20% jika dipanaskan pada suhu 98oC selama 20 menit. Saat dipanaskan dalam autoclave pada suhu 120oC, terjadi epimerisasi dari (-)- EGCG menjadi (-)-GCG dan kadar katekin menurun hingga 24%. Katekin bisa anjlok hingga 50% jika dipanaskan selama 2 jam.

b. Flavonol Teh

Flavanol merupakan satu diantara sekian banyak antioksidan alami yang terdapat dalam tanaman pangan dan mempunyai kemampuan mengikat logam. Senyawa flavanol diketahui mempunyai aktivitas yang dapat menguatkan dinding pembuluh darah kapiler dan mamacu pengumpuan vitamin C.

Flavanol pada daun teh meliputi senyawa kaemferol, kuarsetin, dan mirisetin dengan kandungan 3-5% dari berat kering.

Tabel 5. Kadar Flavonol pada teh

Jenis Flavonol Jumlah (g/Kg)

Teh Hijau Teh Hitam

Mirisetin 0,83 – 1,59 0,24 – 0,52

Kuersetin 1,79 – 4,05 1,04 – 3,03

Kaemferol 1,56 – 3,31 1,72 – 2,31

c. Theaflavin dan Thearubigin

Dalam proses pembuatan teh hitam, katekin dioksidasi secara enzimatis membentuk pigmen teh hitam yaitu theaflavin dan thearubigin. Secara garis besar terdapat empat jenis theaflavin, yaitu theaflavin, theaflavin-3-gallate, theaflavin-3’-gallate, dan theaflavin-2,3’-digallate. Theaflavin terbentuk karena adanya reaksi yang terjadi antara quinon (turunan katekin) dengan gallo-katekin.

Kafein adalah komponen alkaloid derivat xanthin yang berfungsi sebagai stimulan psikoaktif pada manusia. Memiliki pengaruh langsung pada sistem saraf pusat dan stimulan metabolik. Kafein menstimulan sistem saraf pusat dan menyebabkan peningkatan kewaspadaan, kecepatan dan kejelasan alur pikiran, peningkatan fokus, serta koordinasi tubuh yang lebih baik. Atom nitrogen pada kafein bentuknya planar karena terletak di orbita hibrid. Hal ini menyebabkan molekul kafein memiliki sifat aromatik.

Kafein diserap dan didistribusikan dengan sangat cepat. Setelah diserap tubuh, kafein langsung masuk ke dalam otak. Kafein tidak menumpuk dalam aliran darah atau disimpan dalam tubuh. Namun zat ini langsung diekskresikan melalui urin beberapa jam setelah dikonsumsi.

Daun teh mengandung kafein (2 – 3%), theobromin, theofilin, tanin, xan-thine, adenine minyak asiri, kuersetin, naringenin, dan natural fluoride. Minuman teh mengandung kurang lebih 40 mg kafein. Para ahli menyarankan mengkonsumsi 200-300 miligram kafein dalam sehari merupakan jumlah yang cukup untuk orang dewasa. Tapi, mengkonsumsi kafein sebanyak 100 miligram tiap hari dapat menyebabkan tergantung pada kafein.

Teh seduh memiliki berbagai tingkat kandungan kafein tergantung pada jenis tehnya misalnya teh putih (white tea) memiliki kandungan kafein paling sedikit, sedangkan teh hijau dan teh hitam biasanya memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi. Teh celup biasanya memiliki kadar kafein yang lebih sedikit dari pada teh tanpa kantung karena ukuran dan kualitas daunnya. Decaffeinated tea atau teh yang dihilangkan kafeinnya biasanya akan menghasilkan teh dengan kandungan kafein tinggal 10%.

Tabel 6. Kandungan kafein setiap jenis teh dalam satu cangkir.

Jenis teh Kandungan kafein

- Teh Hitam - Teh Oolong - Teh Hijau - Teh Putih - Decaffeinated Tea 23 – 110 mg 12 – 55 mg 8 – 36 mg 6 – 25 mg 1 – 4 mg

Secangkir teh yang diseduh pada suhu lebih rendah akan memiliki kafein lebih sedikit daripada secangkir teh yang diseduh dengan air mendidih. Sebagian besar kafein diekstrak dari daun pada menit-menit pertama penyeduhan. Untuk orang yang sensitif terhadap kafein dapat menyeduh teh dengan cara yang cepat yaitu 30-45 detik dalam air mendidih. Kemudian

membuang air tersebut dan menyeduh kembali teh yang sama dengan air panas. Kandungan kafein pada seduhan kedua akan lebih rendah hingga 75 persen dibanding seduhan pertama.

Efek samping asupan kafein berlebih dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung, buang air kecil berlebihan, mual, muntah, gelisah, cemas, depresi, tremor, dan sulit tidur. efek kafein terhadap kesehatan dapat menimbulkan penyakit payudara fibrokistik, jantung dan pembuluh darah, cacat lahir, fungsi reproduksi.

e. L-Theanine

L-theanin (γ-ethylamino-L-glutamic acid) adalah asam amino yang unik pada tanaman teh dan merupakan komponen utama terhadap exotic taste (disebut umami). Senyawa ini unik karena hanya ditemukan pada tanaman teh, pada jamur Xeromonas badius, dan spesies tertentu dari genus Camelia. Jumlah L-theanin alam daun teh berkisar antara 1% - 2% (berat kering).

Jumlah rata-rata L-theanine per cangkir teh hijau hanya 8 mg. Pada teh hitam mengandung setidaknya tiga kali lebih banyak L-theanine dari teh hijau. L-theanine memiliki sifat psikoaktif berperan dalam relaksasi sehingga bermanfaat untuk mengatasi kecemasan, depresi, stres, insomnia, gangguan tidur, hipertensi dan beberapa gejala skizofrenia. L-theanine dapat berinteraksi dengan kafein, mendukung peningkatan kewaspadaan dengan dosis yang lebih kecil dari kafein.

Manfaat Teh

Warga Jepang meyakini, minum teh salah satu cara agar panjang umur. Beberapa hasil penelitian menyatakan rata pria Jepang mencapai 76,35 tahun dan wanita 82,84 tahun. dibandingkan dengan usia rata-rata pria Indonesia yang hanya 65 tahun dan wanita 70 tahun.

Khasiat utama teh ada pada polifenol dalam daun muda dan utuh. Senyawa polifenol berperan sebagai penangkap radikal bebas hidroksil sehingga tidak mengoksidasi lemak, protein,dan DNA dalam sel. Kemampuan polifenol menangkap radikal bebas 100 kali lebih efektif dibanding vitamin C dan 25 kali lebih efektif dari vitamin E. Katekin mencegah oksidasi low density lipoprotein (LDL), kolesterol jahat. Selain itu,kandungan epigallokatekin dan epigallokatekin gallat pada teh hijau menghambat aktivitas enzim yang mengatur tekanan darah. Konsumsi teh secara teratur, 2 – 4 gelas setiap hari, dapat menurunkan tekanan darah penderita tekanan darah tinggi sehingga kembali normal.

A. Anti stres dan anti kecemasan

Teh bunga secara alami kaya akan Chrysin flavon, yang dikenal akan manfaat anti kecemasan. Teh ini sangat ideal bagi yang rentan terhadap stres, insomnia, dan gangguan kecemasan umum. Teh hitam bisa mengurangi kadar hormon stres dalam tubuh, serta menurunkan tekanan darah sistolik – membuat hidup bebas stres.

B. Mencegah Berat Badan berlebih

Polifenol bersama dengan kafein akan meningkatkan pengeluaran energi dan oksidasi lemak, sehingga pada akhirnya membantu menurunkan berat badan. Teh oolong tanpa gula adalah salah satu minuman terbaik untuk menurunkan berat badan. Teh mengandung senyawa yang disebut mateine, yang meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu menurunkan

berat badan. Teh hijau juga sangat dikenal akan manfaatnya untuk menurukan berat, yaitu dengan cara meningkatkan metabolisme.

C. Efek Merampingkan pinggang

Teh oolong bisa menyebabkan penurunan berat badan dan mengecilkan ukuran pinggang. Teh Oolong mengandung katekin dan kafein, yang akan memicu pembakaran dan meningkatkan metabolisme lemak hingga 2 jam. Teh oolong juga mengandung polifenol, yang membantu untuk membatasi enzim pembangun lemak, sehingga bisa membuat perut menjadi ramping. Teh Jasmine adalah pilihan teh lain bagi yang menginginkan pinggang bagus.

D. Anti Ageing

Teh putih mengandung antioksidan kuat seperti polifenol dan ECGC, yang bermanfaat untuk menghambat tanda-tanda penuaan seperti noda hitam dan garis-garis halus. Hal ini karena senyawa polifenol dan ECGC akan memperkuat elastin dan kolagen, sehingga akan menghambat kerutan.

E. Melindungi kesehatan liver

Radikal bebas dan peradangan bisa menyebabkan kerusakan liver akut dan penyakit. Katekin dalam teh hijau akan menekan dan bisa mencegah keparahan pada cedera liver. F. Mencegah Kanker

EGCG dalam teh putih dan teh hijau bisa membantu seorang melawan kanker secara efektif. Polifenol tinggi dalam teh bisa menghambat perkembangan kanker tertentu, termasuk lambung, kanker usus besar, kanker payudara, liver, prostat, dan kulit. Konsumsi rutin teh hijau dipercaya bisa mengimbangi efek buruk dari merokok, dengan cara menurunkan risiko timbulnya kanker paru-paru. Teh hitam juga mengandung EGCG, namun konsentrasinya lebih rendah dari teh hijau dan putih. Wanita yang minum teh hijau secara rutin memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena kanker payadara, jika dibandingkan dengan wanita yang minum bukan teh hijau.

G. Meningkatkan Kesehatan Gigi

Teh putih mengandung tinggi kalsium dan fluoride, yaitu dua nutrisi penting untuk kesehatan gigi dan gusi. Teh hitam kaya akan polifenol, yang akan membantu untuk menyembuhkan penyakit gusi, mencegah plak, dan bau mulut. Hal ini karena Polifenol dalam teh hitam akan menghambat pertumbuhan enzim bakteri dalam mulut.

H. Baik Untuk Penderita diabetes

Dalam dokumen RINGKASAN SENYAWA BIOAKTIF.docx (Halaman 27-39)

Dokumen terkait