• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.2 Sifat Fisik dan Kimia Bagian Pohon 1 Kadar air

5.2.4 Kadar Karbon

Hasil perhitungan kadar karbon rata-rata pada penelitian ini disajikan pada Tabel 11. Berdasarkan hasil pengujian kadar karbon rata-rata pada berbagai bagian pohon adalah berkisar antara 33.80% - 68.78%.

Tabel 11 Rata-rata kadar karbon pada berbagai bagian pohon dan kelas diameter pohon Kelas Diameter (cm) Kadar Karbon (%) Akar Batang

Utama Cabang Ranting Daun

5-10 55.66 71.27 - 46.74 33.66 10-15 49.45 66.13 - 44.61 33.60 15-20 44.94 61.87 - 42.81 32.71 20-25 53.22 66.60 - 45.52 32.86 25-30 52.78 65.19 - 39.69 33.23 30-40 51.88 70.22 42.06 43.39 33.66 40-50 74.87 81.28 66.58 46.60 37.27 50-60 63.28 68.51 45.05 38.26 33.35 >60 67.85 67.90 59.92 55.28 33.85 Rata-rata 57.10 68.78 53.40 44.77 33.80

Keterangan : (-) tidak ada sampel

Kadar karbon rata-rata pada bagian batang 68.78% merupakan kadar karbon paling besar setelah akar 57.10%, cabang 53.40%, ranting 44.77% dan daun 33.80%. Besarnya kadar karbon ditentukan oleh kadar zat terbang dan kadar abu. Kadar zat terbang dan kadar abu pada bagian cabang, ranting, dan daun yang lebih tinggi dari pada batang membuat kadar karbon pada batang menjadi lebih tinggi dari pada bagian pohon yang lain. Semakin tinggi kadar zat terbang dan kadar abu pada suatu bagian pohon maka kadar karbonnya akan semakin rendah. Hasil penelitian ini sama dengan hasil penelitian Fadhli (2009) yang menyebutkan bahwa kadar karbon terbesar terdapat pada batang utama pohon sebesar 49.30% dan terendah terdapat pada daun sebesar 37.73%.

Batang yang memiliki kadar karbon tertinggi merupakan hal yang sangat penting untuk menduga potensi karbon tegakan dan banyak dijadikan sebagai dasar untuk perhitungan pendugaan potensi karbon disuatu tegakan. Hal ini berkaitan erat dengan dimensi pohon yaitu diameter setinggi dada (Dbh) sebagai indikator dalam kegiatan pengukuran.

Terdapat variasi nilai kadar karbon pada tiap bagian pohon, dimana biasanya pada bagian pangkal pohon memiliki kadar karbon yang paling besar dan semakin ke atas kebagian ujung batang, dan bagian pohon lainnya seperti cabang, ranting dan daun, kadar karbonnya semakin kecil. Hal ini dipengaruhi oleh berat jenis, kerapatan kayu dan kadar air pada setiap bagian jaringan pohon.

Untuk mengetahui hubungan kadar karbon pada setiap bagian pohon, setiap kelas diameter dan jenis pohon yang diteliti, maka dilakukan pengujian beda nyata kadar karbon. Pengujian kadar karbon pada berbagai bagian pohon tersaji pada Tabel 12.

Tabel 12 Hasil uji t-student kadar karbon pada berbagai bagian pohon

Batang Utama Cabang dan Ranting Daun

Akar 0.00** 0.25tn 0.00**

Batang Utama 0.00** 0.00**

Cabang dan Ranting 0.00**

Keterangan : ** : Berbeda sangat nyata ( P < 0.01) * : Berbeda Nyata (P 0.01-0.05) tn : Tidak berbeda nyata ( P > 0.05)

Pada Tabel 12 dapat diketahui bahwa perbedaan kadar karbon sangat nyata terdapat pada bagian batang utama dengan akar, bagian batang utama dengan cabang dan ranting, bagian batang utama dengan daun, bagian cabang dan ranting dengan daun dan bagian akar dengan daun. Perbedaan kadar karbon yang tidak nyata untuk hasil uji t-student setiap bagian pohon terdapat pada bagian akar dengan cabang dan ranting.

Pengujian kadar karbon untuk mengetahui hubungan kadar karbon pada berbagai kelas diameter tersaji pada Tabel 13.

Tabel 13 Hasil uji t-student kadar karbon pada berbagai kelas diameter

Kelas Diameter (cm) 10-15 15-20 20-25 25-30 30-40 40-50 50-60 60 up 5-10 0.11tn 0.07tn 0.08tn 0.07tn 0.68tn 0.18tn 0.34tn 0.33tn 10-15 0.05* 0.33tn 0.70tn 0.18tn 0.14tn 0.22tn 0.26tn 15-20 0.10tn 0.42tn 0.07tn 0.12tn 0.16tn 0.21tn 20-25 0.28tn 0.29tn 0.15tn 0.24tn 0.28tn 25-30 0.28tn 0.16tn 0.25tn 0.28tn 30-40 0.14tn 0.26tn 0.29tn 40-50 0.08tn 0.19tn 50-60 0.32tn

Keterangan : ** : Berbeda sangat nyata ( P < 0.01)

* : Berbeda Nyata (P 0.01-0.05)

tn : Tidak berbeda nyata ( P > 0.05)

Berdasarkan uji t-student yang dilakukan pada berbagai kelas diameter, menunjukan bahwa kadar karbon pada setiap kelas diameter tidak berbeda nyata dimana nilai P>0.05. Hasil uji yang menunjukan perbedaan yang nyata hanya diketahui berada pada kelas diameter 10-15 cm dengan kelas diameter 15-20 cm.

Hasil uji t-student kadar karbon berdasarkan jenis pohon pada penelitian ini tersaji pada tabel 14.

Tabel 14 Hasil uji t-student kadar karbon pada berbagai jenis pohon

Mm Krg Uln Ubr Krj Nth Swg Lkm Rbt Myu Mk Mdg Kms Kpg 0.04* 0.99tn 0.07tn 0.24tn 0.55tn 0.43tn 0.07tn 0.77tn 0.86tn 0.07tn 0.18tn 0.10tn 0.18tn Mm 0.25tn 0.06tn 0.15tn 0.41tn 0.22tn 0.54tn 0.07tn 0.07tn 0.03* 0.13tn 0.31tn 0.13tn Krg 0.02* 0.27tn 0.57tn 0.66tn 0.28tn 0.88tn 0.71tn 0.35tn 0.47tn 0.26tn 0.20tn Uln 0.56tn 0.83tn 0.10tn 0.07tn 0.19n 0.01* 0.07tn 0.09tn 0.09tn 0.34tn Ubr 0.72tn 0.22tn 0.15tn 0.23tn 0.27tn 0.17tn 0.17tn 0.12tn 0.09tn Krj 0.49tn 0.39tn 0.54tn 0.58tn 0.44tn 0.44tn 0.35tn 0.11tn Nth 0.10tn 0.16tn 0.58tn 0.52tn 0.40tn 0.19tn 0.17tn Swg 0.03* 0.25tn 0.18tn 0.00** 0.42tn 0.13tn Lkm 0.94tn 0.14tn 0.07tn 0.06tn 0.17tn Rbt 0.33tn 0.42tn 0.25tn 0.20tn Myu 0.89tn 0.15tn 0.14tn Mk 0.11tn 0.14tn Mdg 0.11tn

Keterangan : Kpg : Kumpang Swg : Sawang

Mm : Meranti merah Lkm : Lengkuham

Krg : Keruing Rbt : Rambutan

Uln : Ulin Myu : Mayau

Ubr : Ubar Mk : Meranti kuning

Krj : Keranji Mdg : Medang

Nth : Nyatoh Kms : Kempas

** : Berbeda sangat nyata ( P < 0.01)

* : Berbeda Nyata (P 0.01-0.05)

tn : Tidak berbeda nyata ( P > 0.05)

Dapat diketahui dari Tabel 13, bahwa pada sebagian besar jenis pohon memiliki perbedaan yang tidak nyata dimana nilai P>0.05. Hasil uji yang berbeda nyata diketahui terdapat pada uji jenis meranti merah (Shorea pinanga) dengan kumpang (Knema comferta), mayau (Shorea johorensis) dengan meranti merah (Shorea pinanga), keruing (Dipterocarpus creenitus) dengan ulin (Eusideroxylon zwageri), ulin (Eusideroxylon zwageri) dengan rambutan (Nephylium indum), dan sawang dengan lengkuham (Letcea letocarpa), dimana nilai P 0.01-0.05. Hasil uji yang berbeda sangat nyata diketahui hanya pada uji jenis sawang dan meranti kuning (Shorea accuminattisima), yang memiliki nilai P<0.01

5.2.5 Biomassa

Biomassa merupakan berat kering dari suatu individu pohon. Pada penelitian ini biomassa tertinggi terdapat pada bagian batang utama. Dapat dilihat pada Tabel 15 biomassa tertinggi terdapat pada batang utama sebesar 1029.73 kg atau sekitar 73.28% dari total biomassa, kemudian disusul oleh bagian akar

sebesar 297.66 kg atau sekitar 21.18%, cabang dan ranting sebesar 49.86 kg atau 3.55% dan terakhir daun sebesar 28.03 kg atau 1.99%. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Purwitasari (2011) yang menyatakan bahwa biomassa tertinggi terdapat pada bagian batang pohon pada tegakan akasia (Acacia mangium) sebesar 57.83 % .

Tabel 15 Rata-rata biomassa pada berbagai bagian pohon dan kelas diameter pohon Kelas Diameter (cm) Biomassa (Kg) Akar Batang Utama Cabang dan

Ranting Daun Total

5-10 7.02 20.74 7.94 3.46 39.15 10-15 16.65 67.14 19.38 6.94 110.10 15-20 21.71 124.53 21.19 11.97 179.40 20-25 63.99 269.60 63.63 15.82 413.04 25-30 66.35 345.38 48.99 17.59 478.31 30-40 31.234 134.389 26.47 9.351 201.443 40-50 446.74 1301.66 66.21 18.30 1832.91 50-60 540.18 1254.00 52.27 61.05 1907.51 >60 1485.09 5750.16 142.66 107.75 7485.66 Rata-rata 297.66 1029.73 49.86 28.03 1405.28

Pada umumnya peningkatan kelas dimeter (Dbh) juga akan meningkatkan biomassa pada beberapa bagian pohon. Dapat dilihat pada Tabel 15 bahwa pada kelas diameter 5-10 cm biomassa totalnya hanya 39.15 kg dan pada kelas diameter lebih dari 60 cm biomassa totalnya mencapai 7485.66 kg. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi kelas diameternya maka biomassanya juga semakin besar. Hal ini dikarenakan ketika kelas diameter semakin tinggi maka akan diikuti dengan semakin besar batang dan semakin banyak jumlah daun, ranting dan cabang, dan akar pohon tersebut

Proporsi nilai biomassa setiap bagian pohon berbeda-beda. Pada setiap kelas diameter, biomassa pada batang utama selalu memiliki proporsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan bagian pohon yang lain. Begitu pula dengan daun yang selalu memiliki proporsi nilai biomassa terendah untuk setiap kelas diameter.

Proses fotosintesis merupakan proses penting dalam pendistribusian biomassa. Melalui fotosintesis, CO2 di udara diserap oleh tanaman dan dengan

keseluruh bagian tanaman, yang akan ditimbun dalam bentuk daun, batang, cabang, buah dan bunga (Hairiah & Rahayu 2007). Walaupun proses fotosintesis berlangsung di daun, namun hasil dari proses fotosintesis tertinggi disimpan pada batang utama yang dipergunakan untuk pertumbuhan tanaman.

Dominansi biomassa yang tinggi pada batang utama dapat disebakan oleh banyaknya konsentrasi zat penyusun kayu (selulosa dan hemiselulosa) pada batang utama dibandingkan dengan bagian pohon yang lain. Zat penyusun kayu tersebut yang banyak mengisi rongga sel dibandingkan dengan air sehingga biomassa yang tersimpan pada batang utama lebih tinggi. Hal tersebut berbanding terbalik pada daun, daun memiliki banyak rongga sel yang kosong sehingga daun kurang padat dan banyak terisi oleh air, sehingga biomassanya lebih rendah jika dibandingkan dengan bagian pohon yang lain.

Dokumen terkait