• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Landasan Teori

2. Kajian Laboratorium Masjid

Keberadaan laboratorium sebagai bentuk sarana yang sangat diperlukan untuk kemajuan lembaga pendidikan seperti sekolah, perguruan tinggi, bahkan pesantren. Setiap pelajaran sebenarnya memerlukan ruang khusus sebagai media pembelajaran. Dalam hal ini, para siswa memerlukan ruangan khusus untuk belajar Bahasa, IPA, Kimia, dan lain-lain.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa laboratorium adalah tempat atau kamar yang dilengkapi dengan peralatan untuk mengadakan percobaan (penyelidikan dan sebagainya).25

Laboratorium yang sering disebut “Lab” adalah tempat dilakukanya riset (penelitian) ilmiah, eksperimen (percobaan), pengukuran, ataupun pelatihan ilmiah. Dengan kata lain laboratorium adalah tempat sekelompok orang yang melakukan berbagai macam kegiatan penelitian (riset), pengamatan, pelatihan, dan pengujian ilmiah sebagai pendekatan antara teori dan praktik dari berbagai

25

Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka,2000),edisi ke-3, hlm.621

macam disiplin ilmu.Pada dasarnya, secara fisik laboratorium juga dapat merujuk pada ruangan tertutup, kamar atau ruangan terbuka.26

Sedangkan Masjid ditinjau dari segi etimologi berasal dari kata “masjid” yang merupakan kosakata dari bahasa Arab yaitu lafadz “sajada (ذغع)” yang memiliki akar kata د-ط-ط yang bermakna “sujud

atau menundukkan kepala hingga dahi menyentuh tanah”.27 Kata masjid merupakan kata jadian dari akar kata aslinya yang merupakan kata benda “sajdan ( ًاذ ْغ َع ) “ kata jadian ini berupa isim makan yaitu kata benda yang menunjukkan tempat. Dengan demikian masjid adalah tempat sujud atau tempat menundukkan kepala hingga ke tanah sebagai ungkapan ketundukkan penuh kepada Allah SWT.28

Masjid adalah rumah Allah SWT yang dibangun sebagai sarana bagi umat Islam untuk mengingat, mensyukuri dan menyembah Allah SWT dengan baik. Selain itu, masjid juga merupakan tempat melaksanakan berbagai aktifitas amal shaleh, seperti tempat bermusyawarah, pernikahan, benteng dan strategi perang, mencari solusi permasalahan yang terjadi di tengah-tengah umat dan sebagainya. Masjid dapat diumpamakan dengan kolam-kolam spiritual yang membersihkan segala bentuk dosa, noda dan berkas-berkas

26

Richard Decaprio, Tips Mengelola laboratorium Sekolah, (Yokyakarta: DIVA Press, 2013), hlm.16-17

27

Ibn Manzhur, Lisan Al-Arab, (Baerut:Dar Al-Fikr,1976),hal.234

28

Dr.H.Asep Usman Ismail,M.A dan Drs.Cecep Castrawijaya,M.M,M.A, Manajemen Masjid, (Bandung: Angkasa,2010),hal.1

kelengahan seorang hamba.29 Sebagaimana dalam Firman Allah surat Al-Baqarah ayat 125, yang berbunyi;

ۗ٠هَِظُٓ َْْ٤ِٛا َشْثِإ ِّبَوَٓ ِْٖٓ اَٝز ِخهرا َٝ بًَْ٘ٓأ َٝ ِطبهُِِ٘ َخَثبَضَٓ َذْ٤َجُْا بََِْ٘ؼَع ْرِإ َٝ

َْٖ٤ِلِدبَطُِِ َ٢ِزْ٤َث ا َشَِّٜط َْٕأ ََْ٤ِػبَْٔعِإ َٝ َْْ٤ِٛا َشْثِإ ٠َُِإ بَْٗذَِٜػ َٝ

َْٖ٤ِلًِبَؼُْا َٝ

ِدُٞغُّغُا ِغهً ُّشُا َٝ

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud".

Sedangkan secara umum Masjid adalah tempat suci umat Islam yang berfungsi sebagai tempat ibadah, pusat kegiatan keagamaan, dan kemasyarakatan yang harus dibina, dipelihara dan dikembangkan secara teratur dan terencana. Untuk menyemarakan siar Islam, meningkatkan semarak keagamaan dan menyemarakan kualitas umat Islam dalam mengabdi kepada Allah, sehingga partisipasi dan tanggung jawab umat Islam terhadap pembangunan bangsa akan lebih besar.30

Dengan demikian, Masjid merupakan rumah Allah SWT yang berfungsi sebagai tempat ibadah, sebagai tempat untuk berbagai aktifitas keagamaan dengan tujuan meningkatkan silaturahmi di

29

Yusuf Qardhawi, Tuntunan Membangun Masjid, Shirat Syar‟iyah Li Bina

Al-Masajid,(Jakarta: Gema Insani Press,2000),hal.8

30

kalangan kaum muslimin. Maka pengertian Laboratorium Masjid diambil dari pengertian diatas adalah masjid yang dijadikan sebagai sarana untuk mengadakan percobaan (riset), dan praktikum yang berhubungan dengan mata pelajaran Agama Islam.

Beberapa alasan laboratorium sangatlah penting bagi setiap peneliti ataupun lembaga pendidikan, yaitu:

a) Keaktifan seorang siswa ataupun mahasiswa tidak akan bisa terwujud tanpa adanya media, dan media tersebut adalah laboratorium.

b) Kegiatan-kegiatan yang berpusat pada pengembangan keterampilan proses, keterampilan motoric, dan pembentukan sikap ilmiah (khususnya pengembangan minat untuk melakukan penyidikan, penelitian-penelitian lingkungan dan minat untuk mempelajari alam secara mendalam) tidak akan bisa terwujud tanpa adanya laboratorium.

c) Sikap mandiri siswa dalam memahami pelajaran hanya bisa dibangun dengan adanya laboratorium.

Dengan melihat begitu banyaknya manfaat laboratorium, maka bisa dibilang memiliki laboratorium adalah keniscayaan bagi setiap lembaga pendidikan. Dengan kata lain, saat ini keberadaan laboratorium bisa dibilang sebagai sebuah tuntutan seiring dengan perkembangan dalam pengajaran dan pengembangan kurikulum yang

semakin kompleks.31 Begitu juga dengan adanya laboratorium Masjid sangat dibutuhkam oleh lembaga pendidikan. Dalam laboratorium Masjid dilaksanakan proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran dan peserta didik diajak untuk melakukan praktek, penelitian dan percobaan terhadap materi yang sedang dipelajari, sehingga akan membantu mempercepat pemahaman siswa dan siswa akan mampu mengembangkan kompetensi berkenaan dengan agama Islam.

Pentingnya saran dan prasarana untuk menunjang proses pendidikan, diatur oleh Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan Nasional “Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kewajiban peserta didik.32 Juga peraturan pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab VII pasal 42 ayat 1 dan 2:

1. Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi: perabot, peralatan pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai serta perlengkapan yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.

31

Ibid., hlm. 20-22

32

Undang-undang Republik Indonesia No.20 tahun 2003. Tentang SISDIKNAS. Bandung: Citra Umbara.

2. Dari setiap pendidikan meliputi: lahan, ruang kelas, ruang pimpinan, ruang guru, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, kantin, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berekreasi, dan ruang tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.33

b. Macam-macam Laboratorium Agama

Menurut kegunaannya, laboratorium dibagi menjadi dua jenis yaitu laboratorium agama by desain dan laboratorium agama by utilization. Kedua laboratorium tersebut yaitu:34

1. Laboratorium agama by desain yaitu laboratorium yang dibangun secara khusus dan telah dikembangkan sebagai komponen system instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal. Seperti Laboratorium sains (kimia, fisik, dan biologi).

2. Laboratorium agama by utilization yaitu laboratorium yang tidak secara khusus di desain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan, dan digunakan untuk keperluan belajar. Seperti Masjid/Mushalla, Aula, Perpustakaan, dan sebagainya.

33

Peraturan pemerintah RI No 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan bab VII pasal 42 ayat 1 dan 2.

34

Dhoni Mahmudah, Pengembangan Kompetensi Peserta didik dalam Pendidikan Agama Islam

Dari uraian diatas bisa disimpulkan bahwasanya macam-macam Laboratorium Agama ada 2 yaitu; Laboratorium agama by desain dan Laboratorium agama by utilization. Dari kedua macam tersebut laboratorium Masjid termasuk macam yang kedua adalah Laboratorium agama by utilization.

c. Tujuan dan Fungsi Laboratorium Masjid

Laboratorium Masjid merupakan tempat proses belajar mengajar dalam pembelajaran pendidikan agama islam melalui metode praktikum, yang dapat menghasilkan pengalaman belajar bagi peserta didik. Berikut adalah tujuan adanya laboratorium masjid:

1) Mendukung proses pembelajaran pendidikan agama Islam dalam menumbuh perkembangan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengalaman, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketaqwaanya kepada Allah SWT.

2) Menyediakan alat peraga dan laboratorium dalam rangka memperkuat aqidah, berakhlak mulia, memperluas pengetahuan agama dan rajin beribadah.

Adapun tujuan dengan adanya laboratorium masjid bagi peserta didik adalah:

b. Untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang keagamaan.

c. Untuk kegiatan peserta didik seperti pengajian atau do‟a bersama d. Memberi keterampilan dan pelatihan mengajar pada peserta didik. e. Membuat media pembelajaran agama.

f. Mengevaluasi proses belajar mengajar di PAI dan mengembangkannya.

Untuk kegiatan di laboratorium masjid pada jenjang SD, SMP, dan SMA masih sebatas dengan sholat berjama‟ah, pengalaman ilmu tentang agama, pengajian dan juga kegiatan siswa.

d. Fungsi Laboratorium Masjid

Pada dasarnya laboratorium Masjid dapat berfungsi sebagai:35

1) Sebagai tempat untuk belajar mengembangkan diri dengan melatih keterampilan spiritual, intelektual, sosial dan pendewasaan sikap, pemahaman komperhensif terhadap ajaran agama Islam dan penanaman nilai-nilai akhlak mulia.

2) Sebagai tempat berbagi keilmuan, diskusi, penelitian dan pemberi solusi problematika umat Islam.

Dalam proses pembelajaran di laboratorium biasanya menggunakan istilah praktikum. Praktikum adalah suatu istilah yang

35

Syukri Fathudin Achmad Widodo, Menggagas Model Manajemen Laboratorium Pendidikan

biasanya digunakan di Indonesia untuk menunjukkan kegiatan yang dikerjakan dilaboratorium.

e. Kelebihan dan Kekurangan Laboratorium Masjid

Laboratorium Masjid adalah media pendidikan yang digunakan saat jam pelajaran berlangsung ataupun diluar jam pelajaran, namun dalam penggunaan laboratorium Masjid ini terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan, diantaranya adalah:36

Keuntungan yang diperoleh dari kegiatan mempelajari lingkupan dalam proses belajar mengajar.

1) Kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan siswa duduk di kelas berjam-jam, sehingga motivasi belajar siswa akan lebih tinggi.

2) Hakikat belajar akan bermakna sebab siswa dihadapkan dengan situasi dan keadaan yang sebenarnya atau bersifat alami.

3) Bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya serta lebih faktual sehingga kebenarannya lebih akurat.

4) Kegiatan belajar siswa lebih komprehensif dan lebih aktif sebab dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti mengamati, bertanya, atau wawancara membuktikan atau mendemostrasikan, menguji fakta, dan lain-lain.

36

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pendidikan Agama, (Jakarta: Cipuatat Press, 2002), hlm. 177

5) Sumber belajar menjadi lebih kaya sebab lingkungannya yang dapat dipelajari bisa beraneka ragam seperti lingkungan social, lingkungan alam, lingkungan buatan, dan lain-lain.

6) Siswa dapat memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada dilingkungannya, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan kehidupan di sekitarnya, serta dapat memupuk cinta lingkungan.

Kelemahannya biasanya terdapat pada pengaturan waktu dan kegiatan, misalnya;37

1) Kegiatan belajar kurang dipersiapkan sehingga menyebabkan waktu terbuang sia-sia dan pelajaran tidak bisa dikontrol secara teratur, dan bisanya kesannya seperti main-main.

2) Ada kesan dari guru dan siswa bahwa kegiatan mempelajari lingkungan memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga menghabiskan waktu untuk belajar di kelas.

3) Sempitnya pandangan guru bahwa kegiatan belajar mengajar hanya terjadi di dalam kelas. Tugas belajar siswa dapat dilakukan di luar jam kelas atau pelajaran baik secara individual maupun kelompok dan satu diantaranya dapat dilakukan dengan mempelajari keadaan lingkungannya.

37

Dari pembahasan diatas bisa kita simpulkan bahwa Laboratorium Masjid itu merupakan sebuah bentuk kegiatan yang dilakukan ketika proses mata pelajaran Agama berlangsung yang bertempat di luar kelas yaitu di masjid sekitar lingkungan sekolah, dalam Laboratorium Masjid pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan diantaranya adalah pelajaran semakin menarik akan tetapi jika pelajaran kurang disiapkan bisa menyebakan waktu terbuang sia-sia, belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa tetapi biasanya pelajaran yang dilakukan di luar kelas memerlukan waktu yang cukup lama sehingga menghabiskan waktu untuk belajar dikelas, dan lain-lainnya.

Dokumen terkait