• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Mengenai Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Kajian Mengenai Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman

1. Pengertian Permainan Edukatif

Permainan edukatif adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan dan dapat dijadikan sebagai alat pendidikan yang bersifat mendidik. Permainan edukatif merupakan bentuk kegiatan mendidik yang dilakukan dengan menggunakan cara atau alat yang bersifat mendidik. Permainan edukatif bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, berpikir, serta bergaul dengan lingkungan, menguatkan dan menerampilkan anggota badan anak, mengembangkan kepribadian, mendekatkan hubungan antara pendidik dengan anak didik, menyalurkan kegiatan anak, dan sebagainya (Ismail. 2005: 119-120).

Permainan memiliki tujuan yang beragam. Sebagaimana yang dinyatakan Ismail (2005: 120-150) bahwa tujuan permainan edukatif antara lain sebagai berikut: 1) untuk mengembangkan konsep diri (self concept), 2) untuk mengembangkan kreativitas, 3) untuk mengembangkan komunikasi, 4) mengembangkan aspek fisik dan moral, 4) mengembangkan aspek sosial, 5) mengembangkan aspek emosi atau kepribadian, 6) mengembangkan aspek kognisi, 7) mengasah ketajaman penginderaan, dan 8) mengembangkan keterampilan olahraga dan menari.

33

Selain manfaat permainan edukatif yang sudah dijelaskan di atas, permainan edukatif juga mempunyai beberapa fungsi, yaitu.

a. Memberikan ilmu pengetahuan kepada anak melalui proses pembelajaran bermain sambil belajar.

b. Merangsang pengembangan daya pikir, daya cipta, dan bahasa agar dapat menumbuhkan sikap, mental, serta akhlak yang baik.

c. Menciptakan lingkungan bermain yang menarik, memberikan rasa aman, dan menyenangkan.

d. Meningkatkan kualitas pembelajaran anak-anak.

Berdasarkan pendapat tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa Board Game ular tangga berbasis keragaman budaya ini termasuk permainan edukatif yang bertujuan dalam mengembangkan dalam aspek sosial, komunikasi, dan kognisi. Termasuk dalam aspek sosial karena ular tangga ini digunakan untuk bermain secara berkelompok. Sehingga terjadi interaksi sosial pada setiap anggota kelompok yang terlibat. Selain itu dalam berinteraksi dengan antaranggota kelompok pasti terjadi umpan balik yang merupakan aspek komunikasi. Sedangkan berdasarkan contain atau isi dari Board Game ular tangga ini merupakan materi keberagaman budaya Indonesia yang bisa diajarkan secara tematik antara mata pelajaran PKn, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahun Sosial. Materi dituangkan dalam bentuk soal-soal yang menjadi salah satu alat untuk mengukur tingkat pemahaman siswa terhadap materi, sehingga isi dalam Board Game ular tangga ini termasuk dalam aspek kognisi.

2. Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya a. Pengertian Permaian Ular Tangga

Permainan ular tangga merupakan permainan sederhana yang terdiri dari papan permainan berupa petak-petak angka, gambar ular dan tangga yang

34

diamiankan menggunakan dadu dan bidak. Sebagaiman yang dikatakan oleh Husna (2009: 145) bahwa permainan ular tangga adalah suatu permainan yang menggunakan dadu untuk menentukan beberapa langkah yang harus dijalani bidak atau pemain. Papan permainan dalam ular tangga berupa gambar kotak-kotak yang terdiri dari 10 baris dan 10 kolom dengan nomor 1-100, serta terdapat gambar ular dan tangga. Jika pada saat bermain bidak berhenti pada ekor ular, maka bidak harus turun sampai kotak yang terdapat kepala ularnya. Sedangkan jika bidak berhenti pada kotak tangga bagian bawah, maka bidak langsung naik ke kotak yang terdapat gambar ujung tangga bagian atas.

Sejalan dengan Husna, Cahyo (2011: 106) mengemukakan bahwa permainan ular tangga adalah permainan papan untuk anak-anak yang dimainkan oleh dua orang atau lebih. Papan permainan dibagi menjadi gambar kotak-kotak kecil dan terdapat beberapa kotak yang terdapat gambar ular dan tangga yang menghubungkan dengan kotak lain. Permainan ini berkembang sejak tahun 1870. Ukuran papan dalam permainan ular tangga ini tidak standar sehingga setiap orang bisa menciptakan papan mereka sendiri dengan ular dan tangga yang mereka inginkan.

Tidak ada papan permainan standar dalam ular tangga - setiap orang dapat menciptakan papan mereka sendiri dengan jumlah kotak, ular dan tangga yang berlainan. Setiap pemain mulai dengan bidaknya di kotak pertama (biasanya kotak di sudut kiri bawah) dan secara bergiliran melemparkan dadu. Bidak dijalankan sesuai dengan jumlah mata dadu yang muncul. Bila pemain mendarat di ujung bawah sebuah tangga, mereka dapat langsung pergi ke ujung tangga yang lain. Bila

35

mendarat di kotak dengan ular, mereka harus turun ke kotak di ujung bawah ular. Pemenang adalah pemain pertama yang mencapai kotak terakhir. Biasanya bila seorang pemain mendapatkan angka 6 dari dadu, mereka mendapat giliran sekali lagi. Bila tidak, maka giliran jatuh ke pemain selanjutnya. Untuk memainkan ular tangga, peralatan yang dibutuhkan adalah papan ular tangga, bidak dan dadu. b. Keunggulan Permainan Ular Tangga

Ular tangga sebagai game yang sering dimainkan oleh anak-anak mempunyai beberapa keunggulan. Seperti yag dinyatakan oleh Husna (2009: 145) keunggulan dari permainan ular tangga antara lain.

1) Media permainan ular tangga dapat dipergunakan di dalam kegiatan belajar mengajar karena kegiatan ini menyenangkan sehingga anak tertarik untuk belajar sambil bermain.

2) Anak dapat berpartisipasi dalam proses pembelajaran secara langsung. 3) Media permainan ular tangga dapat dipergunakan untuk membantu semua

aspek perkembangan anak salah satu mengembangkan kecerdasan logika matematika.

4) Media permainan ular tangga dapat merangsang anak belajar memecahkan masalah sederhana tanpa disadari oleh anak.

5) Penggunaan media permainan ular tangga dapat dilakukan baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Berdasarkan beberapa keunggulan permainan ular tangga yang tersebut di atas, peneliti menyimpulkan bahwa Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya yang dikembangkan oleh peneliti mempunyai beberapa kelebihan antara lain: 1) dapat digunakan dalam kegiatan belajar karena memuat materi pelajaran, 2) siswa secara menyeluruh mampu berpartisipasi karena siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil dan setiap kelompok mendapatkan satu set media, 3) Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya ini dapat digunakan dalam menilai hasil belajar siswa dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, 4) Board

36

Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya dapat menarik perhatian siswa untuk bermain sambil belajar, 5) Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya dapat digunakan untuk pembelajaran di dalam maupun di luar kelas, dan 6) Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya dapat digunakan untuk pembelajaran tematik karena contain media menggabungkan muatan mata pelajaran PKn, IPS, Bahasa Indonesia dan IPA.

c. Kelemahan Permainan Ular Tangga

Ular tangga selain memiliki banyak keunggulan, namun ada beberapa kelemahannya. Hal ini dikatakan oleh Husna (2009: 145) bahwa kelemahan dari permainan ular tangga antara lain.

1) Penggunaan media permainan ular tangga memerlukan banyak waktu untuk menjelaskan kepada anak.

2) Permainan ular tangga tidak dapat mengembangkan semua materi pembelajaran.

3) Kurangnya pemahaman aturan permainan oleh anak dapat menimbulkan kericuhan.

4) Bagi anak yang tidak menguasai materi dengan baik akan mengalami kesulitan dalam bermain.

Selain beberapa kelebihan yang sudah dijelaskan, menggunakan Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya ini juga ada beberapa kelemahan antara lain: 1) memerlukan waktu yang banyak dalam menjelaskan penggunaan Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya ini ke siswa, 2) karena media yang dikembangkan peneliti adalah Board Game Ular Tangga Berbasis Keragaman Budaya, maka media ini sudah terpatok pada satu materi dan tidak dapat digunakan untuk materi yang lain, dan 3) guru harus ekstra dalam membimbing anak dan anak juga harus menguasai materi agar tidak terjadi kericuhan.

37

C. Kajian Mengenai Materi Keberagaman Budaya Indonesia di Kelas III

Dokumen terkait