• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA TEORITIS

B. Kajian Penelitian Yang Relevan

1. Imam Nur Muhammad Dini (2018) penelitian tentang Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Sebagai Supervisor dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMA Muhammadiyah 1 Way Jepara Kabupaten Lampung Timur, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung yang hasilnya menyatakanperan kepemimpinan kepala sekolah sebagi supervisor di SMA Muhammadiyah 1 Way Jepara terkait dengan peningkatan kinerja guru, telah menjalankan peranya dengan baik. Hal itu terlihat bahwa kepala sekolah telah melakukan pengawasan terhadap proses belajar mengajar, tentu saja hal ini bila kita kaitkan dengan indikator supervisor maka bagian ini termasuk dalam tahap pertemuan awal dan tahap observasi kelas. Selanjutnya kepala sekolah juga telah memberikan motivasi kepada guru, yangmana hal ini bila kita amati berkenaan dengan tahap pertemuan akhir, dimana didalamnya terjadi intraksi dalam hal pengevaluasian dan pemberian supotr kepada guru demi perbaikan kinerja untuk masa-masa mendatang

2. Djanjdji Purwanto, (2017), dalam journal yang berjudul The Role of School Principal and School Supervisors in Improving Teacher Competency in the Application of Leading Saintific Approach in Vocational High School,Center of developing and Empowering the educators and the educational personals fields of automotive and

electronics of malang, yang hasilnya menyatakannilairata-rata dari variabel peran utamaadalah 3,96. Hasil ini menunjukkan bahwa variabel perankepala sekolah dianggap oleh para guruSekolah Menengah Kejuruan di Malang dan Yogyakartainstrumen kepala sekolah dalam memotivasi dan mengembangkankompetensi guru adalah instrumen terkuatdalam membentuk peran kepala sekolah. Rata-ratanilai variabel peran pengawas adalah 3,94.Hasil inimenunjukkan bahwa peran pengawasperan lebih baik dirasakan oleh Kejuruan TinggiGuru sekolah di Kota Malang dan pengawas sekolahinstrumen yang terlibat dalam pengawasan kurikulumdesain adalah instrumen terkuat untuk dibentukperan pengawasan dan nilai rata-rata guruvariabel kompetensi 3,68. Hasil ini menunjukkanbahwa variabel kompetensi guru dirasakanoleh guru Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Malangdan kemampuan untuk memiliki kepribadian yang baik dan stabil adalahinstrumen terkuat untuk kompetensi guru.Peran kepala sekolah memiliki hubungan yang signifikandengan kompetensi guru, artinyabahwa guru akan memiliki kompetensi jikakepala sekolahmemiliki peran dalam memotivasi danmengembangkan kompetensi guru.Peran pengawas sekolah memiliki peran yang signifikanhubungan dengan kompetensi guru,artinya guru akan memiliki kompetensi jikapengawas sekolah terlibat dalam pengawasandesain kurikulum.

3. Frederick Kwaku Sarfo dan Benjamin Cudjoe, (2016), dalam journal yang berjudulSupervisors’ Knowledge and Use of Clinical Supervision to

Promote Teacher Performance in basic schools,Departemen of Educational Leadership, University of Education of Winneba kumasai campus, yang hasilnya menyatakan yang hasilnya menyatakanbahwa meskipun pengawas memiliki pengetahuan tentang klinispengawasan, dan menyadari efektivitasnya pada pengajaran guru dan penggunaannya di sekolah dasar untuk meningkatpraktik pedagogis guru, mereka tidak dapat menggunakannya untuk meningkatkan kualitas pengajaran guru, memaksimalkan belajar siswa seperti yang diharapkan. Seperti terungkap dalam ketidakmampuan pengawas data FGD untuk menggunakan klinispengawasan yang efektif di sekolah dikaitkan dengan faktor-faktor berikut: 1)Tanggung jawab pengawas dan kelas pengawas, 2) Menuntut supervisi klinis, 3)Pelatihan supervisor yang tidak memadai, 4) Sejumlah besar guru akan diawasi di kabupaten / sirkuit, 5) Logistik yang tidak memadai untuk memfasilitasi pergerakan pengawas, 6) Sikap dan persepsi guru

4. Maya megawati, (2018) dalam skripsi yang berjudul “Peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam mewujudkanprofesionalisme guru di sekolah menengah kejuruanma’arif 1 semaka kabupaten tanggamus”. Universitas islam negeri raden intan lampung.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Peran Kepala Sekolah sebagai supervisi dalam mewujudkan profesionalisme guru PAI di SMK Ma’Arif 1 Semaka Kabupaten Tanggamus dengan melakukan program-program yang mendukung terwujudnya profesionalisme guru seperti melakukan

bimbingan bagi guru dalam hal: model pembelajaran, mencari kesulitan guru dan menyelesaikannya, meningkatkan mutu pendidik, membina pengelolaan kelas, mengorganisasikan guruguru serta melakukan evaluasi. Strategi dan upaya yang dilakukan kepala sekolah sebagai pemimpin dalam mewujudkan profesionalisme guru PAI di SMK Ma’Arif 1 Semaka Kabupaten Tanggamus dengan melakukan pengawasan, observasi kelas, pengamatan serta proses pembinaan. Adapun faktor yang mempengaruhi peran kepala sebagai supervisi sekolah dalam mewujudkan profesionalisme guru PAI di SMK Ma’Arif 1 Semaka Kabupaten Tanggamus seperti sarana dan prasarana yang belum terpenuhi secara keseluruhan, rasa sungkan dan enggan terhadap guru-guru serta staff karyawan yang lebih senior serta kondisi finansial sekolah yang masih terbatas.

5. Muhtarom. (2018). Mengenai Peran Supervisi Kepala Sekolah DalamMeningkatkan Profesionalisme Guru(Studi Kasus di MI Ma’arif Mayak Tonatan Ponorogo). Institut Agama Islam Negeri (IAIN) ponorogo. Hasil supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah MI Ma’arif Mayak Tonatan Ponorogo adalah mampu meningkatkan profesionalisme guru pada kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial.

Setiap penelitian pasti memiliki perbedaan dan kesamaan. Seperti halnya dengan judul pada penelitian yangakan diteliti oleh penulis ini. Penelitian pertama menjelaskan mengenai kepemimpinan kepala

sekolah, penelitian ke dua mengenai kepala sekolah sebagai supervisi dalam meningkatkan kompetensi guru. Peneliti ke tiga meneliti tentang pengetahuan dan penggunaaan pengawas untuk mempromosikan kinerja guru.Penelitian ke empat mengenai Peran Kepala Sekolah Sebagai Supervisor Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran. Peneliti ke lima mengenai tentang Peran kepala sekolah sebagai supervisor dalam mewujudkanprofesionalisme guru di sekolah. Sedangkan penelitian ke enam mengenai tentang peran supervisi kepala sekolah dalammeningkatkan profesionalisme guru.

Dari penelitian tersebut memiliki kesamaan dengan peneliti yaitu sama-sama meneliti tentang kepemimpinan kepala sekolah sebagai supervisor Selain itu, peneliti juga menggali tentang supervisibidang akademik.

Sedangkan dalam perbedaan dari penelitian di atas atau penelitian yang terdahulu dengan peneliti yang dilakuka penulis adalah dalam perbedaan kepemimpinan kepala sekolah. Setiap sekolah memiliki perbedaan karakter seorang pemimpin dan pemimpin pun berbeda cara akan melakukan tugasanya sesuai lembaga yang dipimpin. Mengenai supervisi yang dilakukan oleh peneliti supervisi yang dilakukan penulis yaitu menggunakan supervisi akademik, dari supervisi akademik tersebut kepala sekolah juga melakukan teknik supervisi dan model supervisi yang berbeda antara sekolah satu dengan yang lainya memiliki perbedaan dalam kegiatan supervisi.