BAB II PENGGUNAAN METODE TWO STAY TWO
B. Kajian Pustaka
Dalam kegiatan penelitian ini penulis telah melaksanakan penelusuran dan kajian terhadap berbagai sumber atau referensi yang memiliki kesamaan atau relevansi materi pokok permasalahan dalam peneliti ini. Hal tersebut dimaksudkan agar arah atau fokus penelitian ini tidak terjadi pengulangan dari peneliti sebelumnya, melainkan mencari sisi lain yang signifikan untuk diteliti . selain itu kegiatan penelusuran sumber berguna untuk membangun kerangka teoritik yang mendasari kerangka berfikir peneliti kaitannya dengan proses dan penulisan laporan hasil penelitian ini. Dalam hal ini penulis mengambil beberapa sumber sebagai rujukan perbandingan:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Istiqomah Retna Harjanti, lulus tahun 2013, dengan judul Efektifitas Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Dan Picture and Picture Terhadap Hasil Belajar Matematika Bangun Ruang Pada
24
Tayibnapis, Farida Yusuf, Evaluasi Program dan Instrumen
Peserta Didik Kelas V MIN Bawu Batealit Jepara. Data hasil penelitian yang telah terkumpul, dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik. Dalam uji hipotesis peneliti menggunakan uji test. Berdasarkan perhitungan t-test pihak kanan dengan taraf signifikasi = 5% diperoleh thitung = 4,541, sedangkan ttabel = 1,684. Karena thitung>ttabel maka berarti rata-rata hasil belajar Matematika peserta didik yang diberi pembelajaran model two stay two stray dan picture and picture lebih besar daripada KKM. Berdasarkan data yang diperoleh rata-rata nilai tes akhir kelas eksperimen = 83,30 sedangkan KKM yang ditentukan dari sekolah 75, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran two stay two stray dan picture and picture efektif terhadap hasil belajar matematika bangun ruang pada peserta didik kelas V MIN Bawu Batealit Jepara.25
2. Penelitian yang dilakukan oleh Kiki Utami, lulus tahun 2012, dengan judul Penerapan Metode Pembelajaran Word Square dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Ekosistem di MTs Negeri Karangampel Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran menggunakan metode word square pada pokok bahasan ekosistem, mengetahui
25 Harjanti, Istiqomah Retna, “Efektifitas Model Pembelajaran Two
Stay Two Stray Dan Picture and Picture Terhadap Hasil Belajar Matematika
Bangun Ruang Pada Peserta Didik Kelas V MIN Bawu Batealit Jepara”,
perbedaan peningkatan hasil belajar siswa antara yang menggunakan metode pembelajaran word square dengan yang tidak menggunakan metode pembelajaran word square pokok bahasan ekosistem, dan untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan metode pembelajaran word square pokok bahasan ekosistem. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu melalui tes, observasi dan angket. Terjadi perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol pada pokok bahasan ekosistem di MTs Negeri Karangampel Kabupaten Indramayu. Aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran menggunakan metode word square yang dilakukan dengan 2 kali pengamatan terdapat peningkatan yang signifikan yaitu dari 13,34 dengan interpretasi sedang meningkat menjadi 15,24 dengan interpretasi tinggi.26
3. Penelitian yang dilakukan oleh Ina Saidatan Nusro, lulus tahun 2010 dengan judul Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading Composition) dengan TSTS (Two Stay Two Stray) Pada Materi Pokok Asam, Basa dan Garam Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII Semester Gasal MTs. Darul Ulum Semarang. Skripsi, Semarang: Program Strata S1 Jurusan
26 Utami, Kiki, “Penerapan Metode Pembelajaran Word Square dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pokok Bahasan Ekosistem di MTs Negeri Karangampel Kabupaten Indramayu”, Skripsi (Cirebon, Program S1 IAIN Syekh Nurjati, 2012), hlm. i.
Tadris Kimia IAIN Walisongo 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS pada materi pokok asam, basa dan garam terhadap hasil belajar siswa kelas VII semester gasal MTs. Darul Ulum Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs. Darul Ulum Semarang, terdiri dari 2 kelas yaitu kelas VII A sebagai kelas kontrol dan kelas VII B sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes, metode observasi, dan metode angket. Penelitian ini mengambil empat indikator efektivitas yaitu nilai hasil belajar siswa (dilihat dari nilai kognitif), jumlah siswa yang lulus KKM (dilihat dari nilai kognitif), hasil belajar ranah afektif, dan hasil belajar ranah psikomotorik. Dalam ranah kognitif data penelitian yang terkumpul digunakan analisis uji t-test, sedangkan dalam ranah afektif dan psikomotorik digunakan analisis deskriptif. Selanjutnya, untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS menggunakan analisis deskriptif keefektifan. Di akhir pembelajaran kelas eksperimen diberikan angket untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS. Berdasarkan hasil t-test, dihasilkan bahwa thitung= 5,077 dan ttabel = 2,00 dengan taraf
nyata 5% karena thitung > ttabel maka data tersebut signifikan. Disamping itu aktivitas siswa yang dilihat dari hasil belajar ranah afektif dan ranah psikomotorik kelas eksperimen cenderung meningkat dibanding dengan aktivitas siswa dalam kelas kontrol yang cenderung menurun. Sedangkan hasil perhitungan analisis keefektifan menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS sangat efektif daripada metode ceramah dengan kriteria kurang efektif. Dengan rata-rata hasil belajar siswa baik aspek kognitif kelas eksperimen adalah 75 yang termasuk kriteria efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 63 yang mempunyai kriteria cukup efektif, jumlah siswa yang lulus KKM dilihat dari nilai hasil kognitif kelas eksperimen adalah 23 siswa yang termasuk kriteria sangat efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 12 siswa yang mempunyai kriteria sangat tidak efektif, aspek afektif kelas eksperimen adalah 78% yang mempunyai kriteria efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 67% yang mempunyai kriteria cukup efektif, dan aspek psikomotorik kelas eksperimen adalah 75% yang mempunyai kriteria efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS
didapatkan 65% yang mempunyai kriteria cukup efektif. Sedangkan analisis hasil skor total efektivitas hasil belajar kelas eksperimen adalah 17 dari skor maksimal 20 termasuk di kriteria sangat efektif dibanding kelas kontrol yang tidak memakai model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS didapatkan 10 yang mempunyai kriteria kurang efektif. Dengan demikian hipotesis kerja (H1) yang berbunyi: “ Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC dengan TSTS lebih efektif dari pada metode ceramah pada materi pokok asam, basa, dan garam terhadap hasil belajar siswa kelas VII semester gasal MTs. Darul Ulum Semarang.” diterima.27
Penelitian yang pertama dengan metode two stay two stray dikombinasikan dengan metode picture and picture. Sedangkan penelitian yang kedua word squard tanpa adanya kombinasi dengan metode lain dan penelitian yang ketiga dengan metode CIRC dikombinasikan dengan metode TSTS.
Dari beberapa kajian di atas dapat diketahui bahwasanya tidak ada kesamaan secara utuh terhadap obyek penelitian yang akan dilaksanakan. Karena dalam penelitian ini peneliti mengujicobakan metode two stay two stray yang dikombinasikan
27
Ina Saidatan Nusro, “Efektivitas Penggunaan Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CIRC (Cooperative
Integrated Reading Composition) dengan TSTS (Two Stay Two Stray) Pada
Materi Pokok Asam, Basa dan Garam Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII Semester Gasal MTs. Darul Ulum Semarang” , Skripsi (Semarang: Program S1 IAIN Walisongo 2010), hlm. vii-viii
dengan metode word square, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode tersebut terhadap hasil belajar kognitif IPS yang lebih baik
.