• Tidak ada hasil yang ditemukan

128 |

e. Kalimat Permintaan.

Kalimat permintaan merupakan kalimat perintah yang cendrung bersifat permintaan. Ia dibentuk dengan menggunakan

“Will…please” atau “Would you….please”.

• Will you open the door, please?

• Will you please open the door?

Maukah Anda membuka jendela itu?

• Will you close your book, please?

• Will you please close your book?

Maukah Anda menutup bukumu?

• Would you answer my question, please?

• Would you please answer my question?

Tolong Anda jawab pertanyaan saya?

• Would you practice the exercise, please?

• Would you please practice the exercise?

Tolong Anda meperaktikan latihan itu?

f. Kalimat Ajakan.

Kalimat ajakan merupakan kalimat perintah yang bersifat ajakan. Ia dibentuk dengan cara menambahkan “let’s” atau “let” pada awal kalimat.

• Let’s go!

Mari kita pergi!

• Let’s begin the meeting!

Mari kita mulai rapat ini!

• Let them sit down here!

Biarkan mereka duduk di sini!

• Let him take the book!

Biarkan ia ambil buku itu!

1

– | 129

• I am a lecturer.

Saya adalah seorang dosen.

• He is a police.

Ia adalah seorang polisi.

• She is a doctor.

Ia adalah seorang dokter.

• It is lively.

Ia lincah.

(It adalah kata ganti the bird: The bird is lively/Burung itu lincah).

• You are a nurse.

Anda adalah seorang perawat.

• You are nurses.

Kalian adalah perawat.

• We are students.

Kami adalah pelajar.

• They are teachers.

Mereka adalah guru.

• My cat was dead.

Kucingku mati.

• The dogs were dead . Anjing-anjing itu mati.

2. Kalimat Negatif (Negative Sentence).

Kalimat negatif dapat disebut juga kalimat menyangkal.

• I am not a lecturer.

Saya bukan seorang dosen.

• He is not a police.

Ia bukan seorang polisi.

• She is not a doctor.

Ia bukan seorang dokter.

• It is not lively.

Ia tidak lincah.

(It adalah kata ganti the bird: The bird is not lively/Burung itu tidak lincah).

• You are not a nurse.

Anda bukan seorang perawat.

• You are not nurses.

Kalian bukan perawat.

• We are not students.

Kami bukan pelajar.

• They are not teachers.

Mereka bukan guru.

• My cat was not dead.

Kucingku tidak mati.

• The dogs were not dead . Anjing-anjing itu tidak mati.

130 |

3. Kalimat Tanya (Interrogative Sentence).

Kalimt tanya dapat juga diartikan sebagai kalimat yang berisi pertanyaan.

• Am I a lecturer?

Apakah saya seorang dosen?

• Is he a police?

Apakah ia seorang polisi?

• Is she a doctor?

Apakah ia seorang dokter?

• Is it lively?

Apakah ia lincah?

(It adalah kata ganti the bird: Is the bird lively?/Apakah burung itu lincah?).

• Are you a nurse?

Apakah Anda seorang perawat?

• Are you nurses?

Apakah kalian perawat?

• Are we students?

Apakah kami pelajar?

• Are they teachers?

Apakah mereka guru?

• Was my cat dead?

Apakah kucingku mati?

• Were the dogs dead?

Anjing-anjing itu mati?

4. Kalimat Pertanyaan Ingkar (Negative Interrogative Sentence)

• Am not I lecturer?

• Am I not a lecturer?

Apakah saya bukan seorang dosen?

• Isn’t he a police?

• Is he not a police?

Apakah ia bukan seorang polisi?

• Isn’t she a doctor?

• Is she not a doctor?

Apakah ia bukan seorang dokter?

• Isn’t it lively?

• Is it not lively?

Apakah ia tidak lincah?

(It adalah kata ganti the bird: Isn’t the bird lively?/Tidakkah burung itu lincah?).

• Aren’t you a nurse?

• Are you not a nurse?

Apakah Anda bukan seorang perawat?

• Aren’t you nurses?

1

– | 131

• Are you not nurses?

Apakah kalian bukan perawat?

• Aren’t we students?

• Are we not students?

Apakah kami bukan pelajar?

• Aren’t they teachers?

• Are they not teachers?

Apakah mereka bukan guru.

• Wasn’t my cat dead?

• Was my cat not dead?

Apakah kucingku tidak mati?

• Weren’t the dogs dead?

• Were the dogs not dead?

Apakah anjing-anjing itu tidak mati?

5. Kalimat Perintah (Imperative Sentence) a. Kalimat Perintah.

Kalimat perintah ini dibentuk dengan cara menambahkan “be” di depan kalimat dan memberikan tanda seru (!) pada akhir kalimat.

• Be patient!

Sabarlah!

• Be careful!

Berhati-hatilah!

• Be quiet!

Tenanglah!

b. Kalimat Larangan.

Kalimat larangan atau perintah yang bertujuan untuk melarang dapat dibentuk dengan cara menambahkan “don’t be” di awal kalimat dan diakhiri dengan kata seru (!).

• Don’t be angry!

Jangan marah!

• Don’t be lazy!

Jangan malas!

• Don’t be afraid!

Jangan takut!

c. Kalimat Perintah atau larangan yang halus dan sopan.

Kalimat perintah atau larangan yang halus dan sopan dapat dibentuk dengan cara menambahkan kata “please” pada awal atau akhir kalimat dan diakhiri dengan kata seru (!).

• Be patient, please!

• Please be patient!

Tolong sabarlah!

• Be careful, please!

• Please be careful!

Tolong berhati-hatilah!

• Be quiet, please!

132 |

• Please be quiet!

Tolong tenanglah!

• Don’t be angry, please!

• Please don’t be angry!

Tolong jangan marah!

• Don’t be lazy, please!

• Please don’t be lazy!

Tolong jangan malas!

• Don’t be afraid, please!

• Please don’t be afraid!

Tolong jangan takut!

d. Kalimat Permintaan.

Kalimat permintaan merupakan kalimat perintah yang cendrung bersifat permintaan. Ia dibentuk dengan menggunakan

“Will…please” atau “Would….please”.

• Will you be quiet, please!

• Will you please be quiet!

Maukah Anda tenang!/Tolong tenang.

• Would you be there, please!

• Would you please be there!

Maukah Anda ke sana!/Tolong ke sana!

1

– | 133

( Bentuk – Bentuk Waktu )

Tense berarti bentuk kata kerja yang menunjukkan waktu. Tense adalah bentuk kata kerja yang menunjukkan waktu dan keadaan suatu perbuatan atau kejadian pada waktu sekarang, waktu lampau, atau waktu yang akan datang.

Maksudnya, tense menunjukkan kepada kita mengenai waktu dari suatu tindakan atau kegiatan. Tense dapat memberi tahu kepada kita bahwa suatu tindakan atau kegiatan dilakukan pada waktu sekarang.

Perlu diketahui bahwa kapan tindakan atau kegiatan dalam suatu kalimat itu terjadi: Present, past ataukah future?, misalnya: Sebuah perusahaan penerbit buku melakukan pengiriman sebuah buku tata bahasa Inggris yang telah dipesan oleh seorang mahasiswa. Penting untuk kita ketahui apakah buku tata bahasa itu dikirimkan bulan yang lalu, atau bulan depan.

Bentuk waktu kata kerja itu dapat memberitahukan kita:

1. We deliver the English grammar book now.

Kami mengirimkan buku tata bahasa Inggris itu sekarang.

2. We delivered the English grammar book last month.

Kami mengirimkan buku tata bahasa Inggris itu bulan yang lalu.

3. We shall deliver the English grammar book next month.

Kami akan mengirimkan buku tata bahasa Inggris itu bulan depan.

Ketiga kalimat tersebut di atas dalam tiga bentuk waktu dasar, yaitu present, past, dan future. Sebenarnya ada empat bentuk waktu dasar (four fundamental tenses): The present tense, the past tense, the future tense, dan the future past tense. Semua bentuk yang lain berasal dari bentuk-bentuk waktu yang empat ini sebagai bentuk-bentuk waktu dasar.