Menurut Mulyadi (2007;231) Alokasi biaya adalah proses pembebanan biaya ke produk, jasa, atau pesanan yang sesuai. Pembebanan atau alokasi overhead merupakan proses membebankan biaya overhead untuk pesanan yang sesuai. Alokasi diperlukan karena biaya overhead tidak dapat ditelusuri kepesanan individual. Ada tiga pendekatan dalam membebankan biaya overhead pabrik ke berbagai pesanan: penentuan biaya sesungguhnya (actual costing), penentuan biaya normal (normalcosting), dan penentuan biaya standar (standard costing).
Actual Costing’ menggunakan biaya yang sesungguhnya terjadi untuk
membebankan biaya bahan langsung dan biaya tenaga langsung dan biaya overhead pabrik ke berbagai pesanan. Biaya overhead sesungguhnya adalah biaya- biaya bahan tak langsung, tenaga kerja tak langsung dan biaya pabrik lainnya, yang meliputi sewa pabrik, asuransi, pajak property, depresiasi, perbaikan
dan pemeliharaan, tenaga, penerangan, pemanas, dan pajak atas gaji untuk karyawan pabrik yang terjadi dalam periode akuntansi.
Normal Costing’ untuk sebagian besar perusahaan, biaya overhead
pabriksesungguhnya tidak selalu tersedia pada akhir proses produksi atau akhir periode. Alasan untuk menormalkan biaya overhead pabrik adalah menhindari fluktuasi pada biaya per unit per periode yang disebabkan oleh perubahan volume unit yang diproduksi dalam suatu periode.
Kelompok biaya (cost pool) yang digunakan untuk mengakumulasi semua biaya manufacturing tidak langsung ( diluar biaya penjualan, biaya administrasi dan umum yang bukan merupakan biaya manufacturing) termasuk:
a. Upah tidak langsung dan bahan tidak langsung. b. Listrik ( gedung pabrik).
c. Sewa ( bangunan pabrik).
d. Penyusutan ( gedung pabrik, peralatan pabrik). e. Pemeliharaan ( gedung pabrik, peralatan pabrik).
f. Pajak Bumi dan Bangunan ( PBB) untuk bangunan pabrik. Dalam overhead pabrik, biaya dibagi menjadi 3 kategori: 1) Biaya overhead pabrik variable.
Jumlah biaya bervariasi dalam proporsi langsung terhadap tingkat produksi diantara “relevan range” ( seperti interval aktivitas diantara jumlah biaya tetap, dan biaya variable per unit tetap konstan. Contohnya, material tak langsung dan upah tak langsung.
Jumlah biaya tetap konstan di antara “relevant range”. Contohnya, depresiasi, sewa bangunan pabrik.
3) Biaya overhead pabrik campuran.
a. Kalkulasi biaya actual dan normal untuk overhead pabrik.
Biaya produk dicatat pada saat mereka terjadi. Biaya overhead pabrik adalah biaya tidak langsung yang tidak dapat secara khusus di identifikasikan pada saat terjadi , juga mereka sering terjadi secara merata selama periode.
b. Biaya overhead pabrik yang di estimasi.
Pembilang ( Numerator) dari tariff aplikasi overhead pabrik yang di tentukan dimuka adlah suatu estimasi dari biaya overhead pabrik untuk periode yang berikut. Item item dalam anggaran harus dipisahkan sebagai biaya overhead tetap atau variable. Biaya campuran harus dipisahkan menjadi komponen tetap dan variable.
c. Pembebanan Biaya Overhead Pabrik.
Ada berbagai macam dasar pembebanan biaya overhead pabrik kepada produk, antara lain:
a) Jumlah satuan produk
Metode ini langsung membebankan biaya overhead pabrik kepada produk. Beban BOP untuk setiap produk dihitung dengan rumus:
Metode ini cocok digunakan dalam perusahaan yang hanya memproduksi satu jenis produk.
b) Biaya bahan baku
Apabila harga pokok bahan baku sebagai dasar pembebanan, maka tarif BOP dihitung dengan rumus :
Semakin besar biaya bahan baku yang dikeluarkan untuk mengolah produk maka semakin besar pula BOP yang dibebankan kepada produk.
Metode ini terbatas penggunaannya karena suatu produk mungkin dibuat dari bahan baku yang mahal harganya, sedangkan produk yang lain terbuat dari bahan yang lebih murah. Jika pengerjaan kedua produk sama, maka produk pertama akan menerima beban BOP yang lebih tinggi dibandingkan dengan produk kedua.
c) Biaya tenaga kerja langsung
Apabila sebagian besar elemen biaya overhead pabrik mempunyai hubungan yang erat dengan jumlah upah tenaga kerja langsung, maka dasar yang dipakai untuk membebankan biaya overhead pabrik adalah biaya tenaga kerja langsung. Tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan rumus:
Metode ini mempunyai kelemahan, yaitu biaya overhead pabrik harus dipandang sebagai tambahan nilai produk dan jumlah biaya tenaga kerja langsung meliputi upah tenaga kerja dari berbagai tingkatan yang ada di dalam perusahaan.
d) Jam tenaga kerja
Apabila biaya overhead pabrik mempunyai hubungan erat dengan waktu untuk membuat produk, maka dasar yang dipakai untuk membebankan adalah
Tarif BOP persatuan = Taksiran BOP + Taksiran biaya bahan baku yang dipakai
jam tenaga kerja langsung. Tarif biaya overhead pabrik dihitung dengan rumus:
e) Jam mesin
Apabila biaya overhead pabrik bervariasi dengan waktu penggunaan mesin maka dasar yang dipakai membebankan adalah jam mesin. Tarif BOP dihitung:
d. Pengumpulan biaya overhead pabrik sesungguhnya
Biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi dikumpulkan untuk dibandingkan dengan BOP yang dibebankan atas dasar tarif yang ditentukan di muka. Selisih yang terjadi antara biaya overhead pabrik yang dibebankan dengan biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi merupakan selisih pembebanan kurang atau selisih pembebanan lebih. Dalam periode akuntansi, biaya overhead yang sesungguhnya terjadi di catat ked lam rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya.
e. Perlakuan terhadap selisih biaya overhead pabrik
Setiap akhir bulan, biaya overhead pabrik yang kurang atau lebih dibebankan dipindahkan dari rekening Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya ke rekening Selisih Biaya Overhead Pabrik. Perlakuan terhadap selisih BOP tergantung pada penyebab terjadinya selisih tersebut. Jika selisih tersebut terjadi karena kesalahan dalam penghitungan tariff biaya overhead pabrik atau keadaan yang tidak berhubungan dengan efisiensi operasi maka selisih
Tarif BOP persatuan = Taksiran BOP + Jam Tenaga Kerja
tersebut di bagi rata kedalam rekening Persediaan Produk Dalam Proses, Persediaan Produk Jadi dan Harga Pokok Penjualan. Hal ini berakibat pada, harga pokok produksi yang semula berisi biaya overhead pabrik yang diperhitungkan berdasarkan taksiran akan menjadi biaya overhead pabrik yang sesungguhnya terjadi.