PERKEMBANGAN DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW PERIODE MADINAH
C. MARI TAMBAH PENGETAHUANMU!
6. Kami tidak akan mendurhakai Nabi Muhammad SAW
Pada tahun ketiga belas masa kenabian Muhammad SAW, 73 orang dari penduduk Madinah berkunjung ke Mekah untuk menemuinya dan meminta Nabi Muhammad SAW agar bersedia pindah ke Madinah. Rasulullah SAW setuju, kemudian dibuat lagi perjanjian yang dikenal dengan ”perjanjian Aqabah yang kedua”. Dalam perjanjian ini Rasulullah SAW didampingi oleh Abbas, paman beliau yang belum masuk Islam. Abbas berpesan agar suku Aus dan Khazraj dapat menjaga keselamatan Rasulullah SAW. Mereka kemudia berjanji akan membela Rasulullah SAW, mendukung segala dakwah dan menjaga keselamatan Rasulullah SAW dari serangan musuh. Baiat Aqabah kedua ini merupakan titik awal perkembangan Islam sekaligus dakwah Rasulullah SAW sehingga Islam dapat tersebar di seluruh penjuru negeri.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan penduduk Madinah mudah menerima agama Islam yaitu :
1. Bangsa Arab Yatsrib telah lebih dulu memahami agama- agama ketuhanan, karena mereka sering mendengar tentang Allah, wahyu, alam kubur, hari berbangkit, surga dan neraka dan lain-lain.
2. Sering terjadi peperangan diantara penduduk Yatsrib menyebabkan hubungan antar masyarakat kurang harmonis.
3. Penduduk Yatsrib memerlukan seorang pemimpin yang mampu mempersatukan suku-suku yang saling bermusuhan.
Di masa itu Madinah menjadi tempat berlindung yang aman bagi umat Islam, karena itu kaum muslimin mulai
berhijrah ke sana. Namun proses hijrahnya kaum muslimin ke Madinah tidak
semudah yang kita
gambarkan, kaum Quraisy terus bertekad menghalangi mereka berhijrah. Sehingga beberapa orang yang hendak berhijrah pasti akan mendapat
berbagai macam
penganiayaan dan siksaan. Ketika itu kaum muslimin berhijrah secara sembunyi- sembunyi menghindari kejaran kaum Quraisy. Berbeda dengan hijrahnya Umar bin Khattab ra, yang menunjukkan keberanian dan tantangan. Karena ketika itu ia membawa pedang dan juga membawa panahya tatkala keluar menuju Ka’bah dan berthawaf di sana. Kemudian, ia tampil di hadapan kaum musyrikin dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa yang isterinya ingin menjadi janda atau anaknya menjadi yatim, hendaklah ia menemuiku, karena aku akan berhijrah”. Kemudian, ia pergi dan tidak seorangpun yang berani merintanginya. Berbeda dengan Abu Bakar as- Shiddiq, ia meminta izin kepada Rasulullah untuk ikut berhijrah, namun beliau menjawab: “Jangan tergesa-gesa! Mudah-mudahan Allah memberimu teman (untuk berhijrah)”.
Kondisi seperti ini berlangsung terus sampai sebagian besar kaum muslimin telah berhijrah. Kaum Quraisy semakin memberikan tekanan tatkala mengetahui hal itu, dan mereka khawatir akan berkembangnya dakwah Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya. Kemudian mereka berkumpul guna memusyawarahkan hal ini dan mereka bersepakat untuk membunuh Rasulullah SAW.Abu Jahal berkata: “Menurut pendapatku, kita beri sebilah pedang kepada pemuda yang kuat dari masing-masing kabilah kita, lalu mereka mengepung Muhammad dan memukulnya secara serentak, sehingga darahnya terpisah-pisah pada beberapa kabilah dan Bani Hasyim tidak kuasa untuk memusuhi semua orang”. Namun Allah SWT memberitahu Nabi-Nya yang mulia akan adanya persengkongkolan jahat tersebut. Kemudian, Rasulullah SAW mendatangi Abu Bakar as Shidiq memberi khabar aksi jahat kaum kafir Quraisy dan bersepakat untuk melakukan hijrah.
58 Gua Tsur
Menjelang
keberangkatan Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar Ash Shidiq ke Madinah, pada malam harinya, Rasulullah meminta Ali bin Abi Thalib agar tidur di tempat beliau, sehingga orang-orang mengira bahwa beliau masih berada di rumah. Para komplotan ini
pun tiba dan
langsung mengepung rumah Rasulullah. Mereka melihat Ali berada di tempat
tidur dan
menganggap ia
adalah Muhammad,
lalu mereka
menunggunya keluar untuk selanjutnya menghabisi dan membunuhnya. Rasulullah keluar ketika mereka mengepung rumah, lalu beliau menaburkan debu ke kepala mereka dan Allah mengalihkan penglihatan mereka. Sehingga mereka tidak melihat kepergian Rasulullah SAW. Rasulullah SAW menuju ke rumah Abu Bakar as Shidiq kemudian keduanya berjalan kurang lebih lima mil dan bersembunyi di goa Tsur di sebelah selatan kota Mekah.
Artinya : ”Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata Gua Tsur terlatak di Jabal Tsur
kira-kira 4 km sebalah selatan Masjidil Haram, tingginya dari permukaan Laut 748 m sedang dari permukaan tanah 458 m, gua Tsur itu sendiri tingginya 125 cm, panjang maupun lebar berkisar antara 3,5 m - 3,5 m. Gua tersebut memiliki dua pintu yaitu sebelah barat dan timur, pintu sebelah barat itulah yang di gunakan Nabi SAW untuk masuk , yang tingginya 1 m, sedang pintu sebalah timur walaupun lebih luas sengaja di buat untuk orang yang sengaja keluar masuk Goa, untuk mendaki puncak Jabal tsur di perlukan
kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita,
sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah
menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quraan menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. At Taubah : 40)
Para pemuda Quraisy yang mengepung rumah Nabi Muhammad SAW tetap menunggu hingga subuh. Ketika memasuki subuh, Ali bangkit dari tempat tidur Rasulullah SAW dan langsung jatuh ke tangan mereka, lalu mereka bertanya tentang Rasulullah, namun Ali tidak memberitahu apapun kepada mereka. Mereka memukulnya dan melumurinya dengan Lumpur, namun tetap tidak ada gunanya. Kemudian kaum Quraisy mengirim pencarian di segala penjuru, dan akan memberikan seratus ekor unta bagi siapa saja yang mendapatkan Muhammad hidup atau mati.
Dalam pencarian itu mereka sampai ke goa Tsur, hampir saja salah seorang sari mereka melihat ke arah kedua telapak kaki, niscaya ia akan melihat Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar. Di saat itulah Abu Bakar sangat mengkhawatirkan akan keselamatan Rasulullah SAW, kemudian beliau bersabda kepadanya: “Hai Abu Bakar, bagaimana menurutmu tentang dua orang sedangkan Allah yang ketiganya. Jangan kamu khawatir, sesungguhnya Allah bersama kita”. Namun anehnya mereka tidak melihat Nabi dan Abu Bakar. Keduanya tetap berada di goa selama tiga hari kemudian keluarlah Rasulullah SAW dan Abu Bakar tepat pula waktunya Abdullah Ibnu Uraiqath membawakan dua ekor unta, maka Rasulullah SAW dan Abu Bakar menaiki unta tersebut diiringi Abdullah Ibnu Uraiqath menyusuri pantai laut merah menuju ke Madinah. Ketika itu, perjalanan sangat panjang dan terik matahari sangat menyengat.
Pada waktu sore di hari kedua, keduanya melintasi sebuah kemah yang di dalamnya ada seorang wanita bernama Ummu Ma’bad. Keduanya meminta makanan dan minuman darinya, namun keduanya hanya mendapati seekor kambing yang sangat 60 Masjid Quba'
kurus, yang karena lemahnya, tidak bisa pergi ke tempat pengembalaannya dan tidak memiliki air susu setetespun. Lalu Rasulullah bergegas menghampirinya dan mengusap susunya, lalu memerahnya hingga memenuhi satu wadah besar. Ummu Ma’bad terdiam heran atas apa yang dilihat, dan mereka semua meminumnya hingga mereka merasa kenyang. Lalu Rasulullah memerahnya kembali hingga memenuhi wadah tersebut dan meninggalkan untuk Ummu Ma’bad. Setelah itu beliau melanjutkan perjalanannya.
Sebelum memasuki Madinah Nabi Muhammad SAW singgah di Quba’ dan mendirikan Masjiddiatas tanah milik Khultsum bin Hamdan, keturunan keluarga Bani Amr bin Auf dari golongan Aus, yang sekarang masjid itu dikenal dengan masjid Quba’ dalam al-Qur’an disebut juga masjid Taqwa. Setelah ada berita bahwa Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan menuju kota Madinah, penduduk Madinah telah menunggu kedatangan beliau dengan penuh kerinduan dan penghormatan. Pada hari kelima, tepatnya pada hari Jum’at 16 Rabi’ul Awwal bertepatan dengan tanggal 2 Juli 622 M nabi Muhammad SAW beserta rombongan muhajirin disambut meriah oleh penduduk Madinah. Pada hari Jum’at ini pulalah untuk pertama kalinya Rasulullah SAW mengadakan shalat Jum’at bersama kaum Muhajirin dan Anshar. Beliau berjalan dan kebanyakan kaum Anshar berusaha meraih Rasulullah dan memperoleh kemuliaan dengan menjamu beliau di sisi mereka. Maka mereka memegang tali kendali unta beliau dan beliaupun berterima kasih kepada mereka dan bersabda: “Biarkanlah, karena ia diperintah”. Tatkala unta tersebut sampai ke tempat yang Allah perintahkan, maka ia akan duduk. Beliau tidak turun darinya sebelum unta tersebut bangkit dan berjalan sedikit, lalu menoleh dan kembali lagi. Akhirnya, unta tersebut duduk di tempat semula, dan beliau turun darinya. Tempat itulah yang kemudian menjadi masjid Nabawi. Rasulullah SAW singgah di rumah Abu Ayub al- Anshari. Sedangkan Ali bin Abi Thalib, ia tetap berada di Mekah selama tiga hari sepeninggal Nabi, kemudian keluar menuju Madinah berjumpa dengan Nabi SAW di Quba.
b. Substansi dan strategi dakwah Rasulullah SAW pada periode Madinah
Di Madinah sebelum kedatangan agama Islam, antara suku Aus dan Khazraj selalu terjadi perselisihan bahkan tidak jarang terjadi pertumpahan darah hal ini dipicu oleh adanya
pihak ketiga, yakni Yahudi. Kedatangan Rasulullah SAW memberikan dampak yang sangat positif pada kedua suku tersebut. Kedua suku tersebut banyak yang memeluk Agama Islam, sehingga semuanya telah terikat dalam satu ikatan keimanan. Walaupun tidak bisa menghilangkan sama sekali sisi fanatisme kesukuan namun telah tertanam dalam jiwa mereka bahwa semua manusia dalam pandangan Islam adalah sama. Yang membedakan derajat manusia di sisi Allah hanyalah ketakwaannya. Dengan memeluk Islam ini. Nabi SAW. telah memberikan penerangan kepada masyarakat Madinah bahwa Islam adalah agama yang menentang diskriminasi, dan cinta pada perdamaian.
c. Kebijakan
pemerintahan Rasulullah SAW pada periode Islam di Madinah
Seiring dengan hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah, perkembangan Islam dan peradaban mengalami kemajuan. Kesuksesan Nabi SAW dalam mengembangkan Islam dan peradaban di Madinah, meliputi :
1. Mempersaudarakan antara Muhajirin dengan Anshor. Nabi Muhammad senantiasa menganjurkan persaudaraan antara kedua sahabat, dan melarang semangat kesukuan, sehingga bersatu menjadi kokoh dan kuat. Dengan mempersatukan kedua sahabat atas dasar suatu agama, berarti merupakan satu kekuatan yang kokoh.
2. Meletakkan dasar dasar politik dan tatanan sosial masyarakat. Nabi juga mempersatukan antara golongan Yahudi dari Bani Qoinuqo, Bani Nadhir dan Bani Quraidah. Terhadap golongan Yahudi, Nabi membentuk suatu perjanjian yang melindungi hak-hak azasi manusia, yang dikenal dengan piagam Madinah. Adapun diantara inti isi perjanjian Madinah adalah sbb :
a. Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.
b. Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin.
62
Nilai Karakter
Toleransi dan Cinta Damai
Dengan memeluk Islam ini. Nabi saw. telah memberikan
penerangan kepada masyarakat Madinah bahwa
Islam adalah agama yang menentang diskriminasi, dan
c. Kaum Yahudi tetap dengan agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin.
d. Semua Kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.
e. Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi atau menghadapi musuh f. Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling
berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.
g. Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.
h. Semua penduduk Madinah dijamin keselamatannya kecuali bagi yang berbuat jahat.
3. Mendirikan Masjid Nabawi. Di Madinah Rasulullah SAW mendirikan Masjid Nabawi. Tanah tempat penjemuran kurma milik Sahal dan Suhail bin Amr dua orang anak yatim yang semula bermaksud menghibahkan dibeli oleh Rasulullah SAW untuk dibangun masjid. Tujuan membangun masjid adalah sebagai tempat ibadah, belajar, pertemuan, memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan masyarakat dan membicarakan strategi dakwah. Masjid itu sekarang bernama masjid Nabawi.Tanah tersebut dibeli dengan harga yang pantas sebagai contoh bahwa harta anak yatim harus dipelihara oleh umat Islam bukan untuk dipermainkansetelah berada di Madinah, Nabi ikut mengangkat batu-bangunan sendiri. 4. Menciptakan kesejahteraan umum. Nabi Muhammad SAW
selalu menganjurkan kepada pengikutnya bekerja dengan tekun untuk meningkatkan taraf hidupnya yang lebih sejahtera. Di bidang sosial Nabi Muhammad SAW mewajibkan orang kaya agar mengeluarkan zakat untuk diberikan kepada fakir miskin, agar kaum muslimin saling menolong dan membantu.
5. Mengembangkan pendidikan dan dakwah. Dalam melaksanakan syiar Islam dibutuhkan orang-orang yang pandai membaca dan menulis, oleh karena itu Nabi Muhammad SAW sangat memperhatikan masalah pendidikan. Yang menjadi faktor pendorong berkembangnya pendidikan di zaman Rasulullah SAW adalah :
a. Penyebaran agama Islam membutuhkan orang-orang yang pandai membaca dan menulis, karena ayat-ayat al-Qur’an harus ditulis kemudian dibaca oleh kaum muslimin.
b. Islam menyebarkan berbagai ajaran seperti sejarah, hokum, politik, ekonomi dan social kemasyarakatan c. Ayat-ayat al-Qur’an banyak yang menerangkan
keharusan umat manusia berfikir tantang alam semesta, seperti dalam firman Allah SWT : QS Al-Imran ayat 190
Artinya : “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,” (QS. Ali Imran : 190)
Dalam menyampaikan ajarannya Nabi Muhammad SAW lebih pada pemberian contoh dengan tingkah laku dan perbuatannya sehari-hari. Hidupnya sederhana, tutur katanya lembut serta mencintai masyarakatnya. Seruan atau dakwah yang disampaikan Rasulullah SAW kepada umut manusia dilakukan dengan cara damai, tanpa kekerasan. Hal ini sesuai dengan al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 125 :
Artinya : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmahdan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang- orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An nahl : 125)
Dalam waktu yang relatif singkat kurang lebih selama 23 tahun seluruh jazirah Arab telah dikuasainya, hal ini menunjukkan kesuksesan Nabi Muhammad SAW 64
dalam dakwahnya. Adapun beberapa rahasia kesuksesan nabi dalam dakwahnya itu dapat dilihat sebagai berikut: a. Faktor Internal
1) Dalam mengembangkan tugas kerasulannya senantiasa mendapat bimbingan Allah SWT
2) Kepribadian Nabi Muhammad SAW dalam mengembangkan ajaran Islam
3) Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW
4) Ketinggian akhlak dan kepribadian Nabi Muhammad SAW
b. Faktor Eksternal
1) Nabi Muhammad SAW telah menyiapkan tenaga- tenaga dakwah yang kuat dan tangguh
2) Kesungguhan para sahabat dalam
memperjuangkan wahyu tersebut, dan mereka membela mati-matian bila menghadapi bahaya
d. Keberhasilan
Rasululllah SAW dalam perang Badar
Seiring dengan bertambahnya jumlah kaum muslimin yang semakin berkembang di Madinah, kaum kafir Quraisy di Mekah semakin bertambah marah dan bertindak nekad dalam menekan umat Islam, kondisi di Mekah sendiri umat Islam diancam dan dikucilkan dalam setiap kegiatan, di Madinah kaum kafir Quraisy berusaha merangkul sekutunya kaum Yahudi untuk menghalangi dakwah Nabi Muhammad SAW dengan menghasut kepada para peziarah yang datang ke Mekah untuk membenci dan memusuhi Rasulullah SAW.
Dengan penuh semangat kafir Quraisy merancang dan menyusun kekuatan militernya untuk menghancurkan umat Islam. Mengetahui hal tersebut Nabi Muhammad SAW kemudian membentuk satuan tentara dengan tujuan untuk melindungi dan mempertahankan diri dari segala ancamankekuatan kafir Quraisy dan sekutunya Yahudi, di Mekah atau di Madinah. Satuan tentara yang dibentuk Rasulullah SAW ini semata mata untuk mempertahankan diri, Bukan untuk menghancurkan musuh.
Dari kejadian tersebut, turunlah wahyu Allah SWT yang memperbolehkan umat Islam untuk mempertahankan diri dari kaum Quraisy dan sekutunya Yahudi. Seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al Hajj ayat 39 :
Artinya : “Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, Karena Sesungguhnya mereka Telah dianiaya. dan Sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu,”(QS. Al Hajj : 39) Para ahli sejarah Islam mengemukakan tentang sejarah peperangan di masa Nabi Muhammad SAW,dan membaginya ke menjadi dua yaitu pertama Gazwah (Peperangan yang langsung diikuti Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW bertindak sebagi pemimpin perang) pernah mengikuti sebanyak 27 kali peperangan. sedang peperangan yang kedua yaitu Sarriyah (peperangan di masa Rasulullah SAW dan tidak diikuti Rasulullah SAW) karenanya untuk memimpinnya diwakili kepada sahabatnya, peperangan Sarriyah dilakukan sebanyak ada 28 kali.Peperangan Ghazwah antara lain Perang Badar (17 Ramadan 2 H), Perang Uhud (Syakban 3 H), Perang Khandaq (Syawal 5 H), Perang Khaibar (7 H), Perang Mu'tah (8 H), Perang Hunain ( 8 Safar 8 H), Perang Ta'if (8 H), Perang Tabuk (9 H). Peperangan Sarriyah antara lain, Sarriyah Hamzah bin Abdul Muthalib (Ramadhan 1 H), Sarriyah Ubaidah bin Haris (Syawal 1 H), Sarriyah Abdullah bin Jahsy (Rajab 2 H), Sariyah Biru Ma'unah (Safar 4 H), Sariyah Ka'b bin Umair al-Gifari (8 H).
1. Perang Badar
Perang Badar terjadi tanggal 17 Ramadhan tahun 2 H, di dekat perigi bernama badar, 125Km selatan Madinah antara Mekah dan Madinah karena itu peperangan ini terkanal dengan nama perang Badar. Sebab utama terjadinya perang Badar karena kaum kafir Quraisy telah mengusir kaum muslimin dari Mekah.
Ketika kafilah perdagangan kafir Quraisy yan dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb melintasi negeri Madinah, Rasulullah SAW menyuruh mencegatnya di pertengahan jalan, karena harta yang dibawa oleh mereka 66 Kawasan Badar
sebagian besar adalah harta rampasan dari kaum muslimin ketika mereka akan berhijrah ke Madinah.
Segera disusun pasukan islam sebanyak 313 orang yang terdiri dari 210 orang muslim Anshar dan lebihnya dari Muslimin Muhajirin. Bendera pasukan Islam dipegang oleh Mus’ab bin Umair.
Mendengar Rasulullah telah menyiagakan pasukan, Abi Sufyan segera kembali ke Mekah memberikan kepada tokoh kafir Quraisy. Maka Abu Jahal membentuk pasukan berkekuatan 1000 orang yang melindungi kafilah perdagangan mereka dari serangan pasukan Islam.
Rasulullah membentuk regu pengintai untuk menyelidiki kafilah perdagangan. Pasukan kafir Quraisy telah mengawal mereka menuju ke desa Badar. Hal ini segera dilaporkan kepada Rasulullah. Untuk menghadapi kafir Quraisy, Rasulullah bermusyawarah kepada sahabat Muhajirin dan Anshar, dan disepakati untuk segera menuju ke desa Badar untuk menyongsong kedatangan pasukan kafir Quraisy.Pasukan Islam berkemah dekat sumber air di desa Badar sehingga dengan mudah menghadang pasukan kafir Quraisy dan mencegah mereka untuk mengambil perbekalan air untuk pasukannya.
Sebelum berkecamuk perang antara kedua pasukan, terjadi perang tanding. Majulah dari pasukan kafir Quraisy Al Awad bin Abdul Asad, dapat dikalahkan oleh dari pasukan Islam. Lalu muncul Atabah bin Rabi’ah, Syaiban bin Walid dari pasukan kafir Quraisy dan dapat dikalahkan oleh Hamzah bin Abdul Muthalib, Ali bin Abu Thalib dan Ubaid bin Al Harist. Pasukan Quraisy kemudian menyerbu medan perang, tetapi dapat dikalahkan oleh pasukan Islam. Dengan 14 gugur sebagai syahid. Sedangkan dari kaum musyrikin telah tewas 70 orang dan 70 orang lainnya ditawan.
Di tengah berkecamuknya perang ini, Ruqayah, putri Rasulullah yang juga isteri Utsman bin Affan meninggal dunia. Ketika itu ia ditemani suaminya (Utsman) di Madinah. Utsman tidak keluar ke medan pertempuran atas permintaan Rasulullah untuk tetap mendampingi isterinya yang sedang sakit. Setelah perang Badar Rasulullah menikahkan Utsman dengan putrinya yang kedua, Ummu Kultsum. Atas dasar ini Utsman
mendapat gelar Dzunnurain (yang memiliki dua cahaya), karena ia telah menikahi dua orang putrid Rasulullah.
Setelah perang Badar, kaum muslimin kembali ke Madinah dengan gembira atas kemenangan dari Allah, dengan membawa para tawanan dan ghanimah (harta rampasan perang). Di antara para tawanan ada yang telah menebus dirinya, ada yang dilepaskan tanpa tebusan, dan ada juga yang menebus dengan mengajar 10 orang anak muslim untuk membaca dan menulis.
Dampak dari perang Badar ini mempercepat pertumbuhan dan perkembangan Islam, dan secara umum dampak tersebut adalah :
a. menambah harum nama umat Islam di mata bangsa Arab, sehingga banyak diantara mereka yang dengan suka rela masuk agama Islam.
b. Umat Islam merasa yakin dan percaya akan kebenaran agama Islam dan janji-janji Allah SWT, karena itu mereka selalu siap menghadapi serangan musuh demi membela kebenaran ajaran Islam.
c. Kekalahan pasukan kafir Quraisy yang besar jumlahnya menyebabkan mereka semakin gentar dan kuatir apabila berhadapan dengan pasukan Islam.
2. Perang Uhud Perang uhud terjadi pada pertengahan bulan Sya’ban tahun ke 3 hijrah bertepatan dengan bulan Januari 625 M. perang ini terjadi di kaki gunung Uhud yang terletak di sebelah utara kota Madinah. Sebab utama terjadinya perang Uhud adalah kekalahan yang diderita oleh kaum kafir Quraisy di peperangan Badar yang merupakan pukulan hebat dirasakan oleh Quraisy. Peperangan kedua yang terjdi setelah perang Badar, adalah perang Uhud.
Abu Sufyan mengumpulkan pasukan Quraisy berkekuatan 3000 yang terdiri dari orang-orang Quraisy, Arab Tihamah, Kinanah, bani al Harits, bani al Haun dan 68 Gunung Uhud
bani al Musthaliq. Sedangkan pasukan muslim dipersiapkan 1000 orang. Namun baru saja berangkat untuk menghadapi pasukan Quaraisy, seorang munafik bernama Abdullah bin Ubai beserta 300 pengikutnya keluar dari pasukan Islam. Dalam perang ini Rasulullah SAW mengatur strategi pasukan pemanah di bawah