• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.5. Kandungan Unsur C, N dan P Serasah Daun

Pengaruh tingkat salinitas terhadap kandungan unsur hara C, N dan P yang terdapat pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi disajikan pada Tabel 7. Data tiap ulangan kandungan unsur hara C (Lampiran 8), hasil analisis ragam (Lampiran 12a), kandungan unsur hara N (Lampiran 10), hasil analisis ragam (Lampiran 12b) dan kandungan unsur hara P (Lampiran 11), analisis ragam (Lampiran 12c).

Tabel 7. Kandungan Rata-rata Unsur Hara C, N dan P yang Terdapat pada Serasah Daun A. marina yang Mengalami Proses Dekomposisi pada Berbagai Tingkat Salinitas

Kandungan rata-rata unsur hara (%)

No. Tingkat salinitas

C N P

1. Kontrol 40.22a 0.82a 0.05a

2. 0-10 ppt 44.53a 1.16b 0.07b

3. 10-20 ppt 43.05a 1.09c 0.07b

4. 20-30 ppt 40.29a 0.98de 0.05ac

5. >30 ppt 31b 1.04e 0.09d

Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak beda nyata.

Dapat dijelaskan bahwa kandungan unsur hara C tertinggi 44.53% yaitu pada tingkat salinitas 0 - 10 ppt dengan jumlah populasi bakteri 109.16 x 107 cfu/ml. Kandungan unsur hara C terendah rata-rata 31% terdapat pada serasah daun A.

marina yang mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas > 30 ppt dengan

jumlah populasi 55.34 x 107 cfu/ml. Secara umum dapat dikatakan bahwa kandungan unsur hara C mengalami penurunan seiring dengan meningkatnya tingkat salinitas.

Kandungan unsur hara N tertinggi selama proses dekomposisi terdapat pada tingkat salinitas 0 - 10 ppt sebesar 1.16% dengan jumlah populasi bakteri 109.16 x 107 cfu/ml. Kandungan unsur hara N rata-rata terendah terdapat pada tingkat salinitas 20 - 30 ppt sebesar 0.98% dengan jumlah populasi bakteri 84.91 x 107 cfu/ml, akan tetapi hasil ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan kontrol (0.82%). Kandungan unsur hara P rata-rata tertinggi 0.09% terdapat pada tingkat salinitas > 30 ppt dengan jumlah populasi bakteri 55.34 x 107 cfu/ml.

Kandungan unsur hara P terendah 0.05% terdapat pada tingkat salinitas 20 - 30 ppt dengan jumlah populasi bakteri 84.91 x 107 cfu/ml. Pada salinitas 0 - 10 ppt dan 10 - 20 ppt kandungan unsur hara P relatif sama yaitu 0.07%. Berdasarkan hasil analisis ragam menunjukkan pengaruh yang nyata tingkat salinitas terhadap kandungan unsur hara C, N dan P serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi.

Kandungan unsur hara C, N dan P rata-rata serasah daun setelah mengalami berbagai lama masa dekomposisi pada berbagai tingkat salinitas disajikan pada Gambar 11.

Gambar 11. Kandungan Unsur Hara C, N dan P Rata-rata yang Terdapat pada Serasah Daun A. marina yang Mengalami Proses Dekomposisi pada Berbagai Tingkat Salinitas

0 10 20 30 40 50 60 kontrol 15 30 45 60 75 90 105

Lama dekomposisi (hari)

K a n d u n g a n u n su r h a ra C (% ) 0-10 ppt 10-20 ppt 20-30 ppt > 30 ppt 0 0.5 1 1.5 2 kontrol 15 30 45 60 75 90 105

Lama dekomposisi (hari)

K a d a n d u n g a n u n su r h a ra N (% ) 0-10 ppt 10-20 ppt 20-30 ppt > 30 ppt 0 0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12 0.14 kontrol 15 30 45 60 75 90 105

Lama dekomposisi (hari)

K a d a n d u n g a n u n su r h a ra P (% ) 0-10 ppt 10-20 ppt 20-30 ppt > 30 ppt

Dapat dijelaskan bahwa kandungan unsur hara C serasah daun A. marina pada tingkat salinitas 0 - 10 ppt mengalami kenaikan pada hari ke- 45 dan 75, tetapi mengalami penurunan relatif cepat pada hari ke- 90 dan 105. Pada salinitas 10 - 20 ppt kandungan unsur hara C mengalami kenaikan tertinggi pada hari ke- 75 dan 105. Pada salinitas 20 - 30 ppt ada kecenderungan penurunan kandungan unsur hara C pada hari ke- 90 dan 105. Pada tingkat salinitas > 30 ppt kandungan unsur hara C cenderung turun seiring dengan bertambah lama masa dekomposisi. Secara umum dapat dikatakan bahwa nilai rata-rata kandungan unsur hara C pada serasah daun A.

marina yang mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas 20 - 30 ppt dan

>30 ppt cenderung menunjukkan penurunan dengan semakin tinggi tingkat salinitas, sedangkan pada tingkat salinitas 0 - 10 ppt dan 10 - 20 ppt menunjukkan adanya peningkatan.

Tingginya kandungan unsur hara karbon pada tingkat salinitas 0 - 10 ppt diduga adanya kelimpahan jumlah bakteri dan fungi pada serasah daun A. marina pada yang mengalami proses dekomposisi (Gulis dan Suberkropp, 2003) atau diduga disebabkan oleh aktivitas bakteri dan fungi yang tidak menggunakan sumber karbon dari serasah daun A. marina untuk diubah dalam bentuk biomassa. Keberadaan bakteri dan fungi dalam perairan mangrove mampu mengubah senyawa karbon dalam serasah daun menjadi nutrisi secara enzimatik (Pascoal dan Cassio, 2004). Pada tingkat salinitas 20 - 30 ppt dan >30 ppt kandungan unsur hara C serasah daun A.

marina yang mengalami penurunan. Hal ini diduga karena koloni bakteri yang

10 - 20 ppt, tetapi dilihat laju dekomposisi dari kedua salinitas jauh lebih tinggi yaitu sebesar 0.29/tahun dan 0.28/tahun. Tingginya laju dekomposisi ini diduga disebabkan oleh faktor fisik, seperti arus sungai dan ombak, sebab lokasinya dekat pantai. Selain itu pada kedua tingkat salinitas ini ditemukan banyak molusca yang diduga membantu dalam proses dekomposisi. Serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas 20 - 30 ppt dan >30 ppt merupakan lingkungan bagi bakteri yang dianggap ekstrim sehingga menyebabkan aktivitas enzimatik bakteri menurun.

Kandungan unsur hara N rata-rata tertinggi terdapat pada tingkat salinitas 0 - 10 ppt sedangkan kandungan rata-rata N terendah terdapat pada 20 - 30 ppt. Pada tingkat salinitas ini menunjukkan adanya peningkatan kandungan unsur hara N secara cepat pada hari ke 75 sampai 105 hari. Penurunan kandungan unsur hara N terlihat pada hari ke- 30 terjadi pada tingkat salinitas 0 - 10 ppt, 10 - 20 ppt dan 20 - 30 ppt tetapi pada tingkat salinitas >30 ppt mengalami kenaikan. Kandungan unsur hara N pada tingkat salinitas 20 - 30 ppt mengalami penurunan dengan cepat setelah 60 sampai 75 hari selanjutnya mengalami peningkatan sampai hari ke- 105. Pada tingkat salinitas >30 ppt terjadi peningkatan kandungan unsur hara N setelah 75 hari sampai 90 hari selanjutnya mengalami penurunan sampai hari ke-105. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa terjadinya kenaikan kandungan unsur hara N seiring dengan bertambah lamanya proses dekomposisi.

Tingginya kandungan unsur hara N diduga disebabkan oleh adanya peran dari aktivitas bakteri. Menurut Steinke et al, (1983) tingginya kandungan unsur hara N

disebabkan oleh kemampuan bakteri nitrogen pada serasah daun mangrove untuk melakukan fiksasi nitrogen. Menurut James dan Olivares (1997) bakteri mampu melakukan fiksasi N2 bebas adalah Pseudomonas spp, Bacillus spp, Azotobacter,

Enterobacter, Azospirillum, dan Herbaspirilium. Menurut Melillo et al, (1982)

kenaikan kandungan unsur hara N selama masa dekomposisi pada tingkat salinitas disebabkan tidak mudahnya senyawa nitrogen larut.

Kandungan unsur hara N terendah terdapat pada salinitas 20 - 30 ppt. Rendahnya kandungan unsur hara N pada tingkat salinitas ini mungkin disebabkan oleh adanya pelepasan unsur N dari serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi ke ekosistem mangrove lebih besar dibanding dengan unsur hara N yang dilepas dari serasah daun, akibatnya kandungan unsur hara N pada serasah daun sisa sedikit. Menurut Bunn (1989) penurunan total kandungan unsur hara N pada serasah daun mangrove disebabkan oleh proses leaching. Menurut Crawford dan Rosenberg (1984) laju dekomposisi tergantung pada proses pencucian dari senyawa yang terdapat dalam subtrat, aktivitas bakteri, fungi, dan penghancuran serasah oleh makro invertebrata.

Kandungan unsur hara P yang terdapat pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada berbagai tingkat salinitas menunjukkan penurunan, kecuali pada tingkat salinitas 20 - 30 ppt dan >30 ppt. Kandungan unsur hara P rata-rata pada hari ke- 15, 30 dan 45 cenderung stabil pada tingkat salinitas 0 - 10 ppt, 10 - 20 ppt dan 20 - 30 ppt sedangkan pada tingkat salinitas >30 ppt mengalami kenaikan dengan cepat. Pada salinitas 0 - 10 ppt terjadi kenaikan

kandungan unsur hara P pada hari ke- 60 dan 90 kemudian mengalami penurunan pada hari ke- 105. Pada tingkat salinitas 10 - 20 ppt terjadi kenaikan kandungan unsur hara P mulai hari ke- 60 sampai 105. Pada tingkat salinitas 0 - 10 ppt dan 10 - 20 ppt kandungan unsur hara P mengalami penurunan setelah hari ke- 90. Pada tingkat salinitas 20 - 30 ppt menunjukkan bahwa pada hari ke- 60 dan ke- 90 kandungan unsur hara P menurun dengan cepat, tetapi setelah hari ke- 90 mengalami peningkatan. Pada tingkat salinitas > 30 ppt terjadi kenaikan kandungan unsur hara P tertinggi pada hari ke- 15, 90 dan 105. Kenaikan kandungan unsur hara P yang cepat terjadi pada salinitas >30 ppt dengan lama masa dekomposisi 75 sampai 105 hari.

Terjadinya kenaikan kandungan unsur hara P diduga disebabkan oleh adanya laju dekomposisi yang tinggi menyebabkan pelepasan unsur hara P lebih besar dari pada pelepasan P ke lingkungan. Penurunan kandungan unsur hara P pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi pada tingkat salinitas 20 - 30 ppt diperkirakan adanya unsur hara P yang dilepaskan ke lingkungan mangrove lebih besar dari pada pelepasan dari serasah daun yang mengalami proses dekomposisi. Penurunan kandungan unsur hara P pada serasah daun mangrove disebabkan penggunaan fosfor oleh bakteri yang digunakan untuk pertumbuhan. Di dalam proses dekomposisi serasah daun mangrove di perairan, kehadiran bakteri dan fungi juga menyebabkan proses pencucian berlangsung cepat (Chale, 1993). Berbagai spesies dari genus bakteri seperti Bacillus, Flavobacterium, Pseudomonas, Micrococcus berperan penting dalam mekanisme pelarutan P. Bakteri pelarut P mampu menghasilkan enzim fosfatase, fitase dan asam-asam organik hasil metabolisme

seperti asetat, propionat, glikolat, fumarat, oksalat, suksinat dan tartat, sitrat, laktat dan ketoglutarat (Saraswati dan Sumarno, 2008).

Steinke et al, (1983) menyatakan bahwa hilangnya kandungan unsur hara P pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi disebabkan karena proses pencucian. Peningkatan kandungan unsur hara P pada serasah daun A. marina yang mengalami proses dekomposisi diduga disebabkan adanya peningkatan sedimen fosfor dari senyawa yang terbawa oleh arus pasang surut air sungai yang tertahan pada serasah daun. Menurut Chauvet (1987) peningkatan kandungan unsur hara P pada serasah daun mangrove di estuaria diduga disebabkan juga adanya peningkatan sedimen sungai.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait