KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA PEMATANG SIANTAR
A. Sejarah Singkat Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara disingkat KPPN adalah instansi vertikal Dirjen Perbendaharaan yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan dan dipimpin oleh seorang kepala.
Pada awalnya, sekitar tahun 1969 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pematang Siantar bernama Kantor Pembantu Bendahara Negara (KPBN) yang bertempat di JL. Ahmad Yani No. 1 Pematang siantar, yang kemudian pindah ke JL. Gunung Simanuk-manuk pada tahun 1970 untuk menempati kantor baru yang lebih representatif dan ditingkatkan statusnya menjadi Kantor Bendahara Negara disingkat KBN.
Berdasarkan surat keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP. 405/MK.6/4/1975 tanggal 16 Juni 1975 terjadi perubahan (reorganisasi) dimana Kantor Bendahara Umum terbagi dua menjadi KPN (Kantor Perbendaharaan Negara) dan KKN (Kantor Kas Negara). Tahun 1981, KPN Pematang Siantar pindah dan menempati gedung baru di JL. Gunung Simanuk-manuk. Kemudian pada tahun 1984 KKN bergabung kembali ke lingkungan KPN dengan menempati gedung yang baru dibangun disamping KPN Pematang Siantar.
Menurut Surat Keputusan Menteri Keuangan RI, No.645/KMK.01/9189 tanggal 12 Juni 1989 terjadi reorganisasi dimana KPN dan KKN digabung kembali dan berubah nama menjadi Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara (KPKN) dan mulai beroperasional tanggal 01 April 1990 sebagai KPKN tipe-A berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Sesuai dengan Surat Direktur Jenderal Anggaran tanggal 04 Januari 1996 No. S.40/A/142/1996 bekas gedung KPN dipinjamkan kepada PT. TASPEN (Persero) sebagai kantor pembayaran pensiun yang dituangkan dalam surat perjanjian antara kepala KPKN Pematang Siantar dengan Kepala Cabang PT. TASPEN (Persero) Pematang Siantar tanggal 26 Maret 1996 yang kemudian diserahterimakan kembali kepada KPKN Pematang Siantar pada tanggal 11 Agustus 2004.
Selanjutnya pada tanggal 23 Juni 2004 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI, No. 303/KMK.01/2004, KPKN berubah nama kembali menjadi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang disingkat dengan KPPN dan berlaku efektif sejak tanggal 01 Oktober 2004 sampai dengan sekarang dan ditetapkan sebagai KPPN tipe-A dengan wilayah kerja Kabupaten Simalungun dan Kotamadya Pematang Siantar.
B. Bidang Kegiatan
Adanya perubahan paradigma baru dalam pengelolaan keuangan negara sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 17 tahun 2003 tentang keuangan negara dan undang-undang No. 01 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara
maka dalam pelaksanaan anggaran terjadi pemisahan secara tegas antara pemegang administratif (COO) yang diserahkan kepada masing masing departemen/lembaga dengan pemegang kewenangan (CFO) yang berada pada Menteri Keuangan.
Kewenangan administratif meliputi tindakan melakukan perikatan atau tindakan-tindakan lainnya yang mengakibatkan terjadinya penerimaan atau pengeluaran negara, melakukan pengujian dan pembebanan tagihan yang diajukan kepada Kementrian Negara/Lembaga sehubungan dengan realisasi perikatan tersebut, serta memerintahkan pembayaran atau penagihan penerimaan yang timbul sebagai akibat pelaksanaan anggaran.
Kewenangan kebendaharaan meliputi pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara serta mengelola dan mempertanggungjawabkan keuangan negara termasuk investasi dan kekayaan negara yang dipisahkan sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sesuai dengan keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 214/KMK.01/2005 tanggal 02 Mei 2005 tentang organisasi dan tata kerja Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, bahwa KPPN Pematang Siantar sebagai KPPN tipe-A mempunyai tugas melaksanakan kewenangan perbendaharaan atas beban anggaran, serta penatausahaan penerimaan dan pengeluaran anggaran melalui dan dari kas negara berdasarkan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.
Dalam melaksanakan tugasnya Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pematang Siantar menyelenggarakan beberapa fungsi antara lain :
1. Pengujian terhadap dokumen Surat Perintah Pembayaran (STM) berdasarkan peraturan perundang-undangan.
2. Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dari kas negara atas nama Menteri Keuangan (Bendahara Umum Negara).
3. Penyaluran pembiayaan atas beban APBN.
4. Penilaian dan pengesahan terhadap penggunaan uang yang telah disalurkan.
5. Penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara melalui dan dari kas negara.
6. Pengiriman dan penerimaan kiriman uang.
7. Penyusunan laporan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara. 8. Penyusunan laporan realisasi pembiayaan yang berasal dari pinjaman dan
hibah luar negeri.
9. Penatausahaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). 10.Penyelenggaraan verifikasi transaksi keuangan dan akuntansi. 11.Pembuatan tanggapan dan penyelesaian temuan hasil pemeriksaan. 12.Pelaksanaan kehumasan.
C. Visi dan Misi KPPN.
KPPN Pematang Siantar selaku instansi pemerintah yang memiliki tugas utama pelayanan publik sangat penting mempunyai suatu visi sebagai penyearah dan pengendali sehingga sesuai dengan tujuan awal yakni memenuhi kebutuhan masyarakat karena kepuasan masyarakat merupakan tolak ukur dari keberhasilan pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.
Visi sendiri merupakan suatu gambaran/pandangan akan keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang harus diemban atau dilaksanakan oleh instansi pemerintah sehingga dapat berkarya secara konsisten dan tetap eksis dan bersifat antisipasif serta produktif.
Visi KPPN Pematang Siantar adalah menjadi Pengelola Perbendaharaan Negara yang profesional, transparan, kredibel, dan akuntabel pada tahun 2009.
Selain visi, KPPN juga mengemban beberapa nilai yang merupakan suatu tugas atau pencapaian tujuan agar dapat mengelola perbendaharaan dan menjadi bendahara umum negara secara hati-hati, bertanggung jawab, transparan dalam proses kerja berkualitas dan berbudaya sehingga seluruh anggota organisasi dan pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan mengenal keberadaan serta peran instansi pemerintah dalam menyelenggarakan pemerintahan negara.
Misi KPPN Pematang Siantar adalah :
1. Menjamin likuditas dalam rangka pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
3. Menyelenggarakan tata usaha bendaharawan umum sesuai dengan aturan yang berlaku.
D. Struktur Organisasi
Mengenai struktur organisasi Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Pematang Siantar yang ditetapkan sebagai KPPN tipe-A dalam Wilayah II Dirjen Perbendaharaan Medan mengacu kepada Keputusan Menteri Keuangan RI tentang organisai dan tata kerja Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.
Berikut struktur organisasi KPPN Pematang Siantar : 1. Kepala Kantor
2. Sub. Bagian Umum 3. Seksi Perbendaharaan I 4. Seksi Perbendaharaan II 5. Seksi Persepsi
6. Seksi Bank/Giro Pos
7. Seksi Verifikasi dan Akuntansi 8. Kelompok Jabatan Fungsional. E. Uraian Pekerjaan
Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 247/KM.01/2006 tanggal 20 April 2006 tentang uraian pekerjaan jabatan struktural dan pelaksana maka berikut tugas pokok masing-masing bagian yang ada di KPPN Pematang Siantar.
Tugas Pokok Subbagian Umum yang terdiri atas : 1. Pelaksana urusan kepegawaian.
1.1. Menyelenggarakan tata usaha kepegawaian.
a.Menyusun formasi dan budgeting pegawai pada setiap awal tahun. b.Menyusun daftar urut kepangkatan (DUK).
c.Menyusun dosir kepegawaian.
d.Menatausahakan DP3, LP2P, dan KP4.
e.Menyusun data pegawai yang telah memiliki kartu istri/suami, kartu pegawai, kartu kesehatan, dan kartu peserta asuransi TASPEN.
f. Menatausahakan cuti pegawai.
g.Menyusun data pegawai yang berhak diikutsertakan dan telah menyelesaikan diklat teknis fungsional dan penjenjangan serta program tugas belajar.
h.Menatausahakan daftar hadir/pulang dan pelaporannya antara lain sebagai dasar pembayaran Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan Negara (TKPKN).
i. Menyusun data ketertiban pegawai.
j. Menyusun data pegawai yang berhak memperoleh kenaikan gaji berkala dan kenaikan pangkat.
k.Membuat laporan kepegawaian untuk disampaikan kepada Kantor Wilayah Dirjen PBN maupun kantor pusat Dirjen PBN.
a.Menyelesaikan urusan mutasi kepegawaian, meliputi: usulan pengangkatan PNS kenaikan gaji berkala, kenaikan pangkat, promosi, pensiun, dan pemberhentian serta pemindahan pegawai.
b.Menyelesaikan permintaan KARPEG, KARIS/KARSU, kartu peserta ASKES dan kartu peserta TASPEN kepada instansi terkait.
c.Menyelesaikan usulan pemberian tanda penghargaan.
d.Memproses terhadap pegawai yang akan dikenakan hukuman disiplin pegawai.
e.Melakukan identifikasi dan analisis permasalahan kepegawaian. f. Menyelesaikan permintaan dan pemberian cuti.
g.Menyelesaikan surat izin pegawai yang melanjutkan pendidikan atas inisiatif sendiri.
1.3. Penyusunan urusan tata usaha dan keuangan.
a.Mencatat, menghimpun, dan menyusun laporan kepegawaian. b.Menyampaikan laporan berkala kepada instansi terkait. 2. Pelaksanaan urusan tata usaha dan keuangan.
2.1 Melakukan perencanaan, pelaksanaan dan penatausahaan urusan keuangan. a.Menyusun rencana pembiayaan kantor berupa Rencana Kerja Anggaran
Kementerian/Lembaga (RKA-KL) KPPN untuk disampaikan ke Kanwil Dirjen PBN.
b.Menatausahakan DIPA KPPN, SPP, SPM dan SP2D beserta dokumen pendukungnya.
c.Menatausahakan dan mencatat pengeluaran belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal pada kartu pengawasan kredit anggaran.
d.Membuat daftar dan melaksanakan pembayaran gaji serta belanja pegawai lainnya.
e.Membuat SKPP untuk disahkan oleh Kepala Seksi Perbendaharaan KPPN berkenaan.
f. Melakukan pembayaran (selaku bendahara pengeluaran) kepada pihak ketiga atau rekanan atas persetujuan kuasa pengguna anggaran/pejabat yang ditunjuk.
g.Membuat dan menyelenggarakan buku kas umum (selaku bendahara pengeluaran) serta pertanggungjawaban realisasi keuangan termasuk TKPKN.
2.2 Menatausahakan dokumen pelaksana anggaran.
a.Menerima dan mengagendakan DIPA dan dokumen peleksanaan anggaran lainnya beserta Arsip Data Komputer (ADK/disket) termasuk revisinya. b.Mencatat data DIPA dan dokumen pelaksanaan anggaran lainnya termasuk
revisinya ke dalam database KPPN.
c.meneruskan DIPA dan dokumen pelaksanaan anggaran lainnya termasuk revisinya kepada Seksi Perbendaharaan I/II.
2.3 Menyusun Laporan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
a.Menyiapkan bahan pembuatan Laporan SAKIP. b.Menyusun dan membahas Konsep Laporan SAKIP.
c.Menyampaikan Laporan SAKIP yang telah ditandatangani Kepala Kantor kepada Kepala Kanwil Dirjen PBN.
2.4 Menerima, mendistribusikan SPM serta mencetak SP2D dan Daftar Penguji. a.Menerima SPM beserta dokumen pendukungnya dalam rangkap 3 (tiga)
untuk selanjutnya dibuatkan daftar pemeriksaan kelengkapan dokumen pendukung (check list).
b.Mengembangkan SPM apabila dokumen pendukung tidak lengkap.
c.Mengagendakan penerimaan SPM, membuat routing slip, dan Daftar Penerimaan dan Penyelesaian (DPP) SPM (bagi KPPN yang belum menggunakan aplikasi terintegrasi), dan meneruskan kepada Seksi Perbendaharaan I/II serta tembusan DPP-SPM diteruskan kepada Kepala Kantor.
d.Menerima konsep SP2D ke Seksi Perbendaharaan I/II untuk dicetak menjadi net SP2D dalam rangkap 3.
e.Mengirim net SP2D ke Seksi Perbendaharaan untuk ditandatangani.
f. Menerima kembali SP2D yang telah ditandatangani berikut lampiran dokumen pembayaran.
g.Mencetak Daftar Penguji dalam rangkap 3 atas SP2D yang telah ditandatangani oleh Seksi Perbendaharaan I/II.
h.Meneliti dan memaraf daftar penguji, untuk selanjutnya daftar penguji berikut SP2D disampaikan kepada Seksi Bank/Giro Pos untuk ditandatangani.
j. Menyampaikan Daftar Penguji dan SP2D kepada kepala kantor untuk ditandatangani.
k.Mendistribusikan lembar ke-1 SP2D berikut daftar penguji lembar ke-1 dan ke-2 ke Bank Operasional/Giro Pos/Bank Indonesia (oleh petugas yang ditunjuk).
l. Mendistribusikan lembar ke-2 SP2D kepada penerbit SPM berikut lampiran dokumen pendukung dan SPM lembar ke-2 yang telah distempel ”Telah diterbitkan SP2D tanggal ... No...” diparaf oleh Kepala Seksi Perbendaharaan.
m. Mendistribusikan lembar ke-3 SP2D berikut daftar penguji lembar ke-3 dan SPM lembar ke-1 beserta dokumen pendukungnya kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi untuk melengkapi pertanggungjawaban Bendum. 2.5. Menerima, mendistribusikan SPM-KP, SKM-KB/C, SPM-BPHTP,
SPM-BP-PBB serta cetak SP2D dan Daftar Penguji.
a.Menerima SPM-KP, SPM-KB/C, SPM-IB, SPM-BPHTB, SPM-BP-PBB besrta pendukungnya dalam rangkap 2 untuk selanjutnya dibuatkan daftar pemeriksaan kelengkapan dokumen pendukung (check list).
b.Mendistribusikan KP, KB/C, IB, BPHTB, SPM-BP-PBB kepada Seksi Perbendaharaan I/II untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Pelaksanaan urusan rumah tangga dan pelaporan. 3.1 Menatausahakan persuratan dan kearsipan.
a.Menerima, menyortir, mencatat/ meregistrasikan serta surat masuk dan dokumen lainnya kepada seksi/unit terkait.
b.Memberikan tanggal dan nomor surat keluar serta mengirimkan kepada instansi yang dituju.
c.Menatausahakan arsip, himpunan peraturan, dokumen dan perpustakaan kantor.
d.Menggandakan surat dan dokumen lainnya yang diperlukan serta mendistribusikannya.
e.Membuat daftar penyimpanan berkas surat/arsip. 3.2 Menyelenggarakan urusan rumah tangga kantor
a.Meneliti kebutuhan alat tulis kantor dan barang inventaris kantor yang diterima dari semua seksi serta merencanakan pengadaannya.
b.Merencanakan pemeliharaan gedung dan halaman kantor, rumah dinas, serta perbaikan barang-barang inventaris kantor.
c.Mengusulkan pembentukan tim pengadaan barang/jasa kepada kuasa pengguna anggaran.
d.Menyiapkan proses pengadaan barang dan jasa.
e.Memeriksa dan meneliti barang dan jasa/pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan oleh rekanan dan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan pekerjaan.
f. Menghimpun dan memeriksa data pendukung kelengkapan penyusunan Surat Permintaan Pembayaran (SPP).
h.Membuat Kartu Inventaris Barang (KIB), Daftar Inventaris Ruangan (DIR) dan buku inventaris barang.
i. Membuat penomoran pada barang inventaris kantor.
j. Melakukan pemeliharaan, kebersihan, ketertiban dan keamanan kantor. k.Menyimpan dan mengelola arsip subbagian umum yang masih mempunyai
nilai guna.
l. Menyimpan semua arsip yang sudah memenuhi jadwal retensi untuk dihapuskan.
3.3 Melakukan penghapusan barang inventaris kantor dan arsip sesuai ketentuan yang berlaku.
a.Menyiapkan pembentukan panitia penghapusan barang inventaris kantor dan arsip.
b.Meneliti barang inventaris kantor yang akan dihapuskan.
c.Memilah arsip atau duplikasi arsip dan membuat daftar pertelaan arsip d.Mengusulkan penghapusan barang inventaris kantor yang tidak dapat
dipergunakan/tidak dipergunakan lagi dan arsip yang sudah sesuai jadwal retensi.
e.Melaksanakan penghapusan barang inventaris kantor dan arsip serta membuat berita acara penghapusan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4. Penyusunan Laporan Keuangan.
a.Menghimpun dan meneliti bahan penyusunan laporan keuangan. b.Membuat laporan keuangan tingkat Satker.
c.Menyampaikan laporan keuangan tingkat Satker selaku Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) beserta Arsip Data Komputer (ADK/disket) kepada Seksi Verifikasi dan Akuntansi serta Kanwil Dirjen PBN selaku Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPAW).
5. Pelaksanaan Urusan Kehumasan.
a.Menampung pengaduan masyarakat baik lisan maupun tertulis termasuk yang termuat dalam media cetak/elektronik.
b.Menyampaikan saran pemecahan masalah kepada kepala kantor.
c.Menyampaikan penjelasan resmi atas permasalahan dan pemecahannya kepada masyarakat setelah mendapat petunjuk kepala kantor.
d.Menyiapkan sosialisasi dan diseminasi terhadap peraturan dan kebijakan baru pemerintah kepada mitra kerja.
6. Penyelesaian temuan Hasil Pemeriksaan.
a.Menghimpun tanggapan/tindak lanjut LHP dari Seksi Perbendaharaan I/II, Seksi Persepsi, Seksi Bamk/Giro Pos, dan Seksi Vertikal dan Akuntansi termasuk LHP Subbagian Umum.
b.Menyusun konsep tanggapan/tindak lanjut LHP.
c.Membahas hasil tanggapan/tindak lanjut LHP bersama seksi terkait.
d.Menyelesaikan tanggapan/tindak lanjut LHP untuk ditandatangani oleh Kepala Kantor untuk selanjutnya disampaikan kepada Kanwil Dirjen PBN.
7. Pembuatan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) kepada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.
a. Menerbitkan SPM untuk keperluan KPPN sebgai satuan kerja. b. Menerbitkan SPM untuk keperluan pengembangan.
c. Menerbitkan SPM dan menyampaikan kepada Seksi Perbendaharaan. Tugas Pokok Seksi Perbendaharaan I/II
1. Pengujian terhadap dokumen perintah pembayaran yang diterbitkan pengguna anggaran dan penerbitan persetujuan pencairan dana.
a. Melakukan pengujian terhadap SPM belanja pegawai dan penerbitan SP2D.
b. Melakukan pengujian terhadap SPM Non Belanja Pegawai (SPM-UP, SPM-TUP, SPM-GU isi/nihil, SPM-LS) dan penerbitan SP2D.
c. Melakukan pengujian terhadap SPM Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) atas beban Rekening Khusus(Reksus) dan penerbitan SP2D.
d. Melakukan pengujian terhadap SPM-SKU dan penerbitan SP2D.
e. Melakukan pengujian terhadap SPM pengembalian dan penerbitan SP2D. f. Melakukan pengujian terhadap SPM Jasa Perbendaharaan/Provisi Bea
Masuk PT. Pos Indonesia (Persero).
g. Melakukan pengujian terhadap SPM Dana Perimbangan dan Penerbitan SP2D.
h. Melakukan pengujian terhadap SPM-IB, SPM-BP-PBB serta SPM Pengembalian Pajak, BPHTB, Bea dan Cukai untuk diterbitkan SP2D.
i. Melakukan pengujian terhadap SPM perhitungan pihak ketiga dan Penerbitan SP2D.
j. Mengesahkan surat kuasa untuk penerbitan SPM (SKU) dan Satker. 2. Pengesahan Surat Keterangan Penghentian Pembayaran (SKPP).
a. Menerima SKPP beserta dokumen pendukungnya dan routing slip dari Subbagian Umum.
b. Meneliti dan menguji kebenaran perhitungan dan kelengkapan SKPP. c. Mencatat tanggal dan nomor SKPP ke dalam kartu gaji dan menutup serta
menandatangani kartu gaji.
d. Mencatat hutang-hutang yang belum dilunasi dalam kartu gaji dan menerbitkan Surat Pemindahan Penagihan Piutang Negara (SP3N) apabila terdapat piutang negara untuk diteruskan kepada KPPN pembayar bagi pegawai negeri sipil/TNI/Polri yang pindah. Dan Surat Penagihan (SPn) untuk diteruskan ke PT. Taspen (Persero)/PT. ASABRI (Persero) bagi pegawai negeri sipil/TNI/Polri yang pensiun atau meninggal dunia.
e. Mengesahkan SKPP dan membuat surat pengantar SKPP yang ditandatangani kepala kantor dan selanjutnya disampaikan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada pihak terkait.
f. Mengesahkan SKPP pensiun sendiri/janda/dadu/ahli waris (setelah SK Pensiun yang bersangkutan diterima dan gaji terakhir telah dibayarkan) dan membuat surat pengantar SKPP yang ditandatangani kepala kantor untuk selanjutnya disampaikan kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada pihak terkait.
g. Membuat konsep surat pengembalian apabila SKPP tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mendapat persetujuan Kepala Kantor.
h. Menyelesaikan net surat pengembalian SKPP untuk ditetapkan oleh Kepala Kantor.
i. Menyampaikan surat pengembalian SKPP kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada instansi terkait.
3. Penatausahaan dokumen pembayaran.
a. Menerima dan meneliti DIPA atau dokumen pelaksanaan anggaran yang dipersamakan baik kebenaran jumlah uang, nomenklatur/kode satker maupun data lainnya.
b. Mengusulkan perbaikan terhadap kesalahan pada DIPA atau dokumen pelaksanaan anggaran yang dipersamakan kepada Kanwil Dirjen PBN. c. Mencatat data dokumen pelaksanaan anggaran ke dalam kartu
pengawasan.
d. Menyimpan DIPA atu dokumen pelaksanaan anggaran yang dipersamakan dengan baik dan rapi.
e. Menerima dan menyimpan surat keputusan penunjukan pejabat pengelola anggaran dan specimen tandatangannya.
4. Penyusunan laporan realisasi pembayaran.
a. Menghimpun data untuk pembuatan laporan realisasi pencairan dana anggaran.
b. Membuat konsep laporan realisasi pencairan dana anggaran sesuai jenis belanja yang tercantum dalam DIPA atau dokumen pelaksanaan anggaran yang dipersamakan.
c. Meneliti dan menyelesaikan laporan realisasi pencairan dana anggaran selanjutnya disampaikan kepada Kepala Kantor untuk ditandatangani. d. Menyampaikan laporan realisasi pencairan dana anggaran dan dikirimkan
kepada Kantor Wilayah Dirjen PBN melalui Subbagian Umum.
5 Penatausahaan dan penyusunan laporan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
5.1. Melakukan penatausahaan piutang negara.
a. Menerima surat keputusan (SK), Surat Penagihan (SPn) yang berhubungan dengan piutang negara.
b. Mencatat pada kartu piutang.
c. Menerima SSBP lembar ketiga yang berkaitan dengan pembayaran piutang negara dari Seksi Persepsi dan menatausahakan ke dalam kartu piutang.
d. Menyusun laporan PNBP dan menyampaikannya kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada Kantor Wilayah Dirjen PBN instansi terkait.
5.2. Menerbitkan Surat Penagihan Piutang Negara (SP3N) dan Surat Keterangan Tanda Lunas Hutang pada Negara (SKTL).
a. Meneliti dokumen yang berkaitan dengan piutang negara. b. Membuat konsep SP3N dan SKTL.
c. Mencetak net SP3N dan SKTL.
d. Memeriksa dan menyetujui net SP3N dan SKTL serta mencatatnya ke dalam DPP-SP3N dan SKTL dan routing slip.
e. Menyampaikan net SP3N dan SKTL yang telah ditetapkan oleh Kepala Seksi Perbendaharaan ke Subbagian Umum untuk dikirimkan kepada pihak yang bersangkutan.
Tugas Pokok Seksi Persepsi
1. Penelitian dokumen penerimaan negara.
1.1. Melakukan penelitian dokumen penerimaan negara dan pelimpahannya yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi, dan Kantor Pos Persepsi. a. Menerima Laporan Harian Penerimaan (LHP), Daftar Nominatif
Penerimaan (DNP), lembar 2 SSP, lembar 2A, lembar 2B, dan 2C SSPCP, lembar 2 dan 3 SSBP, nota kredit serta berita tambah berikut Arsip Data Komputer (ADK).
b. Meneima nota Debet pelimpahan penerimaan dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi maupun berita kurang dari Kantor Pos Persepsi ke dalam rekening KPPN pada Bank Indonesia/Bank Operasional I.
c. Meneliti kebenaran dokumen penerimaan Negara point a dan b yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi maupun Kantor Pos Persepsi
d. Membuat buku catatan khusus menerima saldo penerimaan dan pelimpahan dari masing-masing Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi maupun Kantor Pos Persepsi.
e. Memberitahukan dan meminta perbaikan kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi maupun Kantor Pos Persepsi apabila terdapat kesalahan pada LHP, DNP, SSP, SSPCP, SSBP maupun disket yang diterima.
f. Melakukan upload Arsip Data Komputer (ADK) yang diterima dari Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi maupun Kantor Pos Persepsi ke dalam database, termasuk pengawasan penerimaan LHP.
g. Meneliti tagihan jasa perbendaharaan yang berhubungan dengan Penerimaan dan Provisi Bea Masuk yang diajukan oleh Kantor Pos, setelah dikonfirmasi selanjutnya dikirimkan ke Subbagian Umum.
1.2. Melakukan Pelayanan pemberian konfirmasi mengenai keabsahan dan kebenaran surat tanda setoran penerimaan negara.
a.Menerima surat permintaan konfirmasi dari Seksi Perbendaharaan I/II dan instansi/pihak lain mengenai keabsahan dan kebenaran SSP/SSPCP, (untuk SSBP penyetoran kembali pensiun dilakukan secaa otomatis dan dikirimkan ke Kanwil Dirjen PBN).
b.Meneliti dan mencocokkan kebenaran dan keabsahan SSP/SSPCP/SSBP dengan DNP/database.
c.Melegalisir/membubuhkan tanda tangan dan stempel pada SSP/SSPCP/SSBP sebagai bukti bahwa setoran penerimaan negara tersebut memang benar dan sudah dibukukan sebagai penerimaan negara.
d.Membuat dan menyampaikan surat pengantar atas jawaban konfirmasi yang dikirimkan melalui Subbagian Umum kepada instansi/pihak lain.
e.Memberikan konfirmasi kebenaran penyetoran bendahara melalui SSP/SSBP atas permintaan Seksi Perbendaharaan I/II.
1.3. Melakukan Pengawasan pelimpahan penerimaan negara kepada Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi, dan Kantor Pos Persepsi.
a.Mengawasi dan meneliti laporan pelimpahan penerimaan negara. b.Menghitung besaran denda keterlambatan pelimpahan.
c.Membuat pemberitahuan kepada Bank Indonesia atas keterlambatan/ kekurangan pelimpahan.
d.Membuat surat teguran kepada Bank Persepsi terkait atas keterlambatan pelimpahan dan atau keterlambatan penyampaian Laporan Harian Penerimaan (LHP) serta hal-hal lainnya.
e.Meneruskan surat pemberitahuan dan teguran kepada Subbagian Umum untuk dikirimkan.
2 Penatausahaan dokumen penerimaan negara.
2.1. Melakukan penatausahaan penerimaan negara melalui Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi dan Kantor Pos Persepsi.