• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

B. Pendidikan Karakter

4. Karakter Oleh Kemendiknas

Satuan pendidikan juga mempunyai acuan dalam menanamkan karakter, yang mana hal ini dipaparan dalam 18 karakter yang ditanamkan dalam peserta didik: 1. Religius, yakni ketaatan dan kepatuahan dalam memahami dan melaksanakan

ajaran agama (aliran kepercayaan) yang dianut, termasuk dalam hal ini adalah sikap toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama (aliran kepercayaan) lain, serta hidup rukun dan berdampingan.

2. Jujur, yakni sikap dan perilaku yang menceminkan kesatuan antara pengetahuan, perkataan, dan perbuatan (mengetahui apa yang benar, mengatakan yang benar, dan melakukan yang benar) sehingga menjadikan orang yang bersangkutan sebagai pribadi yang dapat dipercaya.

3. Toleransi, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan penghargaan terhadap perbedaan agama, aliran kepercayaan, suku, adat, bahasa, ras, etnis, pendapat, dan hal-hal lain yang berbeda dengan dirinya secara sadar dan terbuka, serta dapat hidup tenang di tengah perbedaan tersebut.

4. Disiplin, yakni kebiasaan dan tindakan yang konsisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku.

5. Kerja keras, yakni perilaku yang menunjukkan upaya secara sungguh-sungguh (berjuang hingga titik darah penghabisan) dalam menyelesaikan berbagai tugas, permasalahan, pekerjaan, dan lain-lain dengan sebaik-baiknya.

6. Keratif, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan inovasi dalam berbagai segi dalam memecahkan masalah, sehingga selalu menemukan cara-cara baru, bahkan hasil-hasil baru yang lebih baik dari sebelumnya.

7. Mandiri, yakni sikap dan perilaku yang tidak tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan berbagai tugas maupun persoalan. Namun hal ini bukan berarti

37Agus Zaenul fitri, Pendidikan Karakter Berbasisi Nilai Dan Etika Disekolah... hlm. 30-31

tidak boleh bekerjasama secara kolaboratif, melainkan tidak boleh melemparkan tugas dan tanggung jawab kepada orang lain.

8. Demokratis, yakni sikap dan cara berpikir yang mencerminkan persamaan hak dan kewajiban secara adil dan merata antara dirinya dengan orang lain.

9. Rasa ingin tahu, yakni cara berpikir, sikap, dan perilaku yang mencerminkan penasaran dan keingintahuan terhadap segala hal yang dilihat, didengar, dan dipelajari secara lebih mendalam.

10. Semangat kebangsaan atau nasionalisme, yakni sikap dan tindakan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau individu dan golongan.

11. Cinta tanah air, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan rasa bangga, setia, peduli, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, budaya, ekomoni, politik, dan sebagainya, sehingga tidak mudah menerima tawaran bangsa lain yang dapat merugikan bangsa sendiri.

12. Menghargai prestasi, yakni sikap terbuka terhadap prestasi orang lain dan mengakui kekurangan diri sendiri tanpa mengurangi semangat berprestasi yang lebih tinggi.

13. Komunikatif, senang bersahabat atau proaktif, yakni sikap dan tindakan terbuka terhadap orang lain melalui komunikasi yang santun sehingga tercipta kerja sama secara kolaboratif dengan baik.

14. Cinta damai, yakni sikap dan perilaku yang mencerminkan suasana damai, aman, tenang, dan nyaman atas kehadiran dirinya dalam komunitas atau masyarakat tertentu.

15. Gemar membaca, yakni kebiasaan dengan tanpa paksaan untuk menyediakan waktu secara khusus guna membaca berbagai informasi, baik buku, jurnal, majalah, koran, dan sebagainya, sehingga menimbulkan kebijakan bagi dirinya. 16. Peduli lingkungan, yakni sikap dan tindakan yang selalu berupaya menjaga dan

melestarikan lingkungan sekitar.

17. Peduli sosial, yakni sikap dan perbuatan yang mencerminkan kepedulian terhadap orang lain maupun masyarakat yang membutuhkannya.

18. Tanggung jawab, yakni sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, baik yang berkaitan dengan diri sendiri, sosial, masyarakat, bangsa, negara, maupun agama.38

5. Indikator Sekolah dan Kelas Dalam Pengembangan Pendidikan Karakter. a. Indikator Sekolah

Tabel: 2.3

Indikator Sekolah Pendidikan Karakter.39

No Nilai Indikator sekolah

1 Religius a. Merayakan hari-hari besar keagamaan. b. Memiliki fasilitas yang dapat digunakan

untuk beribadah.

c. Memberikan kesempatan kepadasemua peserta didik untuk

d. Pelaksanakan ibadah.

2 Jujur a. Menyediakan fasilitas tempat temuan

barang hilang.

b. Tranparansi laporan keuangan dan penilaian sekolah secara berkala. c. Menyediakan kantin kejujuran.

d. Menyediakan kotak saran dan pengaduan. e. Larangan membawa fasilitas komunikasi

pada saat ulangan atau ujian.

3 Toleransi a. Menghargai dan memberikan perlakuan

yang sama terhadap seluruh warga sekolah tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, status ekonomi, dan kemampuan khas.

b. Memberikan perlakuan yang sama terhadap

stakeholder tanpa membedakan suku,

agama, ras,golongan, status sosial, dan status ekonomi.

4 Disiplin a. Memiliki catatan kehadiran.

b. Memberikan penghargaan kepada warga sekolah yang disiplin.

c. Memiliki tata tertib sekolah. d. Membiasakan warga sekolah untuk

38 Agus wibowo. Pendidikan Karakter, Strategi Membangun Karakter Berbangsa

Berperadaban. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), hlm. 43-44

39

Pedoman sekolah, Pengembangan Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa, (Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian Dan Pengembangan Puset Kurikulum, 2010 ), hlm. 32-40

berdisiplin.

e. Menegakkan aturan dengan memberikan sanksi secara adil bagi pelanggar tata tertib sekolah.

f. Menyediakan peralatan praktiksesuai program studi keahlian (SMK).

5 Kerja keras a. Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. b. Menciptakan suasana sekolah yang

menantang dan memacu untukbekerja keras.

c. Memiliki pajangan tentang slogan

6 Kreatif a. Menciptakan situasi yangmenumbuhkan

daya berpikir dan bertindak kreatif.

7 Mandiri a. Menciptakan situasi sekolah yang

membangun kemandirian peserta didik. 8 Demokrasi a. Melibatkan warga sekolah dalam setiap

pengambilan keputusan.

b. Menciptakan suasana sekolah yang menerima perbedaan.

c. Pemilihan kepengurusan OSIS secara terbuka.

9 Rasa ingin tahu a. Menyediakan media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik) untuk berekspresi bagi warga sekolah.

b. Memfasilitasi warga sekolah

untukbereksplorasi dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya. 10 Semangat kebangsaan a. Melakukan upacara rutin sekolah.

b. Melakukan upacara hari-hari besar nasional.

c. Menyelenggarakan peringatan hari kepahlawanan nasional.

d. Memiliki program melakukan kunjungan ke tempat bersejarah.

e. Mengikuti lomba pada hari besar nasional. 11 Cinta tanah air a. Menggunakan produk buatan dalam negeri.

b. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

c. Menyediakan informasi (dari sumber cetak, elektronik) tentangkekayaan alam dan budaya Indonesia.

12 Menghargai prestasi a. Memberikan penghargaan atas hasil prestasi kepada warga sekolah.

b. Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi.

13 Bersahabat/komunikatif a. Suasana sekolah yang memudahkan terjadinya interaksi antarwarga sekolah. b. Berkomunikasi dengan bahasa yang santun.

c. Saling menghargai dan menjaga kehormatan.

d. Pergaulan dengan cinta kasih dan rela berkorban.

14 Cinta damai a. Menciptakan suasana sekolah dan bekerja yang nyaman, tenteram, dan harmonis. b. Membiasakan perilaku warga sekolah yang

anti kekerasan.

c. Membiasakan perilaku warga sekolah yang tidak bias gender.

d. Perilaku seluruh warga sekolah yang penuh kasih sayang.

15 Gemar membaca a. Program wajib baca.

b. Frekuensi kunjungan perpustakaan. c. Menyediakan fasilitas dan suasana

menyenangkan untuk membaca.

16 Peduli lingkungan a. Pembiasaan memelihara kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah.

b. Tersedia tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan.

c. Menyediakan kamar mandi dan air bersih. d. Pembiasaan hemat energi.

e. Membuat biopori di area sekolah. f. Membangun saluran pembuangan air

limbah dengan baik.

g. Melakukan pembiasaan memisahkan jenis sampah organik dan anorganik.

h. Penugasan pembuatan kompos dari sampah organik.

i. Penanganan limbah hasil praktik (SMK). j. Menyediakan peralatan kebersihan. k. Membuat tandon penyimpanan air. l. Memrogramkan cinta bersih lingkungan. 17 Peduli sosial a. Memfasilitasi kegiatan bersifat sosial.

b. Melakukan aksi sosial.

c. Menyediakan fasilitas untuk menyumbang. 18 Tanggung jawab a. Membuat laporan setiap kegiatan yang

dilakukan dalam bentuk lisan maupun tertulis.

b. Melakukan tugas tanpa disuruh.

c. Menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah dalam lingkup terdekat. d. Menghindarkan kecurangan dalam

b. Indikator Kelas

Tabel: 2.4

Indikator Kelas Pendidikan Karakter.40

No Nilai Indikator sekolah

1 Religius a. Berdoa sebelum dan sesudah pelajaran. b. Memberikan kesempatan kepadasemua

peserta didik untuk melaksanakan ibadah.

2 Jujur a. Menyediakan fasilitas tempat temuan

barang hilang.

b. Tempat pengumuman barang temuan atau hilang.

c. Tranparansi laporan keuangan dan penilaian kelas secaraberkala.

d. Larangan menyontek.

3 Toleransi a. Memberikan pelayanan yang sama terhadap seluruh warga kelas tanpa membedakan suku, agama, ras, golongan, status sosial, dan status ekonomi.

b. Memberikan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus.

c. Bekerja dalam kelompok yang berbeda.

4 Disiplin a. Membiasakan hadir tepat waktu.

b. Membiasakan mematuhi aturan. c. Menggunakan pakaian praktik sesuai

dengan program studi keahliannya (SMK). d. Penyimpanan dan pengeluaranalat dan

bahan (sesuai program studi keahlian) (SMK).

5 Kerja keras a. Menciptakan suasana kompetisi yang sehat. b. Menciptakan kondisi etos kerja, pantang

menyerah, dan daya tahan belajar. c. Mencipatakan suasana belajar yang

memacu daya tahan kerja.

d. Memiliki pajangan tentangslogan atau motto tentang giat bekerja dan belajar. 6 Kreatif a. Menciptakan situasi belajar yang bisa

menumbuhkan daya pikir dan bertindak kreatif.

b. Pemberian tugas yang menantang munculnya karyakaryabaru baik yang autentik maupun modifikasi.

40

Pedoman sekolah, Pengembangan Pendidikan Budaya Dan Karakter Bangsa, (Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional Badan Penelitian Dan Pengembangan Puset Kurikulum, 2010 ), hlm. 41-45

7 Mandiri a. Menciptakan suasana kelas yangmemberikan kesempatan

kepadapeserta didik untuk bekerja mandiri. 8 Demokrasi a. Mengambil keputusan kelas secara bersama

melalui musyawarah dan mufakat. b. Pemilihan kepengurusan kelas secara

terbuka.

c. Seluruh produk kebijakan melalui musyawarah dan mufakat.

d. Mengimplementasikan model-model pembelajaran yang dialogis dan interaktif. 9 Rasa ingin tahu a. Menciptakan suasana kelas yang

mengundang rasa ingin tahu.

b. Eksplorasi lingkungan secara terprogram. c. Tersedia media komunikasi atauinformasi

(media cetak atau media elektronik). 10 Semangat kebangsaan a. Bekerja sama dengan teman sekelas

yang berbeda suku, etnis, status sosial-ekonomi.

b. Mendiskusikan hari-hari besar nasional. 11 Cinta tanah air a. Memajangkan: foto presiden dan wakil

presiden, bendera negara, lambang negara, peta Indonesia, gambar kehidupan

masyarakat Indonesia. b. Menggunakan produk buatan

12 Menghargai prestasi a. Memberikan penghargaan atas hasil karya peserta didik.

b. Memajang tanda-tanda penghargaan prestasi.

c. Menciptakan suasanapembelajaran untuk memotivasi peserta didik berprestasi. 13 Bersahabat/komunikatif a. Pengaturan kelas yang memudahkan

terjadinya interaksi peserta didik. b. Pembelajaran yang dialogis.

c. Guru mendengarkan keluhankeluhan peserta didik.

d. Dalam berkomunikasi, gurutidak menjaga jarak dengan peserta didik.

14 Cinta damai a. Menciptakan suasana kelas yang damai. b. Membiasakan perilaku warga sekolah yang

anti kekerasan.

c. Pembelajaran yang tidak biasgender. d. Kekerabatan di kelas yang penuh kasih

sayang

15 Gemar membaca a. Daftar buku atau tulisan yang dibaca peserta didik.

b. Frekuensi kunjungan perpustakaan. c. Saling tukar bacaan.

d. Pembelajaran yang memotivasi 16 Peduli lingkungan a. Memelihara lingkungan kelas.

b. Tersedia tempat pembuangan sampah di dalam kelas.

c. Pembiasaan hemat energi.

d. Memasang stiker perintah mematikan lampu dan menutup kran air pada setiap ruanganapabila selesai digunakan (SMK). 17 Peduli sosial a. Berempati kepada sesama teman kelas.

b. Melakukan aksi sosial.

c. Membangun kerukunan warga kelas. 18 Tanggung jawab a. Pelaksanaan tugas piket secara teratur.

b. Peran serta aktif dalam kegiatan sekolah. c. Mengajukan usul pemecahan masalah.

C. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. 1. Pengertian Karakter Perspektif Islam.

Dalam Islam, tidak ada disiplin ilmu yang terpisah dari etika-etika Islam. Sebagai usaha yang identik dengan ajaran agama, pendidikan karakter dalam Islam memiliki keunikan dan perbedaan dengan pendidikan karakter di dunia barat. Perbedaan-perbedaan tersebut mencakup penekanan terhadap prinsip-prinsip agama yang abadi, aturan dan hukum dalam memperkuat mralitas, perbedaan pemahaman tentang kebenaran, penolakan terhadap otonomi moral sebagai tujuan pendidikan moral, dan penekanan pahala di akhirat sebagai motivasi perilaku bermoral.

Inti dari perbedaaan-perbedaan ini adalah keberadaan wahyu ilahi sebagai sumber dan rambu-rambu pendidikan karakter dalam islam. Akibatnya, pendidika karakter dalam Islam lebih sering dilakukan dengan cara doktriner dan dogmatis, tidak secara demokratis dan logis.Implementasi pendidikan karakter dalam Islam, tersimpul dalam karakter pribadi Rasulullah SAW. Dalam pribadi Rasul, tersemai nilai-nilai akhlak yang mulia dan agung. Al-qur’an dalam surat Al-Ahzab ayat 21 mengatakan:

 

Artinya:“Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang

baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.(Q.S. Al-Ahzab ayat 21).41

Karakter atau Akhlak tidak diragukan lagi memiliki peran besar dalam kehidupan manusia. Menghadapi fenomena krisis moral, tuduhan seringkali diarahkan kepada dunia pendidikan sebagai penyebabnya. Hal ini dikarenakan pendidikan berada pada barisan terdepan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, dan secara moral memang harus berbuat demikian42. Pembinaan karakter dimualai dari individu, karena pada hakikatnya karakter itu memang individual, meskipun ia dapat berlaku dalam konteks yang tidak individual. Karenanya pembinaan karakter dimulai dari gerakan individual, yang kemudian diproyeksikan menyebar ke individu-idividu lainnya, lalu setelah jumlah individu yang tercerahkan secara karakter atau akhlak menjadi banyak, maka dengan sendirinya akan mewarnai masyarakat. Pembinaan karakter selanjutnya dilakukan dalam lingkungan keluarga dan harus dilakukan sedini mungkin sehingga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui pembinaan karakter pada setiap individu dan keluarga akan tercipta peradaban masyarakat yang tentram dan sejahtera.

Dalam Islam, karakter atau akhlak mempunyai kedudukan penting dan dianggap mempunyai fungsi yang vital dalam memandu kehidupan masyarakat. Sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al-qur’an surat An-nahl ayat 90 sebagai berikut:43

  41

Al-Qur’an Terjemah, (Jakarta Selatan: Pustaka Al-fadhilah)

42

Abuddin Nata. Manajemen Pendidikan Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di

Indonesia.(Jakarta: Prenada Media, 2007), hlm. 219

43Amru Khalid. Tampil menawan Dengan Akhlak Mulia. (Jakarta: Cakrawala Publishing, 2008) , hlm. 37

Artinya:“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat

kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran

kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”.(Q.S. An-nahl ayat 90).44