BAB II KAJIAN PUSTAKA
2. Karakteristik Kepemimpinan
Kepemimpinan mungkin hanya terbentuk dalam suatu lingkungan yang secara dinamis melibatkan hubungan di antara sejumlah orang.
Kongkritnya, seorang hanya biasa mengklaim dirinya sebagai seorang pemimpin jika ia memiliki sejumlah pengikut. Selanjutnya antara para pemimpin dan pengikutnya terjalin ikatan emosional dan rasional menyangkut kesamaan nilai yang ingin disebar dan ditanam serta kesamaan tujuan yang ingin dicapai. Walupun dalam realitasnya sang pemimpinlah yang biasanya memperkenalkan atau bahkan merumuskan nilai dan tujuan.
Dalam kepemimpinan ada beberapa unsur dan karakter yang sangat menentukan untuk pencapaian tujuan suatu organisasi. Menurut Gibb (Sri Rahmi, 2014:99), ada empat elemen utama dalam kepemimpinan yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu Pemimpin yang menampilkan kepribadian pemimpin, Kelompok, Pengikut yang muncul dengan berbagai kebutuhannya, sikap serta masalah-masalahnya, dan situasi yang meliputi
keadaan fisik dan tugas kelompok. Selanjutnya Blake dan Mounton (Sri rahmi, 2014:134), 17 menawarkan enam elemen yang dianggapnya dapat menggambarkan efektifnya suatu kepemimpinan. Tiga elemen pertama berkaitan dengan bagaimana seorang pemimpin menggera
3. Pengertian Organisasi
Organisasi adalah Koordinasi sejumlah kegiatan manusia yang direncanakan untuk mencapai suatu maksud atau tujuan bersama, yaitu melalui pembagian tugas dan fungsi serta melalui serangkaian wewenang dan tanggung jawad. Organisasi merupakan suatu proses interaksi dari individu-individu yang mengikuti suaru struktur tertentu dalam rangka mencapai tujuan-tujuan pribadi dan bersama. Organisasi juga merupakan oriantasi kolektivitas (kerjasama) untuk mencapai tujuan yang spesifik dan menunjukan suatu struktur sosial yang relatif sangat formal.
Dari beberapa batasan di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah kumpulam orang-orang yang berinteraksi dengan mengikuti struktur tertentu untuk mencapai tujuan bersama yang ditetapkan. Struktur dalam organisasi bersifat formal yang membedakannya dengan kelompok yang bersifat informal. Dari pemahaman retsebut,
a. Organisasi mamiliki unsur-unsur sebagai berikut:
1) Adanya kumpulan orang-orang;
2) Adanya interaksi;
3) Adanya tujuan bersama; dan
4) Adanya struktur yang bersifat formal.
b. Tujuan organisasi tersebut antara lain :
1) Untuk mengatasi terbatasnya kemandirian, kemampuan, serta sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai sebuah tujuan.
2) Tempat untuk mencapai tujuan dengan efisien serta selektif karena dilakukan secara bersama-sama.
3) Tempat dalam mendapatkan pembagian kerja dan jabatan.
4) Tempat untuk mencari keuntungan dan pendapatan bersama-sama.
5) Tempat untuk mengelola lingkungan secara bersama-sama.
6) Tempat untuk mendapatkan penghargaan.
7) Tempat mendapatkan pengawasan dan kekuasaan.
8) Tempat untuk menambat pergaulan serta memanfaatkan adanya waktu luang
c. Fungsi Organisasi
Setelah adanya tujuan organisasi akan memiliki fungsi yang sesuai dengan tujuan dan tidak keluar jalur dengan tujuan atau visi.
1) Fungsi pertama organisasi adalah memberikan arahan dan pemusatan kegiatan organisasi, mengenai apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh organisasi.
2) Fungsi kedua adalah meningkatkan kemampuan atau skill individu anggota organisasi dalam mendapat sumber daya dan dukungan dari lingkungan sekitar atau masyarakat.
3) Fungsi ketiga adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman baru kepada anggotanya, supaya berwawasan supaya siap untuk terjun ke organisasi yang lebih besar.
4. Organisasi Kemahasiswaan
Untuk membahas organisasi kemahasiswaan, terlebih dahulu akan di bahas tentang organisasi. Organisasi diartikan sebagai “sarana atau alat
untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu dikatakan organisai adalah wadah kegiatan dari pada orang-orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan”
(Soewarno Handajaningrat 1983).
Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama dengan secara formal terikat dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Dalam ikatan yang terdapat seseorang atau sekelompok orang disebut sebagai atasan dan seseorang atau sekelompok orang yang disebut sebagai bawahan (Sondang P. Siagian 1985 ).
Dari beberapa definisi organisasi di atas dapat disimpulkan Bahwa organisasi adalah suatu sistem formal yang terdiri dari pola aktivitas yang dilakukan sekelompok orang (duaatau lebih) yang bersama secara teratur dan berulang-ulang untuk mencapa tujuan bersama.
Organisasi kemahasiswaan merupakan wadah yang diharapkan mampu menampung seluruh kegiatan kemahasiswaan dan juga merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan berpikir atau bernalar secara teratur di luar perkuliahan formal, kemampuan berorganisasi, dan menumbuhkan
kepemimpinan. organisasi atau lembaga kemahasiswaan ini bertujuan untuk membantu mahasiswa mewujudkan kekuatan penalaran yang secara potensial dimilikinya, kelak apabila mahasiswa menerjunkan dirinya ke masyarakat setelah ia menyelesaikan studinya di perguruan tinggi ( Joesoef 1978 ).
Organisasi kemahasiswaan kampus merupakan suatu wadah atau organisasi yang bergerak di bidang kemahasiswaan, yang di dalamnya dilengkapi dengan perangkat teknis yang jelas dan terencana seperti struktur, mekanisme, fungsi, prosedur, program kerja, dan elemen lainnya yang berfungsi mengarahkan seluruh potensi yang ada dalam organisasi tersebut pada tujuan atau cita-cita akhir yang ingin dicapainya (Launa 2000 ).
Definisi organisasi kemahasiswaan diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi kemahasiswaan adalah wahana atau sarana pengembangan diri mahasiswa kearah integritas kepribadian, perluasan wawasan, peningkatan kecendekiawanan, serta peningkatan kepemimpinan, penalaran, minat 10 kegemaran, dan kesejahtraan mahasiswa dalam kehidupan kemahasiswaan di perguruan tinggi, yang di dalam pelaksanaannya dilengkapi dengan perangkat teknis yang jelas dan terencana seperti struktur, mekanisme, fungsi, prosedur, program kerja, dan elemen lainnya yang berfungsi mengarahkan seluruh potensi yang ada dalam organisasi tersebut pada tujuan atau cita-cita akhir yang ingin dicapainya.
5. Civic Participation atau Partisipasi Warga Negara
Civic participation merupakan kemampuan berpartisipasi sebagai warga Negara yang dilakukan secara sadar dan bartanggung jawab. Partisipasi dalam hal ini adalah mampu memberikan peran dan kontripusi terhadap perubahan social kearah masyarakat yang lebih baik.
Mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa sekaligus calon pemimpin di masa mendatang wajib memiliki kemampuan civic participatioan untuk bisa berperan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara selain itu mahasiswa sebagai kaum terbelajar yang merupakan aset paling berharga yang dimiliki oleh Negara harus senantiasa dibina dan dikembangkan potensi dan kemampuannya dengan baik, karena mahasiswa sebagai penentu kondisi sosial dimasa mendatang. Kepemimpinan sangat penting dimiliki dalam diri seorang mahasiswa, sikap kepemimpinan dimiliki mahasiswa akan menentukan sikap dan perilaku mahasiswa itu sendiri serta mampu mengambil peran sebagai warga Negara yang baik, selain berdampak kepada diri sendiri kepemimpinan akan berdampak pula terhadap lingkungan sekitar dan juga orang yang berada dilingkungannya.
Oleh sebab itu, kepemimpinan yang dimiliki oleh ketua organisasi kemahasiswaan akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas civic participation mahasiswa lainnya khususnya yang mengikuti organisasi mahasiswa. Civic participation pada mahasiswa yang mengikuti lembaga kemahasiswaan sudah mampu dilaksanakan dengan baik. Hal ini ditunjukan dengan keberhasilan yang banyak dilaksanakan oleh lembaga kemahasiswaan baik secara prestasi organisasi, pelaksanaan program kerja,
pengabdian pada masyarakat, serta banyak alummi aktif di lembaga kemahasiswaan yang sukses yang biasa berperan dalam kehidupan bermasyarakat.
Namun, dalam pelaksanaan memimpin organisasi lembaga kemahasiswaan tidak semudah apa yang dibayangkan khususnya dalam meningkatkan civic participation mahasiswa. Dengan rendahnya minat dan motivasi mahasiswa untuk mengikuti organisasi, serta dengan lingkungan sekarang ini yang membuat mahasiswa individualis dan apatis membuat lembaga kemahasiswaan tidak ramai dipenuhi oleh mahasiswa dan menyebabkan sedikitnya sumber daya manusia dalam organisasi, selain itu pula sulitnya dalam mempertahankan mahasiswa yang sudah tergabung dalam organisasi, kurangnya dukungan fasilitas dan pendanaan dalam kegiatan organisasi, dan semakin padatnya jadwal kuliah yang mengharuskan mahasiswa untuk tidak berlama-lama menyelesaikan studinya denga batasan maksimal lima tahun studi untuk sarjana.
Tetapi hal tersebut tidak menjadi halangan bagi pemimpin serta para aktifvis organisasi untuk senantiasa mendorong dan mengembangkan civic participation mahasiswa agar mahasiswa memiliki bekal kecakapan yang cukup ketika terjun dimasyarakat kelak. Hal tersebut dengan melakukan kreatifitas dan berinovasi dalam organisasi agar mampu menarik perhatian mahasiswa untuk ikut dalam organisasi. Pelaksanaan program kerja serta penataan manajemen dan perilaku yang harus menyesuaikan dengan
tuntutan zaman sekarang ini menjadi hal yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin organisasi.
Sifat – sifat warga negara yang dapat menunjang karakter berpartisipasi dalam urusan-urusan kewarganegaraan (publik) diantaranya:
a) Keberadaban (civility), yang termasuk sifat ini al. : menghormati orang lain; menghormati pendapat orang lain meskipun tidak sepaham;
mendengarkan pandangan orang lain; menghindari argumentasi yang bermusuhan, sewenang- wenang, emosional dan tidak masuk akal;
b) Menghormati hak – hak orang lain, yang termasuk sifat ini al. : menghormati hak orang lain bahwa mereka memiliki suara yang sama dalam pemerintahan dan sama di mata hukum; menghormati hak orang lain untuk memegang dan menganjurkan gagasan yang bermacam dan bekerjasama dalam suatu asosiasi untuk memajukan pandangan-pandangan mereka.
c) Menghormati hukum, yang termasuk sifat ini al.: berkemauan mematuhi hukum, bahkan ketika ia tidak menyepakatinya; berkemauan melakukan
d) tindakan dengan cara-cara damai dan legal untuk mengubah hukum yang tidak arif dan adil;
e) Jujur : berkemauan untuk memelihara dan mengekspresikan kebenaran.
f) Berpikiran terbuka : yaitu mempertimbangkan pandangan orang lain.
g) Berpikir kritis : yaitu kehendak hati untuk mempertanyakan keabsahan/kebenaran berbagai macam posisi termasuk posisi dirinya.
h) Bersedia melakukan negoisasi dan berkompromi : yaitu kesediaan untuk membuat kesepakatan dengan orang lain meskipun terdapat perbedaan yang .
i) Sangat tajam/mendalam, sejauh hal itu dinilai rasional dan adanya pembenaran secara moral untuk melakukannya.
j) Ulet / tidak mudah putus asa : yaitu kemauan untuk mencoba berulang-ulang untuk meraih suatu tujuan.
k) Berpikiran kewarganegaraan : yaitu memiliki perhatian dan kepedulian terhadap urusan – urusan publik/kemasyarakatan.
l) Keharuan/memiliki perasaan kasihan : yaitu mempunyai kepedulian agar orang lain hidupnya lebih baik, khususnya terhadap mereka yang tidak beruntung.
m) Patriotisme : memiliki loyalitas terhadap nilai – nilai demokrasi konstitusional.
n) Keteguhanhati: kuat untuk tetap pada pendiriannya, ketika kata hati menuntutnya.
o) Toleran terhadap ketidak pastian: yaitu kemampuan untuk menerima ketidak pastian yang muncul, karena ketidak cukupan pengetahuan atau pemahaman tentang isu-isu yang komplek atau tentang ketegangan antara nilai-nilai fondamental dengan prinsip-prinsip.
B. Kerangka Pikir
Mahasiswa memegang peranan penting dalam kehidupan sosial ini karena mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa y ang akan memegang kepemimpinan bangsa. Mahasiswa mempunyai peran yang besar, yakni sebagai agen of change (Agen perubahan), social control (Kontrol sosial), moral force (kekutan moral) dan men jadi sumber daya yang tidak akan pernah habis (iron stock).
Dalam menjalankan peran sebagai mahasiswa, tentu mahasiswa harus dibina serta di didik dengan baik di lingkungan perguruan tinggi sebagai tempat dari mahasiswa itu sendiri berasal. Pembinaan, pelajaran, dan pengalaman tidak hanya didapatkan mahasiswa dalam perkuliahan secara akademik saja, tetapi pengalaman dan pelajaran secara nyata akan lebih didapatkan mahasiswa ketika belajar langsung praktik (learning by doing), yakni dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan. Melalui organisasi kemahasiswaan, mahasiswa akan belajar mengenai leadership bagaimana melakukan manajemen diri sendiri, mengatur orang lain, serta manajemen berorganisasi. Organisasi kemahasiswaan harus memiliki peranan penting tidak hanya dalam mengembangkan minat, dan bakat saja, tetapi lebih kepada mengembangkan kepribadian serta karakter mahasiswa itu sendiri.
Mahasiswa sebagai warga negara harus mempunyai kemampuan knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan), dan disposition (kepribadian) yang lebih dibandingkan dengan masyarakat biasa pada umumnya. Khususnya sikap civic participation yakni kemampuan untuk berpartisipasi sebagai warga negara yang bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, yang perilakunya sesuai dengan kaidah yang berlaku. melalui penelitian ini penulis
bukan hanya ingin meneliti berapa banyak mahasiswa yang mengikuti organisasi kemahasiswaan, tetapi penulis ingin meneliti bagaimana civic participation yang dimiliki oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar, serta bagaimana peran kepemimpinan di Lembaga Kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Makassar dalam meningkatkan civic participation mahasiswa
Berdasarkan uraian di atas maka di buatlah bagan sebagai berikut:
Gambar 2.1 Kerangka Pikir
27 A. Jenis Penelitian
Dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah popolasi, tetapi oleh Spradley dinamakan “social situation” atau situasi sosial yang terdiri atas tiga
elemen yaitu: tempat (place), pelaku (actor), dan aktivitas (activity) yang berienteraksi secara sinergis (Sugiyono, 2011, hlm. 297). Oleh sebab itu dalam penelitian ini terdapat situasi sosial yang akan diteliti berupa lokasi penelitian, subyek penelitian, aktivitas kegiatan yang akan diteliti. Berdasarkan penelitian ini, lokasi yang akan dijadikan penelitian yaitu lokasi yang terkait dengan penelitian yang akan memberikan informasi mengenai peran kepemimpinan organisasi lembaga kemahasiswaan dalam meningkatkan civic participation mahasiswa.
dalam hal ini peneliti melakukan penelitian terhadap Lembaga Kemahasiwaan di Universitas Muhammadiyah Makassar. Lembaga kemahasiswaan yang akan diteliti diantaranya ialah Ikaan Mahasiswa Muhamadiyah dan Seni Bela Diri Apak Suci Putera Muhammdiyah. terdapat beberapa alasan bagi peneliti untuk melakukan penelitian di Lembaga Kemahasiswaan Universitas Muhammdiyah Makassar.
Pertama, karakteristik mahasiswa yang sangat kompleks dalam ruang lingkup Universitas Pendidikan Indonesia, karena memiliki Jurusan/Program studi yang
berbeda-beda sehingga program studi yang berbeda cenderung membuat karakteristik atau ciri khas mahasiswanya pun berbeda. Selain itu terdapat banyak sekali kegiatan kemahasiswaan yang membentuk kelompok organisasi kemahasiswaan yang legal yang mempunyai kedudukan dan dasar hukum di kampus. kelompok ini terdiri dari kelompok Lembaga Kemahasiswaan Minat Khusus yang penelitiannya diwakili oleh Ikaan Mahasiswa Muhamadiyah dan Seni Bela Diri Apak Suci Putera Muhammdiyah.
Kedua, dari banyaknya mahasiswa Universitas Muammadiyah Makassar, serta banyaknya Lembaga kemahasiwaan yang ada di Universitas Muammadiyah Makassar ini menjadi kekuatan sosial yang sangat besar yang berpengaruh terhadap kondisi sosial yang ada di kampus dan masyarakat, pengaruh tersebut tentunya pengaruh untuk memperbaiki tatanan sosial serta permasalahan yang ada dilingkungan sekitar, baik itu lingkungan kampus maupun masyarakat. Meskipun dengan beragamnya karakter mahasiswa yang dibedakan menurut karakteristik jurusan, daerah asal, ataupun karakteristik organisasi yang diikutinya, pada umumnya Mahasiswa Universitas Muammadiyah Makassar memiliki karakteristik yang sama yakni sebagai seorang pendidik atau calon Guru.
B. Waktu dan Lokasi Penelitian a. Waktu Penelitian
Penelitian direncanakan berlangsung kurang lebih selama dua (2) bulan b. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Makassa
C. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah suatu subyek dari mana data dapat diperoleh. Untuk memperoleh data sehubungan deanag masalah yang akan penulisan teliti, maka sumber data yang membersikan informasi diantaranya yaitu.
1. Sumber Data primer ( Primery Data ) merupakan sumper data yang diperoleh langsung dari sember asli (tidak nelalui media perantara). Mengumpulkan data secara langsung dapat dilakukan dengan wawancara langsung dengan guru atau siswa.
2. Sumber Data Sekunder (Secondary Data) merupakan data penekitian yang diperoleh penelitian secara tidak langsung mekihat perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain), yang berupa catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (data documenter) yang dipublikilasikan maupun yang tidak dipublikasikan. Seperti: litertur atau naskah akademik, Koran, majalah, famflet dan sejenisnya.
D. Instrumen Penelitian
Pada penelitian kualitatif yang menjadi instrument penelitian adalah peneliti itu sendiri. Peneliti mempunyai peran yang sangat penting dalam sebuah penelitian kualitatif. Peneliti harus menjadikan dirinya sebagai sumber utama dalam penelitian kualitatif. Hal ini sejalan dengan Creswell (2009, hlm. 264) menjelaskan
“penelitian kualitatif merupakan penelitian interpretif, yang didalamnya peneliti terlibat dalam pengalaman yang berkelanjutan dan terus-menerus dengan para
partisipan. Walaupun peneliti sebagai sumber utama ataupun kunci dalam penelitian kualitatif, peneliti sebagai instrument penelitian juga harus divalidasi sebarapa jauh kesiapan untuk melakukan penelitian dilapangan.” Menurut Sugiyono (2011, hlm. 305) “validasi terhadap peneliti sebagai instrument meliputi
validasi terhadap pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki obyek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya”.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peneliti dalam penelitian kualitatif merupakan instrument kunci (key instrument) dalam penelitian tersebut.
Berhasil atau gagalnya penelitian kualitatif tergantung pada peneliti itu sendiri.
Peneliti kualitatif sebagai human instrument, berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas semuanya (Sugiyono, 2011, hlm. 306).
E. Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2013:224) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tuajuan utam dati penelitian adalah mendapat data. Pengumpulan data dalam penelitian ini ditempuh dengan menggunakan teknik sebagai berikut:
1. Teknik Observasi, yaitu teknik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan secaran langsung di lokasi penelitia. Menurut sutrisno Hadi dalam sugiyono (2013:145) mengemukakan observasi merupakan suaru yang
kompleks, suatu proses tersusun darai berbagai proses biologis dan psikologis.
Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.
Observasi dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian, hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiawa, objek, kondisi suasana tertentu.
2. Teknik wawancara, menurut Esterberg dalam Sugiono ( 2013: 231) wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan akna dalam suatu topic tertentu. Peneliti bia sudah membuat daftar pertanyaan secarai sistematis yang biasa digunakan sebagai intrumen penelitian eperti alat bantu recorder, kamaera untuk foto, srta instrument lainnya.
3. Teknik Dokumentasi, menurut sugiyono (2013:240) dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi bias berbentuktilisan, gambar, atau karya-karya monument dari sesorag yaitu bentuk pengumpulandeanan permasalah melalui dokumen-dokumen yang tertulis berupa data-data lambaga kemahasiswaan. Selain wawancara dan observasi, informasi juga biasa diperolehlewat yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan haian, arsip fto, hasil rapat, cebderamata ata berupa dekumen an sebagainya.
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan metode yang digunakan untuk mengolah data yang telah dikumpulkan dan diklasifikasi sesuai dengan tujuan penelitian, teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisa data
deskriptif kualitatif ataudeskripsi kata-kata yang jelas,kemudian data tersebut di interpretasan secara rinci yang selanjutnya atau diambil suatu kesimpulan.
1. Reduksi Data
Reduksi data merupakan langkah awal dalam menganalisis data, gunanya untuk memudahkan pemahaman terhadap data yang di peroleh.
Pelaksanaannya dengan melakukan pengelompokan berdasarkan aspek-aspek permasalahan penelitian, yaitu apakah termasuk unit analisis pertama (fokus masalah) atau kedua.
2. Penyajian Data
Setelah dilakukan reduksi data terhadap data yang dikumpulkan, maka penulis menyajikan data dalam bentuk deskripsi yang berdasarkan aspek-aspek yang diteliti dan disusun berturut-turut mengenai peran kepemimpinan organisasi lembaga kemahasiswaan dalam meningkatkan civic participation mahasiswa Universittas Muhammadiyah Makassar
3. Penarikan Kesimpulan/Verifikasi
Setelah dilakukan reduksi data dan penyajian data, maka langkah terakhir merupakan pemahaman terhadap data yang telah dikumpulkan, dimana kesimpulan tersebut kepada pokok permasalahan yang diteliti. Dalam hal ini pengambilan kesimpulan dilakukan secara bertahap, yang pertama berupa kesimpulan sementara, namun dengan bertambahnya data maka dilakukan verifikasi data yaitu dengan mempelajari kembali data-data yang ada (yang
direduksi maupun yang disajikan). Setelah itu, peneliti dapat mengambil kesimpulan akhir.
33 A. Hasil Penelitian
1. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) didirikan di Yogyakarta pada tangal 14 Maret 1964 M, bertepatan dengan tanggal 29 Syawwal 1384 H. Dibandingkan dengan organisasi otonom lainnya di Muhammadiyah, IMM paling belakangan dibentuknya atau kata lain berusia muda.
Organisasi otonom lainnya seperti Nasyiatul `Aisyiyah (NA) didirikan pada tanggal 16 Mei 1931 M (28 Dzulhijjah 1349 H); Pemuda Muhammadiyah dibentuk pada tanggal 2 Mei 1932 M (25 Dzulhijjah 1350 H); dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM, yang namanya diganti menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah [IRM]) didirikan pada tanggal 18 Juli 1961 M (5 Shaffar 1381 H).
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan suatu Organisai otonom (ortom) dari organisasi sosial kemasyarakatan Muhammadiyah, oleh karena itu semua yang dilakukan IMM dalam perjalanannya adalah merupakan pencerminan dari Muhammadiyah itu sendiri. Muhammadiyah dalam gerakannya menggambarkan kondisi masyarakat yang ideal dan itu tertuang dalam ideologi Muhammadiyah
pada Muqaddimah AD dan ART, yaitu mencita-citakan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang indah, bersih. Suci, dan makmur dibawah perlindungan Tuhan yang maha pengampun sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah.
Pengungkapan tujuan Muhammdiyah itu diterjemahkan serta terlihat pula dalam tujuan ikatan serta bentuk perjuangan yang akan dilakukan oleh ikatan, yaitu “Mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlak mulia dalam rangka mencapai tujuan muhammadiyah”. Dari sini, tujuan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah merupakan cita-cita personal kader dan organisasi secara kolektif, yang kemudian menjadikannya sebagai spirit dalam diri seluruh kader, untuk berproses menjalani kehidupan serta jalannya roda organisasi. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan pioner dari Persyarikatan Muhammadiyah dalam hal pengembangan tradisi keilmuan, sebab tujuan serta basis massa dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah merupakan masyarakat akademis yang berpikir rasional dan ilmiah.
Gerakan yang dilakukan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah memiliki tiga sifat, Intelektualitas, Spiritualitas dan Humanitas yang kesemuanya terbingkai dalam kegiatan akademis sebagai pengembangan dari kekayaan keilmuan kader. Bentuk transformasi sosial serta kesatuan paradigma gerakan yang dilakukan ikatan bersikap profesional.
Oleh karena itu, untuk bagaimana mengokohkan cita-cita itu id ealnya IMM sudah harus melakukan refleksi besar-besaran yaitu peneguhan ikon gerakan yang lahir melalui dialektika diri, ikatan, agama, dan realitas sebagai bentuk pembacaan dan sebuah langkah praksis untuk tranformasi pimpinan maupun kader yang memiliki kualitas dan integritas secara dinamis dan transformatif yang dibingkai dengan semangat profetik.
a. Struktur lembaga kemahasiswaaan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
a. Struktur lembaga kemahasiswaaan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah