• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Manfaat Penelitian

2. Karakteristik Kompetensi Pedagogik Guru

Dalam meningkatkan suatu pembelajaran yang menarik maka peran guru sangat singnifikan dalam upaya mensukseskan tujuan pembelajaran nasional dan memperhatikan karakteristik seorang guru dalam melaksanakan pembelajaran diantarnya:

a. Pemahaman Terhadap Peserta didik

Pemahaman yang diartikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dikatakan bahwa pemahaman adalah mengerti benar atau mengetahui benar.

Kemampuan yang diteliti guru adalah bagaimana seorang guru mampu mencatat dan menggunakan informasi tentang paham akan karakteristik peserta didik untuk membantu proses pembelajaran.

Karakteristik ini meliputi aspek fisik intelektual, sosial, emosional, moral, dan latar belakang sosial budaya.27 Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik diperlukan bagi guru karena berpengaruh pada proses pembelajaran, agar dalam proses pembelajaran tersebut dapat berhasil sesuai dengan apa yang diharapkan oleh guru.

Kemampuan guru lainnya adalah membantu peserta didik mengaktualisasikan segenap potensinya. Siswa sebagai individu memiliki berbagai bakat dan kemampuan yang beragam. Oleh karena itu, tugas guru adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa agar berbagai potensi dan kemampuan yang beragam itu dapat dikembangkan secara optimal28.

Guru dapat mengembangkan potensi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam kegiatan inti pembelajaran yang di dalamnya terdapat pendekatan saintifik. Berbicara menggunakan pendekatan santifik

27 Nanang priatna dan Tito Sukamto, Pengembangan Profesi Guru, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), hlm, 37.

28 Marselus R. Payong, Sertifikat Profesi Guru : Konsep Dasar, Problematika, dan Implementasinya, (Jakarta: PT Indeks, 2011), hlm. 38.

dalam pembelajaran menurut kurniasih dan Berlin Sani adalah sebagai berikut:29

a. Meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.

b. Membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.

c. Terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.

d. Diperoleh hasil belajar yang tinggi.

e. Mengembangkan karakteristik siswa.

Dalam suatu pembelajaran harus memberikan makna yang mudah dipahami oleh peserta didik dan dengan memahami karakteristik peserta didik akan memudahkan seorang guru dalam melaksanakan suatu pembelajaran sehingga pelaksanaan tujuan pendidikan dapat berlangsung dengan baik dan memudahkan guru untuk mengembangkan pemahaman diri dalam setiap peserta didik.

b. Perancangan Pembelajaran

Perencanaan pembelajaran menurut Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses, dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada standar isi.

Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran. Penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan30.

Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Silabus dapat diartikan sebagai rencana

29 Imas Kurniasah dan Berlin Sani, Sukses Mengimplementasikan Kurikulum 2013 Memahami Berbagai Aspek dalam Kurikulum 2013, (Surabaya:katapane, 2014), h. 33-34

30 Peraturan menteri pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013, Lampiran tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, BAB III.

pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran denga tema tertentu.

Silabus merupakan kerangka inti dari setiap kurikulum yang sedikitnya memuat tiga komponen utama sebagai berikut:31

a. Kompetensi yang akan ditanamkan kepada peserta didik melalui suatu sistem kegiatan pembelajaran.

b. Kegiatan yang harus dilakukan untuk menanamkan/membentuk kompetensi tersebut.

c. Upaya yang harus dilakukan untuk mengetahui bahwa kompetensi tersebut sudah dimiliki oleh peserta didik.

Silabus memuat sekurang-kurangnya komponen-komponen sebagai berikut:

(1) Identitas silabus, (2) kompetensi inti, (3) Kompetensi Dasar, (4) Indikator, (5) materi pembelajaran, (6) kegiatan pembelajaran, (7) penilaian, (8) alokasi waktu, (9) sumber belajar.

Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus digunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran.32

Sedangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan upaya untuk memperkirakan tindakan-tindakan yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Upaya tersebut perlu dilakukan untuk mengkoordinasi komponen-komponen pembelajaran.33

Pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) harus memperhatikan minat dan perhatian peserta didik terhadap materi. Dalam hal ini, harus diperhatikan agar guru jangan hanya sebagai transformator, tetapi

31 E.Mulyasa,Implementasi kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan,Op.cit., h.132

32 Permendikbud No. 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah, H.5

33 E.Mulyasa,Op.cit., h.154

juga harus berperan sebagai motivator yang dapat membangkitkan keinginan anak untuk belajar lebih giat lagi, mendorong, peserta didik berperan secara aktif dalam pembelajaran, dengan menggunakan berbagai macam media dan sumber belajar yang sesuai dan menunjang pembentukkan kompetensi pada peserta didik.

Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) model kurikulum 2013 meliputi yang mengacu Permendikbud Nomor 81 A Lampiran IV tentang pedoman umum pembelajaran dan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses. Antara lain mencakup :

(1) Identitas sekolah, identitas mata pelajaran atau tema/ subtema dan kelas/ semester, (2) materi pokok, (3) alokasi waktu, (4) tujuan pembelajaran, KD dan Indikator pencapaian kompetensi, (5) materi pembelajaran, (6) metode pembelajaran, (7) media, alat dan sumber belajar, (8) langkah-langkah pembelajaran, (9) penilaian hasil pembelajaran.

Penyusunan rancangan dalam suatu pembelajaran baik dalam bentuk silabus dan Rencana Pelaksananaan Pembelajaran (RPP) memberikan proses pembelajaran yang lebih menarik dengan berbagai media dan sumber belajar yang digunakan sehingga dapat mengembangkan kompetensi yang dimiliki oleh peserta didik dan kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif.

c. Pengembangan Peserta Didik dalam Pembelajaran

Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan oleh siswa dalam rangka membangun makna dan pemahaman. Karena dalam belajar perlu memberi motivasi kepada siswa untuk menggunakan potensi dan otoritas yang dimilikinya untuk membangun suatu gagasan.34

Adapun prinsip pembelajaran menurut Basyiruddin yaitu:35

34 Darwyn Syah, Pelaksanaan Sistem Pembelejaran Pendidikan Agama Islam, dalam Journal Muh.Zein, Peran Guru dalam Pengembangan Pembelajarn(Jakarta:Persada Pres.2007), h. 288.

35 Muh.Zein, Peran Guru dalam Pengembangan Pembelajarn, (Dosen Institue Agama Islam Ternate: Desember 2016), Vol. 5, No. 2, h. 277-278.

a. Munculkan minat dan Perhatian

Minat dan perhatian merupakan suatu gejala jiwa yang selalu bertalian. Seorang peserta didik memiliki Minat dalam belajar, akan timbul perhatiannya terhadap pelajaran yang diminati tersebut.

b. Memberikan motivasi

Prinsip pembelajaran diharapkan memberikan motivasi atau dorongan yang timbul dalam diri seseorang, dimana seseorang memiliki daya jiwa yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang timbul dalam dirinya. seorang harus mampu memberikan motivasi belajar dengan berbagai metode dan strategi yang dapat meningkatkan capaian tujuan pembelajaran dengan maksimal.

c. Memberikan makna yang besar pada peserta didik

Dalam hal ini seorang guru atau pendidik dapat memilih metode mana yang layak dipakai, mempertimbangkan keunggulan dan kelemahannya, serta kesesuaian metode tersebut dengan karakteristik siswa atau ciri-ciri khas materi yang akan disajikan sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara optimal untuk mencapai tujuan yang di tetapkan

Kemampuan guru lain adalah membantu peserta didik mengaktualisasikan segenap potensinya. Siswa sebagai individu memiliki berbagai bakat dan kemampuan yang beragam. Oleh karena itu, tugas guru adalah menciptakan kondisi sedemikian rupa agar berbagai potensi dan kemampuan yang beragam itu dapat dikembangkan secara optimal36.

Guru dapat mengembangkan potensi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran terutama dalam kegiatan inti pembelajaran yang di dalamnya terdapat pendekatan saintifik. Berbicara menggunakan pendekatan santifik

36 Marselus R. Payong, Sertifikat Profesi Guru : Konsep Dasar, Problematika, dan Implementasinya, (Jakarta: PT Indeks, 2011), hlm. 38.

dalam pembelajaran menurut kurniasih dan Berlin Sani adalah sebagai berikut:37

a. Meningkatkan kemampuan intelektual, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.

b. Membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.

c. Terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.

d. Diperoleh hasil belajar yang tinggi.

e. Mengembangkan karakteristik siswa.

Dalam upaya pengembangan minat belajar peseta didik dan melatih potensi yang dimiliki setiap siswa ada beberapa prinsip-prinsip yang mestinya dilakukan oleh seorang guru dalam pelaksanaan pembelajaran diantaranya:38

a. Berpusat Pada Siswa

Setiap siswa pada dasarnya berbeda, dan telah ada pada dirinya minat (Interes), kemampuan (ability), kesenangan (preference), pengalaman dan cara belajar yang berbeda antar siswa. oleh karena itu, guru harus mengorganisasikan kegiatan pembelajaran, kelas, materi pembelajaran, waktu belajar, alat belajar, media dan sumber belajar dan cara penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik individual peserta didik.

b. Pembalikan Makna Belajar

Dalam kurikulum KTSP makna belajar diartikan proses aktivitas dan kegiatan siswa dalam membangun pengetahuan dan pemahaman terhadap informasi dan atau pengalaman. Dan pada dasarnya proses membangun pengetahuan dan pemahaman dapat dilakukan sendiri oleh siswa dengan prestasi, pikiran serta perasaan siswa.

37 Imas Kurniasah dan Berlin Sani, Sukses Mengimplementasikan Kurikulum 2013 Memahami Berbagai Aspek dalam Kurikulum 2013, (Surabaya:katapane, 2014), h. 33-34

38 Muh Zein, Op.cit, h. 281-283

c. Belajar dengan Melakukan

Pada hakikatnya dalam kegiatan belajar siswa melakukan aktifitas siswa dalam belajar akan sangat ideal bila dilakukan dalam kegiatan nyata yang melibatkan dirinya, terutama untuk mencari dan menentukan serta mempraktekkan sendiri akan tertanam dalam hati dan pikirannya siswa karena ia belajar secara aktif dengan cara melakukan.

d. Mengembangkan kemampuan sosial, kognitif, dan emosional Dalam kegiatan pembelajaran siswa harus dikondisikan dalam suasana interaksi dengan orang lain seperti antara siswa dengan guru, dan siswa dengan masyarakat dengan interaksi yang intensif siswa akan mudah untuk membangun pemahamannya.

e. Mengembangkan Keingintahuan, Imajinasi, dan Fitrah bertuhan Siswa terlahir dengan memiliki rasa ingintahu, imajinasi dan fitrah bertuhan. Rasa ingin tahu dan imajinasi yang dimiliki siswa merupakan modal dasar untuk bersikap peka, kritis, mandiri dan kreatif, sedangkan fitrah bertuhan merupakan cikal bakal manusia untuk beriman dan bertaqwa kepada tuhan.

f. Mengembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah

Dalam kehidupan sehari-hari setiap orang akan dihadapkan kepada berbagai persoalan yang harus kita pecahkan. Karena diperlukan keterampilan dalam memecahkan masalah secara arif dan bijakasana. Untuk terampil dalam memecahkan masalah seseorang harus belajar melalui pendidikan dan pembelajaran.

g. Mengembangkan Kreatifitas Siswa

Siswa memiliki potensi yang berbeda. Perbedaan siswa bisa dilihat dalam pola pikir, daya imajinasi, fantasi, dan hasil karyanya. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran perlu dipilih dan dirancang agar memberikan kesempatan dan kebebasan berkreasi secara berkesinambungan dalam rangka mengembangkan kreatifitas siswa.

Dalam pengembangan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran sehingga menghasilkan peserta didik yang memiliki potensi luar biasa baik dalam memecahkan masalah, minat belajar, serta meningkatkan kreatifitas belajarnya.

Dengan adanya seorang guru dalam pembelejaran yang dapat memberikan pengetahuan baru kepada peserta didik, maka esensi dari kompetensi pedagogik guru terlaksanakan dengan baik sesuai tuntutan standar pendidikan nasional. Oleh karena peran seorang guru dalam menjalankan karakteristik kompetensi pedagogik dalam pemendiknas No. 16 Tahun 2007 diatas dibutuhkan seorang guru yang memiliki mutu kependidikan yang baik dan kompetensi yang maksimal sehingga tercapainya tujuan pendidikan dengan tepat.

Dokumen terkait