• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

2. Karakteristik Lichenes yang terdapat di Kawasan

G. Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatan mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan lebih mudah.41 Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:

____________

41

Pudji Muljono, Djaali, Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan, (Jakarta: Universitas Negeri Jakarta, 2007), H. 110.

1) Lembar pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari tabel parameter fisik lingkungan dan tabel pengamtan karakteristik lichenes.

2) Lembar angket dalam penelitian ini yaitu untuk melihat respon mahasiswa .

H. Analisis Data

Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis secara kualitatif. Analisis data kualitatif yaitu dengan mencantumkan famili dan nama ilmiah yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar serta mendeskripsikan karakteristik masing-masing spesies yang diperoleh dari morfologi.

Penilaian respon mahasiswa menggunakan formulasi frekuensi relatif (persentase) dengan rumus sebagai berikut:

𝑃 =

đč

𝑁

× 100 %

Keterangan :

P : Persentase yang dicari

F : Frekuensi jumlah skor yang diperoleh N : Nilai maksimal

Kategori nilai persentase: 0-40 % : Sangat buruk 41-60 % : Buruk 61-80 % : Baik 81-100 % : Sangat baik42 ____________ 42

Sustriani, Penerapan Model Learning By Doing Untuk Meningkatkan Respon Siswa Kelas X, Jurnal Penelitian , Vol. 1, No.2, (2008), h. 12-18

35 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Hasil penelitian tentang karakteristik Lichenes di kawasan perkebunan kopi di Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah di peroleh data sebagai berikut:

1. Jenis Lichenes yang Terdapat di Kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah

Hasil penelitian yang dilakukan di kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah di temukan 16 jenis Lichenes yang terdiri dari 9 famili. Jenis lichenes yang terdapat pada seluruh stasiun dapat dilihat pada Tabel 4.1.

Tabel 4.1. Jenis-Jenis lichenes di Kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah.

No. Famili Nama jenis Jumlah

1 Parmeliaceae Evernia prunastri 9 Parmelia caroliniana 75 Phycia aipolia 16 Parmotrema diletatum 43 2 Stereocaulaceae Lepraria finki 1 Lepraria lobificans 2 Lepraria incana 4

3 Arthoniaceae Cryptothecia scripta 61

Cryptothecia striata 27

4 Physciaceae Gassicurtia vernicoma 57

Physcia sp 11

5 Ramalinaceae Ramalina fastigiata 2

6 Cladoniaceae Cladonia portentosa 1

7 Fuscideaceae Fuscidea lightfooti 23

8 Usneaceae Usnea australis 174

9 Graphidaceae Graphis scipta 39

Total 545

Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa jumlah jenis lichenes dari ke empat stasiun yang terdapat di kawasan perkebunan kopi dengan jumlah keseluruhan yaitu 545 individu. Famili yang banyak ditemukan jenis lichenes nya yaitu famili Parmeliaceae dengan jumlah empat jenis lichenes, Stereocaulaceae dengan jumlah tiga jenis lichenes dan famili yang paling sedikit yaitu Cladoniaceae yang hanya berjumlah 1 individu. Jenis lichenes di stasiun timur dapat dilihat pada Tabel 4.2. Tabel 4.2. Jenis-Jenis lichenes di Kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie

Kabupaten Bener Meriah pada Stasiun Timur.

No. Famili Nama jenis Jumlah

1 Parmeliaceae

Parmelia Caroliniana 18

Evernia prunastri 2

Phycia aipolia 6

2 Arthoniaceae Cryptothecia scripta 16

3 Usneaceae Usnea australis 31

4 Physciaceae Gassicurtia vernicoma 14

Total 87

Sumber: Hasil Penelitian, 2018

Berdasarkan Tabel 4.2 jenis lichenes yang di temukan di stasiun timur yaitu Parmelia Caroliniana, Evernia prunastri, Phycia aipolia, Cryptothecia scripta, Usnea australis, Gassicurtia vernicoma, jenis yang paling banyak ditemukan di kawasan tersebut adalah Usnea australis dari famili Usneaceae dengan jumlah 31 individu. Sedangkan jenis yang paling sedikit ditemukan yaitu Evernia prunastri dari famili Parmeliaceae yang berjumlah 2 individu. Jumlah total individu dari keseluruhan jenis yang berada pada stasiun timur berjumlah 87 individu. Jenis lichenes di stasiun utara dapat dilihat pada Tabel 4.3.

Tabel 4.3. Jenis-Jenis lichenes di Kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah pada Stasiun Utara.

No. Famili Nama jenis Jumlah

1 Parmeliaceae

Parmelia Caroliniana 23

Phycia aipolia 5

Evernia prunastri 3

2 Arthoniaceae Cryptothecia scripta 11

3 Usneaceae Usnea australis 44

4 Physciaceae Gassicurtia vernicoma 22

5 Cladoniaceae Cladonia portentosa 1

6 Ramalinaceae Ramalina fastigiata 1

7 Graphidaceae Graphis scipta 20

8 Fuscideaceae Fuscidea lightfooti 7

Total 137

Sumber: Hasil Penelitian, 2018

Berdasarkan Tabel 4.3 jenis lichenes yang di temukan di stasiun utara yaitu Parmelia Caroliniana, Phycia aipolia, Evernia prunastri, Cryptothecia scripta, Usnea australis, Gassicurtia vernicoma, Cladonia portentosa, Ramalina fastigiata, Graphis scipta, Fuscidea lightfooti, jenis yang paling banyak ditemukan di kawasan tersebut adalah Usnea australis dari famili Usneaceae dengan jumlah 44 individu. Sedangkan yang paling sedikit ditemukan yaitu Cladonia portentosa dari famili Cladoniaceae yang berjumlah 1 individu dan Ramalina fastigiata dari famili Ramalinaceae yang berjumlah 1 individu. Jumlah total individu dari keseluruhan jenis yang berada pada stasiun utara berjumlah 137 individu. Jenis lichenes di stasiun barat dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4. Jenis-Jenis lichenes di Kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah pada Stasiun Barat.

No. Famili Nama jenis Jumlah

1 Parmeliaceae

Parmelia Caroliniana 28

Phycia aipolia 3

Evernia prunastri 2

2 Stereocaulaceae Lepraria finki 1

Lepraria lobificans 2

3 Physciaceae Physcia sp 9

Gassicurtia vernicoma 17

4 Arthoniaceae Cryptothecia scripta 34

Cryptothecia striata 12

5 Usneaceae Usnea australis 25

6 Fuscideaceae Fuscidea lightfooti 11

7 Graphidaceae Graphis scipta 19

Total 163

Sumber: Hasil Penelitian, 2018

Berdasarkan Tabel 4.4 jenis lichenes yang ditemukan di stasiun timur yaitu Parmelia Caroliniana, Phycia aipolia, Evernia prunastri, Lepraria finki, Lepraria lobificans, Physcia sp, Gassicurtia vernicoma, Cryptothecia scripta, Cryptothecia striata, Usnea australis, Fuscidea lightfooti, Graphis scipta, jenis yang paling banyak ditemukan di kawasan tersebut adalah Cryptothecia scripta dari famili Arthoniaceae dengan jumlah 34 individu. Sedangkan yang paling sedikit ditemukan yaitu Lepraria finki dari famili Stereocaulaceae yang berjumlah 1 individu. Jumlah total individu dari keseluruhan jenis yang berada pada stasiun utara berjumlah 163 individu. Jenis lichenes di stasiun selatan dapat dilihat pada Tabel 4.5.

Tabel 4.5. Jenis-Jenis lichenes di Kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah pada Stasiun Selatan.

No. Famili Nama jenis Jumlah

1 Parmeliaceae Parmelia Caroliniana 6 Phycia aipolia 2 Evernia prunastri 2 Parmotrema diletatum 43 2 Physciaceae Physcia sp 2 Gassicurtia vernicoma 4

3 Usneaceae Usnea australis 74

4 Fuscideaceae Fuscidea lightfooti 5

5 Arthoniaceae Cryptothecia striata 15

6 Ramalinaceae Ramalina fastigiata 1

7 Stereocaulaceae Lepraria inciana 4

Total 158

Sumber: Hasil Penelitian, 2018

Berdasarkan Tabel 4.5 jenis lichenes yang di temukan di kawasan selatan Parmelia Caroliniana, Phycia aipolia, Evernia prunastri, Parmotrema diletatum, Physcia sp, Gassicurtia vernicoma, Usnea australis, Fuscidea lightfooti, Cryptothecia striata, Ramalina fastigiata, Lepraria inciana, spesies yang paling banyak ditemukan di kawasan tersebut adalah Usnea australis dari famili Usneaceae dengan jumlah 74 individu. Sedangkan yang paling sedikit ditemukan yaitu Ramalina fastigiata dari famili Ramalinaceae yang berjumlah 1 individu. Jumlah total individu dari keseluruhan jenis yang berada pada stasiun selatan berjumlah 158 individu.

2. Karakteristik Lichenes yang Terdapat di Kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah

Hasil penelitian yang dilakukan di kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah di temukan jenis lichenes dengan karakteristik yang berbeda-beda. Perbedaan karakteristik setiap jenis lichenes terlihat pada warna, tipe morfologi thallus dan tempat perlekatannya atau habitatnya. Adapaun karakteristik setiap jenis lichenes yang ditemukan di kawasan perkebunan kopi terlihat pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6. Karakteristik jenis Lichenes di Kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah

No. Nama jenis

Karateristik Warna Tipe Morfologi Thallus Tempat Pelekatannya/ Habitatnya

1. Lepraria finki Hijau abu-abu Crustose Batang petai

2. Lepraria sp Hjau abu-abu Crustose Batang kopi

3. Lepraria incana Putih abu-abu Crustose Batang kopi, durian

4. Graphis scipta Putih keabu-buan Crustose Batang petai, jeruk

5. Gassicurtia

vernicoma Hijau Crustose Batang kopi, petai,

6. Cryptothecia scripta Putih hijau Crustose Batang petai, kopi

7. Fuscidea lightfooti Hijau Crustose Batang petai

8. Cryptothecia striata Putih abu-abu hijau Crustose Batang pepaya, jeruk

9. Physcia sp Hijau abu-abu Foliose Batang alpukat, kopi,

petai

10. Parmelia carolina Hijau keputihan Foliose Batang jeruk, durian,

kopi, petai

11. Phycia aipolia Abu-abu kehijauan Foliose Batang kopi

12. Parmoterma

dilatatum Hijau keputihan Foliose

Batang kopi, petai, alpukat, durian

13. Cladonia portentosa Putih abu-abu Fruticose Batang kayu tua

14. Ramalina fastigiata Abu-abu kehijauan Fruticose Batang jeruk, kopi

15. Usnea australis Orange Fruticose Batang alpukat dan

ranting petai

16. Evernia prunastri Putih keabu-abuan Fruticose Batang petai

Berdasarkan Tabel 4.6 karakteristik lichenes yang terdapat di kawasan perkebunan kopi terdapat perbedaan pada warna, tipe morfologi thallus, tempat perlekatannya atau habitatnya. Jenis lichenes pada umumnya berwarna putihkeabu-abuan, akan tetapi terdapat warna lain seperti warna hujau dan orange. Jenis lichenes yang di temukan yaitu tipe thallus crustose, foliose dan fruticose. Berdasarkan tipe thallus lichenes yang paling banyak ditemukan di kawasan perkebunan kopi yaitu tipe thallus berbentuk crustose seperti yang terlihat di tabel 4.6 dan tempat perlekatan atau habitat jenis lichenes pada umumnya di temukan

Untuk melihat persentase jenis Lichenes berdasarkan tipe Thallus di kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah dapat dilihat pada gambar 4.1.

Gambar 4.1. Diagram jumlah persentase jenis lichenes berdasarkan tipe thallusnya Berdasarkan Gambar 4.1 jumlah persentase jenis lichenes berdasarkan tipe thallusnya yang ditemukan di kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie

0 10 20 30 40 50 60

Crustose Foliose Fruticose

60

20 20

Tipe Morfologi Thallus

Crustose Foliose Fruticose

Kabupaten Bener Meriah yaitu crustose, foliose dan fruticose, tipe thallus crustose mencapai 60% dengan jenis lichenes yaitu Lepraria Finki, Lepraria Sp, Lepraria Incana, Graphis Scipta, Gassicurtia Vernicoma, Cryptothecia Scripta, Fuscidea Lightfooti, Cryptothecia Striata, tipe thallus foliose mencapai 20% dengan jenis lichenes yaitu Physcia sp, Parmelia carolina , Phycia aipolia, Parmoterma dilatatum dan thallus Fruticose mencapai 20% dengan jenis lichenes yaitu Cladonia portentosa, Ramalina fastigiata, Usnea australis, Evernia prunastri. Untuk melihat persentase jenis Lichenes berdasarkan warna di kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah dapat dilihat pada gambar 4.2.

Gambar 4.2. Diagram jumlah persentase jenis lichenes berdasarkan warnanya Berdasarkan Gambar 4.2 jumlah persentase jenis lichenes berdasarkan warnanya yang ditemukan di kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah yaitu hijau abu-abu, orange, putih abu-abu, warna hijau abu-abu mencapai 60% dengan jenis lichenes yaitu Lepraria finki, Lepraria sp,

0 10 20 30 40 50 60 Hijau abu-abu

Orange Putih

abu-abu 60 10 30 Warna Hijau abu-abu Orange Putih abu-abu

Gassicurtia vernicoma, Fuscidea lightfooti, Physcia sp, Parmelia carolina, Phycia aipolia, Parmoterma dilatatum, Ramalina fastigiata, warna putih abu-abu mencapai 30% dengan jenis lichenes yaitu, Lepraria incana, Graphis scipta, Fuscidea lightfooti, Cryptothecia striata, Physcia sp, Cladonia portentosa, Evernia prunastri dan warna orange mencapai 10% dengan jenis lichenes Usnea australis. Untuk melihat persentase jenis Lichenes berdasarkan habitat di kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah dapat dilihat pada gambar 4.3.

Gambar 4.3. Diagram Jumlah Persentase Jenis Lichenes Berdasarkan Habitatnya

Berdasarkan Gambar 4.3 jumlah persentase jenis lichenes berdasarkan habitatnya yang ditemukan di kawasan Perkebunan Kopi Desa Bukit Mulie Kabupaten Bener Meriah yaitu pada kulit batang petai, kopi, jeruk, durian, Alpukat, dan pepaya. Batang petai dan kopi di temukan Lepraria finki, Lepraria sp, Lepraria incana, Graphis scipta, Gassicurtia vernicoma, Cryptothecia scripta, , Physcia sp, Parmelia carolina, Phycia aipolia, Parmoterma dilatatum, Ramalina

0 10 20 30 40 50 60 70 80 Petai dan Kopi Jeruk dan Durian Alpukat Pepaya 75 15 5 5

Tempat Pelekatan / Habitat

Petai dan Kopi Jeruk dan Durian Alpukat

fastigiata, batang jeruk dan durian Graphis scipta, Cryptothecia striata, Parmelia carolina, Ramalina fastigiat dan batang alpukat Parmoterma dilatatum, Cryptothecia striata, Usnea australis, dan batang pepaya Cryptothecia striata.

a. Deskripsi karakteristik dan klasifikasi lichenes di kawasan perkebunan kopi desa bukit mulie kabupaten bener meriah

Adapun deskripsi dan klasifikasi jenis-jenis lichenes yang terdapat di kawasan perkebunan kopi desa bukit mulie kabupaten bener meriah adalah sebagai berikut:

1. Familia Parmeliaceae

Secara umum Parmeliaceae dicirikan dengan apotesia berbentuk mangkok (diskoid) dengan hymenium dan hypotecium serta tipe apotesia lecanorine yang berkembangbiak pada talus crustose, foliose dan fruticose.

a) Parmelia caroliniana

Parrmelia caroliniana berwarna hijau bercampur putih dengan tipe thallus yang berbentuk foliose, thallus Parmelia caroliniana ini terbentuk seperti bunga mawar, memiliki isidia banyak dan berbentuk bulat, permukaan talus berwarna hitam. Parmelia caroliniana umumnya tumbuh pada permukaan kulit batang pohon jeruk, kopi, durian dan petai. Parrmelia caroliniana di temukan dikeseluruhan stasiun timur, utara, barat dan selatan di ketinggian mecapai 1350 sampai 1439 m dengan kelembapan udara mencapai 80% sampai 86%, suhu udara 22,4ÂșC sampai 24,3ÂșC, intensitas cahaya mencapai 980 Cd sampai 1979 Cd, pH mencapai 5,4 sampai 6,6, kelembapan tanah mencapai 60% sampai 70% dan suhu tanah mencapai 18,7ÂșC sampai 19,6ÂșC. Parmelia caroliniana paling banyak di temukan di stasiun barat, dengan jumlah 28 individu .

Klasifikasi dari talus Parmelia caroliniana yaitu: Kingdom : Plantae Divisi : Thallophyta Class : Ascolichenes Ordo : Lecanoporales Familia : Parmeliaceae Genus : Parmelia

Species : Parmelia caroliniana43

Parrmelia caroliniana lebih jelas dapat di lihat pada gambar 4.4

Gambar 4.4. Parrmelia caroliniana

(a) Gambar hasil penelitian (b) Gambar pembanding44

b) Parmotrema diletatum

Parmotrema diletatum berwarna hijau keputihan dengan tipe thallus yang berbentuk foliose, Parmotrema diletatum memiliki thallus berupa lembaran yang tidak sepenuhnya menempel pada substrat atau masuk dalam kategori foliose, dan pada bagian tepi dari lichenes jenis Parnotrema terdapat rambut-rambut hitam yang di sebut siliata, akan tetapi ada yang menyebutnya sebagai rhizoid. Lichenes ini ditemukan tumbuh menempel pada substrat permukaan kulit batang pohon kopi, petai, dan jeruk. Parmotrema diletatum hanya di temukan di stasiun selatan _____________

43

Thomas H. Nash., Lichenes Biology, (Cambridge: University Press, 2008), h.41

44

http://www. anbg. gov. au/ abr/ Licheneslist/ images/ Parrmelia.jpg., 2019

a. b

di ketinggian 1350 m dengan kelembapan udara mencapai 81%, suhu udara 22,9ÂșC, intensitas cahaya mencapai 1600 Cd, pH mencapai 6, kelembapan tanah mencapai 60% dan suhu tanah mencapai 19,5ÂșC dengan jumlah keseluruhan sebanyak 43 individu.

Klasifikasi dari talus Parmotrema diletatum yaitu: Kingdom : Plantae Divisi : Thallophyta Class : Ascolichenes Ordo : Lecanoporales Familia : Parmeliaceae Genus : Parmotrema

Species : Parmotrema diletatum45

Parmotrema diletatum lebih jelas dapat di lihat pada gambar 4.5

Gambar 4.5. Parmoterma dilatatum

(a) Gambar hasil penelitian (b) Gambar pembanding46

c) Physcia aipolia

Phycia aipolia berwarna hijau Keabuan, Thallus Physcia aipolia merupakan jenis lichenes dengan ciri-ciri melekat pada batang pohon, memiliki tipe thallus Foliose, terdapat soredia pada thallusnya dan permukaan atas dengan titik putih. _____________

45

Hasanuddin, Botani Tumbuhan Rendah, (Banda Aceh, syiah kuala university perss,2014), 105

46

http://www. anbg. gov. au/ abr/ Licheneslist/ images/ Parnotrema.jpg., 2019

a. b

Physcia aipolia sering dijumpai dalam bentuk yang cenderung membulat dan ada pula yang tidak beraturan. Familia Parmeliaceae adalah kelompok lumut kerak Foliose terbesar yang memiliki bentuk thallus spesifik dan mudah dikenali. Physciaceae termasuk kelompok lumut kerak abu-abu dengan percabangan lebih halus dari Parmeliaceae yang bentuknya hampir lekat dengan substrat dengan berbentuk membulat. Physciaceae memiliki lapisan bawah berwarna gelap ataupun hitam. Phycia aipolia hanya ditemui di permukaan kulit batang pohon kopi saja. Phycia aipolia di temukan di keseluruhan stasiun timur, utara, barat dan selatan di ketinggian mecapai 1350 sampai 1439 m dengan kelembapan udara mencapai 80% sampai 86%, suhu udara 22,4ÂșC sampai 24,3ÂșC, intensitas cahaya mencapai 980 Cd sampai 1979 Cd, pH mencapai 5,4 sampai 6,6, kelembapan tanah mencapai 60% sampai 70% dan suhu tanah mencapai 18,7ÂșC sampai 19,6ÂșC. Phycia aipolia paling banyak di temukan di stasiun timur dengan jumlah 6 individu.

Klasifikasi dari talus Physcia aipolia yaitu: Kingdom : Plantae Divisi : Thallophyta Class : Ascolichenes Ordo : Lecanoporales Familia : Parmeliaceae Genus : Physcia

Species : Physcia aipolia47

_____________

47 Eris Septiana., Potensi Dan Keanekaragaman Lichenes Sebagai Sumber Bahan Obat,

Physcia aipolia lebih jelas dapat di lihat pada gambar 4.6

Gambar 4.6. Physcia aipolia

(a) Gambar hasil penelitian (b) Gambar pembanding48

d) Evernia prunastri

Evernia Prunastri berwarna putih keabu-abuan, tipe thallus pada lichenes ini yaitu foliose karena melekat pada satu titik saja sehingga lichenes ini juga sering dimasukkan ke dalam lichenes tipe fruticose. Lichenes ini berbentuk seperti urat di atas permukaan ranting dan batang pohon, bagian bawah berwarna putih dan awalnya berbentuk lonjong dan lebih luas dari permukan talus. Apothesia pada thallus ini sangat langka dan jarang di jumpai, lichenes ini tumbuh pada bagian ranting pohon hingga ke ujung ranting pohon. Thallus biasanya berwarna putih pucat dan kekuning-kuningan karena mengandung asam usnat, sebahagian Lichenes yang kurang mengandung asam usnat berwarna putih keabu-abuan dan pucat.

Lichenes tipe talus ini berbentuk tegak dan bercabang, agak lembek dan lentur, memiliki ukuran sangat kecil dan sangat pendek. Susunan daun (roset) pada thallus ini seperti cabang-cabang yang dikumpulkan hampir berbentuk _____________

48

http://www. anbg. gov. au/ abr/ Licheneslist/ images/ Physcia aipolia jpg., 2019

a. b

seperti siku-siku tetapi permukan bawah tetap berbentuk bulat bercabang dan pipih. Evernia prunastri juga di kenal sebagai tumbuhan hias yang berbentuk seperti bunga, Evernia tumbuh hanya pada kulit batang pohon petai saja. Evernia Prunastri di temukan di keseluruhan stasiun timur, utara, barat dan selatan di ketinggian mecapai 1350 sampai 1439 m dengan kelembapan udara mencapai 80% sampai 86%, suhu udara 22,4ÂșC sampai 24,3ÂșC, intensitas cahaya mencapai 980 Cd sampai 1979 Cd, pH mencapai 5,4 sampai 6,6, kelembapan tanah mencapai 60% sampai 70% dan suhu tanah mencapai 18,7ÂșC sampai 19,6ÂșC. Evernia Prunastri paling banyak di temukan di stasiun utara dengan jumlah 3 individu.

Klasifikasi dari talus Evernia prunastri yaitu: Kingdom : Plantae Divisi : Thallophyta Class : Ascolichenes Ordo : Lecanoporales Familia : Parmeliaceae Genus : Evernia

Species : Evernia prunastri49

_____________

49

Evernia prunastri lebih jelas dapat di lihat pada gambar 4.7

Gambar 4.7. Evernia prunastri

(a) Gambar hasil penelitian, (b) Gambar pembanding50

2. Familia Stereocaulaceae

Secara umum Stereocaulaceae merupakan lichen imperfek yaitu sel alga dan jamur tersebar merata pada talus. Komponen alga mendominasi dengan bentuk seperti gelatin.

a) Lepraria incana

Lepraria inciana berwarna putih ke abu-abuan. Thallus Lepraria merupakan tipe thallus yan berbentuk crustose, butiran debu tepung atau leprose (powdery), tidak beraturan tidak tentu, melekat erat pada subtrat, membentuk lapisan tipis soredia, lobus tidak jelas, tudak memiliki medulla. Subtrat Lepraria inciana biasanya pada kulit batang pohon kopi. Lepraria inciana hanya di temukan di stasiun selatan di ketinggian 1350 m dengan kelembapan udara mencapai 81%, suhu udara 22,9ÂșC, intensitas cahaya mencapai 1600 Cd, pH mencapai 6, kelembapan tanah mencapai 60% dan suhu tanah mencapai 19,5ÂșC dengan jumlah keseluruhan sebanyak 4 individu.

_____________

50

http://www. anbg. gov. au/ abr/ Licheneslist/ images/ Evernia jpg., 2019

a

a.

b

Klasifikasi dari talus Lepraria inciana yaitu: Kingdom : Plantae Divisi : Thallophyta Class : Lecanoromycetes Ordo : Lecanorales Familia : Stereocaulaceae Genus : Lepraria

Species : Lepraria inciana51

Lepraria inciana lebih jelas dapat di lihat pada gambar 4.8

Gambar 4.8. Lepraria inciana

(a) Gambar hasil penelitian, (b) Gambar pembanding52

b) Lepraria sp

Lepraria sp berwarna hijau keabu-abuan, thallus Lepraria sp yaitu cenderung tidak teratur dan membentuk koloni yang besar serta ada yang pecah-pecah dan tergantung pada substrat kulit pohon yang di jadikan tempat tumbuhnya. Thlalus Lepraria sp merupakan tipe talus crustose karena sifatnya yang menempel erat pada substrat kulit pohon, sehingga sulit untuk dipisahkan dari substratnya. Talus ini berwarna hijau muda atau juga dapat berwarna hijau keabuan. Lepraria sp ditemui hidup di kulit batang pohon kopi. Lepraria sp hanya di temukan di stasiun barat di ketinggian 1350 m dengan kelembapan udara _____________

51

Eris Septiana., Potensi Dan Keanekaragaman Lichenes Sebagai Sumber Bahan Obat, Jurnal Biologi XV (1), h. 97

52

http://www. anbg. gov. au/ abr/ Licheneslist/ images/ Lepraria.jpg., 2019

a

a.

b

mencapai 80%, suhu udara 24,3ÂșC, intensitas cahaya mencapai 1979 Cd, pH mencapai 5,4, kelembapan tanah mencapai 70% dan suhu tanah mencapai 19,6ÂșC dengan jumlah keseluruhan sebanyak 2 individu.

Klasifikasi dari talus Lepraria sp yaitu: Kingdom : Plantae Divisi : Thallophyta Class : Lecanoromycetes Ordo : Lecanorales Familia : Stereocaulaceae Genus : Lepraria Species : Lepraria sp53

Lepraria sp lebih jelas dapat di lihat pada gambar 4.9

Gambar 4.9. Lepraria sp

(a) Gambar hasil penelitian (b) Gambar pembanding54

c) Lepraria finki

Lepraria finki berwana hijau keabu-abuan. Sama hal nya thallus Lepraria sp berbentuk thallus crustose karena sifatnya yang menempel erat pada substrat kulit pohon yaitu cenderung tidak teratur dan membentuk koloni yang besar serta ada yang pecah-pecah dan tergantung pada substrat kulit pohon yang di jadikan _____________

53

Eris Septiana., Potensi Dan Keanekaragaman Lichenes Sebagai Sumber Bahan Obat, Jurnal Biologi XV (1), h. 102

54

http://www. anbg. gov. au/ abr/ Licheneslist/ images/ Lepraria.jpg., 2019

a

a.

b

tempat tumbuhnya sehingga sulit untuk dipisahkan dari substratnya. Talus ini berwarna hijau muda atau juga dapat berwarna hijau keabuan. Thallus ini memiliki soredia yang mudah tersebar dengan bantuan angin atau media lainnya, bila jatuh pada substrat yang cocok maka akan terbentuk talus yang baru. Lapisan alga hijau biasanya tidak jelas dan terputus- putus, atau tidak ada. Lepraria finki ditemui di kulit batang pohon petai. Lepraria finki hanya di temukan di stasiun barat di ketinggian 1350 m dengan kelembapan udara mencapai 80%, suhu udara 24,3ÂșC, intensitas cahaya mencapai 1979 Cd, pH mencapai 5,4, kelembapan tanah mencapai 70% dan suhu tanah mencapai 19,6ÂșC dengan jumlah keseluruhan sebanyak 1 individu.

Klasifikasi dari talus Lepraria finki yaitu: Kingdom : Plantae Divisi : Thallophyta Class : Lecanoromycetes Ordo : Lecanorales Familia : Stereocaulaceae Genus : Lepraria

Species : Lepraria finki55

_____________

55

Eris Septiana., Potensi Dan Keanekaragaman Lichenes Sebagai Sumber Bahan Obat, Jurnal Biologi XV (1), h. 13

Lepraria finki lebih jelas dapat di lihat pada gambar 4.10

Gambar 4.10. Lepraria finki

Dokumen terkait